Tag Archive | "kirim CV"

Barter Di Ekonomi Modern, Mungkinkah?


Dalam sejarah peradaban manusia; penemuan konsep uang sejak sekitar 5,000 tahun lalu oleh bangsa Mesopotamia (3000 SM) merupakan penemuan yang  paling penting untuk mempermudah terjadinya perdagangan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain.

?Uang? Shekel yang diperkenalkan zaman itu adalah setara berat 180 butir gandum untuk benda-benda yang dianggap berharga seperti perak, perunggu, tembaga, dlsb. Tercatat dalam sejarah 13 Abad kemudian (1760 SM) bahkan uang juga mulai secara resmi masuk dalam sistem hukum yang dikenal dengan Hukum Hammurabi – karena diperkenalkan oleh Raja ke 6 dari bangsa Babylonia yang bernama Hammurabi.

prasasti Hukum Hammurabi

prasasti Hukum Hammurabi

Sebelum uang dikenal, perdagangan antar umat manusia mengandalkan Sistem Barter. Karena barter saat itu hanya dilakukan antar 2 belah pihak yang secara kebetulan saling membutuhkan barang atau jasa pihak lain, maka perdagangan tentu sulit untuk terjadi secara aktif. Hambatan perdagangan ini adalah karena kondisi yang disebut coincidence of wants (kebutuhan yang secara kebetulan saling sesuai) sebagai prasyarat terjadinya barter ? tidak mudah terpenuhi.

Kemudahan yang difasilitasi oleh adanya konsep uang inilah yang kemudian selama beribu tahun kemudian ? hingga kini ? menjadi mesin penggerak perdagangan yang utama. Dalam perdagangan yang menggunakan konsep uang, tidak harus lagi ada kondisi coincidence of wants.

Hanya saja dalam perkembangannya, manusia modern yang kelewat tergantung pada uang ? kemudian menjadikan uang bukan semata sebagai alat tukar dalam perdagangan. Sejak manusia modern menggunakan uang kertas yang semakin canggih; bahkan sekarang uang kertas-nya pun tidak harus  dicetak lagi ? cukup diketikkan dalam angka-angka komputer di bank sentral yang disebut Quantitative Easing misalnya, selain sebagai solusi uang juga dapat menjadi musibah bagi sesama.

Uang dapat menjadi satu alat untuk menjajah satu bangsa oleh bangsa lain; uang juga dapat menjadi alat yang efektif bagi penguasa untuk menarik ?pajak? secara tersembunyi kepada seluruh rakyat tanpa kecuali melalui apa yang disebut inflasi. Ketergantungan kepada uang juga dapat membuat sebagian manusia menjadi sangat miskin karena ulah sebagian yang lain ? ingat apa yang kita alami di Indonesia selama puncak krisis tahun 1997-1998.

Lantas apakah dengan efek samping-efek samping yang saya sebutkan di atas, uang harus ditinggalkan dan kita kembali ke zaman barter seperti sebelum 5000 tahun lalu? Tentu jawabannya juga tidak sedemikian ekstrim. Hal-hal positif yang terkait dengan uang (seperti fleksibilitasnya dalam menjembatani kebutuhan antara manusia yang tidak selalu bisa memenuhi syarat coincidence of wants) tetap terus dapat dipakai; pada saat yang bersamaan efek samping-nya harus diminimalisir. Dinar (uang emas) dan Dirham (uang peraklah) yang sebenarnya mampu membuktikan fungsi uang yang sesungguhnya ini selama ribuan tahun ? tanpa berbagai efek samping seperti yang kita kenal sekarang.

Di sisi lain seefektif apapun uang dapat berfungsi memfasilitasi perdagangan; konsep barter sesungguhnya juga tetap menjadi konsep perdagangan yang valid sepanjang zaman. Dalilnya adalah Hadits Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa?i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ?Ubadah bin Shamit, Nabi S.A.W bersabda: ?(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya?ir dengan sya?ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.?

barter-modernKarena Islam adalah agama akhir zaman, maka apa-apa yang diajarkan dalam Islam tentu juga valid sampai akhir zaman. Penggalan kalimat terakhir dari Hadits di atas yang berbunyi ??Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai? ini mengisyaratkan kita dapat melakukan barter sampai akhir zaman.

Bukti empiris keberadaan barter di zaman modern inipun pernah saya tulis dalam tulisan sebelumnya yang berjudul “Dinar Equity Exchange?”; dan bahkan Negara-negara kuat dunia saat ini sedang mempersiapkan sistem barter yang canggih untuk bisa memfasilitasi perdagangan diantara mereka tanpa harus tergantung pada mata uang tertentu, untuk ini lihat tulisan saya lainnya seperti “China Bersiap Memimpin Perdagangan Dunia??.

2 sistem barter modern yang saya perkenalkan dalam tulisan-tulisan tersebut di atas, keduanya bisa berjalan efektif bila bisa menciptakan – kondisi yang ribuan tahun lalu bermasalah – kondisi coincidence of wants.

Dengan teknologi data processing yang bisa bekerja sangat cepat dan murah seperti sekarang ini, maka coincidence of wants ini bisa dipertemukan dari sejumlah besar pihak peserta barter ? tidak terbatas pada hanya 2 pihak seperti ribuan tahun lalu.  Dari sinilah teknik-teknik barter modern yang kemudian disebut Multileg Exchange atau Multileg Barter berkembang.

Dengan perkembangan-perkembangan perdagangan modern tersebut; visi gerakan Dinar kami tidak hanya terbatas pada menyediakan Dinar yang dibutuhkan oleh masyarakat dan menjadikan Dinar sebagai penggerak sektor riil ? tetapi kita juga terus melakukan riset dan pengembangan yang terkait dengan perdagangan pada umumnya.

Dalam kaitan dengan kepeloporan di bidang barter modern ini misalnya, kami bekerjasama dengan beberapa pihak kini tengah mengkajinya dan menyiapkannya dalam project yang kita sebut IndoBarter Project ? agar kita tidak ketinggalan dari China, India, Brasil, Rusia, Jerman, dlsb dalam hal perdagangan global kelak yang bisa jadi tidak lagi akan mengandalkan keberadaan sistem keuangan dunia yang kini semakin rapuh.

Talent- talent terbaik negeri ini di bidang finansial, taxation, IT, legal, trading, dlsb. silahkan menghubungi kami (indo...@dinarislam.com) dengan mengirimkan CV-nya bila tertarik untuk terlibat dalam Project Indobarter ini. Hanya yang benar-benar bisa memberikan kontribusi pada project ini yang akan diundang untuk bergabung dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya. Semoga kita bisa belajar walau sampai negeri China untuk hal ini?

Posted in Business OpportunityComments (0)

Pesantren Wirausaha Angkatan I: Seperti Belajar Berenang


Alhamdulillah Sabtu kemarin (10/10/09) Pesantren Wirausaha yang kita canangkan sejak beberapa bulan lalu kelas eksekutif perdananya telah mulai dan insya Allah berjalan dengan baik. Dengan antusiasme tinggi tetapi dengan suasana santai,  15 orang peserta dengan latar belakang pendidikan rata-rata SI dan S II mengikuti program kick off dari jam 09.00 sampai jam 15.00.

Untuk mudah ditangkap dan diimplementasikan para peserta, program Pesantren Wirausaha ini kita buat seperti melatih Anda untuk belajar berenang. Anda bisa baca berapa banyak-pun buku teori berenang dari penulis-penulis terbaik, setelah Anda nyemplung ke kolam renang hanya dengan bekal ilmu yang telah Anda pelajari teorinya tersebut ? kemungkinan besar Anda akan tenggelam.

Untuk belajar berenang, pelatih (coach) Anda hanya perlu mengajari teori dasar secukupnya ? setelah itu Anda terjun ke kolam renang di dampingi oleh sang pelatih. Pelatih akan mulai dari yang paling kecil risikonya ? tetapi paling esensial yaitu mengajari Anda untuk dapat mengapung di air dan tidak tenggelam. Setelah Anda bisa mengapung, Anda bisa mulai meluncur, kemudian belajar ambil nafas dan seterusnya sampai Anda bisa benar-benar berenang.

Dengan analogi tersebut, apa yang dalam dunia wirausaha dapat kita mulai dengan risiko kecil namun sangat esensial? ya belajar jualan! Menjual produk orang lain yang kita minati dan kita memiliki passion untuk produk tersebut. Setelah kita mendalami produk yang kita cintai ini, mengenal pasarnya, dan terbukti bisa menjualnya dengan baik ? baru kita dapat memproduksinya sendiri, mengembangkannya kelak, dst.

Agar proses belajar ?mengambang? (berjualan) ini berjalan dengan baik, kami tidak menentukan produk tertentu untuk latihan menjual. Kepada masing-masing peserta kita serahkan untuk memilih produknya sendiri, produk yang paling diminati yang yang nantinya akan menjadi usaha yang akan digelutinya.

Produk tersebut kemudian didalami dan didiskusikan dengan peserta lain (dan tentu di dampingi oleh coach), inilah saringan pertama apakah produk-produk yang diminati peserta tersebut adalah produk yang layak dijadikan usaha si peserta kelak atau tidak. Saringan yang sesungguhnya adalah setelah produk tersebut benar-benar dijual di pasar!

Produk-produk yang terpilih oleh angkatan perdana ini, akan menjadi produk bersama yang akan digunakan sebagai latihan menjual oleh seluruh peserta di angkatan ini. Dengan produk yang merupakan hasil seleksi bersama ini, peluang masing-masing peserta untuk bisa menjualnya diharapkan sangat besar.

Bila dari 15 orang diangkatan ini  misalnya nanti terpilih 10 produk.  Maka insya Allah akan ada 1-2 orang yang bisa menjual keseluruhan 10 produk, ada yang bisa menjual hanya 9, 8, 7, 6, dst. Adakah yang tidak bisa menjual sama sekali? insya Allah tidak ada! Karena kalau toh ada seorang peserta yang kesulitan menjual satu produk-pun; dia bisa belajar dari 14 peserta lainnya, peserta lain dengan suka rela akan membantu sampai semua bisa benar-benar menjual.

Teknik ini kita ambil dari hikmah shalat berjamaah; kemungkinan besar shalat kita banyak kekurangannya ? tetapi ketika kita shalat berjamaah ? maka kita akan ikut kesempurnaan shalat berjamaah. Hal yang sama ini akan berlaku pula ketika kita bermuamalah secara jama?i.  Ketidak sempurnaan yang satu insya Allah akan tertutup oleh  yang lain.

Belajar bermuamalah secara jama?i inilah yang membuat Muhammad Yunus sukses mengentaskan kemiskinan dengan Grameen Bank-nya di Bangladesh. Tingkat kegagalan (calon) pengusaha yang berkelompok dalam binaan Grameen Bank ini konon hanya 1 dari setiap 40 calon pengusaha.

Karena teknik yang kita pakai mengacu pada nilai-nilai shalat berjamaah, kita berharap keberhasilan kita minimal sama dengan tingkat keberhasilan pola Grameen Bank; hanya boleh 1 kegagalan dari setiap 3 angkatan (45 orang)?atau kita berharap 15 orang dari kelas perdana ini 100%-nya kelak menjadi pengusaha semua? Insya Allah!

Catatan:

Kelas eksekutif berikutnya insya Allah akan kick-off tanggal 24/10/09, namun ini juga sudah penuh karena untuk efektifitasnya program ini kami hanya menerima 15 peserta per angkatan. Bila Anda tertarik, masih mungkin untuk mengikuti program ini untuk angkatan ke 3 atau 4 yang dijadwalkan insya Allah di bulan November 2009, untuk ini silahkan mengirimkan CV Anda ke alamat kami di wirausaha@dinarislam.com.

Posted in EntrepreneurshipComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes