Tag Archive | "investor individual"

Vision Sharing: Awal Implementasi Sebuah Visi


Mungkin ini termasuk event yang langka ketika para pembaca dari suatu tulisan di internet kemudian berkumpul secara fisik di suatu tempat mendiskusikan tindak lanjut dari tulisan tersebut.  Inilah yang kita lakukan terkait dengan tulisan saya tentang Planet Jamur tanggal 21 Maret 2010, dan group di Facebook dengan nama yang sama ?Planet Jamur? yang kami buat sebagai komunikasi lanjutan atas tulisan tersebut.

Alhamdulillah pada hari Sabtu tanggal 24/04/2010 kemarin sekitar 70-an tamu yang mayoritasnya adalah pembaca  situs ini dari berbagai kalangan dan latar belakang, berkumpul mendiskusikan implementasi sebuah ide yang kemudian kami tuangkan dalam Project Planet Jamur.

Ada 2 kelompok tindak lanjut dari pertemuan ini yaitu:

  1. Kelompok yang tertarik untuk bergerak dalam budidaya Jamur ? maka kelompok ini akan menindak lanjutinya dengan belajar budidaya jamur dari A sampai Z di Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin.  Bila mereka bergerak cepat dan serius dalam budidaya ini, maka insya Allah dalam 3 sampai 6 bulan ke depan mereka sudah akan benar-benar menghasilkan berbagai produksi jamur.
  2. Kelompok yang tertarik dengan distribusinya; maka kelompok ini akan mulai mencari dan menganalisa lokasi-lokasi yang akan dijadikan outlet ? outlet dari Planet Jamur baik untuk skala kecil berupa booth-booth di depan mini market atau di dalam Mall- Mall, sampai untuk skala full-scale restaurant di berbagai lokasi strategis. Bila mereka bekerja serius ? maka insya Allah dalam 3 ? 6 bulan ke depan juga akan sudah terbangun jaringan outlet-outlet Planet Jamur tersebut.

Bagaimana dengan permodalan? Beberapa sumber permodalan yang sudah dimungkinkan adalah dari para investor individu yang tertarik untuk invest di project ini langsung, dari BMT Daarul Muttaqiin dengan konsept Build and Sell dan juga peluang permodalan dari Bank Syariah ? yang perwakilannya juga hadir pada acara tersebut ? yaitu Bank Syariah Mandiri.

Dari copy darat para pembaca kami tersebut, juga tersaring secara langsung informasi yang sangat berharga yaitu menu-menu diversifikasi pangan yang akan kita distribusikan melalui jaringan Planet Jamur ini. Mungkin karena international chef yang kami sewa terlalu bersemangat menyajikan makanan-makanan modern berbasis jamur, hasilnya malah tidak terlalu cocok dengan lidah-lidah kita yang hadir.

Dari 11 makanan berbasis jamur yang diuji oleh 70-an tamu tersebut. 10 jenis makanan hanya mendapatkan skor rata-rata lebih dari cukup, tetapi belum sampai derajat enak atau enak sekali. Hanya 1 makanan yang mendapat nilai rata-rata lebih dari enak tetapi belum sampai enak sekali.

Dari masukan-masukan ini, kita akan mencari chef-chef atau ahli-ahli masak panganan jamur lainnya untuk menyiapkan berbagai menu alternatif sehingga pada saat outlet kami siap nanti setidaknya ada 10 atau lebih masakan jamur yang mencapai derajat enak atau bahkan ueenak (enak sekali)?.:). Bila Anda ahli masak tersebut silahkan mencobanya dan kita test bersama ? siapa tahu justru masakan Anda yang akan menjadi menu utama di jaringan Planet Jamur nantinya.

Dengan konsep Lets Do It Together seperti yang kami lontarkan di tulisan tersebut di atas, maka insya Allah kita akan bisa menghasilkan “Healthy and Affordable Food for the Planet” yang menjadi visi Planet Jamur. Lebih dari itu, karena jamur dihasilkan oleh tangan-tangan kita bersama dan outletnya juga akan menjadi milik-milik kita ? maka kemerdekaan ekonomi insya Allah juga akan terwujud bagi kita semua?.Amin

Posted in Business OpportunityComments (0)

Dicari: Solusi Ekonomi Yang Tidak Mengandalkan Hutang


Allahumma innii a?udzubika minal hammi wal khazan, wa a?udzubika minal ?adzji wal kasal, wa a?udzubika minal jubni wal bukhl, wa a?udzubika min ghalabati al-daini wa khohri al rijaal.

?Ya Allah saya bersungguh-sungguh berlindung kepadaMu dari rasa susah dan sedih, dan aku berlindung kepadaMu dari rasa lemah dan malas, dan aku berlindung kepadamu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepadamu dari lilitan hutang dan tekanan orang lain.?

Kalau saja hutang itu baik untuk membangun negeri, mungkin kita tidak diajari oleh Uswatun Hasanah kita untuk berlindung dari lilitan hutang seperdi do?a yang matsur (dicontohkan) tersebut di atas setiap pagi dan petang. Tetapi karena hutang ini bisa melilit kita dan membuat kita terjebak dalam tekanan orang lain, maka penting sekali bagi kita untuk berlindung dari hutang ini.

10 tahun lalu ekonomi negeri ini porak poranda sampai uang kita tinggal bernilai 1/4-nya, antara lain penyebabnya adalah besarnya hutang luar negeri kita. Kebutuhan akan Dollar yang begitu tinggi dibandingkan dengan kemampuan kita untuk menghasilkan Dollar telah menyebabkan mata uang Dollar naik lebih dari 4 kali lipat selama krisis.

Kini kesalahan yang sama terulang ? seolah kita begitu mudah melupakan kesalahan sebelumnya. Kalau keledai saja tidak terperosok dalam lubang yang sama 2 kali, kita bisa terperosok ke lubang yang sama berulang-ulang.

Prihatin saya membaca berita di Republika yang mengungkap hutang korporasi kita telah mencapai kisaran US$ 50 ? 60 milyar, sedikit saja dibawah hutang negara yang mencapai US$ 62 milyar.  Yang lebih menyedihkan lagi adalah jumlah hutang yang akan jatuh tempo tahun ini saja akan mencapai US$ 17.4 Milyar, jumlah yang berpotensi untuk menggerus cadangan devisa kita yang per maret hanya US$ 53.7 Milyar.

Seingat saya pada saat kita mengalami krisis dulu, ada komitmen  (pemimpin) negeri ini untuk mengawasi hutang-hutang swasta ke luar negeri ini; Wallahu A?lam ? apakah pengawasan tersebut jalan? Siapa yang bertanggung jawab untuk ini? Mengapa rakyat seperti kita harus sering-sering terkejut dengan masalah yang sudah sangat serius dan akhirnya hanya menjadi korban?

Besar kemungkinan masalah-masalah semacam ini akan terus berulang selama kita masih salah dalam memilih uswah (contoh); Kalau Rasulullah SAW ? Uswatun Hasanah kita memberi contoh utnuk berlindung dari hutang seperti dalam do?a tersebut diatas; negeri ini lebih suka mencontoh guru-gurunya yang di barat yang mengajarkan hutang itulah solusi.

Ben BernankeChairman dari the Federal Reserve yaitu bank sentralnya Amerika yang menjadi contoh/rujukan bank-bank sentral dari negara-negara di dunia mencontohkan bahwa dalam prediksinya negeri itu akan bisa bebas dari resesi akhir tahun ini atau awal tahun depan dengan syarat Perbankan Mau Meminjamkan Lebih Banyak Dana Secara Bebas?!. Artinya lebih banyak hutang ditebar?.

Sekarang ada 2 contoh, yang satu Uswatun Hasanah kita mengajarkan kita untuk berlindung dari hutang pagi dan petang (artinya semaksimal mungkin menghindar dari hutang). Yang kedua Ben Bernanke yang merepresentasikan ekonomi dunia saat ini yang mendorong banyak-banyak hutang, lantas siapa yang yang seharusnya kita pilih sebagai contoh?

Sudah seharusnya kita pilih contoh dari  Uswatun Hasanah kita Rasulullah SAW; pertanyaan berikutnya adalah  apa bisa proyek-proyek besar negeri ini di danai tanpa hutang? Jawabannya adalah pasti bisa! Agama ini adalah agama akhir zaman, uswah kita adalah Nabi Akhir Zaman ? maka solusinya pasti valid sampai akhir zaman.

Contoh yang sudah kita mulai adalah pencetakan Dinar (emas) yang kita sebar luaskan ke masyarakat; meskipun modal kita tidak banyak ? alhamdulillah kita bisa terus mencetak Dinar yang dibutuhkan oleh masyarakat tanpa sedikitpun ?hutang? seperti dalam pengertian bisnis konvensional. Solusi Qirad atau Mudharabah sudah cukup bagi kami untuk terus dapat berkarya memenuhi kebutuhan yang ada di masyarakat.

Contoh lain adalah krisis daging nasional. Untuk menurunkan kebutuhan daging impor tinggal 10% saja seperti tagetnya Departemen Pertanian RI untuk tahun 2010 misalnya, negeri ini membutuhkan 2.5 juta tambahan sapi dalam 2 tahun kedepan. Bagaimana mengatasi kekurangan ini? Pendekatan konvensionalnya adalah cari pemodal besar yang dia tidak harus punya uang ? toh bisa pinjam bank! untuk memodali pengadaan bibit sapi yang dibutuhkan; maka peluang besar penambahan 2.5 juta sapi tersebut akan menjadi kesempatan bagi pemodal besar. Kelak kalau dia tidak bisa mengembalikan pinjamannya ? rakyatlah yang jadi korban dengan kredit macet perbankan, atau tergerusnya devisa bila pinjaman tersebut adalah pinjaman luar negeri.

Bagaimana kalau pendekatannya kita ubah sekarang; bukan mengandalkan pemodal besar tetapi mengandalkan pemodal individual yang kita mitrakan dengan peternak sapi yang juga individual ? bukan korporasi. Kalau saja satu orang individu yang terlatih dapat mengelola 5 sapi, kemudian masing-masing investor individu juga dapat berinvestasi rata-rata 5 ekor sapi ; maka problem daging nasional tersebut kini berubah menjadi kesempatan baru bagi 500,000 peternak dan 500,000 investor individual!!!

Teorikah ini? insya Allah tidak terbatas teori, kita akan terus mencari jalan agar ide-ide kita tidak berhenti di tataran teori semata. Insya Allah.

Posted in Business OpportunityComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes