Tag Archive | "akses pasar"

Dan Nabi-pun Mendirikan Pasar


Salah satu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah yang kemudian membuat perubahan besar dalam penguasaan ekonomi adalah konsep bahwa bekerja adalah Ibadah. Melalui konsep inilah kaum Muhajirin yang berhijrah mengikuti Rasulullah SAW tanpa membawa harta-pun segera menjadi asset bagi umat dan bukannya liability – karena mereka dapat mengoptimalkan kemampuannya baik dalam kegiatan produksi maupun kegiatan perdagangan.

Digambarkan dalam sejarah bahwa setelah Hijrahnya Rasulullah SAW dan para pengikutnya, bumi-bumi yang semula gersang-pun kemudian terolah menjadi kebun-kebun yang subur dan taman-taman yang indah. Karena konsep bekerja adalah ibadah pula, maka hal-hal positif yang terkait dengan peribadatan seperti keadilan, kejujuran, kesetaraan, kehati-hatian, kebersahajaan, infaq, dlsb dapat termanifestasikan dalam kehidupan umat sehari-hari ketika mereka bekerja.

Awalnya tentu tidak mudah karena ketika kaum Muhajirin mulai aktif berdagang di Madinah misalnya, mereka berdagang di pasar yang sudah ada waktu itu yaitu pasar yang dikelola oleh Yahudi. Pengelolaan pasar oleh Yahudi yang di Al-Qur?an digambarkan bahwa mereka menganggap HALAL untuk mengambil harta orang lain ini (orang-orang umi, QS. Al-Imran [3]: 75), tentu saja bermasalah.

Oleh karena penguasaan pasar oleh kaum yahudi tersebut pula maka umat Islam semula tidak bisa sepenuhnya mengimplementasikan nilai-nilai Islam di pasar ? maka kemudian Rasulullah SAW-pun memandang penting untuk segera mendirikan pasar bagi kaum muslimin di awal-awal terbentuknya masyarakat yang akan hidup dengan nilai-nilai Islam yang menyeluruh di Madinah.

Di suatu tempat yang berjarak hanya beberapa rumah arah barat laut dari Masjid Nabi – yang telah didirikan terlebih dahulu, Rasulullah SAW mendirikan pasar dangan sabdanya ?Ini pasarmu, tidak boleh dipersempit (dengan mendirikan bangunan, dlsb di dalamnya) dan tidak boleh ada pajak di dalamnya?. (HR. Ibn Majah)

Pasar di area terbuka ini memiliki panjang sekitar 500 meter dan lebar sekitar 100 meter (luas sekitar 5 ha), jadi cukup luas untuk mengakomodasi kebutuhan penduduk kota yang kemudian berkembang pesat ? paska Hijrah. Lokasinya juga dipilih sedemikian rupa sehingga penduduk yang datang dari berbagai wilayah ? mudah mencapai pasar tersebut. Pasar Madinah inilah yang kemudian menjadi urat nadi perekonomian negara Islam yang pertama, yang berpusat di Madinah.

Lokasinya yang tidak jauh dari Masjid Nabi tetapi juga tidak terlalu dekat (selang beberapa rumah) juga memiliki nilai strategis sendiri. Nilai-nilai yang terbawa dari ketaatan beribadah di masjid dapat mewarnai aktifitas perdagangan di pasar, namun hal-hal yang buruk dari pasar seperti keramaiannya tidak mempengaruhi aktifitas dan kekhusukan umat yang beribadah di masjid.

Pasar Madinah / Medina Market / Suq Al-Madinah

Pasar Madinah / Medina Market / Suq Al-Madinah

Bahkan cara-cara pengelolaan pasar-pun memiliki kemiripan dengan pengelolaan Masjid. Hal ini disampaikan oleh Umar Ibn Khattab yang menjadi Muhtasib ? Pengawas Pasar ? setelah Rasulullah SAW dengan perkataaannya bahwa ?Pasar itu menganut ketentuan masjid, barang siapa datang terlebih dahulu di satu tempat duduk, maka tempat itu untuknya sampai dia berdiri dari situ dan pulang ke rumahnya atau selesai jual belinya?.

Nilai pesan yang terkandung di dalam perkataan Umar ini sejalan dengan hadits Nabi SAW tersebut di atas yang intinya adalah akses ke pasar harus sama bagi seluruh umat; tidak boleh meng-kapling-kapling pasar. Hal ini diimplemantasikan Umar dengan melarang orang membangun bangunan di pasar, menandai tempatnya, atau mempersempit jalan masuk ke pasar. Bahkan dengan tongkatnya Umar menyeru ?enyahlah dari jalan? kepada orang-orang yang menghalangi orang lain masuk ke pasar.

Lantas pelajaran apa yang bisa kita ambil dari sunah Rasulullah SAW mendirikan pasar ? yang kemudian juga terus ditegakkan oleh para Khalifah tersebut di atas?

Yang jelas situasi pasar-pasar yang ada dewasa ini tidak jauh berbeda dengan kondisi pasar di Madinah yang dikelola Yahudi sebelum didirikannya pasar bagi kaum muslimin oleh Rasulullah SAW tersebut di atas. Segala macam kecurangan a la yahudi terjadi di pasar kini, dan yang paling menyolok adalah akses pasar yang tidak mudah dijangkau oleh mayoritas umat.

Di JaBoDeTabBek misalnya, Anda bisa membuat baju-baju yang indah dan makanan-makanan yang enak. Tetapi tidak berarti Anda dengan mudah bisa menjualnya ke pasar. Untuk menyewa tempat di mall atau food court pada umumnya sangat mahal ? sehingga hanya bisa dijangkau segelintir orang saja ? yang justru sudah kaya.

Bila Anda berusaha jualan di tempat-tempat terbuka, di pinggir-pinggir jalan ? maka bila tidak digusur oleh tramtib atau Satpol PP ? Anda akan menjadi bulan-bulanan para preman, tukang ngamen, pengemis, dlsb. Walhasil, kesejahteraan umat secara luas ? sulit sekali diangkat karena antara lain terbatasnya akses ke pasar ini.

Maka selain perjuangan-perjuangan lainnya seperti perjuangan melawan riba, ketidak adilan ekonomi dan sejenisnya, kini saatnya para pejuang ekonomi Islam juga harus mulai memperjuangkan pasar bagi kaum muslimin ini.

Tentu juga tidak mudah, dan juga tidak langsung sempurna seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan Para Khalifah tersebut di atas, tetapi langkah menuju kesana harus ada yang memulai.

Dengan semangat mengikuti jejak Nabi tersebut di ataslah, kami ? Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin (PWDM) ? ingin mulai melangkah merintis embrio terwujudnya pasar bagi kaum muslimin ini dengan proyek-proyek yang kami sebut Pasar MadinahMedina Market atau Suq Al- Madinah. Pemilihan nama ini adalah wujud kerinduan kita semua ? akan lahirnya umat yang makmur ? mengikuti sunah-sunah Nabi SAW termasuk dalam hal mendirikan dan mengelola pasar.

Kami tahu, beberapa pihak juga telah mulai melakukannya lebih dahulu ? sama sekali tidak bersaing dengan apa yang telah mereka rintis, tetapi pendekatan yang kami lakukan memang akan agak berbeda. Ini hanya perlombaan dalam kebajikanfastabiqul khayrat, semoga memberi manfaat yang maksimal bagi umat ke depan.

Bagi yang tertarik untuk terlibat dalam project Medina Market ini, brosur yang lebih detil dari tulisan ini dapat didownload di sini.

Semoga Allah senantiasa memudahkan kita pada amal yang diridloiNya

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

Inspirasi Usaha: Menu Lezat Tanpa Batas Ruang & Waktu


Ada 2 makanan yang menurut saya sendiri sangat lezat di daerah Jakarta dan sekitarnya. Pertama adalah sop kaki kambing di sebuah restaurant arab di Jalan Raden Saleh. Saking lezatnya sop kaki kambing yang satu ini, tamu-tamu arab yang saya ajak makan disini pada keheranan ? karena menurut mereka di Arab sendiri tidak ada sop kaki kambing yang seenak ini. Bahkan ketika mereka balik kenegaranya, mereka pada cerita bahwa di Jakarta ada sop kaki kambing yang sangat lezat ? maka bertambahlah orang-orang arab manca negara yang mengenal restaurant ini dari waktu ke waktu.

Satu lagi adalah sop sapi dari restaurant kecil di dekat taman buah Mekarsari.  Saking banyaknya penggemar sop sapi dari warung nasi ini ? mereka hanya buka sekitar 3 jam setiap harinya yaitu jam makan siang 11-14.  Sebelum jam 11 mereka belum buka, setelah jam 14 ? dagangannya habis. Hari Sabtu dan Ahad mereka tutup karena nampaknya mereka hanya mentarget orang kantoran dan pabrik di sepanjang jalan alternatif Cibubur sampai Jonggol.

planet-beku-sop-daging-sop-igaBetapa-pun lezatnya, saya tidak bisa sering-sering makan kedua sop ini ? karena terkendala oleh 2 hal yaitu ruang dan waktu. Diperlukan perjalanan mobil 1.5 ? 3 jam (tergantung kemacetan Jakarta) dari rumah saya untuk sampai Raden Saleh tempat restaurant sop kaki kambing tersebut berada. Jadi saya hanya makan di restaurant ini bila sedang menghormati tamu-tamu arab saya.

Demikian pula hal-nya dengan sop sapi dari warung nasi dekat Mekarsari tersebut, saya hanya makan sop sapi yang istimewa ini bila sedang berada di daerah tersebut pada saat jam makan siang. Walhasil kedua sop yang sangat lezat ini jarang sekali bisa saya nikmati karena kendala ruang dan waktu tersebut di atas.

Di waktu sahur hari-hari pertama bulan Ramadhan seperti ini (saat tulisan ini saya buat), rasanya akan sangat enak kalau bisa makan salah satu dari sop tersebut ? tetapi apa boleh buat lokasi keduanya sangat jauh dan pasti mereka tidak buka pada jam sahur begini.

Namun alhamdulillah, sudah sekitar 10 bulan ini para peserta Pesantren Wirausaha angkatan I bekerja keras untuk memecahkan masalah kendala ruang dan waktu tersebut di atas. Hasilnya adalah project Planet Beku yang insya Allah siap trial-run di bulan Ramadhan ini juga.

Prinsipnya sederhana saja, bahwa teknik pembekuan bisa digunakan untuk hampir semua jenis makanan. Selain mudah, teknik ini juga tergolong aman sekali karena tidak menggunakan zat pengawet apapun. Makanan-makanan lezat yang dibekukan, akan dapat dikonsumsi kapanpun dan dimanapun, jadi kendala ruang dan waktu kini telah teratasi melalui teknik pembekuan.

planet-beku-sop-jamur-soto-dagingSelama tes pasar ini, insya Allah sudah tersedia 8 menu makanan lezat yang bisa dikonsumsi dimanapun dan kapan-pun (dalam tes masih di sekitar JaBoDeTaBek). Menu-menu tersebut adalah gulai kambing, rendang, sambel goreng ati, sop buntut, sop daging, sop iga, sop jamur dan soto daging. Foto-foto di halaman ini adalah label kemasan dari produk-produk awal Makanan Beku dari project Planet Beku ini.

Nampaknya project Makanan beku ini adalah sederhana; namun kalau bisa ditangani dengan baik ? insya Allah akan bisa membawa perubahan besar tidak terbatas pada aspek ekonomi tetapi juga menyangkut aspek sosial masyarakat.

Perubahan di aspek ekonomi yang dapat di-trigger oleh project Planet Beku ini antara lain adalah:

  1. Masyarakat luas bisa terlibat dalam project ini baik sebagi supplier, distributor, juru masak, penjualan, dlsb.
  2. Terbukanya peluang untuk ?buka restaurant? dengan initial cost yang sangat rendah. Secara harfiah Anda bisa benar-benar punya restaurant dengan masakan-masakan yang lezat tanpa harus memiliki seorang juru masak-pun, karena makanan bisa di-supply oleh Planet Beku dalam kondisi siap saji.
  3. Sebaliknya para jagoan masak, Anda bisa memiliki jaringan restaurant yang sangat luas tanpa harus membuka sendiri satu outlet-pun. Yaitu dengan membekukan hasil masakan Anda dan memasarkannya lewat jaringan Planet Beku, maka jadilah makanan olahan Anda menyebar ke berbagai tempat.
  4. Petani dan peternak akan memilik akses terhadap pasar yang lebih luas berupa commercial end-user yaitu para juru masak Planet Beku ini.
  5. Peluang maju bersama dengan sistem direct1st , dimana tidak ada satu pihak yang merupakan down-line atau up-line bagi yang lain.
  6. Tumbuhnya industri penunjang seperti produsen TAS Makanan Bekucold-chain distribution, dlsb.
  7. Dlsb.

planet-beku-sambel-goreng-ati-sop-buntutAspek sosialnya antara lain adalah:

  • Peluang bagi wanita karir; dia bisa fokus pada keahliannya sebagai dokter, akuntan, programmer, penulis, dlsb, tanpa dihantui beban harus bisa memasak enak untuk suami dan anak-anaknya. Makanan lezat yang siap saji selalu bisa disediakan dengan cepat kapan saja dan dimana saja.
  • Pembagian waktu menjadi efektif karena tidak lagi harus berjam-jam di dapur setiap hari untuk masak makanan harian.
  • Peluang ibadah-pun menjadi sama antara laki-laki dan perempuan; yang selama ini di bulan Ramadhan misalnya para ibu rumah tangga sibuk memasak berjam-jam sebelum maghrib dan sebelum sahur, maka kini mereka bisa sibuk ibadah yang khusus dengan membaca Al-Qur?an lebih banyak, shalat malam, dlsb. karena menyiapkan makanan untuk berbuka dan sahur cukup beberapa menit saja.
  • Berkembangnya spesialisasi yang akan meningkatkan kwalitas dari kebutuhan kita sehari-hari. Ibu-ibu yang tidak biasa masak, bila dia memaksakan diri untuk bisa memasak sop buntut untuk suaminya misalnya, maka ongkosnya akan lebih mahal dan belum tentu enak. Sebaliknya sop buntut yang enak bisa dperoleh dengan mudah dan murah dari jaringan Planet Beku, sehingga waktu dari ibu tersebut bisa lebih difokuskan pada bidang keahliannya.
  • Para pekerja di remote area lebih bisa merasa kerasan di tempat kerjanya karena tetap dapat makan makanan kesukaannya, produktifitas kerjanya-pun insya Allah meningkat.
  • Para professional masakan di daerah juga memiliki kesempatan yang sama, karena insya Allah project Makanan Beku ini juga akan hadir di kota Anda dalam waktu yang tidak terlalu lama.
  • Dlsb.

Meskipun telah 10 bulan disiapkan oleh para peserta Pesantren Wirausaha angkatan I project Planet Beku ini, tentu masih banyak yang perlu penyempurnaan. Namun melihat manfaat dan peluangnya yang sangat luas tersebut, why not Anda juga mencoba produk-produk dari Planet Beku ini ? siapa tahu Anda juga dapat berpartisipasi dalam meng-eksplorasi peluang ini ke depan. Insya Allah.

Posted in Business OpportunityComments (0)

Dinar Untuk Transaksi Modal: Bagaimana Lapangan Kerja & Kemakmuran Tercipta


Sejak tulisan saya tanggal 30 September 2009 lalu dengan judul “Susu Bersih Diantara Kotoran Dan Darah” ; disusul dengan tulisan tanggal 23 Oktober tahun yang sama dengan judul “Investasi Sehat Untuk Minuman Sehat”, tidak hentinya kami berusaha merealisasikan ide-ide tersebut untuk menjadikan karya nyata yang dapat menciptakan lapangan kerja dan membangun kemakmuran.

Meskipun belum bisa dikatakan berhasil sepenuhnya, namun patut disyukuri bahwa upaya tersebut kini – 7 bulan setelah ide pertama muncul – sudah mulai memberikan hasil. Kambing-kambing yang kami ternakkan di Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin ? kini sudah puluhan yang beranak dan otomatis menghasilkan susu. Insya Allah dalam 5 bulan ke depan akan ada ratusan kambing yang menghasilkan susu di lokasi ini.

Saat ini di Pesantren Wirausaha ada sekitar 25 orang bekerja dalam berbagai bidang mulai membangun kandang dan infrastruktur lainnya, memelihara kambing, mencari rumput, dlsb. Namun kalau hanya 1 lokasi produksi susu kambing ini yang kami gerakkan dengan modal Dinar; maka lapangan kerja dan kemakmuran yang tercipta tidak akan banyak ? ya hanya sekitar 25 orang tersebut yang dapat pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Nah langkah berikutnya yang diperlukan adalah menciptakan multiplier effect dari penciptaan lapangan kerja ini. Ada 2 yang akan kami lakukan dalam waktu dekat untuk tujuan ini.

1.) Yang pertama adalah membangun kandang-kandang kambing untuk produksi susu ini satu demi satu ? sehingga nantinya terbangun puluhan atau bahkan ratusan kandang sejenis. Dari mana dananya? Ini yang akan menarik.

Karena dana kami sendiri terbatas, maka baru 1 lokasi ini yang bisa kami bangun; lokasi-lokasi berikutnya akan kami bangun melalui konsep Build and Sell berbasis Dinar. Misalkan 1 lokasi seperti ini memerlukan total investasi 500 Dinar (tanah, bangunan, 100 kambing), maka investor kami (yang selanjutnya kami sebut investor pertama) yang akan membangun sampai jadi lokasi tersebut dan sampai kambing-kambingnya menghasilkan susu.

Setelah semuanya berjalan baik, maka tanah beserta bangunan plus kambing-kambing produktif tersebut dijual ke investor ke-2 dengan harga investasi plus margin keuntungan yang wajar ? misalnya menjadi 600 Dinar.

Maka investor pertama dalam projek ini mendapatkan keuntungan 20% (sebelum bagi hasil). Sedangkan investor ke-2 mendapatkan bisnis yang sudah jalan, termasuk kambing-kambing yang produktif yang saat itu jumlahnya tentu sudah lebih dari 100 ekor ? karena selama project di tangan investor pertama-pun akan banyak kambing yang lahir.

Hasil penjualan peternakan kambing ke investor ke-2; kemudian digunakan untuk membangun komplek peternakan berikutnya. Setelah semuanya berjalan baik, baru dijual ke investor ke-2 berikutnya. Begitu seterusnya project ini sehingga kelak akan terbangun puluhan atau ratusan kandang kambing tergantung seberapa besar dana yang bisa kami kumpulkan untuk projek perkambingan ini.

2.) Lantas dijual kemana susu-susu kambing dari puluhan atau ratusan kandang tersebut tersebut? Disinilah letak peluang dan tantangan berikutnya. Selama ini petani dan peternak di Indonesia selalu menjadi korban karena lemahnya penguasaan pasar.

Untuk tidak mengulangi kelemahan yang sama; sedari dini kita juga akan bangun jaringan pasar susu kambing kita sendiri. Untuk ini kini mulai kita bangun merek dagang untuk susu kambing ini dengan nama Indolaban ? yang artinya “susu dari Indonesia”. Laban adalah bahasa Al-Qur?an untuk “air susu dari sungai di surga” (QS. Muhammad (47):15).

direct1st: First in Wealth Distribution

direct1st: First in Wealth Distribution

Jaringan pemasaran Indolaban tidak akan mengandalkan minimarket atau supermarket ? tetapi akan menggunakan jaringan penjualan langsung Direct1st® yang sistemnya juga alhamdulillah sudah siap operasi.

Bila ini semua berjalan baik, maka ribuan lapangan kerja insya Allah akan tercipta baik di sektor produksi maupun distribusi. Manfaat lain bagi bangsa ini adalah tersedianya susu produksi dalam negeri yang jumlahnya cukup ? sehingga diharapkan mengurangi ketergantungan kita pada susu impor. Bahkan siapa tahu kelak Indolaban juga menjadi andalan ekspor susu kambing ke negara-negara lain; why not? lha wong segala sumber daya yang diperlukannya ada ? baik alam, dana, maupun SDM yang melimpah.

Sama seperti project Planet Jamur yang sudah kami luncurkan lebih dahulu; untuk project Susu Kambing ini kami juga akan memberikan kesempatan seluasnya kepada para pembaca yang ingin terlibat langsung dan tumbuh bersama kami ? baik di sektor produksi/peternakannya, maupun sektor distribusi susunya; silahkan bergabung ke group Susu Kambing yang kini sudah kami buat di facebook. Semoga Allah memudahkan jalan untuk kita beramal yang diridloiNya. Amin.

Posted in Business OpportunityComments (0)

Déjà vu: Membumikan Ide Menjadi Realitas


Déjà vu adalah sebuah frasa Perancis yang artinya secara harfiah adalah “pernah lihat”. Maksudnya mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Fenomena ini juga disebut dengan istilah paramnesia dari bahasa Yunani para yang artinya adalah “sejajar” dan mnimi yang artinya  ”ingatan”.

Ketika di akhir pekan ini saya menemukan buku dengan judul Your Idea, Inc. (Adamsmedia, 2010) karya orang biasa yang kemudian menjadi pengusaha Sandy Abrams setelah mendirikan dan mengkomandoi sendiri perusahaan yang kini raksasa bernama Moisture Jamzz, Inc ? saya seperti mengalami déjà vu tersebut. 12 langkah yang diuraikan Sandy yang menuturkan pengalamannya dalam mengaktualisasikan ide besar dia menjadi sebuah realitas pasar ? bagi saya istilah anak betawinya ?gue banget? ? karena hampir keseluruhan hal yang dia tuturkan tersebut juga pernah saya alami/lakukan.

Kalau langkah-langkah ini cocok untuk Sandy Abrams, cocok untuk saya ? maka barangkali  langkah-langkah inipun bisa memandu Anda dalam membumikan ide besar Anda menjadi realitas. Berikut 12 langkah yang dilakukan oleh Sandy tersebut setelah saya fine-tune dengan pengalaman saya.

1 ) Langkah Pertama adalah berani melompat untuk menjadi entrepreneur. Tidak ada waktu yang salah dalam memulai usaha. Tidak sedikit perusahaan-perusahaan raksasa dunia yang ada sekarang lahir di masa krisis.  Tidak juga diharuskan kemampuan akademis tertentu untuk menjadi pengusaha yang sukses, bahkan banyak raksasa-raksasa industri modern berbasis teknologipun ? seperti Microsoft, Dell dan Apple ? semuanya didirikan oleh orang-orang yang tidak berhasil menyelesaikan kuliah di bidangnya.

2 ) Mulai wujudkan ide Anda menjadi realitas. Berjuta produk barang dan jasa ada di sekitar Anda, sebagian memenuhi kebutuhan Anda sebagian yang lainnya tidak. Sebagian kebutuhan Anda dapat dipenuhi oleh barang/jasa yang sudah ada sebagian yang lainnya tidak. Barangkali Anda bisa memperbaiki produk barang dan jasa yang sudah ada yang belum memenuhi harapan Anda; atau barangkali Anda bahkan bisa menciptakan produk barang atau jasa yang sama sekali baru yang dapat menjawab kebutuhan pasar. Bila ide besar ini ada di Anda, mengapa tidak tertantang untuk benar-benar mewujudkannya?

3 ) Bootstrapping, maksimalkan kemampuan sendiri. Meyakinkan orang lain untuk setuju dengan ide Anda ? tidaklah mudah, apalagi kalau yang Anda coba yakinkan ini adalah orang yang Anda perlukan uangnya untuk ?coba-coba? usaha. Namun jangan berkecil hati, berdasarkan data dari Inc Magazine tahun 2002; peluang sukses untuk mendatangkan keuntungan perusahaan yang dimulai dengan modal US$ 1,000 tidak kalah dari perusahaan yang dimulai dengan modal 100 kalinya. Seandainya toh ide Anda memang benar-benar brilliant, dan Anda benar-benar memerlukan uang orang lain untuk memulainya ? cari investor yang kira-kira mudah memahami ide Anda tersebut.

4 ) Pahami aspek legal dari ide atau usaha Anda. Lakukanlah riset kecil-kecilan untuk mengetahui apakah sudah ada ide sejenis di pasar, apakah sudah dipatenkan orang, apakah produk barang atau jasa yang akan Anda hasilkan tidak melanggar hukum, apakah diperlukan perijinan khusus untuk memproduksi dan atau memakai produk Anda, dlsb.

5 ) Pabrikasi ide Anda menjadi produk. Di zaman networking ini, untuk menghasilkan produk yang hebat tidak harus Anda produksi sendiri. Bisa jadi diproduksi orang lain atas pesanan Anda lebih baik dan lebih ekonomis ketimbang Anda memproduksinya sendiri. Dinar yang kami pasarkan misalnya, belum pernah kami berpikir untuk memproduksinya sendiri ? karena Logam Mulia ? PT. Aneka tambang TBK (BUMN) telah memiliki segala kemampuan, peralatan, bahan baku, pengakuan internasional dan hal lainnya yang diperlukan untuk memproduksi Dinar ketimbang kami memproduksinya sendiri.

6 ) Persiapkan kantor/ruang kerja yang Anda merasa nyaman dalam mengimplementasikan ide Anda. Berbeda dengan ketika Anda bekerja di perusahaan/instansi lain ? bekerja untuk mengaktualisasikan ide Anda tidak mengenal tempat dan waktu. Bila semangat Anda lagi meluap-lupa dengan ide Anda, maka saat dan di tempat itulah waktu dan tempat terbaik untuk Anda mengerjakan ide Anda. Untuk saya tempat terbaik ini adalah di rumah, selain murah ? nggak perlu sewa/beli; saya juga bisa bekerja kapan saja saya mau.

Sandy Abrams

Sandy Abrams

7 ) Pelajari dan bangun ketrampilan dalam berbagai seluk beluk pemasaran. Semua produk baik dari kategori barang maupun jasa, ujungnya harus dipasarkan. Ide Anda tidak ada manfaatnya setelah bisa diproduksi sekalipun bila akhirnya tidak dapat dipasarkan. Penguasaan Anda terhadap pasar mutlak perlu.

8 ) Manfaatkan seluruh peluang yang Anda jumpai untuk pemasaran produk Anda. Bila Anda memang expert di bidang yang terkait dengan  ide Anda, maka akan banyak kesempatan untuk Anda bicara di publik, menulis di web, dlsb. Manfaatkanlah seluruh peluang ini untuk mendongkrak kemampuan pemasaran Anda.

9 ) Temukan pembeli Anda dan lakukan penjualan yang sesungguhnya kepada mereka. Selain pasar dan strategi pemasaran, Anda harus siap untuk bener-bener menemukan by name siapa pembeli-pembeli produk Anda yang sesungguhnya. Mereka inilah yang akan benar-benar membeli produk Anda. Potensi pasar yang besar tidak jaminan bahwa produk Anda bisa terjual, produk Anda baru terjual setelah Anda benar-benar tahu siapa yang benar-benar butuh dan membeli produk Anda.

10 ) Partisipasi dalam pameran-pameran yang memungkinkan produk Anda dikenal. Hampir setiap saat ada pameran-pameran dengan berbagai tema yang diorganisir oleh bermacam-macam institusi. Bisa jadi tidak ada yang 100% pas dengan produk Anda, tetapi bila potensi pengunjung pameran-pameran tersebut juga mirip dengan potensi pasar yang Anda bidik ? maka boleh jadi pameran-pameran yang sepintas lalu tidak terkait dengan produk Anda ? bisa jadi peluang Anda untuk dikenal.

11 ) Mempersiapkan produk Anda untuk dikenal di industrinya. Bergaul dengan industri sejenis melalui pameran, pertemuan, networking, kerjasama, dlsb akan selalu banyak manfaatnya untuk memperkenalkan produk Anda. Bisa jadi karena produk Anda baru, belum ada yang pas tempatnya untuk bergabung ? namun ini juga malah bisa menjadi peluang yang luas karena Anda bisa bergabung di beberapa industri sekaligus. Untuk produk Dinar misalnya, kita bergaul dan bekerjasama secara akrab dengan berbagai pemain di industri per-emas-an. Tetapi karena Dinar juga kita presentasikan sebagai Solusi Finansial, maka kita juga bekerjasama erat dengan perbankan dan berbagai lembaga keuangan/permodalan lainnya.

12 ) Menjaga keseimbangan. Dalam arti luas keseimbangan ini selalu kita perlukan; baik antara keluarga dan usaha, kesehatan dan produktifitas diri, komersial dan sosial dlsb. Bagi kita yang beragama Islam, keseimbangan waktu antara berusaha dan kewajiban beribadah kepadaNya juga perlu sangat dijaga. Ini nampaknya sepele, namun kalau kita tidak menjaganya ? mudah sekali passion kita dalam mengejar ide-ide besar malah melalaikan kita dengan tujuan hidup yang utama yaitu mencari keridloannya. Alhamdulillah kini banyak software kecil yang bisa kita install di hp kita untuk mengingatkan waktu shalat misanya; semaju apapun usaha Anda, menjadi tidak bermanfaat bila Anda lupa waktu shalat.

Dalam mengimplementasikan ide-ide kita, hambatan terbesarnya justru lebih sering  datang dari dalam diri kita sendiri. Tidak cukup PD (percaya diri) untuk mulai melakukannya, tidak tahu harus mulai dari mana, tidak tahu siapa yang ditanya, tidak ada sparring partner untuk menguji ide kita, dlsb. Karena alasan inilah keberadaan institusi semacam yang kita miliki di Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin menjadi semakin dibutuhkan.

Selain semua fasilitas pelatihan/magang di pesantren ini GRATIS (agar semua orang berkesempatan yang sama untuk menjadi pengusaha); disana Anda juga dapat merasakan langsung bagaimana kami beserta para Santri Wirausaha berjibaku mengimplementasikan ide-ide besar seperti mengembalikan minuman sehat anak-anak kita dengan susu segar dari proyek Kambing Ettawa kita, menghadirkan makanan sehat dan terjangkau dengan project Planet Jamur, dlsb. Semoga Allah memudahkan kita untuk  dapat beramal shaleh yang diridloiNya.

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

Survival Strategy: Pelajaran Dari Dunia Intelligence


Orang sudah lama mencontoh teknik-teknik dari dunia militer untuk diterapkan di dunia usaha karena banyaknya kemiripan antara 2 medan ini ? medan perang dengan medan persaingan usaha. Salah satu yang terkenal adalah The Art of War -nya  Sun Tzu ? seorang Jendral Perang China yang diyakini sebagai ahli strategi pada zamannya.

Yang dekat dengan strategi perang adalah strategi intelligence yang juga berkembang sangat matang ? melebihi strategi bisnis pada umumnya. Oleh karenanya belakangan mulai banyak strategi bisnis yang diambil/dikembangkan dari dunia intelligence. Saya ambil contoh untuk tulisan ini Survival Strategy yang sangat dibutuhkan oleh para pemula di bidang usaha.

Peluang berhasilnya para pemula bervariasi tergantung dengan bidang yang dipilihnya. Pada bidang yang relatif tidak ada entry barrier ? seperti business dot com yang marak lahir 2 dasawarsa terakhir, orang dengan mudah masuk ke dunia dot com ini tetapi success ratenya sangat rendah ? kurang dari 2%.

Sebaliknya di business yang entry barrier-nya tinggi ? bisa modal, teknologi, pasar, dlsb ? pemain baru tidak banyak tetapi success rate bagi mereka yang berhasil mengatasi barrier tersebut menjadi sangat tinggi. Misalnya Anda buka restoran franchise dari merek terkenal, Anda punya modal besar untuk menyewa tempat terbaik di Mall yang baru dibuka di lokasi strategis ? maka meskipun Anda baru di bidang ini, success rate Anda bisa di atas 50%.

Kebanyakan kita masuk dunia usaha seperti pada contoh yang pertama; modal terbatas, competitive edge di bidang teknologi, pasar, dlsb juga biasa ? biasa saja. Jadi kita masuk golongan yang success rate-nya rendah tersebut di atas.

Karena mayoritas kegagalan usaha baru ini terjadi di awal-awal usaha 1-2 tahun pertama, maka kalau kita bisa melampaui 2 tahun  pertama di bidang usaha yang baru kita tekuni tersebut, kemungkinan besar kita akan mengakumulasi pengetahuan dan ketrampilan cukup untuk setidaknya mampu bertahan di bidang ini dalam jangka pendek, dan memiliki kemungkinan success untuk jangka panjang.

Nah dalam hal membangun kemampuan untuk bertahan di bisnis (survive) pada usia awal inilah kita bisa belajar dari salah satu Survival Strategy-nya dunia intelligence yang disebut IMAO atau singkatan dari Improvise, Modify, Adapt dan Overcome.

Survival StrategyStrategi ini diajarkan kepada para calon agen intelligence sebelum mereka diterjunkan di lapangan atau daerah lawan.  Sebagus apapun mereka digembleng dengan berbagai pengetahuan dan latihan fisik di camp, dunia di luar sana bisa sangat berbeda dengan medan teori dan latihan. Oleh karenanya untuk mampu survive di medan yang bisa jadi sama sekali berbeda ini, mereka harus mampu ber-improvisasi, memodifikasi situasi, beradaptasi dengan kondisi dan mengatasi (overcome) seluruh permasalahan yang muncul.

Sebagai entrepreneur pemula Anda perlu ber-Improvise manakala medan usaha yang Anda jumpai tidak seperti yang Anda bayangkan sebelumnya. Improvisasi ini meliputi pengkajian berbagai kemungkinan dari usaha Anda dilihat dari perspektif yang berbeda.

Bila ternyata di lapangan sumber daya (resources) yang Anda miliki tidak sepenuhnya cocok (match) dengan medan yang Anda hadapi, maka Anda-pun harus siap me-modify sumber daya tersebut sehingga bisa optimal menopang usaha Anda.

Ketika Anda sudah ber-improvisasi dan memodifikasi resources secara maksimal, namun lapangan tetap tidak mudah ditaklukkan, tetap tidak bersahabat dengan usaha baru Anda, maka waktunya Anda untuk ber-adaptasi (adapt) dengan lingkungan usaha yang berbeda tersebut.

Setelah inipun masalah-demi masalah baru tetap akan bermunculan; maka Anda juga harus mampu meng-overcome (mengatasi) setiap masalah yang muncul tersebut pada waktunya ? be ready.

Meskipun strategi semacam ini tidak berasal dari dunia Islam, namun mengandung banyak kebaikan untuk meningkatkan kemampuan kita bertahan ? maka insya Allah baik pula kita terapkan.

?Kalimat hikmah (perkataan yang baik/bijaksana) adalah senjatanya orang mukmin, dimanapun ia mendapatkannya maka dia lebih berhak untuk mengambilnya.? (HR. at-Tirmidzi/Ibnu Majah)

Posted in EntrepreneurshipComments (0)

Tahun Baru, Produk Baru: 1 Langkah ke Hulu


DinarIslam.com dan M-Dinar.com adalah 2 situs yang saling melengkapi untuk penyebarluasan Dinar secara fisik dan secara elektronik. Namun kontinyuitas supply Dinar bisa terganggu kedepannya bila tidak sedari dini kami antisipasi dengan hal yang sangat essensial, yaitu kontinyuitas supply bahan baku untuk pembuatan Dinar itu sendiri ? emas murni 24 Karat.

Untuk mengamankan kontinyuitas supply bahan baku inilah maka, dengan memanjatkan syukur yang tiada henti ke hadirat Ilahi Rabbialhamdulillah bertepatan dengan tahun baru 1 Muharam 1431 H ini kami dapat luncurkan 1 lagi bisnis unit yang kami beri nama emas24.com.

Emas 24 adalah sebutan emas murni, karena emas murni adalah 24 Karat atau 0.9999. Emas murni inilah yang menjadi bahan baku utama Dinar kita yaitu Dinar 22 Karat atau 0.917. Selebihnya adalah perak sebesar 8.3%; untuk sementara kami belum cemaskan supply bahan baku perak ? jadi kami belum terjun ke pasar perak.

Objektif utama kami untuk terjun ke pasar emas 24 ini adalah untuk memahami dan terlibat secara luas dan langsung di pasar emas murni ini sehingga melalui keterlibatan ini dapat diperoleh akses pasar emas 24 sebagai bahan baku Dinar yang kontinyu di masa masa mendatang.

Berbeda dengan Dinar Islam yang kental dengan nuansa dakwahnya; emas 24 diarahkan ke masyarakat luas yang saat ini menguasai perdagangan emas di Indonesia. Karena heterogennya masyarakat per-emasan ini, maka meskipun tetap membawakan nilai-nilai Islam? di emas24.com kami akan lebih banyak menggunakan bahasa yang bersifat universal.

Karena tujuan utama terjun ke pasar emas 24 ini adalah memperoleh akses pasar bahan baku yang berkelanjutan tersebut, maka tentu kami lebih banyak membeli emas 24 dibandingkan dengan kegiatan menjualnyaEmas-emas 24yang kami beli dari masyarakat langsung ini untuk selanjutnya akan kami bawa ke Logam Mulia – PT. Aneka Tambang, Tbk. untuk dicetak menjadi Dinar. Kelebihan dari kebutuhan bahan baku Dinar ini baru kami lepas kembali ke pasar dalam bentuk emas lantakan 24 Karat.

Selain jual beli emas 24 karat, sebagai bagian dari layanan yang terintegrasi ke masyarakat luas emas24.com juga menyediakan jasa penyimpanan, jasa asuransi emas, pemesanan, penitipan untuk dijual, dlsb.

Berbeda dengan Dinar yang bisa diQiradkan atau di simpan di M-Dinaremas 24 tidak mudah untuk diputar. Masyarakat yang menitip 50 gram misalnya; bisa berupa 10 keping @ 5 gram; 5 keping @ 10 gram; 2 keping @ 25 gram atau 1 keping @ 50 gram. Ketika titipannya diambil, mereka pasti meminta jumlah dan jenis keping yang sama. Meskipun total gramnya sama, bila total dan jenis kepingnya berbeda ? harga juga berbeda karena faktor biaya cetak.

Karena masalah inilah masyarakat yang menitipkan emas 24, tidak kami tawari  untuk mengikuti program Qirad atau M-Dinar. Mereka khusus menitipkan untuk disimpan dan diproteksi dengan asuransi; biaya yang timbul dari penitipan ini juga kami bebankan ke mereka yang menitipkan.

Bila diinginkan penitipan ini tidak membebani atau Emas 24 ingin dijadikan modal yang likwid, maka emas tersebut dapat ditukarkan menjadi Dinar terlebih dahulu kemudian disimpan dalam bentuk M-Dinar dengan aqad MudharabahInsya Allah aqad MudharabahM-Dinar ini akan segera memberi hasil, sebagaimana juga program Qirad kita.

Kalau selama ini kami fokus pada produk akhir Dinar; maka masuk ke pasar emas 24 adalah satu langkah ke hulu ? yaitu pasar bahan baku untuk DinarInsya Allah kelak, bila Allah berkehendak as and when dibutuhkan  - maka langkah tersebut bisa dilanjutkan ke yang lebih hulu lagi, minting, mining, dlsb. Insya Allah.

Posted in Business OpportunityComments (0)

Uang Yang Menimbulkan Ketimpangan Global?


Sekitar tiga tahun lalu PBB pernah membuat konferensi pers yang mengejutkan dunia.  Meskipun konferensi pers tersebut dinyatakan tidak resmi ? namun toh sampai sekarang teksnya masih bisa di akses di situs resmi PBB, Anda bisa klik disini kalau tertarik membacanya langsung.

Yang mengejutkan dunia waktu itu adalah angka-angka yang muncul di konferensi pers tersebut antara lain sebagai berikut :

  • Lebih dari 50 % kemakmuran di dunia, dikuasai oleh hanya sekitar 2% penduduk dewasa dunia.
  • Sekitar 85% kemakmuran dunia berada ditangan sekitar 10 % penduduk dewasa dunia.
  • 50% penduduk dewasa dunia hanya menguasai kurang lebih 1% kemakmuran dunia!

Saya tidak memperoleh data yang lebih up-to-date sekarang, namun saya sendiri menduga ketimpangan tersebut saat ini masih sangat mungkin sama atau bahkan lebih buruk lagi.

Para ahli kemudian mereka-reka, apa gerangan yang membuat dunia begitu timpangnya dalam hal kemakmuran ini? Masing-masing tentu punya jawaban sendiri sesuai dengan kompetensinya.

Dalam pandangan saya ketimpangan ini tidak lain adalah karena penggunaan uang kertas yang tidak adil. Berikut adalah dua poin proses pemiskinan dunia yang ditimbulkan oleh sistem uang kertas ini :

  1. Negeri yang ekonominya lemah, uang kertasnya cenderung terus melemah relatif terhadap uang kertas negeri yang kuat secara ekonomi. Asset-asset negeri yang lemah tersebut menjadi sangat murah karena nilainya diukur dengan uang kertas negeri tersebut. Asset-asset yang murah , sangat mudah dikuasai oleh negeri asing yang memiliki uang kertas yang lebih perkasa.
  2. Di negeri yang ekonominya lemah, inflasi cenderung tinggi. Padahal inflasi ini adalah pajak tersembunyai yang tidak pandang bulu ? siapapun terkena ? tidak terkecuali penduduk paling miskin-pun di negeri itu.

Melalui dua mekanisme tersebut, negeri miskin akan semakin miskin, demikian pula penduduk miskin-nya akan terus berlipat ganda dan semakin mikin karena mereka juga terus dipajaki oleh apa yang disebut inflasi.

Sebagaimana penyebabnya yang jelas, pengobatannya sebenarnya juga sangat jelas. Berikut menurut saya pengobatan kemiskinan ini :

  1. Negara-negara dan seluruh institusi di dalamnya (termasuk institusi swasta), tidak lagi menghitung kekayaannya dengan alat ukur yang yang nilainya bias seperti uang kertas. Gunakan alat ukur yang baku sepanjang zaman ? seperti yang diungkapan Imam Ghazali bahwa hanya emas dan perak-lah yang dapat menjadi hakim yang adil dalam bermuamalah ? maka gunakanlah emas (Dinar) dan Perak (Dirham) sebagai alat ukur baku atau unit of account. Dengan demikian nilai kekayaan negeri-negeri tersebut terjaga dan tidak dapat dipermainkan melalaui ?harga? uang kertas di pasar uang.
  2. Negara harus bisa menekan inflasi sampai titik terendah sehingga tidak membebani penduduknya dengan inflasi sebagai ?pajak tersembunyi? bagi seluruh penduduk ? termasuk yang paling miskin sekalipun. Dalam sejarah peradaban manusia hanya Dinar dan Dirham yang terbukti memiliki inflasi nol persen dalam tempo lebih dari 1400 tahun. Artinya hanya ada satu cara bagi negara untuk menekan inflasi yaitu dengan menggunakan uang yang memiliki nilai intrinsik; dan ini berarti yang paling praktis adalah Dinar dan Dirham.

Memang dengan hanya menggunakan Dinar dan Dirham tidak otomatis penduduk dunia menjadi makmur; begitu banyak yang harus diperbaiki terutama yang menyangkut keadilan ekonomi ? namun setidaknya penggunaan Dinar dan Dirham ini awalnya akan menyetop proses pemiskinan lebih lanjut. Dengan kerja keras berikutnya, maka kemakmuran akan merata bagi umat manusia di permukaan bumi.

Indahnya lagi penggunaan uang dengan nilai intrinsik ini dapat kita mulai kapan saja, tidak harus menunggu pemerintah atau negara memulainya. Kalau kita  menggunakan kambing, sapi, emas, perak, beras, minyak, pohon dlsb sebagai ?uang? kita ? apa ada yang bisa melarang kita ?; insya Allah tidak.

Memang fitrah di dunia ini segala sesuatu berpasang-pasangan; ada yang miskin ada pula yang kaya. Namun tidak berarti fitrah juga kalau yang kaya menjadi sangat sedikit  sedangkan yang miskin sangat banyak seperti yang diungkapkan oleh PBB tersebut diatas; Bila ekonomi dunia  dijalankan dengan sistem yang adil ? yang akan ada insya Allah adalah hanya sedikit orang yang sangat kaya, sedikit pula orang yang sangat miskin dan yang paling banyak adalah kelompok menengah. Dalam statistik, sebaran demikian disebut sebaran normal (normal distribution) ? atau saya menyebutnya sebaran yang fitrah.

Jadi normalnya (fitrahnya) sistem ekonomi adalah bila sistem tersebut dapat menciptakan keadilan berupa antara lain akses modal, akses pasar dan yang juga sangat penting adalah akses nilai yang sama. Wa Allahu A?lam.

Posted in Political EconomyComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is online
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes