Tag Archive | "alat ukur"

And The Winner Is??


Untuk bisa melihat kinerja uang kertas kita dalam perspektif yang lebih luas, pada kesempatan ini saya ingin menyajikan perkembangan harga emas sampai 5 tahun terakhir dilihat dari kaca mata uang Rupiah, US$, Euro dan Yen.

Kita gunakan harga emas dalam mata uang masing-masing ? karena harga emas inilah alat ukur yang paling universal dan stabil sepanjang zaman. Kita patut bersyukur bahwasanya dalam 6 ? 12 bulan terakhir, mata uang kita jauh lebih perkasa dibandingkan dengan 3 mata uang kuat dunia yaitu US$, Euro dan Yen.

Hal ini dapat kita lihat bahwa di antara 4 mata uang yang kita observasi daya belinya terhadap emas; dalam 6 ? 12 bulan terakhir harga emas dalam Rupiah-lah yang kenaikannya paling rendah. Dalam Rupiah kenaikan harga emas malah minus  atau mengalami penurunan selama 12 bulan terakhir.

Meskipun kita dapat berbangga dengan Rupiah kita dalam jangka pendek, namun kita tetap harus mewaspadai daya beli uang kita ini karena dalam jangka menengah 5 tahun saja Rupiah berkinerja paling lemah bila dibandingkan dengan 3 mata uang kuat dunia Yen, US$ dan Euro tersebut di atas. Dalam timbangan emas, harga emas dunia telah mengalami kenaikan 161% selama 5 tahun terakhir bila dibeli dengan Rupiah. Sementara bila dibeli dengan Yen, US$ dan Euro masing-masing hanya mengalami kenaikan 125%, 157% dan 150%.

Apa maknanya ini semua? Karena mata uang merepresentasikan kekuatan ekonomi suatu negara. Maka selama kurun waktu 5 tahun terakhir, Jepang masih paling kuat fundamental ekonominya dibandingkan dengan negara-negara Uni Eropa, Amerika dan Indonesia.

Kita tentu berharap stamina kita yang lagi fit sehingga memiliki ke-unggul-an dalam 6-12 bulan terakhir dibandingkan dengan negara-negara yang secara umum memiliki fundamental ekonomi yang lebih kuat dari kita tersebut ? dapat bertahan lama sampai bertahun-tahun mendatang.

Bagaimana kalau kondisi unggul ini tidak bisa bertahan lama? Ada cara lain untuk mempertahankan hasil jerih payah kita agar tetap memiliki daya beli unggul sepanjang zaman ? yaitu emas atau Dinar. Selagi Rupiah perkasa seperti hari-hari ini, harga emas sesungguhnya lagi rendah-rendahnya dalam Rupiah ? relatif terhadap mata uang lain di dunia. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Dinar Investment Yield: Mistar Pengukur Hasil Investasi Riil


Selama ini para pelaku bisnis dan juga individu menggunakan referensi suku bunga perbankan, SBI dan sejenisnya untuk mengukur apakah suatu investasi memberikan hasil yang baik atau kurang. Kalau hasil investasi tersebut lebih tinggi dari bunga deposito atau lebih tinggi dari SBI, maka investasi tersebut dikatakan berhasil dan sebaliknya.

Masalahnya adalah alat ukur yang kita pakai tersebut menyusut nilainya dari waktu ke waktu ? jadi hasil investasi yang diukur dengan alat ukur yang menyusut tentu juga tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya. Mengenai penyusutan nilai uang kertas ini saya sudah bahas di tulisan sebelumnya.

Lantas apa alat ukur investasi kita yang lebih mencerminkan nilai daya beli yang sesungguhnya? Lagi-lagi ya menggunakan Dinar sebagai pembanding. Namun kalau kita katakan tahun ini Dinar mengalami penguatan 32 % terhadap Rupiah maupun Dollar, apa artinya ini terhadap hasil investasi kita yang di Rupiah ataupun Dollar? Tidak mudah untuk mengkaitkannya.

Nah saya mencoba membuat alat ukur sederhana untuk keperluan tersebut, alat ini saya pakai sendiri untuk menilai investasi saya di beberapa usaha kecil-kecilan yang saya tangani. Saya share disini untuk para pembaca siapa tahu bermanfaat juga bagi orang lain.

Cara kerjanya sederhana saja, semua dibandingkannya dengan harga Dinar berdasarkan statistik rata-rata 40 tahun yang kita miliki, Dinar yang diam saja (tidak diinvestasikan = 0% hasil investasi dalam Dinar) memberikan hasil yang setara dengan hasil investasi dalam Rupiah rata-rata 30.04%/tahun. Sedangkan terhadap hasil investasi dalam Dollar, ini setara dengan hasil investasi rata-rata 11.29%/tahun. Memang tahun 2007 lalu Dinar memberikan hasil yang exceptional 32%/tahun terhadap US$ Dollar ? tetapi rata-ratanya 40 tahun ya 11.29% itu tadi.

Kalau diamnya Dinar saja memberikan hasil 4 kali lebih besar dari hasil deposito dalam Rupiah (setelah dipotong pajak Deposito Rupiah memberikan bagi hasil sekitar 7.5%/tahun) dan 3 kali deposito dalam US$ (setelah dipotong pajak Deposito US$ memberikan hasil sekitar 3.6%/tahun), maka alangkah baiknya kalau Dinar tersebut juga berputar untuk investasi. Kalau kita bisa berinvestasi dengan hasil rata-rata 10% saja dalam Dinar, maka berdasarkan mistar Dinar Investment Yield tersebut hasil 10% dalam Dinar setara dengan 22.42 % dalam US$ dan setara dengan 43.04% dalam Rupiah.

Kalau deposito bagi hasilnya hanya antara 1/4 sampai 1/3 dari Dinar yang disimpan saja, lantas apa investasi yang baik? Jawabannya adalah usaha sektor riil yang dijalankan dengan baik. Kalau belum ketemu bisnis yang baik atau mudharib yang bisa menjalankannnya, pertahankan dalam tangkainya (lihat QS. Yusuf (12): 47-48) atau bahasa investasinya pegang dulu dalam bentuk asset yang paling aman – apa itu? ya lagi-lagi Dinar. Lihat juga di 2 tulisan saya sebelumnya mengenai Investasi Dinar dan Bangun Ketahanan Ekonomi. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Mana Yang Lebih Bisa Dipercaya: Data Inflasi Atau Data Harga Emas?


John Williams adalah seorang kakek dari lima cucu yang tinggal di Oakland, California. Kakek ini memiliki profesi yang aneh bagi sebagian orang ? namun sangat diperlukan bagi sebagian yang lain. Dagangan si kakek adalah  hal yang tidak biasa yaitu STATISTIK? di luar statistik resmi yang di release oleh pemerintah. John Williams memang bukan sembarang kakek, dulunya ia adalah praktisi bisnis dan juga consultant di perusahaan-perusahaan raksasa dunia.

Anda bisa kunjungi situsnya di Shadow Government Statistics, bahkan kalau ingin lebih detil memperoleh data statistik si kakek ? Anda dapat berlangganan dengan biaya  US$ 175 / tahun ? maka Anda sudah memiliki akses ke sumber statistik lain di luar statistik resmi pemerintah Amerika Serikat ? sepanjang tahun.

Apakah data yang dikeluarkan oleh kakek Williams ini lebih akurat dibandingkan data resmi pemerintah?, nampaknya sebagian orang berpendapat demikian ? makanya kakek yang satu ini menjadi sangat terkenal sepanjang krisis satu setengah tahun terakhir. Para statistician pemerintah-pun pada kebakaran jenggot karena media masa nampaknya cenderung mempercayai teori konspirasi dalam bidang statistik yang dilontarkan kakek Williams. Teorinya demikian:

Awalnya para surveyor mengumpulkan data secara nasional, kemudian data ini diolah oleh para statistician ? sampai disini masih ok. Namun sebelum di release untuk umum, para politisi menginginkan data yang keluar menunjukkan suatu kemajuan (yang sangat penting untuk citra mereka di masyarakat) , maka kalau-pun mereka tidak bisa mengubah fakta, maka target-nya mereka dapat ?mengelola? fakta . Inilah yang membuat seorang John Williams tidak pernah bisa percaya statistik resmi pemerintah.

Ketika data resmi pengangguran pemerintah saat ini masih berada dibawah 9 %; datanya John Williams menunjukkan angka ini sudah berada diatas 20%.  Data inflasi resmi pemerintah yang saat ini berada pada angka ? 1.43%, menurut John Williams data ini berada pada angka diatas 6%.

Sayangnya untuk kita di Indonesia, kita tidak memiliki orang seperti  John Williams yang bisa menyajikan statistik alternatif di luar yang resmi keluaran pemerintah. Namun sebenarnya ada tolok ukur yang baku, yang bisa menimbang harga-harga secara adil dan akurat sepanjang masa di seluruh dunia ? yaitu harga emas atau Dinar.

Teorinya sederhana saja yaitu kembali ke harga kambing yang stabil di kisaran 1 Dinar sepanjang masa (setidaknya sejak lebih dari 1400 tahun lalu); harga kambing bisa berfluktuasi (karena supply & demand) tetapi akan tetap dikisaran 1 Dinar. Bila harga kambing berfluktuasi dikisaran harga 1 Dinar sepanjang masa, maka demikian pula kurang lebih harga-harga kebutuhan pokok manusia yang bersifat renewable dan tidak mengalami kelangkaan (scarcity) . Ketika teori harga kambing dalam Dinar ini kita terapkan di angka inflasi Amerika misalnya, hasilnya lebih mendekati hitungan John Williams ketimbang statistik resmi pemerintah.

Untuk saat ini data inflasi pemerintah AS yang menunjukkan angka -1.43% di atas; dan datanya John Williams 6% ; data versi harga kambing/Dinar adalah 5.46% ! Jika koreksi angka inflasi ini kita terapkan dalam jangka panjang, maka akan semakin jelas versi harga kambing/Dinar-lah yang lebih akurat mencerminkan tingkat harga ini.

Seandainya Anda membeli barang  X di Amerika tahun 71 seharga $ 100, berdasarkan data resmi inflasi negeri itu saat ini (Agustus, 2009) harganya ?hanya? pada kisaran $ 520.  Padahal kenyataanya tidak akan demikian, Anda baru dapat membeli barang yang sama di kisaran harga US$ 2,500. Inilah yang ditunjukkan oleh alat ukur atau timbangan harga yang adil yaitu Dinar seperti yang nampak dalam grafik diatas.

Dinar bukan hanya akurat untuk mengukur harga-harga, tetapi juga sangat akurat untuk mengukur tingkat kemiskinan misalnya. Nishab zakat yang 20 Dinar adalah contoh betapa langgengnya standar batas si kaya dan si miskin versi Islam ini, batas si kaya dan si miskin ini akan terus bergerak bila tolok ukurnya uang kertas atau tingkat inflasi.

Jadi sebenarnya kita memiliki alat ukur atau timbangan yang adil untuk memahami kondisi ekonomi kita secara lebih akurat dalam rentang waktu yang sangat panjang, hanya memang data yang akurat dan adil ini kadang terasa pahit. Wa Allahu A?lam.

Posted in Political EconomyComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes