Categorized | Dinar Prospecting

Harga Emas Dunia: Bad News & Good News

Harga Emas Dunia: Bad News & Good News

Tulisan saya tanggal 25 Januari 2010 lalu memperkenalkan konsep Moving Average atau rata-rata bergerak untuk mengetahui posisi ‘jam 6’,  pada ayunan bandul jam yang memvisualisasikan pergerakan harga emas sebagai hasil mekanisme pasar.

Melengkapi  tulisan tersebut, kali ini saya gunakan data yang lebih lama yaitu 11 tahun sejak Januari 2000 untuk harga emas dunia dalam US$/Oz. Data ini saya kumpulkan dari Kitco.com karena data yang saya kumpulkan sendiri baru mulai September 2007.

Hasilnya saya sajikan dalam grafik di atas yang menunjukkan pergerakan harga bulanan dan rata-rata bergerak tahunannya. Kita bisa melihat grafik tersebut dari 2 sisi, tergantung apakah kita  lebih suka kabar baik,  kabar buruk atau keduanya. Untuk lengkapnya saya sajikan saja keduanya sebagai berikut.

Kabar buruknya adalah harga emas yang beberapa minggu terakhir cenderung turun; masih mungkin terus turun sampai posisi di sekitar  ‘jam 6’ dari pergerakan harga emas atau bahkan melewatinya. Posisi ‘jam 6’ dari perhitungan rata-rata bergerak tahunan selama 11 tahun terakhir saat ini berada pada kisaran angka US$ 975/Oz.

Karena per pagi ini harga emas dunia berada pada US$ 1098/Oz; maka bila gerakan turun harga emas dunia ini berlanjut, angka yang berpeluang untuk dicapai dalam waktu dekat adalah di kisaran US$ 975/Oz  atau berpeluang turun sampai sekitar 11% dari posisi sekarang.

Karena saya termasuk orang yang cenderung optimis, maka dari satu kabar buruk ini – ada 3 kabar baik yang saya juga ingin sampaikan.

Kabar baik pertama adalah namanya bandul jam, tidak selamanya dia berayun ke 1 arah. Setelah melewati posisi terendah di ‘jam 6’ dia akan berbalik arah; ini fitrah gravitasi bumi yang juga fitrahnya mekanisme pasar.

Kabar baik kedua, trend posisi ‘jam 6’ yang dihasilkan dari perhitungan rata-rata bergerak tahunan – ternyata bergerak naik dari waktu ke waktu – setidaknya ini yang terjadi 11 tahun terakhir. Pergerakan yang ini, bukan karena mekanisme pasar tetapi karena rusaknya daya beli uang kertas terhadap emas.

Ringkasnya adalah dalam jangka pendek harga emas bergerak naik turun disebabkan oleh dorongan mekanisme pasar; tetapi dalam jangka panjang nampak dari statistik bahwa harga emas yang dinilai dengan mata uang kertas cenderung terus naik – bukan oleh mekanisme pasar lagi tetapi oleh penurunan nilai uang yang digunakan untuk membeli emas tersebut.

Jadi kabar baik ketiganya adalah, Anda yang ingin mengamankan masa depan biaya sekolah anak-anak; biaya kesehatan hari tua, biaya hidup masa pensiun, dlsb – Anda insya Allah akan menemukan waktu-waktu yang baik untuk membeli emas atau Dinar dalam hari-hari atau minggu-minggu ke depan – mumpung bandul jam bergerak ke posisi ‘jam 6’. Wa Allahu A’lam.

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: +1 (from 1 vote)
  • Share/Bookmark

Artikel Terkait:

This post was written by:

Muhaimin Iqbal

Muhaimin Iqbal - who has written 151 posts on Dinar Islam – Islamic Investment & Wealth Protection.

MUHAIMIN IQBAL adalah profil seorang eksekutif sekaligus pemikir, praktisi, dan juga sekaligus akademisi. Sebagai praktisi ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama dan komisaris di banyak perusahaan dan saat ini pemilik dan pengelola Gerai Dinar. Sebagai pemikir, untuk dapat terus mengungkapkan pikiran-pikirannya, beliau ber-azam untuk menulis minimal satu buah buku setiap tahun sejak umur 40 tahun. Dua buku terdahulu berbahasa Inggris yaitu General Takaful Practice (GIP, 2005) dan Takaful Solutions (Islamic Insurance Society, 2005). Buku lainnya dalam berbahasa Indonesia yaitu: Asuransi Umum Syariah dalam Praktik (GIP, 2006), Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham (DinarClub, 2007), Dinar Solution, Dinar Sebagai Solusi (GIP, 2008), dan Dinar The Real Money (GIP, 2009). Sebagai akademisi, beliau banyak terlibat memberikan pelatihan dan ceramah dalam berbagai subjek seperti Ekonomi Syariah, Asuransi Syariah, Kewirausahaan Islami, dan tentu yang tidak kalah menariknya adalah subyek Dinar dan Dirham. Beliau juga aktif terlibat dalam berbagai organisasi yang terkait dengan ekonomi umat, diantaranya sebagai Ketua Center for Islamic Entrepreneurship Development (CIED). Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), pendiri dan presiden pertama dari Islamic Insurance Society (IIS) dan terakhir beliau juga Presiden DinarClub.

Contact the author

Leave a Reply


Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Nilai Tukar Rupiah - Mata Uang lain

Sofi is offlineEny is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes