Tag Archive | "dinar emas"

Dinar Emas Sebagai Personal Purchasing Power Protection


Dari 20 tahun pengalaman saya di industri asuransi dan bergelut dengan berbagai produk proteksi risiko; ada 1 risiko yang pasti kita alami tetapi tidak ada satupun proteksi asuransi untuk men-cover-nya, risiko ini adalah menyusutnya daya beli uang kita yang kita kumpulkan dengan keringat dan kadang air mata bertahun-tahun.

Agar tidak ada yang tersinggung di negeri ini, saya ambilkan contoh uang negeri Paman Sam yang dijadikan sebagai rujukan uang lain di dunia sampai saat ini. Perhatikan grafik dari Casey Research di samping. Sejak Amerika tidak lagi menggunakan emas sebagai standard uangnya tahun 1971 sampai  sekarang, uang US$ telah kehilangan 82% daya belinya. Dengan kata lain Dollar Amerika sekarang hanya memiliki 18 % daya beli ketimbang Dollar yang sama tahun 1971.

Penyusutan daya beli US$ ini akan terus terjadi dan bahkan akan cenderung lebih cepat karena laju ?pencetakan uang? mereka melonjak sejak krisis finansial 2 tahun terakhir. Perhatikan grafik di bawah untuk ini. Laju menurunnya daya beli US$ ini juga dipercepat oleh realita ? realita berikut :

  • Hutang nasional mereka sebesar US$ 11.6 trilyun yang melebihi GDP 2009 yang hanya US$ 8.3 trilyun.
  • Pengeluaran pemerintah sampai saat ini (YTD) US$ 2.4 trilyun yang 2 kali dari pendapatan pajak US$ 1.2 trilyun.
  • Unfunded liability (tanggungan pemerintah yang tidak di back-up dengan asset yang mencukupi) mencapai US$ 58.7 trilyun yang terdiri dari  Biaya kesehatan US$ 39.6 trilyun; biaya sosial 10.6 trilyun; biaya lain-lain US$ 8.5 trilyun.

Realita-realita tersebut-lah yang akan mendorong US$ terus menurun daya belinya dan bukan menaik seperti pendapat di beberapa blog yang tidak sependapat dengan pendapat saya.

Board of Governors Monetary Base

Memang dalam jangka pendek bisa saja daya beli US$ ini naik sesaat, seperti yang pernah terjadi awal Maret 2009 lalu ketika dunia berburu US$ yang langka saat itu ? US$ Index sempat mencapai angka diatas 89. Namun setelah kondisi normal, kekuatan US$ yang diukur dengn US$ Index terus mengalami penurunan hingga saat ini yang angkanya hanya berada di kisaran 75.  Angka US$ Index ini 5 tahun lalu berada di kisaran 90-an ke atas.

Nasib yang dialami US$ ini sebenarnya juga cerminan apa yang dialami oleh mata uang-mata uang negara lain yang menjadikan US$ sebagai gurunya. Bahkan sebagai murid, kondisinya kebanyakan lebih buruk dari apa yang dilakukan oleh sang guru; ingat pepatah ?Guru?Berdiri, Murid?Berlari??.

Jadi risiko penurunan daya beli uang kita ? apapun nama mata uang kertas kita ? adalah risiko yang pasti terjadi. Lantas bagaimana kita menyikapi risiko yang satu ini? Lha wong tidak ada 1 asuransi-pun yang bisa menjamin atau memberi proteksi kita terhadap risiko penurunan daya beli uang kita ini.

Secara pribadi, kita bisa membuat sendiri proteksi terhadap hasil jerih payah kita dengan apa yang disebut 4P singkatan dari Personal Purchasing Power Protection; yaitu perlindungan pribadi untuk daya beli uang kita.

Salah satu 4P yang paling sederhana namun sangat efektif dan sudah terbukti reliabilitasnya ya Dinar atau emas. Dibandingkan US$ yang kehilangan 82% daya belinya sejak 1971 misalnya; daya beli emas malah naik 3.5 kalinya sejak saat itu.

Kalau mau repot sedikit, tetapi hasilnya insya Allah bisa lebih baik dari emas sebagai 4P ya investasi di sektor riil. Pelihara kambing, pelihara sapi, menanam pohon; memproduktifkan lahan-lahan yang nganggur, dlsb.

Jadi yang tidak setuju dengan saya silahkan saja kalau mau tetap pakai US$; saya akan tetap pilih Dinar sebagai 4P saya, selain juga pelihara sapi, pelihara kambing, dst. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (2)

M-Dinar & Peluang yang Hadir Bersamanya


Waktu serasa tidak pernah cukup di tempat kami; sangat banyak yang ingin dikerjakan dan sangat sedikit waktu yang tersedia.

Namun alhamdulillah kami berhasil menyelesaikan proyek-demi proyek yang insya Allah bermanfaat bagi umat satu per satu. Salah satu diantaranya adalah proyek M-Dinar – tentu tetap perlu penyempurnaan terus menerus dari waktu ke waktu.

Kalau Anda hari-hari ini mengakses www.m-dinar.com dari Handphone Anda, Anda akan melihat ada menu M-Account.  Menu ini sudah berfungsi, namun kalau Anda belum memiliki M-Account tentu belum bisa menggunakannya. Cara memperoleh M-Account ini dapat dilihat langsung di menu Full Web di situs yang sama.

M-Dinar intinya adalah sebuah Sistem Pembayaran Berbasis Dinar Emas atau Gold Dinar Payment System. M-Dinar ini menjadi sangat strategis karena insya Allah akan dapat melengkapi implementasi penggunaan Dinar di masyarakat secara praktis.

Kita tahu bahwa 2 dari 3 fungsi uang – yaitu sebagai Store of Value dan sebagai Unit of AccountAlhamdulillah telah menyebar luas di masyarakat antara lain melalui agen-agen kami.  Nah sekarang giliran fungsi ke-3-nya yaitu sebagai Alat Tukar atau Medium of Exchange yang akan diperankan oleh M-Dinar.

Bertransaksi dengan Dinar secara fisik di zaman ini memang kurang praktis, karena selain membawa-bawa koin emas tidak semudah membawa uang kertas, juga karena uang Dinar Emas memiliki nilai nominal yang tinggi sehingga tidak mudah untuk belanja barang-barang yang bernilai kecil.

Di sisi lain ada benda modern yang saat ini selalu dibawa oleh manusia zaman ini – hampir oleh seluruh tingkatan sosial ? yaitu handphone atau mobile phone. Teknologi mobile phone juga semakin maju sehingga internet berkecepatan tinggi sudah atau segera akan bisa diakses oleh hampir keseluruhan pemegang handphone tersebut.

Inilah dasarnya sehingga aplikasi pembayaran berbasis Dinar yang kami kembangkan ini berorientasi pada akses internet 3G, GPRS, dlsb. yang sudah luas disediakan oleh seluruh operator Cellular. Meskipun orientasinya menggunakan Cellular, tentu Anda juga dapat mengakses seluruh fasilitas M-Dinar ini dari PC atau Notebook Anda.

Sebagai alat bayar, apalagi orientasi kita global ? maka sistem pembayaran ini haruslah sangat aman. Untuk ini kami gunakan proteksi berlapis mulai dari enkripsi data di https, user id, password, rekonfirmasi via email sebelum transaksi dieksekusi ? dan tentu yang tidak dimiliki oleh sistem pembayaran berbasis uang kertas adalah backup fisik emas yang harus ada di setiap transaksi.

Fisik emas dari setiap pemilik account M-Dinar disimpan oleh Sharf atau Trusted Third Party (TTP) seperti di tempat kami dan mitra-mitranya kelak di dalam maupun luar negeri. Ketika pemilik account akan mengeluarkan emasnya dari M-Dinar system, verifikasi berikutnya dilakukan di Sharf atau TTP tersebut ? sehingga hanya oleh yang benar-benar yang berhak Dinar bisa dikeluarkan dari sistem.

Hal ini akan menambah pengaman berikutnya, karena seandainya hacker berhasil membobol account sekalipun ? dia tidak akan memperoleh apa-apa karena tidak akan mudah bagi dia untuk lolos juga dengan mengambil Dinarnya secara fisik.

Berikut adalah contoh-contoh penggunaan M-Dinar yang segera dapat dinikmati oleh masyarakat.

  1. Dalam membahas likwiditas Dinar di tulisan saya sebelumnya, saya jelaskan bahwa terbaik menjual kembali Dinar Anda ke sesama anggota. Melalui M-Dinar inilah nanti Anda dapat saling berjual beli Dinar Anda dengan pengguna lain yang akan kita fasilitasi dalam menu khusus di M- Dinar. Lebih detil nanti akan kami jelaskan SOP-nya.
  2. Jual beli Dinar dengan Sharf (tempat penukaran uang kertas ke Dinar seperti Dinar Islam) Anda akan menjadi jauh lebih mudah karena Dinar tidak harus dibawa-bawa secara fisik kecuali Anda memang menghendaki fisiknya diserahkan.
  3. Organisasi-organisasi seperti koperasi yang sudah lazim jual beli ke sesama anggota, sekarang dapat menggunakan account Dinar ini sebagai media transaksinya. Kalau Ada pembaca yang berminat mengorganisir koperasi syariah berbasis Dinar ini ? insya Allah kami tertarik untuk terlibat di dalamnya.
  4. Transaksi-transaksi berbasis Dinar Emas antar consumers (C to C), antara entity Business to Consumers (B to C), maupun Business to Business (B to B) ? semuanya sekarang secara praktis sudah dapat dilakukan dengan M-Dinar ini.

Dengan hadirnya M-Dinar ini, komplit sudah 3  fungsi uang diperankan oleh Dinar. Silahkan masyarakat yang tertarik untuk mulai mencoba menggunakannya.

Tidak ada gading yang tak retak; sehebat apapun sistem buatan manusia tentu ada kelemahannya juga. Namun inilah upaya yang dapat kita lakukan sampai saat ini ? semoga Allah selalu membimbing dan melindungi kita ke depan.

Posted in Business OpportunityComments (0)

Dinar Untuk Investasi Korporasi


Sejak IMF mentabukan penggunaan emas sebagai referensi mata uang dunia akhir 1971; emas seolah-olah menghilang dari khasanah investasi para pengelola dana korporasi. Namun kini perlahan tetapi pasti korporasi-korporasi dunia mulai melirik kembali emas sebagai investasi, setelah dunia babak belur dengan saham, depresiasi nilai mata uang kertas dan berbagai ketidak pastian investasi lainnya.

Sayangnya di negeri ini ?ketabuan? nampaknya masih mendominasi instrumen investasi yang satu ini, sampai-sampai berbagai  peraturan pemerintah-pun luput dari mengaturnya. Contohnya belum lama ini teman-teman di industri asuransi diskusi dengan saya, ternyata tidak atau belum ada aturan yang mengatur bagaimana investasi emas ini diperlakukan kaitannya dengan pengelolaan Risk Based Capital (RBC) atau kalau di bank Capital Adequacy Ratio (CAR).

Seandainya diperkenankan, apakah investasi Dinar emas ini menarik bagi perusahaan asuransi misalnya? Data riil yang kami kumpulkan 2 tahun terakhir menunjukkan investasi ini sangat-sangat menarik.

Karena investasi asuransi harus liquid, maka mayoritas industri asuransi sampai saat ini masih meng-investasikan dananya di deposito dan diatur sedemikian rupa sehingga setiap saat ada yang bisa dicairkan untuk membayar klaim. Karena komposisi terbesarnya deposito, maka hasil investasi asuransi-pun rata-rata hanya sedikit di atas deposito. Artinya investasi dana asuransi saat ini hanya berada di kisaran hasil 9% per tahun.

Bandingkan dengan kinerja Dinar dalam grafik di atas; setelah dipotong biaya jual beli 4%-pun hasil Dinar masih jauh dari investasi rata-rata perusahaan asuransi. Lebih jauh lagi perbedaannya apabila investasi yang digunakan adalah investasi jangka panjang 2 tahun misalnya; ketika investasi konvensional mereka hanya mendapatkan hasil belasan persen saja, Dinar bisa memberikan hasil sampai 45%.

Memang perlu dicatat bahwa untuk jangka pendek investasi ini bisa merugi; contoh 6 bulan terakhir harga Dinar sedang turun sampai 9% lebih. Namun peluang kerugian ini bisa diminimalisasi atau bahkan dieliminir dengan membeli Dinar secara bertahap. Dengan pembelian bertahap, maka akan ada average harga yang baik dan menghilangkan unsur spekulatif dalam investasi Dinar emas ini.

Dalam aspek likwiditas, Dinar emas juga tidak perlu diragukan lagi karena bisa dicairkan kembali ke dalam bentuk Rupiah kapan saja.

Kalau Dinar emas bisa menjadi instrumen investasi baru di Industri asuransi, maka Dinar emas juga dapat menjadi instrumen investasi di industri apa-pun.

Kini waktunya para pengelola dana untuk melihat dan mengkaji secara objektif potensi investasi ini; toh di luar negeri korporasi-korporasi besar juga telah menggunakan emas sebagai salah satu instrumen investasinya ? mengapa kita masih men-tabu-kannya?

Yang penting sekali dicatat adalah investasi emas bukan untuk ditimbun ? karena ini sangat dilarang dalam Islam; Investasi emas juga harus dalam bentuk yang terus berputar untuk menggerakkan sektor investasi riil lainnya. Kami siap memberikan solusi masalah ini bila ada korporasi yang  menghendakinya.

Kelak solusi korporasi ini insya Allah akan menjadi business unit khusus yang kita sebut Dinar House, saat ini kami masih mencari mitra yang tepat untuk pengembangan business unit yang satu ini karena akan membutuhkan modal dan SDM yang benar-benar memadai untuk ini. Insya Allah.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Haruskah Dinar Berupa Koin?


Dalam tulisan saya sebelumnya dengan judul ?Dinar Emas : 22 Karat Atau 24 Karat-Kah ?? saya menjelaskan mengenai berapa karat koin Dinar seharusnya. Kali ini saya ingin mengulas lebih dalam menyangkut apakah Dinar harus berupa koin emas atau bisa berupa emas dalam bentuk lain.

Dari sekian banyak sumber yang coba saya gali, satu-satunya dalil kuat yang mengatur tentang Dinar adalah mengatur tentang beratnya ? yaitu apabila dipertukarkan sama jenis (emas dengan emas) haruslah sama beratnya.

Haditsnya adalah Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa?i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ?Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w bersabda: ?(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya?ir dengan sya?ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama jumlahnya  dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.?

Dari tulisan sebelumnya kita ketahui bahwa dunia Islam baru mencetak dan menggunakan Dinar-nya sendiri sekitar tahun 75 H-76 H. Bisa dibayangkan saat itu betapa sulitnya mencetak Dinar dengan baik, lihat Dinar Islam diawal-awal pencetakannya seperti gambar di atas. Kalau dilihat bentuknya, tidak bisa dakatakan standar bukan?

Lebih jauh lagi semasa Rasulullah SAW hidup, Islam belum mencetak Dinarnya sendiri. Kurang lebih Dinar Romawi yang dipakai zaman itu dapat dilihat di Gambar di bawah, Dinar inilah yang kemungkinan besar juga dipakai dalam perdagangan di dunia Islam saat itu. Jadi sekali lagi, bentuk atau tulisan yang ada di Dinar tersebut nampaknya memang tidak diatur secara khusus dalam Islam.

Dengan pengaturan Dinar yang khusus pada berat dan tidak mengatur karat maupun bentuk, sesungguhnya mengandung banyak kemudahan dan fleksibilitas bagi umat Islam sampai akhir zaman untuk dapat tetap menggunakan Dinar emas Islam sebagai timbangan yang adil dalam muamalah dengan cara yang paling praktis sesuai dengan zamannya.

Bayangkan kalau misalnya dipersyaratkan harus berupa koin; maka bagaimana kita bisa melakukan transaksi pembelian barang seharga 0.8501 Dinar misalnya? Juga kalau kita mendanai pembelian Jumbo jet A 380 seharga 2.5 juta Dinar? Yang pertama problem pencetakan Dinar dalam pecahan kecil-kecil, yang kedua ketidak praktisan mencetak 10.6 ton Emas menjadi koin Dinar.

Sebaliknya dengan fokus hanya mengatur beratnya bahwa 1 Dinar adalah 1 mithqal emas yang setara dengan 4.25 gram emas, maka penggunaan Dinar bisa menjadi sangat fleksibel di zaman modern ini sekalipun. Transaksi pertama dalam contoh di atas 0.8501 Dinar maupun transaksi kedua 2.5 juta Dinar keduanya bisa dikelola secara efisien dengan teknologi e-Dinar, m-Dinar, egold, Goldmoney dan lain sebagainya.

Uang Emas Byzantium (Romawi) = Solidos

Uang Emas Byzantium (Romawi) = Solidos

Dalam seluruh sistem transaksi Dinar atau emas berbasis teknologi tersebut di atas, stok Dinar tidak harus dalam bentuk koin yang tercetak Dinar ? melainkan stok emas lantakan yang memiliki berat yang sama. Meskipun permintaaan fisik koin tetap dimungkinkan.

Dr. Wahbah Al-Zuhayli dalam kitabnya yang banyak sekali jadi rujukan para ekonom syariah Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuh, menguraikan tentang keharusan kesamaan berat dan kebebasan bentuk cetakan ini sebagai berikut :

?Bila uang ditukar dengan uang yang sama jenisnya (mis: emas dengan emas), maka keduanya harus memiliki sama berat, bahkan bila keduanya memiliki perbedaan kwalitas (kadar) maupun kwalitas cetakan. Ini mengikuti hadits tersebut diatas ?Emas dengan emas dalam jumlah yang sama??.  Jadi  jumlah emas (diukur dengan berat) adalah satu-satunya pertimbangan??. (Vol I. Bab 8 hal 282)

Penafsiran tersebut diatas akan memudahkan aplikasi Dinar dalam kehidupan sehari-hari kita ke depan. Meskipun kita akan selalu berusaha mencetak koin Dinar sebanyak-banyaknya dengan mitra kita Logam Mulia, kalau kebutuhan masyarakat melebihi dari kemampuan Logam Mulia mencetaknya ? maka account Dinar yang di-backup 100 % dengan emas lantakan seperti contoh tersebut diatas juga dapat menjadi solusi.

Bagaimana kalau pemilik account menghendaki Dinarnya secara fisik? Tentu pengelola account harus memberikannya secara fisik ? hanya kalau karena fisik koinnya tidak bisa dicetak karena terbatasnya kemampuan pencetak koin (di Indonesia hanya Logam Mulia), maka berdasarkan penafsiran hadits oleh Dr. Wahbah Zuhayli tersebut dapat pula diberi emas seberat Dinar yang mau diambil fisiknya tersebut.

Bagaimana dengan kadarnya? Kalau tidak bisa memperoleh kadar yang pas sama (22 karat) kadarnya bisa dilebihi (24 karat ? karena emas lantakan umumnya 24 karat) sehingga tidak merugikan yang berhak menerima. Penerima tidak boleh diberi emas yang beratnya kurang, walaupun kadarnya lebih. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Dinar Emas: 22 Karat atau 24 Karat – kah?


Ada pelajaran yang membekas di benak saya dari guru saya dibidang ekonomi syariah Prof. Didin Hafiduddin dalam menyikapi berbagai hal yang kita temui di kehidupan sehari-hari kita ? dalam hal muamalah maupun dalam hal Ibadah.

Pedomannya sederhana menurut beliau yaitu untuk urusan ibadah ? perhatikan yang diperintahkan dan dicontohkan oleh junjungan kita Muhammad Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam. Di luar yang diperintahkan dan dicontohkan ini ? haram hukumnya dalam Ibadah.

Sebaliknya dalam hal muamalah ? perhatikan yang dilarang , di luar yang dilarang ini boleh hukumnya.

Nah dalam menjawab banyak pertanyaan tentang kadar Emas dalam Dinar, kaidah yang kedua yang saya pakai karena ini bab muamalah. Dalam berbagai buku fiqih yang saya baca, saya tidak menemukan satupun rujukan Ayat Al-Qur?an atau Hadits yang berbicara masalah kadar/karat emas ini.

Kalau toh ada pihak yang berusaha menjelaskan masalah ini, itu pendapat  yang bersangkutan yang bisa benar dan bisa pula salah. Sama juga dengan pendapat saya, bisa benar bisa salah.

Ulama kontemporer zaman ini Dr. Yusuf Al-Qaradawi ?pun ketika secara panjang lebar membahas masalah Dinar dan Dirham dalam Kitab Fiqh Al Zakah (King Abdul Aziz University, 2000);  beliau tidak sedikitpun mengungkit masalah kadar emas dalam Dinar ini.

Beliau hanya mengungkit masalah beratnya yaitu Hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam yang berbunyi kurang lebih ?Timbangan mengikuti yang digunakan penduduk Mekah, Takaran mengikuti yang digunakan penduduk Madinah?.

Dari hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam ini, dalam bahasannya Dr. Qaradawi menyimpulkan bahwa berat 1 Dinar atau 1 Mithqal adalah sama dengan 4.25 gram timbangan saat ini ; sedangkan berat 1 Dirham adalah 2.975 gram.

Kesimpulan yang antara lain didukung dengan hasil penimbangan Dinar yang diterbitkan pada jaman Khalifah Abdul Malik yang ada di musium ini ternyata juga sama beratnya dengan koin emas yang diterbitkan oleh kerajaan Byzantine.

Karena tidak adanya dalil yang mengatur masalah karat ini; maka saya menggunakan logika sejarah untuk memutuskan Dinar dengan kadar berapa yang disebar-luaskan oleh Gerai Dinar. Perlu diingat bahwa Gerai Dinar tidak membuat atau memproduksi Dinar sendiri ? Gerai Dinar hanya menyebar luaskan Dinar yang diproduksi oleh Mitra kita satu-satunya di Indonesia yaitu Logam Mulia ? PT. Aneka Tambang, TBK.

Berikut adalah fakta-fakta sejarah yang dapat saya temukan:

  • Semasa Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam masih hidup; beliau belum (memerintahkan ) mencetak Dinar Islam sendiri. Berarti Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam menggunakan Dinar yang diproduksi oleh dunia di luar Islam.  Apa yang ada sebelum Islam atau di luar Islam kemudian juga digunakan oleh beliau, maka  ini menjadi ketetapan atau taqrir beliau ? yang berati Dinar (uang emas) di luar Islam-pun boleh digunakan oleh umat Islam.
  • Dinar baru mulai dicetak di Kekhalifahan Islam pada jaman Kekhalifahan Mu?awiyah bin Abu Sufyan (41-60H) ; namun pada jaman itu uang emas dari Byzantine tetap juga digunakan bersama Dinar Islam.
  • Pada jaman Kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan (75 H-76 H) barulah beliau melakukan reformasi finansial, dimana hanya Dinar dan Dirham Islam yang dipakai di Kekhalifahan.
  • Sampai abad 19 koin-koin emas yang ada di dunia hanya berkadar antara 0.900 % ? 0.9166 % atau yang paling mendekati adalah 22 karat ( 22 karat = 22/24 = 0.917%)

Jadi dengan fakta-fakta tersebut, manakah yang lebih mendekati Dinar jaman Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam; 22 karat atau 24 karat? Insya Allah Dinar 22 karat yang lebih mendekati, maka inilah pilihan saya.

Baru dalam 2 abad terakhir ketika teknologi pemurnian emas sudah semakin baik, koin emas 24 karat mulai dibuat orang. Meskipun demikian tidak serta-merta koin emas yang ada di dunia lantas rame-rame dibuat dalam kadar 24 karat.

Ketika koin emas digunakan untuk keperluan jual beli sehari-hari (sebagai alat tukar), maka dibutuhkan kekokohan (durability) yang tinggi ?koin emas tersebut tetap dibuat dalam 22 karat. Sampai sekarang-pun koin emas American Eagle, British Britannias, South African Kruggerands tetap dibuat dalam 22 karat.

Demikian pula Dinar emas; yang diterbitkan di Malaysia oleh Islamic Mint Malaysia, di Dubai oleh e-Dinar dan di Indonesia oleh Logam Mulia juga menggunakan 22 karat karena intensinya memang Dinar emas ini suatu saat bisa menjadi Dinar emas yang aktif ? yaitu sebagai alat tukar yang nyata.

Memang ada koin emas yang saat ini diproduksi dalam 24 karat seperti Canadian Maples, Chinese Pandas dan Australian Nuggets, termasuk juga beberapa produksi Logam Mulia ? tetapi koin-koin semacam ini tidak pernah dimaksudkan menjadi alat tukar aktif.

Meskipun pendapat saya ini cenderung untuk menggunakan Dinar 22 karat karena intensinya suatu saat akan menjadi mata uang yang aktif digunakan sehingga dibutuhkan koin yang durable; maka konsisten dengan kaidah di atas ? saya juga tidak bisa menyalahkan pihak-pihak yang menggunakan Dinar 24 karat, lha wong saya nggak ketemu dalil yang melarangnya kok ? apa hak saya untuk menyalahkannya ? Lebih jauh lagi, kalau Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam saja mau menggunakan koin emas yang diproduksi oleh orang-orang di luar Islam ? masa koin emas yang disalurkan saudara kita se-Iman kita tolak ?

Yang penting kita harus jujur, kalau Dinar yang kita perkenalkan 22 karat ? maka katakan demikian. Inilah sebabnya mengapa di sertifikat kita yang menyertai setiap koin Dinar ? kita sebutkan kadar dan beratnya dengan jelas. Semata-mata untuk jujur dan transparan pada para pengguna.

Kalau Anda sempat ke toko-toko emas di Mekah atau Medinah dan nanya Dinar, maka Anda akan diambilkan dalam genggaman tangan beberapa keping Dinar ? tanpa sertifikat. Orang percaya begitu saja mungkin karena di Mekah atau Medinah, tetapi tahukah Anda berapa kadar emasnya? Anda hanya bisa tahu kadarnya kalau dites dengan technology tinggi seperti technology X-Ray yang dimiliki oleh Gerai Dinar dan Logam Mulia.

Lantas bagaimana bila di pasaran ada dua koin Dinar dengan karat yang berbeda ? Saat ini tidak menjadi masyalah karena keduanya masih belum sepenuhnya aktif sebagai alat tukar; kedua koin lebih banyak berfungsi secara efektif sebagai store of value.

Bila keduanya akan mulai aktif sebagai alat tukar yang beredar di pasar, maka seperti kata  Ibnu Taimiyah ? koin yang berkadar lebih tinggi akan dengan sendirinya menghilang dari pasar karena akan cenderung disimpan oleh pemiliknya atau diambil keuntungannya. Inilah mengapa di belahan dunia lain-pun koin 24 karat memang tidak diarahkan untuk menjadi alat tukar yang aktif seperti yang saya berikan contohnya diatas.

Kelak pada waktunya kekhalifahan Islam berdiri tegak; Insya Allah semuanya mengikuti  satu standar yang sama ? tetapi untuk saat ini belum ada yang berhak mengaku paling benar standarnya atau paling benar pemahamannya. Wallahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes