Tag Archive | "khusu’"

Dahsyatnya Kekuatan Basmalah


Menyambung tulisan sebelumnya tentang Makna & Lafadz Basmalah, berikut ini riwayat-riwayat yang menjelaskan bagaimana Dahsyatnya Lafadz Basmalah bila diucapkan oleh seorang muslim dengan hati yang khusyu’ dan yakin, sehingga bisa merasakan kebesaran Allah dan membenarkan sabda Rasul-Nya.

1. Melemahkan Kekuatan Syetan dan Mengecilkan Bentuknya
Rasulullah SAW bersabda, dari Abdul Mulih, dari seorag lelaki ia berkata, “Aku pernah dibonceng oleh Rasulullah SAW di atas keledainya. Ketika keledainya itu tersandung aku berkata, “celakalah syetan!

Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah berkata seperti itu, karena syetan akan membesar sampai sebesar rumah lalu berkata, “Aku telah membantingnya dengan kekuatanku.” Akan tetapi bacalah Bismillah, karena jika kamu baca itu ia akan mengecil hingga sekecil lalat.” (HR. Abu Dawud dan an-Nasai, dan dishahihkan oleh Albani)

2. Memblokir Masuknya Syetan ke Rumah
Rasulullah SAW bersabda, “Dan tutuplah pintu kalian seraya membaca Bismillah, karena syetan tidak akan mampu membuka pintu yang tertutup (dengan membaca Bismillah).” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

3. Membuat Syetan Muntah-Muntah
Umayah bin Muhsin berkata, “Ketika Rasulullah SAW sedang duduk, ada seorang laki-laki sedang makan dan ia tidak membaca Bismillah sampai makannya hampir habis hanya tingal satu suapan. Lalu ketika dia menyuapkan suapan itu ke mulutnya, dia membaca, “Bismillahi awwaluhu wa akhiruhu” (dengan nama Allah di awal dan di akhirnya). lalu tertawalah Rasulullah SAW, kemudian beliau bersabda, “Syetan masih terus makan bersamanya, tetapi ketika ia membaca Bismillah, syetan pun langsung memuntahkan apa yang ada di perutnya.” (HR. Abu Dawud dan an-Nasai)

4. Memproteksi Diri dari Gangguan Syetan Sepanjang Hari
Kata Utsman bin Affan, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca do’a ini di saat sore tiba,

(?????? ????? ??????? ??? ??????? ???? ??????? ?????? ??? ????????? ????? ??? ?????????? ?????? ??????????? ??????????? (??????? ????????

“Dengan nama Allah (Bismillah), yang dengan nama-Nya tidak akan bisa membayakan sesuatu pun yang ada di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (tiga kali).”

maka ia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai pagi hari. dan barangsiapa yang membacanya di sore hari, maka ia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai sore hari.” (HR. at-Tirmidzi)

5. Perisai Diri dari Kejahatan yang ada di Luar Rumah
Anas bin Malik menceritakan, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa keluar dari rumahnya membaca “Bismillah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah“, maka katakan kepadanya, “Kamu telah tercukupi dan terlindungi”, dan syetan pun akan menjauh darinya.” (HR. Abu Dawud)

6. Menutup Penglihatan Jin
Anas bin Malik menceritakan, Rasulullah SAW bersabda, “Yang bisa menutup aurat anak Adam dari pandangan mata jin, ketika hendak menanggalkan pakaiannya adalah membaca, “Bismillahilladzi la ilaha illa huwa” (Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia).” (HR. Ibnu Sunni)

Ali bin Abi Thalib berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sebagai penutup aurat anak Adam dari pandangan mata jin, ketika memasuki WC adalah membaca Bismillah.” (HR. at-Tirmidzi)

7. Melindungi Generasi dari Gangguan Syetan
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian hendak mendatangi istrinya (menggaulinya), bacalah “Bismillah“, Ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari yang akan Engkau rizkikan kepada kami (anak). Karena bila Allah mentakdirkan bagi keduanya seorang anak, maka syetan tidak akan bisa mencelakakannya selamanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

8. Memboikot Syetan yang ada Dalam Rumah
Dari Jabir ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang masuk rumahnya, lalu membaca Bismillah pada saat masuk dan pada saat makan, maka syetan berkata (kepada teman-temannya), “Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam bagi kalian.” Tetapi jika seseorang masuk rumahnya dengan tidak membaca Bismillah, maka syetan berkata (kepada teman-temannya), “Kalian dapat bermalam”. Bila ia tidak membaca Bismillah saat makan, syetan berkata (pada teman-temannya), “kalian dapat tempat bermalam dan makan malam.” (HR. Muslim)

9. Mendatangkan Berkah
Wahsyi bin Harb berkata, bahwa para sahabat mengadu kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, kami sudah makan, tapi kami tidak kenyang-kenyang.” Rasulullah SAW bertanya, “Mungkin kalian makannya terpisah-pisah (sendiri-sendiri)?” Mereka menjawab, “Ya”. Rasulullah SAW bersabda, “Maka berkumpullah kalian ketika makan, dan bacalah Bismillah, niscaya Allah akan memberkahi makanan kalian.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Semoga bermanfaat. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dakwah IslamComments (0)

Revolusi Produktivitas: Crowd Sourcing, Mass Collaboration? dan Pemasaran Jama'i!


Dalam sejarah peradaban manusia, konsep pemenuhan kebutuhan hidup selain mengalami perubahan yang bertahap atau Evolusi ? perubahan juga bisa terjadi secara singkat atau Revolusi.

Contoh perubahan secara Evolusi terjadi di masyarakat manusia primitif yang hidup secara nomaden dengan berburu dan mengambil makanan dari pohon-pohon liar yang ada di hutan. Awalnya mereka berburu untuk sekedar memperoleh makanan untuk mereka hari itu, setelah makanan habis ? mereka berburu kembali keesokan harinya, begitu seterusnya ? sehingga waktu masyarakat primitif habis hanya untuk mencari makan, menikmatinya, kemudian tidur, esoknya mencari makan dengan berburu kembali, dst.

Dalam perjalanan ribuan tahun, perlahan-lahan diantara mereka mulai ada ide untuk bercocok tanam; kemudian ide untuk membuat roti, kemudian ide brilian berikutnya adalah menukar sebagian roti yang diproduksi oleh sekelompok manusia yang bercocok tanam dengan daging buruan yang diperoleh oleh kelompok lain yang berburu ? inilah yang kemudian diikuti oleh manusia-manusia di jaman berikutnya ? sampai jaman modern ini  yang kemudian kita kenal dengan perdagangan.

Dengan perdagangan, hidup kita bisa lebih efisien dan produktif karena tidak semua yang kita butuhkan harus kita buat atau cari sendiri. Kita bisa fokus pada satu keahlian yang sangat kita kuasai, berbuat maksimal dengan keahlian tersebut ? dan menukar produk barang atau jasa yang kita hasilkan tersebut dengan barang atau jasa lain yang kita butuhkan tetapi tidak kita hasilkan sendiri.

Dengan fokus pada keahlian atau kekuatan maka produktifitas akan meningkat, tetapi produktivitas yang tinggi ini tidak akan memberi manfaat yang berarti bila tidak ada sistem pasar yang adil dan efektif. Bayangkan bila masyarakat primitif yang bercocok tanam dan membuat roti tersebut tidak bisa menukar dengan daging hasil buruan para pemburu ? maka keturunan mereka lama- kelamaan akan semakin kekurangan protein dan akhirnya punah. Sebaliknya yang berburu akan terus berburu sehingga tidak pernah menjadi manusia modern seperti sekarang.

Karena pentingnya pasar untuk menunjang produktivitas dan memakmurkan ummat inilah dalam pemerintahan Islam-pun pasar dijadikan salah satu prioritas untuk dipastikan keberadaannya, dan harus dipastikan berjalan adil sesuai syariah. Rasulullah SAW sendiri mendirikan pasar pertama bagi kaum muslimin tidak seberapa lama setelah mendirikan masjid; kemudian Rasulullah SAW sendiri pula yang pertama bertindak sebagai Muhtasib yaitu orang yang mengawasi pasar tersebut.

Jadi kita membutuhkan 2 hal untuk bisa memakmurkan ummat, yaitu:

  1. Bagaimana meningkatkan produktivitas.
  2. Make sure ada pasar yang efektif  dan adil untuk ?menukar? hasil dari produktivitas kita.

Dua hal inilah yang menjadi tema sentral dalam Pesantren Wirausaha yang alhamdulillah angkatan ke-2 sudah kick off Sabtu (24/10) kemarin.

Salah satu contoh peningkatan produktivitas ummat secara keseluruhan yang insya Allah bisa di trigger oleh apa yang dilakukan para Santri Wirausaha ini adalah produk makanan sederhana yang kita kenal sebagai makanan siap saji. Bentuknya secara umum yang sudah dikenal di pasar adalah chicken nugget, chicken stick, chicken wing, dst.

Produk biasakah ini? Tergantung bagaimana kita melihatnya. Persis seperti ketika kita melihat benda yang namanya koin emas, kalau kita melihat koin emas di pusat-pusat perdagangan emas terkenal di Jakarta; hanya 1-2 saja yang terjual sebagai koleksinya para kolektor. Tetapi kemudian koin emas ini kita beri nama Dinar dan kita perkenalkan sebagai instrumen investasi dan proteksi nilai (selain juga  tentu sebagai uang hakiki sepanjang zaman!), hasilnya? Wow? sampai ngumpet ke Depok-pun tetap dicari orang.

Demikian pula dengan makanan siap saji tersebut; mungkin hanya anak kecil kita saja yang sekali-sekali suka makan chicken nugget dan sejenisnya ? mayoritas kita orang dewasa tidak selera dengan makanan seperti ini, sehingga tidak terdorong untuk membelinya secara lebih sering dalam jumlah yang banyak.

Nah kalau yang tersedia dalam bentuk siap saji ini adalah makanan-makanan  kesukaan kita seperti sop buntut, soto betawi, tong seng, gulai kambing, soto madura, dsb; membacanya-pun kita sudah timbul selera. Bisakah makanan-makanan seperti ini diproduksi secara siap saji dengan rasa yang paling enak dan asli seperti hasil makanan koki terbaiknya? Insya Allah bisa! Dengan teknologi pembekuan secara cepat (Quick Freezing) ? dijamin tidak ada rasa dan tekstur yang hilang dan dijamin pula kesehatannya. Para Santri Wirausaha kita yang rata-rata S1 dan S2 ? insya Allah tidak akan terlalu sulit untuk menemukan teknologi yang pas untuk ini.

Ketika sop buntut beku dan sejenisnya  tersebut dipanaskan beberapa menit oleh istri kita, kita sudah bisa makan sop buntut ter-enak meskipun seandainya  istri kita sendiri tidak pinter masak.  Apa dampaknya produk makanan siap saji beku ini pada produktifitas ummat? Para istri tidak harus menghabiskan waktunya berjam-jam setiap hari hanya untuk mikirkan dan menyiapkan makanan yang enak untuk para suaminya; dia bisa fokus mendidik anak-anaknya atau melaksanakan tugas profesinya secara optimal ? tanpa harus meninggalkan perannya sebagai istri.

Anda yang bekerja di kantoran dengan mudah memperoleh makanan kesukaan Anda tanpa harus banyak waktu meninggalkan kantor. Ketika bulan puasa tiba, kita bersama istri bisa khusu? beribadah ? karena istri tidak ?terbebani? harus masak yang enak untuk berbuka dan makan sahur. Ketika musim lebaran tiba, semua pembantu pulang kampung dan restoran sebagian tutup ? kita tetap pula bisa menikmati makan kesukaan kita. Dan banyak lagi peluang peningkatan produktivitas yang bisa di-trigger oleh makanan siap saji yang satu ini.

Lantas bagaimana dan dimana kita akan menjualnya? Sekali lagi sama dengan contoh  koin emas tersebut di atas; makanan seperti ini kalau kita taruh di supermarket belum tentu dilirik atau dibeli orang ? karena hanya dilihat sebagai makanan siapa saji biasa ? a la supermarket.

Namun kalau makanan ini diperkenalkan dengan pengetahuan yang baik, makanan siap saji beku ini dapat menjadi lifestyle baru, knowledge based product yang baru yaitu makanan yang ueenak, sehat, halal, siap saji dan makanan yang meningkatkan produktivitas keluarga Anda.

Maka para Santri Wirausaha yang secara otomatis juga akan menjadi Productivity Agent dalam system Direct1st® ? lah yang akan secara bersama ?sama membawakan produk-produk semacam ini ke masyarakat.

Dari 2 angkatan kita ada 30 orang Santri Wirausaha, bulan depan insya Allah akan ada lagi 30 peserta baru, bulan berikutnya demikian pula, dst? maka insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama ? akan ada agen-agen produktifitas di setiap lingkungan tetangga Anda.

Di dunia pemasaran modern pendekatan pemasaran semacam ini sering disebut sebagai pemasaran melalui crowd sourcing atau mass collaboration, tetapi saya menyebutnya Pemasaran Jama?i. Dengan perkembangan berbagai teknologi informasi yang ada, perubahan yang ditimbulkan oleh system crowd sourcing, mass collaboration atau Pemasaran Jama?i ini terjadi dengan sangat cepat ? atau secara Revolusi.

Jadi kita kini berada dalam jaman Revolusi Produktifitas dan Pemasaran?, insya Allah kita bisa menjadi aktor dalam revolusi ini dan bukannya korban-korban revolusi. Amin.

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

I?tikaf Dan Terapi Gelas Panas


Sekian tahun lalu ketika saya masih bekerja di lingkungan yang stress-full, salah satu teknik yang saya pakai untuk mengendalikan stress adalah apa yang disebut Terapi Gelas Panas.

Prinsipnya sederhana saja, persis seperti kita memegang gelas panas ? semakin panas suatu gelas (karena isinya air panas) semakin sebentar kita bisa memegangnya. Bila kita memaksakan memegang gelas panas tersebut dalam waktu yang lebih lama ? maka tangan kita bisa melepuh dibuatnya. Kita tahu secara reflek kapan tepatnya harus melepas gelas dari tangan kita sebelum tangan kita melepuh, bahkan kalau kita tadinya tidak tahu suatu gelas terlalu panas untuk kita pegang ? baru menyentuh saja tangan kita langsung kita lepaskan kembali.

Setelah dibiarkan agak dingin, maka kita coba untuk memegangnya kembali. Bila waktunya cukup aman gelas tersebut kita pegang ? tanpa membuat tangan melepuh, maka baru gelas bisa kita pegang terus sampai keperluan kita selesai.

Menangani masalah yang menyita pikiran juga demikian; bila suatu masalah terlalu berat untuk kita pikirkan ? maka jangan dipaksa terus dipikirin sampai terbawa mimpi, bisa stress kita dibuatnya. Pikirkan sedikit saja dahulu untuk sekedar tahu ada masalah tersebut, kemudian lepas lagi dari pikiran kita.

Sering masalah yang kita hadapi tidak seburuk awalnya ketika masalah tersebut pertama kali muncul, masalah-masalah yang membuat stress terkadang justru masalah sederhana saja tetapi awal kemunculannya pada waktu yang kita tidak siap menerimanya. Maka cari waktu yang baik ketika pikiran kita siap benar mengatasi masalah tersebut, dan selesaikan pada waktu-waktu yang baik tersebut.

Beruntunglah bagi umat ini yang diberi syariat untuk menegakkan shalat 5 waktu, karena shalat yang khusu? akan dapat menyegarkan dan memulihkan pikiran kita dari waktu ke waktu. Di tengah pekerjaan yang sangat rumit dari pagi sekalipun, datang waktu dhuhur kita lepas sejenak pekerjaan tersebut dengan shalat. Habis dhuhur dilanjutkan kembali dan dilepas waktu shalat Ashar, begitu seterusnya ? maka insya Allah tidak akan sempat stress pikiran kita. Terapi gelas panas berupa shalat ini, hanya dimiliki ummat Islam dan khususnya yang rajin menegakkan shalat dengan khusu? ? soalnya kalau shalatnya tidak khusu? bahkan masalah yang ada akan terbawa sampai shalat sekalipun!

Kalau shalat menjadi Terapi Gelas Panas untuk mengatasi masalah yang bersifat harian, ada lagi yang lebih hebat karena bisa mengatasi masalah yang sifatnya menahun yaitu I?tikaf. I?tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Para ulama sepakat bahwa i?tikaf, khususnya 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, adalah ibadah yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Beliau sendiri melakukanya 10 hari penuh di bulan Ramadhan. Aisyah, Umar bin Khattab, dan Anas bin Malik menegaskan hal itu, ?Adalah Rasulullah SAW beri?tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.? (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan, pada tahun wafatnya Rasulullah SAW beri?tikaf selama 20 hari.

Menurut Ibnu Qayyim ?I?tikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati beri?tikaf dan bersimpuh di hadapan Allah, berkhalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah?.

Dengan syariat i?tikaf inilah kita bisa melepas ?gelas panas? atau masalah  yang kita pegang menahun, bahkan kita pegang sepanjang karir kita ? untuk mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah, mohon ampunanNya, mohon petunjukNya agar setelah i?tikaf kita menjadi orang yang lebih baik ? lebih dekat kejalanNya.

Begitu seharusnya setiap kali kita selesai melaksanakan i?tikaf, kita seperti menaiki anak tangga ? yang dari waktu ke waktu semakin dekat- semakin dekat kepadaNya.

Buku “Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham”, yang kemudian diimplementasikan dalam gerakan Dinar dan kemudian lahirnya situs ini, juga diawali dari i?tikaf di Masjidil Haram (2006).

Malam ini memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, waktunya saya berangkat i?tikaf kembali. Maka sesudah tulisan ini, saya mohon diri kepada para pembaca untuk tidak menulis dan tidak menjawab email selama masa i?tikaf. Insya Allah bila masih diberi usia, diberi rizki ilmu, dlsb., selesai i?tikaf di awal bulan Syawal saya akan mulai menulis dan menjawab email kembali.

Aktifitas rutin Dinar Islam sendiri tetap akan buka untuk melayani  masyarakat yang membutuhkan Dinar atau informasi tentang Dinar. Untuk ini silahkan menghubungi Customer Services kami via telepon di 021 722 3411 dan 0818 88 7224, atau via sms ke SMS Centre 0811 88 7224, atau via email ke i...@dinarislam.com atau langsung ke Sofi (s...@dinarislam.com) dan Eny (e...@dinarislam.com).

Dinar Islam akan libur Lebaran mulai tanggal 21 September 2009 – 25 September 2009. Pada saat libur Lebaran ini, transaksi ditiadakan dan Customer Cervices juga ikut libur. Khusus untuk layanan SMS & email insya Allah tetap ONLINE 24 JAM!

Selamat Iedul Fitri 1430 H, Taqaballahu Minna Wa Minkum?.

Posted in Islamic ViewComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes