Tag Archive | "statistik"

Pergeseran Paradigma Dalam Penggunaan Emas


Mungkin ada yang luput dari pengamatan para ekonom secara umum, bahwa dalam 10 tahun terakhir (2000-2009) ternyata ada pergeseran paradigma yang luar biasa dalam penggunaan emas dunia. Berdasarkan data yang dikumpulkan secara rutin oleh World Gold Council (WGC) atau Dewan Emas Dunia, permintaan emas di seluruh dunia untuk kebutuhan perhiasan telah mengalami penurunan terus menerus dari 3,204 ton tahun 2000, tinggal 1,747 ton tahun 2009 lalu atau turun 45%.

Sebaliknya, permintaan emas untuk kebutuhan investasi retail terus menerus mengalami peningkatan kebutuhan dari 166 ton tahun 2000, menjadi 676 ton tahun 2009 atau mengalami kenaikan 4 kalinya.  Bentuk investasi emas yang lain yang dikenal dengan ETF (Exchange Traded Fund) yang baru muncul pada tahun 2003 di bursa-bursa dunia barat seperti Paris, Zurich, London dan New York, juga menanjak sangat significant dari Nol tahun 2002, mencapai 595 ton tahun 2009 atau hampir mengejar penggunaan pada investasi retail.

Gold Demand 2000-2009 (ton)

Gold Demand 2000-2009 (ton)

Kebutuhan yang relatif stabil adalah kebutuhan emas untuk industri. Pada tahun 2000 kebutuhan ini mencapai angka 451 ton, tahun 2009 angka ini pada 368 ton. Lebih detil tentang pergeseran ini dapat dilihat pada grafik di samping.

Luputnya pergeseran kebutuhan tersebut dari pengamatan para ekonom, dugaan saya sendiri adalah karena para ekonom biasanya menganalisa segala sesuatu berdasarkan unit account currency yang berlaku. Para ekonom dunia misalnya menggunakan US$ untuk memantau segala yang terjadi dalam pergerakan ekonomi.

Bila data tersebut di atas diamati dari kacamata US$ misalnya, tidak akan nampak pergeseran kebutuhan tersebut karena kebutuhan baik untuk perhiasan, investasi retail, ETF maupun kebutuhan industri semuanya naik. Kenaikan harga emas 10 tahun terakhir begitu besarnya sehingga mampu ?menyembunyikan? penurunan kebutuhan emas untuk perhiasan tersebut di atas (lihat grafik di bawah).

Gold Demand 2000-2009 (US$)

Gold Demand 2000-2009 (US$)

Lantas apa pentingnya memahami perubahan kebutuhan tersebut  bagi kita? Meskipun secara statistik dunia, penggunaan emas untuk uang tidak bisa didata lagi karena berdasarkan rezim keuangan global yang dikomandoi IMF ? emas untuk uang terlarang sejak Agustus 1971, pergeseran emas untuk investasi ini sesungguhnya adalah selangkah maju menuju emas untuk uang.

Karakter emas sebagai investasi adalah likuid dan standar, sedangkan karakter emas perhiasan adalah tidak standar dan kurang likuid. Jadi 10 tahun terakhir telah tumbuh lebih banyak emas yang  bersifat likuid, sedangkan permintaan emas untuk menjadi perhiasan yang kurang likuid menurun.

Di tanah air, perkembangan yang menarik tentang likuid-isasi emas juga terjadi secara significant. Kalau dahulu hanya Perum Pegadaian yang bisa menerima gadai, kini bank-bank syariah berlomba dengan produk Gadai Emas-nya. Ini saya pandang sebagai hal yang baik karena aset-aset berupa emas, baik lantakan, Dinar maupun perhiasan kini mudah menjadi likuiditas untuk menggerakkan sektor riil. Tidak harus dijual, tetapi bisa juga digadai.

Untuk lebih meningkatkan penggunaan emas untuk kegiatan produktif ini, saat ini kami bersama beberapa BMT di berbagai kota tengah mengembangkan solusi pembiayaan micro berbasis DinarMicrofinance berbasis uang fiat yang lagi ngetop di seluruh dunia saat ini, insya Allah akan segera menemukan sparring partner-nya yaitu microfinance yang berbasis emas atau Dinar yang kita sebut MicroDinar.

Pengelola koperasi dan BMT yang berminat untuk bekerjasama dengan kami dalam pengembangan produk-produk pembiayaan mikro berbasis Dinar atau MicroDinar ini dapat menghubungi kami untuk elaborasi lebih lanjut. Melalui sektor mikro yang mengurusi hajat hidup orang banyak inilah insya Allah kita bersama  bisa memenuhi apa yang dipesankan dalam Ayat  ?…supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu…?. (QS. Al-Hasyr (59): 7)

Posted in Business OpportunityComments (0)

Jalan Yang Mendaki Lagi Sukar


Harian Republika edisi kemarin Rabu 21 Juli 2010 memuat data statistik yang sepintas menggembirakan, yaitu statistik Produk Domestik Bruto Per Kapita dalam 10 tahun terakhir yang naik hampir 4 kalinya. Statistik yang diambil dari BPS ini menunjukkan bahwa pada tahun 2000 PDB Per Kapita kita hanya Rp 6,751,000, akhir tahun lalu (2009) angka ini telah mencapai Rp 24,261,000.

Bertambah makmur kah rata-rata rakyat Indonesia selama 10 tahun terakhir ini? Di sinilah masalahnya. Bila kita melihat angka dalam Rupiah tersebut di atas yang kemudian saya sajikan ulang secara grafik di bawah, seharusnya kita telah jauh bertambah makmur selama 10 tahun terakhir.

PDB Per Kapita dalam Rupiah

PDB Per Kapita dalam Rupiah

Tetapi kenyataan yang dirasakan oleh mayoritas rakyat mungkin berbeda dengan grafik tersebut. Perasaan hidup terasa tambah berat karena barang-barang kebutuhan yang semakin mahal ? sangat bisa dipahami karena mungkin memang itulah yang terjadi di lapangan.

Untuk dapat melihat realita ini secara akurat, lagi-lagi Islam punya tools-nya yaitu Nishab Zakat. Orang yang penghasilannya melebihi Nishab Zakat dianggap mampu dan dia harus bayar zakat. Sebaliknya, yang penghasilannya di bawah Nishab Zakat dia berhak untuk menerima uang zakat. Nishab Zakat ini dinyatakan dalam Dinar yaitu 20 Dinar.

Bila PDB Per Kapita kita anggap merepresentasikan penghasilan penduduk Indonesia rata-rata; maka ketika grafik di atas saya konversikan dengan Dinar hasilnya akan seperti pada grafik di bawah.

PDB Per Kapita dalam Dinar

PDB Per Kapita dalam Dinar

Selama 10 tahun terakhir, hanya 2 tahun dimana PDB Per Kapita kita mampu melampaui Nishab Zakat yaitu tahun 2001 (20.35 Dinar) dan 2002 (21.20 Dinar). Tahun-tahun berikutnya cenderung menurun dan terendah tahun 2009 yang tinggal 16.55 Dinar. Apa maknanya PDB Per Kapita yang di bawah Nishab Zakat ini? Artinya rata-rata penduduk negeri ini berhak menerima zakat dan belum wajib zakat.

Maknanya adalah rata-rata penduduk negeri ini masih tergolong miskin menurut standar Islam, dengan timbangan yang kita yakini akurat sepanjang zaman yaitu Nishab Zakat yang 20 Dinar tersebut.

Namun realita ini tidak perlu membuat kita bersedih atau berkecil hati karena kemiskinan tidak teratasi dengan hanya bersedih, bahkan akan bertambah parah bila kita berkecil hati. Yang kita perlukan adalah setelah sadar akan realita ini adalah apa yang bisa kita perbuat untuk ikut terlibat dalam upaya pengentasan kemiskinan tersebut.

Inilah peluang itu, kini terbuka peluang lebar bagi kita untuk menempuh jalan yang mendaki lagi sukar untuk bisa berbuat sesuatu dalam ikut memerangi kemiskinan. Membangun usaha yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya tentu tidak mudah, lebih mudah bekerja di perusahaan atau instansi yang mapan ? dengan berbagai fasilitasnya.

Namun kalau mayoritas kita berpikiran demikian lantas tugas siapa untuk menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya ini? Tugas pemerintahkah? Para pemimpin negeri ini tentu akan ditanya nanti atas kepemimpinannya, namun kita sebagai individu juga akan tetap ditanya atas apa yang kita lakukan.

Ayat-ayat di bawah bukan hanya ditujukan untuk para pemimpin negeri ini, tetapi untuk kita semua. Punya jawabankah kita bila waktunya kelak kita ditanya akan hal ini?

?????????????? ????????????? (???) ????? ????????? ??????????? (???) ????? ?????????? ??? ??????????? (???) ????? ???????? (???) ???? ??????????? ??? ??????? ??? ??????????? (?(??

?Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan). Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan,? (QS. Al-Balad (90): 10-14)

Posted in Islamic ViewComments (0)

Perubahan Musim Pada Harga Emas


Dahulu waktu saya kecil, petani-petani di desa-pun seolah dapat memprediksi kapan hujan mulai turun dan kapan berhentinya. Dengan demikian mereka bisa merencanakan pola tanam-nya secara akurat. Kini 40 tahun kemudian, perubahan musim ini sulit sekali diprediksi bahkan dengan teknologi tinggi sekalipun. Sekarang kita berada di bulan Juli, musim hujan mestinya sudah berakhir 4 bulan lalu ? tetapi sekarang hujan deras dan banjir masih melanda di beberapa wilayah.

Seperti juga pada musim hujan dan kemarau, naik turunnya harga emas seharusnya predictable karena harga emas adalah cermin bagi harga komoditi-komoditi kebutuhan utama manusia. Ketika komoditi banyak dibutuhkan (demand tinggi) misalnya pada musim dingin di belahan bumi utara (di musim dingin orang butuh lebih banyak makanan, pakaian dan energi) ? harga emas akan cenderung naik, lihat statistiknya pada tulisan saya sebelumnya ?Musim Membeli Emas…?. Musim harga emas rendah mestinya juga sudah mulai berlangsung sejak 4 bulan lalu Karena di belahan bumi utara ? yang secara umum penduduknya lebih makmur ? musim dinginnya telah berakhir di bulan Maret.

Apa yang sebenarnya terjadi secara cepat dalam beberapa tahun belakangan ? yang tidak (belum) terjadi selama puluhan tahun sebelumnya? Untuk perubahan musim hujan, biarlah para ahli meteorology dan geofisika yang menjelaskannya.

Untuk tinggi rendahnya harga emas yang nampaknya tidak lagi mengikuti musim, para ekonom dan pelaku pasar punya teorinya sendiri-sendiri. Diantara sekian banyak teori, berikut saya sarikan benang merahnya :

  • Di masa ekonomi stabil dan relatif tidak bergejolak seperti yang dialami dunia dalam beberapa dasawarsa yang lewat ? orang comfortable untuk menaruh uangnya dalam mata uang fiat dan memutarnya dalam berbagai  usaha yang menguntungkan. Emas hanya dibeli dalam jumlah secukupnya untuk diversifikasi aset, bahan perhiasan, dlsb.
  • Ketika ekonomi dunia bergejolak hebat seperti yang terjadi dalam 2 tahun terakhir, ada jenis kebutuhan emas yang baru yang tiba-tiba meningkat yaitu kebutuhan untuk safe haven ? tempat melabuhkan aset secara aman.
  • Ketika kebutuhan emas untuk safe haven ini yang dominan di pasar, maka harga emas menjadi mudah sekali bergejolak. Mudah sekali diterpa isu, sehingga yang mempengaruhi harga emas bukan lagi faktor yang bersifat fundamental ? tetapi lebih banyak pada persepsi sesaat dari para pelaku pasar.
Emas Setahun Terakhir

Emas Setahun Terakhir

Karena faktor-faktor penyebab tersebut akan tetap terjadi atau bahkan dalam severity (tingkat pengaruh) yang lebih kuat dan frequency yang lebih sering, maka harga emas akan terus bergejolak hebat dalam jangka pendek. Namun arah jangka panjangnya (setahun lebih) nampak jelas sekali dorongan ke atasnya.

Lihat pergerakan setahun terakhir pada grafik di samping misalnya. Pada bulan Desember 2009 lalu, harga emas dunia sempat naik mencapai US$ 1,226/Oz tetapi juga sempat turun ke angka US$ 1,083/Oz atau sempat turun dalam rentang 12% di bulan tersebut. Namun secara keseluruhan bila kita tarik waktu setahun terakhir ? harga emas dunia naik sekitar 30%-an yaitu dari kisaran harga US$ 920/Oz awal Juli 2009 ke angka US$ 1,205/Oz saat ini.

Untuk bulan ini dan bulan depan, saya sendiri berharap masih ada musim harga emas rendah ? meskipun hanya 2 bulan ? bukannya 6 bulan seperti di masa lalu. Tepatnya berapa, tidak ada yang bisa tahu secara pasti ? hanya berdasarkan pergerakan harga setahun terakhir ? nilai terendah ke depan kemungkinan besarnya tidak sampai menyentuh garis hijau pada grafik di atas. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Prediksi Harga Emas Oleh Para Ahli-nya


Bagi yang mengira bahwa harga emas dunia di kisaran US$ 1,230/oz atau di Indonesia pada kisaran Rp 367,000/gr hari-hari ini sudah ketinggian sehingga berniat menjual emas/Dinarnya atau menunda investasinya, tulisan saya kali ini barangkali bermanfaat untuk melengkapi pertimbangan Anda. Kali ini bukan pendapat saya yang dominan, tetapi saya ambilkan dari 10 Ahli per-emas-an dunia yang sangat kompeten di bidangnya.

Saya sarikan prediksi harga emas oleh para ahli ini, masing-masing lengkap dengan alasannya sebagai berikut:

Peter-Schiff1. Peter Schiff (President & Chief Global Strategist dari Euro Pacific Capital)

Peter Schiff ini memprediksi harga emas akan mencapai US$ 5,000/oz ? US$ 10,000/oz dalam 5 sampai 10 tahun mendatang, dengan alasan bahwa masyarakat dunia akan semakin takut dengan penurunan nilai (debasement) mata uang kertasnya menyusul serangkaian krisis ekonomi, real estate, mortgage meltdown, credit crunch, subprime debacle dan entah apa lagi nama krisis-krisis berikutnya.

2.  David Rosenberg (Mantan Merril Lynch Economist, Sekarang Chief Economist & Strategist di Gluskin Scheff)

David memberikan estimasi yang menurutnya sendiri masih konservatif di angka US$ 3,000/oz dalam waktu dekat. Alasannya adalah bila didasarkan pada rasio harga emas dan GDP 3 dekade ke belakang, harga emas seharusnya berada pada US$ 5,300/oz. Bila disetarakan dengan CPI (Consumers Price Index) , maka harga emas seharusnya sudah berada pada kisaran US$ 2,300/oz. Bila rasio yang digunakan adalah rasio harga emas dengan jumlah uang M1, maka harga emas harusnya sudah berada pada angka US$ 3,100/oz.

Alf-Field3. Alf Field (Tekenal di dunia sebagai World?s Best Gold Analyst)

Alf memprediksi harga emas akan berada pada rentang US 5,000/Oz ? US$ 10,000/Oz. Alasannya adalah bila mengikuti trend tahun 70-an ke 80-an dimana harga emas melonjak 24.3 x dalam 1 dekade, kenaikan emas dekade ini akan mencapai US$ 6,221/Oz yang merupakan perkalian harga terendah dekade ini US$ 256 x 24.3. Penyebab fundamentalnya adalah  krisis sekarang yang dia sebutnya sebagai systemic meltdown, dan pemerintah dunia membanjiri ekonomi dengan uang kertas untuk mengatasi krisis-krisis tersebut yang justru berdampak pada hilangnya nilai uang kertas.

4. Forextraders.Com

Situs Foreign Exchange ini memprediksi harga emas akan berada pada kisaran US$ 3,000/oz ? US$ 4,000/oz dalam 5 tahun mendatang. Alasannya orang semakin khawatir dengan kestabilan keuangan publik di AS, kekurang seriusan pemerintah menangani problem social security, kredibilitas dollar yang terus terpuruk dan kelemahan fundamental ekonomi dunia.

5. Harry D. Schultz (dari Newsletter berbayar: International Harry Schultz Letter)

Harry memprediksi harga emas akan mencapai US$ 6,000/Oz tanpa memberi target waktu yang pasti. Alasannya adalah harga emas akan melonjak sangat tinggi bila terjadi hyperinflasi, sedangkan hyperinflasi adalah fenomena moneter yang bisa terjadi secara dadakan, kapan saja ? berbeda dengan fenomena ekonomi pada umumnya yang terjadinya secara gradual.

6. Egon von Greyerz (Managing Derector dari Matterhorn Asset Management ? Swiss)

Menurut Egon emas akan mencapai kisaran US$ 5,000/oz ? US$ 10,000/oz dalam beberapa tahun mendatang. Alasannya:  pertama bila real inflation seperti yang disajikan oleh Shadowstats.com digunakan untuk mengukur harga emas yang wajar, maka harga emas akan berkisar 6 kali dari harga sekarang. Kedua, realitas bahwa supply emas yang tidak akan pernah cukup untuk memenuhi demand terhadap emas yang tumbuh lebih cepat.

Peter-Cooper7. Peter Cooper (Penulis buku ?Dubai Sabbatical: The Road to US$ 5,000 Gold”)

Peter memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 5,000/oz dalam waktu yang tidak terlalu lama. Alasannya adalah saat ini pemerintah di dunia memaksakan rezim suku bunga yang rendah untuk mengatasi krisis; pada saat suku bunga rendah ? obligasi pemerintah menjadi menarik. Namun situasi ini tidak akan bertahan lama, obligasi akan segera jatuh dan orang perlu pelarian uangnya ke tempat yang aman ? tempat aman apalagi yang lebih aman dari obligasi pemerintah kalau bukan emas? Sedangkan supply emas selalu terbatas, maka bila ada lonjakan demand ? yang pasti terjadi adalah lonjakan harga.

8. Rob McEwen (Chief Executive Officer ? CEO dari US Gold Corp Inc.)

Rob berpendapat bahwa harga emas akan mencapai US$ 5,000/oz dalam rentang waktu antara 2012 ? 2014. Alasannya: hutang pemerintah yang terus tumbuh dan akan mencapai skala yang dia sebut sebagai horrific scale. Dari masalah hutang yang pelik tersebut, menurut Rob akhir tahun ini saja harga emas sudah bisa mencapai US$ 2,000/oz.

Peter-Krauth9. Peter Krauth (Expert kenamaan di bidang Metals and Mining Stocks).

Peter memprediksi emas akan mencapai US$ 5,000/oz dalam beberapa tahun mendatang. Alasannya adalah potensi inflasi yang semakin besar, lonjakan demandCentral Banks tidak lagi menjadi net sellers tetapi malah menjadi net buyers, dan krisis yang terus bermunculan seperti yang terjadi di PIIGS.

10. Arnold Bock (Komentator pada situs emas paling terkenal di dunia Kitco.com)

Menurut Arnold harga emas akan naik secara parabolic sampai mencapai US$ 10,000/oz pada tahun 2012. Dia memiliki 6 alasan untuk prediksinya ini, yaitu:

  1. Kegagalan pemerintah-pemerintah membayar hutang;
  2. Bangkrutnya raksasa-raksasa finansial dunia;
  3. Inflasi dan devaluasi mata uang dunia;
  4. Manipulasi harga emas sehingga masih ? rendah? sekarang;
  5. Keterbatasan supply emas dibandingkan dengan peningkatan demand-nya;
  6. Kebutuhan untuk melabuhkan dana-dana di tempat yang aman atau safe haven.

Lantas bagaimana menurut pendapat saya sendiri? Sekali lagi saya tidak ahli dan  tidak menguasai ilmu masa depan itu ? hanya Allah Yang Maha Tahu apa yang akan terjadi. Hanya saja seandainya mengikuti statistik 10 tahun terakhir di Indonesia, dimana harga emas awal 2000 adalah Rp 66,000 /gram dan sekarang di kisaran Rp 367,000 /gram atau naik menjadi 5.56 kalinya dalam 10 tahun; maka saya tidak akan kaget bila dalam 10 tahun mendatang harga emas di Indonesia bisa mencapai Rp 2,000,000/gram atau Dinar mencapai diatas Rp 8.5 juta/Dinar. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (2)

Be Ready: Rupiah Melemah di 2011


Dalam rapat kerjanya dengan DPR kemarin (02/06/2010), pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa ada kecenderungan Rupiah melemah di tahun depan. Diprediksi oleh BI, Rupiah akan berada dikisaran Rp 9.200 ? Rp 9.600 per US$. Apa artinya ini pada aset dan hasil kerja kita semua?

Kalau aset kita dan penghasilan kita hanya tumbuh dikisaran 5% per tahun, maka ini berarti melemahnya Rupiah tahun depan akan menghabiskan hampir keseluruhan pertumbuhan aset atau penghasilan kita.

Jadi dalam hal aset kita harus mengelolanya sedemikian rupa sehingga harus tumbuh di atas angka pelemahan Rupiah yang akan berkisar pada angka 5% tersebut di atas. Demikian pula dalam hal penghasilan, kita harus bekerja keras sehingga penghasilan kita bisa tumbuh di atas angka tersebut untuk sekedar mampu mempertahankan kesejahteraan yang ada.

Selain investasi sektor riil yang selalu kita dorong di situs ini, emas atau Dinar masih tetap akan menjadi proteksi unggulan untuk mempertahankan nilai aset tersebut di atas. Berdasarkan statistik pertumbuhan harga emas 10 tahun terakhir yang saya sajikan ulang dari tulisan saya kemarin, perhatikan garis titik-titik yang di-generated dari rata-rata pertumbuhan bulanan selama 10 tahun terakhir pada grafik di bawah.

gold-2010Bila pertumbuhan harga emas mengikuti konsistensi statistik, maka akhir tahun ini harga emas dalam US$ insya Allah sudah akan menembus angka US$ 1,300. Bila hal yang terburuk sekalipun dari prediksi BI tersebut yang terjadi, yaitu Rupiah berada pada angka Rp 9,600/US$ – maka harga Dinar sudah akan berada di atas Rp 1.7 juta/Dinar. Artinya ketika Rupiah melemah di sekitar angka 5%, emas atau Dinar menguat sampai sekitar 9.7% – lebih dari cukup untuk meng-offset pelemahan Rupiah.

Bagaimana kalau yang terjadi sebaliknya yaitu Rupiah ternyata seperkasa sekarang atau tidak mengalami pelemahan? Dengan asumsi Rupiah pada angka sekarang, sekali lagi bila kinerja harga emas dunia mengikuti trend 10 tahun terakhir ? maka harga emas/Dinar dalam Rupiah insya Allah masih akan tumbuh sekitar 6% dari posisinya sekarang.

Prediksi BI bisa juga keliru, demikian pula prediksi saya. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu, Wa Allahu A?lam.

Posted in Financial PlanComments (0)

Kinerja Emas/Dinar Dalam Dasawarsa Terakhir


Bagi kita yang tumbuh di zaman ini, kalau mendengar istilah “investasi” ? maka yang terbayang adalah saham, reksadana, deposito, asuransi, sukuk, dlsb. Orang tua kita dahulu kebanyakan tidak mengenal istilah “investasi”, tetapi mereka mengenal “tabungan”. Tabungan yang mereka kenal juga agak berbeda dengan kita sekarang. Mereka lebih familiar dengan sawah, ternak, kebun dan yang juga secara luas dikenal adalah emas.

Bagi Anda yang mengikuti pola investasi atau tabungan dari orang tua Anda lebih awal ? pasti Anda sekarang dapat menikmati manfaatnya. Ternyata pola investasi atau tabungan mereka khususnya pada emas ? sangat menjanjikan hasilnya hingga kini.

Di situs ini tersaji secara real time kinerja emas dalam 1 dasawarsa (10 tahun), yang per pagi ini menunjukkan angka pertumbuhan sekitar 421%. Artinya uang yang Anda tanamkan di emas 10 tahun lalu, kini nilainya telah menjadi lebih dari 5.21 kali-nya.

Secara lebih detil kenaikan harga emas atau Dinar ini dapat Anda lihat pada grafik di bawah. Nampak jelas dari grafik tersebut bahwa tahun demi tahun, harga emas terus meningkat. Pada umumnya terendah tahun ini, masih lebih tinggi dari terendah tahun sebelumnya ? begitu seterusnya sehingga grafik untuk masing-masing tahun akan terus bergerak ke atas.

Invisible Increase on Gold Price

Invisible Increase on Gold Price

Grafik tersebut dapat menjawab pertanyaan yang paling banyak disampaikan ke kami, yaitu kapan waktu terbaik membeli emas/Dinar? Jawabannya jelas, bila emas/Dinar digunakan untuk tabungan jangka panjang seperti persiapan biaya sekolah anak, persiapan pergi haji, persiapan beli rumah, dana pensiun, dlsb.; maka membeli kapan-pun tidak masalah ? tetapi lebih cepat lebih baik.

Apakah gerakan ke atas 10 tahun terakhir akan berulang pada 10 tahun mendatang? Secara statistik paling tidak saya tidak melihat arah sebaliknya akan terjadi. Seluruh faktor fundamental ekonomi dunia, cenderung mendorong dunia ke arah inflasi ? jadi dorongan ke atas ini kemungkinan besar akan terus berlanjut. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Survival Strategy: Beyond Currency


Yang paling sering disalah pahami orang tentang gerakan saya menyebarluaskan Dinar ? adalah seolah saya menafikan keberadaan uang kertas. Padahal tulisan saya yang paling popular di web ini dengan judul ?Mengelola Uang Berdasarkan Fungsinya?? yang telah dibaca lengkap (bukan hanya penggalannya) oleh lebih dari 10,000 orang, justru mengakui fungsi uang kertas sebagai alat tukar ini.

Untuk meminimise kesalahpahaman ini, saya tidak malu untuk menyontek komunikasi yang digunakan oleh salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia yang dahulu dikenal orang sebagai British Petroleum (BP). Pada tahun 2002 ketika mereka merubah namanya menjadi BP plc. ; mereka menambahkan tagline ?Beyond Petroleum? dalam corporate identity-nya.

Nampaknya BP ingin mengkomunikasikan ke masyarakat dunia bahwa mereka tidak hanya bergerak di bidang perminyakan; karena setelah ber-identitas baru tersebut BP juga meluncurkan business unit baru yang disebut BP Alternative EnergyBusiness Unit baru inilah yang kemudian mengembangkan energi lain di luar minyak seperti energi surya, angin, hydrogen, dlsb. Jadi meskipun business utama BP yang juga memberikan income terbesarnya masih dari industri perminyakan, mereka sudah berpikir di luar perminyakan ? karena boleh jadi minyak tidak akan selamanya tersedia untuk mereka explore ? mereka tentu ingin tetap survive meskipun sumber energi utama kelak berubah dari minyak ke energi-energi lain di luar minyak.

Beyond Petroleum

"Beyond Petroleum"

Mirip dengan yang dilakukan oleh BP tersebut di atas ? inilah yang kita lakukan dengan gerakan penyebar luasan Dinar. Kalau BP mengembangkan strateginya barangkali berdasarkan prognosis bahwa minyak tidak akan selamanya tersedia; maka gerakan Dinar menggunakan prognosis bahwa uang kertas tidak akan bisa bertahan dalam jangka panjang.

Prognosis terhadap uang kertas ini didukung oleh statistik yang sangat kuat, sampai-sampai kita bisa menghitung waktu paruh daya beli uang kertas Rupiah yang hanya 4.3 tahun; US$ hanya 5.0 tahun, dlsb. Jadi bila anak Anda lahir hari ini dan Anda mulai menabung uang kertas Rupiah untuk masa depannya; maka daya beli uang tabungan Anda tersebut tinggal 1/16 (½^4) pada saat anak Anda berulang tahun ke 17! Bila Anda menabungnya dalam US$, maka tabungan Anda nilai daya belinya juga tinggal 1/16 pada saat anak Anda tersebut berusia 20 tahun.

Karena statistiknya demikian ? bahwa daya beli uang kertas meluruh bersamaan dengan waktu ? dan zat yang meluruh pasti akhirnya habis; maka kita butuh alternatif lain dari uang kertas ini. Alternatif lain inilah yang saya sebut Beyond Currency.

Bila uang kertas hanya berfungsi sebagai currency ? yaitu alat tukar yang hanya berfungsi sesaat; maka yang kita butuhkan untuk survive dalam jangka panjang  adalah uang yang sesungguhnya ? Beyond Currency ? yaitu uang yang tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar atau Medium of Exchange atau currency, tetapi juga berfungsi sebagai unit pencatatan/timbangan yang adil (Unit of Account) dan sekaligus juga mampu mempertahankan nilai dari hasil jerih payah kita (Store of Value).

Uang yang sesungguhnya inipun tidak harus emas; benda-benda lain yang bernilai intrinsik sampai garam sekalipun dapat menjadi uang dalam arti luas tersebut.

Kita pernah mengalami krisis 97/98 dimana saat itu uang kita tiba-tiba anjlog daya belinya tinggal ¼-nya dalam beberapa bulan saja (padahal seharusnya daya beli uang kita baru turun tinggal ¼-nya setelah 2 kali waktu paruh atau 8.6 tahun!), bukan hanya daya belinya yang anjlog ? saat itu barang-barang kebutuhan kita juga menghilang di pasaran. Minyak goreng, susu bubuk, dlsb menjadi rebutan di toko-toko yang masih memiliki stok.

Pada saat krisis, uang bisa saja menghilang atau turun daya belinya; tetapi kebutuhan kita akan makan minum, kebutuhan anak-anak kita untuk susu, dlsb tetap perlu dipenuhi.

Jadi ?uang? selain uang kertas yang rentan krisis ?  harus juga menjadi bagian dari survival kit kita ? bila kita ingin survive dalam jangka panjang. Selain emas atau Dinar yang praktis, kita bisa juga menggunakan ternak kambing misalnya sebagai cadangan ?tabungan? kita di masa yang sangat sulit sekalipun.

Juga bukan hanya ternak kambing yang di-resep-kan dalam hadits sahih sebagai sumber penghasilan jangka panjang yang bisa diandalkan; antisipasi krisis melalui bercocok tanam dengan sungguh-sungguh selama 7 tahun ? bahkan resepnya ada di Al-Qur?an.

Maka tidak heran bila daya tahan masyarakat pedesaan terhadap krisis seperti yang kita alami tahun 1997/1998 lebih besar ketimbang masyarakat perkotaan. Sampai-sampai ketika saya masih rajin pulang kampung di masa krismon tersebut ? embok-embok di desa suka bertanya ?krismon iki opo to le?? ? (Krismon ini apa sih nak?). Mereka tidak terganggu dengan krisis moneter karena mereka memang sudah terbiasa hidup beyond currency.

Jadi mari kita rame-rame menghidupkan kehidupan desa, dengan kambing dan ternak lainnya, dengan pohon-pohonnya, dengan sawah-sawahnya ? maka bila wabah PIIGS meluas ke seluruh dunia ? Insya Allah kita bisa survive. Sekarang memang kita masih butuh uang kertas sebagai currency atau alat tukar, tetapi ketika uang kertas ini kehilangan daya belinya seperti yang sudah-sudah ? kitapun harus siap hidup Beyond Currency. Amin

Posted in Financial PlanComments (0)

Menakar Kekuatan Mata Uang Dengan Melihat Waktu Paruhnya Terhadap Emas


Dalam tulisan saya beberapa hari lalu dengan judul “Menduga Sisa Nilai Mata Uang Dengan Teori Peluruhan”, telah saya perkenalkan Konsep Waktu Paruh (half-life) yaitu waktu yang diperlukan materi subjek peluruhan eksponensial untuk menjadi tinggal separuhnya dari materi semula. Nilai sisa dari materi subjek peluruhan eksponensial setelah waktu paruh ke T = 100%/2^T.

Konsep Waktu Paruh ini yang berdasarkan statistik nampaknya juga berlaku pada nilai daya beli mata uang kertas terhadap emas. Kita gunakan emas sebagai referensi karena emas-lah yang terbukti memiliki daya beli tetap selama 1400 tahun lebih, di samping juga data statistik harga emas tersedia secara lengkap untuk waktu yang sangat panjang ? sampai ratusan tahun.

Hanya saja untuk keperluan ini saya gunakan statistik 10 tahun saja karena ada salah satu mata uang yaitu Euro yang berusia sangat muda – baru sekitar 11 tahun. Mata uang yang saya sajikan disini adalah mata uang besar dunia yang kita familiar seperti Rupiah, US$, Singapore Dollar, Japan Yen, British Pound, Euro dan mata uang yang selama ini kita anggap daya belinya stabil yaitu Riyal.

Hasilnya kita dapat lihat dalam grafik di atas, semakin lemah mata uang terhadap emas, semakin cepat dia meluruh. Rupiah misalnya dalam 10 tahun terakhir daya belinya terhadap emas tinggal 20 persen, bila dihitung dari Januari 2000 ? maka pada rentang waktu 10 tahun:

  • Rupiah kini berada pada waktu paruh ke 2.3; atau Rupiah memiliki waktu paruh 4.3 tahun.
  • Poundsterling telah mengalami waktu paruh ke 2.1 (1 waktu paruh = 4.7 th).
  • US$ telah mengalami waktu paruh ke 2 (1 waktu paruh = 5.0 th).
  • Saudi Riyal telah mengalami waktu paruh ke 2 (1 waktu paruh = 5.0 th).
  • Singapore Dollar telah mengalami waktu paruh ke 1.7 (1 waktu paruh = 4.9 th).
  • Japan Yen telah mengalami waktu paruh ke 1.7 (1 waktu paruh = 4.9 th).
  • Euro telah mengalami waktu paruh ke 1.6 (1 waktu paruh = 6.4 th).

Euro masih kelihatan perkasa, karena dia adalah mata uang muda yang awalnya nampak cukup kuat. Tetapi ke depannya Euro juga memiliki masa depan yang tidak kalah suramnya ? lihat tulisan saya “Euro: Mata Uang Modern Yang Bisa Jadi Tidak Berusia Panjang”.

1 Saudi Riyal

1 Saudi Riyal

Saudi Riyal yang selama ini selalu dianggap sebagai mata uang yang stabil dari cerita-cerita jamaah haji; sekian puluh tahun lalu orang beli teh susu dengan harga 1 Riyal; sekarang-pun dapat. Bisa jadi untuk teh susu sekarang-pun masih dapat dengan harga 1 Riyal; namun minuman dan makanan lain semakin sulit dibeli dengan 1 Riyal. Jus buah bahkan kini berharga rata-rata 5 Riyal.

Yang paling akurat adalah mengukurnya dengan harga emas; bagi Anda yang pergi haji/umrah tahun 2000, saat itu Anda masih bisa membeli emas dengan harga Riyal 35/gram. Bila Anda pergi haji/umrah tahun ini ? rata-rata harga emas sudah berada di kisaran Riyal 135/gram.

Jadi, nampaknya tidak ada mata uang kertas yang kita kenal yang bisa survive dari peluruhan nilai yang bersifat eksponensial ini. Oleh karenanya berdasarkan teori ini maka tidak ada mata uang kertas yang aman untuk tabungan dana panjang kita baik berupa tabungan pensiun, biaya pendidikan anak-anak, biaya kesehatan hari tua, dlsb.

Solusinya tidak harus kita menyimpan tabungan di emas/Dinar semua, karena kalau tidak hati-hati malah bisa jatuh ke hukum Yaknizun. Tabungan kita bisa berupa benda riil yamg bergerak (barang dagangan, barang modal, dlsb). Dengan kesungguhan kita, insya Allah kita bisa membendung arus peluruhan nilai ini dengan konsep Yuhsinun dan bahkan memutarnya untuk manfaat yang lebih luas dengan konsep Dullatan. Insya Allah.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Harga Emas: Tidak Ada Prediksi Yang Pasti!


Meskipun berpuluh ahli berhasil mengembangkan teorinya sendiri-sendiri untuk memprediksi harga emas ke depan, sampai saat ini ternyata tidak ada satu teori-pun yang bisa memberikan kepastian akan keakuratan prediksi tersebut.

Di situs inipun selalu kami katakan bahwa prediksi-prediksi harga emas yang kami ungkapkan dalam berbagai tulisan kami sifatnya hanya berusaha memahami statistik yang ada untuk masa yang sudah lewat, sedangkan yang sifatnya ke depan ? hanya Allah-lah yang tahu.

Untuk menggambarkan betapa sulitnya memprediksi harga emas ini, pada grafik di bawah (grafik lengkapnya) saya sajikan ringkasan prediksi harga emas untuk Senin depan (karena hari ini tidak ada transaksi) ? yang disajikan berdasarkan berbagai teori dan asumsi. Hasilnya mencengangkan, dalam arti perbedaan satu prediksi/asumsi dengan prediksi/asumsi lainnya.

ProjectionDari 40-an angka yang keluar dengan berbagai pendekatan teori tersebut, angka yang terendah adalah US$ 859.85/Oz dan angka yang tertinggi US$ 1267.26/Oz.  Pendapat terbanyak mengerucut pada range US$ 1,105/Oz sampai dengan US$ 1,126/Oz.

Lantas bagaimana kita menyikapi tidak adanya kepastian harga emas kedepan ini? Sederhana, yaitu jangan berspekulasi dengan harga emas!

Emas terbukti efektif untuk perlindungan nilai dari jerih payah kita karena setelah beribu tahun-pun memiliki daya beli yang relatif tetap terhadap berbagai kebutuhan kita.

Namun untuk jangka pendek, fluktuasi harga ini begitu besar ? sehingga tidak ada satu orang ahli-pun yang bisa memprediksi harganya ke depan dengan akurat. Dan hanya Allah-lah Yang Maha Tahu ? Wa Allahu  A?lam.

Posted in Financial PlanComments (0)

Menduga Sisa Nilai Uang Kertas Dengan Teori Peluruhan


Para scientist telah lama menggunakan Teori Peluruhan Eksponensial (Exponential Decay Theory) untuk menduga usia benda-benda purbakala, fosil dan lain sebagainya. Konsep yang mudah untuk dipahami bersamaan dengan teori ini adalah adanya Konsep Waktu Paruh (half-life), yaitu waktu yang diperlukan materi subjek peluruhan eksponensial untuk menjadi tinggal separuhnya dari materi semula.

Apabila teori ini berlaku untuk benda-benda yang ada di alam, apakah teori ini juga berlaku untuk kreasi manusia modern yang namanya uang kertas? Well, setahu saya belum ada yang membuat studi ilmiah tentang hal ini ? namun dengan melihat statistik harga emas dunia dalam berbagai mata uang kertas selama 40 tahun terakhir ? saya menduga bisa jadi Teori Peluruhan Eksponensial ini juga berlaku untuk uang kertas.

Coba kita perhatikan fakta berikut ini: Pada tahun 1970, ketika emas masih dijadikan standar mata uang dunia dalam Perjanjian Bretton Woods harga emas dunia saat itu berada pada angka US$ 35.94/Oz.  Dengan nilai tukar Rupiah Rp 415/US$; maka harga emas saat itu di Indonesia berada di kisaran Rp 480/gram.

Kini setelah 40 tahun berlalu, harga emas menjadi US$ 1,109/Oz  dan dengan nilai tukar Rp 9,175/US$ harga emas dalam Rupiah menjadi di kisaran Rp 327,000/gram. Artinya setelah 40 tahun, nilai US$ terhadap emas tinggal tersisa 3.24% dan nilai Rupiah tinggal 0.15%.

Nah fakta-fakta ini apabila kita plot-kan di grafik Nilai Sisa setelah waktu paruh ke N = 100%/2^N seperti di atas; kita akan tahu dimana posisi US$ dan dimana pula posisi Rupiah. Setelah 40 tahun US$ kini berada pada waktu paruh antara ke 4 menuju waktu paruh ke 5; dengan kata lain US$ memiliki waktu paruh sekitar 8.9 tahun.

Burn MoneyPada periode 40 tahun yang sama Rupiah kini telah berada pada waktu paruh ke 9 menuju waktu paruh ke 10, atau dengan kata lain Rupiah memiliki waktu paruh di angka sekitar 4.2 tahun.

Apa maknanya ini? Bila Anda memegang Rp 327,000 saat ini dapat Anda belikan 1 gram emas; bila Anda punya uang yang sama 4.2 tahun lagi maka Anda tinggal mendapatkan ½ gram emas. Setelah 8.4 tahun lagi, uang yang sama tinggal setara ¼ gram emas. Pada saat anak Anda yang sekarang di TK, masuk perguruan tinggi 12.6 tahun dari sekarang uang yang sama tersebut tinggal seharga 1/8 gram emas.

Aplikasi Teori Peluruhan untuk menduga nilai sisa dari uang kertas ini, bisa saja diperdebatkan  ke-ilmiahan-nya. Namun tidak ada salahnya kita menengok nilai uang kertas ini puluhan tahun ke belakang, agar kita bisa lebih bijak dalam memilih tabungan kita untuk penggunaan yang bisa jadi masih puluhan tahun ke depan.

Agar anak-anak kita bisa sekolah dengan dana yang cukup pada waktunya. Dan agar di usia senja kita, kita masih bisa membiayai segala kebutuhan kita sendiri. Wa Allahu A?lam.

Posted in Financial PlanComments (0)

Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes