Tag Archive | "sistem finansial ribawi"

Peradaban Barat Yang Memiskinkan Kelas Menengah


Kalau saja judul di atas murni dari pandangan seorang Muslim seperti saya, orang mungkin segera men-cap saya sebagai anti barat.  Tetapi kali ini pandangan tersebut bukanlah dari saya, judul tulisan ini saya ambilkan dari karya columnist handal di The Market Oracle, Andrew G Marshall dengan judul aslinya ?Western Civilization and the economic Crisis, The Impoverishment of the Middle Class?.

Awalnya, menurut Andrew ? Peradaban Barat nampak bekerja dengan baik. Diawali dengan revolusi industri abad 18 dan 19, tumbuhlah kelas menengah yang semakin banyak jumlahnya dan semakin makmur. Namun Peradaban Barat ini, ternyata tidak akan berusia lama. Beberapa puluh tahun terakhir, yang namanya kelas menengahnya hanya berusaha bertahan melalui pemupukan hutang.

Diawali dengan tahun 1958 yang merupakan awal kemunculan credit card modern oleh Bank of Amerika yang kemudian berevolusi menjadi Visa, kemudian disusul oleh Master Card tahun 1966 ? maka dekade-dekade berikutnya terjadilah pertumbuhan eksponensial dari credit card ini.

Sejak di Amerika dicabut batasan tingkat bunga yang bisa dikenakan pada para pemegang credit card tahun 1979, kombinasi dari deregulasi ini dan kemajuan teknologi membuat penyebar luasan credit card di masyarakat menjadi tidak terbendung lagi.

Tidak perduli lagi apakah pemegang kartu tersebut benar-benar membutuhkannya; tidak juga terlalu perlu apakah dia mampu membayarnya; yang penting member mereka terus bertambah dan bertambah pula pendapatan mereka. Tidak hanya dari pembayaran bunga, issuer credit card juga memperoleh tambahan penghasilan dari late payment fees, dlsb; sehingga pendapatan mereka juga menggelembung.

Credit Card DebtBudaya credit card, juga telah mendorong perilaku ngutang bahkan untuk barang-barang yang tidak terlalu penting sekalipun, seperti: membeli TV, membayar liburan, dlsb.

Walhasil, budaya ini telah menjebak masyarakat menengah dalam jebakan hutang yang melilit dari tahun ke tahun. Bila pada tahun 2001, masyarakat Amerika ?baru? berhutang 96% dari disposable income-nya ; 5 tahun kemudian persentase ini telah naik menjadi 129%. Bukan hanya di Amerika, pada tahun tersebut masyarakat Inggris telah berhutang Pounsterling 1.3 trilyun.

Kini 5 tahun setelah signal ketidak beresan budaya ngutang tersebut mulai terdeteksi (2006), bank-bank sentral dunia berada dalam situasi yang sangat dilematis. Mereka hanya bisa mengerem arus ?peminjam? ini bila suku bunga dinaikkan. Namun bila suku bunga dinaikkan ? akan semakin banyak yang tidak bisa membayar. Ini terbukti bahwa pada tahun 2009, hanya 10% penurunan outstanding balance dari  credit card di AS yang  berasal dari pembayaran credit card balance-nya. Yang terjadi adalah masyarakat yang gali lubang tutup lubang, membuka credit card baru untuk menutup yang lama.

Masalah ini mungkin bisa diatasi bila pemerintah berhasil meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan penghasilan rakyatnya ? sehingga mereka mampu membayar hutang. Namun kenyataan menunjukkan hal yang  sebaliknya; karena pemerintah sibuk menalangi bank-bank dan lembaga keuangan yang gagal sampai trilyunan Dollars ? juga karena kegalan peminjam yang lain! Pemerintah terpaksa mengamankan kebijakan fiskalnya dengan memotong anggaran ? yang berarti bukan mengurangi pengangguran tetapi malah menambah pengangguran.

Akibat dari lingkaran setan proses pemiskinan melalui gaya hidup ngutang ini, menurut Andrew tersebut di atas ?Masyarakat kelas menengah di dunia barat, bertahan hidup (surviving) hanya dengan berhutang, mereka akan menjadi korban Class DefaultMasyarakat kelas atas akan semakin konsumtif, sedangkan masyarakat kelas menengah akan tenggelam ke kelas di bawahnya atau kelas pekerja?.

Well, apakah budaya kita mirip dengan budaya yang digambarkan oleh Andrew tersebut? Kalau iya ? ini mungkin waktu terbaik kita untuk keluar dari sistem ribawi ke sistem perdagangan tanpa riba. Keluar dari gaya hidup ngutang, ke gaya hidup produktif. Keluar dari gaya hidup konsumtif ke gaya hidup infaq dan shadaqah.

Insya Allah kita tidak akan ikut terjerembab di lubang biawak, bila kita tidak mengikuti mereka. Wa Allahu A?lam.

Posted in Political EconomyComments (0)

Greenspan-Guidotti Rule: Harga Emas Dunia & Peluang Meraih Kemerdekaan Kita


Ketika saya mulai menyempatkan diri untuk menulis di blog 2 tahun lalu, ada tulisan awal saya bertanggal 30 Desember 2007 yang berjudul Kehancuran Uang Kertas Mengikuti Deret Fibonacci.  Karena pembaca saya saat itu belum sebanyak sekarang, dan orang belum melihat buktinya ? maka tentu lebih banyak yang tidak percaya daripada yang percaya ? saya tentu memaklumi hal ini.

Kini hampir 2 tahun kemudian coba kita tengok kembali ke belakang. Ketika tulisan tersebut saya buat, harga Dinar masih Rp 1,096,900 dan harga emas dunia berada pada angka US$ 833.75; Menjelang 2 tahun harga Dinar kini sudah mencapai Rp 1,597,770,- dan harga emas dunia sudah berada pada angka US$ 1,215.70. Deret Fibonacci saya belum terbukti 100% memang, tetapi sudah sangat dekat ? tinggal sejengkal langkah lagi ? untuk terbukti.

Ini mengerikan saya sendiri yang menulisnya karena berarti kehancuran uang kertas itu begitu dekatnya. Kalau uang kertas merepresentasikan peradaban jaman ini, mungkin ini salah satu tafsir Al-Qur’an berikut:

QS Al-Maarij (70): 5-7

?Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu jauh (mustahil). Sedangkan kami memandangnya dekat (pasti terjadi).? (QS. Al Ma?aarij (70): 5 ? 7)

Karena penasaran saya, kemudian saya berusaha mencari bukti ilmiah lain yang bisa menjelaskan ke masyarakat zaman ini tentang fenomena kehancuran uang kertas ini. Maka saya ambillah teori dari dedengkotnya uang kertas abad ini yaitu Alan Greenspan (dahulunya The Federal Reserve Chairman) dan Pablo Guidotti (dahulunya  Deputi Minister of Finance ? Argentina).  Kedua orang ini kemudian menghasilkan  apa yang disebut Greenspan-Guidotti Rule, saya singkat saja menjadi GGR untuk kemudahan penulisan berikutnya.

Inti dari GGR ini sebenarnya sangat sederhana yaitu: ?Suatu negara harus memiliki cadangan yang minimal setara dengan hutang external jangka pendek (jatuh tempo setahun atau kurang)?.  Dengan kata lain rasio antara reserve dan hutang jangka pendek minimal 1; bila kurang dari ini maka negara dalam bahaya kebangkrutan ekonomi.

Untuk contoh, lagi-lagi saya nggak mau menggunakan negeri sendiri takut ada yang marah. Maka saya ambil contoh negara yang sering secara misleading disebut sebagai  adi kuasa atau super power ? Amerika Serikat. Alasan lain saya pilih negara ini karena uangnya US$ selama ini dipakai untuk mengukur harga emas internasional.

Bila GGR mensyaratkan rasio minimal 1 agar negara bebas dari ancaman kebangkrutan, maka seperti apa peluang AS untuk bangkrut dalam jangka pendek? Marilah kita lihat cadangan dan hutang jangka pendeknya.

Untuk cadangan, saat ini AS memiliki:

  1. 8,133.5 ton emas senilai sekitar US$ 300 Milyar.
  2. Cadangan strategis berupa minyak 725 juta barrel senilai sekitar US$ 58 Milyar.
  3. Amerika juga memiliki cadangan dalam mata uang asing sebesar US$ 136 Milyar (data IMF).

Total dari 3 cadangan utama ini hanya US$ 494 milyar, katakanlah ditambah lain-lain kita bulatkan saja jadi US$ 500 Milyar.

Mari sekarang kita lihat hutang jangka pendeknya. Menurut US Treasury, Amerika saat ini harus me-refinance- sekitar US$ 2 trilyun hutang jangka pendek; ini diluar defisit anggaran belanjanya yang mencapai US$ 1.5 trilyun, atau Amerika membutuhkan US$ 3.5 trilyun dalam 12 bulan kedepan.

Ambil yang US$ 2 trilyun hutang jangka pendeknya dahulu; kemudian kita lihat kemana mereka berhutang. Ternyata sejak tahun 1985 Amerika sudah menjadi negara yang  hutangnya lebih besar ketimbang piutangnya ke negara lain (net debtor). Sekarang sekitar 44% dari US$ 2 trilyun hutang tersebut adalah hutang terhadap pihak luar. Artinya hutang Amerika jangka pendek yang harus segera dilunasi ke pihak di luar Amerika saja telah mencapai US$ 880 milyar, yang jauh lebih besar dari cadangan mereka yang hanya US$ 500 Milyar tersebut di atas. Dari sini saja jelas Amerika akan segera menjadi negara yang GAGAL berdasarkan Greenspan-Guidotti Rule.

Mungkin Anda akan berpikir bahwa sebagai negara besar, Amerika pasti bisa mengatasi masalah ini. Tetapi nanti dulu, perlu diingat bahwa bukan hanya terhadap hutang jangka pendek terhadap pihak luar yang Amerika akan gagal ? untuk membiayai total hutang yang US$ 2 trilyun dan defisit belanja yang US$ 1.5 trilyun  atau total US$ 3.5 trilyun ? sampai saat ini para ahli negeri itu juga belum ketemu solusi yang berkelanjutan (sustainable).

Saving bangsa Amerika saat ini hanya di kisaran US$ 600 Milyar pertahun; jadi kalau seluruh saving ini untuk membiayai hutang dan kebutuhan jangka pendek-pun tidak akan memadai. Mereka masih kekurangan dana sekitar US$ 3 Trilyun atau sekitar 40 % dari GDP mereka.

Well, tentu mereka akhirnya punya solusi untuk ini ? meskipun bukan solusi yang sustainable, apa solusi itu? Mencetak uang dari awang-awang ? atau dalam bahasa awam mereka “printing money out of thin air”. Bahasa teknisnya bisa keren-keren seperti quantitative easing, debt monetizing, dlsb. Tetapi pertanyaannya sampai kapan mereka dapat melakukan ini? Kalau ada orang berhutang kepada Anda, setiap kali ditagih terus menunda atau malah minta hutangan baru ? apakah akan Anda terus berikan? Inilah nampaknya yang mulai dilakukan China dan India dengan mengurangi ketergantungannya pada US$ dan mulai secara serius meningkatkan cadangan emasnya.

Lantas apa hubungan ini semua dengan harga emas dunia? Sederhana saja, kalau harga emas sekarang senilai US$ 1,215.70; apa jadinya kalau US$ tidak lagi dipercaya orang dan nilainya terus menurun, tinggal 1/2, tinggal 1/4 (seperti yang kita alami tahun 97/98) dan seterusnya. Maka harga emas dunia bisa berlipat ganda melebihi kelipatan yang sebelumnya saya perhitungkan dalam Deret Fibonacci tersebut di atas.

Fibonacci bisa keliru, demikian pula dengan Greenspan dan Guidotti. Tetapi kehancuran sistem ribawi sudah dipastikan di Al-Qur?an (QS. Al-Baqarah (2): 276) jadi 100% saya percayai kebenarannya.

Lantas apa solusinya bagi kita sebagai bangsa dan pribadi? Lagi-lagi balik ke Al-Qur?an (QS. Yusuf (12): 47-48) yang kebenarannya pasti :??.Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) secara sungguh-sungguh; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan??. Ini cara Qur?ani untuk mempersiapkan diri menghadapi paceklik panjang dimulai dari gempa financial dahsyat yang epicentrum-nya US$ tersebut di atas.

bercocok-tanamDalam skala bangsa, kita punya seluruh sumber alam yang kita butuhkan berupa laut, hutan, tambang, lahan-lahan yang subur?  maka tidak cukupkah waktu 7 tahun ke depan  untuk mengolahnya secara sungguh-sungguh dan mengelola penggunaannya secara efisien? Kalau ini dapat kita lakukan, maka insya Allah negeri ini akan dapat bener-bener merdeka ? mumpung sistem yang penjajah kita akan segera kalah perang (ekonomi) ? ingat tahun 45 kita diberi rahmat Allah berupa kemerdekaan (baru kemerdekaan fisik, belum kemerdekaan ekonomi, pemikiran, dlsb.) melalui kekalahan perang negeri penjajah kita waktu itu!

Ok, bicara negara dan bangsa mungkin terlalu luas; bagaimana kalau kita mulai dari diri kita sendiri? Bagaimana kalau kita berusaha secara maksimal untuk bisa memakmurkan bumi tempat kita berpijak ? sehingga dalam 7 tahun ke depan kita bisa benar-benar merdeka dari segala bentuk ketergantungan terhadap sesama manusia ? menjadi semata-mata hanya mengabdi, menyembah dan bergantung hanya kepadaNya, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.? (QS. Al-Ikhlas (112):2). Insya Allah Bisa!

Bagi yang ingin membuat langkah konkrit dalam hal ini, dapat bergabung dengan para peserta Pesantren Wirausaha ? yang saat ini tengah mulai berjibaku untuk bisa belajar memakmurkan sejengkal bumi Allah yang diamanahkan ke kita di Jonggol-Bogor. Semoga Allah permudah kita dengan amal yang diridhoiNya, Amin.

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

Bersiap Menghadapi Fenomena Angsa Hitam?


Kejadiannya bermula pada tanggal 23 Desember 1913, ketika warga Amerika tengah liburan bersama keluarganya ? termasuk sebagian besar anggota congress, segelintir elit di congress menyetujui dan mengesahkan Federal Reserve Act. Dengan Act ini, uang yang tadinya harus di back-up dengan emas atau perak dan hanya boleh di keluarkan oleh US Treasury, kini menjadi dikeluarkan oleh sekelompok 12 bank swasta yang disebut Federal Reserve ? meskipun mereka bukan Federal dan tidak memiliki Reserve ? sekedar nama untuk mengelabui masyarakat Amerika dan Dunia.

Untuk pekerjaan mengeluarkan dan mengatur peredaran uang ini, Federal Reserve dibayar dengan apa yang disebut seigniorage ? selisih antara biaya cetak dengan nilai nominal uang. Ironinya Federal Reserve tidak mau menerima pembayaran ini dalam bentuk uang kertas yang dikeluarkannya sendiri ? karena mereka tahu uang yang dikeluarkannya tersebut sebenarnya tidak bernilai. Mereka hanya mau menerima pembayaran dalam bentuk Gold Certificate, yang bisa ditukar dengan satu benda saja yaitu EMAS!!!

Agar tidak menyolok mata, maka pembayaran ini dicicil dengan 1 % cadangan emas negeri itu per tahun. Nampaknya kecil ? hanya 1 % ; tetapi ini berarti kemampuan negeri itu untuk membayar emas ke Federal Reserve hanya bisa bertahan selama 100 tahun saja. Artinya sesudah itu pemerintah Amerika akan kehabisan cadangan emasnya , tidak ada lagi yang dipakai untuk membayar Federal Reserve – maka akan berakhirlah sistem finansial dunia ala Federal Reserve ini. Seratus tahun tahun sejak Desember 1913 adalah Desember 2012, yang konon bertepatan dengan ramalan bangsa Maya ? bahwa tahun 2012 adalah waktu berakhirnya kehidupan di bumi.

Kita tidak percayai ramalan bangsa Maya ini tentu saja; tetapi kita percaya sepenuhnya janji yang disampaikan di Al-Qur?an bahwa Allah memusnahkan riba (QS 2 : 276). Maka bisa jadi sistem finansial ribawi di seluruh dunia yang dikomandoi IMF dan Amerika dengan Federal Reserve-nya memang akan segera berakhir.

Sebelum sistem finansial ribawi ini berakhir, tentu akan didahului oleh goncangan demi goncangan atau kejadian-kejadian yang sangat luar biasa di dunia finansial. Maka tidak kurang dari pelaku industri keuangan terkemuka Morgan Stanley, memprediksi hal ini dengan hasil risetnya yang beberapa waktu lalu diterbitkan sebagian di Financial Times.  Berikut kesimpulan mereka :

?Setelah para pengambil keputusan di seluruh dunia membanjiri ekonomi mereka dengan berbagai stimulus moneter dan fiskal, secara konvensional maupun non-konvensional, kami berpikir akan cukup bernilai untuk mulai meng-eksplorasi ? munculnya angsa hitam (black swan event) berupa inflasi yang sangat tinggi atau hyperinflation.  Meskipun kita tidak menghendaki kejadian ini bener-bener terjadi, namun risiko hiperinflasi kini menurut pandangan kami sudah tidak bisa diabaikan lagi?.

Teori Angsa Hitam (Black Swan Theory) ini diambil dari buku The Black Swan karya Nassim Nicholas Taleb yang mendasarkan bahwa umumnya angsa berwarna putih, jadi kalau ada angsa berwarna hitam ? maka ini adalah kejadian yang luar biasa. Kejadian-kejadian besar dunia positif maupun negatif seperti perang Dunia I, diperkenalkannya komputer, diperkenalkannya internet ? semua bisa dijelaskan dengan Teori Angsa Hitam ini.

Munculnya angsa hitam ini apakah berdampak positif atau negatif terhadap diri kita, tergantung dari sudut pandang dalam melihat suatu peristiwa. Angsa hitam atau hal yang luar biasa bagi seseorang, bisa jadi angsa putih atau hal yang biasa bagi orang lain.

Di dunia keuangan, hanya Dinar yang bisa merepresentasikan angsa putih ? tetap putih sepanjang zaman karena nilai atau daya belinya tidak pernah terguncang ? lebih dari 1400 tahun tetap setara dengan satu ekor kambing.  Sebaliknya untuk orang seusia saya saja, telah menemui setidaknya dua angsa yang bener-bener hitam dalam keuangan ? yaitu peristiwa sanering 1965/1966 dan krisis 1997/1998.

Jadi kita sebenarnya bisa mengubah angsa hitam menjadi angsa putih; krisis setahun terakhir misalnya ? tidak lagi menjadi angsa hitam bagi para pengguna Dinar ? maka insya Allah kita siap untuk menghadapi munculnya Angsa Hitam-Angsa Hitam ke depan. Insya Allah.

Posted in Political EconomyComments (2)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes