Tag Archive | "tools"

Entrepreneurship 2.0: Peluang Wirausaha di Era Informasi


Tulisan kali ini saya ambilkan dari isi salah satu bab di buku Six Pixels of Separation karya Mitch JoelPresident of Twist Image (Business Pluss, New York ? 2009). Buku yang membahas bisnis berbasis teknologi informasi ini secara umum sangat menarik (lihat video “Interview with Mitch Joel”), tetapi yang satu bab tentang Entrepreneurship 2.0 mudah untuk dicerna dan diterapkan oleh siapapun ? tanpa harus berlatar belakang IT.

Berbeda ternyata dengan anggapan masyarakat luas bahwa untuk bisa sukses berbisnis di era informasi ini haruslah sangat menguasai IT dan seluk beluknya. Mitch Joel sendiri juga orang yang gaptek ? gagap teknologi; tetapi nampaknya dia sangat sukses dengan new media ini.

Begitu banyak tools yang bisa kita manfaatkan untuk mulai berbisnis dengan menggunakan teknologi ini ? bahkan tanpa kita harus membayar satu sen-pun. Anda bisa mempromosikan produk Anda sepuasnya melalui blog misalnya, mengupdate ?clientbase? Anda di facebooktwitter dan berbagai media gratisan lainnya.

Karena saking banyaknya media yang bisa dipakai, kita malah justru sering bingung ? menggunakan yang mana yang efektif untuk tujuan bisnis kita. Nah melalui Entrepreneurship 2.0 inilah Mitch Joel memformulasikan apa yang kita butuhkan dengan sederhana.

Intinya adalah apa yang dia sebut sebagai 5 C?s of Entrepreneurship 2.0 sebagai berikut:

1) Connectinghari gini kita tidak bisa lagi untuk tidak selalu connect dengan sumber informasi ? internet, email dan sejenisnya. Begitu banyak opportunity kita hilang bila kita kehilangan connection ini.

2) Creating: setiap kita sebenarnya punya banyak kemampuan untuk meng-create sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Creation ini bisa berupa tulisan (seperti yang saya lakukan di web ini), ide, gambar, film, ataupun barang dan jasa yang kemungkinan akan dibutuhkan oleh orang lain.

3) Conversation: melalui media yang mayoritas gratisan ini ? kita bisa mengkomunikasikan hasil kreasi kita di butir 2 dan memperoleh response/masukan yang juga gratis.

4) Community: dari kreasi kita yang secara kontinyu kita komunikasikan dengan audien kita tersebut ? akan terbentuklah komunitas yang sudah tersaring dengan minat yang relatif sama.

5) Commercial: Setelah komunitas terbentuk, maka barulah  kita ataupun anggota komunitas kita dapat saling memberi manfaat dalam bentuk bisnis, sosial, keagamaan, dlsb.

Nah mari sekarang kita lihat aplikasi dari teori 5 C?s tersebut pada contoh kasus riil yang kita lakukan di Pesantren Wirausaha. Saya ambil contoh kasus ini karena ?produk? yang namanya Pesantren Wirausaha ini baru dan masih di titik yang sangat awal, namun hasilnya mulai kelihatan sehingga bisa diikuti siapapun secara gratis.

Pada akhir Agustus 2009 saya menulis tentang Berwirausaha Sebagai Wasilah Untuk Mendekatkan Diri Pada Allah inilah kreasi awal tersebut yaitu ide tentang Pesantren Wirausaha; karena banyaknya response dan pertanyaan ? 2 hari kemudian di bulan yang sama saya per jelas dengan tulisan Pesantren Wirausaha: Training, Coaching & Mentoring?

Response yang terus berdatangan membuat kita bersemangat untuk benar-benar memulai program Pesantren Wirausaha ini, tidak sampai 2 bulan kemudian alhamdulillah Pesantren Wirausaha Angkatan I-pun kick off. Saat ini program Pesantren Wirausaha ini sudah diikuti oleh lebih dari 120 orang dan insya Allah akan terus bertambah.

Bisnis riil yang benar-benar kita mulai-pun lahir setelah komunitas ini terbentuk; peternakan kambing di Jonggol, Bogor adalah salah satunya.

Yang kita ingin contohkan disini adalah ? di era informasi ini ? betapa cepatnya kita bisa meng-create ide-ide, menyebar luaskannya, mengumpulkan response, dan mengimplementasikannya menjadi suatu ?produk?. Dalam kasus ?produk? Pesantren Wirausaha ? waktu yang dibutuhkan hanya 4 bulan ? dari ide sampai produk benar-benar jalan.

Pendekatan yang sama bisa dilakukan juga untuk produk-produk barang dan jasa lainnya, mau coba?? Insya Allah Anda juga bisa!

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

Mitch Joel Talks about the Six Pixels of Separation Book


Mitch Joel, President of Twist Image, provides insights and answers questions about his new book, “Six Pixels of Separation: Everyone is Connected. Connect your Business to Everyone.” Six Pixels of Separation teaches entrepreneurs and individuals how to have a global audience and consumer base in a world where we’re all connected. The book focuses on how technology and new media (almost all of it free) is empowering individuals to build personal brands that will rival the biggest of corporate brands, and how all business owners can now leverage the global community to connect, share and grow.

Posted in VideoComments (0)

Inflasi? Siapa Takut!


Salah satu momok perekonomian yang menyengsarakan rakyat adalah inflasi, bahkan salah satu unsur di Index Kesengsaraan (Misery Index) yang saya tulis pekan lalu juga masalah inflasi ini. Betapa tidak menyengsarakan; lha wong momok inflasi ini menyerang ke siapa saja tanpa terkecuali.

Si embok  di desa karena kemiskinannya hanya mampu membeli beras paling murah seharga Rp 2,500/kg tahun 2003; beras yang sama kini baru bisa dibeli dengan harga Rp 4,025/kg. Pasangan muda yang 5 tahun lalu melahirkan anak pertamanya dengan biaya Rp 5 juta; anak ke-3-nya yang lahir tahun ini, di rumah sakit yang sama dengan layanan yang sama harus dibayarnya dengan biaya lebih dari Rp 8 juta.

Kenaikan harga-harga secara umum ini dapat Anda hitung sendiri  perkiraan kasarnya dengan menggunakan Index Harga Konsumen, yang antara lain datanya bisa kita peroleh dari situs resminya Bank Indonesia. Dengan cara yang sama inflasi yang tercermin dari Index Harga Konsumen ini bukan hanya menyengsarakan kita semua saat ini, tetapi juga bisa menyengsarakan kita di masa-masa mendatang bila tidak kita pahami dan atasi dari sekarang.

Mengapa demikian? Bila selama ini tabungan kita memberikan hasil 6% misalnya di bank, bertambahkah uang kita? Angkanya memang bertambah, tetapi karena Indek Harga Konsumen mengalamai kenaikan rata-rata 8.75% per tahun selama 5 tahun terakhir ? maka sejatinya daya beli tabungan kita tersebut bukannya bertambah ? malah berkurang.

Demikian-pula berbagi bentuk investasi kita lainnya; kalau selama ini angkanya kelihatan besar ? coba Anda kurangkan dengan kenaikan Index Harga Konsumen; masihkah angkanya positif? Kalau masih positif, masihkah angkanya cukup menarik untuk Perencanaan Keuangan Anda jangka panjang?

Namun sebenarnya inflasi ini bisa dengan relative mudah kita lawan, yaitu bila tabungan kita berupa benda riil yang apresiasi nilainya melebihi inflasi. Dinar adalah salah satu contoh saja dari benda riil yang bisa mengalahkan inflasi ini; dari grafik dan data tersebut di atas, kita tahu 5 tahun terakhir Dinar mengalami apresiasi nilai ratra-rata 20.32% sedangkan Inflasi rata-rata ?hanya? 8.75%.

Dinar memberikan hasil investasi yang jelas lebih dari cukup untuk mengimbangi melonjaknya harga-harga barang dan jasa karena inflasi, seperti dalam beberapa contoh kasus tersebut di atas. Jadi, tools untuk melawan inflasi ini sungguh ada? tinggal kita mau gunakan atau tidak, ini sepenuhnya terserah kita?, Wa Allahu A?lam.

Posted in Financial PlanComments (2)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes