Tag Archive | "HR. Bukhari"

Setelah Masjid Dari Pelepah Kurma & Tatal, Insya Allah Akan Ada Masjid Dari Gedebog Pisang


Masjidnya Rasulullah SAW dahulu pertama kalinya dibangun dari pohon dan pelepah kurma. Kemudian para Wali ? penyebar agama Islam di negeri ini, konon membuat tiang Masjid Demak dengan tatal atau serbuk kayu. Maka kini umat yang berusaha mengikuti jejak Rasulullah SAW dan para Wali tersebut, berniat untuk membangun Masjid dari bahan yang tersedia melimpah dan dengan teknologi yang tersedia pada zamannya… Masjid dari Gedebog Pisang dengan teknologi composites.

Mesjid yang akan kita juluki dengan nickname Masjid ?Gedebog? namun nama resminya Masjid Daarul Muttaqqiin ini insya Allah akan segera dimulai pembangunannya. Masjid ini akan berada di lingkungan Pesantren Wirausaha Daarul MuttaqiinJonggol Farm, Jonggol, Bogor ? Jawa Barat, sekitar 26 km ke arah tenggara dari Jakarta.

Sebagaimana fungsi masjid pada umumnya yaitu tempat untuk melakukan segala aktifitas yang mengandung ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT semata; termasuk namun tidak terbatas pada aktifitas shalat, mengaji, i’tikaf, menuntut ilmu, dlsb, Masjid ?Gedebog? ini juga kami visikan sebagai sumber inspirasi dalam membangun kemakmuran umat.

Dasarnya adalah mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, dalam hadits yang Diriwayatkan oleh Annas RA., ?Beberapa  barang  datang kepada Rasulullah dari Bahrain.  Rasulullah memerintahkan  kepada para sahabat untuk membagikannya di masjid, dan barang itu  merupakan jumlah terbesar yang pernah diterima Rasulullah SAW. Ia meninggalkannya  untuk  shalat  tanpa menengoknya sama sekali. Setelah usai shalat, Nabi duduk  di depan barang-barang tersebut dan membagikannya kepada siapa saja yang ia lihat. Al Abbas datang kepada beliau dan berkata, ?Wahai Rasulullah berikan padaku sebagian barang-barang itu, karena saya perlu memiliki bekal untuk saya dan Aqil.? Rasulullah lalu meminta ia untuk meng- ambilnya sendiri…?. (HR. Bukhari)

masjid-gedebog-pisang2Visi kemakmuran dunia dan akhirat sebagaimana tertuang dalam do?a yang paling mashur ?Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina ?adzabannar? ini kemudian kami artikulasikan dalam langkah-langkah konkrit sebagai berikut:

  • Pembangunan Masjid ?Gedebog? ini akan melibatkan aktifitas ekonomi dari ribuan atau bahkan puluhan ribu masyarakat langsung maupun tidak langsung. Yang langsung adalah aktifitas para ahli, pekerja, supplier, konsultan, kontraktor dan sub kontraktor;  sedangkan yang tidak langsung adalah para petani yang mengumpulkan gedebog kemudian mengolahnya menjadi anyaman atau tali, para pengumpulnya, jasa transportasinya, dst.
  • Pengalaman membangun masjid dengan teknologi material composites ini akan menjadi pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan kolektif masyarakat yang terlibat di dalamnya. Dengan ketrampilan tersebut, insya Allah secara bersama-sama kita bisa menggarap pasar yang lebih luas ? yaitu industri konstruksi secara umum, tidak hanya masjid ? tetapi sesudah ini rumah-rumah, gedung-gedung dan bahkan kapal-kapal yang dibutuhkan sangat banyak untuk negeri kepulauan inipun bisa kita bangun sendiri dengan teknologi composites yang sama.
  • Para jamaah dan peziarah yang akan mengunjungi masjid ini insya Allah kelak akan selalu terstimulasi pikiran dan kreatifitasnya, bahwa dari bahan gedebog yang selama ini dipandang tidak berguna, dengan izin Allah bisa dibangun bangunan yang kokoh ? tempat mengagungkan namaNya.  Insya Allah generasi masyarakat yang kreatif mensyukuri nikmat Allah, mengolah dan memakmurkan bumi akan benar-benar  lahir. Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS. Huud [11]: 61).
  • Setelah masjid ini jadi nantinya; berbagai program untuk memakmurkannya telah menanti. Sekolah Tahfidz Al-Quran sejak usia dini, pesantren wirausaha kelas reguler dan eksekutif, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pusat Pemberdayaan Umat, dlsb adalah beberapa program untuk kemakmuran masjid yang telah hampir tuntas kami susun.
  • Lokasi Masjid yang berada di pusat kegiatan Jonggol Farm yang di dalamnya sudah mulai berjalan embrio industri kambing susu dan kambing pedaging, industri susu kambing dan produk-produk turunannya, industri jamur dan pengolahan produk jamur, industri pengolahan buah dan hasil pertanian, dlsb insya Allah akan mendekatkan program pemakmuran umat ini dengan realitas ekonomi modern.
  • Masjid yang dibangun dari Gedebog Pisang yang merupakan salah satu tanaman surga ini insya Allah juga akan membawa nuansa tidak terputusnya urusan dunia kita dengan urusan akhirat, surga menjadi nampak begitu dekat setiap kali kita memandangi dan mengolah pohon-pohon pisang ini – semoga dengan pohon pisang yang kita olah menjadi rumahNya ini, kelak di akhirat kita benar-benar diizinkanNya untuk sampai kesana ?…berada di antara  pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas…?. (QS. Al-Waqi?ah [56]: 28-30)

masjid-gedebog-pisang3Bagaimana Anda dapat terlibat dalam program ini? Sebagai individu Anda dapat membantu kami dengan dana, sumber daya, material, pemikiran dan minimal do?a. Bila Anda bekerja di perusahaan-perusahaan atau institusi-institusi yang memiliki program Corporate Social Responsibility, Anda dapat menjadi penghubung kami agar person in charge untuk CSR di korporasi atau institusi Anda setidaknya aware atas apa yang sedang kami usahakan ? dan siapa tahu, apa yang kami lakukan in line dengan yang mereka pikirkan sehingga kita bisa bersinergi.

Penjelasan lebih detil dari Masjid ?Gedebog? Daarul Muttaqiin ini tersedia dalam bentuk file PDF yang dapat Anda unduh dengan klik disini. Bila diperlukan penjelasan lebih detil atau bahkan presentasi khusus, insya Allah dengan senang hati kami akan dapat lakukan.

Bila kelak masjid ini selesai terbangun, insya Allah ini akan menjadi pencapaian maksimal dari upaya hamba-hamba Allah yang lemah ini dalam memahami dan mensyukuri nikmatNya, mencerna sebagian kecil dari ilmu yang diberikan olehNya, menerapkan teknologi yang telah dimudahkanNya dan memadukan serta menggalang kekuatan umat yang telah digerakkan hatinya oleh Dia yang menguasai hati.

LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH…

Posted in Islamic ViewComments (0)

Memilih Bidang Pekerjaan Di Akhir Zaman


Ada salah satu Ustadz saya yaitu Ustadz Ihsan Tandjung yang sangat mendalami subject akhir zaman.  Mulai dari tanda-tandanya, rujukannya sampai hal-hal yang perlu kita persiapkan untuk menghadapinya. Saking banyaknya referensi beliau dalam masalah ini, beliau sampai menulis satu situs khusus yang alamatnya di internet sudah self-explanatory yaitu www.bolehjadikiamatsudahdekat.com.

Mendalami masalah akhir zaman, tidak harus membuat kita pesimistis dalam menghadapi kehidupan ini. Justru sebaliknya, bila kita sadar bahwa Boleh Jadi Kiamat Sudah Dekat ? maka kita akan berusaha mencari bekal sebanyaknya untuk hidup sesudah itu ? yaitu kehidupan yang abadi di akhirat kelak.

Kesadaran akan akhir zaman juga akan membuat kita buru-buru bertaubat bila dalam perjalanan hidup kita ada hal-hal yang kita langgar ? mumpung masih ada waktu! Buru-buru kita ke kembali ke jalan Allah menyambut seruanNya: ?Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.? (QS. Adz-Dzariyaat (51): 50)

Nah bagaimana dalam konteks bidang pekerjaan, bila dalam pekerjaan yang kita tekuni tersebut kita masih terlibat dalam hal yang sangat terlarang seperti riba, riswah (suap), mengambil hak orang lain, berbuat kerusakan di bumi, mendholimi rakyat, dlsb?

Banyak potensi pekerjaan yang bisa kita pilih, yang aman dari hal-hal yang terlarang tersebut. Bahkan banyak pula jenis pekerjaan yang bisa kita lakukan tersebut yang memiliki dasar yang kuat di Al-Qur?an ataupun di Hadits. Kaidahnya adalah apa yang disebutkan di Al-Qur?an ataupun Hadits yang shoheh adalah benar ketika diturunkan, benar saat ini, dan akan tetap benar sampai akhir zaman.

Mengapa demikian? Karena agama ini adalah agama Akhir zaman ? maka segala tuntunannya pasti valid sampai akhir zaman. Termasuk tuntunannya dalam hal pekerjaan ini.

Pekerjaan bertani atau bercocok tanam misalnya, akan selalu baik sampai akhir zaman karena kita bahkan diperintahkan untuk tetap menanam benih yang ada di tangan kita walaupun seandainya proses terjadinya kiamat sudah mulai.

Gembala Kambing

Gembala Kambing

Contoh pekerjaan lain yang juga insya Allah valid sampai akhir zaman adalah menggembala (memelihara) kambing. Untuk yang satu ini, Imam Nawawi yang sangat mashur dengan kitab yang menjadi rujukan para juru dakwah hingga kini ? membahas secara khusus dalam kitabnya Riyadhush Shalihin.

Dalam bab Beruzlah beliau menyampaikan bahwa beruzlah atau menyendiri ketika moral manusia sudah rusak, takut agama ini terfitnah dan takut terjerumus dalam keharaman dan syubhat adalah hal yang disunahkan. Nah ketika kita menyendiri dan takut kepada hal yang haram, lantas apa pekerjaan kita untuk menghidupi diri dan keluarga kita? Memelihara kambing, itulah salah satu jawabannya.

Untuk jawaban ini tidak tanggung-tanggung, Imam Nawawi memberikan 3 Hadits shoheh sebagai rujukannya. Berikut adalah hadits-hadits tersebut:

1) Dari Abu Hurairah R.A. dari Nabi SAW, dia bersabda: Setiap Nabi yang diutus oleh Allah adalah menggembala kambing”. Sahabat-sahabat beliau bertanya : ?Begitu juga engkau?? ; Rasulullah bersabda : ?Ya, aku menggembalanya dengan upah beberapa qirath penduduk Mekah?. (HR. Bukhari)

2) Dari Abu Said berkata: Rasulullah SAW bersabda: ?Hampir saja harta muslim yang terbaik adalah kambing yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau peperangan sesama muslim)?. (HR. Bukhari)

3) Dari Abu Hurairah R.A. dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : ?Termasuk penghidupan manusia yang terbaik, adalah seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah. Dia terbang di atasnya (dia menaikinya dengan jalan yang cepat). Setiap mendengar panggilan perang dia terbang di atasnya dengan bersemangat untuk mencari kematian dengan jalan terbunuh (dalam keadaan syahid) atau mati biasa.  Atau seorang laki-laki yang menggembala kambing di puncak gunung dari atas gunung ini atau lembah dari beberapa lembah. Dia mendirikan sholat, memberikan zakat dan menyembah kepada Tuhannya hingga kematian datang kepadanya. Dia tidak mengganggu kepada manusia, dan hanya berbuat baik kepada mereka.? (HR. Muslim)

Jadi menggembala (memelihara) kambing bukan hanya commercially feasible seperti yang sudah saya tulis sebelumnya; tetapi juga memiliki dasar yang shahih. Maka tidak malu saya berulang kali mengajak para  pembaca untuk belajar menekuni profesi yang sering dianggap kuno oleh sebagian orang di zaman teknologi ini. Bagi yang berminat, silahkan datang ke lokasi kandang kami di Jonggol dan mulai belajar mempersiapkan diri dengan profesi Akhir Zaman. Insya Allah.

Posted in Islamic ViewComments (0)

Bila Dinar & Dirham Dipergunakan Sebagai Alat Transaksi


Dari Aiman r.a berkata : ?Saya masuk ke rumah Aisyah, di situ ada baju perempuan yang terbuat dari benang seharga lima Dirham. Kata Aisyah: ?Lihatlah sahaya perempuanku, perhatikanlah dia!, dia merasa megah karena memakai pakaian itu dalam rumah.  Saya pernah memakai baju itu pada masa Rasulullah SAW. Setiap wanita yang ingin berdandan di Madinah, selalu mengirimkan utusannya kepadaku buat meminjamnya?. (Shahih Bukhari, Kitab 47, Hadits no 796)

Diriwayatkan dari ?Urwa : ?Bahwa Nabi memberinya satu Dinar untuk membeli domba untuk beliau. ?Urwa membeli dua ekor domba untuk beliau dengan uang tersebut. Kemudian dia menjual satu ekor domba seharga satu Dinar, dan membawa satu Dinar tersebut bersama satu ekor dombanya kepada Nabi. Atas dasar ini Nabi berdoa kepada Allah untuk memberkahi transaksi ?Urwa. Sehingga ?Urwa selalu memperoleh keuntungan (dari setiap perdagangannya) ? bahkan seandainya dia membeli debu?.  (Di riwayat lain) ?Urwa berkata: ?Saya mendengar Rasulullah SAW berkata, ?Selalu ada kebaikan pada kuda sampai hari kiamat??. (Periwayat lainnya lagi menambahkan ?saya melihat 70 ekor kuda di rumah ?Urwa.?) (Sufyan berkata, ?Nabi menyuruh ?Urwa untuk membeli domba untuk beliau sebagai hewan qurban?.) (Shahih Bukhari, Kitab 56, Hadits No 836)

Diriwayatkan dari Abdullah Ibn UmarUmar ibn Al Khattab memberi nama untanya Bukhti untuk qurban. Ada yang menawar 300 Dinar untuk unta ini. Ia datang kepada Nabi SAW dan berkata : ? Ya Rasulullah, unta saya Bukhti yang saya niatkan untuk qurban ditawar 300 Dinar. Boleh kah saya jual kemudian saya membeli unta lain dengan uang tersebut? Jangan, qurban kan saja yang ini.? (Hadits Sunan Abudawud, Kitab 10, hadits no 1752)

Banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik dari serangkaian hadits tersebut di atas, diantaranya adalah:

1) Kita  bisa memperoleh perpektif yang lebih jelas tentang kehidupan Rasulullah SAW beserta keluarga dan para sahabat beliau. Bahwa keluarga beliau dan para sahabatnya hidup sederhana dan begitu akrab satu sama lain ? sampai baju Aisyah yang indah sering dipinjamkan kepada kepada wanita-wanita Madinah.

2) Daya beli Dirham juga relatif stabil meskipun kursnya terhadap Dinar bisa saja berfluktuasi; yang disebut baju yang indah namun tidak berlebihan untuk Aisyah yang hidup sederhana ? adalah seharga 5 Dirham. Dengan 5 Dirham, sekarang Anda-pun masih bisa memperoleh baju yang relatif indah yang tidak berlebihan.

3) Harga yang wajar untuk kambing standar saat itu adalah 1 Dinar; bahwasanya ?Urwah bisa membeli 2 ekor kambing dengan 1 Dinar ? ini nampaknya karena kepandaian ?Urwah berdagang sehingga beliau dido?akan secara khusus oleh Rasulullah SAW. 2 ekor kambing yang dibeli ?Urwah kemudian salah satunya dijual lagi dengan harga 1 Dinar dan 1 ekor yang lain dipertahankan untuk keperluan qurban Rasulullah SAW ? ini menguatkan fakta bahwa baik kambing yang dijual maupun yang diserahkan ke Rasulullah SAW adalah kambing yang wajar ukurannya untuk  harga 1 Dinar (buktinya orang lain mau membeli 1 Dinar, dan Rasulullah-pun mau menerima kambing yang diperuntukkan sebagai hewan qurban beliau seharga 1 Dinar tersebut). 1 Dinar saat ini tetap dapat untuk membeli 1 ekor kambing dengan standar yang baik ? ini membuktikan betapa stabilnya daya beli Dinar terhadap benda riil.

4) Kita jadi tahu ukuran atau nilai ?kendaraan mewah? saat itu yaitu unta terbaik seharga 300 Dinar. Atau kalau saat ini kira-kira setara SUV menengah atas Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport. Nilai seperti inilah yang dijadikan qurban oleh sahabat Rasulullah SAW yang mampu seperti Umar. Jadi bila Anda tergolong orang yang mampu berqurban dengan hewan qurban pilihan; lakukanlah itu ? ( www.lembuageng.com menyediakan hewan-hewan qurban top end ini).

5) Pelajaran yang tidak kalah menariknya adalah customary atau kebiasaan masyarakat saat itu ? kapan menggunakan Dinar untuk transaksi dan kapan menggunakan Dirham.

capitalUntuk kebutuhan transaksi yang nilainya tidak terlalu besar seperti untuk membeli baju, makanan sehari-hari dan lain sebagainya tentu tidak praktis menggunakan Dinar ? maka digunakanlah Dirham. Jadi kalau sekarang-pun kita hendak mengganti uang fiat dengan uang riil untuk kebutuhan transaksi sehari-hari seperti membeli makanan dan belanja sehari-hari lainnya, Dirham insya Allah akan lebih sesuai ketimbang Dinar.

Memang dengan teknologi yang kita miliki teknologi M-Dinar, bisa saja kita membeli buku di Dinar World seharga 0.075 Dinar misalnya ; namun penggunaan Dinar untuk transaksi kecil di luar pasar yang sudah terintegrasi dengan sistem elektronik semacam Dinar World dan M-Dinar ini kemungkinan masih perlu waktu untuk bisa berjalan praktis.

Di luar transaksi dengan nilai kecil tersebut, sudah sangat banyak transaksi lain yang bisa kita fasilitasi dengan menggunakan Dinar ? yaitu transaksi barang/jasa yang bernilai cukup besar. Karena Islam tidak mengajari kita untuk boros, tentu transaksi yang bernilai cukup besar ini arahnya bukan untuk kebutuhan konsumtif tetapi untuk kebutuhan produktif.

?Urwah menggunakan Dinar untuk perdagangan kambingnya dan unta Umar juga dinilai dalam satuan Dinar ? ini contoh yang baik untuk penggunaan Dinar sebagai transaksi perdagangan dan sebagai timbangan yang adil atau unit of account yang saat itupun sudah praktis apalagi sekarang. Dalam bahasa ekonomi, transaksi-transaksi atau penilaian yang sudah praktis dilakukan dengan Dinar seperti dalam 2 contoh hadits  tersebut adalah masuk kategori transaksi barang modal.

Karena Dinar kita arahkan untuk transaksi barang modal ? artinya untuk menggerakkan kegiatan produktif ? bukan konsumtif, maka tema sentral yang diusung kami adalah Investasi & Proteksi Nilai. Tema inilah yang  sering disalah pahami oleh pihak yang tidak bosan-bosannya mengkritisi kami, dalam pandangan mereka investasi ini diartikan sekedar membeli Dinar terus disimpan atau sekedar menumpuk Dinar untuk ditunggu naik nilainya. Tuduhan ini sama sekali tidak berdasar, karena sejak awal sekali kami memperkenalkan Dinar ? para pengguna Dinar sudah kami ingatkan untuk tidak menimbun. Lihat tulisan kami  Bangun Ketahanan Ekonomi Keluarga Tetapi Jangan Menimbun misalnya.

Justru karena kami melihat bahwa transaksi dengan menggunakan Dinar yang paling mungkin untuk dilakukan saat ini adalah transaksi barang modal atau investasi tersebut, maka tidak terlepas dari gerakan sosialisasi Dinar ini ? kita juga mendorong kegiatan produktif masyarakat yang bisa didanai atau digerakkan dengan Dinar.

Pesantren Wirausaha, Pinjaman Modal Usaha Tanpa Beban, Project Planet Jamur, Project Susu Kambing, IndoBarter, dan Berbagai Solusi Pembiayaan Berbasis Dinar yang kami lakukan bersama BMT Daarul Muttaqiin, dlsb. adalah upaya konkrit untuk mendorong penggunaan Dinar untuk transaksi produktif barang modal atau investasi. Di sini investasi artinya memutar aset atau menjadikan aset  bergerak memutar roda kegiatan produktif lainnya.

Jadi saat ini Dinar telah secara praktis digunakan untuk kebutuhan transaksi-transaksi yang bersifat produktif, sedangkan untuk transaksi yang bersifat konsumtif ? ini sebenarnya lebih tepat dilakukan dengan Dirham.  Namun karena nilai Dirham saat ini masih didominasi oleh biaya cetaknya yang mahal, sementara kami belum fokuskan di sini. Semoga Allah memudahkan kita kepada jalan amal sholeh yang diridloiNya?

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Makna dan Lafadz Basmalah


Basmalah adalah bentuk isim masdar dari kata kerja Basmala ? yuibasmilu yang artinya “membaca lafadz Bismillah ar-Rahman ar-Rahim?

Para ulama menerangkan hikmah bacaan Bismillah ar-Rahman ar-Rahim. Dari semua itu dapat disimpulkan, bahwa dengan bacaan Bismillah ar-Rahman ar-Rahim yang diucapkan di awal aktivitas berarti:

  • Kita telah menghubungkan diri kita dengan Allah.
  • Kita menyadari sepenuhnya bahwa perbuatan itu dilakukan karena Allah dan untuk meraih ridha-Nya.
  • Kita menyadari sepenuhnya bahwa tanpa kekuatan yang diberikan Allah kita tidak akan mampu melakukan aktivitas apapun.

Lafadz-Lafadz BASMALAH

Terdapat beberapa perbedaan lafadz/teks basmalah, yaitu :

1. Bismillah (??? ????)
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa keluar dari rumahnya membaca Bismillah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah.” maka dikatakan kepadanya, “Kamu telah tercukupi dan terlindungi”. Dan syetan pun akan menjauh darinya.” (HR. Abu Dawud)

2. Bismika Allahumma (???????? ??????????)
Al-Bukhari meriwayatkan, “Apabila Rasulullah SAW berbaring di tempat tidurnya, beliau membaca : “Bismika Allahumma ahya wa amut.”

3. Bismillah al-Kabir (?????? ????? ???????????)
Ibnu Abbas menceritakan, Rasulullah SAW pernah mengajari mereka (para sahabat) ruqyah demam dan penyakit-penyakit lainnya, (dengan do’a), “Bismillahi al-Kabir. a’udzu billah al-’Azhim min kulli ‘arqin?” (HR. at-Tirmidzi)

4. Bismillahir Rahman (?????? ????? ???????????)
Asy-Sya’bi menceritakan, biasanya orang-orang jahiliyah mulai menulis (surat) dengan kalimat “Bismikallahumma”. maka Rasulullah SAW pun memulai apa yang beliau tulis dengan “Bismikallahumma”. Sampai turun ayat “Bismillahi majreha wa mursaha” (QS. Al-Hud (11): 41), maka beliau pun mulai menulis dengan “bismillah“. Kemudian turun ayat “Ud’ullaha awir rahman” (QS. Al-Isra’ (17): 110), maka beliau pun mulai menulis dengan “Bismillahir rahman“. Tapi ketika turun ayat yang berbunyi “Innahu min sulaiman wa innahu bismilllahir Rahmanir Rahim” (QS. An-Naml (27): 30), maka beliau pun mulai menulis dengan “Bismillahirrahmanirrahim“. (HR. Abdurrazaq, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Mundzir dan Ibnu Hakim)

5. Bismillah al-Malik ar-Rahman (?????? ????? ????????? ???????????)
Husein bin Ali bin Abi Thalib meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Umatku akan selalu aman dari tenggelam, apabila naik kapal dengan membaca, “Bismillahil malikir Rahman, Bismillahi majreha wa mursaha inna Rabbi ghofurur Rahim.” (HR. ath-Thabrani, Ibnu Sunni dan Abu Ya’la)

6. Bismillahir Rahmanir Rahim (?????? ????? ??????????? ???????????)
Abu Malik menceritakan, “Dahulu Rasulullah SAW menulis diawali degan kalimat “Bismika allahumma”, ketika turun ayat “Innahu min sulaiman wa innahu bismilllahirrahmanir Rahim.” (QS. An-Naml (27): 30), maka beliau pun mulai menulis dengan “Bismillahir Rahmanir Rahim“.” (HR. Abu Dawud)

7. Bismillahilladzi la ilaha illa huwa (????? ????? ??????? ??? ?????? ?????? ?????)
Anas bin Malik meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, “Yang bisa menutupi aurat anak Adam (manusia) dari pandangan mata jin, ketika hendak menanggalkan pakaiannya adalah membaca “Bismillahil ladzi la ilaha illa huwa” (Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia).” (HR. Ibnu Sunni)

Dari beberapa lafadz di atas yang paling populer dan banyak diucapkan oleh kaum muslimin dan lebih utama untuk dibaca adalah

?????? ????? ??????????? ??????????

Karena lafadz itulah yang dipilih oleh Allah sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an:

????????? ???? ??????????? ????????? ?????? ????? ??????????? ???????????

“Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.? (QS. An-Naml (27): 30)

Dan juga lafadz basmalah yang tertulis pada ayat pertama surat Al-Fatihah dan lafadz bismillah yang menjadi pemisah antar surat-surat dalam Al-Qur’an kecuali surat al-Baqarah yang memang tdak tertulis lafadz basmalah-nya. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dakwah IslamComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes