Categorized | Political Economy

Supply-Demand Paradox: Kenaikan Harga Emas Dunia Semakin Nyata

Supply-Demand Paradox: Kenaikan Harga Emas Dunia Semakin Nyata

Banyak temen-temen saya yang berpesan untuk diberitahu kapan waktunya yang baik untuk membeli Dinar;  saya selalu katakan bahwa bila tujuannya untuk spekulasi jangka pendek – maka waktu membeli emas/Dinar bisa selalu salah. Sebaliknya bila orientasinya untuk mengamankan asset jangka panjang, maka membeli kapan-pun bisa selalu benar.

Ini juga tercermin dengan apa yang terjadi di pasar internasional, hari-hari kemarin harga di kisaran US$ 1,060/oz dikira sudah terlalu tinggi – sehingga orang berharap turun. Tetapi malah yang terjadi sebaliknya, harga terus naik secara significant – sampai menyentuh angka tertinggi US$ 1,089/oz semalam.

Kenaikan semalam juga bukan dikarenakan oleh melemahnya US$, karena sebaliknya US$ malah menguat beberapa poin. Kenaikan emas semalam disebabkan oleh fenomena pasar emas yang disebut supply-demand paradox.

Intinya begini, bila supply emas bertambah – logikanya harga akan turun pada saat demand yang relatif tetap. Lha tadi malam IMF mengumumkan realisasi penjualan emas-nya yang sudah lama di koar-koarkan. IMF melepas 200 ton emas ke bank sentral India – dari sekitar 400 ton emas yang sudah lama direncanakan untuk dijual.

1-year-spot-gold-in-KitcoTambahan 200 ton emas segar dari IMF ini seharusnya menambah supply dan menurunkan harga bukan? Ternyata yang terjadi malah sebaliknya – dengan diborongnya emas IMF oleh India, pasar mempersepsikan ada kekuatan besar lain selain China dan Rusia yang siap-siap memborong emas dalam jumlah besar – kapan saja emas tersebut ada. Ini juga wujud menurunnya kepercayaan dunia terhadap sistem mata uang kertas – yang dikomandoi oleh US Dollars.

Eksekusi separuh dari rencana pelepasan emas IMF juga disambut baik oleh pasar – dengan naiknya harga emas secara tajam – karena langkah ini akan mengurangi ketidak pastian dalam harga emas dunia yang dapat dipicu oleh tindakan-tindakan IMF terhadap emas yang dimilikinya. Dengan persediaan emas untuk dilepas mereka yang tinggal 200-an ton; market merasa comfortable – bahwa IMF tidak akan banyak lagi berperan dalam harga emas internasional ini.

Ketidak percayaan terhadap US$ sebagai ukuran atau unit of account, kini juga menjalar di pasar emas dunia. Bila selama ini harga emas dunia selalu dinyatakan dalam US$, kini dipelopori oleh dealer emas besar yang sangat terkenal yaitu Kitco yang berbasis di Canada –pergerakan harga emas dunia secara lebih real-nya sudah bisa diikuti dalam sekeranjang mata uang besar dunia – bukan hanya dalam US$.

Pergerakan harga emas yang real ini oleh Kitco dinamai Kitco Gold Index atau disingkat KGX.  Dua grafik yang saya sajikan di tulisan ini diambil dari situs mereka untuk real time semalam dan untuk setahun terakhir.

Dari 2 grafik tersebut diukur dengan KGX, kita bisa lihat emas naik 2,44 % semalam dan 29,71% setahun terakhir. Artinya kenaikan hargaemas semalam, maupun setahun terakhir sungguh nyata.

Jadi meskipun hari-hari ini Dinar akan kelihatan mahal, masih sangat mungkin lebih mahal lagi beberapa bulan kedepan– tidak ada waktu yang keliru untuk mengamankan hasil jerih payah bertahun-tahun Anda sekarang. Wa Allahu A’lam.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 9.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)
Supply-Demand Paradox: Kenaikan Harga Emas Dunia Semakin Nyata9.0101
  • Share/Bookmark

Artikel Terkait:

This post was written by:

Muhaimin Iqbal

Muhaimin Iqbal - who has written 151 posts on Dinar Islam – Islamic Investment & Wealth Protection.

MUHAIMIN IQBAL adalah profil seorang eksekutif sekaligus pemikir, praktisi, dan juga sekaligus akademisi. Sebagai praktisi ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama dan komisaris di banyak perusahaan dan saat ini pemilik dan pengelola Gerai Dinar. Sebagai pemikir, untuk dapat terus mengungkapkan pikiran-pikirannya, beliau ber-azam untuk menulis minimal satu buah buku setiap tahun sejak umur 40 tahun. Dua buku terdahulu berbahasa Inggris yaitu General Takaful Practice (GIP, 2005) dan Takaful Solutions (Islamic Insurance Society, 2005). Buku lainnya dalam berbahasa Indonesia yaitu: Asuransi Umum Syariah dalam Praktik (GIP, 2006), Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham (DinarClub, 2007), Dinar Solution, Dinar Sebagai Solusi (GIP, 2008), dan Dinar The Real Money (GIP, 2009). Sebagai akademisi, beliau banyak terlibat memberikan pelatihan dan ceramah dalam berbagai subjek seperti Ekonomi Syariah, Asuransi Syariah, Kewirausahaan Islami, dan tentu yang tidak kalah menariknya adalah subyek Dinar dan Dirham. Beliau juga aktif terlibat dalam berbagai organisasi yang terkait dengan ekonomi umat, diantaranya sebagai Ketua Center for Islamic Entrepreneurship Development (CIED). Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), pendiri dan presiden pertama dari Islamic Insurance Society (IIS) dan terakhir beliau juga Presiden DinarClub.

Contact the author

Leave a Reply


Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Nilai Tukar Rupiah - Mata Uang lain

Sofi is offlineEny is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes