Tag Archive | "Baitul Maal"

M-Dinar Saving Account: Koperasi/BMT Siap Bersaing Dengan Bank Besar


Sejak kita di tingkat sekolah menengah dahulu, kita sudah dikenalkan dengan Koperasi yang konon merupakan sokoguru dari perekonomian Indonesia. Bahkan konsep sokoguru perekonomian ini juga disebut dalam UU No. 2 Th 1992 Tentang Perkoperasian.

Fungsi Koperasi yang antara lain membangun dan mengembangkan potensi dan ekonomi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya, juga menjadi pas untuk menjadi wadah badan hukum dari konsep Baitul Maal wa Baitul Tamwil yang kemudian lebih dikenal dengan Baitul Maal wa Tamwil atau disingkat BMT.

Sebagaimana namanya, BMT ini adalah institusi ideal untuk mengembangkan potensi umat. Di satu sisi fungsi Baitul Maal yang bersifat sosial dapat menjadi sarana untuk mengimplementasikan QS. Al-Hasyr (59): ayat 7 ??supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu?? yang merupakan prinsip dasar Ekonomi Islam.

Di sisi lain perputaran harta ini juga harus sustainable atau berkelanjutan sehingga gerakan sosial tidak harus selalu didanai semata dari donasi; kegiatan sosial yang berkelanjutan harus memiliki sumber pendanaannya yang kontinyu ? salah satunya adalah ya dengan fungsi komersial BMT atau fungsi Baitul Tamwil-nya.

Maka dari kedua fungsi tersebut, BMT-lah yang sesungguhnya bisa menjadi Social Business yang sesungguhnya. Para pendiri dan pengelola BMT adalah para Social Entrepreneur yang harus didorong tumbuh kembangnya.

Sayangnya dengan fungsi yang ideal dan digadang-gadang menjadi sokoguru perekonomian tersebut, baik Koperasi maupun BMT hingga kini belum sepenuhnya hadir di hati masyarakat. Koperasi dan BMT menjamur, namun masyarakat yang memiliki dana ? belum banyak yang melirik Koperasi ataupun BMT sebagai pilihan tempat untuk menyimpannya.

Sebagai contoh pengalaman saya mensupervisi beberapa koperasi di kantor-kantor belasan tahun sungguh ironis, pada saat karyawan memiliki uang dari gaji maupun Bonus ? sangat sedikit karyawan tersebut yang merelakan sebagian gajinya untuk disimpan di koperasi, sebagian terbesar dananya akan ditaruh di bank.

Tetapi kemudian ketika karena satu dan lain hal mereka butuh uang, mereka baliknya ke koperasi kantor untuk mengajukan pinjaman. Tidak heran bila koperasi-koperasi kantor jarang yang tumbuh sebagaimana mestinya karena aliran dana yang tidak sehat ini, lebih banyak yang meminjam ketimbang yang menaruh dana. Perusahaan tempat koperasi tersebut berada yang pada akhirnya harus mengucurkan dana dari waktu ke waktu.

BMT juga banyak yang mengalami nasib serupa Koperasi; orang lebih banyak yang berniat meminjam dibandingkan dengan yang berminat menabung. Untuk menarik minat para penabung sukarela ke Koperasi/BMT ini memang sungguh tidak mudah, karena mereka harus bersaing head-to-head dengan bank-bank besar yang memiliki reputasi dan layanan unggul.

Tabungan M-Dinar

Tabungan M-Dinar

Namun alhamdulillah Koperasi BMT Daarul Muttaqiin dengan menggunakan teknologi M-Dinar, telah siap melayani masyarakat dengan produk unggulan yang kita sebut M-Dinar Saving Account atau Tabungan M-Dinar.

Keunggulan Tabungan M-Dinar adalah menawarkan jenis tabungan yang tidak dimiliki oleh dunia perbankan ? yaitu Tabungan Dinar Islam (Emas). Nilai Dinar/Emas ini tidak hanya berfungsi sebagai Investasi tetapi juga berfungsi sebagai Proteksi/Penyimpan Nilai (Store of Value) yang sesungguhnya ? menjadi keunggulan tersendiri dari produk ini.

Ketika produk unggul ini kemudian didukung dengan teknologi mutakhir M-Dinar, maka menabung di M-Dinar menjadi sangat mudah dan bisa dilakukan dari mana saja. Buku tabungan seperti dalam gambar di samping, bisa dicetak dimana saja oleh BMT/Koperasi yang memiliki kerjasama dengan Koperasi BMT Daarul Muttaqiin.

Sebagai Koperasi, maka BMT Daarul Muttaqiin mengikuti aturan main perkoperasian yang antara lain diatur dalam UU No. 2 Th 1992 Tentang Perkoperasian tersebut di atas. Dalam Undang-Undang tersebut misalnya diatur bahwa yang bisa menyimpan/meminjam dari koperasi adalah anggota/calon anggota atau koperasi lain/anggotanya, maka penabung M-Dinar akan menjadi Anggota/calon Anggota dari BMT Daarul Muttaqiin atau anggota koperasi yang ada kerjasama dengan BMT Daarul Muttaqiin. Semoga bermanfaat.

Posted in Business OpportunityComments (0)

Belajar Dari Muhammad Yunus


Banyak orang mengenal Dr. Muhammad Yunus sebagai pemenang hadiah nobel tahun 2006 dan pendiri konglomerasi bisnis the Grameen Family of Companies yang meliputi tidak kurang dari 25 bidang usaha. Dia pernah diundang ke Indonesia dan ketemu pemimpin-pemimpin negeri ini, tetapi sejauh ini saya belum melihat negeri ini belajar dari pemenang hadiah nobel yang satu ini.

Saya ceritakan perjalanan karir Dr. Muhammad Yunus di sini dengan harapan kita dapat belajar dari beliau dan tidak malu-malu untuk meniru hal-hal yang luar biasa yang telah dilakukannya, khususnya dalam memberi akses kapital terhadap kaum miskin.

Ketika lulus dari perguruan tinggi di Amerika dengan gelar doctor ekonomi, Dr. Muhammad Yunus memilih pulang ke kampung halamannya Bangladesh untuk mengajar dan menjadi professor di salah satu perguruan tinggi di sana.

Sementara dia menikmati posisi yang nyaman dengan pekerjaannya, pikirannya terteror oleh kenyataan bahwa tidak jauh dari tempat dia mengajar ? ratusan ribu orang menderita kelaparan di negerinya.

Dari investigasi yang dia kemudian lakukan, dia mendapati bahwa sebenarnya orang-orang yang dihimpit oleh kemiskinan dan kelaparan tersebut bukan karena mereka malas bekerja. Mereka adalah pekerja-pekerja yang sangat keras, hanya saja penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Dari 42 orang yang diinterview di dalam suatu kampung, dia dapati bahwa masalah utama dari kemiskinan yang akut ini ternyata bukan masalah kemauan untuk bekerja keras ataupun ketidak adanya ketrampilan, penyebab utamanya ternyata adalah kapital! Orang-orang yang diinterview tersebut rata-rata punya ketrampilan yang memadai untuk membuat kerajinan tangan dan sejenisnya, tetapi mereka tercekik oleh rentenir yang bunganya bisa mencapai 1000%.

Begitu tingginya bunga tersebut , sehingga masyarakat yang tersandera oleh rentenir ini tidak akan pernah mentas dari kemiskinan. Sebaliknya dari waktu-kewaktu hidupnya akan semakin berat.

Dr. Yunus kemudian bereksperiman berikutnya dengan mengidentifikasi berapa sebenarnya kapital yang dibutuhkan oleh 42 orang tersebut untuk keluar dari lingkaran setan rentenir; Dia dapati total hanya butuh pinjaman US$ 27 (1974) untuk membiayai pekerjaannya!

Ironisnya ketika Dr. Yunus berusaha merekomendasikan 42 orang tersebut untuk mendapatkan pinjaman dari bank, Dr. Yunus ditertawakan oleh eksekutif bank yang ditemuinya. Intinya bank tidak bisa memberikan pinjaman karena orang-orang tersebut tidak memiliki jaminan. Tentu saja mereka tidak memiliki jaminan karena untuk makan sehari-hari saja mereka tidak cukup.

Dr. Yunus menceritakan pengalaman hari itu dengan kata-katanya sendiri sebagai berikut :

?Biasanya saya bisa tidur nyenyak begitu kepala saya menyentuh bantal, tetapi malam itu saya tergeletak di tempat tidur dengan rasa yang sangat malu. Saya bagian dari masyarakat yang tidak bisa memberi pinjaman US$ 27 terhadap 42 orang yang memiliki ketrampilan dan mampu bekerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri.?

Kini lebih dari 30 tahun sejak Dr. Yunus gelisah tidak bisa tidur, lebih dari 100 juta orang telah terbantu keluar dari lingkaran setan kemiskinan di Bangladesh oleh bank yang didirikannya yaitu Grameen Bank. Kinerja yang luar biasa karena 39 dari setiap 40 orang yang dibantunya berhasil mentas dari kemiskinan!

Kita memang tidak perlu menunggu pemerintah atau pemimpin-pemimpin kita meniru apa yang dilakukan oleh Dr. Yunus; kita sendiri sesungguhnya bisa berbuat untuk membantu mengatasi kemiskinan di sekitar kita.

Bagaimana caranya? saya melihat Baitul Maal wa Tamwil (BMT) bisa menjadi solusinya. Setiap 20 orang dari kita bisa bergabung dan mempelopori pendirian Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) atau BMT. Dari fungsi Baitul Maal (fungsi sosial) ? BMT, kita bisa memberi pinjaman tanpa beban kepada kaum miskin yang membutuhkannya.

Posted in Political EconomyComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is online
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes