Tag Archive | "teknologi informasi"

Life Is A Beautiful Crochet


Tulisan kali ini terinspirasi oleh blog putri sulung saya crochetscorner.blogspot.com yang memuat hobinya yaitu membuat crochet (dibacanya krose), yaitu  sulaman atau rajutan benang untuk membuat baju, perlengkapan pribadi, peralatan rumah tangga, dlsb.

Awalnya dia hanya membuat baju untuk keperluan sendiri, baju wisudanya dia rajut sendiri dengan indah sehingga banyak menginspirasi orang lain. Kini bersama komunitas crochet-nya dia sedang memecahkan rekor untuk membuat masterpiece batik dari crochet yang terbesar di Indonesia ? yang otomatis juga di dunia.

Bagaimana dia merealisasikan idenya ini? Inilah yang menginspirasi saya untuk pengembangan bisnis sektor riil kita ke depan.

Membuat crochet sungguh pekerjaan yang memakan banyak waktu ? hanya para hobbyist yang bisa melakukannya dengan telaten. Untuk membuat material dari crochet seluas 1 m2 misalnya diperlukan waktu rata-rata 78 jam efektif ? tergantung tingkat keahlian dan kerapian kerjanya. Nah bisa dibayangkan waktu yang diperlukan untuk mencetak rekor batik crochet berpuluh meter persegi yang digagasnya tersebut ? bila harus dilakukannya sendiri.

Namun sekarang adalah era teknologi, dimana komunitas yang unique mudah sekali terbangun. Maka dia buatlah misi untuk memecahkan rekor ini bukan hanya pekerjaan dia, tetapi merupakan misi bersama komunitasnya. Melalui kontribusi seluruh komunitasnya-lah, insya Allah Juni 2010 ini rekor batik dari crochet terbesar di Indonesia dan dunia akan terpecahkan.

Lantas apa inspirasi penting yang bisa kita peroleh dari upaya putri saya bersama komunitas crochet-nya tersebut? Inspirasi kerja bareng bersama orang-orang yang memiliki kesamaan atau setidaknya kemiripan minat, untuk mewujudkan misi bersama ? inilah pelajaran yang kita petik.

Sebesar apapun pekerjaan ini, bila dilakukan bareng dengan saling melengkapi ? maka insya Allah akan terasa ringan dan lebih cepat tercapai.

Untuk proses membangun industri perkambingan yang ide awalnya dari gagasan para Santri Wirausaha di Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin misalnya, sudah cukup jauh kami melangkah dalam 8 bulan terakhir. Sudah ada ratusan kambing yang kami pelihara, puluhan yang beranak, susu kambing segar-pun telah kami produksi dari kandang yang berstandar internasional ? namun ini semua masih sangat jauh dari yang kita ingin wujudkan.

Visi kita adalah membangun industri perkambingan nasional yang komplit, yang dengannya masyarakat kita bisa swasembada susu dan daging. Visi besar inilah yang terlalu berat bila kita ingin mencapainya sendirian.

Oleh karenanya terinspirasi proses pemecahan rekor crochet tersebut di atas, kami ingin membangun industri perkambingan ini bersama-sama dengan masyarakat yang memiliki ketertarikan yang sama atau mirip.

kambing-onlineBila putri saya menggunakan blog untuk membangun komunitasnya, maka saya gunakan web ini (yang sudah memiliki pengunjung banyak) untuk mulai menarik minat masyarakat. Kemudian untuk efektifitas sistem kerjasama antar para peminat industri perkambingan ini, kami telah siapkan pula portal khusus untuk industri perkambingan yaitu KambingOnline.Com.

Melalui situs kami yang terbaru ini para pelaku industri perkambingan dapat menawarkan atau mencari hal-hal yang diperlukan untuk usahanya. Misalnya kami sendiri di INDOLABAN saat ini masih memerlukan supply berbagai peralatan dan mesin-mesin untuk pengolahan susu, pengemasan dan pengolahan produk-produk turunannya seperti sabun susu, moisturizing, dlsb.

Kami yakin di luar sana banyak sekali supplier industri yang siap untuk menjadi mitra kami, hanya kami belum kenal saja…; nah melalui KambingOnline.Com kami berharap dapat mengenal lebih banyak pemain dari berbagai sisi untuk terwujudnya industri perkambingan nasional yang siap bersaing di pasar internasional.

Situs KambingOnline.Com tidak hanya bermanfaat bagi kami, bagi seluruh peminat industri perkambingan insya Allah situs ini akan memberi manfaat yang besar pula. Anda bisa memasang iklan gratis untuk mencari atau menawarkan barang atau jasa yang terkait dengan industri perkambingan. Melalui cara ini Anda akan mengenal dan kolaborasi dengan pemain yang lain di industri yang sama.

Insya Allah melalui kerjasama dengan ribuan anggota yang akan mendaftar di KambingOnline.Com ini nantinya, rajutan industri perkambingan nasional kita akan menghasilkan masterpiece industri ? Dari Kita Untuk Kita.

Life is a beautiful crochet; maka setiap kita bisa merajut karya bersama orang lain yang seminat ? untuk menghasilkan sebuah masterpiece dari bidang yang kita pilih yaitu kehidupan yang indah dan bermanfaat untuk sesama. Insya Allah.

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

Economics Outside The Box: Project Ngecat Langit Bernama Barter


Sejak saya menulis tentang peluang transaksi tanpa uang atau barter hampir setahun lalu dalam tulisan Dinar Equity Exchange, tidak hentinya team kami terus bekerja mewujudkan ide tersebut dalam suatu project. Project ini sendiri secara berkelakar kami sebut sebagai Project Ngecat Langit ? untuk menggambarkan betapa besar pekerjaan dan juga peluangnya.

Barter sebenarnya sama sekali bukan hal baru karena bentuk perdagangan yang paling basic ya barter ini. Manusia modern kemudian menemukan cara yang lebih sederhana dari barter yaitu dengan berjual beli menggunakan uang. Banyak masalah teratasi dengan menggunakan uang ini, namun banyak pula masalah baru yang timbul terutama ketika uang yang digunakan adalah uang fiat ? yaitu uang yang tidak memiliki nilai intrinsik.

Terlepas dari kendala-kendala yang dihadapi dalam barter, Transaksi barter di zaman modern ini sebenarnya terus terjadi baik antar individu, perusahaan dan bahkan antar negara. Barternews memperkirakan bahwa transaksi barter tahunan di seluruh dunia saat ini telah mencapai US$ 3.7 trilyun dengan perincian seperti pada tabel di bawah.

barter

Mengapa transaksi barter yang terkesan ?kuno? ini masih dilakukan orang dalam skala besar? Hal ini tidak terlepas dari masalah yang timbul dalam jual beli menggunakan uang fiat dimana nilai uang fiat sendiri yang cenderung turun dari waktu ke waktu. Nilai uang fiat juga rentan terhadap manipulasi, spekulasi dan ketidak adilan, uang salah satu negara bisa seolah lebih penting (lebih tinggi nilainya) dari uang negara lain.

Pengelolaan uang fiat di berbagai negara juga sering menimbulkan krisis dimana uang fiat menjadi langka atau turun drastis nilainya. Bilamana hal ini terjadi maka transaksi kebutuhan antar manusia juga terganggu. Ingat kita pada peristiwa krismon 97/98 ; dan juga krisis finansial di Amerika 2 tahun lalu. Kebutuhan basic kita akan sandang, pangan dan papan tidak menghilang dengan adanya krisis ? hanya uang yang menjadi alat tukarnya yang menghilang.

Di daerah Sentul yang jaraknya kurang dari 1 jam perjalanan dari Jakarta; ada sebuah komplek perumahan yang kini mirip kota hantu. Perumahan mewah untuk kalangan berduit ini mulai dibangun beberapa tahun sebelum krisis moneter 97/98; karena semua harus dibayar dengan uang dan sebagian terbesarnya adalah kredit ? maka ketika uang dan kredit menghilang selama krisis moneter, proses pembangunan perumahan ini-pun terhenti.

Rumah-rumah yang sudah jadi atau setengah jadi dibiarkan ngangkrak terbengkalai; pintu-pintu, besi dan apa saja yang berharga dari komplek tersebut kemudian dijarah orang dan kini tinggal puing-puing yang tidak ada harganya.

Ini ironi karena jutaan orang di negeri ini belum bisa memiliki rumah ? tetapi ada rumah-rumah dalam suatu komplek besar yang dibiarkan ngangkrak. Tidak bisa dimanfaatkan oleh orang lain karena semuanya harus dibeli dengan uang ? yang justru tidak tersedia cukup  pada waktu itu.

Kejadian serupa terjadi dengan para peternak sapi susu, para petani tomat, cabe dan sejenisnya. Mereka kadang harus membuang susu atau hasil panennya karena tidak ada yang membeli produknya dengan uang yang layak. Padahal negeri ini masih harus impor susu karena kebutuhan dalam negeri lebih besar dari produksinya. Banyak ?saus tomat? pula di pasaran yang isinya bukan tomat karena pabrik saos tomat tersebut tidak bisa membeli dengan layak tomat yang sesungguhnya.

Problem-problem tersebut setidaknya bisa dikurangi atau diatasi sama sekali bila kita bisa mempertukarkan barang atau jasa yang satu dengan yang lain tanpa harus melalui uang lebih dahulu, inilah barter itu.

Memang diperlukan banyak sekali effort untuk membuat barter ini praktis dan applicable di zaman modern ini, oleh sebab itulah Project Ngecat Langit ini kita rintis. Bila barter kuno terkendala dengan syarat yang disebut coincidence of want,  maka di zaman teknologi ini kita bisa men-create coincidence of wants melalui teknik-teknik barter modern seperti multileg exchanges yang diolah melalui sistem teknologi informasi yang canggih, dlsb.

Meskipun jauh dari selesai, namun sudah cukup jauh kami melangkah ? keterlibatan Anda sekalian pembaca situs ini insya Allah akan dapat mempercepat progress dari project ini. Sudah banyak yang mendaftar ikut project ini sejak tulisan saya yang pertama tersebut di atas, namun agar komunikasi terus terbangun secara luas ? kami undang Anda yang tertarik dengan project ini untuk bergabung di Group Facebook yang sengaja kita buat untuk ini yaitu grup BarterClub.

Siapa tahu dengan kerja rame-rame; kita bisa benar-benar mengecat langit kita dengan warna kita sendiri… bukan warna yang dikehendaki orang lain untuk kita. Insya Allah.

Posted in Business OpportunityComments (0)

Entrepreneurship 2.0: Peluang Wirausaha di Era Informasi


Tulisan kali ini saya ambilkan dari isi salah satu bab di buku Six Pixels of Separation karya Mitch JoelPresident of Twist Image (Business Pluss, New York ? 2009). Buku yang membahas bisnis berbasis teknologi informasi ini secara umum sangat menarik (lihat video “Interview with Mitch Joel”), tetapi yang satu bab tentang Entrepreneurship 2.0 mudah untuk dicerna dan diterapkan oleh siapapun ? tanpa harus berlatar belakang IT.

Berbeda ternyata dengan anggapan masyarakat luas bahwa untuk bisa sukses berbisnis di era informasi ini haruslah sangat menguasai IT dan seluk beluknya. Mitch Joel sendiri juga orang yang gaptek ? gagap teknologi; tetapi nampaknya dia sangat sukses dengan new media ini.

Begitu banyak tools yang bisa kita manfaatkan untuk mulai berbisnis dengan menggunakan teknologi ini ? bahkan tanpa kita harus membayar satu sen-pun. Anda bisa mempromosikan produk Anda sepuasnya melalui blog misalnya, mengupdate ?clientbase? Anda di facebooktwitter dan berbagai media gratisan lainnya.

Karena saking banyaknya media yang bisa dipakai, kita malah justru sering bingung ? menggunakan yang mana yang efektif untuk tujuan bisnis kita. Nah melalui Entrepreneurship 2.0 inilah Mitch Joel memformulasikan apa yang kita butuhkan dengan sederhana.

Intinya adalah apa yang dia sebut sebagai 5 C?s of Entrepreneurship 2.0 sebagai berikut:

1) Connectinghari gini kita tidak bisa lagi untuk tidak selalu connect dengan sumber informasi ? internet, email dan sejenisnya. Begitu banyak opportunity kita hilang bila kita kehilangan connection ini.

2) Creating: setiap kita sebenarnya punya banyak kemampuan untuk meng-create sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Creation ini bisa berupa tulisan (seperti yang saya lakukan di web ini), ide, gambar, film, ataupun barang dan jasa yang kemungkinan akan dibutuhkan oleh orang lain.

3) Conversation: melalui media yang mayoritas gratisan ini ? kita bisa mengkomunikasikan hasil kreasi kita di butir 2 dan memperoleh response/masukan yang juga gratis.

4) Community: dari kreasi kita yang secara kontinyu kita komunikasikan dengan audien kita tersebut ? akan terbentuklah komunitas yang sudah tersaring dengan minat yang relatif sama.

5) Commercial: Setelah komunitas terbentuk, maka barulah  kita ataupun anggota komunitas kita dapat saling memberi manfaat dalam bentuk bisnis, sosial, keagamaan, dlsb.

Nah mari sekarang kita lihat aplikasi dari teori 5 C?s tersebut pada contoh kasus riil yang kita lakukan di Pesantren Wirausaha. Saya ambil contoh kasus ini karena ?produk? yang namanya Pesantren Wirausaha ini baru dan masih di titik yang sangat awal, namun hasilnya mulai kelihatan sehingga bisa diikuti siapapun secara gratis.

Pada akhir Agustus 2009 saya menulis tentang Berwirausaha Sebagai Wasilah Untuk Mendekatkan Diri Pada Allah inilah kreasi awal tersebut yaitu ide tentang Pesantren Wirausaha; karena banyaknya response dan pertanyaan ? 2 hari kemudian di bulan yang sama saya per jelas dengan tulisan Pesantren Wirausaha: Training, Coaching & Mentoring?

Response yang terus berdatangan membuat kita bersemangat untuk benar-benar memulai program Pesantren Wirausaha ini, tidak sampai 2 bulan kemudian alhamdulillah Pesantren Wirausaha Angkatan I-pun kick off. Saat ini program Pesantren Wirausaha ini sudah diikuti oleh lebih dari 120 orang dan insya Allah akan terus bertambah.

Bisnis riil yang benar-benar kita mulai-pun lahir setelah komunitas ini terbentuk; peternakan kambing di Jonggol, Bogor adalah salah satunya.

Yang kita ingin contohkan disini adalah ? di era informasi ini ? betapa cepatnya kita bisa meng-create ide-ide, menyebar luaskannya, mengumpulkan response, dan mengimplementasikannya menjadi suatu ?produk?. Dalam kasus ?produk? Pesantren Wirausaha ? waktu yang dibutuhkan hanya 4 bulan ? dari ide sampai produk benar-benar jalan.

Pendekatan yang sama bisa dilakukan juga untuk produk-produk barang dan jasa lainnya, mau coba?? Insya Allah Anda juga bisa!

Posted in EntrepreneurshipComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes