Tag Archive | "Iraq"

Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China


Pada dasawarsa pertama kemerdekaan RI, negeri ini pernah memiliki cadangan emas sebesar 248 ton tetapi kemudian cadangan emas ini juga pernah nyaris habis tahun 1971 menjadi tinggal 1.8 ton saja. Ketika Oil Boom tahun 70-an sampai puncaknya 1981, negeri ini alhamdulillah berhasil kembali membangun cadangan emasnya sampai mencapai sekitar 96 ton.

Sayangnya selama ¼ abad kemudian tepatnya sampai 2006, cadangan emas ini tidak berhasil dinaikkan dan bahkan berkurang 24%-nya pada akhir 2006 sehingga tinggal 73 ton saja. Lihat detilnya di tulisan saya sebelumnya dengan judul Emas & Kemakmuran Negeri Ini.

Mengapa sampai bangsa ini tidak menganggap penting cadangan emas yang bisa menjadi instrumen untuk membangun ketahanan ekonomi (Yuhsinun) selama lebih dari ¼ abad terakhir? Dugaan saya sendiri adalah karena ekonomi kita adalah ekonomi ala IMF banget. Kita tahu dalam sistem IMF, bahkan mereka melarang negara-negara anggotanya menggunakan emas sebagai rujukan mata uangnya (Article IV, Section 2. B).

Akibat pelarangan ini sampai-sampainya otoritas pasar modal kita beberapa tahun lalu ketika ingin mempromosikan dagangannya menggunakan iklan yang memojokkan emas. Dalam iklan tersebut investasi emas digambarkan sebagai investasinya ibu-ibu yang suka pamer, yang lagi meringis menunjukkan gigi emasnya sambil mengangkat tangannya yang dipenuhi gelang emas.

Inilah gambaran betapa kita ter-makan oleh propaganda anti emas yang di stimulir oleh IMF melalui salah satu pasal di Articles of Agreement tersebut. Negara-negara yang tidak termakan propaganda oleh IMF ini melakukan hal yang exactly sebaliknya. Kita bisa belajar dari China misalnya untuk yang terakhir ini.

Ketika kita mengurangi cadangan emas kita sampai 24%-nya; China berhasil meningkatkan cadangan emasnya dari 600-an ton tahun 2003, sampai mencapai 1,054 ton akhir tahun lalu. Ketika institusi resmi pasar modal kita membuat iklan yang  memojokkan orang-orang yang berinvestasi pada emas, pemerintah China bahkan mendorong rakyatnya agar rame-rame membeli emas melalui kampanye besar-besaran yang disiarkan oleh China Central Television. Lebih jauh lagi pemerintah China juga mendirikan Shanghai Gold Exchange untuk mempermudah rakyatnya dalam berinvestasi emas.

Mengapa China melakukan hal yang berlawanan dengan resep umum IMF ini? Dugaan saya lagi karena China tahu bahwa sesungguhnya emas itulah instrumen yang paling efektif dalam mengamankan kekayaan negeri itu beserta kekayaan rakyatnya.

Di antara negara-negara yang paling drastis penurunan cadangan emasnya, mayoritasnya justru negara yang penduduk mayoritasnya muslim seperti Indonesia. Bangladesh contohnya saat ini tinggal memiliki cadangan emas sebesar 3.5 ton saja; Iraq tinggal 5.9 ton; dan negeri jiran kita kini hanya memiliki 36.4 ton padahal sebelum krisis 1997/1998 mereka memiliki cadangan emas sekitar 2 kali  dari yang dimilikinya sekarang.

Mungkin Anda bertanya, lho kan memang menimbun emas adalah sesuatu yang sangat dilarang dalam Islam? Betul, menimbun emas dan perak dan tidak dinafkahkan di jalan Allah diancam dengan siksa yang sangat pedih. Tetapi di sisi lain, emas dan perak juga dijadikan hakim/timbangan yang adil dalam bermuamalah. Bahkan batas kewajiban orang kaya dengan hak orang miskin juga ditentukan dengan emas ini yaitu dalam bentuk nishab zakat yang 20 Dinar.

Artinya membangun cadangan emas baik oleh negara maupun rakyat, tidak harus identik dengan menimbun. Ketika kita berhasil menjadikan emas/Dinar kita sebagai hakim yang adil dalam menggerakkan ekonomi; maka di situlah ketahanan ekonomi umat dan bangsa ini insya Allah akan terbangun.

Misi untuk menjadikan emas/Dinar sebagai penggerak sektor riil seperti yang pernah saya tulis misalnya, adalah salah satu upaya kecil yang bisa kita lakukan untuk membangun ketahanan ekonomi agar kita tidak mudah terjajah ? dan pada saat bersamaan kita juga terlibat langsung dalam mempercepat putaran ekonomi.

6 bulan sejak tulisan tersebut kita luncurkan, kini produk-produk solusi pembiayaan berbasis emas/Dinar benar-benar telah dapat ditangani dengan baik oleh kami beserta mitra-mitranya. Semoga Allah selalu menunjuki kita jalanNya. Amin.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Daya Dorong Ekonomi & Politik Global Pada Harga Emas


Di dunia perdagangan emas (sebenarnya juga pada dunia perdagangan lainnya), tidak ada satu ahli-pun yang bisa memperkirakan dengan pasti akan kemana harga emas pada hari esok. Yang bisa dilakukan hanyalah analisa terhadap apa-apa yang sudah atau sedang terjadi dan kemungkinan pengaruhnya untuk waktu yang akan datang.

Analisa statistik semacam ini sering saya buat dalam beberapa kali tulisan, seperti yang saya tulis beberapa waktu lalu yang kemudian menjadi salah satu tulisan favorit pembaca:  Musim MembeliEmas/Dinar. Meskipun analisa statistik semacam ini terbukti relatif akurat untuk memprediksi pergerakan harga emas ke depan, ilmu masa depan tetap milik Allah semata.

Memprediksi harga emas dunia dalam pasar yang sangat global seperti di zaman teknologi ini menjadi semakin sulit karena tidak hanya faktor-faktor ekonomi saja yang mempengaruhi harga emas dunia; tetapi faktor politik tidak kalah pentingnya.

Untuk faktor ekonomi, kita tahu bahwa karena harga emas dunia umumnya dinilai dalam US$ – maka ekonomi negara Paman Sam tersebut sangat dominan perannya dalam harga emas dunia. Masalahnya adalah meskipun mereka mengajari dunia tentang keterbukaan dan tanggung jawab, realitanya ekonomi mereka sendiri tetap gelap.

Tingkat pengangguran resmi menurut data pemerintah dibawah 10%; sedangkan salah satu orang pintar negeri itu John Williams menunjukkan data yang lain dalam Shadow Government Statistics (SGS), dimana angka pengangguran sesungguhnya mencapai 20%. Contoh lain adalah inflasi yang menurut  pemerintah angkanya hanya 2%;  menurut SGS angka inflasi ini sesungguhnya telah mencapai 6.5% di AS.

Entah siapa yang benar, tetapi yang jelas kenaikan harga emas dunia dalam US$ setahun terakhir telah mencapai 42.66% (data resmi Kitco.com  pada saat artikel ini saya tulis 28/10/09) menunjukkan bahwa ada masalah yang sangat serius dalam US$ – yang berarti juga ekonomi Amerika.

Di luar masalah ekonomi tersebut di atas, tidak kalah pentingnya adalah faktor politik global yang saat ini menunjukkan potensi-potensi masalah di beberapa bagian dunia. Tendensi menyatunya sikap antara Russia, China dan Iran ? dapat mengubah keseimbangan kekuatan politik Dunia. Russia dan China sudah menyampaikan sikapnya ke Amerika bahwa mereka tidak setuju sangsi ekonomi terhadap Iran ? atas non-compliance-nya Iran terhadap perjanjian nuklir dunia.

Dalam dunia politik, ketidak setujuan 2 negara besar tersebut dapat berarti mereka akan berada di belakang Iran bila terjadi konflik antara Iran dengan sekutu  Amerika. Sekutu Amerika Israel yang merasa terancam keamannya dengan adanya program nuklir Iran tersebut, bisa saja berbuat konyol dengan menyerang Iran ? karena mereka toh sudah berbuat konyol sebelumnya dengan menyerang jalur Gaza.

Kemungkinan-kemungkinan gejolak regional tersebut tentu tidak dikesampingkan oleh para pelaku usaha global ? termasuk para pedagang dan investor emas besar dunia. Bukan masalah perangnya sendiri yang bisa terjadi dan bisa juga tidak, kekhawatiran terhadap perang ini saja cukup untuk mendorong harga emas dunia ke atas.

Semakin khawatir orang terhadap potensi perang, semakin tinggi harga emas akan terdorong ke atas. Mengapa demikian? Karena bila perang terjadi ? uang kertas yang menjadi alat tukar masing-masing negara yang terlibat perang bisa sangat terganggu daya belinya ? lihat yang terjadi dengan uang Iraq misalnya.

Memang dalam krisis Iraq, sepertinya Iraq dibiarkan sendirian oleh dunia sehingga dengan mudah diluluh lantakkan oleh Amerika bersama para sekutunya. Akibatnya yang ikut luluh lantak hanya mata uang Iraq. Lain halnya bila konflik Iran pecah dan minimal  Russia bersama China berada di pihak mereka, maka bisa jadi seluruh yang terlibat perang termasuk Amerika dan sekutunya, Russia, China, dlsb akan ikut luluh lantak uangnya.

Jadi kemana investasi kita untuk jangka waktu yang panjang? Selain waspada pada perkembangan ekonomi, waspadai pula perkembangan politik duniaWa Allahu A?lam.

Posted in Political EconomyComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes