<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinar Islam - Islamic Investment &#38; Wealth Protection</title>
	<atom:link href="http://www.dinarislam.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dinarislam.com</link>
	<description>Islamic Investment &#38; Wealth Protection</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Mar 2010 05:52:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Investasi, Proteksi Nilai &amp; Productivity: Kini Ketiganya Bisa Bersinergi</title>
		<link>http://www.dinarislam.com/business-opportunity/investasi-proteksi-nilai-productivity-kini-ketiganya-bisa-bersinergi.html</link>
		<comments>http://www.dinarislam.com/business-opportunity/investasi-proteksi-nilai-productivity-kini-ketiganya-bisa-bersinergi.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 02:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Opportunity]]></category>
		<category><![CDATA[1 Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[akses modal]]></category>
		<category><![CDATA[anggota koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[bagi hasil]]></category>
		<category><![CDATA[biaya sekolah anak]]></category>
		<category><![CDATA[BMT Daarul Muttaqiin]]></category>
		<category><![CDATA[daya beli]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan]]></category>
		<category><![CDATA[kafil]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[komersial]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Logam Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[modal dagang]]></category>
		<category><![CDATA[modal usaha]]></category>
		<category><![CDATA[multiple choice]]></category>
		<category><![CDATA[peluang bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[peminjam]]></category>
		<category><![CDATA[penjamin]]></category>
		<category><![CDATA[Pinjaman Tanpa Beban]]></category>
		<category><![CDATA[productivity]]></category>
		<category><![CDATA[Program Pinjaman]]></category>
		<category><![CDATA[Proposal Peminjaman]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi nilai]]></category>
		<category><![CDATA[Qard]]></category>
		<category><![CDATA[qirad]]></category>
		<category><![CDATA[sinergi]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Perjanjian Pinjaman]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tabungan M-Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula]]></category>
		<category><![CDATA[wiraswasta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dinarislam.com/?p=1550</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada suatu pilihan dilematis tentang penggunaan dana investasi atau simpanan kita. Misalnya Anda mampu menabung 1 Dinar sebulan untuk biaya sekolah anak-anak Anda. Setelah 5 tahun Anda akan memiliki minimal 60 Dinar di tabungan Dinar Anda – yang insya Allah cukup untuk membiayai anak Anda masuk perguruan tinggi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada suatu pilihan dilematis tentang penggunaan dana investasi atau simpanan kita. Misalnya Anda mampu menabung <span style="color: #de940a;"><strong>1 Dinar</strong></span> sebulan untuk biaya sekolah anak-anak Anda. Setelah 5 tahun Anda akan memiliki minimal <strong><span style="color: #de940a;">60 Dinar</span></strong> di <strong>tabungan </strong><span style="color: #de940a;"><strong>Dinar</strong> </span>Anda – yang <em><span style="color: #637d37;">insya Allah</span></em> cukup untuk membiayai anak Anda masuk perguruan tinggi yang baik sekian tahun yang akan datang.</p>
<p>Namun sebelum dana tersebut digunakan untuk membiayai sekolah anak Anda, Anda juga ingin sekali terjun berwiraswasta dan yakin tentang peluang bisnis yang akan Anda tekuni &#8211; hanya modal yang jadi kendala. <span style="color: #0000ff;">Dalam situasi demikian, mana yang akan Anda pilih?</span></p>
<ul>
<li>Menggunakan dana tabungan biaya pendidikan anak Anda, dengan risiko ada kemungkinan Anda kesulitan memenuhi biaya pendidikan anak Anda nantinya.</li>
<li>Atau mempertahankan tabungan anak Anda apa adanya, dengan risiko mengurungkan niat Anda untuk berwiraswasta karena hambatan permodalan ini.</li>
<li>Atau menggunakan untuk usaha dahulu kemudian menabung kembali biaya sekolah anak Anda dari hasil usaha, dengan risiko saat itu harga <strong><span style="color: #de940a;">Dinar</span></strong>/<span style="color: #de940a;">emas </span>sudah tinggi sehingga akan berat untuk mengumpulkan <strong><span style="color: #de940a;">60 Dinar</span></strong> kembali seperti semula.</li>
</ul>
<p><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p>Situasi dilematis seperti ini dan sejenisnya, kini ada solusinya yang lebih aman untuk ketiganya. Ibarat soal ujian pilihan berganda (<em>multiple choice</em>), pilihan Anda kini bukan hanya pilih A atau B atau C; tetapi Anda kini bisa memilih ketiganya sekaligus yaitu A dan B dan C. Anda kini bisa memiliki tabungan <strong><span style="color: #de940a;">Dinar </span></strong>yang terus tumbuh untuk keperluan jangka panjang Anda sekeluarga, Nilai daya beli <strong><span style="color: #de940a;">Dinar</span></strong> yang stabil menjadi proteksi bagi investasi Anda dan pada saat yang bersamaan Anda dapat menggunakan tabungan tersebut sebagai jaminan atas modal usaha Anda.</p>
<p><strong><span style="color: #800000;">Program Investasi, Proteksi dan </span></strong><em><strong><span style="color: #800000;">Productivity</span></strong></em> dalam bentuk <strong>Pinjaman Tanpa Beban</strong> untuk komersial ini adalah produk terbaru hasil kreasi bersama kami dengan <a title="Dinar Untuk Sektor Riil: Kini Bukan Hanya Teori" href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/dinar-untuk-sektor-riil-kini-bukan-hanya-teori.html">Koperasi </a><strong><a title="Dinar Untuk Sektor Riil: Kini Bukan Hanya Teori" href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/dinar-untuk-sektor-riil-kini-bukan-hanya-teori.html">BMT Daarul Muttaqiin</a></strong>. <em><span style="color: #800000;"><strong>Intinya adalah Anda bisa memperoleh pinjaman modal dagang</strong> – kita fokuskan dahulu pada modal dagang karena kita memerlukan putaran yang cepat – <strong>sampai sebesar 90% dari simpanan <span style="color: #de940a;"><span style="font-style: normal;">Dinar </span></span>Anda – tanpa beban biaya apapun sampai waktu maksimal 3 bulan</strong></span></em>. Bila dalam waktu 3 bulan Anda tidak bisa mengembalikan sebagian atau seluruhnya, maka tabungan Anda baru diambil sebesar jumlah yang gagal bayar tersebut.</p>
<p>Adapun syarat dan kondisi dari <a title="Pinjaman Tanpa Beban Dari Kami &amp; BMT Daarul Muttaqiin" href="http://www.dinarislam.com/financial-plan/pinjaman-tanpa-beban-dari-kami-bmt-daarul-muttaqiin.html"><strong>Pinjaman Tanpa Beban</strong></a> untuk tujuan komersial ini adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Peminjam harus anggota koperasi/pemilik <strong><a title="M-Dinar Saving Account: Koperasi/BMT Siap Bersaing Dengan Bank Besar" href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/m-dinar-saving-account-koperasi-bmt-siap-bersaing-dengan-bank-besar.html">Tabungan M-Dinar</a></strong> dari <strong>BMT Daarul Muttaqiin</strong> atau peserta <em><span style="color: #637d37;">Qirad</span></em>.</li>
<li>Jumlah pinjaman tidak dibatasi, asal ada jaminan berupa <strong><span style="color: #de940a;">Dinar </span></strong>fisik, Tabungan <a title="M-Dinar &amp; Peluang yang Hadir Bersamanya" href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/m-dinar-peluang-yang-hadir-bersamanya.html">M-Dinar</a>, atau modal <em><span style="color: #637d37;">Qirad </span></em>yang besarnya 100/90 (111%) dari nilai pinjaman.</li>
<li>Jaminan tidak harus dari pihak si peminjam, tetapi bisa dari pihak lain yang bersedia menjadi <em><span style="color: #637d37;">kafil </span></em>(penjamin) dari si peminjam.</li>
<li>Selama dijaminkan, <span style="color: #de940a;"><strong>Dinar </strong></span>senilai jaminan di simpanan atau <em><span style="color: #637d37;">Qirad </span></em>tidak mendapatkan bagi hasil.</li>
<li>Waktu pinjaman maksimum 3 bulan.</li>
<li>Tidak dikenakan beban biaya apapun.</li>
<li>Pinjaman diberikan dalam bentuk <span style="color: #de940a;"><strong>Dinar</strong></span>, dan dikembalikan juga dalam bentuk <strong><span style="color: #de940a;">Dinar </span></strong>dalam jumlah yang sama.</li>
<li>Peminjam hanya bisa meminjam sekali dalam satu periode; dia harus melunasi pinjaman sebelumnya bila hendak mengajukan pinjaman berikutnya.</li>
<li>Karena program ini merupakan bentuk layanan pelengkap (<em>complement</em>) terhadap nasabah kami, maka <strong><span style="color: #de940a;">Dinar </span></strong>yang bisa dijadikan jaminan oleh peminjam atau oleh <em><span style="color: #637d37;">kafil </span></em>hanyalah <strong><span style="color: #de940a;">Dinar </span></strong>standar <strong>Logam Mulia</strong> yang dibeli langsung dari kami ataupun melalui agen-agen resmi. Demikian pula pengembalian pinjaman juga harus merupakan <strong><span style="color: #de940a;">Dinar </span></strong>standar <strong>Logam Mulia</strong> yang dibeli langsung dari kami atau agen-agen resminya.</li>
</ol>
<p>Tata cara untuk mengajukan program <strong><span style="color: #800000;">Pinjaman Tanpa Beban</span></strong> ini juga kita buat sederhana sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><em><strong>Calon peminjam mengajukan proposal peminjaman</strong></em> yang bentuknya bebas, tetapi setidaknya menjelaskan tentang: detil usaha perdagangan yang memerlukan pendanaan, penanggung jawab usaha, besar dana yang dibutuhkan dan rencana pengembaliannya.</li>
<li>Nama dan nomor account/<em><span style="color: #637d37;">aqad </span></em>tabungan yang akan menjadi jaminan; kalau jaminan dari <em><span style="color: #637d37;">kafil </span></em>maka yang dibutuhkan adalah nama dan nomor account/<em><span style="color: #637d37;">aqad </span></em>dari <em><span style="color: #637d37;">kafil </span></em>tersebut.</li>
<li><em><strong>Menandatangani Surat Perjanjian Pinjaman</strong></em>; bila melibatkan <em><span style="color: #637d37;">kafil </span></em>– maka diperlukan juga surat jaminan dari <em><span style="color: #637d37;">kafil</span></em>.</li>
</ol>
<p>Dengan produk <strong>Pinjaman Tanpa Beban</strong> untuk kebutuhan komersial ini, <em><span style="color: #637d37;">insya Allah</span></em> <strong><span style="color: #de940a;">Dinar </span></strong>Anda akan semakin bermanfaat – bukan hanya untuk diri Anda beserta keluarga, tetapi juga menciptakan pekerjaan bagi orang lain.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Lantas dengan produk ini apa yang kami peroleh?</span> <em><span style="color: #800000;">Imbalan langsung dari pinjaman ini mungkin memang tidak ada karena kan ini <strong>Program Pinjaman (Qard)</strong> – tidak boleh ada tambahan yang diperjanjikan di depan dalam bentuk apapun</span></em>.</p>
<p><span style="color: #800000;"><em><strong>Balasan tidak langsungnya <span style="color: #637d37;">insya Allah</span> sangat banyak, karena yang akan membalas adalah <span style="color: #637d37;">Dia Yang Maha Kaya</span> yang ketika memberi rizki tidak perlu menghitung-hitung, dan <span style="color: #637d37;">Dia </span>sangat mampu memberi rizki yang tidak kita sangka-sangka</strong>. <span style="color: #637d37;">Dia </span>hanya akan membalas kebaikan dengan kebaikan pula, </em></span><span style="color: #800000;"><em><span style="color: #637d37;">Hal Jaza Ul Ikhsan Illal Ikhsan….</span></em></span></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.dinarislam.com%2Fbusiness-opportunity%2Finvestasi-proteksi-nilai-productivity-kini-ketiganya-bisa-bersinergi.html&amp;linkname=Investasi%2C%20Proteksi%20Nilai%20%26%23038%3B%20Productivity%3A%20Kini%20Ketiganya%20Bisa%20Bersinergi"><img src="http://www.dinarislam.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a><h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.dinarislam.com/financial-plan/pinjaman-tanpa-beban-dari-kami-bmt-daarul-muttaqiin.html" title="Pinjaman Tanpa Beban Dari Kami &#038; BMT Daarul Muttaqiin">Pinjaman Tanpa Beban Dari Kami &#038; BMT Daarul Muttaqiin</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/m-dinar-saving-account-koperasi-bmt-siap-bersaing-dengan-bank-besar.html" title="M-Dinar Saving Account: Koperasi/BMT Siap Bersaing Dengan Bank Besar">M-Dinar Saving Account: Koperasi/BMT Siap Bersaing Dengan Bank Besar</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/waktunya-dinar-mendorong-investasi-sektor-riil-yang-adil.html" title="Waktunya Dinar Mendorong Investasi Sektor Riil Yang Adil">Waktunya Dinar Mendorong Investasi Sektor Riil Yang Adil</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/investasi-emas-dinar-turun-ke-peringkat-3.html" title="Investasi Emas / Dinar Turun ke Peringkat 3 :)">Investasi Emas / Dinar Turun ke Peringkat 3 :)</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/political-economy/mungkinkah-harga-emas-akan-turun-terus-seperti-tahun-1980-an.html" title="Mungkinkah Harga Emas Akan Turun Terus Seperti Tahun 1980-an?">Mungkinkah Harga Emas Akan Turun Terus Seperti Tahun 1980-an?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dinarislam.com/business-opportunity/investasi-proteksi-nilai-productivity-kini-ketiganya-bisa-bersinergi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengalahkan Inflasi, Insya Allah Kita Bisa</title>
		<link>http://www.dinarislam.com/financial-plan/mengalahkan-inflasi-insya-allah-kita-bisa.html</link>
		<comments>http://www.dinarislam.com/financial-plan/mengalahkan-inflasi-insya-allah-kita-bisa.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 04:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Financial Plan]]></category>
		<category><![CDATA[1 Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[aset]]></category>
		<category><![CDATA[barter modern]]></category>
		<category><![CDATA[beban hidup]]></category>
		<category><![CDATA[benda riil]]></category>
		<category><![CDATA[beras Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[daya beli tetap]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[dunia modern]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[fitrah]]></category>
		<category><![CDATA[fulus]]></category>
		<category><![CDATA[gelombang sinus]]></category>
		<category><![CDATA[grafik]]></category>
		<category><![CDATA[harga barang & jasa]]></category>
		<category><![CDATA[harga beras]]></category>
		<category><![CDATA[harga naik]]></category>
		<category><![CDATA[hyper inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Taimiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[IndoBarter Project]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[International Rice Research Institute]]></category>
		<category><![CDATA[investasi sektor riil]]></category>
		<category><![CDATA[IRRI]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan transaksi]]></category>
		<category><![CDATA[kemakmuran]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[mata uang]]></category>
		<category><![CDATA[mekanisme pasar]]></category>
		<category><![CDATA[mencetak uang]]></category>
		<category><![CDATA[Milton Friedman]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[otoritas moneter]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[penggerak sektor riil]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan daya beli]]></category>
		<category><![CDATA[perputaran uang]]></category>
		<category><![CDATA[pertukaran barang]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[sistem ekonomi barat]]></category>
		<category><![CDATA[statistik]]></category>
		<category><![CDATA[supply and demand]]></category>
		<category><![CDATA[supply uang]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Monetarist]]></category>
		<category><![CDATA[US$]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dinarislam.com/?p=1539</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Ilmu Ekonomi, yang dimaksud dengan inflasi adalah kenaikan harga-harga terhadap barang dan jasa secara umum dalam periode tertentu. Menurut para penganut Teori Monetarist, penyebab utama inflasi ini adalah supply uang. Bahkan dalam pandangan Monetarist Economist terkenal Milton Friedman &#8220;Inflation is always and everywhere a monetary phenomenon.&#8221;
Dalam sistem ekonomi barat ada yang berpendapat bahwa inflasi ini ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #800000;">Dalam Ilmu Ekonomi, yang dimaksud dengan <strong>inflasi </strong>adalah <em><strong>kenaikan harga-harga terhadap barang dan jasa secara umum dalam periode tertentu</strong></em></span>. Menurut para penganut <strong><span style="color: #800000;">Teori </span></strong><em><strong><span style="color: #800000;">Monetarist</span></strong></em>, <em><strong>penyebab utama inflasi ini adalah supply uang</strong></em>. Bahkan dalam pandangan <em>Monetarist Economist</em> terkenal <strong>Milton Friedman</strong> <em><span style="color: #800000;">&#8220;Inflation is always and everywhere a monetary phenomenon.&#8221;</span></em></p>
<p>Dalam sistem ekonomi barat ada yang berpendapat bahwa <strong>inflasi </strong>ini ada positifnya karena antara lain berguna untuk mendorong investasi sektor riil. Ketika <strong>inflasi </strong>tinggi orang cenderung untuk tidak mempertahankan assetnya dalam bentuk uang – tetapi dalam bentuk barang, kebutuhan akan barang inilah yang mengangkat produksi dan memutar ekonomi.</p>
<p>Dalam <strong><span style="color: #637d37;">Islam</span></strong>, <em><span style="color: #800000;">produksi sektor riil tidak didorong oleh </span></em><strong><em><span style="color: #800000;">inflasi </span></em></strong><em><span style="color: #800000;"><span style="color: #800000;">tetapi oleh </span><strong><a title="Agar Harta Itu Jangan Hanya Berputar Diantara Orang-orang Kaya" href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/agar-harta-itu-jangan-hanya-berputar-diantara-orang-orang-kaya.html"><span style="color: #800000;">putaran uang yang lebih cepat</span></a></strong></span></em>. <a title="Bangun Ketahanan Ekonomi Keluarga Dengan Dinar, Tetapi Jangan Menimbun!!!" href="http://www.dinarislam.com/financial-plan/bangun-ketahanan-ekonomi-keluarga-dengan-dinar-tetapi-jangan-menimbun.html"><strong>Kekayaan bukan untuk ditimbun tetapi berputar ke masyarakat luas</strong> – berputar tidak hanya pada yang kaya tetapi juga pada yang miskin</a>. Dalam pandangan <a title="Quantitative Easing: Cara Baru Bank Sentral Dunia Mencetak Uang" href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/quantitative-easing-cara-baru-bank-sentral-dunia-mencetak-uang.html"><strong>Ibnu Taimiyyah</strong>, pemerintah yang mencetak fulus melebihi kebutuhan transaksi – dus menyebabkan <strong>inflasi</strong> – adalah pemerintah yang mendhalimi rakyatnya</a>.</p>
<p>Pandangan <strong>Ibnu Taimiyyah</strong> inilah yang sebenarnya lebih pas untuk manusia modern di zaman ini sekalipun. Pemerintah-pemerintah dunia akan mampu menjaga kemakmuran rakyatnya bila mereka bisa menurunkan atau bahkan menghilangkan <strong>inflasi </strong>– kalau saja mereka mau!</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1545" title="Rice Price in US$" src="http://www.dinarislam.com/wp-content/uploads/2010/03/rice-price-300x205.jpg" alt="Rice Price in US$" width="300" height="205" />Contoh betapa <strong>inflasi </strong>menyengsarakan rakyat seluruh dunia dapat Anda lihat pada grafik di samping. Grafik yang saya buat berdasarkan data yang dikeluarkan oleh <em><strong><span style="color: #800000;">International Rice Research Institute</span></strong></em><strong><span style="color: #800000;"> (IRRI)</span></strong> ini menunjukkan bahwa dalam 5 tahun terakhir saja, harga beras di dunia telah mengalami kenaikan rata-rata hampir 2X lipat. Padahal sangat sedikit porsi penduduk dunia yang bisa meningkatkan penghasilannya 2X lipat dalam periode tersebut.</p>
<p>Artinya, rata-rata penduduk dunia menurun tingkat kemakmurannya – karena penurunan daya beli uangnya ini. Hal ini juga bisa kita rasakan di rumah tangga kita masing-masing. <span style="color: #0000ff;">Bisa saja penghasilan kita meningkat dari tahun ke tahun, tetapi kok beban hidup tidak terasa lebih ringan ya…?</span> Bila Anda merasakan hal yang sama – sangat bisa jadi ini karena kenaikan penghasilan Anda kalah cepat dengan <strong>inflasi </strong>terhadap harga-harga kebutuhan pokok Anda.</p>
<p><span style="color: #800000;"><em>Yang bisa mengendalikan </em></span><strong><span style="color: #800000;"><em>inflasi </em></span></strong><span style="color: #800000;"><em>ini adalah pemerintah khususnya <strong>otoritas moneter</strong></em></span>; rakyat seperti kita tidak bisa mengendalikan <strong>inflasi </strong>ini. Meskipun demikian, sebenarnya ada yang bisa dilakukan oleh rakyat seperti kita-kita untuk tidak menjadi <em><strong>korban inflasi</strong></em> ini. <span style="color: #0000ff;">Dengan apa kita dapat melakukan ‘perlawanan’ terhadap <strong>inflasi </strong>ini?</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Dengan </span><em><strong><span style="color: #800000;">meminimise penggunaan uang</span></strong></em><span style="color: #800000;"> yang menjadi penyebab </span><strong><span style="color: #800000;">inflasi </span></strong><span style="color: #800000;">tersebut</span>. Menurut para penganut paham <strong><em>Monetarist </em></strong>di atas, <strong>inflasi </strong>kan disebabkan oleh <em>supply</em> uang – <em><span style="color: #800000;">ya <strong>jangan taruh kekayaan</strong> Anda yang kegunaannya bersifat jangka panjang dalam bentuk uang</span></em>. Bila Mayoritas kekayaan Anda tersimpan dalam nominal mata uang (Rupiah, US$, dlsb), maka daya beli kekayaan Anda tersebut akan terus menurun bersamaan dengan waktu. Bila dalam 5 tahun terakhir saja harga beras internasional rata-rata naik 2X, berarti daya beli uang Anda terhadap beras turun tinggal ½-nya – maka bisa Anda bayangkan bila 15 tahun dari sekarang Anda pensiun misalnya – maka saat itu daya beli asset Anda bisa jadi sangat tidak memadai untuk kehidupan saat itu.</p>
<p>Dalam situasi <strong>inflasi </strong>yang sangat tinggi sekalipun (<strong>hyper inflasi</strong>), harga barang-barang naik relatif bersamaan – maka nilai tukar benda riil yang satu relatif stabil terhadap benda riil yang lain. Artinya bila asset Anda berupa benda riil yang tidak aus atau rusak, maka daya beli asset Anda tersebut <em><span style="color: #637d37;">insya Allah</span></em> akan relatif stabil. <span style="color: #800000;"><em>Salah satu benda riil yang tidak aus/rusak, sangat likuid dan statitisk daya belinya terbukti sepanjang zaman adalah <strong><span style="color: #de940a;">Emas </span></strong>atau <strong><span style="font-style: normal;"><span style="color: #de940a;">Dinar</span></span></strong></em></span>.</p>
<p><span style="color: #de940a;"><img class="alignleft size-medium wp-image-1540" title="Rice Price in Gold" src="http://www.dinarislam.com/wp-content/uploads/2010/03/rice-price-gold-300x205.jpg" alt="Rice Price in Gold" width="300" height="205" /><a title="Bukti Stabilitas Daya Beli Dinar (Emas) &amp; Dirham (Perak) dari Al-Qur'an &amp; Al-Hadits" href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/bukti-stabilitas-daya-beli-dinar-emas-dirham-perak-dari-al-quran-al-hadits.html"><span style="color: #de940a;">Emas </span></a></span><a title="Bukti Stabilitas Daya Beli Dinar (Emas) &amp; Dirham (Perak) dari Al-Qur'an &amp; Al-Hadits" href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/bukti-stabilitas-daya-beli-dinar-emas-dirham-perak-dari-al-quran-al-hadits.html">atau </a><span style="color: #de940a;"><strong><a title="Bukti Stabilitas Daya Beli Dinar (Emas) &amp; Dirham (Perak) dari Al-Qur'an &amp; Al-Hadits" href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/bukti-stabilitas-daya-beli-dinar-emas-dirham-perak-dari-al-quran-al-hadits.html"><span style="color: #de940a;">Dinar </span></a></strong></span><a title="Bukti Stabilitas Daya Beli Dinar (Emas) &amp; Dirham (Perak) dari Al-Qur'an &amp; Al-Hadits" href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/bukti-stabilitas-daya-beli-dinar-emas-dirham-perak-dari-al-quran-al-hadits.html">terbukti memiliki daya beli relatif stabil sepanjang lebih dari 1, 400 tahun</a>; bukan hanya dengan <strong><span style="color: #de940a;">1 Dinar</span></strong> tetap dapat membeli 1 ekor kambing sejak zaman Nabi – sampai sekarang; untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras pun <em><span style="color: #637d37;">insya Allah</span></em> relatif stabil. Bila data dari <strong>IRRI </strong>tersebut saya sajikan kembali dalam nilai <span style="color: #de940a;">emas</span>; maka Anda akan bisa lihat pada grafik di samping bahwa harga beras rata-rata berfluktuasi di sekitar <span style="color: #de940a;">0.7 oz emas</span>/ton beras. Ada yang di kisaran <span style="color: #de940a;">1 oz emas</span>/ton beras, namun ada juga yang di <span style="color: #de940a;">0.5 oz emas</span>/ton beras.</p>
<p>Perbedaan harga karena jenis/kwalitas ini wajar, karena di barang apapun termasuk di kambing pun juga demikian. Kambing-kambing yang kami pelihara di <strong><a title="Swasembada Daging Nasional Dari Kambing, Mengapa Tidak?" href="http://www.dinarislam.com/entrepreneurship/swasembada-daging-nasional-dari-kambing-mengapa-tidak.html">Pesantren Daarul Muttaqiin</a></strong> untuk indukan rata-rata <strong><span style="color: #de940a;">2 Dinar</span></strong>, bahkan pejantan unggul bisa berharga di atas <strong><span style="color: #de940a;">10 Dinar</span></strong>. Tetapi secara umum di pasar <span style="color: #de940a;"><strong>1 Dinar</strong></span> akan tetap dapat untuk membeli kambing yang cukup baik.</p>
<p>Demikian pula di beras; ada beras Jepang yang sangat mahal, tetapi dengan <span style="color: #de940a;">0.7 Oz emas</span> atau sekitar <strong><span style="color: #de940a;">5 Dinar</span></strong> Anda tetap dapat membeli beras 1 ton di sepanjang masa. Masih ada satu lagi, dalam 5 tahun terakhir setelah ditimbang/dinilai dengan <span style="color: #de940a;">emas</span>-pun harga beras tidak menjadi datar – tetapi bergelombang membentuk gelombang sinus; inilah dampak dari <a title="Antara Mekanisme Pasar Yang Fitrah &amp; Inflasi Yang Harus Dicegah" href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/antara-mekanisme-pasar-yang-fitrah-inflasi-yang-harus-dicegah.html">naik turunnya harga yang fitrah karena mekanisme pasar <em>supply and demand</em> – bukan lagi faktor <strong>inflasi</strong></a>.</p>
<p>Karena <strong><em><span style="color: #800000;">inflasi </span></em></strong><em><span style="color: #800000;">bisa dilawan dengan <strong>pertukaran barang</strong> yang satu dengan yang lain tanpa menggunakan uang</span></em>; maka inilah yang melatar belakangi bangsa-bangsa di dunia sedang berlomba menciptakan <em><strong>Sistem Barter Modern</strong></em> – seperti juga yang sedang kita kaji dalam <a title="Barter Di Ekonomi Modern, Mungkinkah?" href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/barter-di-ekonomi-modern-mungkinkah.html"><strong><span style="color: #800000;">IndoBarter Project</span></strong>.</a> Tidak akan mudah memang, tetapi untuk sesuatu problem yang tidak pernah bisa diatasi oleh pemerintah-pemerintah dunia – yaitu problem <strong>inflasi</strong>; maka hal yang sulit tersebut cukup menantang untuk dicoba – <em><span style="color: #637d37;">Insya Allah</span></em>.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.dinarislam.com%2Ffinancial-plan%2Fmengalahkan-inflasi-insya-allah-kita-bisa.html&amp;linkname=Mengalahkan%20Inflasi%2C%20Insya%20Allah%20Kita%20Bisa"><img src="http://www.dinarislam.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a><h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/antara-mekanisme-pasar-yang-fitrah-inflasi-yang-harus-dicegah.html" title="Antara Mekanisme Pasar Yang Fitrah &#038; Inflasi Yang Harus Dicegah">Antara Mekanisme Pasar Yang Fitrah &#038; Inflasi Yang Harus Dicegah</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/financial-plan/paradox-us-rupiah-harga-emas.html" title="Paradox US$, Rupiah &#038; Harga Emas">Paradox US$, Rupiah &#038; Harga Emas</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/political-economy/emas-diantara-yang-pesimis-optimis.html" title="Emas Diantara Yang Pesimis &#038; Optimis">Emas Diantara Yang Pesimis &#038; Optimis</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/political-economy/mungkinkah-harga-emas-akan-turun-terus-seperti-tahun-1980-an.html" title="Mungkinkah Harga Emas Akan Turun Terus Seperti Tahun 1980-an?">Mungkinkah Harga Emas Akan Turun Terus Seperti Tahun 1980-an?</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/quantitative-easing-cara-baru-bank-sentral-dunia-mencetak-uang.html" title="Quantitative Easing: Cara Baru Bank Sentral Dunia Mencetak Uang">Quantitative Easing: Cara Baru Bank Sentral Dunia Mencetak Uang</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dinarislam.com/financial-plan/mengalahkan-inflasi-insya-allah-kita-bisa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Mekanisme Pasar Yang Fitrah &amp; Inflasi Yang Harus Dicegah</title>
		<link>http://www.dinarislam.com/islamic-view/antara-mekanisme-pasar-yang-fitrah-inflasi-yang-harus-dicegah.html</link>
		<comments>http://www.dinarislam.com/islamic-view/antara-mekanisme-pasar-yang-fitrah-inflasi-yang-harus-dicegah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 02:14:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic View]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Anas R.A.]]></category>
		<category><![CDATA[bandul jam]]></category>
		<category><![CDATA[benda riil]]></category>
		<category><![CDATA[darah & harta]]></category>
		<category><![CDATA[dewa ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[dirham]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[fitrah]]></category>
		<category><![CDATA[fluktuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Friederich August von Hayek]]></category>
		<category><![CDATA[fulus]]></category>
		<category><![CDATA[grafik]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits Ashabus Sunan]]></category>
		<category><![CDATA[harga emas]]></category>
		<category><![CDATA[harga emas harian]]></category>
		<category><![CDATA[harga naik]]></category>
		<category><![CDATA[harga turun]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Taimiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jangka panjang]]></category>
		<category><![CDATA[jangka pendek]]></category>
		<category><![CDATA[John Naisbitt]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah uang]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[kertas]]></category>
		<category><![CDATA[mahal]]></category>
		<category><![CDATA[mata uang]]></category>
		<category><![CDATA[mekanisme pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pembentang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberi Rizki]]></category>
		<category><![CDATA[pemenang Nobel]]></category>
		<category><![CDATA[Penahan]]></category>
		<category><![CDATA[pendorong naik turun]]></category>
		<category><![CDATA[Penentu Harga]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan daya beli]]></category>
		<category><![CDATA[posisi jam 6]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[tembaga]]></category>
		<category><![CDATA[uang kertas]]></category>
		<category><![CDATA[uang nasional]]></category>
		<category><![CDATA[uang swasta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dinarislam.com/?p=1531</guid>
		<description><![CDATA[Sudah beberapa hari ini harga emas mengalami penurunan dan puncaknya semalam ketika pasar internasional turun secara significant dari US$ 1,121/Oz ke angka US$ 1,108/Oz. Akibatnya pagi ini harga Dinar kembali turun mendekati angka Rp 1.4 juta lagi. Ini kabar baik bagi kita yang di Indonesia, bahwa uang kita masih bernilai baik – meskipun (mungkin) ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah beberapa hari ini harga <span style="color: #de940a;">emas </span>mengalami penurunan dan puncaknya semalam ketika pasar internasional turun secara <em>significant</em> dari US$ 1,121/Oz ke angka US$ 1,108/Oz. Akibatnya pagi ini harga <span style="color: #de940a;"><strong>Dinar </strong></span>kembali turun mendekati angka Rp 1.4 juta lagi. <em><span style="color: #800000;">Ini kabar baik bagi kita yang di Indonesia, bahwa <strong>uang kita masih bernilai baik </strong>– meskipun (mungkin) ini hanya bersifat jangka pendek</span></em>.</p>
<p>Pada kesempatan ini saya ingin <em>share</em> data harga <span style="color: #de940a;">emas </span>dalam Rupiah yang sudah terkumpul di sistem kami sejak 14 September 2007. Pada grafik di bawah Anda akan lihat pergerakan naik turunnya harga <span style="color: #de940a;">emas </span>harian, yang kurang lebih berimbang antara hari-hari dimana harga <span style="color: #de940a;">emas </span>naik dan hari-hari dimana harga <span style="color: #de940a;">emas</span> turun.</p>
<p><em><span style="color: #800000;">Naik turunnya harga </span></em><span style="color: #de940a;"><em><span style="color: #de940a;">emas </span></em></span><em><span style="color: #800000;">harian ini lebih banyak didorong oleh <strong>mekanisme pasar yang bekerja secara global</strong></span></em>; ketika harga tinggi orang banyak yang menjual <span style="color: #de940a;">emas</span>nya sehingga <em>supply</em> meningkat dan akan mendorong harga turun. Demikian pula ketika harga rendah, banyak peminat akan berburu <span style="color: #de940a;">emas </span>sehingga <em>demand</em> meningkat dan harga kembali naik, demikian seterusnya.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1532" title="Daily Change" src="http://www.dinarislam.com/wp-content/uploads/2010/03/daily-change-300x205.jpg" alt="daily-change" width="300" height="205" />Kalau harga <span style="color: #de940a;">emas </span>hanya didorong oleh <em><strong>mekanisme pasar</strong></em>, maka seharusnya angka berfluktuasi pada kisaran nilai tertentu &#8211; seperti <a title="Kemana Harga Emas Akan Didorong Oleh Pasar?" href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/kemana-harga-emas-akan-didorong-oleh-pasar.html">bandul jam yang berayun di sekitar angka 6</a>.  Namun ternyata tidak demikian yang terjadi pada harga <span style="color: #de940a;">emas</span>; di awal sistem kami mulai mencatat harga <span style="color: #de940a;">emas </span>harian, harga ini berada di kisaran Rp 220,000/gram ; kini harga berada pada kisaran Rp 330,000/gram atau naik sekitar 50% dalam 2.5 tahun terakhir.</p>
<p>Artinya selain <em><strong>mekanisme pasar</strong></em> yang mendorong berayunnya harga <span style="color: #de940a;">emas</span> secara harian tersebut; <em><span style="color: #800000;">ada <strong>kekuatan lain</strong> yang hari demi hari mendorong harga <span style="color: #de940a;">emas </span>ke atas</span></em>. <span style="color: #0000ff;">Kekuatan lain ini hanya nampak bila kita lihat dalam rentang waktu yang panjang  - kekuatan apa ini?</span> <span style="color: #800000;">Inilah yang namanya <strong>inflasi </strong>atau <strong>penurunan daya beli uang kertas terhadap benda riil</strong> yang dalam hal ini diwakili oleh <span style="color: #de940a;">emas</span></span>.</p>
<p>Naik turunnya harga karena <em><strong>mekanisme pasar</strong></em> ini tidak boleh dicampuri oleh siapapun; bahkan dalam <strong><span style="color: #637d37;">Islam</span></strong>, <strong><span style="color: #637d37;">Rasulullah SAW</span></strong>-pun tidak mau mempengaruhi-nya sebagaimana <strong><span style="color: #637d37;">Hadits Ashabus Sunan</span></strong> dengan perawi yang shahih sebagai berikut:</p>
<p>Telah meriwayatkan dari <strong>Anas R.A.</strong>, ia berkata :<span style="color: #637d37;">” </span><em><span style="color: #637d37;">Orang-orang berkata kepada <span style="font-style: normal;"><strong>Rasulullah SAW</strong></span>, “Wahai <strong><span style="font-style: normal;">Rasulullah</span></strong>, harga-harga barang naik (mahal), tetapkanlah harga untuk kami. <strong><span style="font-style: normal;">Rasulullah SAW</span></strong> lalu menjawab, ‘<span style="font-style: normal;"><strong>Allah</strong></span>-lah Penentu harga, Penahan, Pembentang, dan Pemberi rizki. Aku berharap tatkala bertemu <strong><span style="font-style: normal;">Allah</span></strong>, tidak ada seorangpun yang meminta padaku tentang adanya kedhaliman dalam urusan darah dan harta.”</span></em></p>
<p>Sebaliknya dorongan kenaikan harga secara terus menerus yang disebabkan oleh <strong>inflasi </strong>mata uang kertas, ini tidak boleh terjadi. Penguasa negeri wajib mengendalikan jumlah uang (fulus) yang beredar sehingga rakyat tidak terdhalimi oleh penurunan nilainya. Inilah yang sudah juga diingatkan oleh <strong><a title="Quantitative Easing: Cara Baru Bank Sentral Dunia Mencetak Uang" href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/quantitative-easing-cara-baru-bank-sentral-dunia-mencetak-uang.html">Ibnu Taimiyyah</a></strong> berikut:</p>
<p><span style="color: #637d37;">“</span><em><span style="color: #637d37;">Jumlah fulus (uang yang lebih rendah dari <span style="font-style: normal;"><strong><span style="color: #de940a;">Dinar </span></strong></span>dan <span style="font-style: normal;"><strong><span style="color: #808080;">Dirham </span></strong></span>seperti tembaga, kertas, dlsb.) hanya boleh dicetak secara proporsional terhadap jumlah transaksi sedemikian rupa sehingga terjamin harga yang adil. Penguasa tidak boleh mencetak fulus berlebihan yang merugikan masyarakat karena rusaknya daya beli fulus yang sudah ada di mereka.”</span></em></p>
<p>Masalahnya sekarang adalah kita hidup di zaman uang kertas; di seluruh dunia uang kertas inilah yang digunakan – dan tidak ada satu negarapun yang terbukti bisa mengendalikan <strong>inflasi</strong>. Maka sangat bisa jadi kini zamannya sudah semakin dekat <a title="‘Uang Swasta’ vs Uang Negara…" href="http://www.dinarislam.com/political-economy/uang-swasta-vs-uang-negara.html">prediksi pemenang hadiah <em><strong>Nobel Ilmu Ekonomi</strong></em> tahun 1974 <strong>Friedrich August Von Hayek</strong>, dan juga prediksi <em><strong>‘Dewa’ Ekonomi</strong></em>-nya dunia barat <strong>John Naisbitt</strong></a> untuk terbukti: <em><span style="color: #800000;">masanya <strong>uang ‘swasta’</strong> untuk berjaya menggantikan <strong>uang nasional</strong></span></em>.</p>
<p>Bila <em>megatrend </em>itu bener-bener terjadi, maka <em><span style="color: #637d37;">insya Allah</span></em> kita-pun sudah siap untuk menyongsongnya. Semoga <strong><span style="color: #637d37;">Allah </span></strong>selalu menunjuki kita ke Jalan<span style="color: #637d37;">Nya</span>. <span style="color: #637d37;">Amin</span>.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.dinarislam.com%2Fislamic-view%2Fantara-mekanisme-pasar-yang-fitrah-inflasi-yang-harus-dicegah.html&amp;linkname=Antara%20Mekanisme%20Pasar%20Yang%20Fitrah%20%26%23038%3B%20Inflasi%20Yang%20Harus%20Dicegah"><img src="http://www.dinarislam.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a><h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.dinarislam.com/financial-plan/mengalahkan-inflasi-insya-allah-kita-bisa.html" title="Mengalahkan Inflasi, Insya Allah Kita Bisa">Mengalahkan Inflasi, Insya Allah Kita Bisa</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/harga-emas-dunia-bad-news-good-news.html" title="Harga Emas Dunia: Bad News &#038; Good News">Harga Emas Dunia: Bad News &#038; Good News</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/and-the-winner-is.html" title="And The Winner Is…?">And The Winner Is…?</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/political-economy/emas-diantara-yang-pesimis-optimis.html" title="Emas Diantara Yang Pesimis &#038; Optimis">Emas Diantara Yang Pesimis &#038; Optimis</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/dinar-emas-di-antara-uang-kertas-yang-perkasa-yang-lunglai.html" title="Dinar/Emas Di Antara Uang Kertas Yang Perkasa &#038; Yang Lunglai">Dinar/Emas Di Antara Uang Kertas Yang Perkasa &#038; Yang Lunglai</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dinarislam.com/islamic-view/antara-mekanisme-pasar-yang-fitrah-inflasi-yang-harus-dicegah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mungkinkah Harga Emas Akan Turun Terus Seperti Tahun 1980-an?</title>
		<link>http://www.dinarislam.com/political-economy/mungkinkah-harga-emas-akan-turun-terus-seperti-tahun-1980-an.html</link>
		<comments>http://www.dinarislam.com/political-economy/mungkinkah-harga-emas-akan-turun-terus-seperti-tahun-1980-an.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 03:44:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Political Economy]]></category>
		<category><![CDATA[1 Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[15 Agustus 1971]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran belanja]]></category>
		<category><![CDATA[anti-inflation monetary policy]]></category>
		<category><![CDATA[bearish]]></category>
		<category><![CDATA[dasawarsa]]></category>
		<category><![CDATA[data inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[daya beli tetap]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[etos kerja]]></category>
		<category><![CDATA[GDP]]></category>
		<category><![CDATA[Guru ‘…’ Berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[harga emas]]></category>
		<category><![CDATA[harga tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[harga turun]]></category>
		<category><![CDATA[ikhtiar]]></category>
		<category><![CDATA[Index Kesengsaraan]]></category>
		<category><![CDATA[industri teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Interest Rate]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[John Williams]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[kemakmuran]]></category>
		<category><![CDATA[Misery Index]]></category>
		<category><![CDATA[Murid ‘…’ Berlari]]></category>
		<category><![CDATA[nilai baku]]></category>
		<category><![CDATA[Obama]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[pencetakan uang]]></category>
		<category><![CDATA[pengangguran]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[potongan pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Ronald Reagan]]></category>
		<category><![CDATA[shadow government statistics]]></category>
		<category><![CDATA[titik terendah]]></category>
		<category><![CDATA[uang kertas]]></category>
		<category><![CDATA[unnecessary cost on the economy]]></category>
		<category><![CDATA[US$]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dinarislam.com/?p=1521</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah menulis tentang Misery Index atau Index Kesengsaraan suatu negara yang diukur dengan 4 komponen yaitu Inflasi, Pengangguran, Interest Rate dan GDP. Kali ini saya ingin meng-elaborate salah satu dari unsur yang menyengsarakan rakyat tersebut yaitu inflasi.
Banyak cara untuk mengukur inflasi, namun di negara maju sekalipun data inflasi dari pemerintah sering diragukan oleh rakyatnya. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah menulis tentang <a title="Modified Misery Index: Kesengsaraan Rakyat karena Riba &amp; Inflasi" href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/modified-misery-index-kesengsaraan-rakyat-karena-riba-inflasi.html"><strong>Misery Index atau Index Kesengsaraan</strong></a> suatu negara yang diukur dengan 4 komponen yaitu <em><span style="color: #800000;"><strong>Inflasi, Pengangguran, Interest Rate </strong>dan <strong>GDP</strong></span></em>. Kali ini saya ingin meng-<em>elaborate</em> salah satu dari unsur yang menyengsarakan rakyat tersebut yaitu <strong><span style="color: #800000;">inflasi</span></strong>.</p>
<p><em>Banyak cara untuk mengukur </em><strong><span style="color: #800000;"><em>inflasi</em></span></strong><em>, namun di negara maju sekalipun <strong>data inflasi dari pemerintah sering diragukan oleh rakyatnya</strong></em>. Di Amerika misalnya yang menganggap dirinya paling transparan, data inflasinya dibantah oleh seorang kakek-kakek <a title="Mana Yang Lebih Bisa Dipercaya: Data Inflasi Atau Data Harga Emas?" href="http://www.dinarislam.com/political-economy/mana-yang-lebih-bisa-dipercaya-data-inflasi-atau-data-harga-emas.html"><strong>John Williams dari Shadow Government Statistics</strong></a>.</p>
<p><em><span style="color: #800000;">Ada <strong>data inflasi yang sebenarnya tidak bisa berbohong</strong> yaitu harga barang yang satu dibandingkan dengan barang yang lain yang bersifat baku</span></em>. Yang selalu kita contohkan di sini adalah <strong>harga <span style="color: #de940a;">emas</span></strong>, <a title="Bukti Stabilitas Daya Beli Dinar (Emas) &amp; Dirham (Perak) dari Al-Qur'an &amp; Al-Hadits" href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/bukti-stabilitas-daya-beli-dinar-emas-dirham-perak-dari-al-quran-al-hadits.html"><strong><span style="color: #de940a;">1 Dinar</span></strong> terbukti stabil cukup untuk membeli seekor kambing selama lebih dari 1400 tahun</a>. Jadi harga <span style="color: #de940a;">emas </span>ini bisa untuk mendeteksi apakah suatu negara mampu mengendalikan <strong>inflasi </strong>atau tidak, bila negara tidak bisa mengendalikan <strong>inflasi </strong>– maka negara tersebut tidak akan bisa memakmurkan rakyatnya – lihat di tulisan saya mengenai <strong><em>Misery Index</em></strong> tersebut untuk detilnya.</p>
<p>Contoh konkrit dari korelasi antara harga <span style="color: #de940a;">emas </span>dengan <strong>inflasi </strong>yang juga merupakan indikator kemakmuran ini dapat dilihat dari sejarah harga <span style="color: #de940a;">emas </span>di Amerika 100 tahun terakhir seperti dalam grafik di bawah. Sampai tahun 1971 ketika harga <span style="color: #de940a;">emas </span>dipatok pada nilai US$ 35/Oz (US$ 21/Oz sampai 1930) – rakyat seharusnya cukup makmur karena daya beli uang mereka tetap.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1522" title="US Gold History" src="http://www.dinarislam.com/wp-content/uploads/2010/03/us-gold-history-300x235.jpg" alt="us-gold-history" width="300" height="235" /><span style="color: #800000;">Namun <strong>perhatikan </strong>setelah tahun 1971 ketika negeri itu <em><strong>tidak lagi mengkaitkan pencetakan uangnya dengan <span style="color: #de940a;">emas</span>; inflasi langsung melonjak</strong></em> dan puncaknya tahun 1980 ketika negeri itu berada dalam keterpurukan yang serius yang ditandai dengan <strong>inflasi</strong> yang mencapai angka <strong>13.2%</strong>.</span></p>
<p>Yang menarik adalah negeri itu pernah berhasil mengendalikan <strong>inflasi </strong>ini dengan sangat baik yaitu ketika presidennya <strong><span style="color: #800000;">Ronald Reagan</span></strong>. 3 tahun di awal pemerintahannya dia berhasil menurunkan tingkat <strong>inflasi</strong>nya menjadi tinggal 3.2% saja. Anda bisa perhatikan dari grafik di atas bahwa puncak <strong>inflasi </strong>bersamaan dengan puncak harga <span style="color: #de940a;">emas </span>tertinggi tahun 80-an yaitu US$ 615/Oz; kemudian awal penurunan harga <span style="color: #de940a;">emas </span>dimulai dari keberhasilan <strong>Reagan </strong>mengendalikan <strong>inflasi</strong> ini.</p>
<p>Di awali dengan kemampuan pemerintah AS mengendalikan <strong>inflasi </strong>ini, harga <span style="color: #de940a;">emas </span>terus turun dan mencapai titik terendahnya tahun 2001 ketika harga <span style="color: #de940a;">emas </span>tinggal hanya US$ 278/Oz saja.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Pertanyaannya adalah, kalau harga <span style="color: #de940a;">emas </span>dalam US$ pernah begitu lama mengalami penurunan (<em>bearish</em>) – mungkinkah ini akan terjadi kembali ke depan diawali dengan era <strong>Obama </strong>sekarang?</span> Saya berpendapat hal ini kecil sekali kemungkinannya terjadi, karena <strong>Obama </strong>dan pemerintahan dunia saat ini <em><strong>tidak melakukan 4 hal esensial</strong></em> yang dilakukan oleh <strong>Reagan </strong>yaitu:</p>
<p>1) Di awal pemerintahannya <strong>Reagan </strong>mencanangkan <em><span style="color: #800000;"><strong>pemotongan pajak untuk merangsang investasi</strong></span></em>, tumbuhnya <em>enterpreneurship </em>dan membangkitkan etos kerja. Kita tahu kemudian dalam sejarah bahwa raksasa-raksasa industri teknologi tumbuh pesat saat itu dan mereka tetap ada sampai sekarang.</p>
<p>2) Langkah kedua adalah <span style="color: #800000;"><strong>menghilangkan </strong></span><em><span style="color: #800000;"><strong>unnecessary cost on the economy</strong></span></em>. (Kita perlu belajar banyak dari langkah kedua ini bila kita ingin bangun dari keterpurukan kita saat ini yang dalam skala dunia berada di <a title="Tantangan Untuk Negeri Dengan Rangking 122!" href="http://www.dinarislam.com/entrepreneurship/tantangan-untuk-negeri-dengan-rangking-122.html"><strong>urutan 122 dari 183 negara dalam hal kemudahan berusaha</strong></a>.)</p>
<p>3) <em><strong><span style="color: #800000;">Mengendalikan anggaran belanja pemerintah</span></strong></em>. (Lagi –lagi di bidang ini kita juga perlu belajar; ketika kita lagi terpuruk ya jangan membeli mobil baru yang mahal untuk para pejabat, jangan memekarkan daerah karena akan menambah beban negara, jangan memperbanyak Pilkada, Pileg , Pilpres, dlsb. yang semuanya berdampak pada beban biaya yang harus ditanggung rakyat.)</p>
<p>4) Yang ke-4 <strong>Reagan </strong><span style="color: #800000;"><strong>mencanangkan </strong></span><em><span style="color: #800000;"><strong>anti-inflation monetary policy</strong></span></em> yang kemudian terbukti ampuh menurunkan tingkat <strong>inflasi</strong> tinggal ¼-nya saja hanya dalam waktu 3 tahun.</p>
<p>4 hal tersebut di atas tidak dilakukan oleh pemerintahan <strong>Obama </strong>sekarang dan negara-negara lain yang senangnya meniru apa yang mereka lakukan, kini mereka mendapatkan <a title="Systemic Risks: Guru ‘…’ Berdiri, Murid ‘…’ Berlari" href="http://www.dinarislam.com/political-economy/systemic-risks-guru-berdiri-murid-berlari.html">guru yang &#8216;…&#8217; berdiri, maka muridpun &#8216;…&#8217; berlari</a>.</p>
<p>Harga <span style="color: #de940a;">emas </span>yang menjulang selama dasawarsa terakhir belum ada tanda-tanda berakhir, karena ini juga cerminan <strong>inflasi </strong>yang sesungguhnya dari uang kertas maka <span style="color: #800000;"><strong>rakyat di seluruh dunia harus mulai ber</strong></span><em><span style="color: #800000;"><strong><span style="color: #637d37;">ikhtiar</span></strong></span></em><span style="color: #800000;"><strong> sekuat tenaga untuk bisa memakmurkan diri dan keluarganya</strong></span> karena <em>policy </em>pemerintahnya masing-masing nampaknya tidak atau belum akan membawa kemakmuran bagi mereka dalam waktu dekat. <em><span style="color: #637d37;">Wa Allahu A’lam</span></em><span style="color: #637d37;"> </span>dan saya bisa saja keliru.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.dinarislam.com%2Fpolitical-economy%2Fmungkinkah-harga-emas-akan-turun-terus-seperti-tahun-1980-an.html&amp;linkname=Mungkinkah%20Harga%20Emas%20Akan%20Turun%20Terus%20Seperti%20Tahun%201980-an%3F"><img src="http://www.dinarislam.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a><h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.dinarislam.com/political-economy/emas-diantara-yang-pesimis-optimis.html" title="Emas Diantara Yang Pesimis &#038; Optimis">Emas Diantara Yang Pesimis &#038; Optimis</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/financial-plan/mengalahkan-inflasi-insya-allah-kita-bisa.html" title="Mengalahkan Inflasi, Insya Allah Kita Bisa">Mengalahkan Inflasi, Insya Allah Kita Bisa</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/financial-plan/paradox-us-rupiah-harga-emas.html" title="Paradox US$, Rupiah &#038; Harga Emas">Paradox US$, Rupiah &#038; Harga Emas</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/elliot-wave-theory-harga-emas-dunia.html" title="Elliot Wave Theory &#038; Harga Emas Dunia">Elliot Wave Theory &#038; Harga Emas Dunia</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/modified-misery-index-kesengsaraan-rakyat-karena-riba-inflasi.html" title="Modified Misery Index: Kesengsaraan Rakyat karena Riba &#038; Inflasi">Modified Misery Index: Kesengsaraan Rakyat karena Riba &#038; Inflasi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dinarislam.com/political-economy/mungkinkah-harga-emas-akan-turun-terus-seperti-tahun-1980-an.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China</title>
		<link>http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/belajarlah-emas-walau-sampai-negeri-china.html</link>
		<comments>http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/belajarlah-emas-walau-sampai-negeri-china.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 09:18:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinar Prospecting]]></category>
		<category><![CDATA[20 Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Article of Agreement of IMF]]></category>
		<category><![CDATA[Bangladesh]]></category>
		<category><![CDATA[cadangan emas]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[China Central Television]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi ala IMF]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[gelang emas]]></category>
		<category><![CDATA[gigi emas]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[IMF]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[instrumen efektif]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi emas]]></category>
		<category><![CDATA[Iraq]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan riil]]></category>
		<category><![CDATA[kemakmuran]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[misi]]></category>
		<category><![CDATA[muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nishab zakat]]></category>
		<category><![CDATA[Oil Boom]]></category>
		<category><![CDATA[otoritas pasar modal]]></category>
		<category><![CDATA[pasar modal]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[penggerak sektor riil]]></category>
		<category><![CDATA[perak]]></category>
		<category><![CDATA[propaganda anti emas]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[rujukan mata uang]]></category>
		<category><![CDATA[Shanghai Gold Exchange]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi Pembiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[suka pamer]]></category>
		<category><![CDATA[timbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Yukhsinun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dinarislam.com/?p=1505</guid>
		<description><![CDATA[Pada dasawarsa pertama kemerdekaan RI, negeri ini pernah memiliki cadangan emas sebesar 248 ton tetapi kemudian cadangan emas ini juga pernah nyaris habis tahun 1971 menjadi tinggal 1.8 ton saja. Ketika Oil Boom tahun 70-an sampai puncaknya 1981, negeri ini alhamdulillah berhasil kembali membangun cadangan emasnya sampai mencapai sekitar 96 ton.
Sayangnya selama ¼ abad kemudian tepatnya sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada dasawarsa pertama kemerdekaan RI, negeri ini pernah memiliki cadangan <span style="color: #de940a;">emas </span>sebesar <span style="color: #de940a;">248 ton</span> tetapi kemudian cadangan <span style="color: #de940a;">emas </span>ini juga pernah nyaris habis tahun 1971 menjadi tinggal <span style="color: #de940a;">1.8 ton</span> saja. Ketika <em>Oil Boom</em> tahun 70-an sampai puncaknya 1981, negeri ini <em><span style="color: #637d37;">alhamdulillah</span> </em>berhasil kembali membangun cadangan <span style="color: #de940a;">emas</span>nya sampai mencapai sekitar <span style="color: #de940a;">96 ton</span>.</p>
<p>Sayangnya selama ¼ abad kemudian tepatnya sampai 2006, cadangan <span style="color: #de940a;">emas </span>ini tidak berhasil dinaikkan dan bahkan berkurang 24%-nya pada akhir 2006 sehingga tinggal <span style="color: #de940a;">73 ton</span> saja. Lihat detilnya di tulisan saya sebelumnya dengan judul <a title="Emas &amp; Kemakmuran Negeri Ini" href="http://www.dinarislam.com/political-economy/emas-kemakmuran-negeri-ini.html"><strong>Emas &amp; Kemakmuran Negeri Ini</strong></a>.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Mengapa sampai bangsa ini tidak menganggap <em><strong>penting cadangan </strong></em><span style="color: #de940a;"><em><strong>emas</strong></em> </span>yang bisa menjadi instrumen untuk membangun </span><a title="Bangun Ketahanan Ekonomi Keluarga Dengan Dinar, Tetapi Jangan Menimbun!!!" href="http://www.dinarislam.com/financial-plan/bangun-ketahanan-ekonomi-keluarga-dengan-dinar-tetapi-jangan-menimbun.html"><span style="color: #0000ff;"><strong>ketahanan ekonomi (<em>Yukhsinun</em>)</strong></span></a><span style="color: #0000ff;"> selama lebih dari ¼ abad terakhir?</span> Dugaan saya sendiri adalah karena ekonomi kita adalah <span style="color: #800000;"><strong>ekonomi </strong></span><em><span style="color: #800000;"><strong>ala</strong></span></em><span style="color: #800000;"><strong> IMF</strong></span> <em>banget</em>. Kita tahu dalam sistem IMF, bahkan mereka melarang negara-negara anggotanya menggunakan <span style="color: #de940a;">emas </span>sebagai rujukan mata uangnya (<a title="International Monetary Fund" href="http://www.imf.org/external/pubs/ft/aa/aa04.htm#3"><strong>Article IV, Section 2. B</strong></a>).</p>
<p><em><span style="color: #800000;">Akibat pelarangan ini sampai-sampainya <strong>otoritas pasar modal</strong> kita beberapa tahun lalu ketika ingin mempromosikan dagangannya menggunakan <strong>iklan yang memojokkan </strong><span style="color: #de940a;"><strong>emas</strong></span></span></em>. Dalam iklan tersebut <span style="color: #de940a;">investasi emas</span> digambarkan sebagai investasinya ibu-ibu yang suka pamer, yang lagi meringis menunjukkan <span style="color: #de940a;">gigi emas</span>nya sambil mengangkat tangannya yang dipenuhi <span style="color: #de940a;">gelang emas</span>.</p>
<p>Inilah gambaran betapa kita ter-makan oleh <em><strong>propaganda </strong></em><span style="color: #de940a;"><em><strong>anti emas</strong></em></span> yang di stimulir oleh <strong>IMF </strong>melalui salah satu pasal di <em><strong><span style="color: #800000;">Articles of Agreement</span></strong></em> tersebut. Negara-negara yang tidak termakan propaganda oleh <strong>IMF </strong>ini melakukan hal yang <em>exactly</em> sebaliknya. Kita bisa belajar dari China misalnya untuk yang terakhir ini.</p>
<p>Ketika kita mengurangi cadangan <span style="color: #de940a;">emas </span>kita sampai 24%-nya; China berhasil meningkatkan cadangan <span style="color: #de940a;">emas</span>nya dari <span style="color: #de940a;">600-an ton</span> tahun 2003, sampai mencapai <span style="color: #de940a;">1,054 ton</span> akhir tahun lalu. Ketika institusi resmi pasar modal kita membuat iklan yang  memojokkan orang-orang yang berinvestasi pada <span style="color: #de940a;">emas</span>, pemerintah China bahkan mendorong rakyatnya agar rame-rame membeli <span style="color: #de940a;">emas</span> melalui kampanye besar-besaran yang disiarkan oleh <em><strong>China Central Television</strong></em>. Lebih jauh lagi pemerintah China juga mendirikan <em><strong>Shanghai <span style="color: #de940a;">Gold</span> Exchange</strong></em> untuk mempermudah rakyatnya dalam berinvestasi <span style="color: #de940a;">emas</span>.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Mengapa China melakukan hal yang berlawanan dengan <em><strong>resep umum IMF</strong></em> ini?</span> <span style="color: #800000;"><em>Dugaan saya lagi karena <strong>China tahu bahwa sesungguhnya <span style="color: #de940a;">emas </span>itulah instrumen yang paling efektif </strong>dalam mengamankan kekayaan negeri itu beserta kekayaan rakyatnya</em></span>.</p>
<p>Di antara negara-negara yang paling drastis penurunan cadangan <span style="color: #de940a;">emas</span>nya, mayoritasnya justru negara yang penduduk <span style="color: #637d37;">mayoritasnya </span><em><span style="color: #637d37;">muslim </span></em>seperti Indonesia. Bangladesh contohnya saat ini tinggal memiliki cadangan <span style="color: #de940a;">emas </span>sebesar <span style="color: #de940a;">3.5 ton</span> saja; Iraq tinggal <span style="color: #de940a;">5.9 ton</span>; dan negeri jiran kita kini hanya memiliki <span style="color: #de940a;">36.4 ton</span> padahal sebelum krisis 1997/1998 mereka memiliki cadangan <span style="color: #de940a;">emas </span>sekitar 2 kali  dari yang dimilikinya sekarang.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Mungkin Anda bertanya, lho kan memang menimbun <span style="color: #de940a;">emas</span> adalah sesuatu yang sangat dilarang dalam <strong><span style="color: #637d37;">Islam</span></strong>?</span> <strong>Betul</strong>, menimbun <span style="color: #de940a;">emas</span> dan <span style="color: #808080;">perak </span>dan tidak dinafkahkan di jalan <strong><span style="color: #637d37;">Allah </span></strong>diancam dengan siksa yang sangat pedih. Tetapi di sisi lain, <span style="color: #de940a;">emas </span>dan <span style="color: #808080;">perak </span>juga dijadikan hakim/timbangan yang adil dalam ber<em><span style="color: #637d37;">muamalah</span></em>. Bahkan batas kewajiban orang kaya dengan hak orang miskin juga ditentukan dengan <span style="color: #de940a;">emas </span>ini yaitu dalam bentuk <em><span style="color: #637d37;">nishab zakat</span></em> yang <strong><span style="color: #de940a;">20 Dinar</span></strong>.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.dinarislam.com/wp-content/uploads/2009/12/dinar-islam-role.png" alt="" width="357" height="175" />Artinya membangun cadangan <span style="color: #de940a;">emas </span>baik oleh negara maupun rakyat, tidak harus identik dengan menimbun. <span style="color: #800000;">Ketika kita berhasil <em><strong>menjadikan <span style="color: #de940a;">emas/<span style="font-style: normal;">Dinar</span></span><span style="font-style: normal;"> </span>kita sebagai hakim yang adil dalam menggerakkan ekonomi</strong></em>; maka di situlah <em><strong>ketahanan ekonomi umat dan bangsa</strong></em> ini </span><em><span style="color: #637d37;">insya Allah</span></em><span style="color: #800000;"> akan terbangun</span>.</p>
<p><strong><a title="Waktunya Dinar Mendorong Investasi Sektor Riil Yang Adil" href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/waktunya-dinar-mendorong-investasi-sektor-riil-yang-adil.html">Misi untuk menjadikan <span style="color: #de940a;">emas</span>/<span style="color: #de940a;">Dinar</span> sebagai penggerak sektor riil</a></strong> seperti yang pernah saya tulis misalnya, adalah salah satu upaya kecil yang bisa kita lakukan untuk <em><strong>membangun ketahanan ekonomi agar kita tidak mudah terjajah</strong></em> – dan pada saat bersamaan kita juga <em><strong>terlibat langsung dalam mempercepat putaran ekonomi</strong></em>.</p>
<p>6 bulan sejak tulisan tersebut kita luncurkan, kini <strong>produk-produk solusi pembiayaan berbasis </strong><span style="color: #de940a;"><strong>emas</strong></span><strong>/</strong><span style="color: #de940a;"><strong>Dinar </strong></span>benar-benar telah dapat ditangani dengan baik oleh kami beserta mitra-mitranya. Semoga <strong><span style="color: #637d37;">Allah </span></strong>selalu menunjuki kita jalan<span style="color: #637d37;"><strong>Nya</strong></span>. <em><span style="color: #637d37;">Amin</span></em>.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.dinarislam.com%2Fdinar-prospecting%2Fbelajarlah-emas-walau-sampai-negeri-china.html&amp;linkname=Belajarlah%20Emas%20Walau%20Sampai%20Negeri%20China"><img src="http://www.dinarislam.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a><h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.dinarislam.com/entrepreneurship/ingin-investasi-yang-adil-pahami-neracanya.html" title="Ingin Investasi Yang Adil? Pahami Neracanya!">Ingin Investasi Yang Adil? Pahami Neracanya!</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/barter-di-ekonomi-modern-mungkinkah.html" title="Barter Di Ekonomi Modern, Mungkinkah?">Barter Di Ekonomi Modern, Mungkinkah?</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/financial-plan/mengalahkan-inflasi-insya-allah-kita-bisa.html" title="Mengalahkan Inflasi, Insya Allah Kita Bisa">Mengalahkan Inflasi, Insya Allah Kita Bisa</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/political-economy/dan-imf-pun-mengajak-meninggalkan-us.html" title="Dan IMF-pun Mengajak Meninggalkan US$?">Dan IMF-pun Mengajak Meninggalkan US$?</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/waktunya-dinar-mendorong-investasi-sektor-riil-yang-adil.html" title="Waktunya Dinar Mendorong Investasi Sektor Riil Yang Adil">Waktunya Dinar Mendorong Investasi Sektor Riil Yang Adil</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/belajarlah-emas-walau-sampai-negeri-china.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strength In Numbers: Keberkahan Dari Kebersamaan</title>
		<link>http://www.dinarislam.com/islamic-view/strength-in-numbers-keberkahan-dari-kebersamaan.html</link>
		<comments>http://www.dinarislam.com/islamic-view/strength-in-numbers-keberkahan-dari-kebersamaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 04:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic View]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Hurairah R.A.]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Sa'id R.A.]]></category>
		<category><![CDATA[akses modal]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[barokah]]></category>
		<category><![CDATA[BMT]]></category>
		<category><![CDATA[dari anggota ke anggota]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[do'a]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Muhammad Yunus]]></category>
		<category><![CDATA[dunia modern]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[HR. Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[ikhtiar]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[kapital]]></category>
		<category><![CDATA[keberkahan]]></category>
		<category><![CDATA[kebersamaan]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kemakmuran]]></category>
		<category><![CDATA[kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[kontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS)]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[medan perang]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[perang Tabuk]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren Putri]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi massa]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah SAW]]></category>
		<category><![CDATA[resources]]></category>
		<category><![CDATA[Riyadus Shalihin]]></category>
		<category><![CDATA[santriwati]]></category>
		<category><![CDATA[Strength in Numbers]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[usaha bersama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dinarislam.com/?p=1502</guid>
		<description><![CDATA[Dari sebuah hadits panjang yang saya ambilkan dari kitab Riyadus Shalihin, dari Abu Hurairah R.A. atau dari Abu Sa’id R.A. (perawi ragu namun tidak bermasalah karena keduanya adil), beliau berkata: “Ketika perang Tabuk, orang-orang pada kelaparan” mereka berkata: “Wahai Rasulullah, seandainya engkau memberi izin – kami akan menyembelih unta kami, lantas kami makan dan lemaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sebuah <strong><span style="color: #637d37;">hadits </span></strong>panjang yang saya ambilkan dari kitab <strong>Riyadus Shalihin</strong>, dari <strong>Abu Hurairah R.A.</strong> atau dari <strong>Abu Sa’id R.A.</strong> (perawi ragu namun tidak bermasalah karena keduanya adil), beliau berkata: <em><span style="color: #637d37;">“Ketika <strong>perang Tabuk</strong>, orang-orang pada kelaparan” mereka berkata: “Wahai <span style="font-style: normal;"><strong>Rasulullah</strong></span>, seandainya engkau memberi izin – kami akan menyembelih unta kami, lantas kami makan dan lemaknya buat minyak.” <span style="font-style: normal;"><strong>Rasulullah </strong></span>bersabda: “Lakukanlah” ; Umar datang lalu berkata: “Wahai <span style="font-style: normal;"><strong>Rasulullah</strong></span>, bila engkau lakukan yang semacam itu kendaraan akan jadi sedikit. Tetapi perintahkanlah mereka untuk mengambil bekal mereka yang tersisa lalu taruhlah di depan engkau. Kemudian berdo’alah kepada <span style="font-style: normal;"><strong>Allah </strong></span>agar makanan tersebut berkah. Barangkali <strong><span style="font-style: normal;">Allah </span></strong>mengabulkan sehingga makanan tersebut menjadi berkah”.</span></em></p>
<p><em><span style="color: #637d37;">Lantas <span style="font-style: normal;"><strong>Rasulullah SAW</strong></span> bersabda: “Ya” lalu beliau memerintahkan untuk digelar alas lantai, kemudian memerintahkan agar kelebihan bekal mereka dikumpulkan. Lantas seorang laki-laki datang dengan membawa segenggam gandum, ada yang membawa segenggam kurma dan ada yang membawa segenggam roti. Sehingga terkumpullah di atas tikar sesuatu yang sedikit.</span></em></p>
<p><em><span style="color: #637d37;">Kemudian <span style="font-style: normal;"><strong>Rasulullah SAW</strong></span> mendoakan agar diberi berkah. Lalu beliau bersabda: “Ambillah, lalu taruhlah di wadah kalian”. Lantas mereka mengambil makanan tersebut, lalu ditaruh di kantong, bejana atau wadah mereka. Seluruh tempat yang di perkemahan itu dipenuhi dengan makanan. Mereka makan hingga perutnya kenyang. Sisanya-pun masih ada.</span></em></p>
<p><em><span style="color: #637d37;">Saat itu <strong><span style="font-style: normal;">Rasul SAW</span></strong> bersabda: “Aku bersaksi, bahwa tiada tuhan selain <span style="font-style: normal;"><strong>Allah </strong></span>dan sesungguhnya aku adalah utusan <span style="font-style: normal;"><strong>Allah</strong></span>. Bila seorang hamba berjumpa dengan <span style="font-style: normal;"><strong>Allah </strong></span>(kelak di hari kiamat) dan dia telah membacanya (bersyahadat), dia tidak ragu, maka dimasukkan ke surga.”</span></em><span style="color: #637d37;"> (</span><strong><span style="color: #637d37;">HR. Muslim</span></strong><span style="color: #637d37;">)</span></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1504" title="Strength-in-Numbers" src="http://www.dinarislam.com/wp-content/uploads/2010/03/Strength-in-Numbers-300x261.jpg" alt="Strength-in-Numbers" width="300" height="261" />Di antara  pelajaran dari <strong><span style="color: #637d37;">hadits </span></strong>tersebut di atas yang bisa kita petik adalah, bahkan <strong><span style="color: #637d37;">Rasulullah SAW</span></strong><span style="color: #800000;"> memerlukan </span><em><span style="color: #637d37;">ikhtiar </span></em><span style="color: #800000;">selain juga ber</span><em><span style="color: #637d37;">do’a</span></em><span style="color: #800000;"> untuk dapat <em><strong>menyelamatkan pasukannya dari kelaparan</strong></em> di medan perang</span>. Jenis <em><span style="color: #637d37;">ikhtiar</span></em>-nyapun adalah sesuatu yang dapat kita contoh, yaitu melibatkan anggota pasukan untuk berkontribusi. <em><span style="color: #800000;">Betapapun sedikitnya <strong>kontribusi </strong>ini tidak terlalu masalah, karena dengan sedikit yang diberkahi – maka problem seluruh pasukan teratasi</span></em>.</p>
<p>Kebersamaan umat dewasa ini-pun mestinya bisa menyelesaikan berbagai permasalahan dunia modern. Ambil contoh permasalahan dalam bidang ekonomi. <span style="color: #800000;">Seperti yang saya tulis tentang </span><strong><span style="color: #800000;"><a title="Belajar Dari Muhammad Yunus" href="http://www.dinarislam.com/political-economy/belajar-dari-muhammad-yunus.html">Muhammad Yunus</a></span></strong><span style="color: #800000;">, bahwasanya <em>penyebab kemiskinan yang utama adalah <strong>timpangnya akses terhadap kapital</strong></em></span>. Bila akses terhadap kapital ini diatasi, maka <em><span style="color: #637d37;">insya Allah</span></em> kemakmuran akan tumbuh merata.</p>
<p>Karena alasan ini pula para pendiri bangsa ini sebenarnya sudah memiliki pemikiran yang konkrit, yaitu menjadikan <strong><span style="color: #800000;">Koperasi </span></strong>sebagai <em><span style="color: #800000;">sokoguru perekonomian Indonesia</span></em>. <em><strong>Ide dasar koperasi adalah dari anggota ke anggota</strong></em>, jadi seperti pada <strong><span style="color: #637d37;">hadits </span></strong>tersebut di atas – bila masing-masing anggota berkontribusi sesuai kemampuannya – maka kapital yang terkumpul akan menjadi sangat berguna untuk mengangkat kemakmuran para anggota.</p>
<p>Saya pernah berceramah di sebuah <strong>Pesantren Putri</strong> di perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur yang diasuh oleh seorang <em><span style="color: #637d37;">Kyai</span></em>. Saya belajar dari pak Pak <em><span style="color: #637d37;">Kyai </span></em>yang bukan ekonom dan bukan pula pengusaha ini, bahwa dengan mengelola segala kebutuhan <em><span style="color: #637d37;">santriwati</span></em>-nya yang ‘hanya’ sekitar 4000 orang secara bersama-sama setiap tahun <strong>Koperasi Pesantren</strong>-nya menghasilkan milyaran Rupiah Sisa Hasil Usaha.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Lha umat <strong><span style="color: #637d37;">Islam </span></strong>di Indonesia ini kan jumlahnya tidak kurang dari 190 juta orang, masak nggak bisa makmur bila dikelola dengan baik secara bersama-sama seperti <strong><span style="color: #637d37;">hadits </span></strong>di atas dan juga yang dicontohkan Pak <em><span style="color: #637d37;">Kyai</span></em>?</span> Ok mungkin ngurus orang banyak memang lebih sulit (sebenarnya juga bukan alasan karena sekian banyak juga <em>resources</em>nya), maka kita bisa mulai dari yang ada di sekitar kita.</p>
<p>Jumlah seperti yang dikelola Pak <em><span style="color: #637d37;">Kyai </span></em>sekitar 4000-orang tersebut dengan mudah kita jumpai di lingkungan perusahaan tempat kita bekerja, lingkungan gedung tempat kantor berada, lingkungan perumahan tempat kita tinggal, dlsb.</p>
<p>Bayangkan kalau Anda bisa mengelola kebutuhan sehari-hari, kebutuhan investasi dan kebutuhan lainnya dari 4,000 orang – maka akan sangat besar kemungkinannya Anda bersama-sama anggota lain yang bergabung di dalamnya akan menikmati kemakmuran bersama. Usaha bersama secara berkelompok dari anggota untuk anggota inilah yang di Indonesia dicita-citakan menjadi sokoguru perekonomian, dalam bentuknya koperasi biasa ataupun <strong><a title="M-Dinar Saving Account: Koperasi/BMT Siap Bersaing Dengan Bank Besar" href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/m-dinar-saving-account-koperasi-bmt-siap-bersaing-dengan-bank-besar.html">Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS)</a></strong><a title="M-Dinar Saving Account: Koperasi/BMT Siap Bersaing Dengan Bank Besar" href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/m-dinar-saving-account-koperasi-bmt-siap-bersaing-dengan-bank-besar.html"> atau </a><strong><a title="M-Dinar Saving Account: Koperasi/BMT Siap Bersaing Dengan Bank Besar" href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/m-dinar-saving-account-koperasi-bmt-siap-bersaing-dengan-bank-besar.html">BMT</a></strong>.</p>
<p>Dalam konteks <strong>Koperasi/BMT</strong> berbasis <span style="color: #de940a;"><strong>Dinar</strong></span>, bila <strong>Koperasi/BMT</strong> Anda bisa mengumpulkan 4,000 orang yang masing-masing menabung <strong><span style="color: #de940a;">1 Dinar</span></strong> saja akan terkumpul <strong><span style="color: #de940a;">4,000 Dinar</span></strong> kapital yang akan sangat memadai untuk mulai memutar perdagangan yang <em><span style="color: #637d37;">barokah </span></em>memenuhi kebutuhan para anggota <strong>Koperasi/BMT</strong> Anda.</p>
<p>Mungkin tidak banyak yang bisa dilakukan dengan <strong><span style="color: #de940a;">1 (satu) koin Dinar</span></strong> yang tersimpan di rumah, namun kalau digabung dalam 1 <strong>BMT</strong> yang beranggotakan 4,000 – maka <strong><span style="color: #de940a;">4,000 Dinar</span></strong> menjadi kekuatan ekonomi yang sudah cukup berarti; <span style="color: #0000ff;">bagaimana kalau <strong><span style="color: #de940a;">4 juta Dinar</span></strong>?</span>, dst. Inilah yang di dalam <em><strong>psikologi massa</strong></em> disebut <em><strong><span style="color: #800000;">Strength in Numbers</span></strong></em><span style="color: #800000;"><em>, kekuatan yang hanya muncul bila dilakukan secara bersama-sama</em></span>. <em><span style="color: #637d37;">Insya Allah</span></em>.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.dinarislam.com%2Fislamic-view%2Fstrength-in-numbers-keberkahan-dari-kebersamaan.html&amp;linkname=Strength%20In%20Numbers%3A%20Keberkahan%20Dari%20Kebersamaan"><img src="http://www.dinarislam.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a><h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/belajarlah-emas-walau-sampai-negeri-china.html" title="Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China">Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/antara-visi-mimpi-dan-doa.html" title="Antara Visi, Mimpi dan Do’a">Antara Visi, Mimpi dan Do’a</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/barter-di-ekonomi-modern-mungkinkah.html" title="Barter Di Ekonomi Modern, Mungkinkah?">Barter Di Ekonomi Modern, Mungkinkah?</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/investasi-proteksi-nilai-productivity-kini-ketiganya-bisa-bersinergi.html" title="Investasi, Proteksi Nilai &#038; Productivity: Kini Ketiganya Bisa Bersinergi">Investasi, Proteksi Nilai &#038; Productivity: Kini Ketiganya Bisa Bersinergi</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/financial-plan/mengalahkan-inflasi-insya-allah-kita-bisa.html" title="Mengalahkan Inflasi, Insya Allah Kita Bisa">Mengalahkan Inflasi, Insya Allah Kita Bisa</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dinarislam.com/islamic-view/strength-in-numbers-keberkahan-dari-kebersamaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emas &amp; Kemakmuran Negeri Ini</title>
		<link>http://www.dinarislam.com/political-economy/emas-kemakmuran-negeri-ini.html</link>
		<comments>http://www.dinarislam.com/political-economy/emas-kemakmuran-negeri-ini.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 02:29:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Political Economy]]></category>
		<category><![CDATA[aset]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Sentral]]></category>
		<category><![CDATA[cadangan emas]]></category>
		<category><![CDATA[dasawarsa]]></category>
		<category><![CDATA[daya beli riil]]></category>
		<category><![CDATA[daya beli tetap]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[emas BI]]></category>
		<category><![CDATA[Gold Bond]]></category>
		<category><![CDATA[IMF]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan riil]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[laporan]]></category>
		<category><![CDATA[Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[pelunasan hutang]]></category>
		<category><![CDATA[pinjaman]]></category>
		<category><![CDATA[SSB Emas]]></category>
		<category><![CDATA[tambah miskin]]></category>
		<category><![CDATA[uang kertas]]></category>
		<category><![CDATA[WGC]]></category>
		<category><![CDATA[World Gold Council]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dinarislam.com/?p=1506</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa tulisan saya sebelumnya saya sering menyebutkan bahwa cadangan emas Bank Indonesia hanya sekitar 96 ton. Angka 96 ton tersebut benar adanya ketika saya melakukan riset untuk buku ‘Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham’.
Kemudian baru sempat revisit angka tersebut ketika ada pembaca yang menanyakan sumber data yang saya gunakan. Berdasarkan data World Gold Council (WGC), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam beberapa tulisan saya sebelumnya saya sering menyebutkan bahwa cadangan <span style="color: #de940a;">emas </span><strong>Bank Indonesia</strong> hanya sekitar <span style="color: #de940a;">96 ton</span>. Angka <span style="color: #de940a;">96 ton</span> tersebut benar adanya ketika saya melakukan riset untuk buku <em><strong><a title="Bersiap Menghadapi Fenomena Wealth Transfer" href="http://www.dinarislam.com/political-economy/bersiap-menghadapi-fenomena-wealth-transfer.html">‘Mengembalikan Kemakmuran <span style="color: #637d37;">Islam </span>Dengan <span style="color: #de940a;">Dinar</span> dan <span style="color: #808080;">Dirham</span>’</a></strong></em>.</p>
<p>Kemudian baru sempat <em>revisit </em>angka tersebut ketika ada pembaca yang menanyakan sumber data yang saya gunakan. Berdasarkan data <strong>World Gold Council (WGC)</strong>, yang kemudian saya verifikasi dengan data dari laporan tahunan BI – ternyata ada <a title="Gold Reserve: Mereka Mungkin Tahu Yang Dilakukannya, Sedangkan Kita?" href="http://www.dinarislam.com/political-economy/gold-reserve-mereka-mungkin-tahu-yang-dilakukannya-sedangkan-kita.html">penurunan cadangan <span style="color: #de940a;">emas BI</span> yang cukup </a><em><a title="Gold Reserve: Mereka Mungkin Tahu Yang Dilakukannya, Sedangkan Kita?" href="http://www.dinarislam.com/political-economy/gold-reserve-mereka-mungkin-tahu-yang-dilakukannya-sedangkan-kita.html">significant</a> </em>karena hampir  mencapai  24% dari cadangan sebelumnya.</p>
<p>Berdasarkan data <strong>WGC </strong>tersebut, sampai tahun 2006 cadangan <span style="color: #de940a;">emas BI</span> adalah sebesar <span style="color: #de940a;">96.4 ton emas</span>, tetapi pada tahun 2007 lalu cadangan ini tinggal <span style="color: #de940a;">73.1 ton emas</span> atau mengalami penurunan 23.3 ton. Jumlah <span style="color: #de940a;">23.3 ton emas</span> ini tentu sangat banyak; <span style="color: #0000ff;">kok nggak banyak dari kita – termasuk saya sendiri  - yang tahu penjualan cadangan <span style="color: #de940a;">emas </span>ini  ketika hal tersebut dilaksanakan?</span></p>
<p><span style="color: #800000;"><em>Jawabannya ada di laporan keuangan </em></span><strong><span style="color: #800000;"><em>BI </em></span></strong><span style="color: #800000;"><em>untuk tahun buku 2006 yang keluar bulan Mei 2007</em></span>. Dalam penjelasan laporan perubahan ekuitas disebutkan bahwa pada tahun buku 2005, <strong>BI </strong>masih memiliki saldo <span style="color: #de940a;">emas </span>sebesar <span style="color: #de940a;">3,087,615.7493 TOZ</span> (<span style="color: #de940a;">96.4 ton emas</span>) tetapi pada akhir tahun buku 2006 saldo <span style="color: #de940a;">emas </span>ini tinggal <span style="color: #de940a;">2,347,045.9083 TOZ</span> (<span style="color: #de940a;">73.1 ton emas</span>). Sisanya berupa <em><strong><span style="color: #de940a;">SSB Emas</span></strong></em> atau <span style="color: #de940a;"><em><strong>Gold Bond</strong></em></span> yang dijual dalam rangka mendukung kecukupan likuiditas berkaitan dengan <em><span style="color: #800000;">percepatan pelunasan pinjaman </span></em><strong><em><span style="color: #800000;">IMF</span></em></strong>.</p>
<p><em><span style="color: #800000;">Jadi nampaknya kita terpaksa menjual aset baik kita untuk <strong>membayar hutang</strong>, apa boleh buat…</span></em></p>
<p>Kalau kita lihat jauh kebelakang lagi sampai ke awal-awal tahun kemerdekaan kita, ternyata kita pernah cukup kaya dalam hal cadangan <span style="color: #de940a;">emas</span> ini. Puncaknya tahun 1951 ketika cadangan kita mencapai <span style="color: #de940a;">248.8 ton emas</span>. Namun kita juga pernah sangat miskin mulai pertengahan tahun 60-an sampai akhir tahun 1970-an, puncaknya adalah tahun 1971 ketika cadangan <span style="color: #de940a;">emas </span>kita tinggal <span style="color: #de940a;">1.8 ton</span>. Kemudian selama ¼ abad sejak 1981 cadangan <span style="color: #de940a;">emas </span>kita di <strong>BI</strong> stabil pada kisaran <span style="color: #de940a;">96 ton</span>, sampai akhirnya tahun 2006 lalu cadangan <span style="color: #de940a;">emas </span>kita mulai berkurang kembali karena kita butuh bayar hutang.</p>
<p>Yang perlu kita renungkan adalah, kita tahu <span style="color: #de940a;">emas </span>sebagai aset memiliki nilai atau daya beli yang stabil dan riil, <span style="color: #de940a;">1 kg emas</span> ½ abad lalu sama berharganya (daya belinya) dengan <span style="color: #de940a;">1 kg emas</span> sekarang – sama-sama cukup untuk membeli sekitar <em><strong>250 ekor kambing! <span style="font-style: normal; font-weight: normal;"><span style="color: #de940a;">Emas </span>tidak seperti uang kertas yang nilainya relatif terhadap waktu, </span><span style="font-weight: normal;"><span style="color: #800000;">Rp 1 juta ½ abad lalu sangat berbeda dengan Rp 1 juta sekarang</span></span><span style="font-style: normal; font-weight: normal;">.</span></strong></em></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Jadi kalau di awal kemerdekaan kekayaan riil dalam wujud cadangan </span><span style="color: #de940a;">emas </span><span style="color: #0000ff;">di bank sentral kita sampai <span style="color: #de940a;">248.8 ton</span> dan sekarang tinggal <span style="color: #de940a;">73.1 ton</span> (kurang dari 30%nya!), jangan jangan kita sebagai bangsa memang tambah miskin sekarang?</span></p>
<p>Memang mengukur kekayaan suatu negara tidak cukup hanya dengan satu indikator saja, banyak indikator lain yang di luar tema sentral situs ini. Namun satu indikator yang ini juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Bagi saudara kita yang sudah sukup umur untuk merasakan kondisi ekonomi kita dalam 6 dasawarsa sejak kemerdekaan, pasti mereka bisa bercerita lebih banyak dari saya soal bagaimana hidup di rentang waktu dasawarsa tersebut. <em><span style="color: #637d37;">Wa Allahu A’lam</span></em>.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.dinarislam.com%2Fpolitical-economy%2Femas-kemakmuran-negeri-ini.html&amp;linkname=Emas%20%26%23038%3B%20Kemakmuran%20Negeri%20Ini"><img src="http://www.dinarislam.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a><h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/belajarlah-emas-walau-sampai-negeri-china.html" title="Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China">Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/political-economy/mungkinkah-harga-emas-akan-turun-terus-seperti-tahun-1980-an.html" title="Mungkinkah Harga Emas Akan Turun Terus Seperti Tahun 1980-an?">Mungkinkah Harga Emas Akan Turun Terus Seperti Tahun 1980-an?</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/financial-plan/paradox-us-rupiah-harga-emas.html" title="Paradox US$, Rupiah &#038; Harga Emas">Paradox US$, Rupiah &#038; Harga Emas</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/financial-plan/mengalahkan-inflasi-insya-allah-kita-bisa.html" title="Mengalahkan Inflasi, Insya Allah Kita Bisa">Mengalahkan Inflasi, Insya Allah Kita Bisa</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/and-the-winner-is.html" title="And The Winner Is…?">And The Winner Is…?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dinarislam.com/political-economy/emas-kemakmuran-negeri-ini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Visi, Mimpi dan Do’a</title>
		<link>http://www.dinarislam.com/islamic-view/antara-visi-mimpi-dan-doa.html</link>
		<comments>http://www.dinarislam.com/islamic-view/antara-visi-mimpi-dan-doa.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 15:53:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic View]]></category>
		<category><![CDATA[Action Plans]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[Baitullah]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Buzz Aldrin]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[do'a]]></category>
		<category><![CDATA[do'a matsur]]></category>
		<category><![CDATA[Goals]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[JFK]]></category>
		<category><![CDATA[John F. Kennedy]]></category>
		<category><![CDATA[Karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan visi]]></category>
		<category><![CDATA[komunis]]></category>
		<category><![CDATA[kosmonot]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[manusia pertama]]></category>
		<category><![CDATA[Mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Mission]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Neil Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[padang pasir]]></category>
		<category><![CDATA[Paris]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[pindah kwadrant]]></category>
		<category><![CDATA[satelit]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[Soviet]]></category>
		<category><![CDATA[Strategies]]></category>
		<category><![CDATA[sumber daya]]></category>
		<category><![CDATA[surat Al-Baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[visi]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Gagarin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dinarislam.com/?p=1495</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sejarah dunia abad lalu, ada pemimpin dunia yang sangat terkenal akan kekuatan visinya yaitu John F. Kennedy. Di hadapan Konggres Amerika pada tahun 1961 dia mengungkapkan  visinya bahwa bangsa Amerika harus bisa mencapai bulan sebelum akhir dekade itu.
Di tengah bangsa Amerika yang lagi limbung sebenarnya visi ini jauh melampaui zamannya. Visi ini muncul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sejarah dunia abad lalu, ada pemimpin dunia yang sangat terkenal akan <em><strong>kekuatan visinya</strong></em> yaitu <strong>John F. Kennedy</strong>. <span style="color: #800000;">Di hadapan Konggres Amerika pada tahun 1961 dia mengungkapkan  <em><strong>visinya bahwa bangsa Amerika harus bisa mencapai bulan</strong></em> sebelum akhir dekade itu</span>.</p>
<p>Di tengah bangsa Amerika yang lagi limbung sebenarnya visi ini jauh melampaui zamannya. Visi ini muncul ketika bangsa Amerika ragu apakah jalan hidup yang mereka pilih sudah benar, apakah bukannya komunis yang benar karena saat itu komunis  lagi menghebohkan dengan keberhasilan Soviet meluncurkan satelit yang mengorbit bumi. Bahkan bangsa Amerika lagi <em>nggumun-nggumun</em>-nya dengan keberhasilan Soviet mengirim kosmonot <strong>Yuri Gagarin</strong> ke antariksa.</p>
<p>Namun sekitar 8 tahun kemudian, meskipun <strong>JFK </strong>sendiri sudah meninggal – visinya teralisasikan dengan sejarah <strong>Neil Armstrong</strong> dan <strong>Buzz Aldrin</strong> sebagai manusia-manusia pertama yang menginjakkan kakinya di bulan pada tanggal 20 Juli 1969.</p>
<p><span style="color: #800000;"><strong>Jadi visi lebih penting ketimbang sumber daya dan kondisi yang melingkungi manusia itu sendiri</strong>. Dengan sumber daya melimpah tetapi tidak didukung oleh visi yang jelas – maka sumber daya yang melimpah ini tidak akan banyak manfaatnya.</span></p>
<p>Sebaliknya dengan sumber daya yang terbatas dan dengan lingkungan yang tidak sepenuhnya kondusif sekalipun, pemimpin yang mempunyai visi yang kuat akan bisa mengeluarkan rakyatnya dari penderitaan dan bahkan bisa menjadi bangsa pemenang – meskipun tidak harus tercapai pada saat dia memimpin.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Lantas bagaimana kita tahu apakah kita sudah memiliki visi yang jelas atau kita baru sekedar bermimpi?</span> Bedanya terletak pada jabaran-nya. <span style="color: #800000;"><strong>Visi </strong>yang jelas dapat dijabarkan menjadi </span><em><span style="color: #800000;"><strong>Mission</strong></span></em><span style="color: #800000;">, </span><em><span style="color: #800000;"><strong>Goals</strong></span></em><span style="color: #800000;">, </span><em><span style="color: #800000;"><strong>Strategies</strong></span></em><span style="color: #800000;"> dan </span><em><span style="color: #800000;"><strong>Action Plans</strong></span></em><span style="color: #800000;"> sampai sedetilnya</span>. Sedangkan <em><strong><span style="color: #800000;">mimpi</span></strong><span style="color: #800000;"> tidak perlu penjabaran</span></em>, Anda bisa saja mimpi lagi menikmati liburan di Paris tetapi berangkatnya naik sepeda dari Depok – namanya juga mimpi, boleh-boleh saja dan tidak perlu penjelasan detil.</p>
<p>Perbedaan antara visi dan mimpi ini pulalah yang antara lain membedakan sedikit karyawan yang benar-benar pindah <em>kwadrant </em>menjadi pengusaha, dengan mayoritas karyawan yang tetap menjadi karyawan sampai pensiun – padahal sejak awal bekerja yang mayoritas ini juga bervisi (sebenarnya masih mimpi) menjadi pengusaha. Golongan yang pertama menjabarkan visinya dan berbuat (<em>action plans</em>) maka sampailah apa yang di-visi-kannya; golongan kedua tidak bermuat apa-apa dengan mimpinya – maka mimpi tetap menjadi mimpi.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1496" title="padang-pasir" src="http://www.dinarislam.com/wp-content/uploads/2010/03/padang-pasir-300x210.jpg" alt="padang-pasir" width="300" height="210" />Dalam hal visi ini, sebagai umat <strong><span style="color: #637d37;">Islam </span></strong>kita sesungguhnya punya contoh tauladan yang jauh lebih agung dari <strong>John F. Kennedy</strong>. Teladan kita adalah bapak para nabi yaitu <strong><span style="color: #637d37;">Nabi Ibrahim A.S.</span></strong> Bayangkan di tengah padang pasir yang gersang tidak ada pepohonan, di tempat yang sangat jauh dari keramaian manusia – <strong>Nabi Ibrahim</strong> sudah memiliki visi yang sangat jelas akan seperti apa tempat itu nantinya. Visi ini dituangkan dalam do’a-do’a-nya yang diabadikan di <strong><span style="color: #637d37;">Al-Qur’an</span></strong> antara lain sebagai berikut :</p>
<p><span style="color: #637d37;"><em><span style="color: #637d37;">&#8220;Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya </span><strong><span style="color: #637d37;">Tuhan</span></strong><span style="color: #637d37;">ku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada </span><strong><span style="font-style: normal;"><span style="color: #637d37;">Allah</span></span></strong><span style="color: #637d37;"> dan hari kemudian… &#8220;</span></em><span style="color: #637d37;"> (</span><strong><span style="color: #637d37;">QS. Al-Baqarah (2): 126</span></strong><span style="color: #637d37;">)</span></span></p>
<p><span style="color: #637d37;"><em>&#8220;Ya <strong>Tuhan</strong> kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (<strong>Baitullah</strong>) yang dihormati, ya <strong>Tuhan</strong> kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.&#8221;</em> (<strong>QS. Ibrahim (14): 37</strong>).</span></p>
<p>Kini ribuan tahun kemudian, visi itu benar-benar terwujud. Kita bisa menikmati buah-buahan apa saja di <strong>Mekkah</strong>, meskipun buah-buahan itu sendiri tidak ditanam di sana. Buah-buahan, makanan, pakaian dan berbagai kebutuhan manusia mengalir bak air bah dari seluruh dunia ke tempat yang divisikan <strong>Nabi Ibrahim</strong> tersebut di atas. <span style="color: #800000;"><em>Lebih dari itu manusia yang berduyun-duyun ke <strong>Mekkah </strong>juga mayoritasnya memiliki  <strong>1 tujuan</strong> saja yaitu <strong>menyembah </strong></em></span><strong><span style="color: #800000;"><span style="color: #637d37;">Allah</span><em> </em></span></strong><span style="color: #800000;"><em>semata yang dimanifestasikan dalam bentuk </em></span><em><span style="color: #637d37;"><strong>shalat</strong></span></em>.</p>
<p>Nah, kalau <strong>Kennedy </strong>saja yang tidak membaca petunjuk <strong><span style="color: #637d37;">Al-Qur’an</span></strong> bisa membawa bangsanya mencapai bulan. Kita yang dituntun dengan petunjuk dan contoh yang sempurna dari <strong><span style="color: #637d37;">Al-Qur’an</span></strong> dan <span style="color: #637d37;"><strong>Hadits </strong></span>– sudah seharusnya dapat berbuat lebih dari yang dilakukan oleh <strong>JFK</strong>.</p>
<p>Bukan hanya petunjuk dan contoh yang sangat komprehensif yang kita punya, tetapi juga kita dibekali dengan <em><strong><span style="color: #637d37;">do’a-do’a </span></strong><span style="color: #637d37;"><strong><span style="color: #637d37;">matsur</span></strong></span></em> seperti yang dilafalkan <strong>Nabi Ibrahim</strong> tersebut di atas. <span style="color: #800000;">Ayo sekarang kita semua, mulai dari diri kita – <em><strong>bangun dari mimpi-mimpi kita</strong></em> dan <em><strong>mulai membangun visi</strong></em> sambil tidak berhenti untuk <em><strong>terus berdo&#8217;a</strong></em>.</span> Semoga <strong><span style="color: #637d37;">Allah </span></strong>menunjuki jalan<span style="color: #637d37;">Nya</span> untuk kita semua… <em><span style="color: #637d37;">Amin</span></em>.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.dinarislam.com%2Fislamic-view%2Fantara-visi-mimpi-dan-doa.html&amp;linkname=Antara%20Visi%2C%20Mimpi%20dan%20Do%E2%80%99a"><img src="http://www.dinarislam.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a><h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/strength-in-numbers-keberkahan-dari-kebersamaan.html" title="Strength In Numbers: Keberkahan Dari Kebersamaan">Strength In Numbers: Keberkahan Dari Kebersamaan</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/memperpanjang-usia-usaha-dengan-nilai-nilai.html" title="Memperpanjang Usia (Usaha) Dengan Nilai-Nilai">Memperpanjang Usia (Usaha) Dengan Nilai-Nilai</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/political-economy/the-dollar-meltdown-bila-dollar-melumer.html" title="The Dollar Meltdown: Bila Dollar Melumer">The Dollar Meltdown: Bila Dollar Melumer</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/barter-di-ekonomi-modern-mungkinkah.html" title="Barter Di Ekonomi Modern, Mungkinkah?">Barter Di Ekonomi Modern, Mungkinkah?</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/entrepreneurship/entrepreneurship-beranikah-anda-membakar-kapal-anda.html" title="Entrepreneurship: Beranikah Anda Membakar Kapal Anda?">Entrepreneurship: Beranikah Anda Membakar Kapal Anda?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dinarislam.com/islamic-view/antara-visi-mimpi-dan-doa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paradox US$, Rupiah &amp; Harga Emas</title>
		<link>http://www.dinarislam.com/financial-plan/paradox-us-rupiah-harga-emas.html</link>
		<comments>http://www.dinarislam.com/financial-plan/paradox-us-rupiah-harga-emas.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 07:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Financial Plan]]></category>
		<category><![CDATA[1 Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[4.25 gram]]></category>
		<category><![CDATA[barang dagangan]]></category>
		<category><![CDATA[benda riil]]></category>
		<category><![CDATA[beras]]></category>
		<category><![CDATA[daya beli riil]]></category>
		<category><![CDATA[daya beli US$]]></category>
		<category><![CDATA[depresiasi nilai]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[gula]]></category>
		<category><![CDATA[harga barang & jasa]]></category>
		<category><![CDATA[harga emas]]></category>
		<category><![CDATA[harga naik]]></category>
		<category><![CDATA[hasil jerih payah]]></category>
		<category><![CDATA[IMF]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[jangka panjang]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[kebun]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[mata uang]]></category>
		<category><![CDATA[minyak goreng]]></category>
		<category><![CDATA[murah]]></category>
		<category><![CDATA[nilai baku]]></category>
		<category><![CDATA[Paradox]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan daya beli]]></category>
		<category><![CDATA[relatif]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>
		<category><![CDATA[tinggalkan US$]]></category>
		<category><![CDATA[trend]]></category>
		<category><![CDATA[uang kertas]]></category>
		<category><![CDATA[US$]]></category>
		<category><![CDATA[US$ Index]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dinarislam.com/?p=1488</guid>
		<description><![CDATA[Melalui beberapa tulisan saya sebelumnya, saya sudah mengungkapkan ‘keperkasaan’ uang kertas US$ maupun Rupiah yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Rupiah misalnya saat artikel ini saya tulis berada pada nilai tukar Rp 9,257/US$ ; ini angka yang luar biasa ‘perkasa’ mengingat Rupiah sempat menyentuh angka Rp 12,000/US$ pada puncak krisis akhir 2008.
Logikanya adalah apabila Rupiah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melalui beberapa tulisan saya sebelumnya, saya sudah mengungkapkan <a title="And The Winner Is…?" href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/and-the-winner-is.html">‘keperkasaan’ uang kertas US$ maupun Rupiah</a> yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Rupiah misalnya saat artikel ini saya tulis berada pada nilai tukar Rp 9,257/US$ ; ini angka yang luar biasa ‘perkasa’ mengingat Rupiah sempat menyentuh angka Rp 12,000/US$ pada puncak krisis akhir 2008.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Logikanya adalah apabila Rupiah lagi perkasa, bukankah barang-barang kebutuhan kita bisa kita beli dengan murah saat ini?</span> Ternyata tidak seluruhnya demikian. Untuk barang-barang yang biasa kita beli dari luar seperti komputer, software, dlsb.; memang terasa penurunan harga barang-barang ini dalam Rupiah.</p>
<p>Namun untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, gula, dlsb; ibu-ibu yang suka belanja lebih tahu – harga barang-barang kebutuhan seperti ini tidak mengenal turun. Bahkan khususnya beras, saat ini lagi dirasakan mahal-mahalnya oleh masyarakat kita.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Mengapa demikian?</span> <span style="color: #800000;"><em>Karena <strong>menguat atau melemahnya Rupiah</strong> bukan diukur dari daya beli riil terhadap kebutuhan kita sehari-hari; melainkan <strong>diukur relatif terhadap kekuatan mata uang lain</strong></em></span>. Padahal mata uang negara lain ini baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama <span style="text-decoration: underline;">tidak mencerminkan daya beli riilnya</span> juga.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1490" title="usd-index-0310" src="http://www.dinarislam.com/wp-content/uploads/2010/03/usd-index-0310-300x235.jpg" alt="usd-index-0310" width="300" height="235" /><em><span style="color: #800000;"><strong>Paradox kekuatan mata uang</strong> terhadap daya beli riilnya ini lebih mudah bila <span style="text-decoration: underline;">dilihat dengan harga barang yang bersifat baku</span></span></em>. Lagi-lagi saya gunakan <span style="color: #de940a;">emas</span> sebagai barang yang memiliki nilai daya beli baku karena sudah <a title="Bukti Stabilitas Daya Beli Dinar (Emas) &amp; Dirham (Perak) dari Al-Qur'an &amp; Al-Hadits" href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/bukti-stabilitas-daya-beli-dinar-emas-dirham-perak-dari-al-quran-al-hadits.html">terbukti lebih dari 1400 tahun <span style="color: #de940a;">4.25 gram emas</span> (<span style="color: #de940a;"><strong>1 Dinar</strong></span>) cukup untuk membeli 1 ekor kambing</a>.</p>
<p>Perhatikan grafik di samping untuk melihat <em><strong>Paradox daya beli US$</strong></em> ini secara visual. Anda bisa lihat pada umumnya harga <span style="color: #de940a;">emas </span>turun ketika kekuatan US$ yang diukur dengan US$ Index naik, namun beberapa bulan terakhir meskipun US$ Index naik – harga <span style="color: #de940a;">emas </span>dalam US$ juga tetap naik.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Apa maknanya ini?</span> <span style="color: #800000;">Inilah tanda-tanda menurunnya daya beli secara keseluruhan dari sistem mata uang dunia</span>. US$ yang sedang menunjukkan keperkasaannya saja, <em><strong>daya belinya secara significant menurun sampai lebih dari 50%</strong></em> dalam waktu kurang dari 5 tahun saja (tepatnya sejak januari 2006). Apalagi mata uang negara lain yang pada umumnya lemah!</p>
<p>Trend inilah yang saya duga juga dipahami oleh petinggi <strong>IMF</strong>, <a title="Dan IMF-pun Mengajak Meninggalkan US$?" href="http://www.dinarislam.com/political-economy/dan-imf-pun-mengajak-meninggalkan-us.html">sehingga merekapun mendorong bangsa-bangsa di dunia untuk siap-siap meninggalkan US$</a> &#8211; terlepas dibalik ini sangat bisa jadi mereka juga memiliki agenda lain untuk mengantisipasi kehancuran US$ ini.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Lantas apa langkah antisipasi kita untuk terhindar dari depresiasi nilai terhadap hasil jerih payah kita berpuluh tahun?</span> Usahakan simpanan jangka panjang Anda dalam bentuk benda-benda atau investasi yang memiliki aset riil seperti <span style="color: #de940a;">Emas</span>/<span style="color: #de940a;"><strong>Dinar</strong></span>, kebun, barang dagangan, dlsb. <em><span style="color: #637d37;">Wa Allahu A’lam</span></em>.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.dinarislam.com%2Ffinancial-plan%2Fparadox-us-rupiah-harga-emas.html&amp;linkname=Paradox%20US%24%2C%20Rupiah%20%26%23038%3B%20Harga%20Emas"><img src="http://www.dinarislam.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a><h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.dinarislam.com/financial-plan/mengalahkan-inflasi-insya-allah-kita-bisa.html" title="Mengalahkan Inflasi, Insya Allah Kita Bisa">Mengalahkan Inflasi, Insya Allah Kita Bisa</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/dinar-emas-di-antara-uang-kertas-yang-perkasa-yang-lunglai.html" title="Dinar/Emas Di Antara Uang Kertas Yang Perkasa &#038; Yang Lunglai">Dinar/Emas Di Antara Uang Kertas Yang Perkasa &#038; Yang Lunglai</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/political-economy/emas-diantara-yang-pesimis-optimis.html" title="Emas Diantara Yang Pesimis &#038; Optimis">Emas Diantara Yang Pesimis &#038; Optimis</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/islamic-view/antara-mekanisme-pasar-yang-fitrah-inflasi-yang-harus-dicegah.html" title="Antara Mekanisme Pasar Yang Fitrah &#038; Inflasi Yang Harus Dicegah">Antara Mekanisme Pasar Yang Fitrah &#038; Inflasi Yang Harus Dicegah</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/and-the-winner-is.html" title="And The Winner Is…?">And The Winner Is…?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dinarislam.com/financial-plan/paradox-us-rupiah-harga-emas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dan IMF-pun Mengajak Meninggalkan US$?</title>
		<link>http://www.dinarislam.com/political-economy/dan-imf-pun-mengajak-meninggalkan-us.html</link>
		<comments>http://www.dinarislam.com/political-economy/dan-imf-pun-mengajak-meninggalkan-us.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 02:37:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhaimin Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Political Economy]]></category>
		<category><![CDATA[15 Agustus 1971]]></category>
		<category><![CDATA[Article of Agreement of IMF]]></category>
		<category><![CDATA[benda riil]]></category>
		<category><![CDATA[Breton Woods Agreement]]></category>
		<category><![CDATA[Dominique Strauss-Kahn]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[Euro]]></category>
		<category><![CDATA[gandum]]></category>
		<category><![CDATA[IMF]]></category>
		<category><![CDATA[International Monetary Fund]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kegagalan IMF]]></category>
		<category><![CDATA[kurma]]></category>
		<category><![CDATA[lubang biawak]]></category>
		<category><![CDATA[mata uang]]></category>
		<category><![CDATA[nilai intrinsik]]></category>
		<category><![CDATA[Nixon]]></category>
		<category><![CDATA[Nixon Shock]]></category>
		<category><![CDATA[perak]]></category>
		<category><![CDATA[Poundsterling]]></category>
		<category><![CDATA[reserve asset]]></category>
		<category><![CDATA[rujukan mata uang]]></category>
		<category><![CDATA[SDR]]></category>
		<category><![CDATA[Smithsonian Institute]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Special Drawing Rights]]></category>
		<category><![CDATA[timbangan]]></category>
		<category><![CDATA[tinggalkan US$]]></category>
		<category><![CDATA[uang kertas]]></category>
		<category><![CDATA[US Dollar]]></category>
		<category><![CDATA[US$]]></category>
		<category><![CDATA[World's Reserve Currency]]></category>
		<category><![CDATA[Yen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dinarislam.com/?p=1481</guid>
		<description><![CDATA[Ada berita menarik yang bisa Anda baca pada harian Republika yang terbit kemarin (02/03/2010) bahwa IMF menyerukan untuk meninggalkan US$!! Berita ini sendiri tentu saja valid karena merujuk  pernyataan Dominique Strauss-Kahn, the head of the International Monetary Fund (IMF) pada jum’at pekan lalu.
Bukannya saya lebih tahu atau lebih pintar dari pimpinan tertinggi IMF tersebut; namun kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada berita menarik yang bisa Anda baca pada <strong>harian Republika</strong> yang terbit kemarin (02/03/2010) bahwa <em><strong><span style="color: #800000;"><a title="IMF: Tinggalkan Dolar AS" href="http://koran.republika.co.id/koran/121/105289/IMF_Tinggalkan_Dolar_AS"><span style="color: #800000;">IMF menyerukan untuk meninggalkan US$!!</span></a></span></strong></em> Berita ini sendiri tentu saja valid karena merujuk  pernyataan <strong>Dominique Strauss-Kahn</strong>, <em>the head of the </em><strong><em>International Monetary Fund (IMF)</em></strong> pada jum’at pekan lalu.</p>
<p>Bukannya saya lebih tahu atau lebih pintar dari pimpinan tertinggi IMF tersebut; namun kalau Anda baca tulisan saya hampir 6 bulan lalu dengan judul <a title="Tinggalkan Dollar Selagi Sempat!" href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/tinggalkan-dollar-selagi-sempat.html"><strong>Tinggalkan Dollar Selagi Sempat</strong></a> , maka Anda akan tahu bahwa seruan atau wacana yang dilontarkan oleh orang nomor 1 di <strong>IMF </strong>ini adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan dan tidak akan mengejutkan Anda.</p>
<p>Masalahnya yang perlu diwaspadai oleh umat dan juga bangsa-bangsa lain di dunia adalah – <em><strong>ada apa dibalik pernyataan ini</strong></em>. <span style="color: #0000ff;">Mengapa baru sekarang wacana mengganti US$ dimunculkan? Dan apa pengganti US$ yang mereka pikirkan?</span></p>
<p>Saya mencoba menduga-duga apa kira-kira jawaban atas 2 pertanyaan tersebut di atas. Mengenai mengapa baru sekarang wacana ini dimunculkan; <em><span style="color: #800000;">dugaan saya karena mereka (para petinggi IMF) juga tahu kalau <strong>US$ tidak akan survive</strong> dalam waktu yang lebih lama lagi</span></em> – wacana ini dimunculkan untuk semacam sosialisasi ke dunia akan kondisi yang sangat mungkin akan terjadi.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1483" title="imf-failed" src="http://www.dinarislam.com/wp-content/uploads/2010/03/imf-failed-297x300.jpg" alt="imf-failed" width="297" height="300" />Nampaknya mereka ingin memperbaiki sejarah kegagalan IMF pertama, ketika terjadi kejutan <em><strong>Nixon Shock</strong></em> Agustus 1971 – dimana secara sepihak dan mendadak – <em><span style="color: #800000;">Nixon mengguncang Dunia dengan meninggalkan </span></em><span style="color: #de940a;"><em><span style="color: #de940a;">emas </span></em></span><em><span style="color: #800000;">sebagai rujukan mata uang US Dollar-nya</span></em>. Kali ini mereka ingin masyarakat dunia tahu dulu – bahwa US Dollar berkemungkinan gagal (lagi) dan dunia tidak akan bisa mengandalkannya.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Lantas mengapa mereka ‘<em>berbaik hat</em>i’ memberi isyarat pada dunia bahwa US$ akan gagal?</span> <em><span style="color: #800000;">Sederhana – karena mereka juga masih ingin (tetap) memimpin dunia dengan aturannya</span></em>. Ingat ketika IMF gagal pertama dengan kejadian <em><strong>Nixon Shock</strong></em> Agustus 1971;  penggantinya tetap IMF juga hanya ‘undang-undang’-nya yang berganti dari <strong><span style="color: #800000;">Breton Woods Agreement</span> (1945)</strong> menjadi <strong><span style="color: #800000;">Article of Agreement of IMF </span></strong>yang ditandatangani di <em><strong>Smithsonian Institute</strong></em> – December 1971. Dari lokasi penanda tangananan ini saja sebenarnya umat <strong><span style="color: #637d37;">Islam </span></strong>yang cerdas sudah harus tahu siapa di belakang mereka ini dan untuk kepentingan siapa program-program mereka dibuat.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Pertanyaan ke-2 mengenai apa pengganti US$ yang mereka pikirkan?</span> Terungkap dari pernyataan <strong>Dominique </strong>bahwa pengganti US$ sebagai <em>reserve currency</em> yang akan datang adalah <span style="color: #800000;">“</span><em><span style="color: #800000;">similar to but distinctly different from the IMF&#8217;s <strong>Special Drawing Rights</strong>, or <strong>SDR</strong>s</span></em><span style="color: #800000;">”</span>.</p>
<p><span style="color: #800000;"><strong>SDR </strong>adalah </span><em><span style="color: #800000;"><strong>reserve asset</strong></span></em><span style="color: #800000;"><strong> yang diciptakan oleh IMF tahun 1969</strong>; awalnya nilai 1 SDR setara dengan <span style="color: #de940a;">0.888671 gr emas</span> – yang seharusnya saat itu juga bernilai 1 US$</span>.  Setelah kejadian <em><strong>Nixon Shock</strong></em> tersebut di atas, ‘uang’ SDR yang tadinya setara <span style="color: #de940a;">emas </span>tersebut-pun berganti menjadi setara dengan sekeranjang mata uang kuat dunia. Untuk saat ini isi keranjang tersebut terdiri dari US$, Poundsterling, Euro dan Yen.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Lantas berapa nilai SDR tersebut sekarang?</span> <span style="color: #800000;">Hari Senin kemarin (01/03/2010) <strong>1 SDR</strong> nilainya setara dengan <strong>US$ 1.52771</strong> atau kalau dibelikan <span style="color: #de940a;">emas </span>hanya dapat <span style="color: #de940a;">0.0425 gram</span></span>. Jadi uang SDR itu-pun kini nilainya tinggal sekitar 1/20 dari nilai awal ketika diperkenalkan 41 tahun lalu.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Maknanya apa ini semua?</span> Bila US$ sebagai <em>reserve asset</em> diganti dengan SDR bentuk baru sekalipun (yang dikatakan <strong>Dominique</strong> sebagai <em>similar but distinctly different</em> dengan SDR yang sekarang) – tetap tidak dapat menjadi <em>reserve asset</em> yang sesungguhnya – karena nilainya juga mengalami keruntuhan sebagaimana sekeranjang mata uang kertas yang digunakan untuk menghitung nilainya.</p>
<p>Kita umat <strong><span style="color: #637d37;">Islam </span></strong>tidak seharusnya menggunakan timbangan yang mereka ciptakan; <em><span style="color: #800000;"><strong>kita memiliki timbangan yang adil sepanjang masa</strong> – yaitu </span></em><span style="color: #de940a;"><em><span style="color: #de940a;">emas</span></em></span><em><span style="color: #800000;">, </span></em><span style="color: #808080;"><em><span style="color: #808080;">perak</span></em></span><em><span style="color: #800000;">, gandum, kurma dan benda-benda riil yang memiliki nilai instrinsik lainnya</span></em>. Waktunya kita mengikuti petunjuk jalan kita sendiri dan tidak mengikuti mereka memasuki &#8220;<em>lubang biawak</em>&#8221; berikutnya. <em><span style="color: #637d37;">Wa Allahu A’lam</span></em>.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.dinarislam.com%2Fpolitical-economy%2Fdan-imf-pun-mengajak-meninggalkan-us.html&amp;linkname=Dan%20IMF-pun%20Mengajak%20Meninggalkan%20US%24%3F"><img src="http://www.dinarislam.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a><h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/rupiah-index-rix-mengukur-kekuatan-rupiah-kita.html" title="Rupiah Index (RIX): Mengukur Kekuatan Rupiah Kita">Rupiah Index (RIX): Mengukur Kekuatan Rupiah Kita</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/belajarlah-emas-walau-sampai-negeri-china.html" title="Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China">Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/financial-plan/paradox-us-rupiah-harga-emas.html" title="Paradox US$, Rupiah &#038; Harga Emas">Paradox US$, Rupiah &#038; Harga Emas</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/and-the-winner-is.html" title="And The Winner Is…?">And The Winner Is…?</a></li><li><a href="http://www.dinarislam.com/business-opportunity/dinar-equity-exchange-jual-beli-yang-nyaris-tanpa-uang.html" title="Dinar Equity Exchange: Jual Beli Yang Nyaris Tanpa ‘Uang’">Dinar Equity Exchange: Jual Beli Yang Nyaris Tanpa ‘Uang’</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dinarislam.com/political-economy/dan-imf-pun-mengajak-meninggalkan-us.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 1.717 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-03-18 06:59:56 -->
