Tag Archive | "panen"

Harga Emas: Antara Selera dan Realita


Sejak saya belajar ilmu pertanian 30 tahun lalu sampai sekarang, daya beli petani kita tidak banyak berubah. Kebanyakan mereka masih termasuk golongan masyarakat yang memiliki daya beli terendah di negeri ini, mengapa demikian? Karena mereka kebanyakan mengikuti selera dalam pola tanamnya. Ketika cabe di pasar harganya tinggi, maka serentak petani rame-rame menanam cabe. Pada saat mereka panen harga jatuh karena demand cabe kan tidak serta merta naik ketika supply tinggi dari panenan yang melimpah.

Tetapi ada sekelompok teman-teman saya yang sangat sukses di bidang pertanian/perkebunan. Mereka tidak menanam sesuatu hanya karena orang lain rame-rame menanamnya. Mereka hanya menanam suatu jenis tanaman apabila sudah diriset seberapa besar pasarnya, dan siapa-siapa yang sudah akan mengisi pasar tersebut. Dengan demikian pada saat mereka panen, pasar cukup kuat menyerap hasil panennya dan harga terjaga.

Pola tanam (bisa juga dibaca: investasi) yang sama sebenarnya juga terjadi di bursa saham dan pasar emas dunia, selera (appetite) sangat mempengaruhi keputusan investasi kebanyakan investor. Turun drastisnya harga emas dunia tadi malam misalnya adalah karena secara tiba-tiba begitu banyak investor yang selera untuk mengambil risiko investasi-nya membaik.

Ketika beberapa negara Eropa diguncang krisis, para investor dihinggapi rasa ketakutan sehingga mereka rame-rame mengamankan dana investasinya sebagian di emas; permintaan emas yang melonjak saat itu mendorong harga emas tinggi selama beberapa bulan terakhir.

Kemudian ketika beberapa pekan terakhir ada kabar bahwa kondisi keuangan bank-bank besar Eropa ternyata tidak seburuk yang dibayangkan sebelumnya, karena bank-bank besar tersebut ternyata lolos stress tests ? maka para investor kembali merasa aman untuk mengalihkan dananya dari safe haven emas, ke bentuk-bentuk investasi yang lebih berisiko seperti saham, mutual fund dan lain sebagainya. Itulah sebabnya harga emas yang rendah hari-hari ini, akan bersamaan dengan tingginya harga-harga di saham dan sejenisnya.

Lantas apakah kita perlu rame-rame mengikuti masyarakat investor yang memburu saham dan sejenisnya tersebut? Kalau saya tidak akan saya lakukan karena tingginya harga-harga saham secara global hari-hari ini juga bukan karena didorong oleh kinerja perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan saham-saham tersebut. Lagi-lagi tingginya harga saham-saham tersebut lebih banyak didorong oleh selera atau appetite para investor untuk lebih berani mengambil risiko. Ketika selera memudar (dan selera memang gampang sekali pudar oleh berbagai sebab!), maka harga saham akan kembali berguguran. Lihat tulisan saya dengan judul Pilihan Investasi: Saham atau Emas?

Lantas apa yang akan saya lakukan? Belajar dari teman-teman yang sukses di bidang pertanian/perkebunan tersebut ? saya akan lebih banyak mengambil keputusan berdasarkan riset pasar dan realita yang ada pada supply and demand emas secara global dan dalam jangka panjang.

Untungnya tidak seluruh riset dan realita tersebut harus kita kumpulkan dan analisa sendiri; banyak sekali kajian para pakar di bidang ini yang bisa kita baca dan pelajari analisa mereka. Salah satunya adalah yang pernah saya kumpulkan dalam satu tulisan yang berjudul Prediksi Harga Emas oleh Para Ahlinya.

Dengan memahami realita-realita semacam ini, insya Allah kita bisa memaksimalkan keputusan yang didasarkan pada informasi yang memadai (well informed decisions) ? bukan hanya didorong oleh selera sesaat kita. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

What To Do Ketika Rupiah Perkasa?


Hari-hari ini Rupiah mencapai angka terkuat terhadap US$ sejak 3 tahun terakhir dengan nilai tukar di bawah Rp 9,000/US$. Rupiah memiliki nilai tukar di bawah Rp 9,000/US$ terakhir sebelumnya adalah pada bulan Juni 2007.

Kekuatan Rupiah ini juga bisa dipantau secara lebih akurat melaui Rupiah Index (RIX) yang sudah saya perkenalkan di situs ini sejak Desember 2009 lalu. Bila pada saat saya perkenalkan RIX berada pada angka 56.28; angka RIX tersebut kini berada pada angka 62.97 ? kenaikan yang luar biasa selama 5 bulan terakhir.

Bagus kah keperkasaan Rupiah ini bagi kita? Secara umum tentu bagus karena penghasilan kita yang rata-rata dalam Rupiah memiliki daya beli yang lebih baik. Apalagi mengingat berbagai kebutuhan kita seperti bahan pangan, susu, pakaian, komputer, mobil, dlsb; sebagiannya masih harus diimpor.

Hanya saja Rupiah yang terlalu kuat bila berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama, dapat menurunkan daya saing produk-produk ekspor kita. Jadi para otoritas moneter dan perdagangan negeri ini kudu waspada ? agar Rupiah tetap perkasa namun  tidak sampai menurunkan kemampuan kita untuk menghasilkan devisa.

Lantas apa yang perlu kita lakukan selagi Rupiah perkasa seperti sekarang ini? Untuk skala individu, inilah waktu yang baik untuk mengamankan jerih payah kita dalam bentuk benda riil seperti emas/Dinar, mesin-mesin produksi, stok barang dagangan, stok bibit ternak (yang sebagiannya sekarang masih impor) dan lain sebagainya.

Gold Reserves

Gold / Total Reserves

Untuk skala negara menurut saya inilah waktu terbaik untuk mengembalikan cadangan emas kita ke tingkat yang wajar ? minimal setara dengan yang dimiliki oleh negara-negara lain. Kita tahu bahwa Indonesia pernah memiliki cadangan emas sekitar 249 ton tahun 1951; kini cadangan tersebut hanya sekitar 73 ton saja. Bahkan 4 tahun yang lalu kita menjual sekitar 24% cadangan emas kita untuk mempercepat pembayaran hutang ke IMF.

Bila kita berhasil mengembalikan cadangan emas kita ke tingkat yang pernah kita miliki pada awal kemerdekaan tersebut; maka ini akan mengangkat persentase cadangan emas kita terhadap Total Reserves ke tingkat yang kurang lebih sama dengan rata-rata persentase cadangan emas negara lain terhadap Total Reserves-nya masing-masing. Peningkatan cadangan emas inilah yang dilakukan oleh negara-negara di benua Eropa sepanjang 10 tahun terakhir (sebelum krisis), sehingga  persentase cadangan emas mereka terhadap Total Reserves-nya meningkat dari rata-rata 30% ke angka rata-rata 55%, seperti yang ditunjukkan oleh grafik di atas yang datanya saya ambil dari data Dewan Emas Dunia (World Gold Council).

Dari grafik yang sama tersebut selama 10 tahun terakhir ini, Indonesia memiliki persentase cadangan emas terhadap Total Reserves yang kurang lebih hanya 1/3 dari yang dimiliki oleh negara-negara di dunia. Bila dibandingkan dengan persentase sejenis untuk negara-negara Eropa, maka persentase cadangan emas kita terhadap Total Reserves turun dari  sekitar 1/10 dari yang dimiliki oleh rata-rata negara-negara di Eropa tersebut 10 tahun lalu, menjadi tinggal kurang lebih 1/18 -nya sekarang. Hal ini karena cadangan emas negara-negara di Eropa naik sedangkan kita malah turun (akhir 2006).

Mengapa cadangan emas ini penting? Karena semakin besar cadangan emas kita terhadap Total Reserves, semakin stabil daya beli uang kita ? semakin aman dari guncangan nilai mata uang seperti yang pernah kita alami secara berulang kali dalam 40 tahun terakhir.

Bila hal ini dilakukan oleh negeri ini, insya Allah ini menjadi ?hasil panenan yang dipertahankan di bulirnya? seperti yang dicontohkan oleh Nabi Yusuf A.S. dalam Al-Qur?an ketika menyiapkan rakyatnya untuk menghadapi paceklik panjang. Paceklik panjang di zaman modern ini bisa terjadi melalui hancurnya nilai mata uang seperti yang pernah kita alami tahun 1997/1998.

Bila otoritas negeri ini tidak memandang perlu akan hal ini; maka kita secara pribadi-pun bisa melakukan langkah-langkah antisipatif ini – selagi Rupiah masih perkasa. Wa Allahu A?lam.

Posted in Financial PlanComments (0)

Agar Pohon Berbuah Di Luar Musimnya


Minggu-minggu ini setiap kali saya ke kebon di daerah Jonggol; sepanjang jalan di Jonggol buah rambutan memerah hampir mengalahkan hijaunya dedaunan. Saking banyaknya buah-buah tersebut, buah-buah yang sudah dipanen ditumpuk dipinggir jalan ? seperti tidak ada harganya.

Benar, rambutan yang dipanen pada puncak musim panen ini ? sangat rendah harganya. Inilah dilema petani buah rambutan dan berbagai buah lainnya. Mereka merindukan panen buah, namun ketika benar-benar panen ? panenan mereka jatuh harganya.

Akan menjadi peluang tersendiri bila seandainya temen-temen yang ahli hortikultura bisa melakukan rekayasa genetika atau apapun namanya sehingga pohon bisa berbuah di luar musimnya. Kita bisa menikmati duren di luar musim duren; menikmati mangga, rambutan dan lain sebagainya diluar musimnya.

Sebenarnya tidak hanya petani buah; kebanyakan investor di bisnis modern sekalipun seperti saham, property sampai emas juga lebih banyak yang berperilaku sebagai ?orang kebanyakan? dalam berinvestasi. Padahal ada semacam kaidah yang tertulis dalam Al-Qur?an, yang muncul berulang-ulang sampai sekurangnya 65 kali yang berbunyi ? ?tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui” (QS. Al-An’am (6): 37) atau yang senada.

Agar kita tidak menjadi petani atau investor dari golongan ?orang kebanyakan? ini, maka informasi-lah kuncinya. Teman saya yang sukses di industri pertanian menuturkan kiatnya; sebelum dia menanam sayur atau buah ? selain dia mempelajari pasarnya, dia juga mempelajari apa yang sedang ditanam oleh petani-petani lainnya.

Bila pasar terbatas untuk komoditi tertentu, sedangkan sudah begitu banyak petani menanam komoditi tersebut ? pastilah pada saat panen nanti harga jatuh; sederhana ini hukum supply and demand biasa. Sebaliknya biar pasar sedikit, tetapi tidak tersedia supply yang cukup untuk pasar yang sedikit tersebut ? pastilah harga akan tetap tinggi tanpa mengenal musim.

Maka seperti petani buah di atas, pada investasi apa uang Anda Anda tanam ? perhatikan pasarnya dan perhatikan apa yang dilakukan orang lain. Jadilah golongan sedikit yang bisa panen buah di luar musimnya? Wa Allahu A?lam.

Posted in EntrepreneurshipComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes