Tag Archive | "Perencanaan Haji"

Goat & Gold Investment: Risk and Reward


Ketika beberapa waktu lalu saya diundang untuk memberi masukan di rapat BOD investment company-nya negeri jiran ? CEO yang membawa saya ke BOD-nya kesulitan menjelaskan apa profesi saya sekarang ? rata-rata mereka mengenal saya lama di dunia finansial.

Maka akhirnya saya sendiri yang memperkenalkan apa yang saya lakukan sekarang; ringkasnya saya jelaskan bahwa saat ini saya tidak lagi di dunia finansial tetapi di sektor riil yang saya sebut sebagai Goat & Gold Invesment. Tambah penasaran mereka ? karena ini adalah hal yang sama sekali baru di dunia investasi.

Nah penjelasan saya di rapat BOD ?BUMN?- nya negeri jiran tersebut, relevan sekali dengan minat para pembaca situs ini yang mem-bludak untuk investasi di kambing selain di Dinar yang sudah jalan selama ini.

Kambing dan emas atau Dinar adalah dua hal yang sangat erat dalam sistem ekonomi dan Syariah Islam. Selain seluruh nabi-nabi menggembala kambing, kambing dan Dinar digunakan untuk standar pelaksanaan hukum-hukum tertentu dalam syariah. Misalnya ketika Anda pergi haji bersama istri, karena tidak tahu atau tidak tahan sehingga Anda melakukan hubungan suami istri sebelum tahallul ? maka Anda terkena denda untuk menyembelih 7 ekor kambing atau 1 ekor unta. Sedangkan Dinar sudah sering saya jelaskan sebagai standar nishab zakat, nishab pencuri, uang darah, dlsb.

Karena kambing dan Dinar merupakan bagian tidak terpisahkan dari syariat agama akhir zaman ini, maka pastilah keberadaannya dijamin oleh yang membuat syariat itu sendiri sampai akhir zaman. Hal ini memudahkan kita dalam memilih bidang investasi atau pekerjaan, karena yang kita lakukan hanyalah menyesuaikan dengan apa yang dikehendakiNya.

Selain penggunaannya dalam pelaksanaan syariah, secara historis keduanya juga memiliki hubungan nilai yang sangat dekat ? yaitu harga kambing standar qurban bertahan di sekitar 1 Dinar selama lebih dari 1400 tahun. Inilah kaidah itu; standar Hukum Islam itu valid dan dapat diandalkan sampai akhir zaman.

Dengan fakta-fakta tersebut di atas-lah maka insya Allah tidak salah bila kita menjadikan Goat & Gold ini sebagai instrumen investasi kita. Yang kemudian perlu disadari adalah bahwa dalam hal investasi, kambing memiliki karakter yang sangat berbeda dengan emas atau Dinar. Justru perbedaan karakter inilah yang membuat keduanya bisa disinergikan untuk saling melengkapi.

Dinar sebagai investasi merupakan instrumen yang sangat aman karena tidak pernah kehilangan nilai atau daya beli; appresiasi nilainya mampu mengalahkan inflasi. Namun meskipun appresiasi nilai Dinar ini bisa berkisar antara 3 ? 5 kali bagi hasil deposito dalam 10 tahun terakhir, 1 Dinar akan tetap 1 Dinar bila Anda simpan dalam berapa lama-pun. Dinar tidak beranak dan daya belinya tetap setara 1 ekor kambing.

Kavling di Jonggol Farm

Kavling di Jonggol Farm

Di sisi lain kambing, standarnya 2 tahun beranak 3 kali. Jumlah anak normalnya sekali beranak adalah 2 meskipun bisa lebih atau berkurang. Namun memelihara kambing adalah investasi yang penuh risiko. Kematian oleh berbagai sebab penyakit adalah ancaman utamanya, selain risiko-risiko lain yang tingkatnya lebih rendah seperti kelambatan reproduksi, berkurangnya hasil susu karena problem pakan, dlsb.

Risiko-risiko tersebut bisa di minimize dengan adanya team dokter yang competent, adanya ahli reproduksi dan ahli pakan ? tetapi  risiko-risiko tersebut di atas tidak bisa dihilangkan sama sekali.

Dalam ilmu risk management yang syar?i; risiko-risiko yang harus kita hadapi tersebut tidak boleh kita transfer ke orang lain seperti asuransi konvensional ataupun mekanisme risk transfer lainnya ? karena berarti ini memindahkan mudharat ke orang/pihak lain atau jual beli dengan gharar.

Lantas bagaimana solusinya? Dalam Islam dikenal konsep yang sangat indah yaitu tolong menolong atau ta’awun. Maka kepada para investor atau Shahibul Mal di project investasi kambing, kami perkenalkan konsep ta’awun dengan Shahibul Mal lain dan atau dengan kami. Ini yang disebut risk sharing; jadi risk transfer dilarang ? namun risk sharing dianjurkan.

Kandang Kambing - Jonggol Farm

Kandang Kambing - Jonggol Farm

Dalam aqad Mudharabah Muqayyadah yang untuk sementara ini kami batasi minimal setara 10 kambing per peserta ? maka ada 10 peserta dalam 1 kandang kambing standar kami yang isinya sampai 100 ekor kambing. Bila tanpa ta’awun, pemilik 10 ekor kambing yang mengalami musibah kematian 3 ekor kambing misalnya ? maka dia akan menanggung sendiri kehilangan 30% dari investasinya tersebut. Tetapi bila kematian 3 ekor ini di-share dengan pemilik 100 ekor kambing, maka kehilangan ini rata-rata hanya 3%. Sebaliknya juga demikian bila beranak dan menghasilkan susu ?hasilnya juga di-share ke sesama pemilik kambing lain dalam kandang yang sama.

Dengan menggabungkan ke dalam bilangan yang lebih besar ? risiko insya Allah akan lebih stabil dan terkendali  - inilah yang disebut law of large numbers atau hukum bilangan besar dalam ilmu risk management.

Perlu disadari bahwa meskipun berbagai upaya tersebut dilakukan, investasi kambing tetap akan lebih berisiko ketimbang Dinar ? meskipun memang investasi kambing ini juga berpeluang memberi reward yang lebih besar ketimbang Dinar. Disamping reward lain berupa banyaknya lapangan pekerjaan yang tumbuh dari adanya investasi kambing ini.

Lantas bagaimana Anda memilih antara kedua investasi ini? Prinsip dasar investasi tidak menaruh seluruh telur dalam satu kandang-lah yang berlaku. Untuk persiapan pergi haji, biaya kesehatan, biaya anak sekolah dan lain sebagainya yang merupakan kebutuhan pokok Anda bila ada uang ? maka memegangnya dalam Dinar secukupnya untuk keperluan-keperluan tersebut ? insya Allah akan sangat aman dan bermanfaat.

Di atas keperluan yang sifatnya pokok tersebut bila Anda masih memiliki dana lebih ? baru ke investasi seperti ke per-kambing-an ini. Insya Allah hasilnya akan beda, karena selain ada harapan hasil finansial yang lebih tinggi ? banyaknya lapangan pekerjaan yang tercipta dari project semacam ini insya Allah membawa barakah.

Bila Anda tertarik lebih jauh dengan project perkambingan ini dan peluang-peluang yang hadir bersamanya, kami sudah siapkan satu situs khusus di jonggolfarm.com. Meskipun demikian mohon maaf bila kami belum bisa memenuhi minat para (calon) Shahibul Mal seluruhnya ? karena untuk memenuhi membludaknya peminat yang sudah ada saja saat ini ? insya Allah diperlukan waktu sampai sekitar 3 bulan yang akan datang untuk persiapan kandang, bibit, pakan, dlsb.

Sambil menunggu sarana prasarana tersebut, dana peminat kami simpan dalam Dinar agar tidak kehilangan daya beli. Setiap kandang dan bibit tersedia, tentu kami prioritaskan pada Shahibul Mal yang telah lama dananya di kami dalam bentuk Dinar ini. Maka Goat & Gold kini menjadi pasangan investasi yang ideal untuk Anda.

Semoga Allah senantiasa memudahkan jalanNya pada kita semua. Amin.

Posted in Business OpportunityComments (0)

6 Alasan Mengapa Kita Justru Butuh Emas/Dinar Di Era Ekonomi Global


Dalam beberapa pekan terakhir ini kita benar-benar merasakan betapa terintegrasinya ekonomi dunia sekarang. Bahkan krisis di negara yang sangat jauh baik dari sisi geografis maupun dari sisi hubungan ekonomi-pun, dampaknya dapat kita rasakan sampai negeri ini. Rupiah bisa lunglai, saham-saham di Indonesia Stock Exchange ikut anjlog ? padahal pusat epicentrum gempa finansial dunia-nya ada nun jauh di Yunani sana.

Lantas dengan komponen apa kita bisa membangun ?bangunan tahan gempa finansial? kita? Agar rencana pendidikan anak-anak yang masih belasan tahun, rencana pergi haji 5 tahun mendatang, rencana renovasi rumah setiap 10 tahun, tabungan hari tua agar tetap mandiri sampai akhir hayat, dlsb.  - tidak setiap saat terekspose risiko krisis finansial global.

Emas atau Dinar-lah salah satu batu bata yang kokoh untuk bangunan finansial Anda sebagai jawaban dari risiko tersebut di atas , yang insya Allah tahan gempa krisis finansial global dengan frequency kejadian dan severity yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Emas/Dinar memiliki 6 alasan yang tidak terbantahkan dan tidak dimiliki oleh instrumen investasi lainnya sebagai berikut:

1) Insurance Against Inflation

Harga kambing di zaman Rasulullah SAW 1 Dinar, sekarang-pun uang 1 Dinar tetap dapat untuk membeli kambing ukuran besar. Apakah ada uang lain di dunia yang terbukti stabil daya belinya (dengan average inflasi 0%) sepanjang lebih dari 1,400 tahun ??

2) Insurance Against Currency Devaluation

Negara-negara di dunia bila dalam posisi kepepet sering melakukan tindakan drastis men-devaluasi mata uangnya; bila ini terjadi, maka  rakyat yang tidak siap selalu jadi korban. Emas atau Dinar adalah instrumen yang paling efektif dan praktis untuk cover risiko ini.

3) Optimal Security Against Geo-Political & Financial Market Instability

Ekonomi dan politik dunia saat ini seperti berada pada tanah yang labil, ?gempa? dalam skala besar bisa mulai dari krisis politik yang kemudian merambat ekonomi ? dan sebaliknya bisa berawal dari ekonomi kemudian merembet ke politik. Selagi ada tempat ?investasi? yang lebih stabil, mengapa tidak pilih tempat tersebut?

the-power-of-diversification4) Independently Based On Its Own Demand & Supply

Harga emas atau Dinar tidak ditentukan oleh kebijakan politik atau ekonomi suatu Negara manapun; harga emas bagian terbesarnya adalah dihasilkan oleh mekanisme supply and demand di market.  Banyak pihak berusaha mempermainkannya selama ini, namun mekanisme pasar tetap lebih dominan.

5) Inherent Intrinsic Value

Emas membawa nilainya sendiri (inherent), tidak bisa didevaluasi oleh kebijakan suatu negara. Tidak pernah pula dalam sejarah peradaban manusia emas kehilangan daya belinya.

6) Portfolio Diversifier & Stabilizer

Sebagus apapun emas/Dinar sebagai instrumen investasi, saya tetap tidak menyarankan Anda memindahkan seluruh investasi Anda ke emas/Dinar. Kaidah investasi jangan menaruh seluruh telur pada keranjang yang sama ? tetap berlaku; bukan karena risiko terhadap emasnya ? tetapi karena kebutuhan Anda yang bisa tiba-tiba berubah.

Jadi jadikan emas/Dinar sebagai salah satu saja dari portfolio Anda; selebihnya bisa investasi di sektor riil; dan untuk kebutuhan jangka pendek dimana Anda memerlukan Rupiah sebagai alat tukar ? kemungkinan besarnya Anda juga masih tetap memerlukan Rupiah ini sebagai bagian dari portfolio Anda.

Posted in Financial PlanComments (0)

Panduan Pintar Haji & Umrah


“Buku yang di hadapan pembaca ini, Panduan Pintar Haji dan Umrah, karya Indriya Rusmana, adalah salah satu usaha untuk meraih tanda-tanda ke-mabruran haji. Penulisnya berusaha mengilustrasikan ritual perjalanan ibadah haji dan umrah dari mulai memilih biro perjalanan atau KBIH sampai kembali tiba di tanah air. Buku ini merupakan “panduan praktis” bagi para hujjaj yang ingin ber-?manasik haji? secara mandiri. Dengan bahasa yang lugas dan mudah dicerna, penulis mengajak para pembacanya untuk dapat “menikmati perjalanan ibadah haji“.
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A, Dirjen Bimas Islam Departemen Agama RI

Haji dan umroh merupakan sebuah perjalanan spiritual yang maha dahsyat. Agar perjalanan ini berhasil dan pulang dengan membawa “oleh-oleh” pencerahan dan komitmen keislaman baru, ia memerlukan persiapan yang tidak ringan. Subhanallah, Mbak Indri dengan sangat piawai menyuguhkan persiapan-persiapan haji dan umroh dalam bentuk yang siap saji dan praktis. Selamat menggapai haji mabrur!”
Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, Pakar Bisnis dan Manajemen Syariah

“Buku ini tidak saja menjelaskan doa dan hadits mengenai haji dan umroh, tapi juga pengetahuan umum. Salah satunya tentang budaya Arab, Iran, Afrika, dan Pakistan yang banyak ditemui di sana. Hal inilah yang jarang dibahas dalam buku haji lainnya,dan Mbak Indri telah menuliskannya dalam buku ini sehingga memberikan gambaran apa saja yang harus dipersiapkan untuk melaksanakan ibadah haji. Selamat menikmati ibadah haji dan semoga menjadi haji mabrur. Amin.”
Ir. Nabiel Fuad Almusawa, M. Si, Dosen Universitas Juanda Bogor dan Ustadz di beberapa Majelis Taklim Bogor

Gong Hei! Selamat atas terbitnya buku Panduan Pintar Haji dan Umroh yang sangat luar biasa karena berkonsepkan paduan antara teori dan praktis, ilustratif, mudah dipahami, lengkap, informatif, fungsional, dan sangat membantu para calon jemaah haji mulai pemberangkatan hingga pemulangan. ”
H. Abdul Muhaemin Karim, MA, Da’wah Officer Islamic Union of Hong Kong

“Ibadah haji merupakan ibadah yang disertai perjalanan spiritual, fisik, dan materi. Dengan demikian, baik persiapan mental maupun fisik harus diperhatikan calon haji,dari persiapan sebelum berangkat, selama di Tanah Suci sampai kembali ke Tanah Air. Buku ini memberikan gambaran lengkap semua persiapan tersebut, termasuk penjelasan bagi calon jemaah haji yang sedang tinggal di luar negeri.”
Ir. R. H. Bambang S. Darwanto, Ketua Majelis Taklim Muenchen Jerman

Penulis : Ust. H. Bobby Herwibowo, Lc. & Hj. Indriya R. Dani, S.E.
Ukuran : 15 x 23 cm.
Tebal : xiv + 194 hlm.
Penerbit : QultumMedia

Posted in VideoComments (0)

Emak Naik Haji Dengan Dinar


Ada film yang menyentuh tentang kerinduan hamba Allah untuk memenuhi panggilanNya pergi ke tanah suci menunaikan ibadah haji, Emak Ingin Naik Haji (klik disini untuk melihat Pre-Trailernya) yang hari-hari ini banyak diputar di bioskop-bioskop di Indonesia.

Mengapa film ini popular ? saya rasa karena kedekatan ceritanya dengan realita yang kita hadapi.  Hampir seluruh muslim/muslimah yang menghayati perintah Allah untuk menunaikan haji bagi yang mampu ini, pasti sangat merindukan untuk bisa pergi berhaji.

Saya ingat perjuangan bapak-ibu saya keluarga petani kecil di desa yang berusaha menyekolahkan 11 anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Sampai wafatnya bapak saya tidak kesampaian naik haji (baru dapat kami badal hajikan sekian tahun setelah bapak wafat); kemudian ibu saya sampai bertahun ?tahun menangis setiap jum?at karena merindukan Baitullah.

Alhamdulillah kerinduan ini kesampaian dengan ijinNya semata; melalui perantaraan anak-anaknya yang mau menabung sebagian besar penghasilannya sejak awal mulai bekerja.

Begitulah beratnya upaya untuk menunaikan kewajiban yang satu ini ? maka Allah hanya mewajibkannya bagi yang mampu.

Nah urusan mampu inilah yang berada di medan upaya kita, hasil nanti biarlah Allah yang menentukannya. Seperti kisah Emak di film tersebut, meskipun pada akhir cerita dia pergi haji melalui perantaraan nazar anak tetangganya  - dia telah berusaha sekuat tenaga untuk dengan jerih payahnya sendiri bisa pergi berhaji.

Masalahnya adalah mayoritas masyarakat kita yang awam tidak menyadari hambatan inflasi terhadap pencapaian upaya untuk pergi berhaji ini. Si Emak dalam film tersebut di atas mengungkapkannya dengan sangat baik: kalau setahun dia hanya bisa mengumpulkan 1 juta, 5 tahun 5 juta, maka dia baru bisa pergi haji pada usia 86 tahun ? yang pada saat itupun uangnya tidak cukup lagi karena entah berapa biaya pergi haji saat itu.

Walhasil pertumbuhan tabungan haji kita bisa jadi kalah dengan inflasi setiap tahunnya, sehingga niat suci ini bisa tergerus ? bersamaan dengan tergerusnya daya beli uang kita.

Tulisan saya tempo hari, Dinar Untuk Perencanaan Haji? saya sudah jelaskan teknis dan hitungan kasarnya. Biaya pergi haji cenderung menurun dengan hitungan Dinar, bila tahun 2000 ONH biasa setara 70 Dinar; tahun ini setara 20 Dinar; maka dalam 6 tahun kedepan (2015) ONH biasa dapat diprediksikan berdasarkan statistik ? hanya akan memerlukan 10 Dinar saja, Insya Allah!

Jadi, seandainya Emak dan jutaan orang Indonesia sadar akan kekuatan daya beli Dinar ini ? upaya untuk memenuhi panggilanNya dapat dilakukan dengan maksimal ? sehingga lebih banyak orang yang mampu pergi berhaji? insya Allah.

Posted in Financial PlanComments (0)

Dinar Untuk Perencanaan Haji: Lebih Murah, Lebih Nyaman?


Ibadah haji dari waktu ke waktu punya tantangannya sendiri, tidak mudah, berat dan mahal.

Bila pada zaman kakek nenek dahulu tantangannya adalah transport yang bisa memakan waktu berbulan-bulan dan ketidak amanan dalam perjalanannya; saat ini transport banyak dan cepat ? namun Anda belum tentu bisa melaksanakan ibadah haji pada waktu yang Anda rencanakan.

Kemudahan dan kecepatan transportasi haji ini ternyata menimbulkan masalah baru, yaitu membludaknya umat muslimin dunia yang (ingin) melaksanakan haji setiap tahunnya. Dampaknya bisa diduga, yaitu keterbatasan daya tampung jamaah haji di Mekah, Arafah, Mina dan juga Madinah.

Karena keterbatasan daya tampung inilah yang menjadikan setiap Negara dijatah (Quota) jumlah orang yang bisa pergi haji setiap tahunnya.  Jadi kalau toh Anda berniat pergi haji sekarang, belum tentu Anda memperoleh kesempatan pada bulan haji yang akan datang – bisa jadi kesempatan Anda baru datang 3 ? 5 tahun yang akan datang.

Karena kesempatan haji Anda yang mungkin masih beberapa tahun yang Akan datang ini, maka berapa dana yang akan Anda siapkan agar pada waktu kesempatan itu datang ? dana Anda benar-benar cukup? Inilah masalahnya.

Komponen biaya haji yang utama adalah mata uang asing yaitu US$ untuk tiket pesawatnya dan Saudi Riyal untuk biaya hidup selama di sana. Karena uang kita Rupiah, maka perencanaan ibadah haji menggunakan uang Rupiah mempunyai setidaknya 2 ketidak pastian ? yaitu faktor inflasi dan faktor nilai tukar.

Karena dua faktor inilah maka biaya ibadah haji kita dalam Rupiah memiliki kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi pada tahun dimana Rupiah mengalami penurunan nilai yang tajam terhadap US Dollar dan Riyal seperti tahun ini, kenaikan biaya haji dalam Rupiah bisa sangat significant.

ONH Rupiah vs ONH Dinar

ONH Rupiah vs ONH Dinar

Namun Anda tidak perlu kawatir sekarang; berdasarkan statistik 10 tahun terakhir, biaya haji dalam Dinar ternyata terus menerus mengalami penurunan.  Bila Ongkos Naik Haji (ONH) biasa tahun 2000 sekitar 70 Dinar, maka tahun ini hanya sekitar 21 Dinar saja atau mengalami penurunan rata-rata 12% per tahun.

Apabila trend ini terus berlanjut, Anda bisa pergi haji hanya dengan 10 Dinar saja pada tahun 2015 ? atau ONH plus hanya dengan sekitar 20 Dinar saja.

Jadi dengan Dinar - mata uang emas yang daya belinya tidak pernah rusak oleh inflasi maupun faktor nilai tukar, perencanaan haji Anda menjadi jauh lebih aman.

Ambil contoh misalnya kalau Anda mau mulai serius merencanakan haji Anda dalam rentang 5 tahun yang akan datang, maka relatif aman bila untuk ONH biasa Anda cadangkan 20 Dinar saja. Artinya kalau Anda tabung 1 Dinar per bulan saja, insya Allah nggak sampai 2 tahun dana untuk membayar ONH sudah akan cukup.

Sangat bisa jadi 20 Dinar yang Anda kumpulkan tersebut pada waktunya lebih dari cukup untuk membayar ONH biasa ? bila kesempatan datang 3 ? 6 tahun yang akan datang. Dalam hal ini Anda bisa meng-upgrade ONH Anda menjadi ONH plus.

Jadi bila Anda rencanakan ibadah haji Anda dengan Dinar; selain kecukupan dana lebih terjamin, juga sangat berpeluang Anda dapat meng-upgrade perjalanan haji Anda dengan yang lebih nyaman ONH plus.

Insya Allah kami akan mulai bicara intensif dengan para penyelenggara perjalanan haji ini ? khususnya ONH plus, untuk mulai menawarkan kerjasama perencanaan haji dengan berbasis Dinar.

Mudah-mudahan Allah memudahkan rencana ini.

Posted in Business OpportunityComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is online
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes