Seperti bandul jam dinding yang berayun beraturan di sekitar posisi jam 6 karena gravitasi bumi– jam 6 adalah titik terendah dalam lingkaran jam; demikian pula mekanisme pasar membentuk harga. Untuk pasar emas saya pernah menjelaskan hal ini dalam tulisan saya pada pertengahan tahun lalu dengan judul “Kemana Harga Emas Akan Berayun“.
Tulisan kali ini menyempurnakan tulisan sebelumnya tersebut dengan fokus pada upaya memahami dimana titik ‘jam 6’ tersebut pada pasar emas. Untuk ini saya gunakan harga emas rata-rata harian untuk 180 hari (6 bulan) dan rata-rata harian untuk 360 hari (1 tahun). Dalam istilah teknis disebut Daily Moving Average (DMA), jadi ada 2 DMA yang kita gunakan 180 DMA dan 360 DMA.
Dasar pemikirannya adalah harga emas akan bergerak naik turun di sekitar angka rata-rata-nya. Bila terlalu tinggi akan tertarik ke bawah mendekati harga rata-rata oleh supply dari aksi jual masyarakat, dan sebaliknya bila terlalu rendah akan tertarik ke atas oleh kenaikan demand dari aksi beli masyarakat.
Dari data harga emas di pasar Indonesia yang dikumpulkan oleh kami sejak pertengahan September 2007, kita bisa sajikan pergerakan harga ini lengkap dengan grafik 180 DMA dan 360 DMA-nya seperti di atas. Lantas bagaimana kita membaca grafik tersebut?
Pada posisi penutupan pekan lalu, harga jual emas di emas24.com maupun DinarIslam.com adalah berada pada angka Rp 339,196/gram; sedangkan angka DMA pada tanggal penutupan tersebut masing-masing berada pada Rp 332,091/gram (180DMA) dan Rp 330,068/gram (360DMA).
Jadi seperti bandul jam saja, harga emas sekarang masih lebih tinggi dari DMA-nya atau masih mungkin berayun ke bawah ke arah Rp 332 ribu, Rp 330 ribu atau bahkan lebih rendah dari itu – sebelum akhirnya terayun balik ke atas.
Bagi investor jangka panjang, ayunan ini tidak perlu menjadi pikiran karena DMA untuk jangka panjang (360 DMA) cenderung lurus ke atas. Artinya semakin panjang fokus investasi kita, semakin jelas arah hasilnya – yaitu positif ke atas.
Sebaliknya untuk jangka pendek – 6 bulan atau kurang misalnya; arah gerakan harga ini masih naik turun seperti yang ditunjukkan oleh grafik 180 DMA tersebut. Itulah sebabnya saya tidak pernah menganjurkan Anda untuk berspekulasi dengan harga emas jangka pendek. Wa Allahu A’lam.





