Tag Archive | "24 karat"

Tahun Baru, Produk Baru: 1 Langkah ke Hulu


DinarIslam.com dan M-Dinar.com adalah 2 situs yang saling melengkapi untuk penyebarluasan Dinar secara fisik dan secara elektronik. Namun kontinyuitas supply Dinar bisa terganggu kedepannya bila tidak sedari dini kami antisipasi dengan hal yang sangat essensial, yaitu kontinyuitas supply bahan baku untuk pembuatan Dinar itu sendiri ? emas murni 24 Karat.

Untuk mengamankan kontinyuitas supply bahan baku inilah maka, dengan memanjatkan syukur yang tiada henti ke hadirat Ilahi Rabbialhamdulillah bertepatan dengan tahun baru 1 Muharam 1431 H ini kami dapat luncurkan 1 lagi bisnis unit yang kami beri nama emas24.com.

Emas 24 adalah sebutan emas murni, karena emas murni adalah 24 Karat atau 0.9999. Emas murni inilah yang menjadi bahan baku utama Dinar kita yaitu Dinar 22 Karat atau 0.917. Selebihnya adalah perak sebesar 8.3%; untuk sementara kami belum cemaskan supply bahan baku perak ? jadi kami belum terjun ke pasar perak.

Objektif utama kami untuk terjun ke pasar emas 24 ini adalah untuk memahami dan terlibat secara luas dan langsung di pasar emas murni ini sehingga melalui keterlibatan ini dapat diperoleh akses pasar emas 24 sebagai bahan baku Dinar yang kontinyu di masa masa mendatang.

Berbeda dengan Dinar Islam yang kental dengan nuansa dakwahnya; emas 24 diarahkan ke masyarakat luas yang saat ini menguasai perdagangan emas di Indonesia. Karena heterogennya masyarakat per-emasan ini, maka meskipun tetap membawakan nilai-nilai Islam? di emas24.com kami akan lebih banyak menggunakan bahasa yang bersifat universal.

Karena tujuan utama terjun ke pasar emas 24 ini adalah memperoleh akses pasar bahan baku yang berkelanjutan tersebut, maka tentu kami lebih banyak membeli emas 24 dibandingkan dengan kegiatan menjualnyaEmas-emas 24yang kami beli dari masyarakat langsung ini untuk selanjutnya akan kami bawa ke Logam Mulia – PT. Aneka Tambang, Tbk. untuk dicetak menjadi Dinar. Kelebihan dari kebutuhan bahan baku Dinar ini baru kami lepas kembali ke pasar dalam bentuk emas lantakan 24 Karat.

Selain jual beli emas 24 karat, sebagai bagian dari layanan yang terintegrasi ke masyarakat luas emas24.com juga menyediakan jasa penyimpanan, jasa asuransi emas, pemesanan, penitipan untuk dijual, dlsb.

Berbeda dengan Dinar yang bisa diQiradkan atau di simpan di M-Dinaremas 24 tidak mudah untuk diputar. Masyarakat yang menitip 50 gram misalnya; bisa berupa 10 keping @ 5 gram; 5 keping @ 10 gram; 2 keping @ 25 gram atau 1 keping @ 50 gram. Ketika titipannya diambil, mereka pasti meminta jumlah dan jenis keping yang sama. Meskipun total gramnya sama, bila total dan jenis kepingnya berbeda ? harga juga berbeda karena faktor biaya cetak.

Karena masalah inilah masyarakat yang menitipkan emas 24, tidak kami tawari  untuk mengikuti program Qirad atau M-Dinar. Mereka khusus menitipkan untuk disimpan dan diproteksi dengan asuransi; biaya yang timbul dari penitipan ini juga kami bebankan ke mereka yang menitipkan.

Bila diinginkan penitipan ini tidak membebani atau Emas 24 ingin dijadikan modal yang likwid, maka emas tersebut dapat ditukarkan menjadi Dinar terlebih dahulu kemudian disimpan dalam bentuk M-Dinar dengan aqad MudharabahInsya Allah aqad MudharabahM-Dinar ini akan segera memberi hasil, sebagaimana juga program Qirad kita.

Kalau selama ini kami fokus pada produk akhir Dinar; maka masuk ke pasar emas 24 adalah satu langkah ke hulu ? yaitu pasar bahan baku untuk DinarInsya Allah kelak, bila Allah berkehendak as and when dibutuhkan  - maka langkah tersebut bisa dilanjutkan ke yang lebih hulu lagi, minting, mining, dlsb. Insya Allah.

Posted in Business OpportunityComments (0)

Haruskah Dinar Berupa Koin?


Dalam tulisan saya sebelumnya dengan judul ?Dinar Emas : 22 Karat Atau 24 Karat-Kah ?? saya menjelaskan mengenai berapa karat koin Dinar seharusnya. Kali ini saya ingin mengulas lebih dalam menyangkut apakah Dinar harus berupa koin emas atau bisa berupa emas dalam bentuk lain.

Dari sekian banyak sumber yang coba saya gali, satu-satunya dalil kuat yang mengatur tentang Dinar adalah mengatur tentang beratnya ? yaitu apabila dipertukarkan sama jenis (emas dengan emas) haruslah sama beratnya.

Haditsnya adalah Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa?i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ?Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w bersabda: ?(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya?ir dengan sya?ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama jumlahnya  dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.?

Dari tulisan sebelumnya kita ketahui bahwa dunia Islam baru mencetak dan menggunakan Dinar-nya sendiri sekitar tahun 75 H-76 H. Bisa dibayangkan saat itu betapa sulitnya mencetak Dinar dengan baik, lihat Dinar Islam diawal-awal pencetakannya seperti gambar di atas. Kalau dilihat bentuknya, tidak bisa dakatakan standar bukan?

Lebih jauh lagi semasa Rasulullah SAW hidup, Islam belum mencetak Dinarnya sendiri. Kurang lebih Dinar Romawi yang dipakai zaman itu dapat dilihat di Gambar di bawah, Dinar inilah yang kemungkinan besar juga dipakai dalam perdagangan di dunia Islam saat itu. Jadi sekali lagi, bentuk atau tulisan yang ada di Dinar tersebut nampaknya memang tidak diatur secara khusus dalam Islam.

Dengan pengaturan Dinar yang khusus pada berat dan tidak mengatur karat maupun bentuk, sesungguhnya mengandung banyak kemudahan dan fleksibilitas bagi umat Islam sampai akhir zaman untuk dapat tetap menggunakan Dinar emas Islam sebagai timbangan yang adil dalam muamalah dengan cara yang paling praktis sesuai dengan zamannya.

Bayangkan kalau misalnya dipersyaratkan harus berupa koin; maka bagaimana kita bisa melakukan transaksi pembelian barang seharga 0.8501 Dinar misalnya? Juga kalau kita mendanai pembelian Jumbo jet A 380 seharga 2.5 juta Dinar? Yang pertama problem pencetakan Dinar dalam pecahan kecil-kecil, yang kedua ketidak praktisan mencetak 10.6 ton Emas menjadi koin Dinar.

Sebaliknya dengan fokus hanya mengatur beratnya bahwa 1 Dinar adalah 1 mithqal emas yang setara dengan 4.25 gram emas, maka penggunaan Dinar bisa menjadi sangat fleksibel di zaman modern ini sekalipun. Transaksi pertama dalam contoh di atas 0.8501 Dinar maupun transaksi kedua 2.5 juta Dinar keduanya bisa dikelola secara efisien dengan teknologi e-Dinar, m-Dinar, egold, Goldmoney dan lain sebagainya.

Uang Emas Byzantium (Romawi) = Solidos

Uang Emas Byzantium (Romawi) = Solidos

Dalam seluruh sistem transaksi Dinar atau emas berbasis teknologi tersebut di atas, stok Dinar tidak harus dalam bentuk koin yang tercetak Dinar ? melainkan stok emas lantakan yang memiliki berat yang sama. Meskipun permintaaan fisik koin tetap dimungkinkan.

Dr. Wahbah Al-Zuhayli dalam kitabnya yang banyak sekali jadi rujukan para ekonom syariah Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuh, menguraikan tentang keharusan kesamaan berat dan kebebasan bentuk cetakan ini sebagai berikut :

?Bila uang ditukar dengan uang yang sama jenisnya (mis: emas dengan emas), maka keduanya harus memiliki sama berat, bahkan bila keduanya memiliki perbedaan kwalitas (kadar) maupun kwalitas cetakan. Ini mengikuti hadits tersebut diatas ?Emas dengan emas dalam jumlah yang sama??.  Jadi  jumlah emas (diukur dengan berat) adalah satu-satunya pertimbangan??. (Vol I. Bab 8 hal 282)

Penafsiran tersebut diatas akan memudahkan aplikasi Dinar dalam kehidupan sehari-hari kita ke depan. Meskipun kita akan selalu berusaha mencetak koin Dinar sebanyak-banyaknya dengan mitra kita Logam Mulia, kalau kebutuhan masyarakat melebihi dari kemampuan Logam Mulia mencetaknya ? maka account Dinar yang di-backup 100 % dengan emas lantakan seperti contoh tersebut diatas juga dapat menjadi solusi.

Bagaimana kalau pemilik account menghendaki Dinarnya secara fisik? Tentu pengelola account harus memberikannya secara fisik ? hanya kalau karena fisik koinnya tidak bisa dicetak karena terbatasnya kemampuan pencetak koin (di Indonesia hanya Logam Mulia), maka berdasarkan penafsiran hadits oleh Dr. Wahbah Zuhayli tersebut dapat pula diberi emas seberat Dinar yang mau diambil fisiknya tersebut.

Bagaimana dengan kadarnya? Kalau tidak bisa memperoleh kadar yang pas sama (22 karat) kadarnya bisa dilebihi (24 karat ? karena emas lantakan umumnya 24 karat) sehingga tidak merugikan yang berhak menerima. Penerima tidak boleh diberi emas yang beratnya kurang, walaupun kadarnya lebih. Wa Allahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)

Dinar Emas: 22 Karat atau 24 Karat – kah?


Ada pelajaran yang membekas di benak saya dari guru saya dibidang ekonomi syariah Prof. Didin Hafiduddin dalam menyikapi berbagai hal yang kita temui di kehidupan sehari-hari kita ? dalam hal muamalah maupun dalam hal Ibadah.

Pedomannya sederhana menurut beliau yaitu untuk urusan ibadah ? perhatikan yang diperintahkan dan dicontohkan oleh junjungan kita Muhammad Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam. Di luar yang diperintahkan dan dicontohkan ini ? haram hukumnya dalam Ibadah.

Sebaliknya dalam hal muamalah ? perhatikan yang dilarang , di luar yang dilarang ini boleh hukumnya.

Nah dalam menjawab banyak pertanyaan tentang kadar Emas dalam Dinar, kaidah yang kedua yang saya pakai karena ini bab muamalah. Dalam berbagai buku fiqih yang saya baca, saya tidak menemukan satupun rujukan Ayat Al-Qur?an atau Hadits yang berbicara masalah kadar/karat emas ini.

Kalau toh ada pihak yang berusaha menjelaskan masalah ini, itu pendapat  yang bersangkutan yang bisa benar dan bisa pula salah. Sama juga dengan pendapat saya, bisa benar bisa salah.

Ulama kontemporer zaman ini Dr. Yusuf Al-Qaradawi ?pun ketika secara panjang lebar membahas masalah Dinar dan Dirham dalam Kitab Fiqh Al Zakah (King Abdul Aziz University, 2000);  beliau tidak sedikitpun mengungkit masalah kadar emas dalam Dinar ini.

Beliau hanya mengungkit masalah beratnya yaitu Hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam yang berbunyi kurang lebih ?Timbangan mengikuti yang digunakan penduduk Mekah, Takaran mengikuti yang digunakan penduduk Madinah?.

Dari hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam ini, dalam bahasannya Dr. Qaradawi menyimpulkan bahwa berat 1 Dinar atau 1 Mithqal adalah sama dengan 4.25 gram timbangan saat ini ; sedangkan berat 1 Dirham adalah 2.975 gram.

Kesimpulan yang antara lain didukung dengan hasil penimbangan Dinar yang diterbitkan pada jaman Khalifah Abdul Malik yang ada di musium ini ternyata juga sama beratnya dengan koin emas yang diterbitkan oleh kerajaan Byzantine.

Karena tidak adanya dalil yang mengatur masalah karat ini; maka saya menggunakan logika sejarah untuk memutuskan Dinar dengan kadar berapa yang disebar-luaskan oleh Gerai Dinar. Perlu diingat bahwa Gerai Dinar tidak membuat atau memproduksi Dinar sendiri ? Gerai Dinar hanya menyebar luaskan Dinar yang diproduksi oleh Mitra kita satu-satunya di Indonesia yaitu Logam Mulia ? PT. Aneka Tambang, TBK.

Berikut adalah fakta-fakta sejarah yang dapat saya temukan:

  • Semasa Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam masih hidup; beliau belum (memerintahkan ) mencetak Dinar Islam sendiri. Berarti Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam menggunakan Dinar yang diproduksi oleh dunia di luar Islam.  Apa yang ada sebelum Islam atau di luar Islam kemudian juga digunakan oleh beliau, maka  ini menjadi ketetapan atau taqrir beliau ? yang berati Dinar (uang emas) di luar Islam-pun boleh digunakan oleh umat Islam.
  • Dinar baru mulai dicetak di Kekhalifahan Islam pada jaman Kekhalifahan Mu?awiyah bin Abu Sufyan (41-60H) ; namun pada jaman itu uang emas dari Byzantine tetap juga digunakan bersama Dinar Islam.
  • Pada jaman Kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan (75 H-76 H) barulah beliau melakukan reformasi finansial, dimana hanya Dinar dan Dirham Islam yang dipakai di Kekhalifahan.
  • Sampai abad 19 koin-koin emas yang ada di dunia hanya berkadar antara 0.900 % ? 0.9166 % atau yang paling mendekati adalah 22 karat ( 22 karat = 22/24 = 0.917%)

Jadi dengan fakta-fakta tersebut, manakah yang lebih mendekati Dinar jaman Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam; 22 karat atau 24 karat? Insya Allah Dinar 22 karat yang lebih mendekati, maka inilah pilihan saya.

Baru dalam 2 abad terakhir ketika teknologi pemurnian emas sudah semakin baik, koin emas 24 karat mulai dibuat orang. Meskipun demikian tidak serta-merta koin emas yang ada di dunia lantas rame-rame dibuat dalam kadar 24 karat.

Ketika koin emas digunakan untuk keperluan jual beli sehari-hari (sebagai alat tukar), maka dibutuhkan kekokohan (durability) yang tinggi ?koin emas tersebut tetap dibuat dalam 22 karat. Sampai sekarang-pun koin emas American Eagle, British Britannias, South African Kruggerands tetap dibuat dalam 22 karat.

Demikian pula Dinar emas; yang diterbitkan di Malaysia oleh Islamic Mint Malaysia, di Dubai oleh e-Dinar dan di Indonesia oleh Logam Mulia juga menggunakan 22 karat karena intensinya memang Dinar emas ini suatu saat bisa menjadi Dinar emas yang aktif ? yaitu sebagai alat tukar yang nyata.

Memang ada koin emas yang saat ini diproduksi dalam 24 karat seperti Canadian Maples, Chinese Pandas dan Australian Nuggets, termasuk juga beberapa produksi Logam Mulia ? tetapi koin-koin semacam ini tidak pernah dimaksudkan menjadi alat tukar aktif.

Meskipun pendapat saya ini cenderung untuk menggunakan Dinar 22 karat karena intensinya suatu saat akan menjadi mata uang yang aktif digunakan sehingga dibutuhkan koin yang durable; maka konsisten dengan kaidah di atas ? saya juga tidak bisa menyalahkan pihak-pihak yang menggunakan Dinar 24 karat, lha wong saya nggak ketemu dalil yang melarangnya kok ? apa hak saya untuk menyalahkannya ? Lebih jauh lagi, kalau Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam saja mau menggunakan koin emas yang diproduksi oleh orang-orang di luar Islam ? masa koin emas yang disalurkan saudara kita se-Iman kita tolak ?

Yang penting kita harus jujur, kalau Dinar yang kita perkenalkan 22 karat ? maka katakan demikian. Inilah sebabnya mengapa di sertifikat kita yang menyertai setiap koin Dinar ? kita sebutkan kadar dan beratnya dengan jelas. Semata-mata untuk jujur dan transparan pada para pengguna.

Kalau Anda sempat ke toko-toko emas di Mekah atau Medinah dan nanya Dinar, maka Anda akan diambilkan dalam genggaman tangan beberapa keping Dinar ? tanpa sertifikat. Orang percaya begitu saja mungkin karena di Mekah atau Medinah, tetapi tahukah Anda berapa kadar emasnya? Anda hanya bisa tahu kadarnya kalau dites dengan technology tinggi seperti technology X-Ray yang dimiliki oleh Gerai Dinar dan Logam Mulia.

Lantas bagaimana bila di pasaran ada dua koin Dinar dengan karat yang berbeda ? Saat ini tidak menjadi masyalah karena keduanya masih belum sepenuhnya aktif sebagai alat tukar; kedua koin lebih banyak berfungsi secara efektif sebagai store of value.

Bila keduanya akan mulai aktif sebagai alat tukar yang beredar di pasar, maka seperti kata  Ibnu Taimiyah ? koin yang berkadar lebih tinggi akan dengan sendirinya menghilang dari pasar karena akan cenderung disimpan oleh pemiliknya atau diambil keuntungannya. Inilah mengapa di belahan dunia lain-pun koin 24 karat memang tidak diarahkan untuk menjadi alat tukar yang aktif seperti yang saya berikan contohnya diatas.

Kelak pada waktunya kekhalifahan Islam berdiri tegak; Insya Allah semuanya mengikuti  satu standar yang sama ? tetapi untuk saat ini belum ada yang berhak mengaku paling benar standarnya atau paling benar pemahamannya. Wallahu A?lam.

Posted in Dinar ProspectingComments (0)


Price Update on Twitter

Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Dinar Islam is offlineSofi is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes