Tag Archive | "HR. Bukhari dan Muslim"

Dahsyatnya Kekuatan Basmalah


Menyambung tulisan sebelumnya tentang Makna & Lafadz Basmalah, berikut ini riwayat-riwayat yang menjelaskan bagaimana Dahsyatnya Lafadz Basmalah bila diucapkan oleh seorang muslim dengan hati yang khusyu’ dan yakin, sehingga bisa merasakan kebesaran Allah dan membenarkan sabda Rasul-Nya.

1. Melemahkan Kekuatan Syetan dan Mengecilkan Bentuknya
Rasulullah SAW bersabda, dari Abdul Mulih, dari seorag lelaki ia berkata, “Aku pernah dibonceng oleh Rasulullah SAW di atas keledainya. Ketika keledainya itu tersandung aku berkata, “celakalah syetan!

Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah berkata seperti itu, karena syetan akan membesar sampai sebesar rumah lalu berkata, “Aku telah membantingnya dengan kekuatanku.” Akan tetapi bacalah Bismillah, karena jika kamu baca itu ia akan mengecil hingga sekecil lalat.” (HR. Abu Dawud dan an-Nasai, dan dishahihkan oleh Albani)

2. Memblokir Masuknya Syetan ke Rumah
Rasulullah SAW bersabda, “Dan tutuplah pintu kalian seraya membaca Bismillah, karena syetan tidak akan mampu membuka pintu yang tertutup (dengan membaca Bismillah).” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

3. Membuat Syetan Muntah-Muntah
Umayah bin Muhsin berkata, “Ketika Rasulullah SAW sedang duduk, ada seorang laki-laki sedang makan dan ia tidak membaca Bismillah sampai makannya hampir habis hanya tingal satu suapan. Lalu ketika dia menyuapkan suapan itu ke mulutnya, dia membaca, “Bismillahi awwaluhu wa akhiruhu” (dengan nama Allah di awal dan di akhirnya). lalu tertawalah Rasulullah SAW, kemudian beliau bersabda, “Syetan masih terus makan bersamanya, tetapi ketika ia membaca Bismillah, syetan pun langsung memuntahkan apa yang ada di perutnya.” (HR. Abu Dawud dan an-Nasai)

4. Memproteksi Diri dari Gangguan Syetan Sepanjang Hari
Kata Utsman bin Affan, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca do’a ini di saat sore tiba,

(?????? ????? ??????? ??? ??????? ???? ??????? ?????? ??? ????????? ????? ??? ?????????? ?????? ??????????? ??????????? (??????? ????????

“Dengan nama Allah (Bismillah), yang dengan nama-Nya tidak akan bisa membayakan sesuatu pun yang ada di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (tiga kali).”

maka ia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai pagi hari. dan barangsiapa yang membacanya di sore hari, maka ia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai sore hari.” (HR. at-Tirmidzi)

5. Perisai Diri dari Kejahatan yang ada di Luar Rumah
Anas bin Malik menceritakan, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa keluar dari rumahnya membaca “Bismillah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah“, maka katakan kepadanya, “Kamu telah tercukupi dan terlindungi”, dan syetan pun akan menjauh darinya.” (HR. Abu Dawud)

6. Menutup Penglihatan Jin
Anas bin Malik menceritakan, Rasulullah SAW bersabda, “Yang bisa menutup aurat anak Adam dari pandangan mata jin, ketika hendak menanggalkan pakaiannya adalah membaca, “Bismillahilladzi la ilaha illa huwa” (Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia).” (HR. Ibnu Sunni)

Ali bin Abi Thalib berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sebagai penutup aurat anak Adam dari pandangan mata jin, ketika memasuki WC adalah membaca Bismillah.” (HR. at-Tirmidzi)

7. Melindungi Generasi dari Gangguan Syetan
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian hendak mendatangi istrinya (menggaulinya), bacalah “Bismillah“, Ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari yang akan Engkau rizkikan kepada kami (anak). Karena bila Allah mentakdirkan bagi keduanya seorang anak, maka syetan tidak akan bisa mencelakakannya selamanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

8. Memboikot Syetan yang ada Dalam Rumah
Dari Jabir ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang masuk rumahnya, lalu membaca Bismillah pada saat masuk dan pada saat makan, maka syetan berkata (kepada teman-temannya), “Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam bagi kalian.” Tetapi jika seseorang masuk rumahnya dengan tidak membaca Bismillah, maka syetan berkata (kepada teman-temannya), “Kalian dapat bermalam”. Bila ia tidak membaca Bismillah saat makan, syetan berkata (pada teman-temannya), “kalian dapat tempat bermalam dan makan malam.” (HR. Muslim)

9. Mendatangkan Berkah
Wahsyi bin Harb berkata, bahwa para sahabat mengadu kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, kami sudah makan, tapi kami tidak kenyang-kenyang.” Rasulullah SAW bertanya, “Mungkin kalian makannya terpisah-pisah (sendiri-sendiri)?” Mereka menjawab, “Ya”. Rasulullah SAW bersabda, “Maka berkumpullah kalian ketika makan, dan bacalah Bismillah, niscaya Allah akan memberkahi makanan kalian.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Semoga bermanfaat. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dakwah IslamComments (0)

Kambingnomics: Sistem Ekonomi Warisan Para Nabi


?Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali telah menggembalakan kambing?. Lalu para sahabat beliau bertanya: ?Demikian juga engkau?? Beliau menjawab: ?Ya, Aku dahulu menggembalakan kambing milik seorang penduduk Mekkah dengan imbalan beberapa qiraath.? (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama umumnya menafsirkan hadits tersebut dengan menguraikan beberapa kebaikan dari penggembalaan kambing diantaranya adalah: melatih kesabaran, mengembangkan sifat tawadhu, kasih sayang terhadap yang lemah, cinta usaha dan mandiri, membangun kekuatan jasmani, membangun keberanian, mengembangkan managerial skills, dlsb.

Saya ingin meng-elaborate salah satu saja dari kebaikan-kebaikan dari penggembalaan kambing ini dalam konteks ekonomi modern, yaitu growing asset (aset tumbuh) yang sesungguhnya. Mengapa demikian? Coba perhatikan beberapa perbandingan berikut:

  • Bila kita menaruh dana di bank dalam Rupiah, bagi hasil kita saat ini akan berkisar antara 6 – 7 % per tahun. Sementara inflasi rata-rata Indonesia sejak tahun 2001 ? sekarang masih di atas 8 %, artinya uang kita yang di deposito bukannya tumbuh melainkan malah menyusut.
  • Bila kita taruh uang kita dalam deposito US$, maka bagi hasil kita saat ini berkisar antara 1 ? 3 % per tahun. Sementara inflasi rata-rata US$ dalam 38 tahun terakhir adalah 4.37%; lagi-lagi uang kita dalam US$ bukannya tumbuh tetapi malah menyusut.
  • Bila kita taruh uang kita di Dinar; grafik tahunan yang selalu bisa dilihat di web kami, untuk setahun terakhir menunjukkan appresiasi nilai Dinar ? per data pagi ini, ketika artikel ini saya buat -  mencapai 23.67% setahun terakhir dan 383.94% untuk 10 tahun terakhir! Appresiasi nilai Dinar melambung hampir 3 kali angka inflasi; tetapi sesungguhnya Dinar Anda jumlah keping-nya tetap, hanya nilainya saja yang melonjak. Dinar adalah proteksi asset yang sangat efektif melindungi daya beli dari hasil jerih payah kita semua, tetapi Dinar yang disimpan saja tidak akan menjadi growing asset yang sesungguhnya.
  • Kambing setiap tahun beranak, sekali beranak bahkan sering tidak hanya 1 ekor ? kadang 2 bahkan ada yang sampai 4 ekor. Ambil angka terendahnya 1; ambil pula risiko kematiannya 1/10 anak kambing. Maka setiap tahun satu kambing menghasilkan 0.9 kambing; diambil lagi biaya pemeliharaannya 50%-nya maka masih menghasilkan 0.45 satuan kambing. Karena satuan kambing ini sama dengan satuan Dinar (sejak jaman Rasulullah SAW sampai sekarang, harga 1 kambing kelas rata-rata setara dengan 1 Dinar),  maka investasi kita di kambing insya Allah akan memberikan hasil 45% per tahun dalam satuan Dinar. Dengan menggunakan Dinar Investment Yield memberikan hasil dalam Rupiah sebesar 88.56% atau dalam US$ setara dengan 61.37 %!

Jadi jelas bahwasanya memelihara kambing seperti yang dilakukan oleh para nabi, sesungguhnya tetap relevan sampai di jaman ekonomi modern saat ini sekalipun.

Bukan hanya dari sisi pertumbuhan asset yang berkelanjutan (sustainable growing asset) berupa kambing ini sendiri, tetapi manfaat lain yang sangat besar yang bisa dihasilkan oleh industri perkambingan ini yang seharusnya juga mendapatkan perhatian kita semua. Diantara manfaat ini adalah:

  • Susunya adalah minuman yang bersih dan sehat.
  • Kotorannya adalah salah satu bahan pupuk organic yang paling baik.
  • Kulit dan bulunya menjadi bahan baku industri/kerajinan yang berkelanjutan.
  • Pemeliharaannya menciptakan lapangan kerja yang sangat luas.
  • Tidak dibutuhkan modal besar untuk memulai memelihara kambing.
  • dlsb.

Dengan nilai ekonomi yang begitu tinggi dari industri perkambingan ini; tidak heran negeri jiran yang lebih teliti melihat peluang ? tanpa kita sadari mengambil ribuan kambing kita setiap tahunnya. Bahkan Kambing Peranakan Etawa (PE) yang sesungguhnya bisa menjadi unggulan kambing Indonesia dengan Purworejo sebagi sentral produksinya ? kini kambing tersebut mudah sekali dijumpai dalam skala besar di peternakan-peternakan kambing negeri jiran.

Hanya saja jangan harap kita menemui istilah Kambing PE disana, kambing yang asalnya dari Purworejo ini di negeri jiran telah berubah nama menjadi Kambing Serawak. Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa untuk ini, karena ternak unggulan ini tidak mendapatkan perhatian yang semestinya dari pihak yang berwenang disini ? maka tidak heran ternak unggulan ini kini di-openi dan dikembangkan orang lain.

Belum terlambat sebenarnya kita untuk memulai, oleh karenanya salah satu industri unggulan yang dipilih para peserta Pesantren Wirausaha ? adalah industri perkambingan ini. Kita ingin mulai berperan secara serius di pentas perekonomian dengan mencontoh apa yang dilakukan para nabi, menggembala (baca: beternak) kambing. Insya Allah.

Posted in Islamic ViewComments (3)

Productivity Agent: Makmur Bersama Tetangga


Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda. “Artinya : Jibril terus menerus berwasiat kepadaku untuk berbuat baik terhadap tetangga, sampai-sampai aku mengira dia akan menjadikannya sebagai ahli waris.” (HR. Al-Bukhari (6014) dan Muslim (2624))

Keindahan Islam akan terasa semakin indah bila setiap detil ajaran agama ini bisa kita implementasikan/amalkan dalam berbagai kehidupan sehari-hari. Dalam hidup bertetangga sehari-hari misalnya, di hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mewasiatkan secara terus menerus (untuk menekankan keseriusan) agar kita berbuat baik kepada tetangga.

Dalam hadits lain dari Anas Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda yang artinya “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba itu beriman, sehingga dia mencintai tetangganya -atau berkata : saudaranya- sebagaimana dia mencintai dirinya”. Juga ada hadits lain lagi yang artinya ?Tidaklah disebut mukmin orang yang kenyang sedangkan tetangga di sampingnya kelaparan”.

Menurut jumhur ulama, dalam Islam yang disebut tetangga adalah tetangga dalam radius 40 rumah (ke kanan, kiri, depan dan belakang) atau berarti 160 rumah sekitar kita.

Di jaman yang sangat individualistik sekarang, mungkinkah kita bisa tahu kalau tetangga kanan kita rumah yang ke 25 misalnya kelaparan? Jangankan rumah yang ke 25, 3 rumah di kanan-kiri kita-pun mungkin kita tidak tahu.

Lantas di jaman seperti ini kewajiban kita terhadap tetangga agar mereka tidak kelaparan apakah gugur? Tentu tidak! Sebagai agama akhir jaman, semua ajaran ini akan tetap valid sampai hari kiamat? termasuk berbuat baik dan mencegah kelaparan di lingkungan tetangga kita seperti dalam hadits di atas.

Lantas bagaimana caranya kita bisa berbuat baik dan melayani tetangga dalam radius 40 rumah di jaman yang sangat individualistik ini? Sistem yang efektif yang dijalankan oleh orang-orang yang memiliki motivasi yang benar dan drive yang memadai dalam dirinya ? insya Allah akan bisa membantu mengimplementasikan ajaran ini.

Waktu masih di industri asuransi beberapa tahun silam, saya pernah belajar dari salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia yang memiliki jaringan agen yang sangat efektif di lingkungan tetangga, mereka menyebutnya Partner in Neighborhood. Tugas mereka mengolah seluruh potensi asuransi di lingkungan tetangga, memasarkan produk yang tepat untuk mereka dan melayani mereka untuk segala permasalahan asuransi yang mereka hadapi. Dari program Partner in Neighborhood yang berjalan secara efektif inilah perusahaan tersebut menjadi sangat besar ? bahkan konon dana premi yang dikumpulkannya setiap tahun setara dengan GDP salah satu negara kecil di dunia!

Pelajaran yang bisa kita petik adalah, mereka ini TIDAK memiliki ajaran yang indah untuk melayani tetangga seperti yang kita umat Islam punya. Mereka juga TIDAK memiliki motif yang luhur untuk berbuat baik terhadap tetangga, motif mereka ya jualan asuransi itu tadi. Yang mereka miliki hanya sistem yang dijalankan dengan disiplin sehingga bisa efektif.

Kita memiliki ajaran yang sangat baik untuk melayani tetangga ini; kita juga memiliki motif yang luhur yaitu pingin bisa masuk ke dalam kelompok orang yang disebut ?mukmin? dalam hadits tersebut di atas. Yang kita perlukan sekarang adalah tinggal men-develop sistem yang efektif untuk neighborhood management atau pengelolaan tetangga ini.

Saat ini kami sedang mengembangkan sistem yang kami beri nama Direct1st® untuk menunjang program GeMa Produktif yang kami mulai perkenalkan dalam tulisan sebelumnya. Sengaja kami beri nama kebarat-baratan, agar mudah diterima di pasar yang lebih luas. Di samping itu juga untuk membedakan dengan jelas antara sistem Direct1st® ini dengan sistem Multi Level Marketing (MLM) yang sekarang banyak beredar di masyarakat.

Ada 3 perbedaan yang sangat mendasar antara sistem Direct1st® dengan MLM tersebut adalah:

Pertama semua agen dari Direct1st® yang selanjutnya kita sebut Productvity Agent (PA) adalah Direct and First contact dari kita yang mengelola sistem ini; tidak ada layer lain antara kita dengan para agen kita. Dengan demikian jalur distribusi produk berupa barang atau jasa sampai ke tangan pengguna menjadi sangat dekat, produk akan murah ? lebih murah dari yang ada di minimarket atau super market.

Dalam sistem MLM sesuai dengan namanya; Agen MLM yang menjual produk sampai ke tangan konsumen adalah sudah agen level ke sekian dari perusahaan yang mengelolanya. Panjangnya jalur membuat banyaknya level yang harus kebagian jatah, sehingga produk MLM akan cenderung lebih mahal dari harga yang seharusnya. Itulah sebabnya sangat jarang kita bisa jumpai produk MLM yang juga available di toko biasa misalnya ? karena kalau ada di toko ? jalur toko ini kemungkinan besar akan masih lebih murah.

Perbedaan kedua terletak pada aliran produk. Dalam sistem MLM, produk yang dipasarkan adalah hanya produk perusahaan MLM atau vendor-vendornya. Agen MLM pada umumnya hanya menjual produk yang disediakan perusahaan tersebut. Dalam sistem Direct1st® PA tidak hanya menjual produk; PA juga dapat memperkenalkan produk-produk mereka ke dalam system Direct1st® sehingga produk tersebut ikut dijual oleh ribuan PA lainnya. MLM menerapkan jalur distribusi produk satu arah, sebaliknya Direct1st® memiliki 2 arah jalur distribusi.

Perbedaan ketiga terletak pada motif. Dalam MLM motif utama adalah menjual produk berupa barang atau jasa. Dalam sistem Direct1st® motif utama kita adalah berbuat baik kepada tetangga agar kita bisa masuk golongan ?mukmin?; balasan atas kebaikan kita tidak harus dari tetangga yang kepadanya kita berbuat baik tersebut, balasan bisa dari mana saja ? berbagai jalan yang diberikan Allah Yang Maha Kaya untuk membalas kebaikan kita sesuai janjinya Hal Jaza ul Ihsan Illal Ihsan, tidak ada balasan atas kebaikan selain kebaikan pula.

Lantas apa kaitannya system Direct1st® dengan kewajiban kita mencegah adanya tetangga yang kelaparan? Dengan sistem pemasaran baru Direct1st® seorang agen PA dapat mendorong tetangganya yang berpotensi (dia toh diwajibkan agama untuk melayani 160 tetangganya!) untuk bisa memproduksi sesuatu yang baik.

Selama ini kalau kita bisa mengajari ketrampilan ke tetangga-tetangga kampung kita untuk memproduksi sesuatu, problem utamanya pemasaran bukan? Nah problem utama pemasaran inilah yang kita insya Allah akan solve dengan jalur pemasaran yang efektif yang kita sebut Direct1st® ini.

Dari pasar yang efektif inilah kemakmuran insya Allah bisa merata; inilah sebabnya marketing tagline program ini seperti yang ada di logo atas kita sebut First in Wealth Distribution? insya Allah kita bisa menyebarkan kemakmuran di sekitar kita, insya Allah kita bisa makmur bersama tetangga? Insya Allah.

Catatan : Pendaftaran untuk menjadi Productivity Agent ini menunggu sistem yang kami kembangkan siap, nantinya akan bisa mendaftar di http://www.direct1st.com

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

I?tikaf Dan Terapi Gelas Panas


Sekian tahun lalu ketika saya masih bekerja di lingkungan yang stress-full, salah satu teknik yang saya pakai untuk mengendalikan stress adalah apa yang disebut Terapi Gelas Panas.

Prinsipnya sederhana saja, persis seperti kita memegang gelas panas ? semakin panas suatu gelas (karena isinya air panas) semakin sebentar kita bisa memegangnya. Bila kita memaksakan memegang gelas panas tersebut dalam waktu yang lebih lama ? maka tangan kita bisa melepuh dibuatnya. Kita tahu secara reflek kapan tepatnya harus melepas gelas dari tangan kita sebelum tangan kita melepuh, bahkan kalau kita tadinya tidak tahu suatu gelas terlalu panas untuk kita pegang ? baru menyentuh saja tangan kita langsung kita lepaskan kembali.

Setelah dibiarkan agak dingin, maka kita coba untuk memegangnya kembali. Bila waktunya cukup aman gelas tersebut kita pegang ? tanpa membuat tangan melepuh, maka baru gelas bisa kita pegang terus sampai keperluan kita selesai.

Menangani masalah yang menyita pikiran juga demikian; bila suatu masalah terlalu berat untuk kita pikirkan ? maka jangan dipaksa terus dipikirin sampai terbawa mimpi, bisa stress kita dibuatnya. Pikirkan sedikit saja dahulu untuk sekedar tahu ada masalah tersebut, kemudian lepas lagi dari pikiran kita.

Sering masalah yang kita hadapi tidak seburuk awalnya ketika masalah tersebut pertama kali muncul, masalah-masalah yang membuat stress terkadang justru masalah sederhana saja tetapi awal kemunculannya pada waktu yang kita tidak siap menerimanya. Maka cari waktu yang baik ketika pikiran kita siap benar mengatasi masalah tersebut, dan selesaikan pada waktu-waktu yang baik tersebut.

Beruntunglah bagi umat ini yang diberi syariat untuk menegakkan shalat 5 waktu, karena shalat yang khusu? akan dapat menyegarkan dan memulihkan pikiran kita dari waktu ke waktu. Di tengah pekerjaan yang sangat rumit dari pagi sekalipun, datang waktu dhuhur kita lepas sejenak pekerjaan tersebut dengan shalat. Habis dhuhur dilanjutkan kembali dan dilepas waktu shalat Ashar, begitu seterusnya ? maka insya Allah tidak akan sempat stress pikiran kita. Terapi gelas panas berupa shalat ini, hanya dimiliki ummat Islam dan khususnya yang rajin menegakkan shalat dengan khusu? ? soalnya kalau shalatnya tidak khusu? bahkan masalah yang ada akan terbawa sampai shalat sekalipun!

Kalau shalat menjadi Terapi Gelas Panas untuk mengatasi masalah yang bersifat harian, ada lagi yang lebih hebat karena bisa mengatasi masalah yang sifatnya menahun yaitu I?tikaf. I?tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Para ulama sepakat bahwa i?tikaf, khususnya 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, adalah ibadah yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Beliau sendiri melakukanya 10 hari penuh di bulan Ramadhan. Aisyah, Umar bin Khattab, dan Anas bin Malik menegaskan hal itu, ?Adalah Rasulullah SAW beri?tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.? (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan, pada tahun wafatnya Rasulullah SAW beri?tikaf selama 20 hari.

Menurut Ibnu Qayyim ?I?tikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati beri?tikaf dan bersimpuh di hadapan Allah, berkhalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah?.

Dengan syariat i?tikaf inilah kita bisa melepas ?gelas panas? atau masalah  yang kita pegang menahun, bahkan kita pegang sepanjang karir kita ? untuk mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah, mohon ampunanNya, mohon petunjukNya agar setelah i?tikaf kita menjadi orang yang lebih baik ? lebih dekat kejalanNya.

Begitu seharusnya setiap kali kita selesai melaksanakan i?tikaf, kita seperti menaiki anak tangga ? yang dari waktu ke waktu semakin dekat- semakin dekat kepadaNya.

Buku “Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham”, yang kemudian diimplementasikan dalam gerakan Dinar dan kemudian lahirnya situs ini, juga diawali dari i?tikaf di Masjidil Haram (2006).

Malam ini memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, waktunya saya berangkat i?tikaf kembali. Maka sesudah tulisan ini, saya mohon diri kepada para pembaca untuk tidak menulis dan tidak menjawab email selama masa i?tikaf. Insya Allah bila masih diberi usia, diberi rizki ilmu, dlsb., selesai i?tikaf di awal bulan Syawal saya akan mulai menulis dan menjawab email kembali.

Aktifitas rutin Dinar Islam sendiri tetap akan buka untuk melayani  masyarakat yang membutuhkan Dinar atau informasi tentang Dinar. Untuk ini silahkan menghubungi Customer Services kami via telepon di 021 722 3411 dan 0818 88 7224, atau via sms ke SMS Centre 0811 88 7224, atau via email ke i...@dinarislam.com atau langsung ke Sofi (s...@dinarislam.com) dan Eny (e...@dinarislam.com).

Dinar Islam akan libur Lebaran mulai tanggal 21 September 2009 – 25 September 2009. Pada saat libur Lebaran ini, transaksi ditiadakan dan Customer Cervices juga ikut libur. Khusus untuk layanan SMS & email insya Allah tetap ONLINE 24 JAM!

Selamat Iedul Fitri 1430 H, Taqaballahu Minna Wa Minkum?.

Posted in Islamic ViewComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes