Tag Archive | "knowledge based product"

Revolusi Produktivitas: Crowd Sourcing, Mass Collaboration? dan Pemasaran Jama'i!


Dalam sejarah peradaban manusia, konsep pemenuhan kebutuhan hidup selain mengalami perubahan yang bertahap atau Evolusi ? perubahan juga bisa terjadi secara singkat atau Revolusi.

Contoh perubahan secara Evolusi terjadi di masyarakat manusia primitif yang hidup secara nomaden dengan berburu dan mengambil makanan dari pohon-pohon liar yang ada di hutan. Awalnya mereka berburu untuk sekedar memperoleh makanan untuk mereka hari itu, setelah makanan habis ? mereka berburu kembali keesokan harinya, begitu seterusnya ? sehingga waktu masyarakat primitif habis hanya untuk mencari makan, menikmatinya, kemudian tidur, esoknya mencari makan dengan berburu kembali, dst.

Dalam perjalanan ribuan tahun, perlahan-lahan diantara mereka mulai ada ide untuk bercocok tanam; kemudian ide untuk membuat roti, kemudian ide brilian berikutnya adalah menukar sebagian roti yang diproduksi oleh sekelompok manusia yang bercocok tanam dengan daging buruan yang diperoleh oleh kelompok lain yang berburu ? inilah yang kemudian diikuti oleh manusia-manusia di jaman berikutnya ? sampai jaman modern ini  yang kemudian kita kenal dengan perdagangan.

Dengan perdagangan, hidup kita bisa lebih efisien dan produktif karena tidak semua yang kita butuhkan harus kita buat atau cari sendiri. Kita bisa fokus pada satu keahlian yang sangat kita kuasai, berbuat maksimal dengan keahlian tersebut ? dan menukar produk barang atau jasa yang kita hasilkan tersebut dengan barang atau jasa lain yang kita butuhkan tetapi tidak kita hasilkan sendiri.

Dengan fokus pada keahlian atau kekuatan maka produktifitas akan meningkat, tetapi produktivitas yang tinggi ini tidak akan memberi manfaat yang berarti bila tidak ada sistem pasar yang adil dan efektif. Bayangkan bila masyarakat primitif yang bercocok tanam dan membuat roti tersebut tidak bisa menukar dengan daging hasil buruan para pemburu ? maka keturunan mereka lama- kelamaan akan semakin kekurangan protein dan akhirnya punah. Sebaliknya yang berburu akan terus berburu sehingga tidak pernah menjadi manusia modern seperti sekarang.

Karena pentingnya pasar untuk menunjang produktivitas dan memakmurkan ummat inilah dalam pemerintahan Islam-pun pasar dijadikan salah satu prioritas untuk dipastikan keberadaannya, dan harus dipastikan berjalan adil sesuai syariah. Rasulullah SAW sendiri mendirikan pasar pertama bagi kaum muslimin tidak seberapa lama setelah mendirikan masjid; kemudian Rasulullah SAW sendiri pula yang pertama bertindak sebagai Muhtasib yaitu orang yang mengawasi pasar tersebut.

Jadi kita membutuhkan 2 hal untuk bisa memakmurkan ummat, yaitu:

  1. Bagaimana meningkatkan produktivitas.
  2. Make sure ada pasar yang efektif  dan adil untuk ?menukar? hasil dari produktivitas kita.

Dua hal inilah yang menjadi tema sentral dalam Pesantren Wirausaha yang alhamdulillah angkatan ke-2 sudah kick off Sabtu (24/10) kemarin.

Salah satu contoh peningkatan produktivitas ummat secara keseluruhan yang insya Allah bisa di trigger oleh apa yang dilakukan para Santri Wirausaha ini adalah produk makanan sederhana yang kita kenal sebagai makanan siap saji. Bentuknya secara umum yang sudah dikenal di pasar adalah chicken nugget, chicken stick, chicken wing, dst.

Produk biasakah ini? Tergantung bagaimana kita melihatnya. Persis seperti ketika kita melihat benda yang namanya koin emas, kalau kita melihat koin emas di pusat-pusat perdagangan emas terkenal di Jakarta; hanya 1-2 saja yang terjual sebagai koleksinya para kolektor. Tetapi kemudian koin emas ini kita beri nama Dinar dan kita perkenalkan sebagai instrumen investasi dan proteksi nilai (selain juga  tentu sebagai uang hakiki sepanjang zaman!), hasilnya? Wow? sampai ngumpet ke Depok-pun tetap dicari orang.

Demikian pula dengan makanan siap saji tersebut; mungkin hanya anak kecil kita saja yang sekali-sekali suka makan chicken nugget dan sejenisnya ? mayoritas kita orang dewasa tidak selera dengan makanan seperti ini, sehingga tidak terdorong untuk membelinya secara lebih sering dalam jumlah yang banyak.

Nah kalau yang tersedia dalam bentuk siap saji ini adalah makanan-makanan  kesukaan kita seperti sop buntut, soto betawi, tong seng, gulai kambing, soto madura, dsb; membacanya-pun kita sudah timbul selera. Bisakah makanan-makanan seperti ini diproduksi secara siap saji dengan rasa yang paling enak dan asli seperti hasil makanan koki terbaiknya? Insya Allah bisa! Dengan teknologi pembekuan secara cepat (Quick Freezing) ? dijamin tidak ada rasa dan tekstur yang hilang dan dijamin pula kesehatannya. Para Santri Wirausaha kita yang rata-rata S1 dan S2 ? insya Allah tidak akan terlalu sulit untuk menemukan teknologi yang pas untuk ini.

Ketika sop buntut beku dan sejenisnya  tersebut dipanaskan beberapa menit oleh istri kita, kita sudah bisa makan sop buntut ter-enak meskipun seandainya  istri kita sendiri tidak pinter masak.  Apa dampaknya produk makanan siap saji beku ini pada produktifitas ummat? Para istri tidak harus menghabiskan waktunya berjam-jam setiap hari hanya untuk mikirkan dan menyiapkan makanan yang enak untuk para suaminya; dia bisa fokus mendidik anak-anaknya atau melaksanakan tugas profesinya secara optimal ? tanpa harus meninggalkan perannya sebagai istri.

Anda yang bekerja di kantoran dengan mudah memperoleh makanan kesukaan Anda tanpa harus banyak waktu meninggalkan kantor. Ketika bulan puasa tiba, kita bersama istri bisa khusu? beribadah ? karena istri tidak ?terbebani? harus masak yang enak untuk berbuka dan makan sahur. Ketika musim lebaran tiba, semua pembantu pulang kampung dan restoran sebagian tutup ? kita tetap pula bisa menikmati makan kesukaan kita. Dan banyak lagi peluang peningkatan produktivitas yang bisa di-trigger oleh makanan siap saji yang satu ini.

Lantas bagaimana dan dimana kita akan menjualnya? Sekali lagi sama dengan contoh  koin emas tersebut di atas; makanan seperti ini kalau kita taruh di supermarket belum tentu dilirik atau dibeli orang ? karena hanya dilihat sebagai makanan siapa saji biasa ? a la supermarket.

Namun kalau makanan ini diperkenalkan dengan pengetahuan yang baik, makanan siap saji beku ini dapat menjadi lifestyle baru, knowledge based product yang baru yaitu makanan yang ueenak, sehat, halal, siap saji dan makanan yang meningkatkan produktivitas keluarga Anda.

Maka para Santri Wirausaha yang secara otomatis juga akan menjadi Productivity Agent dalam system Direct1st® ? lah yang akan secara bersama ?sama membawakan produk-produk semacam ini ke masyarakat.

Dari 2 angkatan kita ada 30 orang Santri Wirausaha, bulan depan insya Allah akan ada lagi 30 peserta baru, bulan berikutnya demikian pula, dst? maka insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama ? akan ada agen-agen produktifitas di setiap lingkungan tetangga Anda.

Di dunia pemasaran modern pendekatan pemasaran semacam ini sering disebut sebagai pemasaran melalui crowd sourcing atau mass collaboration, tetapi saya menyebutnya Pemasaran Jama?i. Dengan perkembangan berbagai teknologi informasi yang ada, perubahan yang ditimbulkan oleh system crowd sourcing, mass collaboration atau Pemasaran Jama?i ini terjadi dengan sangat cepat ? atau secara Revolusi.

Jadi kita kini berada dalam jaman Revolusi Produktifitas dan Pemasaran?, insya Allah kita bisa menjadi aktor dalam revolusi ini dan bukannya korban-korban revolusi. Amin.

Posted in EntrepreneurshipComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes