Tag Archive | "haji"

Inspirasi Usaha: Mengapa di Mall & Food Court Tidak Ada Sate Kambing?


Sate kambing adalah salah satu makanan favorit bagi umumnya masyarakat Indonesia ? termasuk saya. Namun sayangnya makanan ini tidak ada di sembarang tempat. Di Mall, di Food Court dan tempat-tempat makan yang nyaman lainnya tidak mudah ditemukan sate kambing ini. Mengapa demikian? Mengapa sate kambing tidak bisa mengikuti trend ayam goreng misalnya yang kini ada dimana-mana, di tempat elit ber AC sampai pinggiran jalan? Bila Anda bisa dan mau menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, bisa jadi ini peluang bisnis besar Anda…!

Berikut adalah jawaban atas pertanyaan tersebut yang sudah sempat kami diskusikan dengan teman-teman di Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin.

Daging kambing berbahaya bagi kesehatan?

Citra sate kambing sebagai makanan enak tetapi berdampak buruk terhadap kesehatan seperti kolesterol yang menyebabkan darah tinggi dan lain sebagainya, bisa jadi menjadi penyebab tidak adanya sate kambing ini di tempat-tempat tersebut diatas. Jawaban untuk ini adalah pembuktian ilmiah karena citra buruk kolesterol tinggi ini belum tentu benar, belum ada bukti ilmiah untuk ini. Yang ada malah bukti sebaliknya dari United States Department of Agriculture (USDA) yang menyatakan bahwa kolesterol daging kambing sesungguhnya lebih rendah dari daging sapi dan bahkan lebih rendah dari daging ayam!

Ketika saya menjelaskan datanya USDA tersebut dalam tulisan saya sebelumnya, ada pembaca yang menyanggahnya dengan alasan bahwa benar-benar ada orang yang stroke setelah makan daging kambing. Ada pula yang menyanggahnya dengan alasan bahwa orang menjadi perkasa (kejantanannya) setelah makan daging kambing, jadi dia berpendapat pasti ada zat-zat yang tidak biasa pada daging kambing ini yang berbahaya bagi orang yang berpotensi darah tinggi, dlsb.

Lagi-lagi alasan tersebut juga belum terbukti secara ilmiah; bisa jadi karena sugesti, bisa pula karena berlebihan – makan apa saja bisa berbahaya bila berlebihan, bisa juga karena penanganan daging yang salah setelah disembelih. Saya sendiri berkeyakinan, daging kambing ini pasti aman dikonsumsi secara normal ? karena kalau seandainya daging kambing berbahaya bagi manusia ? pasti para nabi tidak menggembala kambing.

Seandainya daging kambing berbahaya bagi kesehatan, pasti pula tidak disyariatkan kita memotong kambing untuk qurban, aqiqah, denda karena melanggar larangan haji, dlsb. Karena konsekwensi dari syariat ini adalah akan banyaknya event dimana orang memakan daging kambing. Cara pandang untuk selalu kembali ke Al-Qur?an dan Hadits ini memudahkan kita memgambil keputusan atau pendapat ? karena keduanya tidak akan pernah membuat kita tersesat.

Proses memasak sate kambing yang menyebarkan asap…

Bakar Sate = ASAP?

Bagaimana "Bakar" Sate TANPA ASAP?

Alasan kedua ini yang lebih masuk akal mengapa sate kambing tidak ada di mall dan food court yang ber- AC. Bayangkan bila dalam satu mall atau food court ada satu saja yang membakar sate dengan areng layaknya tukang sate pada umumnya, seluruh Mall atau Food Court akan dipenuhi asap ? dan fire alarm-pun berbunyi seolah terjadi kebakaran! Karena alasan inilah maka para pengelola Mall dan Food Court pada umumnya tidak mengijinkan memasak makanan yang menimbulkan asap.

Tetapi ?membakar? sate kan tidak harus dengan areng dan tidak harus menimbulkan asap, bisa di-grill misalnya? Mungkin aromanya tidak seenak kalau dibakar biasa ? tetapi ini layak dicoba.

Saat ini kami sedang me-riset cara ?membakar? sate kambing yang tidak menimbulkan asap tetapi rasa dan aromanya seenak kalau dibakar biasa, salah satunya adalah membakar sate dengan menggunakan batu lava, batu apung, dlsb. Masih ada masalah teknis sedikit dengan jenis batu yang tepat, bentuk kompor yang pas, dlsb. tetapi insya Allah masalah-masalah teknis ini akan segera teratasi.

Peluangnya…

Bisa dibayangkan bila pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas terjawab. Tiba-tiba sate kambing masuk tempat makan elit layaknya ayam goreng. Bila di Jabodetabek ada 100 tempat saja yang menjual sate kambing di ?lingkungan yang baru? ini (bisa counter di Food Court, Full Scale Restaurant atau hanya tambahan menu di restaurant/counter yang sudah ada), masing-masing menghabiskan 2 ekor kambing per hari misalnya (tukang sate yang sudah jalan baik bisa puluhan kambing per harinya), maka akan ada kebutuhan 200 ekor kambing perhari, 6.000 per bulan, 72.000 per tahun!

Bagaimana kalau sate kambing dan ?cara bakar sate? yang baru ini kita perkenalkan ke kota-kota lain dan juga negara-negara lain layaknya McDonald dan Colonel Sanders yang mengekspor Burger dan ayam goreng-nya ke seluruh penjuru dunia? Tidak terhitung kebutuhan kambing dan lapangan pekerjaan yang insya Allah tercipta.

Untuk Jabodetabek dengan target 200 ekor kambing perhari, 6.000 per bulan, 72.000 pertahun saja ? ini insya Allah sudah akan menyerap ribuan tenaga kerja. Mulai dari pelihara kambing, pabrik pakan ternak, tukang potong kambing, transportasi, juru masak, tenaga pemasaran, pemilik/penjaga restaurant, dlsb.

Bila Anda ingin bergabung untuk meng-explore peluang baru di industri perkambingan ini di sisi mana saja, silahkan menghubungi kami. Saya insya Allah akan bicara pada acara Workshop Kambing & Domba Nasional di Wisma Haji Donohudan Boyolali pekan depan (21-21 Juli 2010) yang diadakan oleh Direktorat Jendral Peternakan ? Dep. Pertanian RI, saya kebagian bicara mengenai peluang pasar kambing dan domba dan cara menangkap peluang tersebut.

Industri kambing bisa sangat menjanjikan ke depan, selain kambing susu yang sudah kita mulai ? kambing pedaging-pun ternyata tidak kalah menariknya. Semoga secara bersama-sama kita bisa menangkap peluang  tersebut… Amin.

Posted in Business OpportunityComments (0)

Problem Solving Par Excellence = Peluang Yang Lahir Bersama Masalah


Salah satu materi training kewirausahaan yang kami gunakan di Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin adalah Survival Strategy di lapangan usaha ? yang terdiri dari kemampuan untuk Improvise; Modify, Adapt dan Overcome (IMAO). Dari sekian ratus peserta dari 11 angkatan yang sudah jalan, berdasarkan pengamatan kami ternyata berhasil atau tidaknya program ini bagi peserta antara lain sangat terpengaruhi oleh bagaimana sikap peserta dalam memandang suatu masalah.

Dari hasil observasi terhadap para peserta tersebut, kami dapat secara sederhana mengelompokan mereka kedalam 4 golongan dalam memandang masalah.

1) Golongan ayub-ayuben: mereka ini memandang masalah-masalah yang akan dihadapi sebagai (calon) pengusaha terlalu banyak, terlalu complicated, tidak siap menghadapinya, nunggu usia tertentu, dlsb. Bagi mereka ini, program Pesantren Wirausaha ? hanyalah menjadi just another training session ? menambah wawasan tetapi tidak untuk diterapkan ? paling tidak untuk sementara ini.

2) Golongan Kedua adalah golongan yang mencoba dan berhenti: ini adalah mereka-mereka yang antusias pasca kick-off bahkan mencoba merealisir gagasan-gagasan kelompoknya, namun ketika masalah timbul ? mereka berhenti.

3) Golongan yang mencoba dan tidak menyerah: untuk sementara ini mereka belum berhasil secara konkrit, tetapi karena mereka tidak menyerah – mereka terus ketemu satu sama lain, berdiskusi dan mencari solusi. Saya sendiri berharap besar pada kelompok ini, insya Allah cepat atau lambat mereka akan berhasil nantinya.

4) Golongan yang bukan hanya berusaha mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam merintis usaha, tetapi mereka memandang setiap masalah juga sebagai peluang ? mereka lebih cerdas dari masalahnya sehingga mampu mengatasi segala permasalahan yang ada secara par excellence (terbaik di bidangnya!) ? maka bersamaan dengan penyelesaian masalah-masalah yang ada mereka menemukan peluang-peluang baru yang muncul bersamaan dengan teratasi-nya masalah tersebut.

Di kelompok peserta Pesantren Wirausaha, Golongan ke-4 inipun ada pada sekelompok kecil peserta yang akhirnya menekuni perkambingan bersama kami. Bila saat mulai ½ tahun lalu, kami belum bisa membedakan mana kambing yang baik ? dan yang tidak baik; kini kami bahkan mendapatkan piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Barat karena memenangkan 4 piala sekaligus untuk kambing Peranakan Ettawa bibit unggul 3 pekan lalu. Ketika masalah bibit unggul ini teratasi ? peluang untuk menjadi supplier bibit-bibit kambing unggulan kini terbuka lebar.

Kandang Composite (tampak samping)

Kandang Composite (tampak samping)

Di sisi perkandangan juga demikian; problem pengadaan kandang kambing yang kami ungkapkan di tulisan sebelumnya; mudah-mudahan segera teratasi dengan pabrik kandang-kandang kambing modern berbasis composites yang insya Allah mulai beroperasi dalam 1-2 bulan ini. Dalam beberapa bulan ke depan, kandang-kandang kambing futuristis karya industrial designer kami seperti pada gambar di samping insya Allah akan dapat Anda lihat secara fisik di lokasi Pesantren Wirausaha yang kini telah ber-metamorphosa menjadi Jonggol Farm.

Karakter kandang-kandang futuristis berbasis composites ini mampu mengatasi hampir keseluruhan masalah perkandangan secara umum, antara lain adalah:

  • Penyiapan kandang (time to run) akan menjadi sangat cepat.
  • Kandang lebih higienis dibandingkan kandang kayu karena mudah dibersihkan dan tidak meninggalkan kuman, bakteri, dlsb di pori-pori seperti bila menggunakan kayu.
  • Pembuatan kandang tidak harus memotong pohon-pohon yang sudah semakin langka ? eco friendly.
  • Life?cycle yang panjang insya Allah di atas 30 tahun akan membuat nilai ekonomis yang tinggi ? karena penyusutan tahunan yang rendah.
  • Composites yang menyerap panas akan membuat kambing nyaman di dalamnya, sehingga insya Allah produktifitas kambing lebih tinggi.
  • Knock-Down System sehingga ekonomis untuk di-install di tempat tertentu untuk kegunaan jangka pendek sekalipun (misalnya pada bulan haji untuk hewan Qurban) dan ekonomis untuk tanah yang disewa ? karena bisa dipindah-pindahkan dengan cost to reinstall yang rendah.

Dengan penyelesaian masalah secara unggul demikian, maka berbagai peluang baru untuk men-supply kandang sejenis ke para peternak di dalam dan luar negeri kini terbuka. Bahkan permintaan membuat kajian kandang berbasis composites yang datang ke kami kini bukan hanya untuk kambing, tetapi juga untuk kandang ayam dan kandang sapi.

Peluang yang lahir bersamaan dengan proses penyelesaian masalah inilah salah satu tafsir yang seharusnya bisa kita hayati kini dari ayat ?Maka bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan? (QS. Ash-Sharh (94): 5 ? 6). Sampai 2 kali Allah menyampaikan pesan tersebut dalam ayat yang berurutan untuk menyangatkan ? agar kita benar-benar paham!

Masalah-demi masalah baru mungkin akan lahir dari setiap pekerjaan yang kita tangani ke depan; namun bila sudut pandang kita tetap sesuai ayat tesebut ? maka berarti berbagai peluang baru juga akan terus bermunculan dengan timbulnya masalah. Ini pula yang nampaknya disemangati oleh ayat berikutnya ?Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)?.

Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

Kapan Waktu Beli Emas/Dinar Terbaik & Kapan Waktu Jual?


Hal yang paling banyak ditanyakan oleh pembaca situs ini ke saya adalah pertanyaan seputar kapan waktu terbaik untuk membeli Dinar/Emas dan kapan waktu terbaik untuk menjualnya. Tulisan ini untuk memberi jawaban secara umum, agar jumlah e-mail yang saya harus jawab menurun :) .

Untuk membeli emas atau Dinar dengan tujuan membangun ketahanan ekonomi jangka panjang, agar anak-anak bisa sekolah sampai tuntas, agar ketika tua kita tidak menjadi beban orang lain, agar aset yang merupakan hasil jerih payah kita tidak terus menurun nilainya dari waktu ? ke waktu; maka membeli emas untuk tujuan ini dapat dilakukan kapan saja.

Dalam rentang waktu jangka menengah/panjang, tidak ada istilah ketinggian untuk harga emas atau Dinar. Ketika harga Dinar pertama kali menyentuh nilai Rp 1,000,000/Dinar (emas di kisaran Rp 237,000/gram) sekitar 2.5 tahun lalu ? tepatnya tanggal 27 Oktober 2007; saat itu banyak yang berpendapat harga Dinar sudah ketinggian ? lalu sementara permintaan Dinar menurun.

Ironinya ketika 13 bulan kemudian (27/11/2008)  harga Dinar menyentuh angka Rp 1,400,000/Dinar (emas di kisaran Rp 325,000/gram), permintaan Dinar justru mencapai titik tertingginya. Kemudian 3 bulan berikutnya lagi (19/02/2009) ketika angka menyentuh Rp 1,600,000/ Dinar (emas di kisaran Rp 373,000/gram), kembali permintaan Dinar mencapai titik tertinggi berikutnya.

Dari fakta-fakta di atas, Anda akan mudah memahami bahwa bila Anda menabung untuk tujuan proteksi nilai atau membangun ketahanan ekonomi  dalam jangka panjang ? maka tidak ada waktu yang salah untuk memindahkan aset Anda dari aset yang berpeluang mengalami debasement (penurunan nilai) yaitu uang kertas ke aset yang terbukti memiliki daya beli stabil sepanjang zaman yaitu emas atau Dinar.

Apakah trend yang terjadi seperti yang ditunjukkan oleh angka-angka tersebut di atas akan terus berlangsung? dan harga emas/Dinar yang  sekarang dianggap sudah benar-benar ketinggian oleh sebagian orang ? akhirnya akan turun juga?

Dalam jangka pendek iya, bisa jadi harga emas/Dinar akan turun. Namun sekali lagi dalam jangka panjangnya ? lebih banyak faktor fundamental yang mendorongnya naik ketimbang turun. Salah satu faktor yang sangat dominan adalah realitas bahwa uang kertas dunia saat ini dibangun dengan hutang ? ketika hutang menumpuk dan tidak ada lagi yang bisa/mau memberi hutangan  baru ? sedangkan hutang lama harus dibayar ? maka pasti uang kertas jatuh nilainya.

OECDGrafik di atas adalah prediksi OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) untuk negara-negara yang konon paling kuat ekonominya. Rata-rata negara anggota OECD ternyata akan memiliki hutang (liabilities) yang melebihi GDP-nya tahun depan (2011). Dari grafik di atas, dapat kita ambil kesimpulan sederhana bahwa seluruh mata uang negara-negara anggota OECD akan turun significant (mengalami debasement) dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama ? kecuali China. Ketika nilai uang kertas jatuh, apa yang terjadi dengan harga emas dan benda riil lainnya? Sederhana, harga emas dan benda riil lainnya akan melambung!

Untuk sementara China berkemungkinan bisa bertahan paling lama dalam hal kekuatan mata uangnya. China juga merupakan negara yang sangat pintar dalam mendorong rakyatnya membangun ketahanan ekonomi ? dengan menganjurkan langsung dan mempermudah rakyatnya membeli emas ? mumpung ekonomi mereka kuat dan uang mereka lagi perkasa.

Jadi kalau kita mau belajar sampai ke negeri China termasuk dalam hal ketahanan ekonomi ini, maka insya Allah tidak ada waktu yang salah untuk membeli emas atau Dinar.

Membeli emas/Dinar hanya akan salah bila tujuannya untuk spekulasi jangka pendek. Karena dalam jangka pendek harga emas akan terus bergejolak ? sehingga sangat mungkin Anda merugi karena fluktuasi ini.

Lantas kapan waktu menjualnya yang terbaik? Yang terbaik adalah ketika Anda membutuhkannya untuk keperluan riil seperti membayar sekolah, pergi haji, membayar rumah, membayar biaya kesehatan, memindahkan ke investasi sektor riil, dlsb. Anda tidak akan pernah menyesal mencairkan emas atau Dinar Anda untuk keperluan-keperluan yang riil tersebut.

Sebaliknya bila Anda menjual emas/Dinar hanya karena tertarik harga lagi tinggi ? maka sangat mungkin Anda bisa menyesal karena angka tertinggi saat ini ? bisa saja menjadi kelihatan sangat rendah hanya dalam belasan bulan ke depan seperti contoh angka-angka tersebut di atas.

Ringkasnya adalah membeli emas/Dinar yang terbaik adalah pada saat Anda memiliki excess fund untuk keperluan jangka panjang; dan menjualnya terbaik adalah ketika Anda membutuhkannya untuk menutup kebutuhan yang riil.

Sebaliknya membeli emas/Dinar untuk tujuan spekulasi jangka pendek selalu berpeluang untuk rugi karena fluktuasi jangka pendek; dan demikian pula menjual emas/Dinar hanya karena melihat harga tinggi sesaat ? juga bisa menyesal ? karena rekor-rekor tertinggi harga emas akan terus bermunculan sejalan dengan debasement mata uang kertas. Wa Allahu A?lam.

Posted in Financial PlanComments (1)

Menakar Kekuatan Mata Uang Dengan Melihat Waktu Paruhnya Terhadap Emas


Dalam tulisan saya beberapa hari lalu dengan judul “Menduga Sisa Nilai Mata Uang Dengan Teori Peluruhan”, telah saya perkenalkan Konsep Waktu Paruh (half-life) yaitu waktu yang diperlukan materi subjek peluruhan eksponensial untuk menjadi tinggal separuhnya dari materi semula. Nilai sisa dari materi subjek peluruhan eksponensial setelah waktu paruh ke T = 100%/2^T.

Konsep Waktu Paruh ini yang berdasarkan statistik nampaknya juga berlaku pada nilai daya beli mata uang kertas terhadap emas. Kita gunakan emas sebagai referensi karena emas-lah yang terbukti memiliki daya beli tetap selama 1400 tahun lebih, di samping juga data statistik harga emas tersedia secara lengkap untuk waktu yang sangat panjang ? sampai ratusan tahun.

Hanya saja untuk keperluan ini saya gunakan statistik 10 tahun saja karena ada salah satu mata uang yaitu Euro yang berusia sangat muda – baru sekitar 11 tahun. Mata uang yang saya sajikan disini adalah mata uang besar dunia yang kita familiar seperti Rupiah, US$, Singapore Dollar, Japan Yen, British Pound, Euro dan mata uang yang selama ini kita anggap daya belinya stabil yaitu Riyal.

Hasilnya kita dapat lihat dalam grafik di atas, semakin lemah mata uang terhadap emas, semakin cepat dia meluruh. Rupiah misalnya dalam 10 tahun terakhir daya belinya terhadap emas tinggal 20 persen, bila dihitung dari Januari 2000 ? maka pada rentang waktu 10 tahun:

  • Rupiah kini berada pada waktu paruh ke 2.3; atau Rupiah memiliki waktu paruh 4.3 tahun.
  • Poundsterling telah mengalami waktu paruh ke 2.1 (1 waktu paruh = 4.7 th).
  • US$ telah mengalami waktu paruh ke 2 (1 waktu paruh = 5.0 th).
  • Saudi Riyal telah mengalami waktu paruh ke 2 (1 waktu paruh = 5.0 th).
  • Singapore Dollar telah mengalami waktu paruh ke 1.7 (1 waktu paruh = 4.9 th).
  • Japan Yen telah mengalami waktu paruh ke 1.7 (1 waktu paruh = 4.9 th).
  • Euro telah mengalami waktu paruh ke 1.6 (1 waktu paruh = 6.4 th).

Euro masih kelihatan perkasa, karena dia adalah mata uang muda yang awalnya nampak cukup kuat. Tetapi ke depannya Euro juga memiliki masa depan yang tidak kalah suramnya ? lihat tulisan saya “Euro: Mata Uang Modern Yang Bisa Jadi Tidak Berusia Panjang”.

1 Saudi Riyal

1 Saudi Riyal

Saudi Riyal yang selama ini selalu dianggap sebagai mata uang yang stabil dari cerita-cerita jamaah haji; sekian puluh tahun lalu orang beli teh susu dengan harga 1 Riyal; sekarang-pun dapat. Bisa jadi untuk teh susu sekarang-pun masih dapat dengan harga 1 Riyal; namun minuman dan makanan lain semakin sulit dibeli dengan 1 Riyal. Jus buah bahkan kini berharga rata-rata 5 Riyal.

Yang paling akurat adalah mengukurnya dengan harga emas; bagi Anda yang pergi haji/umrah tahun 2000, saat itu Anda masih bisa membeli emas dengan harga Riyal 35/gram. Bila Anda pergi haji/umrah tahun ini ? rata-rata harga emas sudah berada di kisaran Riyal 135/gram.

Jadi, nampaknya tidak ada mata uang kertas yang kita kenal yang bisa survive dari peluruhan nilai yang bersifat eksponensial ini. Oleh karenanya berdasarkan teori ini maka tidak ada mata uang kertas yang aman untuk tabungan dana panjang kita baik berupa tabungan pensiun, biaya pendidikan anak-anak, biaya kesehatan hari tua, dlsb.

Solusinya tidak harus kita menyimpan tabungan di emas/Dinar semua, karena kalau tidak hati-hati malah bisa jatuh ke hukum Yaknizun. Tabungan kita bisa berupa benda riil yamg bergerak (barang dagangan, barang modal, dlsb). Dengan kesungguhan kita, insya Allah kita bisa membendung arus peluruhan nilai ini dengan konsep Yuhsinun dan bahkan memutarnya untuk manfaat yang lebih luas dengan konsep Dullatan. Insya Allah.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Panduan Pintar Haji & Umrah


“Buku yang di hadapan pembaca ini, Panduan Pintar Haji dan Umrah, karya Indriya Rusmana, adalah salah satu usaha untuk meraih tanda-tanda ke-mabruran haji. Penulisnya berusaha mengilustrasikan ritual perjalanan ibadah haji dan umrah dari mulai memilih biro perjalanan atau KBIH sampai kembali tiba di tanah air. Buku ini merupakan “panduan praktis” bagi para hujjaj yang ingin ber-?manasik haji? secara mandiri. Dengan bahasa yang lugas dan mudah dicerna, penulis mengajak para pembacanya untuk dapat “menikmati perjalanan ibadah haji“.
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A, Dirjen Bimas Islam Departemen Agama RI

Haji dan umroh merupakan sebuah perjalanan spiritual yang maha dahsyat. Agar perjalanan ini berhasil dan pulang dengan membawa “oleh-oleh” pencerahan dan komitmen keislaman baru, ia memerlukan persiapan yang tidak ringan. Subhanallah, Mbak Indri dengan sangat piawai menyuguhkan persiapan-persiapan haji dan umroh dalam bentuk yang siap saji dan praktis. Selamat menggapai haji mabrur!”
Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, Pakar Bisnis dan Manajemen Syariah

“Buku ini tidak saja menjelaskan doa dan hadits mengenai haji dan umroh, tapi juga pengetahuan umum. Salah satunya tentang budaya Arab, Iran, Afrika, dan Pakistan yang banyak ditemui di sana. Hal inilah yang jarang dibahas dalam buku haji lainnya,dan Mbak Indri telah menuliskannya dalam buku ini sehingga memberikan gambaran apa saja yang harus dipersiapkan untuk melaksanakan ibadah haji. Selamat menikmati ibadah haji dan semoga menjadi haji mabrur. Amin.”
Ir. Nabiel Fuad Almusawa, M. Si, Dosen Universitas Juanda Bogor dan Ustadz di beberapa Majelis Taklim Bogor

Gong Hei! Selamat atas terbitnya buku Panduan Pintar Haji dan Umroh yang sangat luar biasa karena berkonsepkan paduan antara teori dan praktis, ilustratif, mudah dipahami, lengkap, informatif, fungsional, dan sangat membantu para calon jemaah haji mulai pemberangkatan hingga pemulangan. ”
H. Abdul Muhaemin Karim, MA, Da’wah Officer Islamic Union of Hong Kong

“Ibadah haji merupakan ibadah yang disertai perjalanan spiritual, fisik, dan materi. Dengan demikian, baik persiapan mental maupun fisik harus diperhatikan calon haji,dari persiapan sebelum berangkat, selama di Tanah Suci sampai kembali ke Tanah Air. Buku ini memberikan gambaran lengkap semua persiapan tersebut, termasuk penjelasan bagi calon jemaah haji yang sedang tinggal di luar negeri.”
Ir. R. H. Bambang S. Darwanto, Ketua Majelis Taklim Muenchen Jerman

Penulis : Ust. H. Bobby Herwibowo, Lc. & Hj. Indriya R. Dani, S.E.
Ukuran : 15 x 23 cm.
Tebal : xiv + 194 hlm.
Penerbit : QultumMedia

Posted in VideoComments (0)

Emak Naik Haji Dengan Dinar


Ada film yang menyentuh tentang kerinduan hamba Allah untuk memenuhi panggilanNya pergi ke tanah suci menunaikan ibadah haji, Emak Ingin Naik Haji (klik disini untuk melihat Pre-Trailernya) yang hari-hari ini banyak diputar di bioskop-bioskop di Indonesia.

Mengapa film ini popular ? saya rasa karena kedekatan ceritanya dengan realita yang kita hadapi.  Hampir seluruh muslim/muslimah yang menghayati perintah Allah untuk menunaikan haji bagi yang mampu ini, pasti sangat merindukan untuk bisa pergi berhaji.

Saya ingat perjuangan bapak-ibu saya keluarga petani kecil di desa yang berusaha menyekolahkan 11 anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Sampai wafatnya bapak saya tidak kesampaian naik haji (baru dapat kami badal hajikan sekian tahun setelah bapak wafat); kemudian ibu saya sampai bertahun ?tahun menangis setiap jum?at karena merindukan Baitullah.

Alhamdulillah kerinduan ini kesampaian dengan ijinNya semata; melalui perantaraan anak-anaknya yang mau menabung sebagian besar penghasilannya sejak awal mulai bekerja.

Begitulah beratnya upaya untuk menunaikan kewajiban yang satu ini ? maka Allah hanya mewajibkannya bagi yang mampu.

Nah urusan mampu inilah yang berada di medan upaya kita, hasil nanti biarlah Allah yang menentukannya. Seperti kisah Emak di film tersebut, meskipun pada akhir cerita dia pergi haji melalui perantaraan nazar anak tetangganya  - dia telah berusaha sekuat tenaga untuk dengan jerih payahnya sendiri bisa pergi berhaji.

Masalahnya adalah mayoritas masyarakat kita yang awam tidak menyadari hambatan inflasi terhadap pencapaian upaya untuk pergi berhaji ini. Si Emak dalam film tersebut di atas mengungkapkannya dengan sangat baik: kalau setahun dia hanya bisa mengumpulkan 1 juta, 5 tahun 5 juta, maka dia baru bisa pergi haji pada usia 86 tahun ? yang pada saat itupun uangnya tidak cukup lagi karena entah berapa biaya pergi haji saat itu.

Walhasil pertumbuhan tabungan haji kita bisa jadi kalah dengan inflasi setiap tahunnya, sehingga niat suci ini bisa tergerus ? bersamaan dengan tergerusnya daya beli uang kita.

Tulisan saya tempo hari, Dinar Untuk Perencanaan Haji? saya sudah jelaskan teknis dan hitungan kasarnya. Biaya pergi haji cenderung menurun dengan hitungan Dinar, bila tahun 2000 ONH biasa setara 70 Dinar; tahun ini setara 20 Dinar; maka dalam 6 tahun kedepan (2015) ONH biasa dapat diprediksikan berdasarkan statistik ? hanya akan memerlukan 10 Dinar saja, Insya Allah!

Jadi, seandainya Emak dan jutaan orang Indonesia sadar akan kekuatan daya beli Dinar ini ? upaya untuk memenuhi panggilanNya dapat dilakukan dengan maksimal ? sehingga lebih banyak orang yang mampu pergi berhaji? insya Allah.

Posted in Financial PlanComments (0)

Pre-Trailer Film Emak Ingin Naik Haji


Emak, seorang wanita paruh baya yang juga sama seperti umat Islam lainnya, sangat ingin menunaikan ibadah Rukun Islam yang ke-5 yaitu naik haji, seperti yang setiap tahun selalu dilakukan oleh keluarga Juragan Haji Saun, tetangga Emak - seorang pengusaha besi tua dan jual-beli kapal yang kaya raya. Tetapi sayangnya, Emak tidak memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk mewujudkan keinginannya. Kehidupan Emak sehari-hari hanya bergantung pada hasil jualan kue yang dititipkan di warung atau pesanan orang yang mengadakan syukuran. Kalau beruntung, ada juga sedikit tambahan uang dari Zein, anaknya Emak - seorang Duda penjual lukisan kaligrafi keliling.

Namun, walaupun Emak tahu bahwa naik haji adalah salah satu hal yang mungkin sulit diraih, tetapi Emak tidak putus asa, dia tetap mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk disetorkan ke tabungan haji di bank. Zein, yang melihat kegigihan Emak, juga berusaha dengan berbagai cara untuk dapat mewujudkan keinginan Emak.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah ada jalan bagi Emak agar keinginannya terwujud? Skenario film layar lebar yang diadaptasi dan dikembangkan dari cerpen karya Asma Nadia ini akan menyentuh hati dan membuat terharu setiap penontonnya. Subhanallah.

Posted in VideoComments (0)

Muamalah Jama?i: Melipat Gandakan Peluang Keberhasilan


Seperti juga dengan shalat fardhu bagi seorang muslim laki-laki yang sangat-sangat dianjurkan untuk selalu berjamaah di masjid; dalam kehidupan sehari-hari-pun kita dianjurkan untuk selalu berjamaah. Anjuran berjamaah ini berlaku secara umum baik ketika kita bepergian, ketika berjuang di jalan Allah dan termasuk juga ketika kita bermuamalah.

Banyak sekali pelajaran dan manfaat yang bisa diambil dari ajaran berjamaah ini; antara lain hak yang sama antara satu jamaah dengan jamaah lainnya. Dalam shalat siapapun yang datang dahulu, dia berhak atas shaf paling depan. Imam yang batal harus tahu diri, segera mundur untuk digantikan oleh jamaah yang ada di belakangnya. Dan yang sangat penting dari ini semua adalah tingkat keberhasilan (seperti pahala dalam shalat), menjadi berlipat ganda dengan cara hidup berjamaah ini.

Sekarang tantangannya tinggal bagaimana kita bisa meng-aplikasi-kan nilai-nilai dari ajaran untuk berjamaah ini kedalam kehidupan muamalah kita sehari ?hari. Konsep Direct1st® adalah model muamalah jama?i yang kami kembangkan sebagai salah satu  solusi ekonomi umat di era teknologi ini. Model yang insya Allah segera kami uji cobakan sebagai ?kolam renang-nya? para peserta Pesantren Wirausaha untuk belajar berenang ini, nantinya bukan hanya bisa dimanfaatkan oleh peserta atau lulusan Pesantren Wirausaha ? tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk muamalah umat secara umum.

Bagaimana kita bisa yakin, bermuamalah secara jama?i yang dikelola secara sistematis berbasis IT nan modern ini insya Allah akan membantu melipat gandakan peluang keberhasilan usaha Anda? Perhatikan ilustrasi cara kerja sistem ini di atas.

Ketika Anda berusaha sendiri dengan membuat satu produk A misalnya; Anda hanya memiliki peluang satu produk tersebut untuk dijual; Anda juga hanya memiliki satu peluang untuk menjualnya seorang diri ? maka seberapa keraspun Anda berusaha untuk memproduksi dan menjual produk A Anda ? peluang Anda untuk gagal bisa jadi sangat besar. Kegagalan ini bisa karena produknya yang gagal, atau produknya baik tetapi Anda sendiri yang gagal menjualnya.

Coba perhatikan kalau kita hidup berjamaah dengan 3 orang saja sebagai contoh. 3 orang ini saya sebut saja sebagai Productivity Agent (PA), jadi ada PA1, PA2 dan PA3. PA1 hanya bisa mengenalkan 1 produk, PA2 dan PA3 masing-masing bisa mengenalkan 2 produk untuk dipasarkan secara jama?i oleh ketiganya. Secara berjam?i ketiga PA ini kini telah memiliki 5 produk untuk dijual bersama-sama.

Asumsikan tidak semua produk berhasil dijual, Produk 1 dari PA1 gagal misalnya; maka PA1 tetap bisa menjual 4 produk lainnya. Kecil sekali kemungkinannya PA1 tidak bisa menjual sama sekali 4 produk bagus yang di introduced oleh 2 PA lainnya.

Skenario lain, PA2 berhasil membuat dua produk yang bagus-bagus yaitu Product 2 dan Product 3 ? namun PA2 sendiri bukanlah marketer yang baik sehingga tidak bisa menjual produknya sendiri; maka kecil sekali kemungkinannya 2 PA yang lain – yang mempunyai keahlian menjual tetapi bisa jadi tidak berhasil membuat produk yang bagus ? untuk tidak bisa menjualkan produk-produk dari PA2 ini.

Secara bersama-sama 3 orang PA ini menjadi sukses karena yang gagal membuat produk tetap dapat menjual produk dari 2 PA lainnya, dan yang berhasil membuat produk tetapi gagal menjual produknya dibantu menjualkan produknya oleh kedua PA lainnya.

Jadi hanya dengan 3 orang PA yang bermuamalah secara jama?i saja, secara logis kita dapat meningkatkan keberhasilan mumalah kita dengan berlipat ganda ? apa lagi kalau jamaah muamalah ini diikuti oleh 10 orang, 100 orang, 1.000 orang, 1 juta orang, dst.

Dalam shalat fardhu 5 waktu kita dianjurkan berjamaah dengan berapapun jumlahnya di masjid-masjid atau mushola; kemudian seminggu sekali kita harus berjamaah dalam skala yang lebih besar yaitu shalat jum?at dengan minimum 40 orang; kemudian setahun 2 kali kita dianjurkan untuk shalat di lapangan dengan jumlah orang yang lebih banyak lagi yaitu shalat Iedul Fitri dan shalat Iedul Adha. Seumur hidup sekali kita diwajibkan (bagi yang mampu) berjamaah secara global dengan jutaan muslim lainnya yaitu ketika kita berhaji ke tanah suci.

Dari sini kita bisa bayangkan, melawan kapitalisme ribawi global yang begitu besar kekuatannya ? tidak bisa lain selain dengan cara kita sendiri, yaitu mulai bermuamalah secara jama?i. Mulainya dari beberapa orang di antara kita, kemudian membesar dalam lingkungan yang lebih luas, lebih luas dan seterusnya.

Bila dalam perang Allah menyukai barisan yang teratur, maka insya Allah dalam ?perang? di bidang muamalah-pun demikian; kalau Allah menyukai apa yang kita lakukan dengan berjama?ah ini ? maka inilah insya Allah yang sesungguhnya akan melipat gandakan peluang keberhasilan usaha kita; Amin.

?Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.? (QS. As-Shaf (61): 4)

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

Dinar Untuk Perencanaan Haji: Lebih Murah, Lebih Nyaman?


Ibadah haji dari waktu ke waktu punya tantangannya sendiri, tidak mudah, berat dan mahal.

Bila pada zaman kakek nenek dahulu tantangannya adalah transport yang bisa memakan waktu berbulan-bulan dan ketidak amanan dalam perjalanannya; saat ini transport banyak dan cepat ? namun Anda belum tentu bisa melaksanakan ibadah haji pada waktu yang Anda rencanakan.

Kemudahan dan kecepatan transportasi haji ini ternyata menimbulkan masalah baru, yaitu membludaknya umat muslimin dunia yang (ingin) melaksanakan haji setiap tahunnya. Dampaknya bisa diduga, yaitu keterbatasan daya tampung jamaah haji di Mekah, Arafah, Mina dan juga Madinah.

Karena keterbatasan daya tampung inilah yang menjadikan setiap Negara dijatah (Quota) jumlah orang yang bisa pergi haji setiap tahunnya.  Jadi kalau toh Anda berniat pergi haji sekarang, belum tentu Anda memperoleh kesempatan pada bulan haji yang akan datang – bisa jadi kesempatan Anda baru datang 3 ? 5 tahun yang akan datang.

Karena kesempatan haji Anda yang mungkin masih beberapa tahun yang Akan datang ini, maka berapa dana yang akan Anda siapkan agar pada waktu kesempatan itu datang ? dana Anda benar-benar cukup? Inilah masalahnya.

Komponen biaya haji yang utama adalah mata uang asing yaitu US$ untuk tiket pesawatnya dan Saudi Riyal untuk biaya hidup selama di sana. Karena uang kita Rupiah, maka perencanaan ibadah haji menggunakan uang Rupiah mempunyai setidaknya 2 ketidak pastian ? yaitu faktor inflasi dan faktor nilai tukar.

Karena dua faktor inilah maka biaya ibadah haji kita dalam Rupiah memiliki kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi pada tahun dimana Rupiah mengalami penurunan nilai yang tajam terhadap US Dollar dan Riyal seperti tahun ini, kenaikan biaya haji dalam Rupiah bisa sangat significant.

ONH Rupiah vs ONH Dinar

ONH Rupiah vs ONH Dinar

Namun Anda tidak perlu kawatir sekarang; berdasarkan statistik 10 tahun terakhir, biaya haji dalam Dinar ternyata terus menerus mengalami penurunan.  Bila Ongkos Naik Haji (ONH) biasa tahun 2000 sekitar 70 Dinar, maka tahun ini hanya sekitar 21 Dinar saja atau mengalami penurunan rata-rata 12% per tahun.

Apabila trend ini terus berlanjut, Anda bisa pergi haji hanya dengan 10 Dinar saja pada tahun 2015 ? atau ONH plus hanya dengan sekitar 20 Dinar saja.

Jadi dengan Dinar - mata uang emas yang daya belinya tidak pernah rusak oleh inflasi maupun faktor nilai tukar, perencanaan haji Anda menjadi jauh lebih aman.

Ambil contoh misalnya kalau Anda mau mulai serius merencanakan haji Anda dalam rentang 5 tahun yang akan datang, maka relatif aman bila untuk ONH biasa Anda cadangkan 20 Dinar saja. Artinya kalau Anda tabung 1 Dinar per bulan saja, insya Allah nggak sampai 2 tahun dana untuk membayar ONH sudah akan cukup.

Sangat bisa jadi 20 Dinar yang Anda kumpulkan tersebut pada waktunya lebih dari cukup untuk membayar ONH biasa ? bila kesempatan datang 3 ? 6 tahun yang akan datang. Dalam hal ini Anda bisa meng-upgrade ONH Anda menjadi ONH plus.

Jadi bila Anda rencanakan ibadah haji Anda dengan Dinar; selain kecukupan dana lebih terjamin, juga sangat berpeluang Anda dapat meng-upgrade perjalanan haji Anda dengan yang lebih nyaman ONH plus.

Insya Allah kami akan mulai bicara intensif dengan para penyelenggara perjalanan haji ini ? khususnya ONH plus, untuk mulai menawarkan kerjasama perencanaan haji dengan berbasis Dinar.

Mudah-mudahan Allah memudahkan rencana ini.

Posted in Business OpportunityComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes