Tag Archive | "dinar islam"

Memahami Gerakan Harga Emas Dari Kekuatan Uang Kertas


Pagi ini harga emas dunia turun significant ke angka US$ 1,114.3/Oz ketika artikel ini saya tulis. Seperti biasa ketika harga naik atau turun significant banyak email, sms, bbm, dlsb yang sampai ke saya menanyakan penyebabnya. Untuk menghemat waktu saya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, tulisan ini mudah-mudahan dapat memuaskan keingin tahuan para pengunjung situs ini.

Ada 2 hal yang menjadi pendorong naik turunnya emas dunia, yang PERTAMA tentu pergerakan supply and demand. Bila yang menjual banyak sedangkan yang membeli sedikit otomatis harga turun. Demikian pula sebaliknya, bila yang membeli banyak sedangkan yang mau menjual sedikit maka harga akan naik.

Karena harga emas yang kita bicarakan adalah harga emas secara global; maka supply and demand-nya pun untuk skala globalSupply and demand dalam skala mikro, seperti para pembeli/penjual emas/Dinar di Dinar Islam; Logam Mulia, toko-toko emas di Cikini, Melawai, dlsb tidak memberi pengaruh pada pergerakan harga global ini.

Pergerakan harga yang dipengaruhi oleh supply and demand ini dapat Anda ikuti setiap saat dari situsnya kitco.com.

Pendorong naik turunnya harga emas yang KEDUA adalah kekuatan mata uang yang dipakai untuk membelinya. Karena harga emas dunia pada umumnya dinilai dalam US$ maka kekuatan mata uang US$ juga sangat menentukan naik turunnya harga emas dunia ini.

Yang terakhir inilah yang mempengaruhi secara significant atas turunnya harga emas dunia dalam perdagangan hari kemarin. Anda bisa lihat pada grafik yang saya sajikan di atas, penurunan harga emas berjalan nyaris simetris dengan naiknya kekuatan US$ yang diukur dengan USD Index.

Saya katakan nyaris simetris karena tidak sepenuhnya simetris; perbedaannya terletak pada faktor pertama yang saya jelaskan di atas – yaitu faktor supply and demand.

Karena pentingnya informasi kekuatan mata uang US$ ini dalam memahami pergerakan harga emas dunia, maka mulai hari ini informasi USD Index (USDX) termasuk yang saya sajikan di halaman situs ini yaitu di sidebar kanan di bawah informasi harga emas. Ini untuk melengkapi informasi Rupiah Index (RIX) yang sudah lebih dahulu ditampilkan.

Dengan informasi USD Index (USDX) dan Rupiah Index (RIX) secara real time ini, Insya Allah Anda akan lebih mudah memahami latar belakang yang menjadi pendorong naik turunnya harga emas yang menjadi sajian utama situs ini. Mudah-mudahan bermanfaat.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Tahun Baru, Produk Baru: 1 Langkah ke Hulu


DinarIslam.com dan M-Dinar.com adalah 2 situs yang saling melengkapi untuk penyebarluasan Dinar secara fisik dan secara elektronik. Namun kontinyuitas supply Dinar bisa terganggu kedepannya bila tidak sedari dini kami antisipasi dengan hal yang sangat essensial, yaitu kontinyuitas supply bahan baku untuk pembuatan Dinar itu sendiri – emas murni 24 Karat.

Untuk mengamankan kontinyuitas supply bahan baku inilah maka, dengan memanjatkan syukur yang tiada henti ke hadirat Ilahi Rabbi– alhamdulillah bertepatan dengan tahun baru 1 Muharam 1431 H ini kami dapat luncurkan 1 lagi bisnis unit yang kami beri nama emas24.com.

Emas 24 adalah sebutan emas murni, karena emas murni adalah 24 Karat atau 0.9999. Emas murni inilah yang menjadi bahan baku utama Dinar kita yaitu Dinar 22 Karat atau 0.917. Selebihnya adalah perak sebesar 8.3%; untuk sementara kami belum cemaskan supply bahan baku perak – jadi kami belum terjun ke pasar perak.

Objektif utama kami untuk terjun ke pasar emas 24 ini adalah untuk memahami dan terlibat secara luas dan langsung di pasar emas murni ini sehingga melalui keterlibatan ini dapat diperoleh akses pasar emas 24 sebagai bahan baku Dinar yang kontinyu di masa masa mendatang.

Berbeda dengan Dinar Islam yang kental dengan nuansa dakwahnya; emas 24 diarahkan ke masyarakat luas yang saat ini menguasai perdagangan emas di Indonesia. Karena heterogennya masyarakat per-emasan ini, maka meskipun tetap membawakan nilai-nilai Islam– di emas24.com kami akan lebih banyak menggunakan bahasa yang bersifat universal.

Karena tujuan utama terjun ke pasar emas 24 ini adalah memperoleh akses pasar bahan baku yang berkelanjutan tersebut, maka tentu kami lebih banyak membeli emas 24 dibandingkan dengan kegiatan menjualnyaEmas-emas 24yang kami beli dari masyarakat langsung ini untuk selanjutnya akan kami bawa ke Logam Mulia – PT. Aneka Tambang, Tbk. untuk dicetak menjadi Dinar. Kelebihan dari kebutuhan bahan baku Dinar ini baru kami lepas kembali ke pasar dalam bentuk emas lantakan 24 Karat.

Selain jual beli emas 24 karat, sebagai bagian dari layanan yang terintegrasi ke masyarakat luas emas24.com juga menyediakan jasa penyimpanan, jasa asuransi emas, pemesanan, penitipan untuk dijual, dlsb.

Berbeda dengan Dinar yang bisa diQiradkan atau di simpan di M-Dinaremas 24 tidak mudah untuk diputar. Masyarakat yang menitip 50 gram misalnya; bisa berupa 10 keping @ 5 gram; 5 keping @ 10 gram; 2 keping @ 25 gram atau 1 keping @ 50 gram. Ketika titipannya diambil, mereka pasti meminta jumlah dan jenis keping yang sama. Meskipun total gramnya sama, bila total dan jenis kepingnya berbeda – harga juga berbeda karena faktor biaya cetak.

Karena masalah inilah masyarakat yang menitipkan emas 24, tidak kami tawari  untuk mengikuti program Qirad atau M-Dinar. Mereka khusus menitipkan untuk disimpan dan diproteksi dengan asuransi; biaya yang timbul dari penitipan ini juga kami bebankan ke mereka yang menitipkan.

Bila diinginkan penitipan ini tidak membebani atau Emas 24 ingin dijadikan modal yang likwid, maka emas tersebut dapat ditukarkan menjadi Dinar terlebih dahulu kemudian disimpan dalam bentuk M-Dinar dengan aqad MudharabahInsya Allah aqad MudharabahM-Dinar ini akan segera memberi hasil, sebagaimana juga program Qirad kita.

Kalau selama ini kami fokus pada produk akhir Dinar; maka masuk ke pasar emas 24 adalah satu langkah ke hulu – yaitu pasar bahan baku untuk DinarInsya Allah kelak, bila Allah berkehendak as and when dibutuhkan  - maka langkah tersebut bisa dilanjutkan ke yang lebih hulu lagi, minting, mining, dlsb. Insya Allah.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Business OpportunityComments (0)

Dinar Dalam Pecahan Kecil, Mengapa Tidak?


Sejak saya memperkenalkan Dinar pada hari pertama, orang sudah menanyakan ada tidaknya Dinar dalam pecahan kecil ini? Soalnya membeli Dinar 1 keping saja harganya sekarang sudah sekitar Rp 1,5 juta, tentu tidak semua orang bisa memilikinya.

Sebenarnya Dinar dalam satuan kecil seperti ¼ Dinar, ½ Dinar, dlsb. bukan tidak mungkin diproduksi, hanya saja biaya produksinya menjadi terlalu mahal sehingga tidak praktis memproduksi koin Dinar kecil ini.

Dengan m-Dinar masalah klasik ini dengan mudah teratasi. Peminat-peminat Dinar dapat mulai memiliki account di m-Dinar walaupun dananya baru cukup untuk membeli ¼ Dinar sekalipun.

M-Dinar: Create an account

Caranya sederhana, kunjungi m-Dinar.com kemudian klik menu Full Web. Di  kiri bawah  dari layar Anda ada menu create an account, klik menu ini dan kemudian ikuti prosedurnya sampai selesai.

Setelah Anda aktifasikan Account Anda melalui link atau kode yang dikirim via email; maka account Anda sudah aktif. Hanya saja kalau Anda belum isi saldo awalnya, maka Anda belum bisa transaksi. Prosedur bagaimana bertransaksi ini dapat dilihat di m-Dinar.Com.

Pengisian saldo awal dapat dilakukan melalui pembelian Dinar langsung di Dinar Islam atau dapat dilakukan dengan membawa Dinar yang sudah Anda miliki ke tempat kami. Pengisian saldo awal ini juga dapat dilakukan melalui pemindah bukuan dari account Anda yang lain seperti iQirad, maupun titipan Dinar yang selama ini sudah Anda miliki di tempat kami.

Sudah 2 lagi masalah terpecahkan dengan m-Dinar ini yaitu:

  1. Masyarakat secara luas bisa mulai memiliki Dinar secara bertahap tergantung dari kemampuan masing-masing. Setelah Dinar menjadi bulatan 1 Dinar, 2 Dinar, dst. Pemiliknya dapat mengambil fisik Dinar atau tetap dipertahankan di account m-Dinar sampai waktunya dana tersebut dibutuhkan.
  2. Masyarakat dimanapun dapat memiliki account m-Dinar – asal ada akses internet. m-Dinar tidak mengenal batas wilayah negara, ummat Islam di seluruh dunia bahkan yang non-muslim sekalipun dapat memilikinya sebagai uang yang nilainya universal.
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Business OpportunityComments (0)

The Dollar Meltdown: Bila Dollar Melumer


The Dollar Meltdown (Penguin Group, NY 2009) adalah judul buku karya Charles Goyette yang mendapatkan perhatian luas di Amerika akhir-akhir ini; sampai anggota congress senior negeri itu yang punya perhatian khusus pada moneter Ron Paul memberikan catatannya yang berbunyi: Goyette telah melakukan pekerjaan hebat dalam menjelaskan mengapa Amerika menuju krisis finansial hebat kedepan, dan mengajari strategi yang masuk akal bagi warga Amerika untuk melindungi diri dan keluarganya. Sungguh buku ini wajib dibaca (bagi warga Negara Amerika tentunya).

Buku yang terdiri dari 4 Bab ini terus terang juga menarik bagi saya – meskipun isinya sendiri tidak banyak yang baru – karena mayoritas pokok-pokok pemikirannya juga sudah saya tulis di situs ini sejak lama, jauh sebelum buku ini terbit.

Pada 2 bab Pertama banyak membahas dengan detil tentang krisis finansial yang terjadi selama 2 tahun terakhir, bagaimana terjadinya, upaya-upaya bailout yang dilakukan pemerintah yang dianggapnya gagal dan justru membuat blunders, tumpukan hutang yang menggunung dan semakin menggunung (dalam bahasa penulis disebut: First there is a mountain… then there is a bigger mountain) yang akhirnya nanti akan membawa kepada kebangkrutan.

Bab III menguraikan dengan jelas tentang prediksi penulis akan masa depan ekonomi Amerika yang direpresentasikan dengan US Dollar-nya. Menurut Goyette ini, kemungkinan besar terjadi (likely scenarios) bahwa US$ akan runtuh hanya dalam beberapa tahun mendatang.

Mengenai timing-nya ini, Goyette menjelaskan keberulangan sejarah. Dollar yang kita kenal sekarang adalah Dollar yang tidak lagi dikaitkan dengan emas – ini merupakan pengingkaran Amerika atas perjanjian yang digagasnya sendiri yaitu Bretton Woods Agreement. Amerika terpaksa melepaskan kaitan uangnya dengan emas secara resmi tahun 1971 setelah didahului oleh kebangkrutan ekonomi akibat membiayai perang yang tidak bisa dimenangkannya – yaitu Perang Vietnam.

Hal serupa kini sudah terjadi selama bertahun-tahun; Amerika menguras sumber-sumber keuangannya untuk membiayai The Three Trillion Dollar War (bahkan konon dana yang dikeluarkan telah membengkak menjadi US$ 4 – 5 trilyun), berupa Perang Iraq yang tidak memberi manfaat pada bangsa Amerika sendiri.

Dia mengibaratkan kondisi yang dihadapi oleh Dollar saat ini sebagai sebuah kereta yang diberi nama Dollar/Debt Express (DDE). Kereta ini berjalan dengan sangat kencang pada rel buntu yang menuju pada satu arah yaitu tempat rongsokan; sudah sangat terlambat sekarang untuk bisa mengurangi kecepatan kereta, apalagi mengerem-nya. Benturan yang sangat keras akan segera terjadi pada tikungan yang akan dilaluinya – yaitu ketika kereta Dollar/Debt Express ini harus bertabrakan dengan realitas ekonomi.

Kereta akan musnah karena dia melaju pada 2 rel kehancuran. Rel pertama namanya fiscal policy, dan rel ke-2 bernama monetary policyFiscal policy menyangkut kebijakan anggaran yang ditempuh pemerintah yang boros dan mengeluarkan uang tidak pada tempatnya – seperti perang Iraq diatas, sedangkan monetary policy menyangkut apa yang dilakukan oleh Federal Reserve – yang keduanya mendorong supply uang kertas yang terus bertambah.

Ketika supply uang sangat banyak, namun kepercayaan di pasar sudah runtuh oleh berbagai kasus seperti real estate bubble yang memicu credit contraction 2 tahun terakhir; maka uang tersebut sejatinya tidak menggerakkan sector riil. Maka selanjutnya yang akan terjadi adalah apa yang disebut stagflation stagnation and inflation.

Ekonomi tidak tumbuh, otomatis lapangan kerja tidak tersedia – uang dicetak banyak tetapi tidak bisa diperoleh oleh masyarakat – dan kalau masyarakat-pun akhirnya mendapatkan uang tersebut – uang ini memiliki daya beli yang rendah karena inflasi yang sangat tinggi.

Ludwig von Mises (1881-1973)

Ludwig von Mises (1881-1973)

Yang terjadi selanjutnya lagi menurut penulis adalah The Crack-up Boom atau ledakan kehancuran; dimana penulis mengambil kata-kata dari ekonom besar Ludwig von Mises untuk menggambarkannya sebagai berikut:

Masyarakat akhirnya akan sadar pada suatu fakta bahwa inflasi adalah kebijakan yang disengaja (deliberate policy) yang akan terus berulang tiada akhir (go on endlessly); ketika ledakan kesadaran ini muncul serentak, semua orang ingin secepatnya menukar uang yang dipegangnya dengan benda riil – tidak perduli mereka membutuhkannya atau tidak, tidak perduli pula berapa banyak uang kertas yang mereka butuhkan untuk ditukarkan ke benda riil tersebut.

Dalam waktu yang sangat singkat, dalam bilangan minggu atau bahkan hari, apa yang dahulunya disebut sebagai uang, kini tidak lagi berlaku sebagai alat tukar. Uang kertas telah menjadi kertas bekas, yang orang tidak lagi mau menukar barang apapun dengan kertas bekas ini.

Inilah yang sudah pernah terjadi di Amerika tahun 1781 dengan uang Continental, di Perancis tahun 1796 dengan uang Territoriaux dan dengan uang Mark Jerman pada tahun 1923. Kejadian serupa akan terjadi lagi bila kondisi yang sama muncul.

Setelah menulis prediksi yang mengerikan di Bab III tersebut; penulis menghibur bangsa Amerika di Bab IV yaitu solusi menghadapi krisis ini. Apa yang dia sarankan? Tidak sulit menduganya; dia menyarankan untuk melindungi asset diri dan keluarga hendaknya warga Amerika berinvestasi pada emas, perak, minyak, bahan-bahan kebutuhan pokok seperti produk pertanian dan sejenisnya.

Dalam kesimpulan akhirnya penulis ini juga menjelaskan prediksinya akan uang alternatif yang kedepannya akan sangat dominan perannya yaitu apa yang dia sebut sebagai Digital Gold Currency; yang dia jadikan contoh adalah GoldMoney yang sudah mulai ada di pasar sejak tahun 2001. Sayang si penulis nampaknya belum mengenal M-Dinar ; kalau seandainya dia sudah mengenal M-Dinar ini, dia akan tahu betapa dekat prediksi dia dengan realita di hampir seluruh penjuru dunia.

Isi buku karya Charles Goyette ini memang sangat dekat dengan pemikiran utama di DinarIslam.com; bukan karena kami nyontek dia (karena tulisan-tulisan kami lahir lebih dulu dari tulisan dia!), bukan pula sebaliknya dia nyontek pemikiran kami (kecil sekali kemungkinannya dia membaca dan memahami DinarIslam.com!) ; tetapi adalah karena sifat kebenaran yang fitrah.

Ketika kami mengungkapkan kebenaran dari sudut pandang keIslaman kami yang berasal dari Qur’an dan Hadits (misalnya Riba yang pasti dihancurkan Allah QS 2: 276) ;  orang lain yang mengkaji kebenaran berdasarkan ilmunya dengan jujur seperti Charles Goyette – kemungkinan besarnya memang akan berkesimpulan yang sama dengan kesimpulan kami tersebut.

Jadi kalau di Al-Qur’an sudah dikabarkan bahwa Riba akan dihancurkan oleh Allah (QS 2 :276), kemudian secara ilmiah oleh Charles Goyette juga disimpulkan yang sama bahwa Dollar nan ribawi akan hancur – maka apakah kita masih akan percayai US Dollar? Maukah kita naik kereta Dollar/Debt Express menuju tempat yang namanya The Crack-up Boom? Saya rasa tidak. Wa Allahu A’lam.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Political EconomyComments (0)

M-Dinar & Peluang yang Hadir Bersamanya


Waktu serasa tidak pernah cukup di tempat kami; sangat banyak yang ingin dikerjakan dan sangat sedikit waktu yang tersedia.

Namun alhamdulillah kami berhasil menyelesaikan proyek-demi proyek yang insya Allah bermanfaat bagi umat satu per satu. Salah satu diantaranya adalah proyek M-Dinar – tentu tetap perlu penyempurnaan terus menerus dari waktu ke waktu.

Kalau Anda hari-hari ini mengakses www.m-dinar.com dari Handphone Anda, Anda akan melihat ada menu M-Account.  Menu ini sudah berfungsi, namun kalau Anda belum memiliki M-Account tentu belum bisa menggunakannya. Cara memperoleh M-Account ini dapat dilihat langsung di menu Full Web di situs yang sama.

M-Dinar intinya adalah sebuah Sistem Pembayaran Berbasis Dinar Emas atau Gold Dinar Payment System. M-Dinar ini menjadi sangat strategis karena insya Allah akan dapat melengkapi implementasi penggunaan Dinar di masyarakat secara praktis.

Kita tahu bahwa 2 dari 3 fungsi uang – yaitu sebagai Store of Value dan sebagai Unit of AccountAlhamdulillah telah menyebar luas di masyarakat antara lain melalui agen-agen kami.  Nah sekarang giliran fungsi ke-3-nya yaitu sebagai Alat Tukar atau Medium of Exchange yang akan diperankan oleh M-Dinar.

Bertransaksi dengan Dinar secara fisik di zaman ini memang kurang praktis, karena selain membawa-bawa koin emas tidak semudah membawa uang kertas, juga karena uang Dinar Emas memiliki nilai nominal yang tinggi sehingga tidak mudah untuk belanja barang-barang yang bernilai kecil.

Di sisi lain ada benda modern yang saat ini selalu dibawa oleh manusia zaman ini – hampir oleh seluruh tingkatan sosial – yaitu handphone atau mobile phone. Teknologi mobile phone juga semakin maju sehingga internet berkecepatan tinggi sudah atau segera akan bisa diakses oleh hampir keseluruhan pemegang handphone tersebut.

Inilah dasarnya sehingga aplikasi pembayaran berbasis Dinar yang kami kembangkan ini berorientasi pada akses internet 3G, GPRS, dlsb. yang sudah luas disediakan oleh seluruh operator Cellular. Meskipun orientasinya menggunakan Cellular, tentu Anda juga dapat mengakses seluruh fasilitas M-Dinar ini dari PC atau Notebook Anda.

Sebagai alat bayar, apalagi orientasi kita global – maka sistem pembayaran ini haruslah sangat aman. Untuk ini kami gunakan proteksi berlapis mulai dari enkripsi data di https, user id, password, rekonfirmasi via email sebelum transaksi dieksekusi – dan tentu yang tidak dimiliki oleh sistem pembayaran berbasis uang kertas adalah backup fisik emas yang harus ada di setiap transaksi.

Fisik emas dari setiap pemilik account M-Dinar disimpan oleh Sharf atau Trusted Third Party (TTP) seperti di tempat kami dan mitra-mitranya kelak di dalam maupun luar negeri. Ketika pemilik account akan mengeluarkan emasnya dari M-Dinar system, verifikasi berikutnya dilakukan di Sharf atau TTP tersebut – sehingga hanya oleh yang benar-benar yang berhak Dinar bisa dikeluarkan dari sistem.

Hal ini akan menambah pengaman berikutnya, karena seandainya hacker berhasil membobol account sekalipun – dia tidak akan memperoleh apa-apa karena tidak akan mudah bagi dia untuk lolos juga dengan mengambil Dinarnya secara fisik.

Berikut adalah contoh-contoh penggunaan M-Dinar yang segera dapat dinikmati oleh masyarakat.

  1. Dalam membahas likwiditas Dinar di tulisan saya sebelumnya, saya jelaskan bahwa terbaik menjual kembali Dinar Anda ke sesama anggota. Melalui M-Dinar inilah nanti Anda dapat saling berjual beli Dinar Anda dengan pengguna lain yang akan kita fasilitasi dalam menu khusus di M- Dinar. Lebih detil nanti akan kami jelaskan SOP-nya.
  2. Jual beli Dinar dengan Sharf (tempat penukaran uang kertas ke Dinar seperti Dinar Islam) Anda akan menjadi jauh lebih mudah karena Dinar tidak harus dibawa-bawa secara fisik kecuali Anda memang menghendaki fisiknya diserahkan.
  3. Organisasi-organisasi seperti koperasi yang sudah lazim jual beli ke sesama anggota, sekarang dapat menggunakan account Dinar ini sebagai media transaksinya. Kalau Ada pembaca yang berminat mengorganisir koperasi syariah berbasis Dinar ini – insya Allah kami tertarik untuk terlibat di dalamnya.
  4. Transaksi-transaksi berbasis Dinar Emas antar consumers (C to C), antara entity Business to Consumers (B to C), maupun Business to Business (B to B) – semuanya sekarang secara praktis sudah dapat dilakukan dengan M-Dinar ini.

Dengan hadirnya M-Dinar ini, komplit sudah 3  fungsi uang diperankan oleh Dinar. Silahkan masyarakat yang tertarik untuk mulai mencoba menggunakannya.

Tidak ada gading yang tak retak; sehebat apapun sistem buatan manusia tentu ada kelemahannya juga. Namun inilah upaya yang dapat kita lakukan sampai saat ini – semoga Allah selalu membimbing dan melindungi kita ke depan.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Business OpportunityComments (0)

1 Dari 10 Hasil Puasa: Gerakan Umat Produktif


Mumpung suasana lebaran dan liburan masih menyelimuti kita, saya belum akan menulis tentang perkembangan pasar emas dan sejenisnya. Saya masih ingin menyentuh hal-hal yang mendasar yang menumpuk di kepala selama menjalani i’tikaf sampai akhir pekan lalu. Kali ini saya ingin mengajak pembaca untuk merenungkan dua ayat berikut :
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS 2:183)
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS 2:177)
Ayat pertama adalah ayat yang sangat popular sepanjang bulan puasa lalu, yaitu ayat tentang kewajiban puasa dan target dari puasa itu sendiri agar kita menjadi orang yang bertakwa. Lantas ayat kedua menjelaskan tentang siapa atau seperti apakah orang yang bertakwa itu. Penafsiran ayat Al-Qur’an dengan ayat Al-Qur’an lainnya seperti ini menjadi pilihan pertama bila kita ingin memahami makna suatu ayat.
Jadi dari dua ayat tersebut kita paham target puasa kita dan paham pula menjadi orang seperti apa kita pasca Ramadhan seharusnya. Karena parameter orang bertakwa ini jelas, insyaallah kita sendiri yang bisa mengukur sedekat apa kita bisa mendekati target ini. Untuk ini mari kita list 10 sifat orang bertakwa berdasarkan QS 2 :177 tersebut diatas :
1.     Beriman kepada Allah
2.     Beriman kepada hari kemudian
3.     Beriman kepada malaikat-malaikat
4.     Beriman kepada kitab-kitabNya
5.     Beriman kepada nabi-nabi
6.     Memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir,orang-orang yang meminta-minta, dan memerdekakan hamba sahaya
7.     Mendirikan sholat
8.     Menunaikan zakat
9.     Orang yang menepati janjinya apabila berjanji
10.   Orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan peperangan.
Terlalu panjang tulisan ini bila saya mengulas ke 10 sifat orang bertakwa yang antara lain dihasilkan melalui proses puasa ini, maka pada kesempatan ini saya hanya ingin mengulas satu saja yaitu sifat ke 6 dari orang yang bertakwa : “…Memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir,orang-orang yang meminta-minta, dan memerdekakan hamba sahaya”.
Perhatikan kata kunci “…memberikan…” di penggalan ayat tersebut, siapa yang bisa “…memberikan…” ini ?, pertama pastilah dia orang yang memiliki kelebihan.  Kalau dia pas-pasan, maka dia tidak akan dapat memberikan sesuatu kepada orang lain, semua yang dimilikinya hanya cukup untuk dirinya sendiri. Apalagi kalau dia kekurangan, jangankan bisa “…memberikan…”, sebaliknya dia akan cenderung “…menerima…” atau bahkan “…meminta…” dari yang lain. Kedua, selain ada dia juga mau memberikan sesuatu yang dicintainya – ini akan terjadi bila ada keimanan dalam hatinya (sifat 1 – 5).
Jadi puasa seharusnya menghasilkan orang-orang yang bertakwa yang salah satu sifatnya dia dapat “…memberikan…” yang dicintainya ke orang lain yang berhak, utamanya kerabat. Pemberian ini juga lebih dari apa yang diwajibkan dalam zakat, karena zakat disebut sebagai sifat yang lain dalam ayat ini.
Dari men-tadaburi dua ayat diatas, saya terus berfikir…di Indonesia ada 240 juta penduduk, 85 %-nya muslim, maka ada 204 juta penduduk muslim di Indonesia. Kalau asumsinya yang berada di usia produktif 50% saja, maka ada 102 juta muslim produktif di negeri ini. Bayangkan kalau yang 102 juta ini puasanya berhasil dan derajat takwa tercapai, wow… akan betapa banyak muslim-muslim yang berproduksi berlebih di negeri ini sehingga mampu memberikan sesuatu bagi yang lain.
Kalau ini yang bisa kita hasilkan, pastilah negeri ini tidak perlu tergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pokoknya seperti yang saya tulis awal pekan ini.
Dengan prasangka baik ini, bahwa begitu besar potensi-potensi  produksi sebagai buah dari ketakwaan yang akan terus meningkat setiap tahun sehabis Ramadhan, maka gerakan GeraiDinar dan BMT Daarul Muttaqqin yang awalnya hanya seputar penyebar luasan pengetahuan tentang Dinar, kemudian meningkat menjadi pengadaan dan pengelolaannya, insyaallah akan kita tingkatkan lagi menjadi pendorong peningkatan produktifitas umat kedepannya.
Agar ilmu yang diberikan olehNya ini tidak hanya berhenti di tenggorokan, maka dalam beberapa bulan kedepan insyaallah kami akan luncurkan Gerakan Umat Produktif yang merupakan sebuah Social Network yang Islami. Apa dan bagaimana-nya akan kami jelaskan tahap demi tahap pada waktunya, saat ini platform teknologi untuk ini sedang kami persiapkan. Program Pesantren Wirausaha yang insyaallah akan kick off untuk kelas eksekutif tanggal 10 Oktober 2009 mendatang juga merupakan bagian tak terpisahkan dari master plan peningkatan produktifitas umat ini.
Semoga Allah memudahkan dan menyempurnakan apa yang kita mulai dengan penuh kelemahan ini….Amin.

Mumpung suasana lebaran dan liburan masih menyelimuti kita, saya belum akan menulis tentang perkembangan pasar emas dan sejenisnya. Saya masih ingin menyentuh hal-hal yang mendasar yang menumpuk di kepala selama menjalani i’tikaf sampai akhir pekan lalu. Kali ini saya ingin mengajak pembaca untuk merenungkan 2 ayat berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah (2): 183)

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.(QS. Al-Baqarah (2): 177)

Ayat pertama adalah ayat yang sangat popular sepanjang bulan puasa lalu, yaitu ayat tentang kewajiban puasa dan target dari puasa itu sendiri agar kita menjadi orang yang bertakwa. Lantas ayat kedua menjelaskan tentang siapa atau seperti apakah orang yang bertakwa itu. Penafsiran ayat Al-Qur’an dengan ayat Al-Qur’an lainnya seperti ini menjadi pilihan pertama bila kita ingin memahami makna suatu ayat.

Jadi dari 2 ayat tersebut kita paham target puasa kita dan paham pula menjadi orang seperti apa kita pasca Ramadhan seharusnya. Karena parameter orang bertakwa ini jelas, insya Allah kita sendiri yang bisa mengukur sedekat apa kita bisa mendekati target ini. Untuk ini mari kita list 10 sifat orang bertakwa berdasarkan QS. Al-Baqarah (2): 177 tersebut di atas:

  1. Beriman kepada Allah.
  2. Beriman kepada hari kemudian.
  3. Beriman kepada malaikat-malaikat.
  4. Beriman kepada kitab-kitabNya.
  5. Beriman kepada nabi-nabi.
  6. Memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir,orang-orang yang meminta-minta, dan memerdekakan hamba sahaya.
  7. Mendirikan shalat.
  8. Menunaikan zakat.
  9. Orang yang menepati janjinya apabila berjanji.
  10. Orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan peperangan.

Terlalu panjang tulisan ini bila saya mengulas ke 10 sifat orang bertakwa yang antara lain dihasilkan melalui proses puasa ini, maka pada kesempatan ini saya hanya ingin mengulas satu saja yaitu sifat ke 6 dari orang yang bertakwa : “…Memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir,orang-orang yang meminta-minta, dan memerdekakan hamba sahaya”.

Perhatikan kata kunci “…memberikan…” di penggalan ayat tersebut, siapa yang bisa “…memberikan…” ini? Pertama pastilah dia orang yang memiliki kelebihan.  Kalau dia pas-pasan, maka dia tidak akan dapat memberikan sesuatu kepada orang lain, semua yang dimilikinya hanya cukup untuk dirinya sendiri. Apalagi kalau dia kekurangan, jangankan bisa “…memberikan…”, sebaliknya dia akan cenderung “…menerima…” atau bahkan “…meminta…” dari yang lain. Kedua, selain ada dia juga mau memberikan sesuatu yang dicintainya – ini akan terjadi bila ada keimanan dalam hatinya (sifat 1 – 5).

Jadi puasa seharusnya menghasilkan orang-orang yang bertakwa yang salah satu sifatnya dia dapat “…memberikan…” yang dicintainya ke orang lain yang berhak, utamanya kerabat. Pemberian ini juga lebih dari apa yang diwajibkan dalam zakat, karena zakat disebut sebagai sifat yang lain dalam ayat ini.

Dari men-tadaburi 2 ayat di atas, saya terus berfikir… di Indonesia ada 240 juta penduduk dan 85 %-nya muslim, maka ada 204 juta penduduk muslim di Indonesia. Kalau asumsinya yang berada di usia produktif 50% saja, maka ada 102 juta muslim produktif di negeri ini. Bayangkan kalau yang 102 juta ini puasanya berhasil dan derajat takwa tercapai, wow… akan betapa banyak muslim-muslim yang berproduksi berlebih di negeri ini sehingga mampu memberikan sesuatu bagi yang lain.

Kalau ini yang bisa kita hasilkan, pastilah negeri ini tidak perlu tergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pokoknya seperti yang saya tulis awal pekan ini.

Dengan prasangka baik ini, bahwa begitu besar potensi-potensi  produksi sebagai buah dari ketakwaan yang akan terus meningkat setiap tahun sehabis Ramadhan, maka gerakan Dinar Islam dan BMT Daarul Muttaqqin yang awalnya hanya seputar penyebar luasan pengetahuan tentang Dinar, kemudian meningkat menjadi pengadaan dan pengelolaannya, insya Allah akan kita tingkatkan lagi menjadi pendorong peningkatan produktifitas umat ke depannya.

Agar ilmu yang diberikan olehNya ini tidak hanya berhenti di tenggorokan, maka dalam beberapa bulan ke depan insya Allah kami akan luncurkan Gerakan Umat Produktif yang merupakan sebuah Social Network yang Islami. Apa dan bagaimana-nya akan kami jelaskan tahap demi tahap pada waktunya, saat ini platform teknologi untuk ini sedang kami persiapkan. Program Pesantren Wirausaha yang insya Allah akan kick off untuk kelas eksekutif tanggal 10 Oktober 2009 mendatang juga merupakan bagian tak terpisahkan dari master plan peningkatan produktifitas umat ini.

Semoga Allah memudahkan dan menyempurnakan apa yang kita mulai dengan penuh kelemahan ini… Amin.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

Ketika Allah Mengirimkan Malaikatnya Untuk Menyelesaikan Urusan Kita


(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”. (QS 8:9)
Sebagai orang beriman kita semua yakin bahwa hidup mati kita, rizki kita, jodoh kita dan segala sesuatu yang terjadi ataupun yang tidak terjadi terhadap kita semua sudah tercatat disisinya sebelum Allah menciptakannya (QS 57:72); namun jarang kita merasakan kehadiranNya atau para malaikatNya ketika hal ini (suatu peristiwa) terjadi.
Dalam sejarah peperangan kaum muslimin dari sejak zaman nabi sampai yang terakhir terjadi di Gaza beberapa bulan lalu; banyak kita baca bahwa para mujahidin tersebut begitu nyatanya merasakan kehadiran Allah dan para malaikatNya membantu mereka memenangkan peperangan. Hal ini pun sebagian  diceritakan langsung d Al-Qur’an seperti dalam surat Al Anfal : 9 tersebut diatas.
Selama krisis Gaza banyak pula diceritakan betapa para mujahidin Palestina merasakan langsung kehadiran Allah dan para malaikatNya membantu mereka memenangkan peperangan; diantaranya adalah cerita berlariannya tentara Yahudi karena mendengar gemuruh pasukan berkuda (padahal zaman sekarang tidak ada pasukan berkuda); ditundukkannya anjing-anjing pelacak Yahudi hanya dengan ‘diajak omong’ oleh pasukan Islam yang lagi menjulurkan kepalanya di permukaan tanah (badannya bersembunyi dalam tanah); lolosnya pengiriman senjata ke garis depan peperangan karena penjaga perbatasan diajak ngomong oleh seorang ‘nenek’ dlsb-dlsb.
Di saat kita tidak berharap ke sesuatu selain hanya kepadaNya, kehadiran Allah dan malaikat-malaikat yang dikirimkanNya ternyata juga dapat dirasakan oleh orang-orang awam seperti kita.
Semalam hal inipun dirasakan oleh keluarga besar GeraiDinar; ketika salah satu programmer yang membuat program grafik harga Dinar yang jadi rujukan andalan di Geraidinar.Com memerlukan 4 kantong donor darah A+ untuk persiapan operasinya. Di seluruh kantor PMI dan bank-bank darah di Jakarta habis persediaan darah di musim lebaran ini karena sepanjang Ramadhan sangat sedikit orang yang mendonorkan darahnya. Sampai menjelang tengah malam di kantor PMI Kramat kami tidak peroleh darah yang dibutuhkan satu kantong-pun, sehingga kami dengan lunglai memutuskan untuk pulang dengan harapan akan berusaha mencari kembali besuk pagi.
Sebelum sampai mobil, salah satu dari kami mendapatkan telepon bahwa “tetangga dari teman dari ponakan” bersedia menyumbangkan darah A+ malam itu juga. ‘Malaikat’ ini akan segera berangkat dari rumahnya diujung selatan Jakarta tengah malam itu juga, mengemudikan mobil sendiri untuk secepatnya sampat Kramat untuk mendonorkan darahnya kepada orang yang sebenarnya nggak ada hubungan sama sekali – recipient-nya hanya “om dari temen dari tetangganya”.
Coba kita bayangkan pada diri kita, kebanyakan dari diri kita. Bersedia kah kita tengah malam dibangunin tetangga, untuk kemudian saat itu juga harus berangkat nyetir mobil sendiri dari pinggiran kota ke pusat kota untuk menyumbangkan darah kepada orang yang bahkan tidak kita kenal sama sekali ?. Kemungkinan besarnya kita tidak akan tergerak untuk melakukan hal ini; tetapi nyatanya ada orang-orang yang bisa melakukan hal ini – siapakah mereka ini ?; hanya Allah-lah yang bisa menggerakkan hati orang-orang semacam ini.
Orang-orang semacam ini adalah ‘malaikat’ dalam wujud manusia yang digerakkan oleh Allah untuk menolong menyelesaikan masalah kita. Bahkan kalau kita hayati dan rasakan, kita bisa selalu merasakan kehadiranNya pada saat kita membutuhkan. KehadiranNya ini juga bisa kita rasakan ketika Dia mengirim orang-orang yang jujur menjadi mitra bisnis kita, orang-orang yang sabar menjadi klien kita, orang-orang yang berilmu dan ikhlas menjadi guru-guru kita, teman-teman yang hanya mencintai kita karena Allah dlsb. dlsb.
Dr. Yusuf Qaradhawi  mensarikan cara memperoleh pertolongan Allah pada saat kita membutuhkan dalam beberapa butir berikut:
·       Pertolongan Allah hanya diberikan kepada pelaku yang benar-benar turun di lapangan untuk berjuang. (QS 8 :9)
·       Pertolongan Allah hanya diberikan kepada orang-orang yang menolong agamaNya. (QS 47:7)
·       Hamba yang ikhlas dan memurnikan ibadah kepadaNya (QS 10:22)
·       Hamba yang mensucikan diri dari mengkonsumsi segala hal yang diharamkanNya. (Hadits)
·       Hamba yang menderita. (QS 21 : 87-88)
·       Hamba yang terus berdo’a karena tidak tahu kapan do’anya akan dikabulkan – tidak tergesa-gesa. (Hadits).
Pekerjaan membangun ekonomi yang berkeadilan dan bebas riba di tengah arus kapitalisme global nan ribawi sungguh merupakan pekerjaan yang sangat besar, yang hanya bisa diselesaikan dengan kekuatan yang sangat besar  - yang jelas diluar kemampuan kita manusia yang lemah ini. Namun karena yang akan menolong kita adalah Allah yang Maha Besar, maka insyallah tidak akan ada hal yang merintangi upaya kita untuk memujudkan berlakunya aturan syariah di bumi ini. Syaratnya ya itu tadi, kita harus berjuang untuk bisa menghadirkan pertolongan Allah dengan terjun langsung ke lapangan perjuangan (tidak cukup berwacana, berseminar dan berdebat), menolong agama Allah, ikhlas, mensucikan diri, bersedia menderita dan terus tidak berhenti berdo’a.
Semoga kekurangan kekurangan atas apa yang kita lakukan, Dia pula yang menyempurnakan karena Dia-lah yang Maha Sempurna…Amin.

(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS. Al-Anfaal (8): 9)

Sebagai orang beriman kita semua yakin bahwa hidup mati kita, rizki kita, jodoh kita dan segala sesuatu yang terjadi ataupun yang tidak terjadi terhadap kita semua sudah tercatat disisinya sebelum Allah menciptakannya (QS 57:72); namun jarang kita merasakan kehadiranNya atau para malaikatNya ketika hal ini (suatu peristiwa) terjadi.

Dalam sejarah peperangan kaum muslimin dari sejak zaman nabi sampai yang terakhir terjadi di Gaza beberapa bulan lalu; banyak kita baca bahwa para mujahidin tersebut begitu nyatanya merasakan kehadiran Allah dan para malaikatNya membantu mereka memenangkan peperangan. Hal ini pun sebagian diceritakan langsung di Al-Qur’an seperti dalam surat Al Anfaal: 9 tersebut di atas.

Selama krisis Gaza banyak pula diceritakan betapa para mujahidin Palestina merasakan langsung kehadiran Allah dan para malaikatNya membantu mereka memenangkan peperangan; diantaranya adalah cerita berlariannya tentara Yahudi karena mendengar gemuruh pasukan berkuda (padahal zaman sekarang tidak ada pasukan berkuda); ditundukkannya anjing-anjing pelacak Yahudi hanya dengan ‘diajak omong’ oleh pasukan Islam yang lagi menjulurkan kepalanya di permukaan tanah (badannya bersembunyi dalam tanah); lolosnya pengiriman senjata ke garis depan peperangan karena penjaga perbatasan diajak ngomong oleh seorang ‘nenek’, dlsb-dlsb.

Di saat kita tidak berharap ke sesuatu selain hanya kepadaNya, kehadiran Allah dan malaikat-malaikat yang dikirimkanNya ternyata juga dapat dirasakan oleh orang-orang awam seperti kita.

Semalam hal inipun dirasakan oleh keluarga besar Dinar Islam; ketika salah satu programmer yang membuat program grafik harga Dinar yang jadi rujukan andalan di DinarIslam.com memerlukan 4 kantong donor darah A+ untuk persiapan operasinya. Di seluruh kantor PMI dan bank-bank darah di Jakarta habis persediaan darah di musim Lebaran ini karena sepanjang Ramadhan sangat sedikit orang yang mendonorkan darahnya. Sampai menjelang tengah malam di kantor PMI Kramat kami tidak peroleh darah yang dibutuhkan satu kantong-pun, sehingga kami dengan lunglai memutuskan untuk pulang dengan harapan akan berusaha mencari kembali besok pagi.

Sebelum sampai mobil, salah satu dari kami mendapatkan telepon bahwa “tetangga dari teman dari ponakan” bersedia menyumbangkan darah A+ malam itu juga. ‘Malaikat’ ini akan segera berangkat dari rumahnya di ujung selatan Jakarta tengah malam itu juga, mengemudikan mobil sendiri untuk secepatnya sampai Kramat untuk mendonorkan darahnya kepada orang yang sebenarnya nggak ada hubungan sama sekali – recipient-nya hanya “om dari temen dari tetangganya”.

Coba kita bayangkan pada diri kita, kebanyakan dari diri kita. Bersedia kah kita tengah malam dibangunin tetangga, untuk kemudian saat itu juga harus berangkat nyetir mobil sendiri dari pinggiran kota ke pusat kota untuk menyumbangkan darah kepada orang yang bahkan tidak kita kenal sama sekali? Kemungkinan besarnya kita tidak akan tergerak untuk melakukan hal ini; tetapi nyatanya ada orang-orang yang bisa melakukan hal ini – siapakah mereka ini? Hanya Allah-lah yang bisa menggerakkan hati orang-orang semacam ini.

Orang-orang semacam ini adalah ‘malaikat’ dalam wujud manusia yang digerakkan oleh Allah untuk menolong menyelesaikan masalah kita. Bahkan kalau kita hayati dan rasakan, kita bisa selalu merasakan kehadiranNya pada saat kita membutuhkan. KehadiranNya ini juga bisa kita rasakan ketika Dia mengirim orang-orang yang jujur menjadi mitra bisnis kita, orang-orang yang sabar menjadi klien kita, orang-orang yang berilmu dan ikhlas menjadi guru-guru kita, teman-teman yang hanya mencintai kita karena Allah, dlsb.

Dr. Yusuf Qaradhawi mensarikan cara memperoleh pertolongan Allah pada saat kita membutuhkan dalam beberapa butir berikut:

  • Pertolongan Allah hanya diberikan kepada pelaku yang benar-benar turun di lapangan untuk berjuang. (QS. Al-Anfaal (8): 9)
  • Pertolongan Allah hanya diberikan kepada orang-orang yang menolong agamaNya. (QS. Muhammad (47): 7)
  • Hamba yang ikhlas dan memurnikan ibadah kepadaNya. (QS 10:22)
  • Hamba yang mensucikan diri dari mengkonsumsi segala hal yang diharamkanNya. (Hadits)
  • Hamba yang menderita. (QS. Al-Anbiyaa’ (21): 87-88)
  • Hamba yang terus berdo’a karena tidak tahu kapan do’anya akan dikabulkan – tidak tergesa-gesa. (Hadits).

Pekerjaan membangun ekonomi yang berkeadilan dan bebas riba di tengah arus kapitalisme global nan ribawi sungguh merupakan pekerjaan yang sangat besar, yang hanya bisa diselesaikan dengan kekuatan yang sangat besar  - yang jelas di luar kemampuan kita manusia yang lemah ini. Namun karena yang akan menolong kita adalah Allah Yang Maha Besar, maka insya Allah tidak akan ada hal yang merintangi upaya kita untuk memujudkan berlakunya aturan syariah di bumi ini. Syaratnya ya itu tadi, kita harus berjuang untuk bisa menghadirkan pertolongan Allah dengan terjun langsung ke lapangan perjuangan (tidak cukup berwacana, berseminar dan berdebat), menolong agama Allah, ikhlas, mensucikan diri, bersedia menderita dan terus tidak berhenti berdo’a.

Semoga kekurangan atas apa yang kita lakukan, Dia pula yang menyempurnakan karena Dia-lah Yang Maha SempurnaAmin.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Islamic ViewComments (0)

I’tikaf Dan Terapi Gelas Panas


Sekian tahun lalu ketika saya masih bekerja di lingkungan yang stress-full, salah satu teknik yang saya pakai untuk mengendalikan stress adalah apa yang disebut Terapi Gelas Panas.

Prinsipnya sederhana saja, persis seperti kita memegang gelas panas – semakin panas suatu gelas (karena isinya air panas) semakin sebentar kita bisa memegangnya. Bila kita memaksakan memegang gelas panas tersebut dalam waktu yang lebih lama – maka tangan kita bisa melepuh dibuatnya. Kita tahu secara reflek kapan tepatnya harus melepas gelas dari tangan kita sebelum tangan kita melepuh, bahkan kalau kita tadinya tidak tahu suatu gelas terlalu panas untuk kita pegang – baru menyentuh saja tangan kita langsung kita lepaskan kembali.

Setelah dibiarkan agak dingin, maka kita coba untuk memegangnya kembali. Bila waktunya cukup aman gelas tersebut kita pegang – tanpa membuat tangan melepuh, maka baru gelas bisa kita pegang terus sampai keperluan kita selesai.

Menangani masalah yang menyita pikiran juga demikian; bila suatu masalah terlalu berat untuk kita pikirkan – maka jangan dipaksa terus dipikirin sampai terbawa mimpi, bisa stress kita dibuatnya. Pikirkan sedikit saja dahulu untuk sekedar tahu ada masalah tersebut, kemudian lepas lagi dari pikiran kita.

Sering masalah yang kita hadapi tidak seburuk awalnya ketika masalah tersebut pertama kali muncul, masalah-masalah yang membuat stress terkadang justru masalah sederhana saja tetapi awal kemunculannya pada waktu yang kita tidak siap menerimanya. Maka cari waktu yang baik ketika pikiran kita siap benar mengatasi masalah tersebut, dan selesaikan pada waktu-waktu yang baik tersebut.

Beruntunglah bagi umat ini yang diberi syariat untuk menegakkan shalat 5 waktu, karena shalat yang khusu’ akan dapat menyegarkan dan memulihkan pikiran kita dari waktu ke waktu. Di tengah pekerjaan yang sangat rumit dari pagi sekalipun, datang waktu dhuhur kita lepas sejenak pekerjaan tersebut dengan shalat. Habis dhuhur dilanjutkan kembali dan dilepas waktu shalat Ashar, begitu seterusnya – maka insya Allah tidak akan sempat stress pikiran kita. Terapi gelas panas berupa shalat ini, hanya dimiliki ummat Islam dan khususnya yang rajin menegakkan shalat dengan khusu’ – soalnya kalau shalatnya tidak khusu’ bahkan masalah yang ada akan terbawa sampai shalat sekalipun!

Kalau shalat menjadi Terapi Gelas Panas untuk mengatasi masalah yang bersifat harian, ada lagi yang lebih hebat karena bisa mengatasi masalah yang sifatnya menahun yaitu I’tikaf. I’tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Para ulama sepakat bahwa i’tikaf, khususnya 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, adalah ibadah yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Beliau sendiri melakukanya 10 hari penuh di bulan Ramadhan. Aisyah, Umar bin Khattab, dan Anas bin Malik menegaskan hal itu, Adalah Rasulullah SAW beri’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan, pada tahun wafatnya Rasulullah SAW beri’tikaf selama 20 hari.

Menurut Ibnu Qayyim I’tikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati beri’tikaf dan bersimpuh di hadapan Allah, berkhalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah.

Dengan syariat i’tikaf inilah kita bisa melepas ‘gelas panas’ atau masalah  yang kita pegang menahun, bahkan kita pegang sepanjang karir kita – untuk mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah, mohon ampunanNya, mohon petunjukNya agar setelah i’tikaf kita menjadi orang yang lebih baik – lebih dekat kejalanNya.

Begitu seharusnya setiap kali kita selesai melaksanakan i’tikaf, kita seperti menaiki anak tangga – yang dari waktu ke waktu semakin dekat- semakin dekat kepadaNya.

Buku “Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham”, yang kemudian diimplementasikan dalam gerakan Dinar dan kemudian lahirnya situs ini, juga diawali dari i’tikaf di Masjidil Haram (2006).

Malam ini memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, waktunya saya berangkat i’tikaf kembali. Maka sesudah tulisan ini, saya mohon diri kepada para pembaca untuk tidak menulis dan tidak menjawab email selama masa i’tikaf. Insya Allah bila masih diberi usia, diberi rizki ilmu, dlsb., selesai i’tikaf di awal bulan Syawal saya akan mulai menulis dan menjawab email kembali.

Aktifitas rutin Dinar Islam sendiri tetap akan buka untuk melayani  masyarakat yang membutuhkan Dinar atau informasi tentang Dinar. Untuk ini silahkan menghubungi Customer Services kami via telepon di 021 722 3411 dan 0818 88 7224, atau via sms ke SMS Centre 0811 88 7224, atau via email ke info@dinarislam.com atau langsung ke Sofi (sofi@dinarislam.com) dan Eny (eny@dinarislam.com).

Dinar Islam akan libur Lebaran mulai tanggal 21 September 2009 – 25 September 2009. Pada saat libur Lebaran ini, transaksi ditiadakan dan Customer Cervices juga ikut libur. Khusus untuk layanan SMS & email insya Allah tetap ONLINE 24 JAM!

Selamat Iedul Fitri 1430 H, Taqaballahu Minna Wa Minkum….

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Islamic ViewComments (0)


Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Nilai Tukar Rupiah - Mata Uang lain

Sofi is offlineEny is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes