Tag Archive | "asset"

Pelajaran Dari Krisis Dubai & Century


Akhir pekan lalu bersamaan dengan ummat Islam di seluruh dunia merayakan Iedhul Adha dan masyarakat Amerika merayakan Thanksgiving Day ? masyarakat financial diresahkan oleh kabar Technical Default-nya Dubai World semacam BUMN-nya Dubai.

Mengapa kegagalan sebuah ?BUMN? investasi semacam Dubai World (tidak ada hubungannya dengan Dinar World yang kita miliki!) bisa membuat pasar seluruh dunia panik? Size atau ukuran yang jadi masalah. Dubai World memiliki potensi gagal bayar terhadap hutang yang nilainya mencapai US$ 60 Milyar ? atau hampir sama besar dengan cadangan devisa negara kita!

Bayangkan bila Dubai World benar-benar tidak bisa membayar hutangnya pada bank-bank besar dunia, seluruh perbankan dunia bisa jadi kena getahnya ? karena sistem financial dunia yang terkait satu sama lain.

Mirip dengan kisruh Bank Century di Indonesia ? yang dengan alasan Dampak Sistemik-nya; bank sentral United Arab Emirates di hari Ahad kemarin memutuskan untuk menolong Dubai World dengan fasilitas darurat khusus sehingga ketika semua pasar modal dan pasar uang seluruh dunia buka hari Senin kemarin ? krisis Dubai World nampak sudah terselesaikan.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari sini? Bayangkan kalau Anda seorang penabung di sebuah bank besar di Amerika (atau dimanapun di dunia), tiba-tiba ada sebuah perusahaan raksasa di negeri nun jauh di Arab yang gagal bayar hutangnya  terhadap bank Anda ? maka ada kemungkinan bank Anda akan terseret pada rantai kebangkrutan yang sama. Dan apa yang terjadi terhadap uang Anda?

Well, mungkin Anda berpendapat kan ada Penjamin Simpanan? Betul, ini cukup menenangkan. Namun saya sebagai orang awam juga berfikir, kalau sistem Penjamin Simpanan berjalan dengan baik? bukankah seharusnya tidak ada sejumlah besar nasabah Bank Century yang sampai harus berdemo dari waktu ke waktu untuk menuntut uangnya balik? Bukankah Hak Angket DPR untuk kasus Bank Century juga tidak perlu kalau lagi-lagi Penjamin Simpanan ini memang berjalan baik?

Jadi untuk amannya memang dalam berinvestasi kita tidak disarankan untuk menaruh seluruh telur pada keranjang yang sama; tidak masalah kalau sebagian uang kita berada di dunia perbankan ? karena kemudahannya untuk transaksi kita akui belum tertandingi oleh sistem yang lain. Namun menaruh semua asset kita di dunia perbankan juga kurang bijaksana ? karena potensi masalah ? yang oleh orang pemerintah sendiri diperkenalkan ke publik sebagai ? Dampak Sistemik.

Tentu kita tidak ingin kalau hasil jerih payah kita bertahun-tahun ludes oleh hantu baru bernama ? Dampak Sistemik ? yang konon bisa terjadi kalau bank kecil saja (sekelas Bank Century) dibiarkan ambruk.

Kasus Bank Century memang bak buah simalakama di negeri ini sekarang; kalau upaya penyelamatannya sudah dilakukan dengan kajian yang paripurna dan demi kepentingan penyelamatan sektor keuangan Indonesia semata karena Dampak Sistemik tersebut benar-benar ada – maka orang awam seperti kita jadi paham ? betapa rawannya sistem perbankan ini. Di antara puluhan bank yang perkasa, satu bank lemah bisa menghancurkan seluruhnya karena hantu Dampak Sistemik ini.

Sebaliknya, bila sebenarnya perbankan cukup aman dan hantu Dampak Sistemik tersebut tidak pernah ada ? maka harus ada yang bertanggung jawab atas kebohongan besar di negeri ini yang menyita begitu banyak waktu, tenaga dan pikiran bangsa ini. Semoga Allah menunjukkan yang haq-itu haq sehingga kita bisa mengikutinya; dan yang bathil itu bathil agar kita bisa menjauhinya. Amin.

Posted in Political EconomyComments (0)

Supply-Demand Paradox: Kenaikan Harga Emas Dunia Semakin Nyata


Banyak temen-temen saya yang berpesan untuk diberitahu kapan waktunya yang baik untuk membeli Dinar;  saya selalu katakan bahwa bila tujuannya untuk spekulasi jangka pendek ? maka waktu membeli emas/Dinar bisa selalu salah. Sebaliknya bila orientasinya untuk mengamankan asset jangka panjang, maka membeli kapan-pun bisa selalu benar.

Ini juga tercermin dengan apa yang terjadi di pasar internasional, hari-hari kemarin harga di kisaran US$ 1,060/oz dikira sudah terlalu tinggi ? sehingga orang berharap turun. Tetapi malah yang terjadi sebaliknya, harga terus naik secara significant ? sampai menyentuh angka tertinggi US$ 1,089/oz semalam.

Kenaikan semalam juga bukan dikarenakan oleh melemahnya US$, karena sebaliknya US$ malah menguat beberapa poin. Kenaikan emas semalam disebabkan oleh fenomena pasar emas yang disebut supply-demand paradox.

Intinya begini, bila supply emas bertambah ? logikanya harga akan turun pada saat demand yang relatif tetap. Lha tadi malam IMF mengumumkan realisasi penjualan emas-nya yang sudah lama di koar-koarkan. IMF melepas 200 ton emas ke bank sentral India – dari sekitar 400 ton emas yang sudah lama direncanakan untuk dijual.

1-year-spot-gold-in-KitcoTambahan 200 ton emas segar dari IMF ini seharusnya menambah supply dan menurunkan harga bukan? Ternyata yang terjadi malah sebaliknya ? dengan diborongnya emas IMF oleh India, pasar mempersepsikan ada kekuatan besar lain selain China dan Rusia yang siap-siap memborong emas dalam jumlah besar ? kapan saja emas tersebut ada. Ini juga wujud menurunnya kepercayaan dunia terhadap sistem mata uang kertas ? yang dikomandoi oleh US Dollars.

Eksekusi separuh dari rencana pelepasan emas IMF juga disambut baik oleh pasar ? dengan naiknya harga emas secara tajam ? karena langkah ini akan mengurangi ketidak pastian dalam harga emas dunia yang dapat dipicu oleh tindakan-tindakan IMF terhadap emas yang dimilikinya. Dengan persediaan emas untuk dilepas mereka yang tinggal 200-an ton; market merasa comfortable ? bahwa IMF tidak akan banyak lagi berperan dalam harga emas internasional ini.

Ketidak percayaan terhadap US$ sebagai ukuran atau unit of account, kini juga menjalar di pasar emas dunia. Bila selama ini harga emas dunia selalu dinyatakan dalam US$, kini dipelopori oleh dealer emas besar yang sangat terkenal yaitu Kitco yang berbasis di Canada ?pergerakan harga emas dunia secara lebih real-nya sudah bisa diikuti dalam sekeranjang mata uang besar dunia ? bukan hanya dalam US$.

Pergerakan harga emas yang real ini oleh Kitco dinamai Kitco Gold Index atau disingkat KGX.  Dua grafik yang saya sajikan di tulisan ini diambil dari situs mereka untuk real time semalam dan untuk setahun terakhir.

Dari 2 grafik tersebut diukur dengan KGX, kita bisa lihat emas naik 2,44 % semalam dan 29,71% setahun terakhir. Artinya kenaikan hargaemas semalam, maupun setahun terakhir sungguh nyata.

Jadi meskipun hari-hari ini Dinar akan kelihatan mahal, masih sangat mungkin lebih mahal lagi beberapa bulan kedepan? tidak ada waktu yang keliru untuk mengamankan hasil jerih payah bertahun-tahun Anda sekarang. Wa Allahu A?lam.

Posted in Political EconomyComments (0)

Harta Kita, Asset atau Liability? (Di Akhirat)


Ini nasihat untuk diri saya sendiri yang mungkin juga berguna bagi Anda yang membaca tulisan ini.

Ketika Rasulullah SAW mendapatkan pertanyaan dari sahabatnya tentang apa yang harus dinafkahkan, Allah menurunkan wahyu kepada RasulNya untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban Al-Afwa ? seluruhnya (yang lebih dari keperluan) ? (QS 2:219). Kemudian di ayat-ayat lain Allah mengancam orang-orang yang tidak menafkahkan hartanya di Jalan Allah (QS 104:1-3 ; QS 9:24 ; QS 9:34-35).

Dengan perintah menafkahkan harta di jalan Allah beserta ancamannya apabila tidak melakukan yang demikian, tidak berarti juga kita boleh mentelantarkan diri, keluarga dan ahli waris kita. Ada empat penggunaan harta yang dibatasi seperlunya, yaitu :

  1. Untuk diri sendiri: lihat QS 57:27 dan QS 7:32 dan juga hadits Rasulullah SAW yang berbunyi ?Sungguh jasadmu punya hak atas kamu, matamu punya hak atas kamu, istrimu punya hak atas kamu, dan tamumu-pun punya hak atas kamu.? (HR. Bukhari)
  2. Untuk keluarga sebagaimana dalam hadits: “Mulai sedekahmu pada orang yang menjadi tanggunganmu.? (HR. Bukhari)
  3. Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat sebagaimana hadits: ?Pegang sebagian hartamu, hal ini dianjurkan untukmu (sebagai cadangan untuk kebutuhan masa depan)? (HR. Bukhari ? Kitab Zakat).
  4. Untuk Ahli Waris sebagaimana ayat ?Hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.? dan juga hadits Rasulullah yang berbunyi: ?Meninggalkan tanggungan (keluargamu) dalam kemakmuran adalah lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam kondisi miskin dan bergantung pada belas kasihan orang lain. Setiap pengeluaranmu untuk keluargamu adalah sedeqah meskipun hanya sesuap makanan yang engkau suapkan ke mulut istrimu.? (HR. Bukhari ? Kitab Wasiyat)
4 Penggunaan Harta

4 Penggunaan Harta

4 hal tersebut boleh dan bahkan dianjurkan, namun kriteria batasannya adalah seperlunya. Penggunaan harta yang tidak dibatasi dengan kriteria ?seperlunya? adalah hanya untuk kebutuhan Fi Sabilillah seperti dalam QS 2:219 tersebut di atas.

Lantas bagaimana kita mengetahui kebutuhan yang seperlunya tersebut? Setiap diri kita dilengkapi ilham oleh Allah SWT. sebagaimana ayat ?Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya? (QS 91:8). Ilham ini juga berlaku untuk mengetahui tingkat ?keperluan? harta kita untuk 4 hal tersebut diatas. Mata hati kita tahu sebenarnya berapa yang kita butuhkan untuk diri sendiri, keluarga, dan ahli waris.

Hanya saja untuk mengantisipasi kebutuhan keluarga kita, kebutuhan anak kita untuk sekolah 18 tahun yang akan datang menjadi sulit kalau kita menggunakan alat ukur yang tidak adil ? yang tidak memiliki nilai daya beli tetap dalam rentang waktu yang menengah panjang. Untuk rencana pendidikan anak kita sampai selesai S1 yang sekarang baru lahir kita butuhkan berapa? Tentu tidak mudah apabila kita gunakan nilai Rupiah ataupun Dollar dalam perhitungannya ? karena daya beli nilai uang kertas tersebut terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu.

Disinilah perlunya umat Islam menggunakan uangnya sendiri yang adil sepanjang zaman, yang memiliki daya beli tetap sejak zaman Rasulullah SAW sampai sekarang yaitu Dinar dan Dirham.

Dengan menggunakan mata uang atau timbangan yang adil, kita dapat mengalokasikan harta kita secara adil pula untuk 4 hal yang dibatasi ?keperluan? tersebut di atas dan sisanya kita harus infaqkan di jalan Allah; atau terus diputar dalam usaha namun hasilnya memang diniatkan untuk infaq di jalan Allah.

Dengan timbangan yang adil berupa Dinar dan Dirham tersebut kita berharap semoga asset kita di dunia tetap menjadi asset di Akhirat karena kita infaqkan sesuai haknya, kita juga berlindung dari asset dunia yang menjadi liability di Akhirat. Wallahu A?lam bi Showab.

Posted in Financial PlanComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes