Categorized | Political Economy

Monster Inflasi & Monster Deflasi Versi European Central Bank

Monster Inflasi & Monster Deflasi Versi European Central Bank

Inflasi dan Deflasi adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang hidup di era uang kertas ini. Kebanyakan kita merasakan bahwa inflasi (atau sangat jarang deflasi) itu benar-benar ada, tetapi tidak mudah memahami makhluk apa sih inflasi dan deflasi itu? Bagaimana terbentuknya atau kapan lahirnya? dlsb.

Nah untuk menjelaskan masalah inflasi dan deflasi ini secara menarik ke masyarakat, bahkan sejak mereka di bangku sekolah – European Central Bank (ECB) punya ide kreatif – yaitu membuat film animasi pendek sekitar 5 menit yang bercerita tentang 2 monster yaitu Monster Inflasi dan Monster Deflasi. Film animasi ini berjudul “Cartoon on price stability for schools” dan Anda bisa menontonnya langsung pada video di bawah ini.

Cartoon on price stability for schools

Tidak terbatas pada film animasi tersebut, ECB juga menyiapkan dokumen PDF untuk bisa di download para guru dan masyarakat untuk bahan ajar atau sosialisasi masalah inflasi dan deflasi ini.

Sepintas film animasi ini nampak baik- baik saja dan cukup menarik untuk ditonton. Namun saya sendiri melihat film animasi tersebut merasa jadi bodoh, atau filmnya yang sengaja membodohkan penontonnya.

Dalam film animasi ini digambarkan ada 2 orang pelajar yang sedang mendengarkan pelajaran tentang pengendalian harga dari gurunya, lalu tiba-tiba mereka berada di depan toko roti yang harga rotinya terus naik.

Di tengah kepanikan harga roti yang terus naik tersebut, datanglah Monster Inflasi yang membagikan uang secara cuma-cuma. Semakin banyak uang dibagikan oleh Monster Inflasi – semakin tinggi pula harga roti.

Akhir cerita bisa diduga bahwa si pembuat film-lah jagoannya. Maka ketika 2 pelajar tersebut datang berkunjung ke kantor ECB; oleh manager Bank Central-nya Eropa tersebut dijelaskan bahwa ECB bertugas menjaga stabilitas harga–harga.

Menurut sang manager, masyarakat yang terwakili oleh 2 pelajar tersebut tidak lagi perlu kawatir – karena Monster Inflasi dan Monster Deflasi keduanya telah ditangkap oleh ECB. Keduanya dikecilkan dan dimasukkan ke stoples… mirip kisah pemburu hantu di televisi kita.

Mengapa saya merasa jadi bodoh nonton animasi ini? Karena ECB hanya bercerita dari satu sisi yang mentokohkan dirinya menjadi pahlawan penakluk Monster Inflasi dan Monster Deflasi.

Mereka tidak bercerita terus terang ke masyarakat siapakah Monster Inflasi dan Monster Deflasi tersebut sebenarnya? Siapa yang bisa mencetak uang dan meningkatkan supply uang secara berlebihan ke masyarakat? Atau menurunkannya dengan mengendalikan suku bunga perbankan? Bukankah ini ECB juga yang melakukannya?

Atau dengan kata lain, kalau ECB jujur bukankah sebenarnya tokoh pahlawan dan tokoh monster-monster tersebut makhluknya adalah sama yaitu ya ECB-ECB juga.

Kalau menurut George Cooper penulis buku terkenal “The Origin of Financial Crises” (Vintage Book, New York, Dec 2008), tokoh Monster tersebut bukan ECB sendiri – tetapi sepupunya ECB ! – yaitu pemerintah-pemerintah yang punya andil dalam ECB. Argumen dia adalah “bukan ECB yang mencetak uang – tetapi pemerintahnya-lah yang mencetak uang terus menerus sehingga menggelembungkan inflasi- kemudian pemerintahan yang sama minta ECB mengendalikan inflasi yang diciptakannya ini.”

Menurut Cooper lebih lanjut, bahkan monster-monster ini punya tanggal lahir yaitu 15 Agustus 1971 – ketika Nixon sebagai presiden Amerika mengumumkan berakhirnya era cadangan emas untuk setiap pencetakan uang kertas – dan mulainya era uang fiat murni. Dalam rezim uang fiat murni yang dianut di seluruh dunia saat ini, pemerintah bisa mencetak uang kertas berapa saja tanpa harus memikirkan cadangan emas yang mereka miliki. Di era uang fiat murni inilah – monster-monster inflasi merajalela di seluruh dunia.

Apa yang dilakukan ECB sebenarnya baik dengan berusaha menjelaskannya secara mudah ke masyarakat; yang kurang tinggal kejujurannya dalam menceritakan hal yang menjadi hajat hidup orang banyak ini. Wa Allahu A’lam.

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Artikel Terkait:

This post was written by:

Muhaimin Iqbal

Muhaimin Iqbal - who has written 155 posts on Dinar Islam – Islamic Investment & Wealth Protection.

MUHAIMIN IQBAL adalah profil seorang eksekutif sekaligus pemikir, praktisi, dan juga sekaligus akademisi. Sebagai praktisi ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama dan komisaris di banyak perusahaan dan saat ini pemilik dan pengelola Gerai Dinar. Sebagai pemikir, untuk dapat terus mengungkapkan pikiran-pikirannya, beliau ber-azam untuk menulis minimal satu buah buku setiap tahun sejak umur 40 tahun. Dua buku terdahulu berbahasa Inggris yaitu General Takaful Practice (GIP, 2005) dan Takaful Solutions (Islamic Insurance Society, 2005). Buku lainnya dalam berbahasa Indonesia yaitu: Asuransi Umum Syariah dalam Praktik (GIP, 2006), Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham (DinarClub, 2007), Dinar Solution, Dinar Sebagai Solusi (GIP, 2008), dan Dinar The Real Money (GIP, 2009). Sebagai akademisi, beliau banyak terlibat memberikan pelatihan dan ceramah dalam berbagai subjek seperti Ekonomi Syariah, Asuransi Syariah, Kewirausahaan Islami, dan tentu yang tidak kalah menariknya adalah subyek Dinar dan Dirham. Beliau juga aktif terlibat dalam berbagai organisasi yang terkait dengan ekonomi umat, diantaranya sebagai Ketua Center for Islamic Entrepreneurship Development (CIED). Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), pendiri dan presiden pertama dari Islamic Insurance Society (IIS) dan terakhir beliau juga Presiden DinarClub.

Contact the author

Leave a Reply


Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Nilai Tukar Rupiah - Mata Uang lain

Sofi is offlineEny is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes