Tag Archive | "analisa statistik"

Elliot Wave Theory & Harga Emas Dunia


Beberapa kali saya menulis tentang teori yang berkembang di pasar modal yang juga berlaku di pasar emas dalam skala global. Di antara yang pernah saya tulis tersebut adalah tentang Deret Fibonacci; analisa Moving AverageTrend Polynomial dan lain sebagainya.

Meskipun tidak ada yang bisa menjamin kebenaran teori manusia untuk memprediksi masa depan tersebut, paling tidak analisa-analisa yang menggunakan data statistik ini dapat menambah wacana kita untuk lebih memahami apa yang terjadi di masa lalu, yang terjadi sekarang, dan menduga apa yang sekiranya mungkin terjadi berikutnya.

Ralph Nelson Elliot (1871-1948)

Ralph Nelson Elliot

Ada 1 lagi teori yang juga banyak digunakan untuk memahami perilaku pasar ini yaitu yang disebut Elliot Wave Theory. Teori yang dikembangkan oleh seorang accountant Ralph Nelson Elliot  (1871-1948) ini mendasarkan pada asumsi bahwa manusia secara bersama-sama memiliki perilaku yang rhythmical, maka keputusan-keputusannya dalam berinvestasi, dlsb; juga pada umumnya bersifat ritmis.

Psikologi investor secara kolektif (crowd psychology) bergerak dari optimisme ke pesimisme secara berulang membentuk pola tertentu seperti dalam grafik di atas. Pada saat pasar sedang bullish (berkecenderungan naik), gerakan naik ini didorong oleh gelombang motive yaitu gelombang no 1, 3 dan 5 dalam gambar. Dalam perjalanan naik ini dari waktu ke waktu ada koreksi seperti yang ditunjukkan oleh gelombang  corrective 2 dan 4. Satu gelombang motive terdiri dari 5 sub gelombang, dan satu gelombang corrective terdiri dari 3 sub gelombang.

Pada saat pasar Bearish (berkecenderungan turun), sebaliknya terjadi – gelombang penurunan menurut Elliot akan secara simetris mengikuti pola yang berkebalikan dengan kenaikannya membentuk segitiga sama kaki (di grafik perhatikan rangkaian gelombang 2-3-4-5-A-B-C).

Elliot Wave Theory

Elliot Wave Theory

Untuk contoh penerapan Elliot Wave Theory pada harga emas saat ini, saya tidak perlu membuatnya sendiri karena di internet sudah ada yang membuatnya yaitu antara lain Nadeem Walayat dari www.walayatstreet.com atau www.marketoracle.co.uk. yang analisa grafisnya saya sajikan di samping.

Berdasarkan analisa si Walayat ini, saat ini harga emas sedang berada pada gelombang corrective 4 dimana harga emas bisa turun sampai kisaran US$ 1,050/oz. karena gelombang corrective terdiri dari setidaknya 5 sub gelombang- maka bisa saja terjadi beberapa kali koreksi yang berujung pada kisaran angka tersebut di atas. Maka bila saat artikel ini saya tulis harga emas dunia berada pada angka US$ 1,118.50 – jangan terkejut bila dalam waktu tidak terlalu lama bisa saja harga emas kembali turun ke kisaran US$ 1,050/Oz.

Meskipun demikian, karena gelombang utamanya sedang berada di gelombang corrective 4; sangat mungkin juga dalam waktu tahun ini juga harga emas akan kembali bergerak ke atas mengikuti gelombang motive 5. Karakter puncak gelombang motive ini selalu melebihi puncak gelombang motive sebelumnya. Maka bila puncak gelombang motive 3 berada pada angka US$ 1,226.30 yang terjadi awal Desember tahun lalu, puncak gelombang motive 5 menurut Walayat akan mencapai US$ 1,333/Oz yang bisa terjadi sebelum akhir tahun ini.

Setelah mencapai puncak gelombang motive 5 – kemudian menurut Teori Elliot Wave ini harga emas akan berbalik arah menjadi bearish market yang memiliki kaki-kaki simetris dengan kenaikannya. Jadi kalau mengikuti teorinya si Elliot ini harga emas akan berkecenderungan turun tahun depan (2011), benarkah ini yang akan terjadi?

Sekali lagi tidak ada yang bisa memprediksi masa depan secara akurat; Teori Elliot Wave mungkin ada benarnya, namun juga ada cacatnya. Cacat di Teori Elliot Wave ini tidak pernah saya jumpai di ulas di buku-buku yang biasanya menjadi rujukan para analis.

Cacat tersebut adalah cacat sejarah, yaitu ketika teori tersebut diperkenalkan melalui buku The Wave Principle (1938) dan juga revisi komplitnya pada Nature’s Laws – The Secret of Universe (1946)rezim uang saat itu masih menggunakan emas sebagai back-upnya. Artinya Teori Elliot Wave mempunyai kemungkinan benar lebih besar bila uang yang dipakai di pasar memiliki daya beli relatif tetap.

Sebaliknya ketika nilai uang terus mengalami penurunan karena seluruh uang kertas dunia saat ini tidak lagi memiliki daya beli tetap, maka kaki-kaki bearish A, B, C tidak akan mudah terjadi dan bila toh terjadi tidak akan pernah sama panjang dengan kaki-kaki bullish 1,2 dan 3. Apa makna dari ini semua pada harga emas tahun ini atau tahun depan? Saya masih berpegang dengan teori saya sendiri, yaitu dalam jangka pendek harga emas bisa turun – tetapi kecenderungan jangka panjangnya akan lebih berpeluang naik ketimbang turun. Bukan karena emas semakin mahal sesungguhnya, melainkan karena daya beli uang kertas yang digunakan untuk membelinya yang akan terus menurun. Wa Allahu A’lam.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Harga Emas Dunia Jatuh, Mengapa?


Meskipun sudah saya prediksikan dalam serangkaian tulisan pekan ini tanggal 01/02/1002/02/1004/02/10; penurunan harga emas yang tajam semalam terus terang juga mengejutkan saya sendiri. Memang di tulisan-tulisan tersebut saya estimasikan harga emas dalam jangka pendek bisa turun hingga kisaran US$ 975/Oz; saya sendiri tidak menduga bahwa harga emas bisa turun di atas 4% ke angka US$ 1,057.40 semalam.

Di luar kebiasaan pula, pada umumnya bila harga emas turun – harga saham naik karena dana dari penjualan emas di pasar sebagian lari ke saham. Tidak demikian yang terjadi semalam, harga saham dunia juga jatuh. Semua dana untuk sementara nampaknya lari ke US$.

Apa yang menjadi penyebab kejadian yang tidak biasa ini? Saya coba telusuri penyebabnya ternyata bermuara di krisis hutang beberapa negara Eropa. Kekhawatiran yang meluas atas krisis hutang dan defisit  Yunani, Spanyol, Portugal dan beberapa negara kecil di Eropa Timur telah membuat seluruh pasar dunia mengkawatirkan likuiditas.

Ini yang disebut systemic yang sesungguhnya; bila ada negara yang gagal – maka akan sangat cepat merembet ke negara-negara lain atau institusi keuangan dunia karena piutang mereka yang tidak tertagih, likuiditas yang tersedot dan seterusnya.

Kekhawatiran akan likuiditas inilah yang membuat orang memborong US$. Terlepas bahwa US$ sebenarnya juga memiliki masalahnya sendiri – bagaimanapun sampai sekarang US$ masih dianggap sebagai World’s Reserve Currency.

Apakah penurunan ini akan berlanjut? Untuk sementara mungkin. Tetapi sekian banyak analisa yang saya baca dan analisa saya sendiri – untuk jangka panjang tetap peluang naiknya harga emas lebih tinggi dari peluang menurunnya.

Kejadian semalam mirip dengan kejadian November 2008 yang saya tulis dalam judul “Tahapan Dalam Krisis Dan Pengaruhnya Terhadap Harga Emas” ; untuk memudahkan pembaca saya tampilkan lagi ilustrasinya pada grafik di atas.

Seperti berlalunya kekhawatiran likuiditas US$ pada akhir 2008 tersebut, selepas panik pelaku pasar dan juga negara-negara akan kembali berpikir logis dan harga-harga akan menuju keseimbangan baru. Wa Allahu A’lam.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Political EconomyComments (0)

Harga Emas Dunia Akan Terus Turun?


Sudah hampir 3 pekan ini harga emas dunia terus mengalami penurunan.  Setelah mengalami puncak tanggal 2 Desember lalu pada angka US$ 1,212.50/ Oz (sumber : Kitco),  pada saat artikel ini saya tulis harga emas dunia hanya diperdagangkan pada harga US$ 1,086.10 /Oz- atau telah mengalami penurunan lebih dari 10% dari pencapaian tertingginya.

Akankah penurunan ini terus berlanjut? Tidak ada yang tahu masalah ini – bahkan analis pasar terbaik sekalipun tidak akan pernah bisa 100% benar dalam memprediksi kondisi pasar masa depan. Demikian pula saya, yang bisa saya sampaikan adalah hanya kajian statistik untuk berusaha memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi dan kemungkinan pengaruhnya kedepan.

Berdasarkan analisa statistik inilah jawaban saya yang saya berikan pada para penanya akan masalah trend harga emas kedepan ini kurang lebih sebagai berikut : dalam jangka pendek bisa saja penurunan ini berlanjut, tetapi jangka panjangnya – setahun atau lebih – perkiraan terbaik saya (best estimate) adalah dorongan naik insya Allah akan lebih besar ketimbang dorongan turunnya.

Dasar teknis dari perkiraan saya ini menggunakan statistik harga emas dunia dibandingkan dengan apa yang disebut Real Interest Rate. Karena harga emas dunia masih dinilai dalam US$, maka yang saya gunakan adalah US$ Real Interest Rate.

gold-and-real-interest-ratesUS$ Real Interest Rate ini adalah tingkat suku bunga simpanan, yang untuk keperluan analisa ini digunakan 3 Month US-T – Bill, dikurangi dengan tingkat inflasi. Statistik menunjukan bahwa apabila US$ Real Interest Rate ini negatif, maka harga emas dalam US$ akan naik. Perhatikan grafik di samping yang saya ambilkan dari MClellan Financial Publication yang menjelaskan fenomena melonjaknya harga emas dunia pada akhir tahun 70-an.

Penjelasannya demikian: “pada saat simpanan masyarakat di bank atau obligasi pemerintah memberikan hasil yang lebih rendah dari inflasi, maka masyarakat akan mencari bentuk simpanan yang lain yang memberikan hasil lebih. Salah satu yang memberikan hasil lebih ini adalah emas, maka masyarakat berbondong-bondong membeli emas – dan harga emas akan terus terdorong naik”.

Sayangnya sumber yang saya petik grafiknya tersebut diatas tidak memberikan data terkini dari US$ Real Interest Rate; maka saya ‘lanjutkan’ grafik tersebut untuk situasi terkini berdasarkan data-data yang saya kumpulkan dari US Department of Labor; the Federal Reserve dan juga dari Kitco untuk harga emas terakhir. Hasilnya dapat dilihat pada grafik di atas.

Jadi sejak tahun lalu sampai sekarang, US$ Real Interest Rate masih negatif.  Bahkan the Fed belum akan bisa menaikkan suku bunga karena krisis financial negeri itu belum sepenuhnya pulih. Kalau toh akan dinaikkan kemungkinan besarnya hanya akan berada pada kisaran 0.25% – 0.5% yang belum akan mengubah posisi negatif Real Interest Rate tersebut.

Maka menurut saya sendiri,  penurunan harga emas dalam 3 minggu ini, masih berupa Noise dan bukan merupakan Signal yang sesungguhnya dari harga emas dunia.

Pada waktu seperti ini, saya sendiri akan membeli banyak-banyak emas (kalau punya uang) untuk dicetak menjadi Dinar kemudian diputar sebagai permodalan sektor riil yang lebih bisa diandalkan; namun bagi yang ingin berspekulasi dengan emas untuk memperoleh keuntungan jangka pendek – saya tidak menganjurkannya sama sekali! Wa Allahu A’lam.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Berapa Tinggi Harga Emas Akhir Tahun Ini & Tahun Depan?


Ini pertanyaan yang paling sering sampai ke saya yang ditanyakan oleh para pembaca situs ini. Jawaban saya selalu sama, bahwa saya tidak tahu – hanya Allah-lah yang tahu ilmu masa depan.

Meskipun demikian, para praktisi pasar biasa menggunakan statistik dan analisanya untuk berusaha memahami apa yang sedang terjadi dan melihat kemungkinannya apa yang akan terjadi ke depan. Para pelaku yang competent di bidangnya tersebut – tidak selalu benar – tetapi biasanya cukup akurat analisanya.

Untuk menjawab pertanyaan pertama tersebut, saya ambilkan pediksi dari James Turk – konsultant emas dari Gold Anti Trust Action Committee (GATA), dimana dia menguatkan prediksi sebelumnya bahwa harga emas dunia akan berkisar antara US$ 1,200 – US$ 1,400 sampai akhir tahun ini. Dengan asumsi Rupiah berada pada tingkat Rp 9,500/US$ ; maka kisaran harga emas di Indonesia akhir tahun akan berada antara Rp 366,500 – Rp 427,500 atau dalam Dinar antara Rp 1.56 juta – Rp 1.82 juta. Karena rentang prediksi yang panjang ini, hitungan saya sendiri juga berada di rentang yang kurang lebih sama.

Untuk pertanyaan kedua tentang prediksi tahun depan, saya ambilkan prediksi dari orang yang sangat competent di perdagangan emas dunia karena dia adalah Ketua Dewan Emas DuniaWord Gold CouncilIan Telfer yang saat ini juga chairman dari Goldcorp. Dalam interviewnya dengan TV Fox Business News akhir pekan lalu dengan mantap dia memprediksi harga emas tahun depan akan mencapai US$ 2,000/oz (dia menggunakan kata it certainly could get!). Dengan asumsi nilai Rupiah yang sama, maka ini berarti harga emas di Indonesia tahun depan akan berada di kisaran harga Rp 600 ribu-an dan Dinar berada di kisaran harga Rp 2.6 juta-an! Tidak percaya? Silahkan tonton interview Ian Telfer (klik link disini).

Namun perlu diingat bahwa kalau toh seandainya prediksi tersebut benar, terjadinya tidak akan secara langsung. Harga emas kemungkinan besar akan berfluktuasi dahulu sebelum mencapai angka tersebut. Jadi sangat tidak dianjurkan untuk berspekulasi dengan harga emas ini bila fokus investasi Anda untuk meraih keuntungan jangka pendek. Wa Allahu A’lam.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Financial PlanComments (0)

Emak Naik Haji Dengan Dinar


Ada film yang menyentuh tentang kerinduan hamba Allah untuk memenuhi panggilanNya pergi ke tanah suci menunaikan ibadah haji, Emak Ingin Naik Haji (klik disini untuk melihat Pre-Trailernya) yang hari-hari ini banyak diputar di bioskop-bioskop di Indonesia.

Mengapa film ini popular – saya rasa karena kedekatan ceritanya dengan realita yang kita hadapi.  Hampir seluruh muslim/muslimah yang menghayati perintah Allah untuk menunaikan haji bagi yang mampu ini, pasti sangat merindukan untuk bisa pergi berhaji.

Saya ingat perjuangan bapak-ibu saya keluarga petani kecil di desa yang berusaha menyekolahkan 11 anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Sampai wafatnya bapak saya tidak kesampaian naik haji (baru dapat kami badal hajikan sekian tahun setelah bapak wafat); kemudian ibu saya sampai bertahun –tahun menangis setiap jum’at karena merindukan Baitullah.

Alhamdulillah kerinduan ini kesampaian dengan ijinNya semata; melalui perantaraan anak-anaknya yang mau menabung sebagian besar penghasilannya sejak awal mulai bekerja.

Begitulah beratnya upaya untuk menunaikan kewajiban yang satu ini – maka Allah hanya mewajibkannya bagi yang mampu.

Nah urusan mampu inilah yang berada di medan upaya kita, hasil nanti biarlah Allah yang menentukannya. Seperti kisah Emak di film tersebut, meskipun pada akhir cerita dia pergi haji melalui perantaraan nazar anak tetangganya  - dia telah berusaha sekuat tenaga untuk dengan jerih payahnya sendiri bisa pergi berhaji.

Masalahnya adalah mayoritas masyarakat kita yang awam tidak menyadari hambatan inflasi terhadap pencapaian upaya untuk pergi berhaji ini. Si Emak dalam film tersebut di atas mengungkapkannya dengan sangat baik: kalau setahun dia hanya bisa mengumpulkan 1 juta, 5 tahun 5 juta, maka dia baru bisa pergi haji pada usia 86 tahun – yang pada saat itupun uangnya tidak cukup lagi karena entah berapa biaya pergi haji saat itu.

Walhasil pertumbuhan tabungan haji kita bisa jadi kalah dengan inflasi setiap tahunnya, sehingga niat suci ini bisa tergerus – bersamaan dengan tergerusnya daya beli uang kita.

Tulisan saya tempo hari, Dinar Untuk Perencanaan Haji… saya sudah jelaskan teknis dan hitungan kasarnya. Biaya pergi haji cenderung menurun dengan hitungan Dinar, bila tahun 2000 ONH biasa setara 70 Dinar; tahun ini setara 20 Dinar; maka dalam 6 tahun kedepan (2015) ONH biasa dapat diprediksikan berdasarkan statistik – hanya akan memerlukan 10 Dinar saja, Insya Allah!

Jadi, seandainya Emak dan jutaan orang Indonesia sadar akan kekuatan daya beli Dinar ini – upaya untuk memenuhi panggilanNya dapat dilakukan dengan maksimal – sehingga lebih banyak orang yang mampu pergi berhajiinsya Allah.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Financial PlanComments (0)

Harga Emas/Dinar Lagi Tinggi, Kapan Kesempatan Untuk Membeli?


Salah satu tulisan saya yang sangat banyak dibaca pengunjung web ini rupanya tulisan saya tentang Musim Membeli Emas. Tingginya harga emas dunia 2 bulan terakhir – yang sampai pagi ini telah berada di kisaran US$ 1117/oz – meng-confirm pola musiman dalam perkembangan harga emas dunia seperti yang saya uraikan pada tulisan tersebut di atas.

Lantas pertanyaan yang sering muncul adalah – kalau kita punyanya uang/anggaran untuk menabung Dinar/emas di bulan-bulan dimana musim harga emas lagi tinggi seperti sekarang ini; apakah terus kita menunggu sampai akhir Maret nanti untuk membeli emas/Dinar?

Jawabannya ada di grafik samping, yaitu grafik yang menunjukkan tingkat perubahan harga emas/Dinar (dalam Rupiah) selama 10 tahun terakhir – dalam 3 kategori perubahan, yaitu bulanan (kuning), 6 bulanan (hijau) dan tahunan (merah).

Agak njlimet memang, tetapi gampangnya saya contohkan begini: Bila Anda membeli emas/Dinar pada musim harga tinggi seperti pada bulan November sekarang, berapa peluang Anda untuk rugi dalam 1 bulan kedepan, 6 bulan kedepan dan 1 tahun kedepan?

Berdasarkan statistik 10 tahun terakhir, ternyata peluang Anda rugi sebulan berikutnya hanya 2/10. Yaitu bila Anda membelinya pada bulan November 2001 dan menjualnya di Desember 2001 atau membelinya di November 2006 dan menjualnya di Desember 2006. Peluang harga emas/Dinar Anda naik 1 bulan berikutnya adalah 8/10 (sisanya).

Peluang rugi dalam 6 bulan berikutnya ternyata juga sama 2/10; yaitu bila Anda membeli pada bulan November 2001 dan menjualnya di April 2002 atau membeli di November 2002 dan menjualnya di April 2003. Peluang harga emas/Dinar Anda naik 6 bulan berikutnya adalah juga 8/10 (sisanya).

Dalam 10 tahun terakhir, meskipun Anda beli emas/Dinar pada musim harga emas/Dinar tinggi seperti pada bulan November ini; statistik menunjukkan Anda tidak pernah merugi bila Anda menjualnya 1 tahun berikutnya atau lebih.

live-spot-goldApa maknanya ini semua? Meskipun Anda tidak memperoleh gain sebesar bila Anda membeli emas/Dinar pada musim harga rendah; membeli emas/Dinar pada musim harga tinggi tetap lebih menguntungkan dibandingkan dengan mempertahankan uang Anda dalam mata uang kertas dan menunggu musim harga emas/Dinar rendah berikutnya.

Ini tidak hanya berlaku terhadap mata uang kertas Rupiah; Anda bisa lihat dalam 1 tahun terakhir – sejak November tahun lalu – harga emas/Dinar kini nilainya 52% lebih tinggi ketimbang disimpan dalam US$. Silahkan lihat buktinya di www.kitco.com pojok kiri atas seperti yang saya copy-kan di samping (posisi pagi ini 12/11/09 WIB, atau posisi sesaat setelah pasar New York tutup 11/11/09 pukul 17:02 NY Time).

Ini menunjukkan betapa runyamnya US Dollar setahun terakhir,  juga mata uang lain yang diukur dengan US$ – tidak ketinggalan pula semua asset yang dinilai dalam US$ seperti  asuransi dalam US$, dana pensiun, dana kesehatan, dlsb.  Masih tetap mau belain US Dollar Anda? Saran saya… Jangan!!! Wa Allahu A’lam.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Financial PlanComments (0)

Daya Dorong Ekonomi & Politik Global Pada Harga Emas


Di dunia perdagangan emas (sebenarnya juga pada dunia perdagangan lainnya), tidak ada satu ahli-pun yang bisa memperkirakan dengan pasti akan kemana harga emas pada hari esok. Yang bisa dilakukan hanyalah analisa terhadap apa-apa yang sudah atau sedang terjadi dan kemungkinan pengaruhnya untuk waktu yang akan datang.

Analisa statistik semacam ini sering saya buat dalam beberapa kali tulisan, seperti yang saya tulis beberapa waktu lalu yang kemudian menjadi salah satu tulisan favorit pembaca:  Musim MembeliEmas/Dinar. Meskipun analisa statistik semacam ini terbukti relatif akurat untuk memprediksi pergerakan harga emas ke depan, ilmu masa depan tetap milik Allah semata.

Memprediksi harga emas dunia dalam pasar yang sangat global seperti di zaman teknologi ini menjadi semakin sulit karena tidak hanya faktor-faktor ekonomi saja yang mempengaruhi harga emas dunia; tetapi faktor politik tidak kalah pentingnya.

Untuk faktor ekonomi, kita tahu bahwa karena harga emas dunia umumnya dinilai dalam US$ – maka ekonomi negara Paman Sam tersebut sangat dominan perannya dalam harga emas dunia. Masalahnya adalah meskipun mereka mengajari dunia tentang keterbukaan dan tanggung jawab, realitanya ekonomi mereka sendiri tetap gelap.

Tingkat pengangguran resmi menurut data pemerintah dibawah 10%; sedangkan salah satu orang pintar negeri itu John Williams menunjukkan data yang lain dalam Shadow Government Statistics (SGS), dimana angka pengangguran sesungguhnya mencapai 20%. Contoh lain adalah inflasi yang menurut  pemerintah angkanya hanya 2%;  menurut SGS angka inflasi ini sesungguhnya telah mencapai 6.5% di AS.

Entah siapa yang benar, tetapi yang jelas kenaikan harga emas dunia dalam US$ setahun terakhir telah mencapai 42.66% (data resmi Kitco.com  pada saat artikel ini saya tulis 28/10/09) menunjukkan bahwa ada masalah yang sangat serius dalam US$ – yang berarti juga ekonomi Amerika.

Di luar masalah ekonomi tersebut di atas, tidak kalah pentingnya adalah faktor politik global yang saat ini menunjukkan potensi-potensi masalah di beberapa bagian dunia. Tendensi menyatunya sikap antara Russia, China dan Iran – dapat mengubah keseimbangan kekuatan politik Dunia. Russia dan China sudah menyampaikan sikapnya ke Amerika bahwa mereka tidak setuju sangsi ekonomi terhadap Iran – atas non-compliance-nya Iran terhadap perjanjian nuklir dunia.

Dalam dunia politik, ketidak setujuan 2 negara besar tersebut dapat berarti mereka akan berada di belakang Iran bila terjadi konflik antara Iran dengan sekutu  Amerika. Sekutu Amerika Israel yang merasa terancam keamannya dengan adanya program nuklir Iran tersebut, bisa saja berbuat konyol dengan menyerang Iran – karena mereka toh sudah berbuat konyol sebelumnya dengan menyerang jalur Gaza.

Kemungkinan-kemungkinan gejolak regional tersebut tentu tidak dikesampingkan oleh para pelaku usaha global – termasuk para pedagang dan investor emas besar dunia. Bukan masalah perangnya sendiri yang bisa terjadi dan bisa juga tidak, kekhawatiran terhadap perang ini saja cukup untuk mendorong harga emas dunia ke atas.

Semakin khawatir orang terhadap potensi perang, semakin tinggi harga emas akan terdorong ke atas. Mengapa demikian? Karena bila perang terjadi – uang kertas yang menjadi alat tukar masing-masing negara yang terlibat perang bisa sangat terganggu daya belinya – lihat yang terjadi dengan uang Iraq misalnya.

Memang dalam krisis Iraq, sepertinya Iraq dibiarkan sendirian oleh dunia sehingga dengan mudah diluluh lantakkan oleh Amerika bersama para sekutunya. Akibatnya yang ikut luluh lantak hanya mata uang Iraq. Lain halnya bila konflik Iran pecah dan minimal  Russia bersama China berada di pihak mereka, maka bisa jadi seluruh yang terlibat perang termasuk Amerika dan sekutunya, Russia, China, dlsb akan ikut luluh lantak uangnya.

Jadi kemana investasi kita untuk jangka waktu yang panjang? Selain waspada pada perkembangan ekonomi, waspadai pula perkembangan politik duniaWa Allahu A’lam.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Political EconomyComments (0)

Prediksi Harga Emas Mengikuti Deret Fibonacci


Bahwasanya uang kertas yang menjadi salah satu pangkal Riba pasti hancur, ini sudah dijanjikan Allah dalam surat Al Baqarah (2) 276: Allah Memusnahkan Riba dan Menyuburkan Shadaqah…”.

Namun karena para ekonom dan ilmuwan sering mengabaikan peringatan Al-Qur’an dan mengandalkan teori dan analisa ilmiah semata, maka pada tulisan ini saya berusaha menjelaskan proses ilmiah kehancuran mata uang kertas (US Dollar, Rupiah atau apapun namanya) dengan menggunakan analisa statistik harga Dinar dalam Rupiah dan US$ untuk jangka waktu beberapa tahun terakhir.

Dalam Ilmu Statistik ada yang dikenal sebagai Deret Fibonacci, yaitu deret angka-angka 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89,144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181, 6765, dst. Angka-angka ini dihasilkan dengan cara menjumlahkan 2 angka sebelumnya menjadi angka berikutnya. Contoh angka 5 adalah 2+3 ; angka 8 adalah 5+3, dst.

Apa istimewanya bilangan tersebut? Coba Anda bagi mulai angka 34:21 kemudian 55:34 gunakan kalkulator Anda dan set menjadi 3 digit di belakang koma – maka hasil pembagian akan menjadi angka 1.618. Begitupun angka-angka sesudahnya apabila dibagi dengan angka sebelumnya hasilnya akan menuju angka 1.618 tersebut.

Nah sekarang sebaliknya, bagi angka sebelumnya dengan angka sesudahnya… maka Anda akan selalu mendapatkan hasil angka 0.618.

Lantas apa istimewanya angka 1.618 dan 0.618 ini? Ternyata angka ini banyak sekali kita jumpai di alam dan di tubuh kita. Barangkali ini antara lain yang diperintahkan Allah kepada kita untuk berpikir dalam surat Adz-Dzaariyaat (51) 21: “Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”. Ternyata bilangan tersebut juga digunakan Allah untuk menciptakan keindahan tubuh kita.

Coba ukur bagian tubuh Anda di area-area berikut, maka Anda akan menjumpai angka Fibonacci tersebut:

  1. Jarak antara ujung jari dan siku/jarak antara pergelangan tangan dan siku.
  2. Jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala/panjang kepala.
  3. Jarak antara pusar dan ujung atas kepala/jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala.
  4. Jarak antara pusar dan lutut/jarak antara lutut dan telapak kaki.
  5. dst.

Lantas apa hubungannya ini semua dengan kehancuran Rupiah dan Dollar?

Allah menjanjikan keteraturan di bumi ini; coba perhatikan ayat berikut “Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah”. (QS. Al-Mulk (67): 3-4).

Dengan keteraturan pulalah Allah menghancurkan apa-apa yang di bumi, termasuk dalam memusnahkan Riba tersebut. Bahkan proses terjadinya kiamat-pun terurai secara rinci di Al-Quran dan Al Hadits, kejadiannya tahap demi tahap.

Di pasar modal, tahun 1937 ada ekonom yang terkenal Ralph Nelson Elliot yaang memperkenalkan teori gelombang yang disebut Elliot Wave Theory. Intinya naik turunnya harga saham juga mengikuti Deret Fibonacci tadi. Apabila kita bisa mengetahui kapan puncak yang satu, maka puncak berikutnya akan mendekati 1.618 kali puncak sebelumnya.

Prediksi Harga Emas Mengikuti Deret Fibonacci

Prediksi Harga Emas Mengikuti Deret Fibonacci

Berdasarkan teori Deret Fibonacci ini,  maka harga emas akan melalui puncak angka di kisaran US$ 1,630-an dahulu, turun lagi – baru naik kembali ke angka di kisaran US$ 2,600-an dst…

Tetapi kapan ini terjadi? Wa Allahu A’lam, berdasarkan rentang Fibonacci 1 yang hanya 8 bulan, maka Fibonacci 2 bisa jadi dalam waktu dekat… sekali lagi hanya Allah yang tahu ilmu masa depan ini, saya sekedar berusaha memahami fenomena yang sedang terjadi.

Mengapa angka US$ 1,630-an (atau tepatnya angka US$ 1,636) yang saya pilih? Karena angka tertinggi sebelumnya yang sudah terjadi adalah angka US$ 1,011/troy oz yang terjadi pada tanggal 17 Maret 2008 lalu. Bilangan Fibonacci 1.618 dikalikan US$ 1,011/troy oz jadinya US$ 1,636/troy oz.

Analisa kwantitatif semacam ini tentu tidak afdhol bila tidak didukung analisa kwalitatif, yang dapat dilihat pada tulisan saya sebelumnya bahwa mengapa US$ (dan uang kertas lainnya) akan cenderung memburuk – yang berarti semua benda riil terutama emas akan terus naik harganya.

Saya bisa saja keliru dalam membuat prediksi ini, tetapi yang jelas saya lebih percaya pada emas dibandingkan US$ ataupun berbagai mata uang kertas lainnya – terutama dalam krisis yang seperti sumur tanpa dasar ini. Wa Allahu A’lam.

*Catatan: Di pasar Internasional yang pernah secara ringkas menggunakan Deret Fibonacci untuk analisa harga emas adalah Gold Price Organization, Ilmu duniawinya tulisan ini diilhami oleh analisa di situs mereka www.goldprice.org – saya hanya berusaha menambahkan sudut pandang saya sebagai seorang muslim melihat fenomena tersebut.

Disclaimer:

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di website ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun  yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di website ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber website ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: -1 (from 1 vote)
  • Share/Bookmark

Posted in Financial PlanComments (0)

Harga Emas/Dinar Dalam Rupiah: Dorongan Bulan September dan Anomali Positif


Dalam tulisan saya sebelumnya tentang Musim Membeli Emas/Dinar saya menyebutkan bahwa musim harga rendah untuk emas dunia terjadi antara akhir Maret sampai September, sebaliknya akhir September sampai Maret – harga akan cenderung tinggi.

Sinyalemen ini kini dapat dibuktikan dengan analisa statistik harga emas dunia dalam US$ selama 10 tahun terakhir sejak Januari 2000.  Puncak harga emas (US$)  rata-rata bulanan tertinggi seluruhnya terjadi diantara bulan September ke Maret. Dalam Rupiah bisa berbeda karena satu faktor lagi ikut berpengaruh yaitu nilai tukar Rupiah terhadap US$.

Ketika Rupiah melemah terhadap US$ maka harga emas dalam Rupiah akan naik meskipun harga emas dunia dalam US$ menurun. Kondisi ini saya sebut Anomali Negatif karena kita cenderung rugi untuk membeli emas saat itu. Mengapa rugi? Karena namanya anomali – terjadinya tentu tidak terus menerus, pada waktunya menjadi normal kembali – harga akan terkoreksi ke arah normal yang lebih rendah. Anomali Negatif ini bisa kita lihat jelas di grafik pada periode pertengahan 2001 ketika Rupiah berada di atas Rp 11,000/US$.

Hari-hari ini yang terjadi sebaliknya yaitu harga emas dalam Rupiah cenderung menurun – di tengah harga emas dunia (dalam US$) yang mulai merangkak naik, kondisi ini  yang kita kita sebut Anomali Positif. Penyebab Anomali Positif saat ini tidak lain karena Rupiah sedang dalam proses recovery setelah beberapa bulan lalu juga menyentuh angka di atas Rp 11,000/US$.

Ketika Anomali Positif terjadi seperti sekarang ini, insya Allah ini menjadi waktu yang paling baik untuk membeli emas atau Dinar – karena ketika periode anomali ini berakhir, harga emas dalam Rupiah akan kembali normal ke angka yang cenderung lebih tinggi.

Jadi untuk saat ini ada 2 pendorong naiknya harga emas/Dinar (Rupiah) dalam waktu dekat, pertama efek normalisasi harga dalam Rupiah – setelah Rupiah berada pada keseimbangannya yang baru terhadap US$ – sehingga harga emas dalam Rupiah akan cenderung parallel terhadap harga dalam US$ seperti yang ditunjukkan pada grafik di luar zone anomali.

Kedua adalah efek musiman bulan September seperti yang sudah saya uraikan pada tulisan sebelumnya di atas. Wa Allahu A’lam.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Posted in Dinar ProspectingComments (0)


Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Nilai Tukar Rupiah - Mata Uang lain

Sofi is offlineEny is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes