Tag Archive | "rumah"

Setelah Masjid Dari Pelepah Kurma & Tatal, Insya Allah Akan Ada Masjid Dari Gedebog Pisang


Masjidnya Rasulullah SAW dahulu pertama kalinya dibangun dari pohon dan pelepah kurma. Kemudian para Wali ? penyebar agama Islam di negeri ini, konon membuat tiang Masjid Demak dengan tatal atau serbuk kayu. Maka kini umat yang berusaha mengikuti jejak Rasulullah SAW dan para Wali tersebut, berniat untuk membangun Masjid dari bahan yang tersedia melimpah dan dengan teknologi yang tersedia pada zamannya… Masjid dari Gedebog Pisang dengan teknologi composites.

Mesjid yang akan kita juluki dengan nickname Masjid ?Gedebog? namun nama resminya Masjid Daarul Muttaqqiin ini insya Allah akan segera dimulai pembangunannya. Masjid ini akan berada di lingkungan Pesantren Wirausaha Daarul MuttaqiinJonggol Farm, Jonggol, Bogor ? Jawa Barat, sekitar 26 km ke arah tenggara dari Jakarta.

Sebagaimana fungsi masjid pada umumnya yaitu tempat untuk melakukan segala aktifitas yang mengandung ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT semata; termasuk namun tidak terbatas pada aktifitas shalat, mengaji, i’tikaf, menuntut ilmu, dlsb, Masjid ?Gedebog? ini juga kami visikan sebagai sumber inspirasi dalam membangun kemakmuran umat.

Dasarnya adalah mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, dalam hadits yang Diriwayatkan oleh Annas RA., ?Beberapa  barang  datang kepada Rasulullah dari Bahrain.  Rasulullah memerintahkan  kepada para sahabat untuk membagikannya di masjid, dan barang itu  merupakan jumlah terbesar yang pernah diterima Rasulullah SAW. Ia meninggalkannya  untuk  shalat  tanpa menengoknya sama sekali. Setelah usai shalat, Nabi duduk  di depan barang-barang tersebut dan membagikannya kepada siapa saja yang ia lihat. Al Abbas datang kepada beliau dan berkata, ?Wahai Rasulullah berikan padaku sebagian barang-barang itu, karena saya perlu memiliki bekal untuk saya dan Aqil.? Rasulullah lalu meminta ia untuk meng- ambilnya sendiri…?. (HR. Bukhari)

masjid-gedebog-pisang2Visi kemakmuran dunia dan akhirat sebagaimana tertuang dalam do?a yang paling mashur ?Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina ?adzabannar? ini kemudian kami artikulasikan dalam langkah-langkah konkrit sebagai berikut:

  • Pembangunan Masjid ?Gedebog? ini akan melibatkan aktifitas ekonomi dari ribuan atau bahkan puluhan ribu masyarakat langsung maupun tidak langsung. Yang langsung adalah aktifitas para ahli, pekerja, supplier, konsultan, kontraktor dan sub kontraktor;  sedangkan yang tidak langsung adalah para petani yang mengumpulkan gedebog kemudian mengolahnya menjadi anyaman atau tali, para pengumpulnya, jasa transportasinya, dst.
  • Pengalaman membangun masjid dengan teknologi material composites ini akan menjadi pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan kolektif masyarakat yang terlibat di dalamnya. Dengan ketrampilan tersebut, insya Allah secara bersama-sama kita bisa menggarap pasar yang lebih luas ? yaitu industri konstruksi secara umum, tidak hanya masjid ? tetapi sesudah ini rumah-rumah, gedung-gedung dan bahkan kapal-kapal yang dibutuhkan sangat banyak untuk negeri kepulauan inipun bisa kita bangun sendiri dengan teknologi composites yang sama.
  • Para jamaah dan peziarah yang akan mengunjungi masjid ini insya Allah kelak akan selalu terstimulasi pikiran dan kreatifitasnya, bahwa dari bahan gedebog yang selama ini dipandang tidak berguna, dengan izin Allah bisa dibangun bangunan yang kokoh ? tempat mengagungkan namaNya.  Insya Allah generasi masyarakat yang kreatif mensyukuri nikmat Allah, mengolah dan memakmurkan bumi akan benar-benar  lahir. Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS. Huud [11]: 61).
  • Setelah masjid ini jadi nantinya; berbagai program untuk memakmurkannya telah menanti. Sekolah Tahfidz Al-Quran sejak usia dini, pesantren wirausaha kelas reguler dan eksekutif, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pusat Pemberdayaan Umat, dlsb adalah beberapa program untuk kemakmuran masjid yang telah hampir tuntas kami susun.
  • Lokasi Masjid yang berada di pusat kegiatan Jonggol Farm yang di dalamnya sudah mulai berjalan embrio industri kambing susu dan kambing pedaging, industri susu kambing dan produk-produk turunannya, industri jamur dan pengolahan produk jamur, industri pengolahan buah dan hasil pertanian, dlsb insya Allah akan mendekatkan program pemakmuran umat ini dengan realitas ekonomi modern.
  • Masjid yang dibangun dari Gedebog Pisang yang merupakan salah satu tanaman surga ini insya Allah juga akan membawa nuansa tidak terputusnya urusan dunia kita dengan urusan akhirat, surga menjadi nampak begitu dekat setiap kali kita memandangi dan mengolah pohon-pohon pisang ini – semoga dengan pohon pisang yang kita olah menjadi rumahNya ini, kelak di akhirat kita benar-benar diizinkanNya untuk sampai kesana ?…berada di antara  pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas…?. (QS. Al-Waqi?ah [56]: 28-30)

masjid-gedebog-pisang3Bagaimana Anda dapat terlibat dalam program ini? Sebagai individu Anda dapat membantu kami dengan dana, sumber daya, material, pemikiran dan minimal do?a. Bila Anda bekerja di perusahaan-perusahaan atau institusi-institusi yang memiliki program Corporate Social Responsibility, Anda dapat menjadi penghubung kami agar person in charge untuk CSR di korporasi atau institusi Anda setidaknya aware atas apa yang sedang kami usahakan ? dan siapa tahu, apa yang kami lakukan in line dengan yang mereka pikirkan sehingga kita bisa bersinergi.

Penjelasan lebih detil dari Masjid ?Gedebog? Daarul Muttaqiin ini tersedia dalam bentuk file PDF yang dapat Anda unduh dengan klik disini. Bila diperlukan penjelasan lebih detil atau bahkan presentasi khusus, insya Allah dengan senang hati kami akan dapat lakukan.

Bila kelak masjid ini selesai terbangun, insya Allah ini akan menjadi pencapaian maksimal dari upaya hamba-hamba Allah yang lemah ini dalam memahami dan mensyukuri nikmatNya, mencerna sebagian kecil dari ilmu yang diberikan olehNya, menerapkan teknologi yang telah dimudahkanNya dan memadukan serta menggalang kekuatan umat yang telah digerakkan hatinya oleh Dia yang menguasai hati.

LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH…

Posted in Islamic ViewComments (0)

Sawu Sufufakum: Membangun Business Ecosystem Untuk Ekonomi Umat


Bagi yang rajin shalat jamaah 5 waktu, 5 kali sehari kita mendengar ucapan sawu sufufakumdari para imam yang memimpin shalat. Tuntunan ucapan ini berasal dari hadits Rasulullah SAW yang berbunyi: ?Luruskan (samakanlah) shaf-shaf kalian (beliau mengulangi 3 kali), maka demi Allah  hendaklah kalian meluruskan shaf kalian atau sungguh Allah akan menyelisihkan di antara hati-hati kalian.? (Hadist Shahih Riwayat Abu Dawud). Jadi 5 kali sehari kita diingatkan untuk merapatkan barisan, bahkan Allah-pun menyukai rapatnya barisan ini seperti dalam ayat ?Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti bangunan yang tersusun kokoh?  (QS As-Shaf [61]: 4).

Maka seandainya saja umat ini, dapat mengimplementasikan rapatnya barisan shalat ini kedalam kehidupan sehari-hari ? pastilah umat ini unggul di segala bidang seperti yang dijanjikan pula oleh Allah dalam ayat ?Dan janganlah kamu merasa lemah, dan jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi derajatnya jika kamu orang beriman? (QS Al-?Imran [3]: 139).

Ketika rapatnya barisan ini diimplementasikan dalam lingkungan usaha yang kemudian dikenal dengan istilah Business Ecosystem ? pun menjadikan business tersebut unggul ? meskipun yang menerapkan bukan orang yang beriman. Menurut penggagas teori Business Ecosystem ini – James F. Moore ? kekuatan business-business besar dunia terletak pada kokohnya Business Ecosystem yang berhasil dibangunnya.

James F. Moore

James F. Moore

Teorinya yang memenangkan McKinsey Award ini menjelaskan Business Ecosystem sebagai berikut: ?Komunitas ekonomi yang didukung oleh organisasi-organisasi dan individu-individu yang saling berinteraksi – mereka adalah organism (makhluk hidup) dalam dunia business. Organism ini terdiri dari suppliers, producers, competitors dan semua stakeholders. Dari waktu ke waktu mereka ber-evolusi  dalam peran dan kemampuan. Mereka merapat dalam barisannya masing-masing dengan dipimpin oleh satu atau lebih perusahaan inti. Perusahaan inti ini bisa saja berganti peran dari waktu ke waktu, kepemimpinan dari ecosystem ini  ditentukan oleh kemampuannya menggerakkan organism-organism di dalamnya, berbagi visi, merapatkan investasi dan memfasilitasi peran yang saling menunjang?.

Besarnya raksasa-raksasa usaha seperti Microsoft, Cysco dan lain sebagainya menurut Moore adalah karena mereka berhasil membangun ecosystem ini. Ecosystem mereka ini terdiri dari ribuan organism berupa suppliers, marketers, manufacturers, installers, dlsb yang saling ?menghidupi? satu sama lain.

Nah, bila teori ?rapatnya barisan? ini sukses diterapkan oleh orang-orang yang tidak pernah shalat, seharusnya umat ini dapat lebih unggul dari mereka karena kita setiap hari belajar merapatkan barisan ini 5 kali. Maka tidak seharusnya negeri yang mayoritas penduduknya rajin belajar merapatkan barisan ini menjadi negeri yang rata-rata penduduknya miskin.

Lantas bagaimana kita memulai membangun ecosystem kita sendiri yang sesungguhnya diambil dari nilai-nilai shalat berjamaah ini? Kita bisa mulai dari diri kita sendiri, mulai dari yang kita bisa. Kemudian dari yang kita bisa tersebut, kita tempatkan diri kita dalam barisan jamaah yang sesuai ? bisa sebagai imam maupun sebagai makmum. Sebagai imam harus memiliki visi yang jelas kemana ?jamaah? (business ecosystem) akan dibawa, sebagai makmum kita merapat di barisan dan mengisi shaf-shaf yang masih kosong. Imam selalu bisa salah/batal dan bisa diganti, makmum yang dibelakangnya harus mampu setiap saat menggantikan imam bila perlu.

Contoh aplikasinya yang sangat kecil tetapi sedang membangun ecosystem adalah situs ini. Awalnya adalah hanya ada Gerai Dinar yang menyebar-luaskan Dinar emas secara fisik maupun know how yang menunjangnya. Kemudian merapat di belakangnya puluhan agen yang rata-rata capable menggantikan peran kami kapan saja bila diperlukan.

Karena Dinar tidak untuk ditimbun, tetapi harus mampu menggerakkan ekonomi ? maka muncullah institusi keuangan BMT ? Daarul Muttaqiin (DM) dan jaringan-jaringan BMT/Koperasi lain yang bekerjasama dengannya. Kemudian karena kami dan DM membutuhkan mitra-mitra usaha yang professional dan terpercaya - Qowiyyun Amin ? maka lahirlah Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqqiin (PWDM).

Melalui program-program PWDM inilah kemudian Business Ecosystem yang lebih besar mulai ter-visi-kan. Dari berbagai angkatan (sekarang sudah 12 angkatan) kini telah lahir embrio-embrio dari industri perkambingan nasionalindustri jamurindustri makanan berbasis kambingindustri makanan bekuindustri composite materials dan insya Allah berbagai industri lain ke depan.

Selain masing-masing industri tersebut saling terkait dan saling membutuhkan layaknya sebuah ecosystem atau shaf dalam shalat, berbagai institusi lain kini tengah mulai bergabung ? mengisi shaf-shaf yang sebelumnya kosong. Ada beberapa perguruan tinggi negeri ternama yang kini mengolah pakan ternak untuk industri kambing kami, perguruan tinggi lain membuatkan pabrik pengolahan susu, ada pemain industri pangan besar yang siap mendukung project Planet Beku, ada perusahaan pembuat tas yang siap melengkapinya dengan tas khusus makanan beku, dlsb.

Sejauh ini memang baru beberapa ratus tenaga kerja yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam berbagai project tersebut. Namun di depan mata insya Allah kami juga siap membesarkan ecosystem ini menjadi ecosystem yang menampung ribuan atau puluhan ribu organism yang hidup di dalamnya baik dari kategori institusi atau individu. Bagaimana caranya?

Salah satu program kami sate kambing masuk mal ? urusan pemasarannya sudah ditampung oleh team yang dikepalai oleh seorang Doktor ekonomi dari institusi kenamaan. Mereka sanggup memasarkan 200 ekor kambing potong setiap hari, atau 6,000 ekor setiap bulan dan 72,000 setiap tahun. Bila rata-rata petani kambing bisa memelihara 12 ekor kambing setahun  dan menjualnya 1 ekor setiap bulan; maka pengadaan kambing potong tersebut bisa menciptakan 6,000 lapangan pekerjaan bagi peternak kambing.

Shalat Berjamaah: Lurus & Rapat

Shalat Berjamaah: Shaf Lurus & Rapat

Lantas project composites untuk membangun rumah dari Gedebog Pisang yang juga sangat banyak diresponse positif oleh pembaca; project percontohannya akan segera dimulai. Bahkan untuk pertama kalinya Rumah Gedebog yang akan kami bangun bukanlah rumah kita-kita, tetapi rumahnya Allah alias sebuah Masjid di Jonggol. Pembuatan mesin untuk mengolah gedebog menjadi bahan bangunan yang kokoh kini telah mulai, design masjid-nya pun insya Allah rampung dalam beberapa pekan ke depan.

Bersamaan dengan dimulainya pembangunan Masjid dari Gedebog Pisang inilah, insya Allah business ecosystem yang kita bangun bersama tersebut akan semakin membengkak ukurannya. Ribuan ibu-ibu di desa akan dapat segera mengolah Gedebog Pisang menjadi anyaman-anyaman yang kemudian kita beli untuk bahan baku industri composites tersebut di atas. Bahkan kalau mau, Anda sekarang sudah dapat mulai menanam pisang atau mengajak orang lain menanam pisang. Buahnya Anda jual ke pasar seperti biasa, Gedebog Pisangnya Anda olah menjadi anyaman ? kemudian Anda jual ke kami.

Bila tadinya kita hanya shalat di mushalla yang kecil dengan beberapa puluh jamaah (agen Dinar awalnya), saat ini kita sedang siap-siap shalat hari raya di lapangan yang akan melibatkan ribuan atau bahkan puluhan ribu jamaah. Tentu saja selain imam harus tahu betul kemana arah kiblat dan jamaah-jamaah pinter yang siap menggantikan imam kapan saja bila dibutuhkan, kita juga butuh jamaah umum yang tertib dan mau merapatkan barisan ? mengisi shaf-shaf yang masih kosong di depan… Sawu Sufufakum…! Allahu Akbar!!!

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

Rumah Dari Gedebog Pisang, Bukan Mimpi…


Salah satu wisdom dalam berwirausaha yang saya pelajari dari para wirausahawan sukses Indonesia adalah kemampuan mereka menggarab basic needs atau kebutuhan pokok. Ini ciri khas potensi besar di negara-negara yang memang basic needs-nya masih mendominasi belanja masyarakat. Di negeri kita basic need ini tidak terlepas dari 3 hal yaitu Sandang, Pangan dan Papan.

Di Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin hanya sandang yang belum kita garap karena kita belum menemukan celah yang pas untuk bersaing dengan serbuan produk murah yang berasal dari China. Untuk pangan kita masuk melalui sudut pandang dan peluang yang unique antara lain melalui project Planet JamurSusu Kambing dan Daging Kambing.

Untuk papan, lagi-lagi insya Allah kita akan masuk melalui celah peluang yang unique pula yaitu melalui bahan-bahan bangunan berteknologi tinggi namun murah sehingga terjangkau oleh seluas mungkin masyarakat Indonesia. Selain terjangkau, kami juga mencanangkan bangunan tahan gempa ? karena gempa bumi kini di Indonesia sudah menjadi rutinitas yang bisa terjadi kapan saja.

Bahan bangunan apa yang memenuhi kriteria tersebut? Bahan bangunan berbasis composites yang teknologinya kini kami dalami dan bahkan pabrik composites kami yang pertama telah dalam proses instalasi ? insya Allah bisa menjawab tantangan tersebut. Awalnya pabrik composites ini memang akan membangun kandang-kandang kambing berteknologi tinggi dengan serat alami dari bambu.

Namun teknologi dan pabrik yang sama sesungguhnya dapat juga dipakai untuk memproduksi berbagai bahan bangunan untuk berbagai kebutuhan dari berbagai material. Salah satunya yang kami bidik adalah gedebog pisang atau dalam bahasa inggris disebut banana pseudostem (maaf saya belum ketemu bahasa Indonesia yang pas untuk gedebog pisang ini karena umumnya disebut batang pisang ? tetapi kurang pas karena dia sesungguhnya bukan batang).

Gedebog/Batang Pisang

Gedebog/Batang Pisang

Mengapa gedebog pisang?

  1. Karena pisang (Musa Acuminata Colla) adalah tumbuhan rakyat yang bisa tumbuh dimana saja dengan melimpah di negeri ini.
  2. Gedebog pisang selama ini lebih banyak dianggap sebagai sampah ketimbang bahan baku yang bisa jadi bernilai ekonomi tinggi.
  3. Penyebarannya di masyarakat luas memungkinkan pemberdayaannya akan menimbulkan lapangan kerja yang luas pula.
  4. Serat yang dihasilkan dari gedebog pisang atau banana pseudostem fibre dari berbagai riset yang dilakukan di negeri tetangga India dan Malaysia, memenuhi syarat untuk bahan baku industri umumnya dan bahan baku composites khususnya.

Bila di negara lain gedebog pisang mulai dilirik untuk membuat berbagai perabot rumah tangga, produk-produk seni dan kerajinan bahkan juga untuk komponen kendaraan bermotor, mengapa tidak kita canangkan sebagai salah satu bahan bangunan yang berteknologi tinggi namun terjangkau bagi masyarakat luas ke depan?

Teknologi membuat serat dari gedebog pisangnya sederhana, teknologi untuk composites-nya dan bahkan pabriknya-pun kini telah kita punya, lantas apalagi masalahnya?

Masalah yang juga bisa berarti peluang (bagi yang mau menggarapnya) adalah tersebarnya bahan baku tersebut. Bagi Anda yang bisa melihat ini sebagai peluang, disinilah peluang tersebut.

  • Bila Anda mahasiswa teknik tingkat skripsi, Anda bisa menjadikan ini bahan skripsi Anda ? sehingga kelak Anda-lah ahli di bidang gedebog pisang yang berpeluang luar biasa ini. Lebih dari itu, kami bersedia menjadi sponsor untuk thesis S1, S2 maupun S3 untuk subject yang relevan dengan gedebog pisang ini.
  • Bila anda ahli logistik dengan jaringan luas; mendidik masyarakat untuk mengolah serat gedebog pisang kemudian mengumpulkannya untuk dijual ke industri composites kami ? barangkali inilah peluang baru bagi bisnis Anda.
  • Bila Anda aktifis LSM untuk pemberdayaan masyarakat, bisa jadi gedebog pisang ini menjadi project pemberdayaan yang paripurna bagi institusi Anda.
  • Bila Anda politikus yang ingin secara konkrit menciptakan pekerjaan seluas mungkin untuk mengumpulkan dukungan yang genuine bagi partai Anda dalam pemilu 2014, maka bisa jadi pula gedebog pisang ini juga merupakan salah satu peluang Anda untuk dapat membangun konstituen Anda yang mengakar di masyarakat.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang peluang ini, silahkan menghubungi kami di gedebogpisang@dinarislam.com. Bersama, Insya Allah kita bisa! Amin.

Posted in Business OpportunityComments (0)

Ayub-Ayuben: Ketika Kita Takut Jatuh


Bagi Anda yang belum bisa berenang, bayangkan Anda berdiri di pinggir kolam yang dalam…; Apa yang Anda rasakan? Yang hampir pasti muncul adalah rasa takut untuk tenggelam. Seolah kolam menarik Anda untuk terjun, tetapi ada rasa takut yang sulit digambarkan kecuali oleh istilah jawa yang disebut ayub-ayuben.

Ayub-ayuben juga terjadi ketika Anda berada di tempat yang tinggi, melihat ke bawah dan ada rasa takut jatuh yang sulit digambarkan. Namun untuk kepentingan tulisan ini tidak saya gunakan ayub-ayuben di tempat yang tinggi sebagai bahan bahasan karena saya tidak ingin mendorong Anda melompat jatuh.

Bagi Anda yang masih ayub-ayuben di pinggir kolam yang dalam, sebenarnya ada cara ilmiah untuk melawannya dengan akal. Yaitu dengan mengetahui bahwa massa jenis tubuh manusia sebenarnya berada di angka rata-rata 1.01 gr/cm3. Apa maknanya ini? Bila massa jenis air 1.00 gr/cm3 (pada suhu 4 oC), dengan sedikit effort saja ? asal Anda tidak panik ? tubuh Anda akan mengambang ? karena massa jenis tubuh Anda yang sangat mendekati massa jenis air ini.

Massa jenis air laut bahkan mencapai 1.03 gr/cm3, artinya tubuh kita seharusnya otomatis mengambang di laut ? lagi-lagi bila kita tidak panik ketika kecebur di laut sekalipun!

Ayub-ayuben berada di pinggir kolam renang ini mirip sekali dengan apa yang kita rasakan sebelum terjun pada dunia usaha atau wiraswasta. Sebagai karyawan, Anda terlanjur merasakan betapa enaknya menerima gaji setiap bulan, biaya kesehatan, pensiun dan lain sebaginya. Bagi yang mencapai tingkat eksekutif menerima juga berbagai fasilitas melimpah seperti mobil, sopir, semua biaya ditanggung ? bahkan tidak jarang juga yang mendapat fasilitas rumah. Enak bukan?

Comfort zone inilah yang membuat mayoritas karyawan dan juga eksekutif ayub-ayuben untuk terjun menjadi wiraswastawan, sampai mereka terpaksa melakukannya ketika harus (di) pensiun (kan) dari perusahaan atau institusi tempatnya semula bekerja.

Lantas bagaimana menghilangkan rasa ayub-ayuben ini? Sama dengan menyadari bahwa tubuh kita bermassa jenis 1.01 gr/cm3 tersebut di atas. Sebagaimana kita ditakdirkan untuk mudah berenang atau mengambang di atas air, kita juga ditakdirkan mudah (bahkan dijamin) untuk mendapatkan rizki sampai akhir hayat kita. Yang membuat tubuh kita seperti ini, sama dengan yang memberinya rizki kita semua.

Bahkan dalam salah satu tulisan saya sebelumnya ?Dan Di Langit Terdapat Rizkimu…?, saya beri contoh betapa rizki Allah ditaburkan di sekitar kita tanpa kita sadari. Rizki kita bukan dari kantor tempat kita bekerja, bukan dari instansi tempat kita mengabdi ? mereka hanya sarana yang untuk sementara waktu dipilih Allah untuk menyalurkan rizki yang diberikanNya kepada kita.

Sarana bisa berganti kapan saja tidak masalah, sumber yang memberinya akan tetap ada. Bahkan ketika kita merasa rizki yang kita terima kurang, mungkin sarananya yang lagi  macet ? kita diajariNya untuk minta langsung kepada Sang Pemberi Rizki dengan cara beristigfar (QS. Nuh (71): 10 -12).

Lebih jauh lagi, alangkah indahnya bila kita bisa berperan menjadi sarana untuk penyaluran rizki dariNya untuk orang-orang di sekitar kita. Hal ini antara lain bisa kita lakukan bila kita menciptakan lapangan kerja bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang lain.

Kita berani nyebur ke kolam yang dalam atau bahkan laut sekalipun, karena kita yakin bisa mengambang. Kita berani menempuh risiko-risiko usaha yang tidak terbayangkan sebelumnya karena kita yakin rizki Allah selalu ada untuk kita semua ? sampai akhir hayat kita.

Jadi ayo lawan rasa ayub-ayuben ini, ayo ciptakan lapangan kerja… negeri ini sangat membutuhkannya! Insya Allah.

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

Kapan Waktu Beli Emas/Dinar Terbaik & Kapan Waktu Jual?


Hal yang paling banyak ditanyakan oleh pembaca situs ini ke saya adalah pertanyaan seputar kapan waktu terbaik untuk membeli Dinar/Emas dan kapan waktu terbaik untuk menjualnya. Tulisan ini untuk memberi jawaban secara umum, agar jumlah e-mail yang saya harus jawab menurun :) .

Untuk membeli emas atau Dinar dengan tujuan membangun ketahanan ekonomi jangka panjang, agar anak-anak bisa sekolah sampai tuntas, agar ketika tua kita tidak menjadi beban orang lain, agar aset yang merupakan hasil jerih payah kita tidak terus menurun nilainya dari waktu ? ke waktu; maka membeli emas untuk tujuan ini dapat dilakukan kapan saja.

Dalam rentang waktu jangka menengah/panjang, tidak ada istilah ketinggian untuk harga emas atau Dinar. Ketika harga Dinar pertama kali menyentuh nilai Rp 1,000,000/Dinar (emas di kisaran Rp 237,000/gram) sekitar 2.5 tahun lalu ? tepatnya tanggal 27 Oktober 2007; saat itu banyak yang berpendapat harga Dinar sudah ketinggian ? lalu sementara permintaan Dinar menurun.

Ironinya ketika 13 bulan kemudian (27/11/2008)  harga Dinar menyentuh angka Rp 1,400,000/Dinar (emas di kisaran Rp 325,000/gram), permintaan Dinar justru mencapai titik tertingginya. Kemudian 3 bulan berikutnya lagi (19/02/2009) ketika angka menyentuh Rp 1,600,000/ Dinar (emas di kisaran Rp 373,000/gram), kembali permintaan Dinar mencapai titik tertinggi berikutnya.

Dari fakta-fakta di atas, Anda akan mudah memahami bahwa bila Anda menabung untuk tujuan proteksi nilai atau membangun ketahanan ekonomi  dalam jangka panjang ? maka tidak ada waktu yang salah untuk memindahkan aset Anda dari aset yang berpeluang mengalami debasement (penurunan nilai) yaitu uang kertas ke aset yang terbukti memiliki daya beli stabil sepanjang zaman yaitu emas atau Dinar.

Apakah trend yang terjadi seperti yang ditunjukkan oleh angka-angka tersebut di atas akan terus berlangsung? dan harga emas/Dinar yang  sekarang dianggap sudah benar-benar ketinggian oleh sebagian orang ? akhirnya akan turun juga?

Dalam jangka pendek iya, bisa jadi harga emas/Dinar akan turun. Namun sekali lagi dalam jangka panjangnya ? lebih banyak faktor fundamental yang mendorongnya naik ketimbang turun. Salah satu faktor yang sangat dominan adalah realitas bahwa uang kertas dunia saat ini dibangun dengan hutang ? ketika hutang menumpuk dan tidak ada lagi yang bisa/mau memberi hutangan  baru ? sedangkan hutang lama harus dibayar ? maka pasti uang kertas jatuh nilainya.

OECDGrafik di atas adalah prediksi OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) untuk negara-negara yang konon paling kuat ekonominya. Rata-rata negara anggota OECD ternyata akan memiliki hutang (liabilities) yang melebihi GDP-nya tahun depan (2011). Dari grafik di atas, dapat kita ambil kesimpulan sederhana bahwa seluruh mata uang negara-negara anggota OECD akan turun significant (mengalami debasement) dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama ? kecuali China. Ketika nilai uang kertas jatuh, apa yang terjadi dengan harga emas dan benda riil lainnya? Sederhana, harga emas dan benda riil lainnya akan melambung!

Untuk sementara China berkemungkinan bisa bertahan paling lama dalam hal kekuatan mata uangnya. China juga merupakan negara yang sangat pintar dalam mendorong rakyatnya membangun ketahanan ekonomi ? dengan menganjurkan langsung dan mempermudah rakyatnya membeli emas ? mumpung ekonomi mereka kuat dan uang mereka lagi perkasa.

Jadi kalau kita mau belajar sampai ke negeri China termasuk dalam hal ketahanan ekonomi ini, maka insya Allah tidak ada waktu yang salah untuk membeli emas atau Dinar.

Membeli emas/Dinar hanya akan salah bila tujuannya untuk spekulasi jangka pendek. Karena dalam jangka pendek harga emas akan terus bergejolak ? sehingga sangat mungkin Anda merugi karena fluktuasi ini.

Lantas kapan waktu menjualnya yang terbaik? Yang terbaik adalah ketika Anda membutuhkannya untuk keperluan riil seperti membayar sekolah, pergi haji, membayar rumah, membayar biaya kesehatan, memindahkan ke investasi sektor riil, dlsb. Anda tidak akan pernah menyesal mencairkan emas atau Dinar Anda untuk keperluan-keperluan yang riil tersebut.

Sebaliknya bila Anda menjual emas/Dinar hanya karena tertarik harga lagi tinggi ? maka sangat mungkin Anda bisa menyesal karena angka tertinggi saat ini ? bisa saja menjadi kelihatan sangat rendah hanya dalam belasan bulan ke depan seperti contoh angka-angka tersebut di atas.

Ringkasnya adalah membeli emas/Dinar yang terbaik adalah pada saat Anda memiliki excess fund untuk keperluan jangka panjang; dan menjualnya terbaik adalah ketika Anda membutuhkannya untuk menutup kebutuhan yang riil.

Sebaliknya membeli emas/Dinar untuk tujuan spekulasi jangka pendek selalu berpeluang untuk rugi karena fluktuasi jangka pendek; dan demikian pula menjual emas/Dinar hanya karena melihat harga tinggi sesaat ? juga bisa menyesal ? karena rekor-rekor tertinggi harga emas akan terus bermunculan sejalan dengan debasement mata uang kertas. Wa Allahu A?lam.

Posted in Financial PlanComments (1)

Dinar Equity Exchange: Jual Beli Yang Nyaris Tanpa ?Uang?


Krisis finansial global sungguh memberikan banyak hikmah bagi yang mau mengambil pelajaran darinya, salah satunya adalah pasar property di Amerika Serikat seperti yang ditulis oleh penulis kondang Robert Kiyosaki dalam bukunya The Real Book of Real Estate (Vanguard Press, 2009).

Dalam buku tersebut sebenarnya Robert Kiyosaki tidak menulisnya sendiri, dia hanya meng-compile pengalaman-pengalaman dari para praktisi real estate terbaik di negeri itu. Dari sekian banyak pengalaman-pengalaman tersebut, di sini saya hanya ambil satu saja yang menurut saya paling menarik yaitu pengalaman yang ditulis oleh Wayne Palmer seorang Exchangor atau Equity Marketing Specialist (EMS).

Profesi apakah EMS ini sebenarnya? Saya kesulitan mencari padanannya yang pas tetapi kurang lebih adalah semacam fasilitator perdagangan barter terutama untuk asset-aset bernilai tinggi seperti rumah, hotel, perkantoran, tanah perkebunan, dlsb.

Profesi EMS ini menjadi semakin penting belakangan ini di Amerika justru setelah mereka dilanda krisis. Begitu banyak orang ingin menjual atau mengganti rumahnya tetapi begitu sedikit pembeli yang punya uang. Uang (likuiditas) menyusut dengan drastis sehingga kalau hanya mengandalkan harus adanya uang untuk terjadi transaksi property, maka sangat sedikit property yang bisa berganti tangan semasa krisis ini.

Lantas apa solusinya? Barter antara pemilik rumah yang satu dengan pemilik rumah yang lain menjadi pilihan yang sangat menarik. Hanya saja barter rumah bukanlah hal yang mudah dilakukan, karena seandainya si A dan si B sama-sama ingin menukar rumahnya ? belum tentu A cocok dengan rumah si B dan sebaliknya.

sebelum-exchangeDisinilah dibutuhkan keahlian khusus untuk meng-arrange sejumlah orang yang ingin menukar rumahnya satu sama lain, yang masing-masing mendapatkan apa yang diinginkannya dan sekaligus memperoleh orang yang mau menerima apa yang ingin ditawarkannya.

Sebelum saya memberikan contoh, saya ganti dahulu mata uang atau timbangannya menjadi Dinar dan bukannya US$ – Mengapa? Karena sifat uang kertas yang nilainya terus menurun termasuk US$ – membuat mata uang US$ ini sebenarnya tidak dapat digunakan sebagai penilai yang adil bagi objek-objek yang akan di-barter-kan.

Sebaliknya Dinar adalah benda riil yang memiliki nilai intrinsik dan terbukti memiliki tingkat inflasi rata-rata 0% lebih dari 1400 tahun, akan menjadi penilai yang sempurna bagi sistem Equity Marketing yang di Amerka Serikat bahkan sudah ada asosiasinya yaitu National Council of Exchangors dan Society of Exchange Counselors ini.

Karena berbasis Dinar, maka sistem barter property ini saya namakan saja Dinar Equity Exchange (DEE). Bagaimana cara kerjanya? Berikut sebagai contoh.

Perhatikan gambar di atas; Pak Abdullah saat ini memiliki rumah setara 160 Dinar yang sebagian masih hutang KPR setara 60 Dinar. Karena naik pangkat dan pekerjaannya menuntut Pak Abdullah pindah rumah ke dekat kantor, maka beliau ingin pindah ke rumah di pusat kota meskipun harus menambah/memperbesar pinjaman rumahnya.

Pak Abdurahman juga demikian, disamping ingin memperbesar rumah dari rumahnya yang sekarang setara 100 Dinar, Pak Abdurahman perlu uang tunai setara 20 Dinar. Karena gajinya lumayan besar, Pak Abdurahman tidak keberatan untuk mengambil KPR untuk menutupi kekurangan dari pembelian rumahnya yang baru.

Pak Abdurrahman tertarik dengan rumah pak Abdullah, tetapi Pak Abdullah tentu tidak tertarik dengan rumah Pak Abdurrahman karena yang dibutuhkan Pak Abdullah adalah Rumah yang lebih besar di pusat kota, bukan rumah yang lebih kecil. Jadi barter belum bisa terjadi hanya 2 orang antara pak Abdullah dengan pak Abdurrahmann.

sesudah-exchangeMaka perlu kehadiran pihak ke-3, katakanlah namanya pak Abdurrazak yang sudah pensiun dan pingin rumah di pinggiran kota. Pak Abdurrazak ini punya rumah yang besar, namun juga punya hutang yang banyak. Dia hanya ingin pindah ke rumah yang kecil saja, dan juga ingin seluruh hutangnya lunas. Rumah Pak Abdurrahman sudah memadai bagi Pak Abdurrazak sekarang. Secara kebetulan rumah Pak Abdurrazak juga diminati oleh Pak Abdullah. Maka 3 orang tersebut bisa saling melakukan barter dalam 1 scheme dan hasilnya seperti pada gambar di samping.

Karena terdiri dari 3 pihak, maka solusi ini disebut Three-Way Exchange, sangat langka barter bisa terjadi antara 2 pihak saja atau Two-Way Exchange. Yang lebih sering diperlukan keterlibatan banyak pihak untuk bisa saling memenuhi kebutuhan masing-masing. Kalau tiga juga tidak cukup, dicari orang ke-4, kalau 4 belum cukup maka dicari orang ke-5 dan seterusnya. Barter yang melibatkan sejumlah besar orang ini disebut Multileg Exchange.

Di zaman informasi ini, urusan me-matching-kan antara sekian banyak kebutuhan dan sekian banyak penawaran dapat dilakukan dengan teknologi ? minimal untuk identifikasi awal calon-calon exchangor yang diperkirakan tepat untuk diajak dalam 1 exchange scheme. Jadi secara teknis  tidak terlalu sulit untuk mengimplementasikan Dinar Equity Exchange ini.

Namun sebelum Anda keburu ingin menukar rumahnya melalui sistem ini ke rumah yang lebih besar atau sebaliknya; tunggu dahulu kesiapan kita untuk merapikan segala sesuatunya.

Di antara yang masih kita perlukan adalah team yang mengurusi aspek legal, perpajakan, pembiayaan, pertanahan, ahli penilai, ahli properti, dlsb. Setelah team ini ada, teknologi siap ? maka insya Allah konsep Dinar Equity Exchange ini akan jalan pada waktunya. Bila Anda memiliki salah satu keahlian tersebut dan ingin aktif mengimplementasikan konsep ini, kami akan dengan senang hati mengundang Anda pada acara brainstorming session dan pembentukan team inti kita (team@dinarislam.com). Insya Allah.

Posted in Business OpportunityComments (0)

Digital Nomad: Generasi Pekerja Baru


Ada pemandangan baru yang sejak beberapa tahun ini mulai marak di café, restaurantfood court, bandara, terminal dan bahkan di emperan Masjid. Pemandangan ini adalah orang-orang yang tidak mengenal usia asyik ber-internet dengan berbagai keperluannya. Kebanyakan mungkin (masih) untuk sekedar main-main atau membuang waktu percuma; tetapi tidak sedikit pula di antara mereka yang sedang serius bekerja menangani hal-hal yang sangat produktif.

Para pekerja yang tidak lagi tergantung pada tempat dan waktu ini, mereka bisa bekerja kapan saja dan dimana saja asal bisa connect dengan internet. Melalui internet ini pula pekerjaan mereka dilaporkan keatasannya, di-share dengan mitra kerja, ditindak lanjuti sub-ordinate-nya; di-response kliennya, dlsb. Pekerja generasi baru inilah yang disebut pekerja Digital Nomad.

Bagi perusahaan yang meng-optimalkan pekerja Digital Nomad ini bisa sangat diuntungkan karena tidak harus menyediakan kantor yang mahal, biaya transportasi, listrik, dlsb.  Bagi pekerja Digital Nomad sendiri, ini juga menjadi peluang tersendiri untuk bisa bekerja sesuai selera kapan dan dimana dia suka -  hemat waktu dan biaya. Penghematan ini mulai dari waktu perjalanan ke kantor sampai biaya pakaian. Bagi pemerintah ini juga bisa menghasilkan penghematan yang luar biasa dalam bentuk berkurangnya kemacetan, kebutuhan listrik, bahan bakar, dlsb.

Dahulu ketika saya masih ngantor di pusat kota misalnya, setiap hari saya sekitar 3 jam pergi pulang di mobil. Dengan saya memutuskan untuk tidak bekerja di pusat kota Jakarta pada saat usia produktif; kepadatan lalu lintas Jakarta telah berkurang satu mobil setiap hari; 15 liter bensin dihemat setiap hari; sekian CO2 terkurangi.

Bila langkah ini diikuti oleh 1,000 orang, maka kepadatan lalu lintas Jakarta akan berkurang secara significant. Apalagi kalau yang mengikutinya 1 juta orang. Maka inilah menurut saya salah satu cara Jakarta melawan kemacetan dan polusi udara. Bukan hanya kemacetan dan bahan bakar yang dihemat, tetapi juga dari makanan dan pakaian.

Bila Anda bekerja di kantor ? ongkos makan siang Anda cenderung jauh lebih mahal ketimbang keluarga Anda yang di rumah. Pakaian juga demikian, bila Anda eksekutif secara berkala Anda harus membeli baju baru, dasi dan bahkan jas untuk bekerja. Ini semua tidak Anda perlukan bila Anda pekerja Digital Nomad. Bekerja dengan sarungan-pun jadilah, karena sarung ini adalah salah satu pakaian nasional kita yang selama ini  termarginalkan.

Apakah ini mudah dilakukan? Mudah sih tidak, karena menyangkut perubahan budaya yang luar biasa. Tetapi bagi pimpinan-pimpinan kantor yang berwawasan ke depan, bisa jadi inilah peluang Anda untuk membawa perusahan atau instansi Anda untuk unggul di era teknologi yang mau tidak mau kita telah memasukinya. Bila Anda tidak segera mulai, sedangkan pesaing Anda memulai lebih dahulu ? kemungkinan besar Anda akan kalah bersaing dalam efisiensi dan akan ditinggalkan oleh tenaga-tenaga terbaik Anda. Mengapa demikian?

Kalau ditanya diri kita masing-masing; besar kemungkinan kita sebenarnya ingin bekerja secara bebas tidak dikungkung tempat dan waktu. Nah kalau tenaga terbaik Anda ditawari oleh pesaing Anda dengan system kerja bebas semacam ini, besar peluangnya dia akan terpengaruh. Sebaliknya kecil sekali kemungkinan Anda bisa merekrut tenaga-tenaga yang sudah terbiasa kerja secara Nomad untuk nongkrong di kantor tertentu pada jam tertentu.

Apakah pekerjaan ala Digital Nomad ini hanya cocok untuk pekerjaan seperti penulis, wartawan, designer, programmer dan sejenisnya? Sebelum saya ikut menerjuninya dahulu saya juga berpendapat demikian. Namun setelah saya benar-benar terjun di dalamnya;  ternyata bekerja dengan model Digital Nomad, dapat pula dilakukan untuk pekerjaan-pekerjaan yang dahulu tidak terbayangkan ? toko emas ?pun seperti Dinar Islam dapat dijalankan fully secara Digital Nomad. Kadang saya bekerja di rumah, kadang di Masjid, kadang di Mall; kadang di Mobil bahkan sering dari kandang kambing di Jonggol yang sudah internet ready.

Pekerjaan seperti yang Anda lakukan sekarang-pun sangat mungkin ditangani secara Digital Nomad bila Anda (dan atasan Anda bagi yang punya atasan) mau berpikir serius. Hampir seluruh pekerjaan kantoran pada umumnya, bisa dilakukan oleh para Digital Nomad sekarang; hanya sebagian kecil saja yang belum bisa dilakukan seperti pekerjaan customer services, dan pekerjaan lain yang membutuhkan kehadiran fisik ? tetapi inipun jumlahnya akan terus menurun sejalan dengan kemajuan teknologi.

Apakah Anda siap untuk pekerjaan Digital Nomad ini? Tes-nya sederhana saja. Drive atau penggerak produktifitas Anda ada dalam diri Anda atau ada di luar diri Anda? Bila Anda memiliki self drive untuk bekerja optimal tanpa harus ditongkrongi atasan Anda; maka insya Allah Anda siap untuk memasuki jenis pekerjaan para Digital Nomad.

Siapa sih yang tidak ingin bekerja dekat rumah, bisa mengatur waktu secara fleksibel, bisa memiliki quality time untuk keluarga? Lebih-lebih bagi kaum wanita. Dengan Digital Nomad Anda bisa berkarir sampai manapun ? tanpa harus meninggalkan fitrah ke-ibu-an Anda untuk dekat dan mendidik anak-anak Anda kapan-pun mereka membutuhkannya. Insya Allah?

Posted in Business OpportunityComments (0)

Pinjaman Tanpa Beban Dari Kami & BMT Daarul Muttaqiin


Dalam berbagai tulisan saya di situs ini saya banyak sekali menekankan bahwa bila Dinar hendak digunakan sebagai investasi, maka orientasinya harus jangka panjang. Oleh karenanya yang cocok direncanakan dengan Dinar adalah kebutuhan-kebutuhan jangka panjang seperti biaya sekolah anak, Ongkos Naik Haji (ONH), tabungan untuk pembelian rumah, dana pensiun, dlsb.

Meskipun demikian tidak dapat dipungkiri bahwa kita juga sering menghadapi problem jangka pendek sesaat seperti biaya pengobatan atau kebutuhan mendesak lainnya. Dinar Anda tentu juga sangat berguna untuk kebutuhan yang mendesak tersebut.

Masalahnya adalah bagaimana bila kebutuhan mendesak tersebut timbul pada saat harga Dinar rendah seperti hari-hari ini? Kalau Dinar dijual pada saat harga rendah sedangkan waktu beli harganya masih tinggi ? kan rugi? Disinilah letak keunggulan kami beserta para mitranya untuk tidak henti-hentinya mencari solusi terbaik agar pengguna Dinar tidak dirugikan.

Untuk mengantisipasi potensi kerugian seperti dalam kasus tersebut misalnya, kami bekerjasama dengan BMT Daarul Muttaqiin kini dapat memberikan fasilitas Pinjaman Tanpa Beban apapun ? dengan jaminan Dinar Anda.

Jadi bila Anda membutuhkan Rupiah dari Dinar Anda sedangkan saat itu harga Dinar lagi rendah kalau dijual sayang, maka Anda dapat mengajukan Pinjaman Tanpa Beban (tanpa bunga, tanpa margin atau apapun namanya) dengan menyerahkan Dinar yang Anda miliki sebagai jaminannya.

Anda bisa memperoleh Pinjaman Tanpa Beban ini sampai 90% dari harga beli Dinar Anda ? mengacu pada harga beli Dinar di DinarIslam.com.

Sebagaimana sifatnya pinjaman ini adalah untuk kepentingan dana darurat, maka pinjaman dibatasi waktunya maksimal dalam 6 bulan. Bila dalam waktu tersebut peminjam belum melunasi pinjamannya, maka Dinar yang digunakan sebagai jaminan akan dijual pada harga yang berlaku saat itu.

Bila ada kelebihan atas hasil penjualan ini maka sisanya akan dikembalikan ke peminjam, atau sebaliknya juga demikian ? bila hasil penjualan jaminan tidak cukup untuk melunasi pinjaman ? maka sisanya akan ditagih kembali.

Pinjaman Tanpa Beban untuk keperluan darurat ini tidak diarahkan untuk keperluan komersial atau konsumtif, jadi yang mengajukan pinjaman akan diminta menjelaskan sifat dari kebutuhan dana darurat tersebut sebelum pinjaman disetujui. Persetujuan pinjaman adalah hak prerogatif BMT Daarul Muttaqiin.

Semoga tambahan solusi ini bermanfaat bagi para pengguna Dinar. Amin.

Posted in Financial PlanComments (0)

Dahsyatnya Kekuatan Basmalah


Menyambung tulisan sebelumnya tentang Makna & Lafadz Basmalah, berikut ini riwayat-riwayat yang menjelaskan bagaimana Dahsyatnya Lafadz Basmalah bila diucapkan oleh seorang muslim dengan hati yang khusyu’ dan yakin, sehingga bisa merasakan kebesaran Allah dan membenarkan sabda Rasul-Nya.

1. Melemahkan Kekuatan Syetan dan Mengecilkan Bentuknya
Rasulullah SAW bersabda, dari Abdul Mulih, dari seorag lelaki ia berkata, “Aku pernah dibonceng oleh Rasulullah SAW di atas keledainya. Ketika keledainya itu tersandung aku berkata, “celakalah syetan!

Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah berkata seperti itu, karena syetan akan membesar sampai sebesar rumah lalu berkata, “Aku telah membantingnya dengan kekuatanku.” Akan tetapi bacalah Bismillah, karena jika kamu baca itu ia akan mengecil hingga sekecil lalat.” (HR. Abu Dawud dan an-Nasai, dan dishahihkan oleh Albani)

2. Memblokir Masuknya Syetan ke Rumah
Rasulullah SAW bersabda, “Dan tutuplah pintu kalian seraya membaca Bismillah, karena syetan tidak akan mampu membuka pintu yang tertutup (dengan membaca Bismillah).” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

3. Membuat Syetan Muntah-Muntah
Umayah bin Muhsin berkata, “Ketika Rasulullah SAW sedang duduk, ada seorang laki-laki sedang makan dan ia tidak membaca Bismillah sampai makannya hampir habis hanya tingal satu suapan. Lalu ketika dia menyuapkan suapan itu ke mulutnya, dia membaca, “Bismillahi awwaluhu wa akhiruhu” (dengan nama Allah di awal dan di akhirnya). lalu tertawalah Rasulullah SAW, kemudian beliau bersabda, “Syetan masih terus makan bersamanya, tetapi ketika ia membaca Bismillah, syetan pun langsung memuntahkan apa yang ada di perutnya.” (HR. Abu Dawud dan an-Nasai)

4. Memproteksi Diri dari Gangguan Syetan Sepanjang Hari
Kata Utsman bin Affan, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca do’a ini di saat sore tiba,

(?????? ????? ??????? ??? ??????? ???? ??????? ?????? ??? ????????? ????? ??? ?????????? ?????? ??????????? ??????????? (??????? ????????

“Dengan nama Allah (Bismillah), yang dengan nama-Nya tidak akan bisa membayakan sesuatu pun yang ada di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (tiga kali).”

maka ia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai pagi hari. dan barangsiapa yang membacanya di sore hari, maka ia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai sore hari.” (HR. at-Tirmidzi)

5. Perisai Diri dari Kejahatan yang ada di Luar Rumah
Anas bin Malik menceritakan, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa keluar dari rumahnya membaca “Bismillah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah“, maka katakan kepadanya, “Kamu telah tercukupi dan terlindungi”, dan syetan pun akan menjauh darinya.” (HR. Abu Dawud)

6. Menutup Penglihatan Jin
Anas bin Malik menceritakan, Rasulullah SAW bersabda, “Yang bisa menutup aurat anak Adam dari pandangan mata jin, ketika hendak menanggalkan pakaiannya adalah membaca, “Bismillahilladzi la ilaha illa huwa” (Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia).” (HR. Ibnu Sunni)

Ali bin Abi Thalib berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sebagai penutup aurat anak Adam dari pandangan mata jin, ketika memasuki WC adalah membaca Bismillah.” (HR. at-Tirmidzi)

7. Melindungi Generasi dari Gangguan Syetan
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian hendak mendatangi istrinya (menggaulinya), bacalah “Bismillah“, Ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari yang akan Engkau rizkikan kepada kami (anak). Karena bila Allah mentakdirkan bagi keduanya seorang anak, maka syetan tidak akan bisa mencelakakannya selamanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

8. Memboikot Syetan yang ada Dalam Rumah
Dari Jabir ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang masuk rumahnya, lalu membaca Bismillah pada saat masuk dan pada saat makan, maka syetan berkata (kepada teman-temannya), “Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam bagi kalian.” Tetapi jika seseorang masuk rumahnya dengan tidak membaca Bismillah, maka syetan berkata (kepada teman-temannya), “Kalian dapat bermalam”. Bila ia tidak membaca Bismillah saat makan, syetan berkata (pada teman-temannya), “kalian dapat tempat bermalam dan makan malam.” (HR. Muslim)

9. Mendatangkan Berkah
Wahsyi bin Harb berkata, bahwa para sahabat mengadu kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, kami sudah makan, tapi kami tidak kenyang-kenyang.” Rasulullah SAW bertanya, “Mungkin kalian makannya terpisah-pisah (sendiri-sendiri)?” Mereka menjawab, “Ya”. Rasulullah SAW bersabda, “Maka berkumpullah kalian ketika makan, dan bacalah Bismillah, niscaya Allah akan memberkahi makanan kalian.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Semoga bermanfaat. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dakwah IslamComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash player