Tag Archive | "supply and demand"

Menduga Harga Emas Dari Pergerakan Barang Di Laut


Di luar data-data resmi pemerintah yang umumnya digunakan untuk indikator ekonomi seperti angka inflasi, tingkat pengangguran, indeks harga konsumen, dlsb; para ekonom juga sering menggunakan data lain yang tidak biasa digunakan sebagai indikator ekonomi – namun tidak kalah akurat atau bahkan sering lebih akurat dalam menggambarkan situasi ekonomi global yang sesungguhnya. Di antara data yang tidak biasa ini adalah indeks biaya pengangkutan laut yang dikeluarkan oleh Baltic Exchange -  London.

Indeks yang disebut Baltic Dry Index (BDI) ini menggambarkan tingkat biaya pengangkutan laut dari seluruh dunia. Setiap hari data ini dikumpulkan oleh Baltic dari sejumlah besar broker pengangkutan laut di seluruh dunia, jadi data ini sangat akurat dan up-to-date. Bahkan keakuratan dan ke-up?to?date-annya menyerupai pergerakan harga emas dunia, sehingga dari kedua data ini bisa dianalisa korelasinya.

Baltic Dry Index (2 tahun)

Baltic Dry Index (2 tahun)

Bagaimana BDI ini bisa bercerita tentang ekonomi dunia? Jumlah kapal-kapal pengangkut di seluruh dunia tidak bisa bertambah atau berkurang secara drastis, artinya supply kapasitas kapal relatif stabil atau kalau toh bertambah bertambah secara gradual dengan persentase pertambahan yang sangat kecil. Dari supply kapasitas pengangkutan yang relatif stabil tersebut, bila jumlah barang yang perlu diangkut (demand pengangkutan) besar maka harga akan naik ? dan sebaliknya bila jumlah barang yang perlu diangkut sedikit maka akan terjadi persaingan yang hebat antar perusahaan pengangkutan laut sehingga harga pengangkutan akan jatuh.

Ketika dunia mengalami krisis ekonomi secara serius, konsumsi barang dunia berkurang drastis sehingga yang perlu diangkut di laut juga turun secara drastis pula. Harga-harga pengangkutan laut-pun anjlog oleh sebab demand yang rendah. Perhatikan grafik BDI di atas untuk catur wulan terakhir 2008.

Baltic Dry Index (6 bulan)

Baltic Dry Index (6 bulan)

Setelah itu dunia berusaha melakukan recovery dengan susah payah seperti yang ditunjukkan periode 2 tahun terakhir dari grafik tersebut di atas. Bila kita perbesar grafik tersebut untuk melihat perkembangannya selama 6 bulan terakhir, kita akan melihat seperti pada grafik yang ke-2 di samping. Dimana terjadi penurunan demand lagi dalam 2 bulan terakhir ? meskipun tidak separah akhir 2008.

Lantas apa hubungannya informasi yang tersurat dan yang tersirat dari BDI tersebut dengan harga emas dunia? Normal-nya harga emas akan mengikuti harga komoditi fisik lainnya, bila harga?harga komoditi rendah karena demand yang turun maka demikian pula yang akan terjadi pada harga emas.

Hal ini bisa ditunjukkan dengan grafik ke-3 di bawah, dimana pada grafik BDI yang pertama di atas saya timpakan dengan grafik harga emas dunia pada periode yang sama. Tidak sama persis tetapi kita bisa melihat kemiripan pola-nya satu sama lain.

Gold vs BDI

Gold vs BDI

Bila tidak ada faktor lain yang mempengaruhinya selain semata oleh supply and demand, bisa jadi 2 grafik tersebut (Gold dan BDI) akan berhimpitan satu sama lain. Namun karena harga emas lebih rentan dipengaruhi isu sesaat dibandingkan harga-harga pengangkutan laut, maka dari waktu ke waktu terjadi perbedaan arah dari 2 grafik tersebut.

2 minggu terakhir misalnya, arah grafik BDI sudah balik ke atas ? namun arah grafik emas malah ke bawah ? inilah yang saya sebut faktor selera dalam tulisan saya 2 hari lalu dengan judul ?Harga Emas: Antara Selera dan Realita?. Setelah ?selera? sesaat tersebut berlalu, maka grafik emas akan kembali ke fitrah-nya yaitu naik!

Selain faktor selera tersebut di atas ada perbedaan lain yaitu adanya dorongan ke atas pada harga emas yang TIDAK dimiliki oleh BDI, perhatikan misalnya pada periode setahun antara Mei 2009 ? Mei 2010. Apa yang menyebabkan dorongan ke atas ini? Inilah faktor inflasi atau penurunan daya beli uang kertas. BDI diukur dengan uang kertas dengan asumsi daya belinya stabil, sedangkan harga emas yang diukur dengan uang kertas pula akan kelihatan naik ? bukan karena nilainya yang naik, tetapi oleh daya beli uang kertas yang sejatinya turun.

Jadi akan kemana arah harga emas, hari-hari, minggu-minggu atau bulan-bulan ke depan? Salah satunya dapat diduga dari ujung grafik BDI tersebut ke atas. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Harga Emas: Antara Selera dan Realita


Sejak saya belajar ilmu pertanian 30 tahun lalu sampai sekarang, daya beli petani kita tidak banyak berubah. Kebanyakan mereka masih termasuk golongan masyarakat yang memiliki daya beli terendah di negeri ini, mengapa demikian? Karena mereka kebanyakan mengikuti selera dalam pola tanamnya. Ketika cabe di pasar harganya tinggi, maka serentak petani rame-rame menanam cabe. Pada saat mereka panen harga jatuh karena demand cabe kan tidak serta merta naik ketika supply tinggi dari panenan yang melimpah.

Tetapi ada sekelompok teman-teman saya yang sangat sukses di bidang pertanian/perkebunan. Mereka tidak menanam sesuatu hanya karena orang lain rame-rame menanamnya. Mereka hanya menanam suatu jenis tanaman apabila sudah diriset seberapa besar pasarnya, dan siapa-siapa yang sudah akan mengisi pasar tersebut. Dengan demikian pada saat mereka panen, pasar cukup kuat menyerap hasil panennya dan harga terjaga.

Pola tanam (bisa juga dibaca: investasi) yang sama sebenarnya juga terjadi di bursa saham dan pasar emas dunia, selera (appetite) sangat mempengaruhi keputusan investasi kebanyakan investor. Turun drastisnya harga emas dunia tadi malam misalnya adalah karena secara tiba-tiba begitu banyak investor yang selera untuk mengambil risiko investasi-nya membaik.

Ketika beberapa negara Eropa diguncang krisis, para investor dihinggapi rasa ketakutan sehingga mereka rame-rame mengamankan dana investasinya sebagian di emas; permintaan emas yang melonjak saat itu mendorong harga emas tinggi selama beberapa bulan terakhir.

Kemudian ketika beberapa pekan terakhir ada kabar bahwa kondisi keuangan bank-bank besar Eropa ternyata tidak seburuk yang dibayangkan sebelumnya, karena bank-bank besar tersebut ternyata lolos stress tests ? maka para investor kembali merasa aman untuk mengalihkan dananya dari safe haven emas, ke bentuk-bentuk investasi yang lebih berisiko seperti saham, mutual fund dan lain sebagainya. Itulah sebabnya harga emas yang rendah hari-hari ini, akan bersamaan dengan tingginya harga-harga di saham dan sejenisnya.

Lantas apakah kita perlu rame-rame mengikuti masyarakat investor yang memburu saham dan sejenisnya tersebut? Kalau saya tidak akan saya lakukan karena tingginya harga-harga saham secara global hari-hari ini juga bukan karena didorong oleh kinerja perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan saham-saham tersebut. Lagi-lagi tingginya harga saham-saham tersebut lebih banyak didorong oleh selera atau appetite para investor untuk lebih berani mengambil risiko. Ketika selera memudar (dan selera memang gampang sekali pudar oleh berbagai sebab!), maka harga saham akan kembali berguguran. Lihat tulisan saya dengan judul Pilihan Investasi: Saham atau Emas?

Lantas apa yang akan saya lakukan? Belajar dari teman-teman yang sukses di bidang pertanian/perkebunan tersebut ? saya akan lebih banyak mengambil keputusan berdasarkan riset pasar dan realita yang ada pada supply and demand emas secara global dan dalam jangka panjang.

Untungnya tidak seluruh riset dan realita tersebut harus kita kumpulkan dan analisa sendiri; banyak sekali kajian para pakar di bidang ini yang bisa kita baca dan pelajari analisa mereka. Salah satunya adalah yang pernah saya kumpulkan dalam satu tulisan yang berjudul Prediksi Harga Emas oleh Para Ahlinya.

Dengan memahami realita-realita semacam ini, insya Allah kita bisa memaksimalkan keputusan yang didasarkan pada informasi yang memadai (well informed decisions) ? bukan hanya didorong oleh selera sesaat kita. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

G-20 & Gold: Yang Tersurat & Yang Tersirat


Pertemuan para pemimpin dunia kelompok G-20 baru berlangsung akhir pekan lalu 26-27 Juni 2010 di Toronto, Canada. Di permukaan, pertemuan reguler dari para pemimpin dunia tersebut mengusung tema yang keren ?Recovery and New Beginnings?. Itu setidaknya yang tersurat, lantas apa yang tersirat dari pertemuan tersebut?

Namanya juga tersirat ? tidak tertulis hitam di atas putih ? maka sifatnya multi tafsir. Bagi saya sendiri melihat temanya yang ?Recovery and New Beginnings? ini menyiratkan bahwa sejak krisis berlangsung 2 tahun lalu, berbagai pertemuan dalam berbagai tingkat belum berhasil membuat ekonomi dunia recover dan memulai hal yang baru ? makanya baru berniat recover dan memulai yang baru sekarang.

Bila belajar dari pertemuan sebelumnya dengan tema ?Stability, Growth & Job?; yang ternyata tidak memberi hasil yang diharapkan, karena tidak lama setelah pertemuan ini, justru guncangan demi guncangan malah menyusul seperti krisis di Dubai, Yunani, Portugal, Irlandia, Italy, Spanyol, dlsb ? maka akankah dunia berharap hasil konkrit dari pertemuan?pertemuan semacam ini?

Nampaknya para pelaku usaha secara global lebih banyak yang tidak berharap pada pertemuan semacam ini. Dari kacamata harga emas hal ini nampak jelas bisa dilihat. Bila pertemuan G-20 sebelumnya (April 2009) diadakan pada saat harga emas berada pada angka rata-rata sekitar US$ 890/oz; pada saat G-20 kali ini diadakan, harga emas sudah berada di kisaran US$ 1,255 /oz atau naik lebih dari 40%!!

Harga Emas Dunia: Dari Pertemuan G-20 ke Pertemuan Berikutnya

Harga Emas Dunia: Dari Pertemuan G-20 ke Pertemuan Berikutnya

Artinya ketika para pemimpin dunia menjanjikan Stability, Growth and Job; tidak demikian yang dirasakan pasar. Pasar masih terus cemas dengan realita stabilitas ekonomi yang tidak kunjung datang. Kecemasan ini membuat mereka mencari tempat untuk melabuhkan dananya secara aman (safe haven), yaitu antara lain ke emas.

Ketika supply emas relatif tetap (hanya tumbuh sekitar 1.5% per tahun), sementara permintaan meningkat ? maka mekanisme supply and demand yang mendorong harga emas di pasaran dunia meningkat lebih dari 40% sejak pertemuan G-20 tahun lalu ke pertemuan G-20 tahun ini.

Lebih-lebih kini yang cemas bukan hanya investor perorangan, tetapi juga investor institusional dan bahkan Bank Sentral dunia mulai diam-diam juga membeli emas di pasar.

Jadi sebenarnya para pemimpin negara-negara di dunia apalagi kelompok G-20 ini, mereka bisa mengendalikan harga emas dengan baik secara elegan bila mereka mau, yaitu dengan cara menstabilkan ekonomi di negaranya masing-masing. Bila ini tercapai, pelaku ekonomi dan masyarakat luas akan merasa nyaman berusaha dan tidak merasa perlu memperbanyak dananya yang disimpan di safe haven ? emas.

Sebaliknya bila mereka tidak berhasil mengendalikan ekonominya, pelaku usaha, masyarakat luas dan bahkan bank sentral mereka sendiri akan cemas dan terus berusaha maksimal mengamankan hartanya di safe haven emas. Perilaku massal inilah yang mendongkrak harga emas dunia sampai tumbuh diatas 40% sejak pertemuan G-20 sebelumnya.

Apakah sampai pertemuan G-20 berikutnya tahun depan harga emas dunia akan terus tumbuh sampai di atas 40% mengikuti periode yang lewat? Sangat tergantung seberapa jauh para pemimpin tersebut bisa meyakinkan pelaku pasar dan masyarakat luas bahwa ?Recovery and New Beginning? yang mereka janjikan kali ini benar-benar terjadi. Bila mereka berhasil harga emas bisa turun, bila sebaliknya maka kenaikanlah yang akan terjadi. Wa Allahu A?lam.

Posted in Political EconomyComments (0)

Prediksi Harga Emas Oleh Para Ahli-nya


Bagi yang mengira bahwa harga emas dunia di kisaran US$ 1,230/oz atau di Indonesia pada kisaran Rp 367,000/gr hari-hari ini sudah ketinggian sehingga berniat menjual emas/Dinarnya atau menunda investasinya, tulisan saya kali ini barangkali bermanfaat untuk melengkapi pertimbangan Anda. Kali ini bukan pendapat saya yang dominan, tetapi saya ambilkan dari 10 Ahli per-emas-an dunia yang sangat kompeten di bidangnya.

Saya sarikan prediksi harga emas oleh para ahli ini, masing-masing lengkap dengan alasannya sebagai berikut:

Peter-Schiff1. Peter Schiff (President & Chief Global Strategist dari Euro Pacific Capital)

Peter Schiff ini memprediksi harga emas akan mencapai US$ 5,000/oz ? US$ 10,000/oz dalam 5 sampai 10 tahun mendatang, dengan alasan bahwa masyarakat dunia akan semakin takut dengan penurunan nilai (debasement) mata uang kertasnya menyusul serangkaian krisis ekonomi, real estate, mortgage meltdown, credit crunch, subprime debacle dan entah apa lagi nama krisis-krisis berikutnya.

2.  David Rosenberg (Mantan Merril Lynch Economist, Sekarang Chief Economist & Strategist di Gluskin Scheff)

David memberikan estimasi yang menurutnya sendiri masih konservatif di angka US$ 3,000/oz dalam waktu dekat. Alasannya adalah bila didasarkan pada rasio harga emas dan GDP 3 dekade ke belakang, harga emas seharusnya berada pada US$ 5,300/oz. Bila disetarakan dengan CPI (Consumers Price Index) , maka harga emas seharusnya sudah berada pada kisaran US$ 2,300/oz. Bila rasio yang digunakan adalah rasio harga emas dengan jumlah uang M1, maka harga emas harusnya sudah berada pada angka US$ 3,100/oz.

Alf-Field3. Alf Field (Tekenal di dunia sebagai World?s Best Gold Analyst)

Alf memprediksi harga emas akan berada pada rentang US 5,000/Oz ? US$ 10,000/Oz. Alasannya adalah bila mengikuti trend tahun 70-an ke 80-an dimana harga emas melonjak 24.3 x dalam 1 dekade, kenaikan emas dekade ini akan mencapai US$ 6,221/Oz yang merupakan perkalian harga terendah dekade ini US$ 256 x 24.3. Penyebab fundamentalnya adalah  krisis sekarang yang dia sebutnya sebagai systemic meltdown, dan pemerintah dunia membanjiri ekonomi dengan uang kertas untuk mengatasi krisis-krisis tersebut yang justru berdampak pada hilangnya nilai uang kertas.

4. Forextraders.Com

Situs Foreign Exchange ini memprediksi harga emas akan berada pada kisaran US$ 3,000/oz ? US$ 4,000/oz dalam 5 tahun mendatang. Alasannya orang semakin khawatir dengan kestabilan keuangan publik di AS, kekurang seriusan pemerintah menangani problem social security, kredibilitas dollar yang terus terpuruk dan kelemahan fundamental ekonomi dunia.

5. Harry D. Schultz (dari Newsletter berbayar: International Harry Schultz Letter)

Harry memprediksi harga emas akan mencapai US$ 6,000/Oz tanpa memberi target waktu yang pasti. Alasannya adalah harga emas akan melonjak sangat tinggi bila terjadi hyperinflasi, sedangkan hyperinflasi adalah fenomena moneter yang bisa terjadi secara dadakan, kapan saja ? berbeda dengan fenomena ekonomi pada umumnya yang terjadinya secara gradual.

6. Egon von Greyerz (Managing Derector dari Matterhorn Asset Management ? Swiss)

Menurut Egon emas akan mencapai kisaran US$ 5,000/oz ? US$ 10,000/oz dalam beberapa tahun mendatang. Alasannya:  pertama bila real inflation seperti yang disajikan oleh Shadowstats.com digunakan untuk mengukur harga emas yang wajar, maka harga emas akan berkisar 6 kali dari harga sekarang. Kedua, realitas bahwa supply emas yang tidak akan pernah cukup untuk memenuhi demand terhadap emas yang tumbuh lebih cepat.

Peter-Cooper7. Peter Cooper (Penulis buku ?Dubai Sabbatical: The Road to US$ 5,000 Gold”)

Peter memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 5,000/oz dalam waktu yang tidak terlalu lama. Alasannya adalah saat ini pemerintah di dunia memaksakan rezim suku bunga yang rendah untuk mengatasi krisis; pada saat suku bunga rendah ? obligasi pemerintah menjadi menarik. Namun situasi ini tidak akan bertahan lama, obligasi akan segera jatuh dan orang perlu pelarian uangnya ke tempat yang aman ? tempat aman apalagi yang lebih aman dari obligasi pemerintah kalau bukan emas? Sedangkan supply emas selalu terbatas, maka bila ada lonjakan demand ? yang pasti terjadi adalah lonjakan harga.

8. Rob McEwen (Chief Executive Officer ? CEO dari US Gold Corp Inc.)

Rob berpendapat bahwa harga emas akan mencapai US$ 5,000/oz dalam rentang waktu antara 2012 ? 2014. Alasannya: hutang pemerintah yang terus tumbuh dan akan mencapai skala yang dia sebut sebagai horrific scale. Dari masalah hutang yang pelik tersebut, menurut Rob akhir tahun ini saja harga emas sudah bisa mencapai US$ 2,000/oz.

Peter-Krauth9. Peter Krauth (Expert kenamaan di bidang Metals and Mining Stocks).

Peter memprediksi emas akan mencapai US$ 5,000/oz dalam beberapa tahun mendatang. Alasannya adalah potensi inflasi yang semakin besar, lonjakan demandCentral Banks tidak lagi menjadi net sellers tetapi malah menjadi net buyers, dan krisis yang terus bermunculan seperti yang terjadi di PIIGS.

10. Arnold Bock (Komentator pada situs emas paling terkenal di dunia Kitco.com)

Menurut Arnold harga emas akan naik secara parabolic sampai mencapai US$ 10,000/oz pada tahun 2012. Dia memiliki 6 alasan untuk prediksinya ini, yaitu:

  1. Kegagalan pemerintah-pemerintah membayar hutang;
  2. Bangkrutnya raksasa-raksasa finansial dunia;
  3. Inflasi dan devaluasi mata uang dunia;
  4. Manipulasi harga emas sehingga masih ? rendah? sekarang;
  5. Keterbatasan supply emas dibandingkan dengan peningkatan demand-nya;
  6. Kebutuhan untuk melabuhkan dana-dana di tempat yang aman atau safe haven.

Lantas bagaimana menurut pendapat saya sendiri? Sekali lagi saya tidak ahli dan  tidak menguasai ilmu masa depan itu ? hanya Allah Yang Maha Tahu apa yang akan terjadi. Hanya saja seandainya mengikuti statistik 10 tahun terakhir di Indonesia, dimana harga emas awal 2000 adalah Rp 66,000 /gram dan sekarang di kisaran Rp 367,000 /gram atau naik menjadi 5.56 kalinya dalam 10 tahun; maka saya tidak akan kaget bila dalam 10 tahun mendatang harga emas di Indonesia bisa mencapai Rp 2,000,000/gram atau Dinar mencapai diatas Rp 8.5 juta/Dinar. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (2)

Aurum Et Argentum Comparenda Sunt?


Judul tulisan ini saya ambilkan dari pepatah latin yang terjemahan bebasnya kurang lebih berarti ?Emas dan Perak Adalah Untuk Dibeli??.  Pepatah ini sebenarnya tidak hanya berlaku pada emas dan perak; dalam ilmu pemasaran, produk-produk yang baik akan selalu dicari dan ?dibeli? orang. Sebaliknya produk yang buruk akan dengan susah payah harus ?dijual? oleh si penjual sebelum akhirnya ?dibeli? orang .

Emas sebagai salah satu produk yang baik, dalam sejarah peradaban manusia menempati tempat tersendiri baik sebagai simpanan barang berharga, sebagai uang, sebagai alat investasi, sebagai instrumen untuk membangun ketahanan ekonomi dan berbagai fungsi lainnya. Di zaman ini ketika  rezim uang dunia di dominasi oleh uang fiat yang rentan inflasi dan rentan isu; dan investasi dunia-pun didominasi oleh instrumen investasi yang berbasis spekulasi ? maka emas tetap memiliki tempat tersendiri yaitu sebagai tempat bersandar yang aman (safe haven) ? yang setiap saat selalu dibutuhkan, terutama ketika uang dan investasi yang lain menjadi terlalu berisiko.

Masalahnya adalah kalau kebutuhan terhadap emas terus tumbuh ? karena emas terus dicari orang untuk dibeli, lantas dari mana supply emas tersebut akan dipenuhi? Inilah masalah dan sekaligus peluangnya.

Masalah karena pertumbuhan emas yang ada di permukaan bumi hanya berkisar antara 2,000 ton ? 2,500 ton per tahun, jumlah yang jelas tidak cukup bila dunia usaha rame-rame beralih ke emas sebagai safe haven-nya. Apalagi bila negeri-negeri yang persentase cadangan emasnya masih sangat rendah seperti China dan Jepang mengoreksi (menambah) cadangan emasnya.

gold-reserve

Gold Reserve

Selain dari hasil penambangan baru dan daur ulang emas scrap, kebutuhan emas sebagai instrumen investasi ini selama beberapa decade terakhir di supply oleh penjualan Cadangan Emas Negara. Namun supply dari sumber yang satu ini juga tidak akan bertahan lama ? lihat pada grafik di samping untuk buktinya. Amerika sudah tidak menjual lagi emasnya lebih dari ¼ abad terakhir (terlihat dari cadangannya yang tetap), Indonesia yang punya sedikit (hanya sekitar 96 ton sampai 2006) ? penjualan terakhirnya (maksud saya mudah-mudahan tidak menjual lagi) 23 ton terjadi 4 tahun lalu (cadangan emas kita di BI kini tinggal sekitar 73.1 ton); hanya Eropa nampaknya yang masih melakukan penjualan sampai sekarang meskipun jumlah yang bisa dijual akan semakin sedikit dari waktu ke waktu.

Lantas darimana lagi emas kebutuhan investasi akan di supply? Inilah peluang pertamanya ? yaitu karena supply akan semakin tidak sebanding dengan demand ? maka kecil kemungkinan harga emas akan turun di pasar dunia di tahun-tahun mendatang, sebaliknya harga emas akan secara fundamental cenderung naik karena keterbatasan supply.

Lantas apa yang akan terjadi setelah itu? orang tetap butuh emas ? tetapi supply emasnya tidak ada atau tidak cukup. Ada 2 kemungkinannya:

1) Pertama dengan hard-way orang akan berburu emas melalui cara-cara perang, penyitaan emas rakyat oleh Negara (seperti terjadi di Amerika tahun 1930-an) dan cara-cara primitif lainnya untuk sekedar menguasai emas.

2) Atau dengan cara yang elegance yaitu umat manusia akan dapat mencukupi kebutuhan emasnya melalui guidance atau petunjukNya. Jumlah yang sedikit akan selalu cukup bila emas itu beredar/berputar; jumlah berapapun tidak akan pernah cukup bila emas disimpan/ditimbun.  Jadi ketersediaan emas yang cukup untuk ?dibeli? oleh manusia yang membutuhkannya, akan terjamin bila:

  • Emas tidak ditimbun
  • Emas tidak digunakan untuk perhiasan laki-laki
  • Emas tidak dipakai untuk bermewah-mewah membuat tempat makan, minum, dlsb.
  • Emas tidak dipakai untuk bangunan.
  • Dlsb.

Dimana aturan-aturan tersebut ada? Hanya Syariah Islam yang memiliki aturan sedetil ini?

Jadi, bahkan untuk menjamin kelangsungan pepatah latin kuno yang artinya ?Emas dan Perak Untuk Dibeli?? tersebut di atas ? diperlukan syariah untuk mengawalnya. Disinilah rahmatan lil ‘alamin-nya agama akhir zaman ini. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan?? Wa Allahu A?lam.

Posted in Islamic ViewComments (0)

6 Alasan Mengapa Kita Justru Butuh Emas/Dinar Di Era Ekonomi Global


Dalam beberapa pekan terakhir ini kita benar-benar merasakan betapa terintegrasinya ekonomi dunia sekarang. Bahkan krisis di negara yang sangat jauh baik dari sisi geografis maupun dari sisi hubungan ekonomi-pun, dampaknya dapat kita rasakan sampai negeri ini. Rupiah bisa lunglai, saham-saham di Indonesia Stock Exchange ikut anjlog ? padahal pusat epicentrum gempa finansial dunia-nya ada nun jauh di Yunani sana.

Lantas dengan komponen apa kita bisa membangun ?bangunan tahan gempa finansial? kita? Agar rencana pendidikan anak-anak yang masih belasan tahun, rencana pergi haji 5 tahun mendatang, rencana renovasi rumah setiap 10 tahun, tabungan hari tua agar tetap mandiri sampai akhir hayat, dlsb.  - tidak setiap saat terekspose risiko krisis finansial global.

Emas atau Dinar-lah salah satu batu bata yang kokoh untuk bangunan finansial Anda sebagai jawaban dari risiko tersebut di atas , yang insya Allah tahan gempa krisis finansial global dengan frequency kejadian dan severity yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Emas/Dinar memiliki 6 alasan yang tidak terbantahkan dan tidak dimiliki oleh instrumen investasi lainnya sebagai berikut:

1) Insurance Against Inflation

Harga kambing di zaman Rasulullah SAW 1 Dinar, sekarang-pun uang 1 Dinar tetap dapat untuk membeli kambing ukuran besar. Apakah ada uang lain di dunia yang terbukti stabil daya belinya (dengan average inflasi 0%) sepanjang lebih dari 1,400 tahun ??

2) Insurance Against Currency Devaluation

Negara-negara di dunia bila dalam posisi kepepet sering melakukan tindakan drastis men-devaluasi mata uangnya; bila ini terjadi, maka  rakyat yang tidak siap selalu jadi korban. Emas atau Dinar adalah instrumen yang paling efektif dan praktis untuk cover risiko ini.

3) Optimal Security Against Geo-Political & Financial Market Instability

Ekonomi dan politik dunia saat ini seperti berada pada tanah yang labil, ?gempa? dalam skala besar bisa mulai dari krisis politik yang kemudian merambat ekonomi ? dan sebaliknya bisa berawal dari ekonomi kemudian merembet ke politik. Selagi ada tempat ?investasi? yang lebih stabil, mengapa tidak pilih tempat tersebut?

the-power-of-diversification4) Independently Based On Its Own Demand & Supply

Harga emas atau Dinar tidak ditentukan oleh kebijakan politik atau ekonomi suatu Negara manapun; harga emas bagian terbesarnya adalah dihasilkan oleh mekanisme supply and demand di market.  Banyak pihak berusaha mempermainkannya selama ini, namun mekanisme pasar tetap lebih dominan.

5) Inherent Intrinsic Value

Emas membawa nilainya sendiri (inherent), tidak bisa didevaluasi oleh kebijakan suatu negara. Tidak pernah pula dalam sejarah peradaban manusia emas kehilangan daya belinya.

6) Portfolio Diversifier & Stabilizer

Sebagus apapun emas/Dinar sebagai instrumen investasi, saya tetap tidak menyarankan Anda memindahkan seluruh investasi Anda ke emas/Dinar. Kaidah investasi jangan menaruh seluruh telur pada keranjang yang sama ? tetap berlaku; bukan karena risiko terhadap emasnya ? tetapi karena kebutuhan Anda yang bisa tiba-tiba berubah.

Jadi jadikan emas/Dinar sebagai salah satu saja dari portfolio Anda; selebihnya bisa investasi di sektor riil; dan untuk kebutuhan jangka pendek dimana Anda memerlukan Rupiah sebagai alat tukar ? kemungkinan besarnya Anda juga masih tetap memerlukan Rupiah ini sebagai bagian dari portfolio Anda.

Posted in Financial PlanComments (0)

Gold and Goldman


Marcus Goldman (1821-1904) adalah nama pendiri investment bank kesohor Goldman Sachs yang kini tengah meramaikan pasar dunia. Sejak didirikan pada tahun 1869, kinerja perusahaan tersebut terus meroket ? hingga menjadi portfolio favorit investment guru di zaman modern ini  seperti Warren Buffet, dlsb.

Namun keperkasaan Goldman kini tengah diuji karena sepanjang akhir pekan lalu, Goldman Sachs dirundung gugatan yang awalnya hanya diajukan oleh US Securities and Exchange Commission (SEC) atas adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh salah satu raksasa financial dunia tersebut. Setelah gugatan awal di negerinya sendiri ini, Goldman Sachs nampaknya juga akan menghadapi gugatan sejenis di Eropa oleh pemerintah Jerman.

Marcus Goldman (1821-1904)

Marcus Goldman (1821-1904)

Lantas apa hubungannya antara tuntutan ke Goldman Sachs ini dengan harga emas dunia yang turun drastis akhir pekan lalu? Bukankah biasanya kalau ada guncangan di bursa saham, harga emas justru naik karena orang mencari pelarian yang aman atas aset investasinya?

Kali ini tidak, karena sebagian portfolio yang terkait dengan Goldman Sachs juga berupa Gold ETF (Exchange-Traded Fund); gejolak yang menimpa Goldman Sachs juga mendorong penjualan investasi berupa Gold ETF ini; Penjualan Gold ETF kemudian mendorong pelepasan cadangan emas yang dimiliki para pengelola Gold ETF tersebut. Pelepasan cadangan emas, mendorong bertambahnya supply emas di pasaran. Penambahan supply ketika demand relatif stabil tentu berdampak menurunkan harga.

Jadi sepanjang pekan ini ? tergantung perkembangan tuntutan SEC terhadap Goldman Sachs ? maka harga emas dunia akan cenderung turun atau rendah. Ini menjadi kesempatan baik bagi yang ingin merencanakan menabung emas/Dinar untuk keperluan jangka panjang. Untuk yang ingin berspekulasi jangka pendek ? saya tetap menyarankan jangan, karena prospek harga emas untuk jangka pendek terlalu sulit diprediksi bahkan oleh para ahli sekalipun. Wa Allahu A?lam.

Posted in Political EconomyComments (0)

Cara Awam Memahami Trend Harga Emas


Dalam tulisan saya akhir pekan lalu telah saya ungkapkan berbagai pendekatan teoritis untuk menduga harga emas ke depan yang ternyata tidak ada satupun yang akurat. Bisa kita lihat hasilnya dari pendekatan teoritis yang satu dengan yang lain perbedaannya bisa sangat besar.

Lantas apakah dengan demikian kita tidak bisa menduga ke depannya bakal seperti apa harga emas ini? Secara garis besar bisa, namun tidak akan akurat (nggak masalah, lha wong dugaan para ahli-pun ternyata tidak akurat juga). Dan bagi yang tidak menggunakan harga emas sebagai ajang spekulasi, dugaan secara garis besar ini sudah memadai untuk Perencanaan Keuangan kita dalam jangka panjang.

Salah satu pendekatan ?awam? tersebut saya sajikan dalam grafik di samping yang datanya saya ambil dari harga emas di pasar penutupan London. Saya ambil harga terendah dan tertinggi setiap bulan sejak Januari 2000.

Logika awamnya begini; meskipun berbagai pihak berusaha mempengaruhi harga emas dunia ? harga emas di pasar internasional masih merupakan cerminan mekanisme pasar yang efektif. Mekanisme pembentukan harga di pasar mengikuti hukum penawaran dan permintaan (supply and demand).

pendulumSeperti ayunan bandul jam ? yang ujung satu sejajar dengan ujung lainnya. Demikian pula ayunan harga emas di pasar. Bila kita ambil dari titik A (suatu titik terendah bulanan), kemudian kita tarik garis yang menuju titik terendah lainnya. Maka Ayunan titik-titik tertinggi berikutnya seharusnya sejajar dengan titik-titik terendah ? perhatikan 2 garis biru sejajar yang dimulai dari titik A dan B.

Demikian pula garis sejajar berikutnya berwarna merah antara titik-titik terendah dan tertinggi yang dilalui garis merah C dan D. Bila harga-harga emas lebih tinggi dari garis-garis sejajar titik tertinggi tersebut, maka harga emas sudah terlalu tinggi dan pasti akan terkoreksi balik ? persis seperti bandul jam yang mengayun tinggi, pasti ketarik gravitasi bumi untuk kembali ke arah normalnya. Yang mendorong turunnya harga emas ketika melampui rentang harga yang seharusnya adalah mekanisme supply and demand tersebut di atas.

Kita bisa lihat periode antara Desember 2007 ? Maret 2008; saat itu harga emas melewati garis sejajar tertinggi-nya; yang kemudian terkoreksi sampai November 2008. Demikian pula ketika bulan Desember 2009 lalu, harga emas melaju melewati garis sejajar tertinggi ? segera saja terkoreksi sampai kini.

Pagi ini harga emas berada pada kisaran harga US$ 1,148/Oz ; masih berada pada angka yang wajar untuk saat ini; artinya bisa saja masih naik lagi atau juga turun ? keduanya memungkinkan.

Dugaan kasar semacam ini ada gunanya kah? Tidak akan bermanfaat kalau tujuan kita untuk spekulasi jangka pendek. Namun kalau kita perhatikan trend yang ditunjukkan oleh 2 garis sejajar biru dan merah tersebut; kita bisa lihat bahwa yang sedang terjadi adalah adanya  higher highs dan higher lows selama 10 tahun terakhir ? menunjukkan emas berada pada trend yang menaik.

Karena trend jangka panjang semacam ini tidak mudah serta merta berbalik arah; maka besar kemungkinannya harga emas masih akan cenderung menaik beberapa tahun ke depan ? meskipun kita tidak tahu persis sampai berapa nantinya. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Mengalahkan Inflasi, Insya Allah Kita Bisa


Dalam Ilmu Ekonomi, yang dimaksud dengan inflasi adalah kenaikan harga-harga terhadap barang dan jasa secara umum dalam periode tertentu. Menurut para penganut Teori Monetarist, penyebab utama inflasi ini adalah supply uang. Bahkan dalam pandangan Monetarist Economist terkenal Milton Friedman “Inflation is always and everywhere a monetary phenomenon.”

Dalam sistem ekonomi barat ada yang berpendapat bahwa inflasi ini ada positifnya karena antara lain berguna untuk mendorong investasi sektor riil. Ketika inflasi tinggi orang cenderung untuk tidak mempertahankan assetnya dalam bentuk uang ? tetapi dalam bentuk barang, kebutuhan akan barang inilah yang mengangkat produksi dan memutar ekonomi.

Dalam Islam, produksi sektor riil tidak didorong oleh inflasi tetapi oleh putaran uang yang lebih cepat. Kekayaan bukan untuk ditimbun tetapi berputar ke masyarakat luas ? berputar tidak hanya pada yang kaya tetapi juga pada yang miskin. Dalam pandangan Ibnu Taimiyyah, pemerintah yang mencetak fulus melebihi kebutuhan transaksi ? dus menyebabkan inflasi ? adalah pemerintah yang mendhalimi rakyatnya.

Pandangan Ibnu Taimiyyah inilah yang sebenarnya lebih pas untuk manusia modern di zaman ini sekalipun. Pemerintah-pemerintah dunia akan mampu menjaga kemakmuran rakyatnya bila mereka bisa menurunkan atau bahkan menghilangkan inflasi ? kalau saja mereka mau!

Rice Price in US$Contoh betapa inflasi menyengsarakan rakyat seluruh dunia dapat Anda lihat pada grafik di samping. Grafik yang saya buat berdasarkan data yang dikeluarkan oleh International Rice Research Institute (IRRI) ini menunjukkan bahwa dalam 5 tahun terakhir saja, harga beras di dunia telah mengalami kenaikan rata-rata hampir 2X lipat. Padahal sangat sedikit porsi penduduk dunia yang bisa meningkatkan penghasilannya 2X lipat dalam periode tersebut.

Artinya, rata-rata penduduk dunia menurun tingkat kemakmurannya ? karena penurunan daya beli uangnya ini. Hal ini juga bisa kita rasakan di rumah tangga kita masing-masing. Bisa saja penghasilan kita meningkat dari tahun ke tahun, tetapi kok beban hidup tidak terasa lebih ringan ya?? Bila Anda merasakan hal yang sama ? sangat bisa jadi ini karena kenaikan penghasilan Anda kalah cepat dengan inflasi terhadap harga-harga kebutuhan pokok Anda.

Yang bisa mengendalikan inflasi ini adalah pemerintah khususnya otoritas moneter; rakyat seperti kita tidak bisa mengendalikan inflasi ini. Meskipun demikian, sebenarnya ada yang bisa dilakukan oleh rakyat seperti kita-kita untuk tidak menjadi korban inflasi ini. Dengan apa kita dapat melakukan ?perlawanan? terhadap inflasi ini?

Dengan meminimise penggunaan uang yang menjadi penyebab inflasi tersebut. Menurut para penganut paham Monetarist di atas, inflasi kan disebabkan oleh supply uang ? ya jangan taruh kekayaan Anda yang kegunaannya bersifat jangka panjang dalam bentuk uang. Bila Mayoritas kekayaan Anda tersimpan dalam nominal mata uang (Rupiah, US$, dlsb), maka daya beli kekayaan Anda tersebut akan terus menurun bersamaan dengan waktu. Bila dalam 5 tahun terakhir saja harga beras internasional rata-rata naik 2X, berarti daya beli uang Anda terhadap beras turun tinggal ½-nya ? maka bisa Anda bayangkan bila 15 tahun dari sekarang Anda pensiun misalnya ? maka saat itu daya beli asset Anda bisa jadi sangat tidak memadai untuk kehidupan saat itu.

Dalam situasi inflasi yang sangat tinggi sekalipun (hyper inflasi), harga barang-barang naik relatif bersamaan ? maka nilai tukar benda riil yang satu relatif stabil terhadap benda riil yang lain. Artinya bila asset Anda berupa benda riil yang tidak aus atau rusak, maka daya beli asset Anda tersebut insya Allah akan relatif stabil. Salah satu benda riil yang tidak aus/rusak, sangat likuid dan statitisk daya belinya terbukti sepanjang zaman adalah Emas atau Dinar.

Rice Price in GoldEmas atau Dinar terbukti memiliki daya beli relatif stabil sepanjang lebih dari 1, 400 tahun; bukan hanya dengan 1 Dinar tetap dapat membeli 1 ekor kambing sejak zaman Nabi ? sampai sekarang; untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras pun insya Allah relatif stabil. Bila data dari IRRI tersebut saya sajikan kembali dalam nilai emas; maka Anda akan bisa lihat pada grafik di samping bahwa harga beras rata-rata berfluktuasi di sekitar 0.7 oz emas/ton beras. Ada yang di kisaran 1 oz emas/ton beras, namun ada juga yang di 0.5 oz emas/ton beras.

Perbedaan harga karena jenis/kwalitas ini wajar, karena di barang apapun termasuk di kambing pun juga demikian. Kambing-kambing yang kami pelihara di Pesantren Daarul Muttaqiin untuk indukan rata-rata 2 Dinar, bahkan pejantan unggul bisa berharga di atas 10 Dinar. Tetapi secara umum di pasar 1 Dinar akan tetap dapat untuk membeli kambing yang cukup baik.

Demikian pula di beras; ada beras Jepang yang sangat mahal, tetapi dengan 0.7 Oz emas atau sekitar 5 Dinar Anda tetap dapat membeli beras 1 ton di sepanjang masa. Masih ada satu lagi, dalam 5 tahun terakhir setelah ditimbang/dinilai dengan emas-pun harga beras tidak menjadi datar ? tetapi bergelombang membentuk gelombang sinus; inilah dampak dari naik turunnya harga yang fitrah karena mekanisme pasar supply and demand ? bukan lagi faktor inflasi.

Karena inflasi bisa dilawan dengan pertukaran barang yang satu dengan yang lain tanpa menggunakan uang; maka inilah yang melatar belakangi bangsa-bangsa di dunia sedang berlomba menciptakan Sistem Barter Modern ? seperti juga yang sedang kita kaji dalam IndoBarter Project. Tidak akan mudah memang, tetapi untuk sesuatu problem yang tidak pernah bisa diatasi oleh pemerintah-pemerintah dunia ? yaitu problem inflasi; maka hal yang sulit tersebut cukup menantang untuk dicoba ? Insya Allah.

Posted in Financial PlanComments (0)

Emas Diantara Yang Pesimis & Optimis


Hari-hari ini bila Anda rajin mengikuti perkembangan harga emas dunia akan melihat trend tahunan yang tidak biasa. Dalam Rupiah harga emas saat ini lebih rendah sekitar 8.5% dibandingkan dengan harga emas setahun lalu ? lihat grafik di samping; sebaliknya bila Anda sempat lihat harga emas dunia di Kitco.com ? dalam US$ harga emas dunia pagi ini masih 15% lebih tinggi dari harga setahun lalu.

Jadi pertanyaannya adalah apakah harga emas saat ini lagi rendah atau lagi tinggi? Akan naik atau akan turun? Tidak mudah menjawabnya dan bahkan para analis pasar emas dunia-pun berbeda pendapat dalam hal ini. Dalam kaitan harga emas ke depan, saya pisahkan pendapat para analis ini dalam 2 golongan ? yaitu yang Pesimis dan yang Optimis (terhadap harga emas).

Yang Pesimis pada umumnya melihat emas sebagai komoditi biasa yang harganya naik dan turun sesuai dengan supply dan demand; mereka berpendapat bahwa harga emas dunia saat ini sudah ketinggian dan akan berkecenderungan turun. Bukti yang mereka gunakan adalah kecenderungan menurunnya harga emas yang terjadi dalam 2 bulan terakhir.

Setelah sempat mencapai angka di atas US$ 1,200/Oz ; saat ini emas hanya diperdagangkan dikisaran US$ 1,093/Oz. Penyebabnya antara lain adalah economic recovery di Amerika Serikat sebagaimana ditunjukkan oleh pertumbuhan GDP negeri itu Kwartal ke IV  2009 yang mencapai angka yang fantastis 5.7%.

Pada saat ekonomi baik, orang meninggalkan emas sebagai aset penyimpan nilai modal (capital preservation asset) dan menginvestasikannya ke dalam bentuk investasi yang berpotensi memberikan hasil lebih. Maka sejalan dengan proses economic recovery di Amerika yang bisa berlangsung sampai 2012; maka kelompok yang Pesimis ini-pun memperkirakan bahwa harga emas akan cenderung turun sampai tahun 2012 ? yang saat itu diperkirakannya harga emas hanya akan berada dikisaran US$ 750/Oz.

Kelompok yang Optimis melihat data yang sama justru dari sudut pandang yang sebaliknya. Recovery saat ini lebih banyak didorong oleh serangkaian bailout yang berarti pencetakan uang kertas lebih dari biasanya.  Supply uang kertas yang dipaksakan ini pada akhirnya akan menghancurkan daya beli uang kertas itu sendiri. Bila daya beli uang kertas jatuh, maka semua barang akan melonjak nilainya ? dan tentu saja juga harga emas.

Dr. Marc Faber

Dr. Marc Faber

Salah satu pendukung teori ini adalah Marc Faber seperti yang diungkap di www.commodityonline.com 2 hari lalu. Fund Manager kondang yang berasal dari Swiss ini dalam forum resmi Russia?s Troika Dialog pekan lalu menyatakan ?Saya yakin bahwa pemerintahan Amerika akan bangkrut, mungkin tidak besok, tetapi sebelum ini terjadi mereka akan mencetak uang sangat banyak ? dan Anda akan menghadapi inflasi yang sangat tinggi?.

Karena langkah yang dilakukan oleh Amerika dalam aksi bailout ini juga dilakukan oleh negara-negara lain seperti Inggris dan negara-negara Eropa Barat lainnya; maka praktis ini akan melanda dunia finansial secara keseluruhan. Langkah apa yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi ini? Marc Faber merumuskannya dengan sederhana : ?satu hal yang tidak akan pernah saya lakukan adalah menjual emas saya?.

Lantas seberapa tinggi harga emas akan naik menurut golongan yang optimis ini? Perkiraan mereka beberapa kali saya kutip di situs ini, antara lain tanggal 20 November 2009 dengan judul Exchange Rate Chaos. Menurut kelompok ini harga emas akan mencapai US$ 2,000 dalam waktu yang tidak terlalu lama dan tidak dengan susah payah.

Lantas bagaimana saya sendiri berpendapat? Saya cenderung ke pendapat yang kedua. Meskipun pada saat yang bersamaan saya selalu mengingatkan bahwa dalam jangka pendek harga emas akan terus bergejolak. Bahkan kepada para agen Dinar-pun;  setiap membekali mereka saya selalu katakan untuk transparan dan fair memberikan gambaran prospek Dinar ini ke para nasabahnya. Memang kita Optimis Dinar akan berkecenderungan naik dalam jangka panjang; tetapi jalannya akan bergelombang seperti grafik-grafik bulanan, tahunan dan 10 tahunan yang ada di situs ini. Jadi dalam jangka pendek harga Dinar tidak hanya bisa naik, bisa juga turun. Wa Allahu A?lam.

Posted in Political EconomyComments (0)

Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes