Tag Archive | "HR. Muslim"

United Nations (PBB) Report: Tinggalkan Dollar…


Ketika 10 bulan lalu saya menulis Tinggalkan Dollar Selagi Sempat!, banyak yang mengkritik tulisan tersebut sebagai provokatif, tidak realistik, sentimen pribadi, apriori terhadap barat dan lain sebagainya. Nah sekarang terbukti 10 bulan kemudian United Nations (PBB) ? badan yang paling dihormati pemerintah-pemerintah dunia ? seperti menguatkan seruan tersebut dalam laporannya paling gres yang dikeluarkan kemarin. Siapa yang tidak realistik sekarang?

Seperti dikutip kantor berita Reuters yang kemudian menyebar ke seluruh dunia lewat berbagai media, laporan terbaru PBB yang di released Selasa kemarin menyerukan ditinggalkannya US Dollar sebagai mata uang cadangan utama dunia (main reserve currency). Alasan utamanya adalah sudah terbukti bahwa US$ tidak dapat menjaga nilainya.

Disebutkan pula di laporan ini bahwa negara-negara berkembang paling dirugikan dengan penurunan nilai terus menerus dari US$ dalam beberapa tahun belakangan ini. ?Termotivasi oleh keinginan memproteksi diri (self-insurance) dari gejolak pasar komoditi dan aliran modal, banyak negara berkembang menumpuk US$ sebagai cadangan selama dasawarsa 2000-an? kata laporan tersebut.

Laporan ini juga menyerukan disiapkannya sebuah sistem pencadangan baru (new reserve system) yang tidak tergantung pada satu atau bahkan beberapa mata uang; hanya saja laporan ini nampak tidak jelas lantas seperti apa pencadangan baru ini nantinya. Mereka hanya menyebutkan ?seperti? Special Drawing Rights (SDR-nya IMF).

Sebenarnya umat Islam sungguh beruntung memiliki 2 pegangan yang dengan pegangan tersebut umat ini tidak akan pernah tersesat selamanya. Ditengah kebingungan dunia kini, bahkan PBB-pun bingung seperti apa reserve currency yang bisa membawa stabilitas sistem finansial global; kita memiliki uswatun hasanah yang telah menuntun kita seperti apa uang kita seharusnya.

Bila saja kita ikuti apa yang ada di hadits berikut contohnya, maka kita tidak akan tersesat dalam urusan mata uang ini. Dalam Hadis Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa?i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ?Ubadah bin Shamit, Nabi S.A.W bersabda: ?(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya?ir dengan sya?ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai?.

Dalam Islam, alat tukar ini adalah benda riil yang memiliki nilai yang sesungguhnya ? nilai intrinsik. Bentuknya bisa macam-macam tetapi semua memiliki nilai riil. Bisa dari golongan emas dan perak, bisa pula dari golongan kebutuhan pokok. Jadi bila reserve system kita mengandalkan benda riil yang disebutkan di hadits tersebut di atas atau yang sejenisnya ? maka insya Allah kita tidak akan pernah bisa dirugikan oleh jatuhnya mata uang US$ seperti yang diungkapkan oleh laporan PBB tersebut di atas.

Bahkan untuk mengantisipasi paceklik global dalam berbagai bentuknya, bisa karena krisis finansial, fenomena alam, maupun karena perang ? kita bisa membangun ketahanan ekonomi (yuhsinun) sendiri dengan mencontoh apa yang dilakukan Nabi Yusuf A.S. berikut:

???? ????????? ????? ?????? ??????? ???? ???????? ???????? ?? ????????? ????? ??????? ????? ?????????

“Yusuf berkata: Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) secara sungguh-sungguh; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.? (QS. Yusuf (12): 47).

Mari sekarang kita ?bertanam? sungguh-sungguh sampai minimal 7 tahun ke depan, maka ketika dunia dilanda ?paceklik global? kita tidak hanya bisa menyelamatkan diri ? tetapi juga bisa menyantuni rakyat negara lain seperti kisah Nabi Yusuf yang di Al-Qur?an digambarkan sebagai kisah yang paling indah Akhsana Al Qoshoshi.

Semoga Allah mumudahkan jalan-Nya bagi kita untuk beramal yang diridhloi-Nya. Amin.

Posted in Financial PlanComments (0)

Memilih Bidang Pekerjaan Di Akhir Zaman


Ada salah satu Ustadz saya yaitu Ustadz Ihsan Tandjung yang sangat mendalami subject akhir zaman.  Mulai dari tanda-tandanya, rujukannya sampai hal-hal yang perlu kita persiapkan untuk menghadapinya. Saking banyaknya referensi beliau dalam masalah ini, beliau sampai menulis satu situs khusus yang alamatnya di internet sudah self-explanatory yaitu www.bolehjadikiamatsudahdekat.com.

Mendalami masalah akhir zaman, tidak harus membuat kita pesimistis dalam menghadapi kehidupan ini. Justru sebaliknya, bila kita sadar bahwa Boleh Jadi Kiamat Sudah Dekat ? maka kita akan berusaha mencari bekal sebanyaknya untuk hidup sesudah itu ? yaitu kehidupan yang abadi di akhirat kelak.

Kesadaran akan akhir zaman juga akan membuat kita buru-buru bertaubat bila dalam perjalanan hidup kita ada hal-hal yang kita langgar ? mumpung masih ada waktu! Buru-buru kita ke kembali ke jalan Allah menyambut seruanNya: ?Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.? (QS. Adz-Dzariyaat (51): 50)

Nah bagaimana dalam konteks bidang pekerjaan, bila dalam pekerjaan yang kita tekuni tersebut kita masih terlibat dalam hal yang sangat terlarang seperti riba, riswah (suap), mengambil hak orang lain, berbuat kerusakan di bumi, mendholimi rakyat, dlsb?

Banyak potensi pekerjaan yang bisa kita pilih, yang aman dari hal-hal yang terlarang tersebut. Bahkan banyak pula jenis pekerjaan yang bisa kita lakukan tersebut yang memiliki dasar yang kuat di Al-Qur?an ataupun di Hadits. Kaidahnya adalah apa yang disebutkan di Al-Qur?an ataupun Hadits yang shoheh adalah benar ketika diturunkan, benar saat ini, dan akan tetap benar sampai akhir zaman.

Mengapa demikian? Karena agama ini adalah agama Akhir zaman ? maka segala tuntunannya pasti valid sampai akhir zaman. Termasuk tuntunannya dalam hal pekerjaan ini.

Pekerjaan bertani atau bercocok tanam misalnya, akan selalu baik sampai akhir zaman karena kita bahkan diperintahkan untuk tetap menanam benih yang ada di tangan kita walaupun seandainya proses terjadinya kiamat sudah mulai.

Gembala Kambing

Gembala Kambing

Contoh pekerjaan lain yang juga insya Allah valid sampai akhir zaman adalah menggembala (memelihara) kambing. Untuk yang satu ini, Imam Nawawi yang sangat mashur dengan kitab yang menjadi rujukan para juru dakwah hingga kini ? membahas secara khusus dalam kitabnya Riyadhush Shalihin.

Dalam bab Beruzlah beliau menyampaikan bahwa beruzlah atau menyendiri ketika moral manusia sudah rusak, takut agama ini terfitnah dan takut terjerumus dalam keharaman dan syubhat adalah hal yang disunahkan. Nah ketika kita menyendiri dan takut kepada hal yang haram, lantas apa pekerjaan kita untuk menghidupi diri dan keluarga kita? Memelihara kambing, itulah salah satu jawabannya.

Untuk jawaban ini tidak tanggung-tanggung, Imam Nawawi memberikan 3 Hadits shoheh sebagai rujukannya. Berikut adalah hadits-hadits tersebut:

1) Dari Abu Hurairah R.A. dari Nabi SAW, dia bersabda: Setiap Nabi yang diutus oleh Allah adalah menggembala kambing”. Sahabat-sahabat beliau bertanya : ?Begitu juga engkau?? ; Rasulullah bersabda : ?Ya, aku menggembalanya dengan upah beberapa qirath penduduk Mekah?. (HR. Bukhari)

2) Dari Abu Said berkata: Rasulullah SAW bersabda: ?Hampir saja harta muslim yang terbaik adalah kambing yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau peperangan sesama muslim)?. (HR. Bukhari)

3) Dari Abu Hurairah R.A. dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : ?Termasuk penghidupan manusia yang terbaik, adalah seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah. Dia terbang di atasnya (dia menaikinya dengan jalan yang cepat). Setiap mendengar panggilan perang dia terbang di atasnya dengan bersemangat untuk mencari kematian dengan jalan terbunuh (dalam keadaan syahid) atau mati biasa.  Atau seorang laki-laki yang menggembala kambing di puncak gunung dari atas gunung ini atau lembah dari beberapa lembah. Dia mendirikan sholat, memberikan zakat dan menyembah kepada Tuhannya hingga kematian datang kepadanya. Dia tidak mengganggu kepada manusia, dan hanya berbuat baik kepada mereka.? (HR. Muslim)

Jadi menggembala (memelihara) kambing bukan hanya commercially feasible seperti yang sudah saya tulis sebelumnya; tetapi juga memiliki dasar yang shahih. Maka tidak malu saya berulang kali mengajak para  pembaca untuk belajar menekuni profesi yang sering dianggap kuno oleh sebagian orang di zaman teknologi ini. Bagi yang berminat, silahkan datang ke lokasi kandang kami di Jonggol dan mulai belajar mempersiapkan diri dengan profesi Akhir Zaman. Insya Allah.

Posted in Islamic ViewComments (0)

Dunia Akan Membutuhkan Uang Baru Atau Sistem Barter Yang Canggih


Dalam tulisan saya awal pekan ini tentang bagaimana kita bisa mengalahkan inflasi, saya telah memberi gambaran betapa daya beli umat manusia di seluruh dunia tergerus oleh inflasi yang tidak bisa dikendalikan oleh pemerintahan negerinya masing-masing.

Kalau ada yang masih berpikir bahwa ada uang kertas dunia yang bertahan daya belinya, maka perhatikanlah kinerja uang kertas yang selama ini dipandang kuat di dunia seperti grafik di samping. Daya beli terhadap emas untuk Rupiah misalnya tinggal 20% selama 10 tahun terakhir, bila di awal tahun 2000 Anda bisa membeli 1 gram emas seharga Rp 66,000,- maka kini dengan uang yang sama Anda hanya bisa membeli 0.2 gram emas karena per gramnya kini telah menjadi Rp 330,000,-.

Bukan hanya Rupiah tetapi berbagai mata uang perkasa dunia-pun nasibnya hanya sedikit lebih baik dari Rupiah; dalam kurun waktu 10 tahun yang sama daya beli Poundsterling terhadap emas tinggal 23%, US Dollars tinggal 25%, Yen dan Sing Dollar tinggal 30% dan Euro tinggal 34%.

Mengapa emas pembandingnya? bukan data inflasi di masing-masing negara? Sederhana, di negara maju sekalipun seperti di Amerika yang katanya paling transparan dalam informasi ? data inflasi resmi pemerintah negeri itu diragukan oleh rakyatnya sendiri sehingga munculah Shadow Government Statistic misalnya ? pemerintah dianggap mempunyai ?kepentingan? terhadap data inflasi ini sehingga data yang dikeluarkan bisa jadi bukanlah data yang sebenarnya.

Di lain pihak daya beli emas sudah terbukti stabil selama lebih dari 1,400 tahun – bahwa 4.25 gram emas yang disebut 1 Dinar, selalu cukup untuk membeli 1 ekor kambing. Sehingga emas (bersama perak) memang layak sebagai satu-satunya timbangan yang adil dalam bermuamalah seperti yang diungkapkan oleh Imam Ghazali dalam ?Ihya Ulumuddin sejak 10 abad lalu.

Dengan penurunan daya beli uang kertas seperti tersebut di atas, disadari atau tidak umat manusia akan semakin banyak yang merindukan hadirnya uang yang adil yang nilainya bebas inflasi ? meskipun bisa jadi uang ini tidak diakui sebagai uang oleh sistem moneter yang dianut dunia saat ini.

Bila otoritas-otoritas keuangan dunia menerima kembali uang bernilai intrinsik seperti emas/Dinar atau perak/Dirham, maka urusan pencarian uang baru ini selesai sudah. Tinggal copy paste dari Syariah Islam tentang bagaimana penggunaan emas dan perak ini diatur ? semuanya sudah komplit dan sudah dijalankan selama lebih dari 1000 tahun.

Masalahnya adalah sistem keuangan dunia saat ini yang dikomandoi IMF menolak kehadiran uang emas ini, jadi apa kira-kira yang akan terjadi? Masyarakat akan semakin tidak mempercayai rezim uang kertas dunia, tetapi uang bernilai intrinsik yang didambakan terhambat kehadirannya sehingga sulit untuk tersedia secara cukup di masyarakat. Maka kemungkinan besar yang akan terjadi adalah Sistem Barter yang akan berkembang.

Sistem Barter

Sistem Barter

Dengan berbagai perkembangan teknologi data processing yang semakin cepat dan murah, tidak mustahil sistem barter nan canggih akan segera tersedia di pasar. Bahkan di negeri tetangga misalnya sudah ada perusahaan yang menawarkan sistem barter ini untuk transaksi perdagangan business to business. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan ini telah meng-klaim memiliki ratusan ribu customer based dan telah memiliki ?uang?-nya sendiri yang disebut Barter Trade Credit.

Bila sistem barter berkembang (ketika uang kertas terus menurun legitimasinya), maka benda-benda riil lah yang berharga dan bukan lagi uang kertas. Dahulu saya sulit memahami mengapa sampai garam-pun disebut dalam Hadits Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa?i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ?Ubadah bin Shamit, Nabi S.A.W bersabda: ?(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya?ir dengan sya?ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.?

Setelah mempelajari sistem barter ini, kini saya tahu rupanya tidak ada yang tidak penting dalam setiap benda yang disebut di dalam hadits barter tersebut di atas – jadi bukan hanya emas dan perak yang berharga tetapi garam-pun sangat berharga. Hidup menjadi sungguh hambar tanpa garam ? karena makanan yang seharusnya enak-pun menjadi tidak ada rasanya, otak yang seharusnya cerdas menjadi tidak berfungsi (iodium dalam garam juga berfungsi mencerdaskan otak).

Jadi kalau garam-pun bernilai untuk barter, benda-benda lain yang Anda miliki dan peroleh dengan susah payah ? tentu bernilai dan bermanfaat untuk Anda. Kalaupun toh Anda sudah tidak membutuhkannya lagi, bisa jadi ada orang lain yang membutuhkannya ? mengapa tidak berfikir untuk dibarter saja? Wa allahu A?lam.

Posted in Business OpportunityComments (0)

Strength In Numbers: Keberkahan Dari Kebersamaan


Dari sebuah hadits panjang yang saya ambilkan dari kitab Riyadus Shalihin, dari Abu Hurairah R.A. atau dari Abu Sa?id R.A. (perawi ragu namun tidak bermasalah karena keduanya adil), beliau berkata: ?Ketika perang Tabuk, orang-orang pada kelaparan? mereka berkata: ?Wahai Rasulullah, seandainya engkau memberi izin ? kami akan menyembelih unta kami, lantas kami makan dan lemaknya buat minyak.? Rasulullah bersabda: ?Lakukanlah? ; Umar datang lalu berkata: ?Wahai Rasulullah, bila engkau lakukan yang semacam itu kendaraan akan jadi sedikit. Tetapi perintahkanlah mereka untuk mengambil bekal mereka yang tersisa lalu taruhlah di depan engkau. Kemudian berdo?alah kepada Allah agar makanan tersebut berkah. Barangkali Allah mengabulkan sehingga makanan tersebut menjadi berkah?.

Lantas Rasulullah SAW bersabda: ?Ya? lalu beliau memerintahkan untuk digelar alas lantai, kemudian memerintahkan agar kelebihan bekal mereka dikumpulkan. Lantas seorang laki-laki datang dengan membawa segenggam gandum, ada yang membawa segenggam kurma dan ada yang membawa segenggam roti. Sehingga terkumpullah di atas tikar sesuatu yang sedikit.

Kemudian Rasulullah SAW mendoakan agar diberi berkah. Lalu beliau bersabda: ?Ambillah, lalu taruhlah di wadah kalian?. Lantas mereka mengambil makanan tersebut, lalu ditaruh di kantong, bejana atau wadah mereka. Seluruh tempat yang di perkemahan itu dipenuhi dengan makanan. Mereka makan hingga perutnya kenyang. Sisanya-pun masih ada.

Saat itu Rasul SAW bersabda: ?Aku bersaksi, bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Bila seorang hamba berjumpa dengan Allah (kelak di hari kiamat) dan dia telah membacanya (bersyahadat), dia tidak ragu, maka dimasukkan ke surga.? (HR. Muslim)

Strength-in-NumbersDi antara  pelajaran dari hadits tersebut di atas yang bisa kita petik adalah, bahkan Rasulullah SAW memerlukan ikhtiar selain juga berdo?a untuk dapat menyelamatkan pasukannya dari kelaparan di medan perang. Jenis ikhtiar-nyapun adalah sesuatu yang dapat kita contoh, yaitu melibatkan anggota pasukan untuk berkontribusi. Betapapun sedikitnya kontribusi ini tidak terlalu masalah, karena dengan sedikit yang diberkahi ? maka problem seluruh pasukan teratasi.

Kebersamaan umat dewasa ini-pun mestinya bisa menyelesaikan berbagai permasalahan dunia modern. Ambil contoh permasalahan dalam bidang ekonomi. Seperti yang saya tulis tentang Muhammad Yunus, bahwasanya penyebab kemiskinan yang utama adalah timpangnya akses terhadap kapital. Bila akses terhadap kapital ini diatasi, maka insya Allah kemakmuran akan tumbuh merata.

Karena alasan ini pula para pendiri bangsa ini sebenarnya sudah memiliki pemikiran yang konkrit, yaitu menjadikan Koperasi sebagai sokoguru perekonomian Indonesia. Ide dasar koperasi adalah dari anggota ke anggota, jadi seperti pada hadits tersebut di atas ? bila masing-masing anggota berkontribusi sesuai kemampuannya ? maka kapital yang terkumpul akan menjadi sangat berguna untuk mengangkat kemakmuran para anggota.

Saya pernah berceramah di sebuah Pesantren Putri di perbatasan Jawa Tengah ? Jawa Timur yang diasuh oleh seorang Kyai. Saya belajar dari pak Pak Kyai yang bukan ekonom dan bukan pula pengusaha ini, bahwa dengan mengelola segala kebutuhan santriwati-nya yang ?hanya? sekitar 4000 orang secara bersama-sama setiap tahun Koperasi Pesantren-nya menghasilkan milyaran Rupiah Sisa Hasil Usaha.

Lha umat Islam di Indonesia ini kan jumlahnya tidak kurang dari 190 juta orang, masak nggak bisa makmur bila dikelola dengan baik secara bersama-sama seperti hadits di atas dan juga yang dicontohkan Pak Kyai? Ok mungkin ngurus orang banyak memang lebih sulit (sebenarnya juga bukan alasan karena sekian banyak juga resourcesnya), maka kita bisa mulai dari yang ada di sekitar kita.

Jumlah seperti yang dikelola Pak Kyai sekitar 4000-orang tersebut dengan mudah kita jumpai di lingkungan perusahaan tempat kita bekerja, lingkungan gedung tempat kantor berada, lingkungan perumahan tempat kita tinggal, dlsb.

Bayangkan kalau Anda bisa mengelola kebutuhan sehari-hari, kebutuhan investasi dan kebutuhan lainnya dari 4,000 orang ? maka akan sangat besar kemungkinannya Anda bersama-sama anggota lain yang bergabung di dalamnya akan menikmati kemakmuran bersama. Usaha bersama secara berkelompok dari anggota untuk anggota inilah yang di Indonesia dicita-citakan menjadi sokoguru perekonomian, dalam bentuknya koperasi biasa ataupun Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) atau BMT.

Dalam konteks Koperasi/BMT berbasis Dinar, bila Koperasi/BMT Anda bisa mengumpulkan 4,000 orang yang masing-masing menabung 1 Dinar saja akan terkumpul 4,000 Dinar kapital yang akan sangat memadai untuk mulai memutar perdagangan yang barokah memenuhi kebutuhan para anggota Koperasi/BMT Anda.

Mungkin tidak banyak yang bisa dilakukan dengan 1 (satu) koin Dinar yang tersimpan di rumah, namun kalau digabung dalam 1 BMT yang beranggotakan 4,000 ? maka 4,000 Dinar menjadi kekuatan ekonomi yang sudah cukup berarti; bagaimana kalau 4 juta Dinar?, dst. Inilah yang di dalam psikologi massa disebut Strength in Numbers, kekuatan yang hanya muncul bila dilakukan secara bersama-sama. Insya Allah.

Posted in Islamic ViewComments (0)

Barter Di Ekonomi Modern, Mungkinkah?


Dalam sejarah peradaban manusia; penemuan konsep uang sejak sekitar 5,000 tahun lalu oleh bangsa Mesopotamia (3000 SM) merupakan penemuan yang  paling penting untuk mempermudah terjadinya perdagangan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain.

?Uang? Shekel yang diperkenalkan zaman itu adalah setara berat 180 butir gandum untuk benda-benda yang dianggap berharga seperti perak, perunggu, tembaga, dlsb. Tercatat dalam sejarah 13 Abad kemudian (1760 SM) bahkan uang juga mulai secara resmi masuk dalam sistem hukum yang dikenal dengan Hukum Hammurabi – karena diperkenalkan oleh Raja ke 6 dari bangsa Babylonia yang bernama Hammurabi.

prasasti Hukum Hammurabi

prasasti Hukum Hammurabi

Sebelum uang dikenal, perdagangan antar umat manusia mengandalkan Sistem Barter. Karena barter saat itu hanya dilakukan antar 2 belah pihak yang secara kebetulan saling membutuhkan barang atau jasa pihak lain, maka perdagangan tentu sulit untuk terjadi secara aktif. Hambatan perdagangan ini adalah karena kondisi yang disebut coincidence of wants (kebutuhan yang secara kebetulan saling sesuai) sebagai prasyarat terjadinya barter ? tidak mudah terpenuhi.

Kemudahan yang difasilitasi oleh adanya konsep uang inilah yang kemudian selama beribu tahun kemudian ? hingga kini ? menjadi mesin penggerak perdagangan yang utama. Dalam perdagangan yang menggunakan konsep uang, tidak harus lagi ada kondisi coincidence of wants.

Hanya saja dalam perkembangannya, manusia modern yang kelewat tergantung pada uang ? kemudian menjadikan uang bukan semata sebagai alat tukar dalam perdagangan. Sejak manusia modern menggunakan uang kertas yang semakin canggih; bahkan sekarang uang kertas-nya pun tidak harus  dicetak lagi ? cukup diketikkan dalam angka-angka komputer di bank sentral yang disebut Quantitative Easing misalnya, selain sebagai solusi uang juga dapat menjadi musibah bagi sesama.

Uang dapat menjadi satu alat untuk menjajah satu bangsa oleh bangsa lain; uang juga dapat menjadi alat yang efektif bagi penguasa untuk menarik ?pajak? secara tersembunyi kepada seluruh rakyat tanpa kecuali melalui apa yang disebut inflasi. Ketergantungan kepada uang juga dapat membuat sebagian manusia menjadi sangat miskin karena ulah sebagian yang lain ? ingat apa yang kita alami di Indonesia selama puncak krisis tahun 1997-1998.

Lantas apakah dengan efek samping-efek samping yang saya sebutkan di atas, uang harus ditinggalkan dan kita kembali ke zaman barter seperti sebelum 5000 tahun lalu? Tentu jawabannya juga tidak sedemikian ekstrim. Hal-hal positif yang terkait dengan uang (seperti fleksibilitasnya dalam menjembatani kebutuhan antara manusia yang tidak selalu bisa memenuhi syarat coincidence of wants) tetap terus dapat dipakai; pada saat yang bersamaan efek samping-nya harus diminimalisir. Dinar (uang emas) dan Dirham (uang peraklah) yang sebenarnya mampu membuktikan fungsi uang yang sesungguhnya ini selama ribuan tahun ? tanpa berbagai efek samping seperti yang kita kenal sekarang.

Di sisi lain seefektif apapun uang dapat berfungsi memfasilitasi perdagangan; konsep barter sesungguhnya juga tetap menjadi konsep perdagangan yang valid sepanjang zaman. Dalilnya adalah Hadits Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa?i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ?Ubadah bin Shamit, Nabi S.A.W bersabda: ?(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya?ir dengan sya?ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.?

barter-modernKarena Islam adalah agama akhir zaman, maka apa-apa yang diajarkan dalam Islam tentu juga valid sampai akhir zaman. Penggalan kalimat terakhir dari Hadits di atas yang berbunyi ??Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai? ini mengisyaratkan kita dapat melakukan barter sampai akhir zaman.

Bukti empiris keberadaan barter di zaman modern inipun pernah saya tulis dalam tulisan sebelumnya yang berjudul “Dinar Equity Exchange?”; dan bahkan Negara-negara kuat dunia saat ini sedang mempersiapkan sistem barter yang canggih untuk bisa memfasilitasi perdagangan diantara mereka tanpa harus tergantung pada mata uang tertentu, untuk ini lihat tulisan saya lainnya seperti “China Bersiap Memimpin Perdagangan Dunia??.

2 sistem barter modern yang saya perkenalkan dalam tulisan-tulisan tersebut di atas, keduanya bisa berjalan efektif bila bisa menciptakan – kondisi yang ribuan tahun lalu bermasalah – kondisi coincidence of wants.

Dengan teknologi data processing yang bisa bekerja sangat cepat dan murah seperti sekarang ini, maka coincidence of wants ini bisa dipertemukan dari sejumlah besar pihak peserta barter ? tidak terbatas pada hanya 2 pihak seperti ribuan tahun lalu.  Dari sinilah teknik-teknik barter modern yang kemudian disebut Multileg Exchange atau Multileg Barter berkembang.

Dengan perkembangan-perkembangan perdagangan modern tersebut; visi gerakan Dinar kami tidak hanya terbatas pada menyediakan Dinar yang dibutuhkan oleh masyarakat dan menjadikan Dinar sebagai penggerak sektor riil ? tetapi kita juga terus melakukan riset dan pengembangan yang terkait dengan perdagangan pada umumnya.

Dalam kaitan dengan kepeloporan di bidang barter modern ini misalnya, kami bekerjasama dengan beberapa pihak kini tengah mengkajinya dan menyiapkannya dalam project yang kita sebut IndoBarter Project ? agar kita tidak ketinggalan dari China, India, Brasil, Rusia, Jerman, dlsb dalam hal perdagangan global kelak yang bisa jadi tidak lagi akan mengandalkan keberadaan sistem keuangan dunia yang kini semakin rapuh.

Talent- talent terbaik negeri ini di bidang finansial, taxation, IT, legal, trading, dlsb. silahkan menghubungi kami (indo...@dinarislam.com) dengan mengirimkan CV-nya bila tertarik untuk terlibat dalam Project Indobarter ini. Hanya yang benar-benar bisa memberikan kontribusi pada project ini yang akan diundang untuk bergabung dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya. Semoga kita bisa belajar walau sampai negeri China untuk hal ini?

Posted in Business OpportunityComments (0)

Dahsyatnya Kekuatan Basmalah


Menyambung tulisan sebelumnya tentang Makna & Lafadz Basmalah, berikut ini riwayat-riwayat yang menjelaskan bagaimana Dahsyatnya Lafadz Basmalah bila diucapkan oleh seorang muslim dengan hati yang khusyu’ dan yakin, sehingga bisa merasakan kebesaran Allah dan membenarkan sabda Rasul-Nya.

1. Melemahkan Kekuatan Syetan dan Mengecilkan Bentuknya
Rasulullah SAW bersabda, dari Abdul Mulih, dari seorag lelaki ia berkata, “Aku pernah dibonceng oleh Rasulullah SAW di atas keledainya. Ketika keledainya itu tersandung aku berkata, “celakalah syetan!

Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah berkata seperti itu, karena syetan akan membesar sampai sebesar rumah lalu berkata, “Aku telah membantingnya dengan kekuatanku.” Akan tetapi bacalah Bismillah, karena jika kamu baca itu ia akan mengecil hingga sekecil lalat.” (HR. Abu Dawud dan an-Nasai, dan dishahihkan oleh Albani)

2. Memblokir Masuknya Syetan ke Rumah
Rasulullah SAW bersabda, “Dan tutuplah pintu kalian seraya membaca Bismillah, karena syetan tidak akan mampu membuka pintu yang tertutup (dengan membaca Bismillah).” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

3. Membuat Syetan Muntah-Muntah
Umayah bin Muhsin berkata, “Ketika Rasulullah SAW sedang duduk, ada seorang laki-laki sedang makan dan ia tidak membaca Bismillah sampai makannya hampir habis hanya tingal satu suapan. Lalu ketika dia menyuapkan suapan itu ke mulutnya, dia membaca, “Bismillahi awwaluhu wa akhiruhu” (dengan nama Allah di awal dan di akhirnya). lalu tertawalah Rasulullah SAW, kemudian beliau bersabda, “Syetan masih terus makan bersamanya, tetapi ketika ia membaca Bismillah, syetan pun langsung memuntahkan apa yang ada di perutnya.” (HR. Abu Dawud dan an-Nasai)

4. Memproteksi Diri dari Gangguan Syetan Sepanjang Hari
Kata Utsman bin Affan, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca do’a ini di saat sore tiba,

(?????? ????? ??????? ??? ??????? ???? ??????? ?????? ??? ????????? ????? ??? ?????????? ?????? ??????????? ??????????? (??????? ????????

“Dengan nama Allah (Bismillah), yang dengan nama-Nya tidak akan bisa membayakan sesuatu pun yang ada di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (tiga kali).”

maka ia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai pagi hari. dan barangsiapa yang membacanya di sore hari, maka ia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai sore hari.” (HR. at-Tirmidzi)

5. Perisai Diri dari Kejahatan yang ada di Luar Rumah
Anas bin Malik menceritakan, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa keluar dari rumahnya membaca “Bismillah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah“, maka katakan kepadanya, “Kamu telah tercukupi dan terlindungi”, dan syetan pun akan menjauh darinya.” (HR. Abu Dawud)

6. Menutup Penglihatan Jin
Anas bin Malik menceritakan, Rasulullah SAW bersabda, “Yang bisa menutup aurat anak Adam dari pandangan mata jin, ketika hendak menanggalkan pakaiannya adalah membaca, “Bismillahilladzi la ilaha illa huwa” (Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia).” (HR. Ibnu Sunni)

Ali bin Abi Thalib berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sebagai penutup aurat anak Adam dari pandangan mata jin, ketika memasuki WC adalah membaca Bismillah.” (HR. at-Tirmidzi)

7. Melindungi Generasi dari Gangguan Syetan
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian hendak mendatangi istrinya (menggaulinya), bacalah “Bismillah“, Ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari yang akan Engkau rizkikan kepada kami (anak). Karena bila Allah mentakdirkan bagi keduanya seorang anak, maka syetan tidak akan bisa mencelakakannya selamanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

8. Memboikot Syetan yang ada Dalam Rumah
Dari Jabir ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang masuk rumahnya, lalu membaca Bismillah pada saat masuk dan pada saat makan, maka syetan berkata (kepada teman-temannya), “Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam bagi kalian.” Tetapi jika seseorang masuk rumahnya dengan tidak membaca Bismillah, maka syetan berkata (kepada teman-temannya), “Kalian dapat bermalam”. Bila ia tidak membaca Bismillah saat makan, syetan berkata (pada teman-temannya), “kalian dapat tempat bermalam dan makan malam.” (HR. Muslim)

9. Mendatangkan Berkah
Wahsyi bin Harb berkata, bahwa para sahabat mengadu kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, kami sudah makan, tapi kami tidak kenyang-kenyang.” Rasulullah SAW bertanya, “Mungkin kalian makannya terpisah-pisah (sendiri-sendiri)?” Mereka menjawab, “Ya”. Rasulullah SAW bersabda, “Maka berkumpullah kalian ketika makan, dan bacalah Bismillah, niscaya Allah akan memberkahi makanan kalian.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Semoga bermanfaat. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dakwah IslamComments (0)

Prinsip 1/3 Dalam Pengelolaan Harta


Ada sebuah nasihat yang sangat Indah kepada diri saya sendiri yang juga insya Allah bermanfaat bagi pembaca. Nasihat ini saya ambilkan dari kitab Riyadus ?Shalihin yang ditulis oleh orang sholeh zaman dahulu yang terkenal keikhlasannya. Saking ikhlasnya Imam Nawawi, konon kitab asli dari Riyadus Shalihin tersebut tidak bisa dibakar oleh api.
Nasihat ini sendiri berasal dari hadits Rasulullah SAW yang panjang sebagai berikutDariAbu Hurairah RA, dari nabi SAW, beliau bersabda, ? Pada suatu hari seorang laki-laki berjalan-jalan di tanah lapang, lantas mendengar suara dari awan:? Hujanilah kebun Fulan.? (suara tersebut bukan dari suara jin atau manusia, tapi dari sebagian malaikat). Lantas awan itu berjalan di ufuk langit, lantas menuangkan airnya di tanah yang berbatu hitam. Tiba-tiba parit itu penuh dengan air. Laki-laki itu meneliti air (dia ikuti kemana air itu berjalan). Lantas dia melihat laki-laki yang sedang berdiri di kebunnya. Dia memindahkan air dengan sekopnya. Laki-laki (yang berjalan tadi) bertanya kepada pemilik kebun: ?wahai Abdullah (hamba Allah), siapakah namamu??, pemilik kebun menjawab: ?Fulan- yaitu nama yang dia dengar di awan tadi?. Pemilik kebun bertanya: ?Wahai hambah Allah, mengapa engkau bertanya tentang namaku??. Dia menjawab, ? Sesungguhnya aku mendengar suara di awan yang inilah airnya. Suara itu menyatakan: Siramlah kebun Fulan ? namamu-. Apa yang engkau lakukan terhadap kebun ini??. Pemilik kebun menjawab :? Bila kamu berkata demikian, sesungguhnya aku menggunakan hasilnya untuk bershadaqah 1/3-nya. Aku dan keluargaku memakan daripadanya 1/3-nya, dan yang 1/3-nya kukembalikan ke sini (sebagai modal penanamannya)?(HR. Muslim).

Bayangkan, bila Allah mengirimkan awan khusus untuk menyirami kebun kita. Di kala orang lain kekeringan, lahan kita tetap subur. Di kala usaha lain pada bangkrut usaha kita tetap maju, di kala krisis moneter menghantam negeri ini ? kita tetap survive. Dan ketika usaha kita berjalan baik sementara saudara-saudara kita kesulitan. 1/3 hasil usaha kita untuk mereka ? alangkah indahnya shadaqah ini.

Bagaimana kita bisa memperoleh pertolongan Allah dengan awan khusus tersebut? Kuncinya ya yang di hadits itu:

  1. Kita bersama keluarga kita hanya mengkonsumsi 1/3 dari hasil kerja kita.
  2. Lalu 1/3-nya lagi kita investasikan kembali.
  3. Terakhir 1/3 dishadaqahkan ke sekeliling kita yang membutuhkannya.

Karena janji Allah dan rasulNya pasti benar, maka kalau 3 hal tersebut kita lakukan ? Insya Allah pastilah awan khusus tersebut mendatangi kita. Namun jangan dibayangkan bahwa awan khusus tersebut harus benar-benar berupa awan yang mendatangi kita. Bisa saja awan khusus tersebut berupa teman?teman kita yang jujur yang memudahkan kita dalam berusaha, atasan kita yang adil yang memperjuangkan hak-hak kita, atau karyawan kita yang hati-hati dalam menjaga asset usaha kita, dan berbagai bentuk ?awan khusus? lainnya. Wa Allahu A?lam bishshawab.

Posted in Islamic ViewComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes