Tag Archive | "investor"

Collective Intelligence Untuk Membangun Pasar


Pasar memiliki kedudukan strategis dalam membangun masyarakat Islam yang utuh; begitu strategisnya masalah ini sehingga Rasulullah SAW sendiri mencontohkan membangun pasar bagi kaum muslimin di Madinah sejak masa-masa awal Hijrah. Kelemahan dalam penguasaan pasar ini pula yang membuat umat Islam kini meskipun besar dari segi jumlah namun tidak memiliki kekuatan strategis dalam perdagangan. Di mall, di pasar modern maupun tradisional, di food court, dlsb, nuansa Islami hanya muncul di bulan Ramadhan khususnya menjelang Lebaran.

Pasar tidak muncul dengan sendirinya, harus ada yang memulai – lebih banyak yang mulai akan lebih berpeluang terbentuk secara lebih cepat. Oleh karena itu saya ingin mengajak para pembaca sekalian untuk secara kolektif memikirkan dan langsung bertindak untuk mulai membangun embrio pasar bagi kaum muslimin ini. Awalnya tidak harus besar dan tidak harus langsung sempurna ? setidaknya kita mulai dengan serius menyiapkan instrumen pokok dalam membangun kemakmuran umat ini.

Untuk pekerjaan besar ini kita bisa belajar dari sekelompok semut yang sedang mengangkat makanan berupa binatang atau lainnya yang beratnya puluhan kali berat semut itu sendiri. Bagaimana semut-semut ini melaksanakan pekerjaan besar tersebut? Siapa yang punya gagasan terus kemudian mengajak yang lain? Dengan bahasa apa mereka berkomunikasi? Bagaimana mereka menyepakati arah kemana makanan dibawa? dst. Mereka dapat melakukan ini karena hewan terkecil sekalipun, bahkan sampai sekelas bakteri-pun oleh Allah diberi kemampuan untuk ?berpikir? maupun ?bertindak? secara bersama-sama dengan kelompoknya. Ilmu manusia modern kemudian menyebut hal ini sebagai Collective Intelligence (CI).

Belajar dari Semut...

Belajar dari Semut...

Bila dengan CI-nya, semut dan bakteri-bakteri yang kecil tidak kasat mata-pun dapat membunuh manusia yang besar ini ? maka dapat kita bayangkan pekerjaan besar apa yang bisa dilakukan oleh sekelompok manusia-manusia yang dengan ilmu pengetahuan dan teknologi-nya yang pasti memiliki CI yang sangat perkasa ketimbang CI-nya bakteri, semut, dlsb.

Karena potensi pemanfaatan CI yang sangat besar tersebut, maka berbagai pihak kini rame-rame berusaha mengelola CI untuk berbagai tujuan. Linux misalnya menggunakan CI untuk menghasilkan software yang gratis dan sangat bermanfaat. Wikipedia untuk menghasilkan encyclopedia yang juga gratis ? yang encyclopedia semacam ini sebelumnya hanya dibeli oleh kalangan teknokrat yang kaya.

Secara tidak langsung dalam penerapannya yang masih terbatas, Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqqiin (PWDM) juga menggunakan CI ini untuk mengembangkan berbagai project, mulai dari project Kambing Ettawa, JamurComposites, Planet Beku, Masjid ?Gedebog?, Sate Balibul, Kambing Hot Rock dan berbagai project lain yang insya Allah semakin meaningful ke depan.

Bagaimana kami mengelola CI-ini? ya antara lain melalui tulisan-tulisan yang kami lontarkan di web ini kemudian menuai masukan; juga melalui pertemuan-pertemuan fisik yang tidak hanya melibatkan para santri wirausaha tetapi juga pihak-pihak lain yang kami pandang bisa melengkapi CI yang dibutuhkan. Pertemuan ini bisa berupa vision sharing (bila kami baru melontarkan ide)crash test (bila kami telah siap dengan suatu produk) ataupun acara kick-off (bila kami mulai sesuatu).

Nah sekarang kita juga akan menggunakan CI untuk membangun pasar kita tersebut di atas. Rencana membangun pasar ini, sengaja saya lontarkan di tulisan ini karena kita ingin mengumpulkan dan menyaring CI dari puluhan ribu pembaca setia DinarIslam.com ? yang sangat bisa jadi sebagiannya memiliki minat yang sama. Berikut adalah deskripsi ringkas dari project yang kita beri nama Medina Market ini:

Kita tahu bahwa  Jakarta kini sudah semakin padat, kota-kota satelit di seputar Jakarta semakin menjamur yang kemudian dikenal dengan JaBoDeTaBek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Di salah satu wilayah ini, masih di mulut pintu tol-nya ? ada sebuah mall yang memiliki lokasi ideal untuk target Medina Market yang pertama. Mall ini berada di gerbang pusat kegiatan berbagai perumahan yang kini bermunculan di daerah tersebut.

Ada sederet foot court yang masih kosong di mall ini ? menghadap keluar ke alam bebas sehingga mempunyai pemandangan yang indah. Lebih indah lagi bila dikelola dengan berbagai aktifitas outdoors yang sekarang juga semakin marak. Inilah calon target pasar pertama kita, yang dari sekian banyak lokasi nampaknya paling cocok untuk mulai. Lokasinya juga kurang lebih di antara 2 masjid besar bertaraf internasional yang dikelola ustadz-ustadz kondang negeri ini, jadi ideal sekali untuk memulai membangun masyarakat muslim yang utuh.

Collective Intelligence untuk Medina Market

Collective Intelligence untuk Medina Market

Peluangnya adalah bila seluruh counter yang menghadap ke alam bebas tersebut bersama-sama kita kelola, maka nuansanya bisa kita warnai. Dengan banyaknya pedagang sekaligus (lokasi ini hanya untuk makanan atau food court), maka banyak pilihan yang langsung hadir di lokasi ini ? sehingga juga akan segera menjadi daya tarik bagi masyarkat untuk mengunjunginya.

Karena ?mengelola? pasar secara utuh ini jelas belum menjadi kompetensi kita saat ini, maka CI tersebut di ataslah yang kami butuhkan.

1. Coordination akan kami gunakan untuk mengumpulkan para pemodal yang tertarik di project ini. Agar tidak terlalu berisiko bagi para pemodal tersebut, maka lokasi ini cukup kita sewa dahulu sehingga tahun pertama hanya butuh dana mulai dari sekitar 15 Dinar untuk 1 counter. Untuk kategori pemodal ini, kami hanya butuh sekitar 20 orang.

2. Cooperation akan kami gunakan untuk mengelola suppliers dan pihak ketiga yang produk atau jasa-nya kita butuhkan tetapi bukan bagian dari pemodal yang terlibat secara langsung di tipe pertama. Kategori ini antara lain yang kita butuhkan adalah supplier makanan RTC (Ready To Cook) ataupun RTE (Ready To Eat), pengelola Bungi Jumping, Flying Fox dan aktivitas outdoors lainnya yang berpengalaman. Dengan adanya mereka ini, pemodal counter tidak harus mampu memasak masakan yang enak sendiri ? dapat di outsourced ke provider RTC ataupun RTE.

3. Cognition kami perlukan dari para business practitioners untuk mem- ?verifikasi? dan ?fine-tuning? peluang besar yang kami lihat tersebut di atas ? yang sudah barang tentu tantangannya juga besar. Dengan adanya mereka ini, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan kita yang terbatas dalam mengelola pasar dapat disempurnakan dari waktu ke waktu.

Ibarat sekumpulan semut di atas, kita akan mengangkat segumpal bahan makanan yang sangat besar untuk ukuran tubuh kita ? maka dengan CI inilah insya Allah kita akan bisa mengangkat beban tersebut secara bersama-sama. Bila kita bisa benar-benar wujudkan pasar yang satu ini, insya Allah pasar-pasar yang lain bisa kita bangun bersama di berbagai wilayah dan berbagai kota. Pasar yang terjangkau inilah salah satu jalan untuk menuju kemakmuran yang lebih luas bagi umat, jadi harus ada yang memulai. Ayo sekarang kita mulai, siapa mau ikut?

Semoga Allah senantiasa memudahkan kita pada amal yang diridhloiNyaAmin.

NB: Untuk peminat kategori investor, kami berlakukan first come first ? sampai 20 orang pertama kemudian stop ? sama dengan peserta Mudharabah Muqayyadah gelombang I. Bila ada peminat yang lebih dari 20, maka akan dicadangkan untuk lokasi lain yang akan kita bidik kemudian. Peminat bisa menghubungi kami di menu “Contact” dari situs ini.

Posted in Business OpportunityComments (0)

Penggunaan Emas/Dinar Dalam Pengelolaan Risiko


Waktu saya belajar tentang Manajemen Risiko dahulu, hal yang mendasar yang kita pelajari antara lain adalah bagaimana memilah-milah risiko dari yang bisa terjadi dengan yang pasti terjadi.  Untuk risiko yang masuk kategori bisa terjadi (kecelakaan misalnya), kemudian dipilah berdasarkan severity dan frequency-nya untuk kemudian dihindari, diminimisasi atau dihadapi. Untuk risiko yang pasti terjadi (kematian misalnya) ? tidak ada pilihan lain kecuali harus dihadapi.

Naik turunnya harga emas dunia adalah juga merupakan suatu risiko; tetapi masuk kategori yang mana? Tergantung dari seberapa jauh kita memandangnya, untuk jangka pendek dia adalah risiko yang bisa terjadi (bisa naik atau turun), tetapi untuk jangka panjang dia lebih mendekati risiko yang pasti terjadi ? uang fiat hampir pasti turun daya belinya terhadap emas. Sampai saat ini belum ada satupun uang kertas dunia yang mampu bertahan daya belinya terhadap emas dalam rentang waktu yang panjang.

Ambil contoh kasus harga emas tahun ini misalnya; bila dilihat dari statistik seharusnya sejak akhir Maret lalu sampai awal September nanti harga emas mestinya berada pada musim rendah. Namun untuk tahun ini nampaknya pola pergerakan harga musiman ini tidak berlaku, bahkan bulan Juni lalu harga emas dunia sempat berada di kisaran angka US$ 1,266/Oz.  Per pagi ini harga emas dunia berada pada kisaran angka US$ 1,225/Oz – mengalami penurunan US$ 42/Oz atau turun 3% dari harga tertingginya 2 bulan lalu, namun angka ini masih US$ 270/Oz lebih tinggi atau mengalami kenaikan 28.33% dari harga emas Dunia yang pada bulan yang sama tahun lalu yang berada di kisaran US$ 955/Oz.

Semakin panjang kita menarik rentang waktu yang kita lihat, akan semakin jelas penurunan daya beli uang kertas terhadap emas ini. Anda bisa perhatikan misalnya pada grafik 10 tahunan yang ada pada situs ini (statistik Dinar Islam Growth” sebelah kanan bawah) ? trend naiknya dalam rentang waktu yang panjang menjadi amat sangat jelas.

penurunan-daya-beliSetelah apa yang terjadi dengan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara 1997/1998, Amerika tahun 2008 dan Eropa tahun 2010 ini, kita semua baik individu, perusahaan maupun negara nampaknya kini memang perlu mengkaji kembali Strategi Pengendalian Risiko yang dihadapinya. Satu aspek risiko yang begitu nyata mendekati kepastian, yaitu risiko penurunan daya beli uang kita ? sangat bisa jadi masih luput dari konsideran kita dalam konteks implementasi Pengendalian Risiko.

Akan tidak ada gunanya misalnya suatu usaha mencapai sukses luar biasa dan menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi para investornya ? bila keuntungan tersebut dihargai dengan suatu nilai uang kertas yang nilainya sendiri mengalami peluruhan dengan cepat. Demikian pula dengan hasil jerih payah kita; tidak ada gunanya kita tabung bila nilai daya belinya tidak bisa kita pertahankan.

Karena risiko penurunan nilai (baca: inflasi) uang kertas adalah suatu keniscayaan atau mendekati kategori risiko jenis kedua ? yaitu risiko yang pasti terjadi, maka mau tidak mau kudu kita hadapi. Dengan apa kita menghadapinya? Ya antara lain menggunakan emas atau Dinar ini. Seandainya toh karena satu dan lain hal emas atau Dinar belum bisa difungsikan sebagai Alat Tukar atau Medium of Exchange; penggunaan emas atau Dinar sebagai Unit of Account dan Store of Value akan dapat sangat efektif dalam pengelolaan risiko penurunan daya beli uang kertas atau inflasi. Wa Allahu A?lam

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Harga Emas: Antara Selera dan Realita


Sejak saya belajar ilmu pertanian 30 tahun lalu sampai sekarang, daya beli petani kita tidak banyak berubah. Kebanyakan mereka masih termasuk golongan masyarakat yang memiliki daya beli terendah di negeri ini, mengapa demikian? Karena mereka kebanyakan mengikuti selera dalam pola tanamnya. Ketika cabe di pasar harganya tinggi, maka serentak petani rame-rame menanam cabe. Pada saat mereka panen harga jatuh karena demand cabe kan tidak serta merta naik ketika supply tinggi dari panenan yang melimpah.

Tetapi ada sekelompok teman-teman saya yang sangat sukses di bidang pertanian/perkebunan. Mereka tidak menanam sesuatu hanya karena orang lain rame-rame menanamnya. Mereka hanya menanam suatu jenis tanaman apabila sudah diriset seberapa besar pasarnya, dan siapa-siapa yang sudah akan mengisi pasar tersebut. Dengan demikian pada saat mereka panen, pasar cukup kuat menyerap hasil panennya dan harga terjaga.

Pola tanam (bisa juga dibaca: investasi) yang sama sebenarnya juga terjadi di bursa saham dan pasar emas dunia, selera (appetite) sangat mempengaruhi keputusan investasi kebanyakan investor. Turun drastisnya harga emas dunia tadi malam misalnya adalah karena secara tiba-tiba begitu banyak investor yang selera untuk mengambil risiko investasi-nya membaik.

Ketika beberapa negara Eropa diguncang krisis, para investor dihinggapi rasa ketakutan sehingga mereka rame-rame mengamankan dana investasinya sebagian di emas; permintaan emas yang melonjak saat itu mendorong harga emas tinggi selama beberapa bulan terakhir.

Kemudian ketika beberapa pekan terakhir ada kabar bahwa kondisi keuangan bank-bank besar Eropa ternyata tidak seburuk yang dibayangkan sebelumnya, karena bank-bank besar tersebut ternyata lolos stress tests ? maka para investor kembali merasa aman untuk mengalihkan dananya dari safe haven emas, ke bentuk-bentuk investasi yang lebih berisiko seperti saham, mutual fund dan lain sebagainya. Itulah sebabnya harga emas yang rendah hari-hari ini, akan bersamaan dengan tingginya harga-harga di saham dan sejenisnya.

Lantas apakah kita perlu rame-rame mengikuti masyarakat investor yang memburu saham dan sejenisnya tersebut? Kalau saya tidak akan saya lakukan karena tingginya harga-harga saham secara global hari-hari ini juga bukan karena didorong oleh kinerja perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan saham-saham tersebut. Lagi-lagi tingginya harga saham-saham tersebut lebih banyak didorong oleh selera atau appetite para investor untuk lebih berani mengambil risiko. Ketika selera memudar (dan selera memang gampang sekali pudar oleh berbagai sebab!), maka harga saham akan kembali berguguran. Lihat tulisan saya dengan judul Pilihan Investasi: Saham atau Emas?

Lantas apa yang akan saya lakukan? Belajar dari teman-teman yang sukses di bidang pertanian/perkebunan tersebut ? saya akan lebih banyak mengambil keputusan berdasarkan riset pasar dan realita yang ada pada supply and demand emas secara global dan dalam jangka panjang.

Untungnya tidak seluruh riset dan realita tersebut harus kita kumpulkan dan analisa sendiri; banyak sekali kajian para pakar di bidang ini yang bisa kita baca dan pelajari analisa mereka. Salah satunya adalah yang pernah saya kumpulkan dalam satu tulisan yang berjudul Prediksi Harga Emas oleh Para Ahlinya.

Dengan memahami realita-realita semacam ini, insya Allah kita bisa memaksimalkan keputusan yang didasarkan pada informasi yang memadai (well informed decisions) ? bukan hanya didorong oleh selera sesaat kita. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

G-20 & Gold: Yang Tersurat & Yang Tersirat


Pertemuan para pemimpin dunia kelompok G-20 baru berlangsung akhir pekan lalu 26-27 Juni 2010 di Toronto, Canada. Di permukaan, pertemuan reguler dari para pemimpin dunia tersebut mengusung tema yang keren ?Recovery and New Beginnings?. Itu setidaknya yang tersurat, lantas apa yang tersirat dari pertemuan tersebut?

Namanya juga tersirat ? tidak tertulis hitam di atas putih ? maka sifatnya multi tafsir. Bagi saya sendiri melihat temanya yang ?Recovery and New Beginnings? ini menyiratkan bahwa sejak krisis berlangsung 2 tahun lalu, berbagai pertemuan dalam berbagai tingkat belum berhasil membuat ekonomi dunia recover dan memulai hal yang baru ? makanya baru berniat recover dan memulai yang baru sekarang.

Bila belajar dari pertemuan sebelumnya dengan tema ?Stability, Growth & Job?; yang ternyata tidak memberi hasil yang diharapkan, karena tidak lama setelah pertemuan ini, justru guncangan demi guncangan malah menyusul seperti krisis di Dubai, Yunani, Portugal, Irlandia, Italy, Spanyol, dlsb ? maka akankah dunia berharap hasil konkrit dari pertemuan?pertemuan semacam ini?

Nampaknya para pelaku usaha secara global lebih banyak yang tidak berharap pada pertemuan semacam ini. Dari kacamata harga emas hal ini nampak jelas bisa dilihat. Bila pertemuan G-20 sebelumnya (April 2009) diadakan pada saat harga emas berada pada angka rata-rata sekitar US$ 890/oz; pada saat G-20 kali ini diadakan, harga emas sudah berada di kisaran US$ 1,255 /oz atau naik lebih dari 40%!!

Harga Emas Dunia: Dari Pertemuan G-20 ke Pertemuan Berikutnya

Harga Emas Dunia: Dari Pertemuan G-20 ke Pertemuan Berikutnya

Artinya ketika para pemimpin dunia menjanjikan Stability, Growth and Job; tidak demikian yang dirasakan pasar. Pasar masih terus cemas dengan realita stabilitas ekonomi yang tidak kunjung datang. Kecemasan ini membuat mereka mencari tempat untuk melabuhkan dananya secara aman (safe haven), yaitu antara lain ke emas.

Ketika supply emas relatif tetap (hanya tumbuh sekitar 1.5% per tahun), sementara permintaan meningkat ? maka mekanisme supply and demand yang mendorong harga emas di pasaran dunia meningkat lebih dari 40% sejak pertemuan G-20 tahun lalu ke pertemuan G-20 tahun ini.

Lebih-lebih kini yang cemas bukan hanya investor perorangan, tetapi juga investor institusional dan bahkan Bank Sentral dunia mulai diam-diam juga membeli emas di pasar.

Jadi sebenarnya para pemimpin negara-negara di dunia apalagi kelompok G-20 ini, mereka bisa mengendalikan harga emas dengan baik secara elegan bila mereka mau, yaitu dengan cara menstabilkan ekonomi di negaranya masing-masing. Bila ini tercapai, pelaku ekonomi dan masyarakat luas akan merasa nyaman berusaha dan tidak merasa perlu memperbanyak dananya yang disimpan di safe haven ? emas.

Sebaliknya bila mereka tidak berhasil mengendalikan ekonominya, pelaku usaha, masyarakat luas dan bahkan bank sentral mereka sendiri akan cemas dan terus berusaha maksimal mengamankan hartanya di safe haven emas. Perilaku massal inilah yang mendongkrak harga emas dunia sampai tumbuh diatas 40% sejak pertemuan G-20 sebelumnya.

Apakah sampai pertemuan G-20 berikutnya tahun depan harga emas dunia akan terus tumbuh sampai di atas 40% mengikuti periode yang lewat? Sangat tergantung seberapa jauh para pemimpin tersebut bisa meyakinkan pelaku pasar dan masyarakat luas bahwa ?Recovery and New Beginning? yang mereka janjikan kali ini benar-benar terjadi. Bila mereka berhasil harga emas bisa turun, bila sebaliknya maka kenaikanlah yang akan terjadi. Wa Allahu A?lam.

Posted in Political EconomyComments (0)

Model Matematika Kambing: Work Smart-nya Para Nabi


Bahwasanya seluruh nabi-nabi menggembala kambing, ini hadits-nya shahih dan sudah pernah saya tulis dalam tulisan saya sebelumnya. Namun potensi ekonomi yang luar biasa yang terbawa dari ekonomi berbasis kambing ini yang belum banyak diungkap oleh para pakar perkambingan sekalipun. Dalam tulisan ini saya ingin share potensi tersebut dengan menggunakan model matematika, yang kemudian hasilnya saya tuangkan dalam grafik agar mudah dipahami.

Untuk membuat model ini, perlu diketahui karakter kambing ini antara lain kemampuan beranaknya yang 3 kali dalam 2 tahun; rata-rata anak 2 meskipun bisa 3, 4 atau 1. Kemudian kambing adalah juga merupakan hewan yang mudah mati bila terkena penyakit, rasio kematian yang dianggap wajar adalah 5%.

Nah kalau sebagai contoh Anda pelihara 100 ekor kambing sekarang, berapa ekor kambing akan Anda miliki 10 tahun yang akan datang bila diambil rata-rata beranak 3 kali dalam 2 tahun, rata-rata sekali beranak 2 dan rasio kematian 5%? Anda akan terkejut dengan jumlahnya, pada akhir tahun ke 10 jumlah kambing di kandang Anda bisa mencapai  681,000 ekor! Wow, nggak masuk akal? Berikut penjelasannya.

Skenario #1: Bila 3 x kali beranak dalam 2 tahun @2 ekor & tingkat kematian populasi 5%

Skenario #1: Beranak 3x dalam 2 tahun @2 ekor & tingkat kematian populasi 5%

Dengan rasio kematian 5% per tahun; kambing indukan awal yang tadinya 100 ? akan tinggal 63 ekor pada tahun ke 10. Tetapi kambing turunan 1, sudah ada 300-ekor pada akhir tahun ke 2 dan telah menjadi 1790-an ekor pada akhir tahun ke 10. Kemudian mulai tahun ke 4 lahir kambing turunan ke 2, yang pada akhir tahun ke 10 telah menjadi sekitar 22,000 ekor.

Mulai tahun ke 6 lahir turunan ke 3, yang kemudian pada akhir tahun ke 10 jumlah turunan ke 3 ini telah mencapai sekitar 149,000 ekor. Pada tahun ke 8 lahir turunan ke 4, yang 2 tahun kemudian yaitu akhir tahun ke 10 turunan ke 4 ini telah mencapai 509,000 ekor.

Skenario #2: Beranak 3x dalam 2 tahun @2 ekor & tingkat kematian populasi 10%

Skenario #2: Beranak 3x dalam 2 tahun @2 ekor & tingkat kematian populasi 10%

Jadi kambing Anda saat itu dari induk awal sampai turunan ke 4-nya adalah 63+1,790+22,000+149,000+509,000 = 681,853 ekor. Apakah semudah ini kita beternak kambing? Tentu tidak. Untuk menggarap potensi yang besar tersebut tantangannya tidak kalah besarnya:

  • Untuk menjaga agar kematian rata-rata berada disekitar angka 5% saja ? ini dibutuhkan berbagai keahlian dokter hewan untuk mengatasi berbagai penyakit yang bisa menyerang kambing.
  • Untuk membuat kambing hamil dan beranak tepat waktu setiap 8 bulan, dibutuhkan serangkaian ahli-ahli reproduksi hewan yang canggih.
  • Untuk menjaga kesehatan kambing agar dapat hidup sampai usia 10 tahun, dibutuhkan ahli-ahli pakan dan nutrisi hewan yang paripurna.
  • Walhasil intinya tidak mudah, namun potensi tersebut riil dan bisa dicapai.
Skenario #3: Beranak 3x dalam 2 tahun @1 ekor & tingkat kematian populasi 5%

Skenario #3: Beranak 3x dalam 2 tahun @1 ekor & tingkat kematian populasi 5%

Saya sendiri optimis, bahwa seluruh keahlian tersebut pasti ada di anak-anak bangsa ini. Tinggal menemukan saja orang-orang yang tepat untuk ini.

Katakanlah kita tidak berhasil membuat tingkat kematian hanya 5% tetapi 10%, maka kambing kita pada tahun ke 10 masih akan mencapai di atas 500,000 ekor. Bila kita gagal membuat kambing beranak tepat waktu setiap 8 bulan dengan anak rata-rata 2; tetapi hanya tercapai separuhnya saja; maka kambing kita pada akhir tahun ke 10 akan turun drastis tetapi masih di atas 58,000 ekor.

Skenario #4: Beranak 3x dalam 2 tahun @1 ekor & tingkat kematian populasi 10%

Skenario #4: Beranak 3x dalam 2 tahun @1 ekor & tingkat kematian populasi 10%

Anggap kita gagal keduanya, yaitu kambing hanya beranak ½ dari target (3 ekor dalam 2 tahun, bukan 6 ekor dalam 2 tahun), kemudian kita juga hanya bisa menekan kematian pada tingkat 10% populasi per tahun ? maka kambing kita di akhir tahun ke 10 masih berjumlah di kisaran 43,000 ekor.

Jadi rentang hasil peternak yang biasa saja dengan peternak yang berhasil sampai akhir tahun ke 10 adalah antara 43,000 ? 680,000 ekor. Seandainya toh kita hanya menjadi peternak yang biasa-biasa saja tetapi benar-benar dilakukan, maka problem daging dan susu nasional yang sampai sekarang masih mengandalkan produk import insya Allah bisa kita atasi.

Inilah barangkali salah satu rahasia ekonomi para nabi, mereka bekerja dengan cerdas menggembala kambing karena multiplier effect yang luar biasa ini. Apa yang kami lakukan di peternakan kambing kami di Jonggol, adalah baru langkah awal untuk mengikuti jejak para nabi tersebut.

Meskipun 4 piala dalam kontes ternak se Jawa Barat telah bisa kami raih, tidak berarti apa yang kami lakukan sudah berhasil. Masalah-masalah seperti menekan rasio kematian, masalah pakan, masalah reproduksi tetap masih harus diatasi sekuat tenaga agar minimal kita bisa menjadi peternak yang biasa-biasa saja.

Karena risiko besar yang masih harus diatasi tersebutlah yang membuat kami selama ini belum menerima ? titipan? investasi kambing; namun bagi (calon) investor yang mau mempelajari perkambingan ini dan mau menangung risiko sama seperti yang kami hadapi ? insya Allah kami mulai bisa libatkan segera.

Ada 2 pola investasi yang segera kami buka ? dan bagi yang berminat mulai bisa menghubungi kami untuk mendaftarkan minatnya (Letter of Intent), yaitu:

  1. Investor hanya bertindak sebagai Shahibul Mal dalam aqad Mudharabah Muqayyadah. Melalui pola ini investor bisa menyimpan dananya di BMT mitra kami seperti BMT Daarul Muttaqiin atau Bank Syariah yang ada kerjasama dengan kami, secara spesifik dalam simpanan tersebut diaqadkan untuk berternak kambing di peternakan kambing Indolaban – Jonggol Farm (karena insya Allah nantinya ada peternakan-peternakan lainnya).
  2. Investasi langsung dimana (calon) investor benar-benar terlibat dalam peternakannya. Investor bisa membeli kavling di Jonggol Farm yang cukup untuk membuat kandang, dlsb. Tanah, kandang lengkap isinya menjadi milik penuh investor. Bila diperlukan support dari sisi pemeliharaan kambing, kesehatan, pakan, dlsb. dapat di outsourced ke team kami yang ada di lokasi; demikian pula dengan pengolahan dan pemasaran produknya.

Sama dengan Pola Investasi Syariah pada umumnya; tidak ada jaminan apapun dari kami mengenai hasil atau return-nya; yang ada adalah usaha bersama untuk menekan risiko dan ber-amal jama?i secara maksimal ? agar kelak kita bisa berdaulat dari sisi ekonomi ? mulai dari kambing ini.

Lantas bagaimana prosedurnya bila Anda berminat? Selain mengirim surat/email yang menyatakan minat tersebut ke indolaban@dinarislam.com, Anda kami undang untuk berkunjung ke Jonggol agar Anda bener-bener tahu apa yang kami lakukan disana, tahu risiko-nya selain juga tahu potensi hasilnya. Semoga Allah memudahkan kita untuk beramal yang diridloi-Nya. Amin.

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

Harga Emas: Mengapa Terjadi Anomali Musim?


Ketika melihat harga emas dunia yang mencapai US$ 1,240/Oz pagi ini saya sendiri terkejut, mengapa? Karena dalam pola naik turunnya emas tahunan berdasarkan data 5 tahun sebelumnya, harusnya bulan Juni dan bulan Juli adalah bulan dimana harga emas mencapai titik terendah ? bersamaan dengan awal musim panas di belahan bumi utara.

Kemudian saya lihat lebih detil analisanya Kitco, dari mana kenaikan yang mencapai lebih dari +US$ 20/Oz semalam? Ternyata mayoritasnya didorong oleh permintaan yang tiba-tiba melonjak. Kalau saja US$ tidak menguat semalam, maka dorongan permintaan ini bahkan mampu mengangkat kenaikan harga emas sampai di atas +US$ 23/Oz.

Masih penasaran, saya ingin lihat lebih jauh lagi setahun terakhir apa benar permintaan ini melonjak. Ternyata benar sekali, analisa grafis dari Kitco di bawah menguatkan hal ini. Bila saja US$ tidak menguat dengan perkasanya sepanjang setahun terakhir bersamaan dengan melemahnya mata uang lainnya seperti Euro, maka harga emas saat ini seharusnya sudah sekitar +US$ 100/Oz lebih tinggi dari harga sekarang ? atau berada di kisaran US$ 1,340/Oz (lihat pada garis biru).

Kitco Gold Index

Kitco Gold Index

Itu adalah faktanya; nah sekarang yang perlu kita dalami adalah mengapa sampai ada trend yang meningkat demikian tajam dalam arus pembelian emas dunia? Hampir seluruh analisa yang saya baca sependapat bahwa peningkatan permintaan adalah karena investor dunia membutuhkan tempat berlabuh yang aman (safe haven) bagi dana investasinya ? di tengah berbagai krisis yang melanda dunia dengan tidak henti-hentinya dalam 24 bulan terakhir.

Lantas apakah trend ? perasaan tidak nyaman dengan sistem keuangan dunia saat ini ? akan terus berlanjut atau cenderung berkurang? Sangat tergantung bagaimana pemerintah dunia mengatasi problemnya masing-masing, terutama terhadap problem hutang dan defisit anggarannya.

Bila kondisi ini kita kaitkan dengan laporan dari The Bank for International Settlements (BIS) yang saya sajikan dalam tulisan saya 04/05/2010 lalu, maka nampak jelas dari analisa mereka-pun bahwa problem hutang tersebut akan meningkat dengan tajam pada tahun-tahun mendatang ? dan tidak ada trend yang menurun. Untuk kita yang di Indonesia, Bank Sentral (BI) kita bahkan juga mengindikasikan bahwa ada kecenderungan menurunnya daya beli Rupiah tahun depan.

Dengan fakta-fakta tersebut di atas, nampaknya anomali tingginya harga emas di musim yang seharusnya rendah ini ? berkemungkinan untuk berlangsung dalam jangka panjang. Atau dengan kata lain, tingginya harga emas sekarang yang mencapai US$ 1,240/Oz ? bisa jadi ini the new low! Bila the new low?nya saja mencapai US$ 1,240/Oz, maka bisa dibayangkan berapa the new high-nya dalam beberapa bulan ke depan? Wa Allahu A?lam; Hanya Allah Yang Maha Tahu.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Apa Yang Terjadi Bila Satu Mata Uang Jatuh?


Sekitar 13 tahun lalu  di awal 1997 serentetan krisis dalam skala regional bermula di Thailand. Diawali dengan hengkangnya para investor karena penurunan pertumbuhan ekonomi negeri itu, krisis kemudian diperburuk dengan ulah spekulator mata uang sampai-sampai Bank Sentral Thailand harus menguras sampai 90% dari cadangan devisanya hanya untuk mempertahankan nilai tukar uang Baht-nya.

Celakanya, krisis ini tidak berhenti di Thailand. Negara-negara tetangganya segera tertular dan bahkan yang terparah dan paling sulit sembuhnya adalah negeri kita. Pada puncak krisis nilai uang kertas kita pernah tinggal kurang lebih 1/6-nya dari nilai sebelum krisis (Akhir 1996 US$ 1 = Rp 2,350; Juli 1998 US$ 1 = Rp 14,000) bila dibandingkan dengan US Dollar. Padahal di negeri dimana krisis berawal; uangnya hanya mengalami koreksi 61% saja (Akhir 1996 US$ 1 = Baht 25.50; Juli 1998 US$ 1 = Baht 41.12).

Pelajaran pertama yang kita ambil dari krisis 1997/1998 tersebut adalah bahwa krisis finansial bersifat sangat menular karena kelemahan sistem finansial global saat ini. Pelajaran keduanya adalah negara-negara yang tertular oleh krisis finansial, bisa menjadi korban yang bahkan lebih parah dari negara yang mengalami krisis yang pertama.

Kini 13 tahun kemudian, kita melihat proses penularan krisis berulang. Belum juga dunia sembuh oleh menularnya krisis di Amerika 2 tahun lalu, krisis sejenis sekarang siap mewabah di Eropa. Yunani yang menjadi pemicu pertamanya, per kemarin hutang pemerintahnya sudah jatuh ke nilai terendah pada tingkat Junk (sampah!). Krisis Yunani sudah menulari Portugal, Spanyol dan bisa jadi akan segera pula menular ke negara-negara lain.

A Greek crisis is coming to America?

A Greek crisis is coming to America?

Pada setiap krisis tersebut; uang kertas selalu hancur di negara-negara yang terkena krisis. Setiap kali pula uang kertas hancur, pelarian utama yang paling mudah bagi masyarakat yang ingin menyelamatkan asetnya adalah ke emas. Tidak heran bila harga emas justru melonjak pada setiap krisis terjadi; pertama karena daya beli uang kertas yang dipakainya menurun, kedua karena dorongan naiknya permintaan.

Sebelum krisis melanda negeri ini 1997/1998; harga emas di Indonesia pada awal 1997 hanya di kisaran Rp 23,400/gram; di puncak krisis 1998 emas berada pada kisaran harga Rp 147,000/gram. Meskipun akhirnya sempat membaik ke kisaran angka Rp 65,000-an akhir 1999/awal 2000; perlahan namun pasti harga emas menjulang sampai Rp 340,000/gram kini. Harga emas saat ini sudah lebih dari 5 kalinya bila dibandingkan harga emas paska krisis, dan 14.5 kalinya dibandingkan harga emas sebelum krisis!

Grafik yang saya sajikan di atas adalah kenaikan harga emas gradual yang terjadi dalam kondisi normal. Bila dalam kondisi normal saja harga emas naik menjadi lebih 5 kalinya dalam 10 tahun terakhir; apa jadinya bila krisis Yunani meluas?

Dalam beberapa pekan ke depan seluruh dunia finansial akan melototi bagaimana krisis Yunani ini di handled oleh pemerintahnya dan juga pemerintah negeri-negeri yang saling terkait. Puncaknya adalah tanggal 19 Mei 2010 dimana hutang Yunani senilai 8.5 Milyar Euro akan jatuh tempo!

Kita memang jauh dari Yunani baik secara fisik maupun keterkaitan ekonomi, ekonomi kita juga lagi baik-baiknya, namun karena tanpa krisispun harga emas naik seperti yang tercermin dari grafik tersebut di atas ? maka penyelamatan aset ke emas/Dinar untuk mengamankan hasil jerih payah jangka panjang selalu advisable untuk dilakukan kapan saja. Jangan menunggu krisis menular…!!! Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Dinar Untuk Transaksi Modal: Bagaimana Lapangan Kerja & Kemakmuran Tercipta


Sejak tulisan saya tanggal 30 September 2009 lalu dengan judul “Susu Bersih Diantara Kotoran Dan Darah” ; disusul dengan tulisan tanggal 23 Oktober tahun yang sama dengan judul “Investasi Sehat Untuk Minuman Sehat”, tidak hentinya kami berusaha merealisasikan ide-ide tersebut untuk menjadikan karya nyata yang dapat menciptakan lapangan kerja dan membangun kemakmuran.

Meskipun belum bisa dikatakan berhasil sepenuhnya, namun patut disyukuri bahwa upaya tersebut kini – 7 bulan setelah ide pertama muncul – sudah mulai memberikan hasil. Kambing-kambing yang kami ternakkan di Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin ? kini sudah puluhan yang beranak dan otomatis menghasilkan susu. Insya Allah dalam 5 bulan ke depan akan ada ratusan kambing yang menghasilkan susu di lokasi ini.

Saat ini di Pesantren Wirausaha ada sekitar 25 orang bekerja dalam berbagai bidang mulai membangun kandang dan infrastruktur lainnya, memelihara kambing, mencari rumput, dlsb. Namun kalau hanya 1 lokasi produksi susu kambing ini yang kami gerakkan dengan modal Dinar; maka lapangan kerja dan kemakmuran yang tercipta tidak akan banyak ? ya hanya sekitar 25 orang tersebut yang dapat pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Nah langkah berikutnya yang diperlukan adalah menciptakan multiplier effect dari penciptaan lapangan kerja ini. Ada 2 yang akan kami lakukan dalam waktu dekat untuk tujuan ini.

1.) Yang pertama adalah membangun kandang-kandang kambing untuk produksi susu ini satu demi satu ? sehingga nantinya terbangun puluhan atau bahkan ratusan kandang sejenis. Dari mana dananya? Ini yang akan menarik.

Karena dana kami sendiri terbatas, maka baru 1 lokasi ini yang bisa kami bangun; lokasi-lokasi berikutnya akan kami bangun melalui konsep Build and Sell berbasis Dinar. Misalkan 1 lokasi seperti ini memerlukan total investasi 500 Dinar (tanah, bangunan, 100 kambing), maka investor kami (yang selanjutnya kami sebut investor pertama) yang akan membangun sampai jadi lokasi tersebut dan sampai kambing-kambingnya menghasilkan susu.

Setelah semuanya berjalan baik, maka tanah beserta bangunan plus kambing-kambing produktif tersebut dijual ke investor ke-2 dengan harga investasi plus margin keuntungan yang wajar ? misalnya menjadi 600 Dinar.

Maka investor pertama dalam projek ini mendapatkan keuntungan 20% (sebelum bagi hasil). Sedangkan investor ke-2 mendapatkan bisnis yang sudah jalan, termasuk kambing-kambing yang produktif yang saat itu jumlahnya tentu sudah lebih dari 100 ekor ? karena selama project di tangan investor pertama-pun akan banyak kambing yang lahir.

Hasil penjualan peternakan kambing ke investor ke-2; kemudian digunakan untuk membangun komplek peternakan berikutnya. Setelah semuanya berjalan baik, baru dijual ke investor ke-2 berikutnya. Begitu seterusnya project ini sehingga kelak akan terbangun puluhan atau ratusan kandang kambing tergantung seberapa besar dana yang bisa kami kumpulkan untuk projek perkambingan ini.

2.) Lantas dijual kemana susu-susu kambing dari puluhan atau ratusan kandang tersebut tersebut? Disinilah letak peluang dan tantangan berikutnya. Selama ini petani dan peternak di Indonesia selalu menjadi korban karena lemahnya penguasaan pasar.

Untuk tidak mengulangi kelemahan yang sama; sedari dini kita juga akan bangun jaringan pasar susu kambing kita sendiri. Untuk ini kini mulai kita bangun merek dagang untuk susu kambing ini dengan nama Indolaban ? yang artinya “susu dari Indonesia”. Laban adalah bahasa Al-Qur?an untuk “air susu dari sungai di surga” (QS. Muhammad (47):15).

direct1st: First in Wealth Distribution

direct1st: First in Wealth Distribution

Jaringan pemasaran Indolaban tidak akan mengandalkan minimarket atau supermarket ? tetapi akan menggunakan jaringan penjualan langsung Direct1st® yang sistemnya juga alhamdulillah sudah siap operasi.

Bila ini semua berjalan baik, maka ribuan lapangan kerja insya Allah akan tercipta baik di sektor produksi maupun distribusi. Manfaat lain bagi bangsa ini adalah tersedianya susu produksi dalam negeri yang jumlahnya cukup ? sehingga diharapkan mengurangi ketergantungan kita pada susu impor. Bahkan siapa tahu kelak Indolaban juga menjadi andalan ekspor susu kambing ke negara-negara lain; why not? lha wong segala sumber daya yang diperlukannya ada ? baik alam, dana, maupun SDM yang melimpah.

Sama seperti project Planet Jamur yang sudah kami luncurkan lebih dahulu; untuk project Susu Kambing ini kami juga akan memberikan kesempatan seluasnya kepada para pembaca yang ingin terlibat langsung dan tumbuh bersama kami ? baik di sektor produksi/peternakannya, maupun sektor distribusi susunya; silahkan bergabung ke group Susu Kambing yang kini sudah kami buat di facebook. Semoga Allah memudahkan jalan untuk kita beramal yang diridloiNya. Amin.

Posted in Business OpportunityComments (0)

Jim Rogers Sizes Up Two Global Bubbles


The euro is unlikely to still exist as a currency over the longer term, the pound will fall substantially in the next few years and US Treasurys and some real estate in China are the world’s two current bubbles, legendary investor Jim Rogers told CNBC.com Wednesday (17/03/2010).

The euro will probably break up in the next 15 to 20 years, Rogers said in an interview. “Don’t get me wrong, I own the euro.”

“We’ve had currency unions in history, they didn’t survive, this one won’t survive either,” he explained.

The euro has been under pressure because of Greece’s sovereign debt concerns. But European Union finance ministers agreed to bail out Greece if it will need aid because of its growing public debt, which is forecast to exceed 120 percent of gross domestic product this year.

“If (the euro zone helps) the Greeks, that weakens the fundamentals of the euro,” Rogers warned. “As the next government comes to demand concessions, they weaken the currency from within.”

“I would let Greece go bankrupt because then everybody will say the euro is a serious currency,” he told “Worldwide Exchange.”

The UK pound’s problems will be caused by Britain’s “gigantic debt and huge trade deficit,” he said, adding that he doesn’t own sterling.

The country’s two fortunes ? North Sea oil and London’s place as a financial hub ? are dwindling and there is nothing on the horizon to replace them.

“Most Western currencies, most currencies everywhere are very suspect,” Rogers told “Worldwide Exchange.”

The Chinese renminbi may replace other currencies in 20 years, but it is “absurd” to think of this now, as it is still a controlled currency, he said.

“There are two bubbles in the world: one is in Treasurys, the other is in urban and coastal real estate in China,” Rogers also told CNBC.com.

He added that he wasn’t short Treasurys.

Commodities in Focus

Rogers said he started buying dollars last year in October and November “because everybody, including me, was bearish.”

“I hope it’s a short- or medium-term position,” he added.

He said he has not bought shares since November 2008, focusing on commodities instead.

“I think that real assets are the best place to protect yourself going forward,” he told “Worldwide Exchange.”

“I had had no shorts for about 15 months so I started putting out some shorts recently,” Rogers said. “But the fact that I’ve been putting out shorts means (the stock market) won’t pull back,” he joked.

He said many investors were skeptical about the stock market’s rally.

© 2010 CNBC.com

Posted in VideoComments (0)

Euro: Uang Fiat Modern Yang Bisa Jadi Tidak Berusia Panjang


Meskipun kelahirannya menghebohkan dunia dan sempat menjadi harapan bangsa-bangsa di dunia untuk menjadi alternative reserve currencyEuro yang ibarat usia manusia sekarang baru memasuki usia ABG ? ternyata tidak tumbuh sehat. Bahkan menurut investor legendaris Jim Rogers dalam siaran televisi business terkemuka CNBC pekan lalu menyatakan bahwa usia Euro paling-paling hanya bisa bertahan sekitar 15 tahun lagi dari sekarang (lihat video di link ini).

Jadi kalau dihitung sejak kelahirannya mulai digunakan resmi sebagai unit of account 1 Januari 1999 ? dan jika prediksi Jim Rogers benar berarti usia Euro secara keseluruhan tidak akan lebih dari 30 tahun saja.

Di luar prediksi Jim Rogers tersebut, sebenarnya kita bisa melihat masa depan Euro ini secara lebih jelas bila kita gunakan timbangan emas. Sejak kelahirannya 11 tahun lalu itu, sampai sekarang nilai tukar Euro terhadap emas tinggal 30% saja. Bila trend menurun ini berlanjut, maka 15 tahun yang akan datang ? daya beli Euro terhadap emas akan tinggal di kisaran 5% dibandingkan dengan saat kelahirannya.

Jim Rogers di CNBC

Jim Rogers di CNBC

Euro yang semula diharapkan menjadi mata uang modern yang hebat dan perkasa, ternyata kini memiliki masa depan yang sama suramnya dengan berbagai mata uang fiat lain di dunia. Lantas pelajaran apa yang mestinya dapat kita petik dari uang paling modern ? yang lahir di era teknologi  ini?

Bayangkan bila uang yang digunakan sehari-hari oleh setidaknya 16 negara yang konon tergolong paling maju, dengan total penduduk di atas 327 juta dan dengan GDP terbesar di dunia (sekitar EUR 12.25 trilyun atau sekitar USD 16.52 trilyun) saja bisa jadi tidak akan survive dalam waktu yang lama ? maka apa jadinya nasib uang fiat lain yang dikeluarkan oleh negara-negara yang lebih lemah ekonominya.

Dengan fakta tersebut di atas, maukah Anda menabung dalam Euro untuk biaya sekolah anak Anda sekian belas tahun yang akan datang? Saya rasa tidak.  Nah bila dengan Euro saja Anda tidak tertarik, bagaimana dengan mata uang lain yang ?tidak lebih perkasa? dari Euro dalam jangka panjang? Anda kini punya pilihan Anda sendiri. Mata uang negara-negara di dunia di luar European Union rata-rata telah berusia lebih panjang dari Euro ? dalam arti namanya telah bertahan lebih lama, tetapi dalam arti daya beli rata-rata tidak bernasib lebih baik dari nasib Euro tersebut untuk kurun waktu yang sama. Wa Allahu A?lam.

Posted in Financial PlanComments (0)

Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash player