Tag Archive | "Paris"

Empathy dan La Défense a la Indonesia


Empathy berasal dari bahasa Yunani Empatheia yang artinya secara ringkas adalah kemampuan untuk dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain ? secara emosi, pengalaman maupun perasaan. Bulan puasa sebenarnya adalah bulan yang tepat bagi kita semua untuk melatih diri kita masing-masing, agar kita mampu ber-empathy terhadap apa yang dialami orang-orang lain yang tidak seberuntung kita-kita yang terbiasa mengakses internet ini.

Bagi kita lapar hanya siang hari, itupun kebanyakan hanya selama sebulan Ramadhan ini. Di negeri yang rata-rata penduduknya masih di bawah garis kemiskinan menurut standar Islam yaitu di bawah Nishab Zakat ini, berjuta-juta orang bisa jadi lapar dalam kondisi kesehariannya, siang dan malam sepanjang tahun. Kebanyakan kita tidak bisa ikut merasakan apa yang mereka alami secara perasaan dan emosi karena kita belum mampu melatih empathy kita terhadap mereka.

Segelintir orang-orang hebat di sekitar kita, mampu ber-empathy ini secara penuh ? bahkan ketika mereka sering menangis pun bukan karena merasa kesedihan untuk dirinya sendiri; mereka menangis karena merasakan penderitaan orang-orang yang diurusnya. Mereka bukan pejabat yang kita pilih karena janji-janjinya untuk mensejahterakan rakyat, mereka tergerak untuk berbuat karena dorongan empathy tadi.

Kalau saja yang kita pilih sebagai para wakil kita, para pimpinan daerah sampai presiden adalah orang-orang yang mampu ber-empathy seperti suami istri yang saya ceritakan dalam tulisan “Belajar dari Orang Hebat Di Sekitar kita“, maka besar kemungkinan rakyat ini tidak ada lagi yang sampai harus kelaparan sepanjang tahun.

Mungkin karena salah kita sendiri, memilih orang-orang yang tidak mampu ber-empathy terhadap penderitaan rakyat sehingga baik wakil kita maupun pemimpin-pemimpin kita ? nampaknya memang tidak peduli dengan kita – rakyatnya. Ketika rakyat rame-rame menolak wakil kita membuat gedung baru misalnya, pagi ini untuk pertama kalinya saya lihat rancangan bangunan yang mulai disosialisasikan.

Entah ide siapa ini, tetapi sepintas nampaknya DPR kita ingin berkantor di kantor yang mirip dengan bangunan La Défense ? Paris, dikala rakyatnya masih banyak yang kelaparan. Lihat perbandingan design gedung baru DPR-RI dengan La Défense di atas ? mirip bukan? Mungkinkah ini oleh-oleh dari salah satu studi banding mereka?

empathyTetapi tidak ada gunanya juga kita menyesali pilihan kita terhadap wakil-wakil kita di DPR maupun pimpinan pemerintahan di daerah sampai pusat. Sebagai pribadi, sebagai karyawan swasta, sebagai pimpinan di perusahaan ? kita semua insya Allah masih bisa mengasah empathy kita untuk peka terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar ? antara lain melalui puasa Ramadhan ini..

Bila empathy ini tumbuh secara menjamur di masyarakat, maka insya Allah segala beban penderitaan bangsa ini akan bisa diatasi. Bila empathy tumbuh di masyarakat pula, maka insya Allah di tahun 2014 kelak ketika kita memilih wakil kita kembali dan juga pimpinan-pimpinan negeri ini ? kita bisa mendapatkan orang-orang yang tumbuh juga kemampuan nya untuk ber-empathy terhadap kita yang diwakili atau dipimpinnya.

Cukuplah uswatun hasanah kita Rasulullah SAW sebagai suri tauladan, kemampuan beliau ber-empathy terhadap umatnya sampai diceritakan langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur?an: ?Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.? (QS. At-Taubah [9]: 128)

Posted in Islamic ViewComments (0)

Pergeseran Paradigma Dalam Penggunaan Emas


Mungkin ada yang luput dari pengamatan para ekonom secara umum, bahwa dalam 10 tahun terakhir (2000-2009) ternyata ada pergeseran paradigma yang luar biasa dalam penggunaan emas dunia. Berdasarkan data yang dikumpulkan secara rutin oleh World Gold Council (WGC) atau Dewan Emas Dunia, permintaan emas di seluruh dunia untuk kebutuhan perhiasan telah mengalami penurunan terus menerus dari 3,204 ton tahun 2000, tinggal 1,747 ton tahun 2009 lalu atau turun 45%.

Sebaliknya, permintaan emas untuk kebutuhan investasi retail terus menerus mengalami peningkatan kebutuhan dari 166 ton tahun 2000, menjadi 676 ton tahun 2009 atau mengalami kenaikan 4 kalinya.  Bentuk investasi emas yang lain yang dikenal dengan ETF (Exchange Traded Fund) yang baru muncul pada tahun 2003 di bursa-bursa dunia barat seperti Paris, Zurich, London dan New York, juga menanjak sangat significant dari Nol tahun 2002, mencapai 595 ton tahun 2009 atau hampir mengejar penggunaan pada investasi retail.

Gold Demand 2000-2009 (ton)

Gold Demand 2000-2009 (ton)

Kebutuhan yang relatif stabil adalah kebutuhan emas untuk industri. Pada tahun 2000 kebutuhan ini mencapai angka 451 ton, tahun 2009 angka ini pada 368 ton. Lebih detil tentang pergeseran ini dapat dilihat pada grafik di samping.

Luputnya pergeseran kebutuhan tersebut dari pengamatan para ekonom, dugaan saya sendiri adalah karena para ekonom biasanya menganalisa segala sesuatu berdasarkan unit account currency yang berlaku. Para ekonom dunia misalnya menggunakan US$ untuk memantau segala yang terjadi dalam pergerakan ekonomi.

Bila data tersebut di atas diamati dari kacamata US$ misalnya, tidak akan nampak pergeseran kebutuhan tersebut karena kebutuhan baik untuk perhiasan, investasi retail, ETF maupun kebutuhan industri semuanya naik. Kenaikan harga emas 10 tahun terakhir begitu besarnya sehingga mampu ?menyembunyikan? penurunan kebutuhan emas untuk perhiasan tersebut di atas (lihat grafik di bawah).

Gold Demand 2000-2009 (US$)

Gold Demand 2000-2009 (US$)

Lantas apa pentingnya memahami perubahan kebutuhan tersebut  bagi kita? Meskipun secara statistik dunia, penggunaan emas untuk uang tidak bisa didata lagi karena berdasarkan rezim keuangan global yang dikomandoi IMF ? emas untuk uang terlarang sejak Agustus 1971, pergeseran emas untuk investasi ini sesungguhnya adalah selangkah maju menuju emas untuk uang.

Karakter emas sebagai investasi adalah likuid dan standar, sedangkan karakter emas perhiasan adalah tidak standar dan kurang likuid. Jadi 10 tahun terakhir telah tumbuh lebih banyak emas yang  bersifat likuid, sedangkan permintaan emas untuk menjadi perhiasan yang kurang likuid menurun.

Di tanah air, perkembangan yang menarik tentang likuid-isasi emas juga terjadi secara significant. Kalau dahulu hanya Perum Pegadaian yang bisa menerima gadai, kini bank-bank syariah berlomba dengan produk Gadai Emas-nya. Ini saya pandang sebagai hal yang baik karena aset-aset berupa emas, baik lantakan, Dinar maupun perhiasan kini mudah menjadi likuiditas untuk menggerakkan sektor riil. Tidak harus dijual, tetapi bisa juga digadai.

Untuk lebih meningkatkan penggunaan emas untuk kegiatan produktif ini, saat ini kami bersama beberapa BMT di berbagai kota tengah mengembangkan solusi pembiayaan micro berbasis DinarMicrofinance berbasis uang fiat yang lagi ngetop di seluruh dunia saat ini, insya Allah akan segera menemukan sparring partner-nya yaitu microfinance yang berbasis emas atau Dinar yang kita sebut MicroDinar.

Pengelola koperasi dan BMT yang berminat untuk bekerjasama dengan kami dalam pengembangan produk-produk pembiayaan mikro berbasis Dinar atau MicroDinar ini dapat menghubungi kami untuk elaborasi lebih lanjut. Melalui sektor mikro yang mengurusi hajat hidup orang banyak inilah insya Allah kita bersama  bisa memenuhi apa yang dipesankan dalam Ayat  ?…supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu…?. (QS. Al-Hasyr (59): 7)

Posted in Business OpportunityComments (0)

Antara Visi, Mimpi dan Do?a


Dalam sejarah dunia abad lalu, ada pemimpin dunia yang sangat terkenal akan kekuatan visinya yaitu John F. Kennedy. Di hadapan Konggres Amerika pada tahun 1961 dia mengungkapkan visinya bahwa bangsa Amerika harus bisa mencapai bulan sebelum akhir dekade itu.

Di tengah bangsa Amerika yang lagi limbung sebenarnya visi ini jauh melampaui zamannya. Visi ini muncul ketika bangsa Amerika ragu apakah jalan hidup yang mereka pilih sudah benar, apakah bukannya komunis yang benar karena saat itu komunis lagi menghebohkan dengan keberhasilan Soviet meluncurkan satelit yang mengorbit bumi. Bahkan bangsa Amerika lagi nggumun-nggumun-nya dengan keberhasilan Soviet mengirim kosmonot Yuri Gagarin ke antariksa.

Namun sekitar 8 tahun kemudian, meskipun JFK sendiri sudah meninggal ? visinya teralisasikan dengan sejarah Neil Armstrong dan Buzz Aldrin sebagai manusia-manusia pertama yang menginjakkan kakinya di bulan pada tanggal 20 Juli 1969.

Jadi visi lebih penting ketimbang sumber daya dan kondisi yang melingkungi manusia itu sendiri. Dengan sumber daya melimpah tetapi tidak didukung oleh visi yang jelas ? maka sumber daya yang melimpah ini tidak akan banyak manfaatnya.

Sebaliknya dengan sumber daya yang terbatas dan dengan lingkungan yang tidak sepenuhnya kondusif sekalipun, pemimpin yang mempunyai visi yang kuat akan bisa mengeluarkan rakyatnya dari penderitaan dan bahkan bisa menjadi bangsa pemenang ? meskipun tidak harus tercapai pada saat dia memimpin.

Lantas bagaimana kita tahu apakah kita sudah memiliki visi yang jelas atau kita baru sekedar bermimpi? Bedanya terletak pada jabaran-nya. Visi yang jelas dapat dijabarkan menjadi Mission, Goals, Strategies dan Action Plans sampai sedetilnya. Sedangkan mimpi tidak perlu penjabaran, Anda bisa saja mimpi lagi menikmati liburan di Paris tetapi berangkatnya naik sepeda dari Depok ? namanya juga mimpi, boleh-boleh saja dan tidak perlu penjelasan detil.

Perbedaan antara visi dan mimpi ini pulalah yang antara lain membedakan sedikit karyawan yang benar-benar pindah kwadrant menjadi pengusaha, dengan mayoritas karyawan yang tetap menjadi karyawan sampai pensiun ? padahal sejak awal bekerja yang mayoritas ini juga bervisi (sebenarnya masih mimpi) menjadi pengusaha. Golongan yang pertama menjabarkan visinya dan berbuat (action plans) maka sampailah apa yang di-visi-kannya; golongan kedua tidak bermuat apa-apa dengan mimpinya ? maka mimpi tetap menjadi mimpi.

padang-pasirDalam hal visi ini, sebagai umat Islam kita sesungguhnya punya contoh tauladan yang jauh lebih agung dari John F. Kennedy. Teladan kita adalah bapak para nabi yaitu Nabi Ibrahim A.S. Bayangkan di tengah padang pasir yang gersang tidak ada pepohonan, di tempat yang sangat jauh dari keramaian manusia ? Nabi Ibrahim sudah memiliki visi yang sangat jelas akan seperti apa tempat itu nantinya. Visi ini dituangkan dalam do?a-do?a-nya yang diabadikan di Al-Qur?an antara lain sebagai berikut :

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian? “ (QS. Al-Baqarah (2): 126)

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim (14): 37).

Kini ribuan tahun kemudian, visi itu benar-benar terwujud. Kita bisa menikmati buah-buahan apa saja di Mekkah, meskipun buah-buahan itu sendiri tidak ditanam di sana. Buah-buahan, makanan, pakaian dan berbagai kebutuhan manusia mengalir bak air bah dari seluruh dunia ke tempat yang divisikan Nabi Ibrahim tersebut di atas. Lebih dari itu manusia yang berduyun-duyun ke Mekkah juga mayoritasnya memiliki 1 tujuan saja yaitu menyembah Allah semata yang dimanifestasikan dalam bentuk shalat.

Nah, kalau Kennedy saja yang tidak membaca petunjuk Al-Qur?an bisa membawa bangsanya mencapai bulan. Kita yang dituntun dengan petunjuk dan contoh yang sempurna dari Al-Qur?an dan Hadits ? sudah seharusnya dapat berbuat lebih dari yang dilakukan oleh JFK.

Bukan hanya petunjuk dan contoh yang sangat komprehensif yang kita punya, tetapi juga kita dibekali dengan do?a-do?a matsur seperti yang dilafalkan Nabi Ibrahim tersebut di atas. Ayo sekarang kita semua, mulai dari diri kita ? bangun dari mimpi-mimpi kita dan mulai membangun visi sambil tidak berhenti untuk terus berdo’a. Semoga Allah menunjuki jalanNya untuk kita semua? Amin.

Posted in Islamic ViewComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes