Tag Archive | "komunikasi"

Survival Strategy: Beyond Currency


Yang paling sering disalah pahami orang tentang gerakan saya menyebarluaskan Dinar ? adalah seolah saya menafikan keberadaan uang kertas. Padahal tulisan saya yang paling popular di web ini dengan judul ?Mengelola Uang Berdasarkan Fungsinya?? yang telah dibaca lengkap (bukan hanya penggalannya) oleh lebih dari 10,000 orang, justru mengakui fungsi uang kertas sebagai alat tukar ini.

Untuk meminimise kesalahpahaman ini, saya tidak malu untuk menyontek komunikasi yang digunakan oleh salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia yang dahulu dikenal orang sebagai British Petroleum (BP). Pada tahun 2002 ketika mereka merubah namanya menjadi BP plc. ; mereka menambahkan tagline ?Beyond Petroleum? dalam corporate identity-nya.

Nampaknya BP ingin mengkomunikasikan ke masyarakat dunia bahwa mereka tidak hanya bergerak di bidang perminyakan; karena setelah ber-identitas baru tersebut BP juga meluncurkan business unit baru yang disebut BP Alternative EnergyBusiness Unit baru inilah yang kemudian mengembangkan energi lain di luar minyak seperti energi surya, angin, hydrogen, dlsb. Jadi meskipun business utama BP yang juga memberikan income terbesarnya masih dari industri perminyakan, mereka sudah berpikir di luar perminyakan ? karena boleh jadi minyak tidak akan selamanya tersedia untuk mereka explore ? mereka tentu ingin tetap survive meskipun sumber energi utama kelak berubah dari minyak ke energi-energi lain di luar minyak.

Beyond Petroleum

"Beyond Petroleum"

Mirip dengan yang dilakukan oleh BP tersebut di atas ? inilah yang kita lakukan dengan gerakan penyebar luasan Dinar. Kalau BP mengembangkan strateginya barangkali berdasarkan prognosis bahwa minyak tidak akan selamanya tersedia; maka gerakan Dinar menggunakan prognosis bahwa uang kertas tidak akan bisa bertahan dalam jangka panjang.

Prognosis terhadap uang kertas ini didukung oleh statistik yang sangat kuat, sampai-sampai kita bisa menghitung waktu paruh daya beli uang kertas Rupiah yang hanya 4.3 tahun; US$ hanya 5.0 tahun, dlsb. Jadi bila anak Anda lahir hari ini dan Anda mulai menabung uang kertas Rupiah untuk masa depannya; maka daya beli uang tabungan Anda tersebut tinggal 1/16 (½^4) pada saat anak Anda berulang tahun ke 17! Bila Anda menabungnya dalam US$, maka tabungan Anda nilai daya belinya juga tinggal 1/16 pada saat anak Anda tersebut berusia 20 tahun.

Karena statistiknya demikian ? bahwa daya beli uang kertas meluruh bersamaan dengan waktu ? dan zat yang meluruh pasti akhirnya habis; maka kita butuh alternatif lain dari uang kertas ini. Alternatif lain inilah yang saya sebut Beyond Currency.

Bila uang kertas hanya berfungsi sebagai currency ? yaitu alat tukar yang hanya berfungsi sesaat; maka yang kita butuhkan untuk survive dalam jangka panjang  adalah uang yang sesungguhnya ? Beyond Currency ? yaitu uang yang tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar atau Medium of Exchange atau currency, tetapi juga berfungsi sebagai unit pencatatan/timbangan yang adil (Unit of Account) dan sekaligus juga mampu mempertahankan nilai dari hasil jerih payah kita (Store of Value).

Uang yang sesungguhnya inipun tidak harus emas; benda-benda lain yang bernilai intrinsik sampai garam sekalipun dapat menjadi uang dalam arti luas tersebut.

Kita pernah mengalami krisis 97/98 dimana saat itu uang kita tiba-tiba anjlog daya belinya tinggal ¼-nya dalam beberapa bulan saja (padahal seharusnya daya beli uang kita baru turun tinggal ¼-nya setelah 2 kali waktu paruh atau 8.6 tahun!), bukan hanya daya belinya yang anjlog ? saat itu barang-barang kebutuhan kita juga menghilang di pasaran. Minyak goreng, susu bubuk, dlsb menjadi rebutan di toko-toko yang masih memiliki stok.

Pada saat krisis, uang bisa saja menghilang atau turun daya belinya; tetapi kebutuhan kita akan makan minum, kebutuhan anak-anak kita untuk susu, dlsb tetap perlu dipenuhi.

Jadi ?uang? selain uang kertas yang rentan krisis ?  harus juga menjadi bagian dari survival kit kita ? bila kita ingin survive dalam jangka panjang. Selain emas atau Dinar yang praktis, kita bisa juga menggunakan ternak kambing misalnya sebagai cadangan ?tabungan? kita di masa yang sangat sulit sekalipun.

Juga bukan hanya ternak kambing yang di-resep-kan dalam hadits sahih sebagai sumber penghasilan jangka panjang yang bisa diandalkan; antisipasi krisis melalui bercocok tanam dengan sungguh-sungguh selama 7 tahun ? bahkan resepnya ada di Al-Qur?an.

Maka tidak heran bila daya tahan masyarakat pedesaan terhadap krisis seperti yang kita alami tahun 1997/1998 lebih besar ketimbang masyarakat perkotaan. Sampai-sampai ketika saya masih rajin pulang kampung di masa krismon tersebut ? embok-embok di desa suka bertanya ?krismon iki opo to le?? ? (Krismon ini apa sih nak?). Mereka tidak terganggu dengan krisis moneter karena mereka memang sudah terbiasa hidup beyond currency.

Jadi mari kita rame-rame menghidupkan kehidupan desa, dengan kambing dan ternak lainnya, dengan pohon-pohonnya, dengan sawah-sawahnya ? maka bila wabah PIIGS meluas ke seluruh dunia ? Insya Allah kita bisa survive. Sekarang memang kita masih butuh uang kertas sebagai currency atau alat tukar, tetapi ketika uang kertas ini kehilangan daya belinya seperti yang sudah-sudah ? kitapun harus siap hidup Beyond Currency. Amin

Posted in Financial PlanComments (0)

Economics Outside The Box: Project Ngecat Langit Bernama Barter


Sejak saya menulis tentang peluang transaksi tanpa uang atau barter hampir setahun lalu dalam tulisan Dinar Equity Exchange, tidak hentinya team kami terus bekerja mewujudkan ide tersebut dalam suatu project. Project ini sendiri secara berkelakar kami sebut sebagai Project Ngecat Langit ? untuk menggambarkan betapa besar pekerjaan dan juga peluangnya.

Barter sebenarnya sama sekali bukan hal baru karena bentuk perdagangan yang paling basic ya barter ini. Manusia modern kemudian menemukan cara yang lebih sederhana dari barter yaitu dengan berjual beli menggunakan uang. Banyak masalah teratasi dengan menggunakan uang ini, namun banyak pula masalah baru yang timbul terutama ketika uang yang digunakan adalah uang fiat ? yaitu uang yang tidak memiliki nilai intrinsik.

Terlepas dari kendala-kendala yang dihadapi dalam barter, Transaksi barter di zaman modern ini sebenarnya terus terjadi baik antar individu, perusahaan dan bahkan antar negara. Barternews memperkirakan bahwa transaksi barter tahunan di seluruh dunia saat ini telah mencapai US$ 3.7 trilyun dengan perincian seperti pada tabel di bawah.

barter

Mengapa transaksi barter yang terkesan ?kuno? ini masih dilakukan orang dalam skala besar? Hal ini tidak terlepas dari masalah yang timbul dalam jual beli menggunakan uang fiat dimana nilai uang fiat sendiri yang cenderung turun dari waktu ke waktu. Nilai uang fiat juga rentan terhadap manipulasi, spekulasi dan ketidak adilan, uang salah satu negara bisa seolah lebih penting (lebih tinggi nilainya) dari uang negara lain.

Pengelolaan uang fiat di berbagai negara juga sering menimbulkan krisis dimana uang fiat menjadi langka atau turun drastis nilainya. Bilamana hal ini terjadi maka transaksi kebutuhan antar manusia juga terganggu. Ingat kita pada peristiwa krismon 97/98 ; dan juga krisis finansial di Amerika 2 tahun lalu. Kebutuhan basic kita akan sandang, pangan dan papan tidak menghilang dengan adanya krisis ? hanya uang yang menjadi alat tukarnya yang menghilang.

Di daerah Sentul yang jaraknya kurang dari 1 jam perjalanan dari Jakarta; ada sebuah komplek perumahan yang kini mirip kota hantu. Perumahan mewah untuk kalangan berduit ini mulai dibangun beberapa tahun sebelum krisis moneter 97/98; karena semua harus dibayar dengan uang dan sebagian terbesarnya adalah kredit ? maka ketika uang dan kredit menghilang selama krisis moneter, proses pembangunan perumahan ini-pun terhenti.

Rumah-rumah yang sudah jadi atau setengah jadi dibiarkan ngangkrak terbengkalai; pintu-pintu, besi dan apa saja yang berharga dari komplek tersebut kemudian dijarah orang dan kini tinggal puing-puing yang tidak ada harganya.

Ini ironi karena jutaan orang di negeri ini belum bisa memiliki rumah ? tetapi ada rumah-rumah dalam suatu komplek besar yang dibiarkan ngangkrak. Tidak bisa dimanfaatkan oleh orang lain karena semuanya harus dibeli dengan uang ? yang justru tidak tersedia cukup  pada waktu itu.

Kejadian serupa terjadi dengan para peternak sapi susu, para petani tomat, cabe dan sejenisnya. Mereka kadang harus membuang susu atau hasil panennya karena tidak ada yang membeli produknya dengan uang yang layak. Padahal negeri ini masih harus impor susu karena kebutuhan dalam negeri lebih besar dari produksinya. Banyak ?saus tomat? pula di pasaran yang isinya bukan tomat karena pabrik saos tomat tersebut tidak bisa membeli dengan layak tomat yang sesungguhnya.

Problem-problem tersebut setidaknya bisa dikurangi atau diatasi sama sekali bila kita bisa mempertukarkan barang atau jasa yang satu dengan yang lain tanpa harus melalui uang lebih dahulu, inilah barter itu.

Memang diperlukan banyak sekali effort untuk membuat barter ini praktis dan applicable di zaman modern ini, oleh sebab itulah Project Ngecat Langit ini kita rintis. Bila barter kuno terkendala dengan syarat yang disebut coincidence of want,  maka di zaman teknologi ini kita bisa men-create coincidence of wants melalui teknik-teknik barter modern seperti multileg exchanges yang diolah melalui sistem teknologi informasi yang canggih, dlsb.

Meskipun jauh dari selesai, namun sudah cukup jauh kami melangkah ? keterlibatan Anda sekalian pembaca situs ini insya Allah akan dapat mempercepat progress dari project ini. Sudah banyak yang mendaftar ikut project ini sejak tulisan saya yang pertama tersebut di atas, namun agar komunikasi terus terbangun secara luas ? kami undang Anda yang tertarik dengan project ini untuk bergabung di Group Facebook yang sengaja kita buat untuk ini yaitu grup BarterClub.

Siapa tahu dengan kerja rame-rame; kita bisa benar-benar mengecat langit kita dengan warna kita sendiri… bukan warna yang dikehendaki orang lain untuk kita. Insya Allah.

Posted in Business OpportunityComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes