Categorized | Business Opportunity

Rupiah Index (RIX): Mengukur Kekuatan Rupiah Kita

Rupiah Index (RIX): Mengukur Kekuatan Rupiah Kita

Dunia finansial selama ini sudah sangat familiar dalam menggunakan nilai tukar mata uang satu terhadap yang lain sebagai tolok ukur untuk menilai kekuatan mata uang tertentu. Rupiah misalnya, hampir selalu disandingkan dengan Dollar Amerika untuk menilai apakah Rupiah sedang menguat atau sedang melemah.

Ketika tahun lalu nilai tukar US$ 1 sempat mendekati Rp 12,000,- orang mengatakan bahwa Rupiah sedang terpuruk, nilai Rupiah anjlog dan lain sebagainya. Ketika akhir-akhir ini Rupiah kembali mendekati Rp 9,300/US$ orang mengatakan bahwa Rupiah sedang menguat, dst.

Yang jadi masalah adalah tolok ukur yang digunakan dalam menilai kekuatan Rupiah yaitu dalam contoh tersebut di atas US$ – nilainya sendiri terus bergerak. Dapatkah benda bergerak yang satu untuk mengukur benda bergerak lainnya? Ini pelajaran waktu kita SMP. Kecepatan mutlak mobil yang sedang melaju, tidak bisa diukur dengan kecepatan mobil lainnya yang juga sedang melaju – hasilnya akan relatif.

Demikian pula mata uang yang satu terhadap mata uang lainnya; kekuatannya hanya akan bersifat relatif satu sama lain. Kekuatan yang mutlak hanya bisa dibandingkan terhadap barang-barang yang bernilai stabil – atau memiliki daya beli tetap sepanjang zaman, yaitu emas (Dinar) dan perak (Dirham).

Sebagai gambaran 1 oz emas (setara +/- 31.10 gr) tahun 1935 cukup untuk membeli setelan jas kwalitas tinggi, sekarang-pun demikian. 15 oz emas tahun tersebut cukup untuk membeli mobil keluarga kwalitas sedang – sekarang-pun demikian. 150 oz emas cukup untuk membeli rumah bagus – sekarang-pun tetap demikian. Juga contoh legendaris, 1 Dinar (4.25 gram) cukup untuk membeli kambing lebih dari 1400 tahun lalu – sekarang-pun tetap cukup untuk membeli kambing kelas A. Jadi seharusnya tolok ukur itu adalah emas (Dinar) atau perak (Dirham).

Namun sejak tahun 1971 ketika penggunaan emas sebagai standar atau tolok ukur ditinggalkan rame-rame oleh seluruh negara di dunia, maka dunia finansial tidak lagi memiliki tolok ukur yang baku tersebut. Problem ini sebenarnya sudah mulai dirasakan oleh sebagaian orang, maka sejak tahun 1973 – diperkenalkanlah apa yang disebut sebagai US$ Index misalnya untuk melihat kekuatan Dollar terhadap sekelompok mata uang lainnya.

US$ Index ini tetap dipakai sampai sekarang untuk menilai kekuatan US$ secara relatif terhadap sejumlah mata uang kuat dunia. Sejak digunakannya Euro tahun 1999, mata uang yang digunakan sebagai pembanding ini adalah Euro, Yen, Poundsterling, Dollar Canada, Krona Swedia dan Francs Swiss. Ketika mulai digunakan Maret 1973, US$ Index ini di set pada nilai 100. Dalam perjalanannya selama 38 tahun ini, US$ Index pernah mencapai angka tertinggi di kisaran 160, tetapi juga pernah terpuruk hingga 70 ; saat ini angkanya berada di kisaran 76.

Ok, masyarakat dunia sekarang sudah biasa menggunakan US$ Index ini untuk menilai kekuatan US$ secara relatif lebih baik – meskipun tidak seakurat bila diukur dengan nilai emas. Bagaimana dengan Rupiah? Kalau saya sendiri tentu tetap prefer menggunakan Dinar atau emas untuk menilai kekuatan uang kita ini – karena Dinar atau emas inilah yang terbukti berdaya beli stabil sepanjang masa seperti contoh-contoh tersebut di atas.

Hanya kalau kita perlu melihat kekuatan relatif-nya terhadap mata uang kertas lainnya, maka pendekatan Index seperti yang digunakan untuk US$ dapat pula digunakan untuk Rupiah.

Namun karena saya belum temukan ada yang membuat Rupiah Index (RIX) ini secara real-time; maka saya gunakan Rupiah Index yang programnya saya develop sendiri. Formulanya mengikuti  formula yang sama yang digunakan di US$ – hanya saya ubah starting date-nya bukan maret 1973 melainkan Januari 2000. Pada bulan Januari 2000, Rupiah Index yang saya singkat RIX ini saya set berada pada angka 100; ketika artikel ini saya tulis hasil perhitungan RIX menunjukkan angka 57.68; pada saat Anda baca RIX yang saya taruh di sidebar kanan atas dari DinarIslam.com (lihat: “Emas & Index (RIX)“) kemungkinan besarnya akan  menunjukkan angka yang berbeda.

Secara real time formula yang saya buat tersebut akan mencari nilai tukar terkini dari sejumlah mata uang kuat yang saya sebutkan di atas, kemudian menghitungnya secara rata-rata tertimbang geometris (geometric weighted average); kemudian hasilnya disajikan dalam bentuk Rupiah Index atau RIX ini.

Dengan menggunakan Rupiah Index ini – meskipun tidak sempurna – tetapi insya Allah kita bisa melihat kekuatan mata uang kita secara relatif lebih baik. Berguna bagi saya untuk mengambil keputusan-keputusan investasi, insya Allah juga berguna bagi Anda. Wa Allahu A’lam.

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0 (from 0 votes)
  • Share/Bookmark

Artikel Terkait:

This post was written by:

Muhaimin Iqbal

Muhaimin Iqbal - who has written 155 posts on Dinar Islam – Islamic Investment & Wealth Protection.

MUHAIMIN IQBAL adalah profil seorang eksekutif sekaligus pemikir, praktisi, dan juga sekaligus akademisi. Sebagai praktisi ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama dan komisaris di banyak perusahaan dan saat ini pemilik dan pengelola Gerai Dinar. Sebagai pemikir, untuk dapat terus mengungkapkan pikiran-pikirannya, beliau ber-azam untuk menulis minimal satu buah buku setiap tahun sejak umur 40 tahun. Dua buku terdahulu berbahasa Inggris yaitu General Takaful Practice (GIP, 2005) dan Takaful Solutions (Islamic Insurance Society, 2005). Buku lainnya dalam berbahasa Indonesia yaitu: Asuransi Umum Syariah dalam Praktik (GIP, 2006), Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham (DinarClub, 2007), Dinar Solution, Dinar Sebagai Solusi (GIP, 2008), dan Dinar The Real Money (GIP, 2009). Sebagai akademisi, beliau banyak terlibat memberikan pelatihan dan ceramah dalam berbagai subjek seperti Ekonomi Syariah, Asuransi Syariah, Kewirausahaan Islami, dan tentu yang tidak kalah menariknya adalah subyek Dinar dan Dirham. Beliau juga aktif terlibat dalam berbagai organisasi yang terkait dengan ekonomi umat, diantaranya sebagai Ketua Center for Islamic Entrepreneurship Development (CIED). Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), pendiri dan presiden pertama dari Islamic Insurance Society (IIS) dan terakhir beliau juga Presiden DinarClub.

Contact the author

Leave a Reply


Grafik Harga Dinar Islam (real time)

Nilai Tukar Dinar & Dirham (Rupiah)

Emas & Index (USDX & RIX)

Nilai Tukar Rupiah - Mata Uang lain

Sofi is offlineEny is offline
sales@dinarislam.com
Dinar Islam on twitter
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes