Tag Archive | "Mr. Stuck"

Belajar Dari Kehidupan Bebek Liar


Ketika saya mulai menulis tentang Netpreneur beberapa waktu lalu, ternyata banyak response dari pembaca yang serius ingin melakukan hal yang sama atau mirip dengan apa yang saya lakukan.

Dari response tersebut, saya dapat memahami bahwa apa yang dulu saya rasakan tentang kebosanan dan kejenuhan di tempat kerja ? juga dialami oleh sekian banyak orang lain. Tidak peduli dia di perusahaan besar atau kecil, perusahaan bonafid atau tidak, sebagai karyawan biasa atau eksekutif ? selalu ada (dan banyak) yang merasa bosan, jenuh, stuck , merasa didhalimi dan berbagai perasaan tidak mengenakkan lainnya.

Lantas pertanyaannya, meskipun sekian banyak orang tidak bahagia dengan pekerjaannya selama ini ? mengapa sebagian besar mereka tetap bertahan sampai pensiun? Macam-macam jawabannya, tetapi apapun jawabannya yang jelas mereka tidak (berani) memulai segera untuk berubah?

Berikut adalah 3 hal yang paling sering menjadi mental block yang mengunci kita dalam ?penjara? pekerjaan dan bagaimana cara melepaskan diri darinya.
1). Tidak memiliki bekal/modal untuk mulai berusaha: Tidak semua usaha memerlukan modal. Pengetahuan kita, pengalaman, jaringan pergaulan, dlsb; bisa menjadi modal yang tidak kalah berdaya-nya dengan modal uang.

2) Tidak memiliki ide untuk usaha: Ide yang orisinil memang paling baik dalam usaha, tetapi kita tidak harus memulai ide tersebut dari nol. Kita dapat menerapkan teori 3N dari khasanah kearifan Jawa yaitu Namatke (memperhatikan), Nirokke (menirukan), dan Nambahi . Kita dapat nyontek bisnis lain yang sudah jalan, mungkin di negeri lain, mungkin di bidang lain, mungkin dengan komiditi/barang dagangan yang lain ? tetapi kalaupun harus nyontek, maka nyonteklah yang pinter. Paling tidak itu tadi, jangan nyontek mentah-mentah tetapi setidaknya bisa Nambahi. Bukankah 3N pula yang dilakukan Jepang sampai menguasai pasar mobil dan elektronik dunia dewasa ini?

3) Job Security: Banyak orang yang rela bersusah-susah bekerja dengan perasaan yang tidak enak sekalipun karena berpendapat bahwa dengan bekerjalah (di tempat bekerjanya yang sekarang)  jaminan pekerjaan dan kelangsungan masa depannya terjaga, bahkan ada pensiun, biaya kesehatan, dst.

Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena persentase pensiunan yang bisa mempertahankan kwalitas kehidupannya sama dengan semasa belum pensiun adalah sangat sedikit. Yang sedikit inipun karena mereka tidak mengandalkan uang pensiunannya semata.

Stuck in 'Job Prison'?

Stuck in 'Job Prison'?

Ilusi job security ini juga terjadi pada karyawan-karyawan di perusahaan besar. Dalam realitanya berapa banyak karyawan atau bahkan eksekutif perusahaan besar yang harus kehilangan pekerjaan dan segala fasilitasnya oleh berbagai sebab.

Dengan menjadi entrepreneur juga tidak ada akan mudah, tetapi juga tidak sesulit yang dibayangkan kebanyakan orang. Ada pelajaran yang sangat menarik dari alam yang mendorong saya melompat menjadi entrepreneur pada usia yang sebenarnya ?agak telat? menurut hitungan saya sendiri. Pelajaran ini saya ambil dari salah satu episod televisi yang menyajikan kehidupan spesies bebek liar tertentu.

Induk bebek-bebek ini bersarang pada ketinggian 4?20m di atas air ? tempat mereka mencari makan. Bayi-bayi bebek spesies ini umumnya menetas pada malam hari dan tentu juga menetasnya pada sarang tersebut ? yang sekian meter di atas air.

Pada pagi hari pertamanya melihat dunia, bebek-bebek kecil ini menyaksikan induknya melompat dari sarang terjun ke air untuk mencari makan. Tanpa berfikir panjang ? bisa berenang atau tidak, beresiko atau tidak ? bebek-bebek kecil tersebut langsung terjun ke air mengikuti induknya untuk mencari makan.

Bayangkan! betapa Maha Kuasanya Allah dalam memberi rizki ke bebek-bebek yang baru umur sehari ini, sekaligus menyelamatkannya dalam lompatan yang menurut pikiran manusia sebenarnya sangat berbahaya.

Atas kehendak Allah, bebek-bebek kecil ini tidak dibekali otak yang canggih seperti kita manusia. Namu justru karena itu, mereka berani melompat mengikuti instingnya untuk langsung terjun, berenang dan mencari rizki.

Kita manusia, Alhamdulillah selain insting kita juga dibekali otak yang canggih. Dengan otak ini insya Allah kita akan lebih mampu untuk survive dalam ?lompatan? kita pada kesempatan pertama. Wa Allahu A?lam.

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

Ada Gajah Di Ruang Tamu Kita?


?Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui?. (QS. Al-Anfaal (8): 53)

Ilustrasi ini saya ambil dari materi Ice Breaking pada Change Management Training beberapa tahun lalu.  Ceritanya adalah tentang orang kebanyakan yang terjebak dalam kondisi yang sangat tidak menyenangkan, tetapi karena tidak bisa/tidak mau merubahnya sampai lama kelamaan terbiasa hidup dengan kondisi tersebut.

Suatu hari Mr. Stuck yang sangat letih pulang kerja mendapati ada seekor GAJAH yang nongkrong di ruang tamunya. Meskipun kaget, sedih dan jengkel bukan kepalang ? karena keletihannya Mr.Stuck memutuskan untuk membiarkan GAJAH tersebut di ruang tamunya dan berharap bisa mengusirnya esok pagi setelah kondisinya segar.

Esok paginya Mr. Stuck bangun kesiangan seperti biasanya, dia buru-buru berangkat kerja. Ketika melihat GAJAH masih nongkrong di ruang tamunya, dia berniat ? nanti saja sepulang kerja mengusir gajah tersebut. Sore hari ketika dia pulang kerja, kembali sangat letih ? dan memutuskan untuk mengusir GAJAH esok pagi saja.

Begitu seterusnya, hari berganti hari ? tahun berganti tahun; Mr. Stuck meskipun dengan perasaan jengkel ? dia dengan terpaksa hidup bersama GAJAH di ruang tamu seumur hidupnya.

Fenomena GAJAH di ruang tamu ini adalah cerminan hal yang mengagetkan, tidak seharusnya, menjengkelkan, dlsb yang ada di sekitar kita dalam bentuk yang bisa bermacam-macam.  Dalam skala bangsa Indonesia yang lagi hangat misalnya adalah sistem hukum kita yang terasa sangat timpang.

Orang-orang kecil yang mencuri semangka, buah kakau, pisang dipenjara. Sementara yang merugikan negara trilyunan melenggang bebas, yang mengobok-ngobok kewibawaan hukum juga bebas. Well kalau toh diantara yang mengobok-ngobok rasa keadilan tersebut akhirnya di penjara, dia tetap hidup mewah bak hotel bintang lima di dalam penjara.

Sistem hukum yang demikian ini jelas sangat menjengkelkan kita sebagai rakyat, mungkin juga menjengkelkan para pemimpin negeri ini? tetapi karena mereka sangat letih dengan perbagai persoalan, saya tidak heran kalau sampai bertahun ke depan akan tetap ada ?GAJAH nongkrong di ruang tamu? tersebut di sistem hukum kita.

Dalam skala pribadi, masing-masing kita juga kadang punya masalah dengan tamu yang tidak diundang tersebut ? GAJAH yang sudah terlanjur nongkrong di ruang tamu kita. Salah satu contohnya adalah pekerjaan yang tidak kita sukai, tetapi terpaksa kita jalani seumur hidup kita sampai pensiun.

Ada tes sederhana yang dapat mengukur apakah Anda cocok dan dapat menikmati pekerjaan Anda atau sebaliknya. Tes ini adalah dengan melihat apa yang Anda rasakan setiap Minggu sore/malam? Bila setiap minggu malam Anda lebih sering bahagia menyongsong pekerjaan esok hari, maka kemungkinan besarnya pekerjaan tersebut memang cocok untuk Anda dan Anda dapat menikmatinya.

Sebaliknya, bila Anda tidak bisa menikmati akhir pekan Anda karena membayangkan pekerjaan yang tidak menyenangkan hari Senin-nya; maka sangat bisa jadi pekerjaan yang Anda tekuni ini memang tidak cocok untuk Anda sehingga Anda tidak bisa menikmatinya. Bila ini yang terjadi maka pekerjaan inilah yang disebut ‘ada GAJAH nongkrong di ruang tamu Anda’. Hanya Anda sendiri yang bisa mengusir gajah tersebut, karena kalau tidak maka GAJAH tersebut tetap nongkrong di ruang tamu Anda sampai Anda pensiun ? artinya Anda tersiksa seumur hidup dengan pekerjaan Anda. Wa Allahu A?lam.

Posted in Islamic ViewComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes