Tag Archive | "peluang harga naik"

Antisipasi Quantitative Easing 2: Belajar Sampai Negeri China


Saya pernah menulis tentang Quantitative Easing ini di bulan Maret 2009 ketika dunia sedang berada di puncak krisis finansial. Saya tulis kembali sekarang dengan judul Quantitative Easing 2 (QE 2) sebagaimana para pengamat ekonomi menyebutnya akhir-akhir ini, karena mulai bermunculannya wacana atau lebih tepatnya analisa kemungkinan beberapa bank sentral dunia melakukannya lagi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Quantitative Easing adalah kebijakan bank sentral untuk menambah supply uang dengan meng-credit-kan di account-nya sendiri uang dalam jumlah besar secara ex-nihilo atau out of nothing atau dalam bahasa kita dari awang-awang. Bahkan uang ini juga tidak perlu dicetak, karena cukup di entry di account bank sentral ? bahwa uang mereka bertambah ? maka bertambahlah uangnya.

Uang yang diketikan dari awang-awang ini kemudian beredar melalui apa yang disebut open market operation, yaitu ketika uang (yang hanya ada di data komputer) tersebut kemudian benar-benar digunakan untuk membeli financial assets berupa government bonds, corporate bonds, dlsb serta  mengalir ke bank-bank dan institusai finansial lainnya.

Pencetakan Uang dari Awang-Awang

Pencetakan Uang dari Awang-Awang

Langkah bank-bank sentral melakukan quantitative easing ini tidak terlalu bermasalah selagi pelaku pasar dan pengguna uang pemerintah tersebut masih mempercayainya. Masalahnya adalah ketika hal ini semakin sering dilakukan ? maka nilai mata uang dari negara tersebut akan terus tergerus dengan cepat dan merugikan siapapun yang memegangnya.

China misalnya yang memegang US$ terbesar, sejak beberapa tahun terakhir mulai khawatir akan menurunnya daya beli aset mereka yang berupa US$ tersebut. Karena kekhawatiran inilah maka China terus mendiversifikasi cadangan devisanya dari US Dollars, mereka kini aktif membeli mata uang negara lain selain AS, seperti Jepang, Thailand, Korea dan bahkan beberapa negara latin.

Pemerintah China dan perusahaan-perusahaan negara-nya juga mulai mengumpulkan aset riil di luar mata uang. Di antara yang mereka kumpulkan adalah emas, biji besi, cadangan gas, batubara dan bahkan cadangan kayu dari hutan-hutan di Guyana. Dari perbagai persiapan ini, maka bila nilai US$ terus mengalami penurunan ? dan bahkan suatu saat bisa benar-benar kehilangan nilainya sama sekali, maka bisa jadi China adalah negara yang paling siap menghadapinya. China bahkan juga sudah mendorong dan memfasilitasi rakyatnya untuk rame-rame membeli emas.

Paling tidak langkah China ini pasti menggembirakan rakyatnya karena setahun terakhir rakyat China yang memindahkan tabungan US$-nya menjadi emas mengalami keuntungan rata-rata sekitar 30% – yaitu rata-rata appresiasi harga emas dunia dalam US$ setahun terakhir.

Dengan semakin ramenya wacana atau analisa akan kemungkinan terjadinya Quantitative Easing Gelombang ke 2 (QE 2), sangat mungkin trend kenaikan harga emas dunia masih akan terus berlanjut ? apalagi minggu ini kita sudah akan memasuki bulan September ? dimana kenaikan harga emas musiman biasa juga terjadi.

Bila China beserta rakyatnya telah melakukan antisipasi yang proper terhadap kebijakan negara lain terhadap uangnya ? khususnya AS, mengapa tidak kita juga ?belajar sampai negeri China? dalam pengelolaan aset ini? Wa Allahu A?lam.

Posted in Political EconomyComments (0)

Perang Dingin China & Amerika, Apa Dampaknya Pada Harga Emas?


Tulisan ini saya sarikan dari tulisan Lawrence Williams di Mineweb yang muncul di tengah terpuruknya harga emas dunia sejak pekan lalu. Dalam kondisi harga emas yang rendah seperti sekarang ini, banyak pemain pasar yang serius  mengkaji kemungkinan pilihan ? apakah ini waktu yang baik untuk membeli (bila ada prospek harga emas kembali tinggi), atau justru menjual (bila trend penurunan diperkirakan akan berlanjut).

Lawrence Williams adalah salah satunya yang melihat kemungkinan harga emas akan naik dari sudut pandang politik ekonomi, khususnya yang terkait dengan perkembangan terakhir mengenai memburuknya hubungan China dan Amerika.

Meskipun para pemimpin kedua negara ini sering bertemu untuk berbagai perundingan, permusuhan di antara keduanya juga tidak bisa disembunyikan. Perseteruan ini mulai dari isu kekuatan mata uang, masalah Tibet, masalah Taiwan, masalah HAM, Cracker, Google dan berbagai masalah lain yang nampaknya sepele tetapi bisa memicu ?perang? antara keduanya ? setidaknya perang dingin.

Yang paling serius di antara isu-isu tersebut adalah langkah Amerika untuk menjual senjata ke Taiwan senilai US$ 6.4 milyar baru-baru ini. Kegeraman China bisa mendorong negeri itu juga menjual atau meningkatkan penjualan senjatanya ke negara-negara yang dipandang tidak bersahabat terhadap Amerika. Skenario terburuknya adalah bisa pecah perang fisik yang melibatkan keduanya di Wilayah Taiwan atau Korea.

China Vs USKarena skenario perang fisik ini kemungkinan terjadinya cukup kecil, maka yang lebih besar kemungkinan terjadi di antara keduanya adalah perang dingin yang fokusnya pada politik dan ekonomi.

Meskipun China secara penguasaan teknologi dan ekonomi masih dibawah Amerika, namun cadangan devisanya dalam bentuk US$ yang sangat besar bisa menjadi pisau bermata dua bagi Amerika. Bila China memutuskan mengalihkan sebagian cadangan devisanya ? misalnya, dampaknya bisa luar biasa bagi nilai US$ yang merepresentasikan kekuatan ekonomi Amerika ini.

Disinilah kaitannya dengan harga emas dunia. Bila China menurunkan cadangan devisa US$-nya, apa alternatifnya? Euro, Yen dan mata uang lain kemungkinannya tidak lebih menarik bagi China dibandingkan dengan US$. Jadi apa yang lebih menarik dari US$ bagi China? Emas tentu saja salah satunya.

Peralihan cadangan US$ China sedikit saja ke emas, bisa melambungkan harga emas karena 3 hal sekaligus:

  1. Dikarenakan meningkatnya demand oleh China sendiri.
  2. Menurunnya daya beli US$ yang digunakan sebagai pembanding harga emas dunia.
  3. Efek psikologis pasar yang akan ikutan memburu emas ? bila mengetahui China berburu emas dan meninggalkan US$.

Biarlah GAJAH beradu dengan GAJAH, tetapi Pelanduk jangan menjadi Korban ? bahkan kalau bisa Pelanduk yang UNTUNG!! Wa Allahu A?lam.

Posted in Political EconomyComments (0)

Harga Emas Dunia Jatuh, Mengapa?


Meskipun sudah saya prediksikan dalam serangkaian tulisan pekan ini tanggal 01/02/1002/02/1004/02/10; penurunan harga emas yang tajam semalam terus terang juga mengejutkan saya sendiri. Memang di tulisan-tulisan tersebut saya estimasikan harga emas dalam jangka pendek bisa turun hingga kisaran US$ 975/Oz; saya sendiri tidak menduga bahwa harga emas bisa turun di atas 4% ke angka US$ 1,057.40 semalam.

Di luar kebiasaan pula, pada umumnya bila harga emas turun ? harga saham naik karena dana dari penjualan emas di pasar sebagian lari ke saham. Tidak demikian yang terjadi semalam, harga saham dunia juga jatuh. Semua dana untuk sementara nampaknya lari ke US$.

Apa yang menjadi penyebab kejadian yang tidak biasa ini? Saya coba telusuri penyebabnya ternyata bermuara di krisis hutang beberapa negara Eropa. Kekhawatiran yang meluas atas krisis hutang dan defisit  Yunani, Spanyol, Portugal dan beberapa negara kecil di Eropa Timur telah membuat seluruh pasar dunia mengkawatirkan likuiditas.

Ini yang disebut systemic yang sesungguhnya; bila ada negara yang gagal ? maka akan sangat cepat merembet ke negara-negara lain atau institusi keuangan dunia karena piutang mereka yang tidak tertagih, likuiditas yang tersedot dan seterusnya.

Kekhawatiran akan likuiditas inilah yang membuat orang memborong US$. Terlepas bahwa US$ sebenarnya juga memiliki masalahnya sendiri ? bagaimanapun sampai sekarang US$ masih dianggap sebagai World?s Reserve Currency.

Apakah penurunan ini akan berlanjut? Untuk sementara mungkin. Tetapi sekian banyak analisa yang saya baca dan analisa saya sendiri ? untuk jangka panjang tetap peluang naiknya harga emas lebih tinggi dari peluang menurunnya.

Kejadian semalam mirip dengan kejadian November 2008 yang saya tulis dalam judul ?Tahapan Dalam Krisis Dan Pengaruhnya Terhadap Harga Emas?? ; untuk memudahkan pembaca saya tampilkan lagi ilustrasinya pada grafik di atas.

Seperti berlalunya kekhawatiran likuiditas US$ pada akhir 2008 tersebut, selepas panik pelaku pasar dan juga negara-negara akan kembali berpikir logis dan harga-harga akan menuju keseimbangan baru. Wa Allahu A?lam.

Posted in Political EconomyComments (0)

Harga Emas/Dinar Lagi Tinggi, Kapan Kesempatan Untuk Membeli?


Salah satu tulisan saya yang sangat banyak dibaca pengunjung web ini rupanya tulisan saya tentang Musim Membeli Emas. Tingginya harga emas dunia 2 bulan terakhir ? yang sampai pagi ini telah berada di kisaran US$ 1117/oz ? meng-confirm pola musiman dalam perkembangan harga emas dunia seperti yang saya uraikan pada tulisan tersebut di atas.

Lantas pertanyaan yang sering muncul adalah ? kalau kita punyanya uang/anggaran untuk menabung Dinar/emas di bulan-bulan dimana musim harga emas lagi tinggi seperti sekarang ini; apakah terus kita menunggu sampai akhir Maret nanti untuk membeli emas/Dinar?

Jawabannya ada di grafik samping, yaitu grafik yang menunjukkan tingkat perubahan harga emas/Dinar (dalam Rupiah) selama 10 tahun terakhir ? dalam 3 kategori perubahan, yaitu bulanan (kuning), 6 bulanan (hijau) dan tahunan (merah).

Agak njlimet memang, tetapi gampangnya saya contohkan begini: Bila Anda membeli emas/Dinar pada musim harga tinggi seperti pada bulan November sekarang, berapa peluang Anda untuk rugi dalam 1 bulan kedepan, 6 bulan kedepan dan 1 tahun kedepan?

Berdasarkan statistik 10 tahun terakhir, ternyata peluang Anda rugi sebulan berikutnya hanya 2/10. Yaitu bila Anda membelinya pada bulan November 2001 dan menjualnya di Desember 2001 atau membelinya di November 2006 dan menjualnya di Desember 2006. Peluang harga emas/Dinar Anda naik 1 bulan berikutnya adalah 8/10 (sisanya).

Peluang rugi dalam 6 bulan berikutnya ternyata juga sama 2/10; yaitu bila Anda membeli pada bulan November 2001 dan menjualnya di April 2002 atau membeli di November 2002 dan menjualnya di April 2003. Peluang harga emas/Dinar Anda naik 6 bulan berikutnya adalah juga 8/10 (sisanya).

Dalam 10 tahun terakhir, meskipun Anda beli emas/Dinar pada musim harga emas/Dinar tinggi seperti pada bulan November ini; statistik menunjukkan Anda tidak pernah merugi bila Anda menjualnya 1 tahun berikutnya atau lebih.

live-spot-goldApa maknanya ini semua? Meskipun Anda tidak memperoleh gain sebesar bila Anda membeli emas/Dinar pada musim harga rendah; membeli emas/Dinar pada musim harga tinggi tetap lebih menguntungkan dibandingkan dengan mempertahankan uang Anda dalam mata uang kertas dan menunggu musim harga emas/Dinar rendah berikutnya.

Ini tidak hanya berlaku terhadap mata uang kertas Rupiah; Anda bisa lihat dalam 1 tahun terakhir – sejak November tahun lalu – harga emas/Dinar kini nilainya 52% lebih tinggi ketimbang disimpan dalam US$. Silahkan lihat buktinya di www.kitco.com pojok kiri atas seperti yang saya copy-kan di samping (posisi pagi ini 12/11/09 WIB, atau posisi sesaat setelah pasar New York tutup 11/11/09 pukul 17:02 NY Time).

Ini menunjukkan betapa runyamnya US Dollar setahun terakhir,  juga mata uang lain yang diukur dengan US$ – tidak ketinggalan pula semua asset yang dinilai dalam US$ seperti  asuransi dalam US$, dana pensiun, dana kesehatan, dlsb.  Masih tetap mau belain US Dollar Anda? Saran saya? Jangan!!! Wa Allahu A?lam.

Posted in Financial PlanComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes