Tag Archive | "bangkrut"

Bagaimana Spekulan Menghancurkan (Ekonomi) Dunia


Meskipun dengan pengalaman 21 tahun di pasar pengelolaan risiko dan investasi, saya tetap tidak mudah untuk dapat memahami bagaimana spekulan menghancurkan ekonomi Indonesia (1997/1998), Amerika (2008) dan Eropa (2010). Sampai baru-baru ini membaca tulisan sederhana dari Dr. Jeffrey Lewis dari Silver-Coin-Investor.com, yang setelah saya corat-coret dalam gambar di samping? saya ketemu gambarannya yang sederhana tentang masalah ini.

Dr. Jeffrey Lewis

Dr. Jeffrey Lewis

Untuk mudahnya memahami ulah spekulan ini, kita gunakan personifikasi 3 oknum yang berteman satu sama lain. Jon si pengutang, Bob dan Jim yang keduanya suka berjudi. Jon yang suka hidup di atas kemampuannya sendiri, selalu berhutang dari satu orang ke orang lain ? dan membayar hutang dengan hutang lainnya.

Bulan ini Jon butuh lagi hutang, dan temannya yang lagi punya duit dari hasil judi ? Bob rela memberi pinjaman Rp 1 juta (huruf A di gambar) ? padahal Bob tahu kalau Jon sebenarnya nggak pernah mampu membayar hutang ini kecuali dengan hutang lainnya! Bagi Bob ini tidak apa, karena berdasarkan teori judi-nya toh nanti dia akan bisa me-recover piutangnya ke Jon lewat judi lagi dengan orang lain ? bahkan menurut teorinya, dia bisa untung karena hutang ini.

Untuk menjalankan teorinya, pergilah Bob ke warung kopi untuk mencari teman yang bisa diajak berjudi ? Warung Kopi ini adalah representasi dari apa yang disebut Derivatives Market di dunia nyata! ketemulah Bob dengan penjudi lainnya bernama Jim yang juga sangat mengenal Jon.

warung-kopi

Warung Kopi (ilustrasi)

Maka Bob bercerita kepada Jim bahwa dia baru memberi pinjaman (lagi) ke Jon sebesar Rp 1 juta; Jim yang tahu tabiat Jon langsung mentertawakan langkah Bob memberi pinjaman ke Jon. Disinilah awal perjudian itu, karena Bob tahu kalau Jim berkeyakinan bahwa Jon tidak akan mampu membayar hutangnya ? atau kalau toh akhirnya membayar pasti tidak akan tepat waktu ? maka ditantanglah Jim untuk taruhan.

Isi tawaran taruhannya Bob adalah sebagai berikut: bila Jon membayar hutang tepat waktu ? maka Bob akan memberi Jim uang 2 kali lipat dari nilai hutang Jon (B). Sebaliknya karena Jim tahu betul siapa si Jon ini, maka dia memberi penawaran taruhan balik sebagai berikut: Bila Jon  membayar hutang tepat waktu ? maka Jim akan memberi Bob uang 2.5 kali dari nilai hutang Jon (C). Mereka sepakat dengan perjanjian judi ini, tinggal menunggu hutangnya Jon jatuh tempo.

Sambil menunggu hutang jatuh tempo, Bob memutar otak kotornya agar memenangkan perjudian ini. Maka di belakang layar dia bergerilya ke Jon, menawari Jon uang Rp 1 juta (E) agar menggunakan uang ini untuk membayar balik hutangnya ke Bob tepat waktu ? dengan demikian Bob akan menang taruhan dan untung Rp 1.5 juta ? yaitu Rp 2.5 juta dari kekalahannya Jim minus Rp 1 juta yang dipinjamkan awal ke Jon (C ? A).

Jim-pun tidak kalah kotor otaknya; didekatinyalah Jon untuk diberi uang Rp 1  juta (D) ? agar digunakan uang tersebut untuk membayar hutang Jon ke Bob tepat waktu. Dalam teorinya Bob akan kalah taruhan sehingga harus memberinya uang Rp 2 juta (B), bila ini terjadi maka Jim dengan mudah untung Rp 1 juta ? yaitu Rp 2 juta dari kekalahan Bob dikurangi Rp 1 juta yang diberikan ke Jim untuk membayar hutang tepat waktu (B ? D).

Siapa yang akhirnya menang? Bob dan Jim keduanya berpeluang memang dan keduanya juga berpeluang kalah. Sedangkan Jon terpupuk kegemarannya untuk berhutang dari waktu-ke waktu karena dalam pikirannya akan selalu ada yang ?membantu? dia membayari hutangnya.

Begitu seterusnya sampai salah satu pihak jatuh dengan kekalahan-kekalahan judi-nya atau ketidak mampuan untuk membayar hutang-hutang lainnya yang jatuh tempo, saat itulah seluruh sistem perjudian yang nilainya jauh di atas nilai hutang semula ini hancur ? Jim dan Bob bangkrut dan Jon juga tidak akan mampu bertahan karena selama ini hidup dari hutang ? dan kini tidak ada lagi yang menghutanginya.

Dalam dunia nyata, sosok Jon adalah sosok negara-negara di dunia yang memang kegemarannya berhutang dari waktu ke waktu. Sosok Jim dan Bob adalah para pemain derivatives raksasa dunia yang akhir-akhir ini banyak dituding menjadi biang keladi krisis ekonomi global.

Lantas bagaimana kita selamat dari hutang dan perjudian ini? Kembali ke jalan Syariah ? dimana perjudian ? maisir dan gharar dilarang; dimana setiap hari kita dianjurkan untuk berlindung dari hutang yang melilit ? maka insya Allah dengan Syariah kita selamat. Amin.

Posted in Political EconomyComments (0)

Perkiraan Harga Emas Versi National Inflation Association (NIA)


The National Inflation Association (NIA) adalah organisasi yang didedikasikan untuk mempersiapkan warga Amerika dalam menghadapi hyperinflasi. Targetnya bukan hanya mampu bertahan (survive) tetapi sedapat mungkin juga tetap makmur ketika hyperinflasi terjadi.

Kekhawatiran akan segera terjadinya hyperinflasi di Amerika ini bukannya tanpa alasan mengingat saat ini Amerika terlibat dalam hutang yang nilainya tidak kurang dari US$ 12 trilyun; disamping memiliki kewajiban yang tidak ada dananya (unfunded liability) sebesar US$ 55 trilyun.

Dengan commitment bailout US$ 11.8  trilyun dan sudah direalisir US$ 3.6 trilyun; maka para pendiri NIA ini yakin Amerika akan segera bangkrut. Hyperinflasi sudah di depan mata karena Federal Reserve hanya memiliki 1 cara untuk membiayai deficit yang ada yaitu mencetak uang dari awang-awang.

Ada 3 pilihan investasi yang menurut NIA harus dilakukan oleh warga negara Amerika untuk selamat dan bahkan tetap makmur meskipun hyperinflasi melanda. Ke-3 investasi ini meliputi segala sesuatu yang terkait dengan emas, perak dan pertanian dalam arti luas (termasuk perikanan, peternakan, kehutanan, dlsb).

Pola pemikiran alternative investasi masa depan selain emas/perak yaitu investasi sektor pertanian dalam arti luas tersebut banyak kemiripannya dengan yang juga kami tengah coba dalam berbagai project seperti project Planet Jamur dan project Susu Kambing.

Kekawatiran NIA akan terjadinya hyperinflasi ini sebenarnya juga nampak jelas bila kita melihat harga emas dalam dasawarsa terakhir. Lihat trendnya yang cenderung exponential, khususnya sejak pertengahan dasawarsa ini. Ternyata kecenderungan hyperinflasi ini tidak hanya terhadap US$ saja, tetapi juga terhadap Euro dan Poundsterling seperti grafik di atas.

Bila US$, Euro dan Poundsterling mengalami kecenderungan hyperinflasi yang sama; maka kecil kemungkinan mata uang lainnya akan bebas dari risiko hyperinflasi yang sama.

Lantas apa kaitannya potensi hiperinflasi ini dengan harga emas? Menurut NIA, harga emas yang ada sekarang terlalu rendah dibandingkan dengan harga yang seharusnya. Menurut mereka ini saat inipun harga emas sudah seharusnya well above US$ 2,000/Oz.

Percaya? Well kita lihat saja nanti bersamaan dengan berlalunya waktu. Wa Allahu A?lam.

Posted in Financial PlanComments (0)

Emas Diantara Yang Pesimis & Optimis


Hari-hari ini bila Anda rajin mengikuti perkembangan harga emas dunia akan melihat trend tahunan yang tidak biasa. Dalam Rupiah harga emas saat ini lebih rendah sekitar 8.5% dibandingkan dengan harga emas setahun lalu ? lihat grafik di samping; sebaliknya bila Anda sempat lihat harga emas dunia di Kitco.com ? dalam US$ harga emas dunia pagi ini masih 15% lebih tinggi dari harga setahun lalu.

Jadi pertanyaannya adalah apakah harga emas saat ini lagi rendah atau lagi tinggi? Akan naik atau akan turun? Tidak mudah menjawabnya dan bahkan para analis pasar emas dunia-pun berbeda pendapat dalam hal ini. Dalam kaitan harga emas ke depan, saya pisahkan pendapat para analis ini dalam 2 golongan ? yaitu yang Pesimis dan yang Optimis (terhadap harga emas).

Yang Pesimis pada umumnya melihat emas sebagai komoditi biasa yang harganya naik dan turun sesuai dengan supply dan demand; mereka berpendapat bahwa harga emas dunia saat ini sudah ketinggian dan akan berkecenderungan turun. Bukti yang mereka gunakan adalah kecenderungan menurunnya harga emas yang terjadi dalam 2 bulan terakhir.

Setelah sempat mencapai angka di atas US$ 1,200/Oz ; saat ini emas hanya diperdagangkan dikisaran US$ 1,093/Oz. Penyebabnya antara lain adalah economic recovery di Amerika Serikat sebagaimana ditunjukkan oleh pertumbuhan GDP negeri itu Kwartal ke IV  2009 yang mencapai angka yang fantastis 5.7%.

Pada saat ekonomi baik, orang meninggalkan emas sebagai aset penyimpan nilai modal (capital preservation asset) dan menginvestasikannya ke dalam bentuk investasi yang berpotensi memberikan hasil lebih. Maka sejalan dengan proses economic recovery di Amerika yang bisa berlangsung sampai 2012; maka kelompok yang Pesimis ini-pun memperkirakan bahwa harga emas akan cenderung turun sampai tahun 2012 ? yang saat itu diperkirakannya harga emas hanya akan berada dikisaran US$ 750/Oz.

Kelompok yang Optimis melihat data yang sama justru dari sudut pandang yang sebaliknya. Recovery saat ini lebih banyak didorong oleh serangkaian bailout yang berarti pencetakan uang kertas lebih dari biasanya.  Supply uang kertas yang dipaksakan ini pada akhirnya akan menghancurkan daya beli uang kertas itu sendiri. Bila daya beli uang kertas jatuh, maka semua barang akan melonjak nilainya ? dan tentu saja juga harga emas.

Dr. Marc Faber

Dr. Marc Faber

Salah satu pendukung teori ini adalah Marc Faber seperti yang diungkap di www.commodityonline.com 2 hari lalu. Fund Manager kondang yang berasal dari Swiss ini dalam forum resmi Russia?s Troika Dialog pekan lalu menyatakan ?Saya yakin bahwa pemerintahan Amerika akan bangkrut, mungkin tidak besok, tetapi sebelum ini terjadi mereka akan mencetak uang sangat banyak ? dan Anda akan menghadapi inflasi yang sangat tinggi?.

Karena langkah yang dilakukan oleh Amerika dalam aksi bailout ini juga dilakukan oleh negara-negara lain seperti Inggris dan negara-negara Eropa Barat lainnya; maka praktis ini akan melanda dunia finansial secara keseluruhan. Langkah apa yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi ini? Marc Faber merumuskannya dengan sederhana : ?satu hal yang tidak akan pernah saya lakukan adalah menjual emas saya?.

Lantas seberapa tinggi harga emas akan naik menurut golongan yang optimis ini? Perkiraan mereka beberapa kali saya kutip di situs ini, antara lain tanggal 20 November 2009 dengan judul Exchange Rate Chaos. Menurut kelompok ini harga emas akan mencapai US$ 2,000 dalam waktu yang tidak terlalu lama dan tidak dengan susah payah.

Lantas bagaimana saya sendiri berpendapat? Saya cenderung ke pendapat yang kedua. Meskipun pada saat yang bersamaan saya selalu mengingatkan bahwa dalam jangka pendek harga emas akan terus bergejolak. Bahkan kepada para agen Dinar-pun;  setiap membekali mereka saya selalu katakan untuk transparan dan fair memberikan gambaran prospek Dinar ini ke para nasabahnya. Memang kita Optimis Dinar akan berkecenderungan naik dalam jangka panjang; tetapi jalannya akan bergelombang seperti grafik-grafik bulanan, tahunan dan 10 tahunan yang ada di situs ini. Jadi dalam jangka pendek harga Dinar tidak hanya bisa naik, bisa juga turun. Wa Allahu A?lam.

Posted in Political EconomyComments (0)

Systemic Risks: Guru ??? Berdiri, Murid ??? Berlari


Hari ini isu-nya bakal ada demo besar di negeri ini, yang inti permasalahannya berawal dari upaya penyelamatan bank kecil Century dari apa yang disebut-sebut pihak pengambil keputusan sebagai memiliki risiko sistemik bila tidak diselamatkan. Masyarakat awam yang mengikuti tontonan investigasinya oleh Pansus DPR di televisi sebenarnya sudah bisa cukup paham tentang apa yang nampaknya terjadi.

Pada waktu yang bersamaan, nun jauh disana ? ada negeri yang para pembuat hukumnya (lawmakers) juga lagi menginvestigasi Menteri Keuangannya  (Treasury Secretary), untuk kasus yang sangat mirip ? yaitu bailout AIG akhir 2008 yang menyebabkan rakyat negeri itu harus nombok US$ 180 Milyar sebagai komitmen dana talangan aksi penyelamatan ini.

Investigasi ini juga disiarkan di televisi secara langsung tadi malam, saya sendiri mengikutinya dari CNBC yang menyajikan kasus ini sebagai tontonan menarik dalam skala global.

Dari apa yang saya lihat melalui 2 tontonan televisi tersebut ? investigasi Century di Pansus DPR RI dan investigasi bailout AIG di Congress AS ? sangat-sangat banyak kemiripannya sehingga saya yakin bahwa 2 hal ini bukan suatu kebetulan.

AIG terpaksa diselamatkan pemerintahnya dengan alasan risiko sistemik yang dihadapi negeri itu jauh lebih besar dibanding  bila AIG dibiarkan bankrupt.  Bank Century-pun di Indonesia diselamatkan dengan alasan yang persis sama.

Kalau 2 kejadian tersebut bukanlah kebetulan, lantas apa sebenarnya hubungan keduanya? Terlepas dari berbagai hubungan yang saling terkait dari sistem finansial global; saya memahaminya sebagai hubungan yang lebih sederhana saja ? yaitu hubungan guru dan murid.

Ketika sang guru mengatakan bahwa inilah sistem finansial yang harus dianut di seluruh dunia, maka murid-pun serta merta mengikuti. Ketika gurunya terperosok ke lubang biawak, pada saat yang bersamaan sang murid-pun mengikuti masuk lubang biawak yang sama.

TIME: The Bailout BombAlasan risiko sistemik bisa benar bisa salah, namun katakanlah risiko ini benar ada ? dan konon dampaknya bisa begitu besar; di Amerika sendiri risiko sistemik yang ditimbulkan oleh bangkrutnya AIG ? bila tidak diselamatkan ? bisa mencapai derajat yang disebut sebagai  Extinction Event (kejadian yang memusnahkan); lantas apa yang telah dilakukan oleh dunia dan negeri ini?

Saya secara pribadi belum melihat ada upaya dunia dan negeri ini untuk menghindar dari risiko yang memusnahkan tersebut.

Resep untuk menghindari risiko tersebut sebenarnya sudah ada dan sangat komplit di Syariah Islam ? hanya sebagian kita umat Islam sendiri yang menyebut syariah-pun enggan apalagi menerapkannya.

Bila syariah diterapkan, maka tidak akan ada produk-produk finansial yang mengandung unsur riba, maisir dan gharar yang menjadi pangkal seluruh kebangkrutan dan risiko sistemik tersebut.

Bila harta tidak hanya berputar di golongan yang kaya, tetapi berputar secara luas di masyarakat (QS. Al-Hasyr (59):7) ? maka tidak ada konsentrasi kekayaan dunia yang berpusat di segelintir orang atau institusi. AIG di negerinya bisa menimbulkan risiko pada tingkat Exctinction Level karena besarnya organisasi ini yang tidak ketulungan. Untuk bailout-nya saja dibutuhkan komitmen sampai US$ 180 Milyar atau sekitar  Rp 1,700 trilyun atau setara lebih dari 250 kali dana yang dibutuhkan untuk menyelamatkan Century.

Jadi sungguh kita punya solusi itu, mengapa pula kita mengambil solusi dari Guru Yang ??.? Berlari? Wa Allahu A?lam.

Posted in Political EconomyComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes