Author Archives | Dinar Islam
Posted on 08 September 2010. Tags: Al Kitab, Al-Qur'an, Allah, anak-anak, Assalamu'alaykum, hikmah, Indonesia, Islam, kontes idola anak, lagu, lagu anak Islam, Legenda Musik, musik religi, musisi senior, orang dewasa, orang tua, pendidikan, pesan moral, qasidah, rabbani, Rhazes Ibrahim, Sam Bimbo, surat Al-Imran, tarbiyah
Para orang tua sangat prihatin dengan kondisi sekarang dimana lagu anak-anak sangat minim – kalau tidak mau dikatakan sudah hilang – sehingga anak-anak menyanyikan lagu-lagu orang dewasa, bahkan dalam acara kontes idola anak sekalipun. Terkesan lagu anak tidak mendapatkan dukungan dari kita semua. Terlebih lagi lagu anak Islam yang dapat menjadi sarana tarbiyah - pendidikan – sekaligus membawakan pesan moral bagi penyanyinya sendiri dan pendengarnya.
Sebagai umat Islam, Tarbiyah menjadi sarana terpenting dalam kehidupan kita untuk memberikan kemashlahatan umat, dalam rangka mencapai keridhaan Allah SWT seperti tersirat dalam Al-Quran “Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu ia berkata kepada manusia: ‘Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku, bukan penyembah Allah‘. Akan tetapi(dia berkata): ‘Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (QS. Al-Imran[3]: 79)
Tanpa kita sadari bila kita terus membiarkan anak-anak menyanyikan lagu orang dewasa, tentu akan berdampak negatif pada perilaku anak-anak itu sendiri dikarenakan bukan saja tidak sesuai dengan usianya tetapi juga karena tema lagunya yang “itu-itu saja” (tentang cinta-cintaan, pemujaan lawan jenis, dll). Mungkin saja dampaknya tidak langsung terlihat saat ini, tapi baru dirasakan di kemudian hari.
Dengan diluncurkannya lagu “Assalamu’alaykum” yang dibawakan oleh musisi senior yang menjadi Legenda Musik di Indonesia khususnya untuk jenis musik Religi (Qasidah) – Sam Bimbo – berduet dengan cucunya sendiri Rhazes Ibrahim yang usianya belumlah genap 3 tahun, diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan bagi para orang tua tersebut. Semoga bermanfaat… insya Allah.
Posted in Video
Posted on 29 June 2010. Tags: Bank Sentral, Canada, Dubai, ekonomi dunia, emas, G-20, Gold, harga emas, harga naik, harga turun, investor, Irlandia, Italy, krisis, massal, masyarakat, pasar dunia, pelaku usaha, pemimpin, Portugal, Recovery and New Beginnings, safe haven, Spanyol, stabilitas ekonomi, Stability; Growth & Job, supply and demand, tersirat, tersurat, Toronto, Yunani
Pertemuan para pemimpin dunia kelompok G-20 baru berlangsung akhir pekan lalu 26-27 Juni 2010 di Toronto, Canada. Di permukaan, pertemuan reguler dari para pemimpin dunia tersebut mengusung tema yang keren ?Recovery and New Beginnings?. Itu setidaknya yang tersurat, lantas apa yang tersirat dari pertemuan tersebut?
Namanya juga tersirat ? tidak tertulis hitam di atas putih ? maka sifatnya multi tafsir. Bagi saya sendiri melihat temanya yang ?Recovery and New Beginnings? ini menyiratkan bahwa sejak krisis berlangsung 2 tahun lalu, berbagai pertemuan dalam berbagai tingkat belum berhasil membuat ekonomi dunia recover dan memulai hal yang baru ? makanya baru berniat recover dan memulai yang baru sekarang.
Bila belajar dari pertemuan sebelumnya dengan tema ?Stability, Growth & Job?; yang ternyata tidak memberi hasil yang diharapkan, karena tidak lama setelah pertemuan ini, justru guncangan demi guncangan malah menyusul seperti krisis di Dubai, Yunani, Portugal, Irlandia, Italy, Spanyol, dlsb ? maka akankah dunia berharap hasil konkrit dari pertemuan?pertemuan semacam ini?
Nampaknya para pelaku usaha secara global lebih banyak yang tidak berharap pada pertemuan semacam ini. Dari kacamata harga emas hal ini nampak jelas bisa dilihat. Bila pertemuan G-20 sebelumnya (April 2009) diadakan pada saat harga emas berada pada angka rata-rata sekitar US$ 890/oz; pada saat G-20 kali ini diadakan, harga emas sudah berada di kisaran US$ 1,255 /oz atau naik lebih dari 40%!!

Harga Emas Dunia: Dari Pertemuan G-20 ke Pertemuan Berikutnya
Artinya ketika para pemimpin dunia menjanjikan Stability, Growth and Job; tidak demikian yang dirasakan pasar. Pasar masih terus cemas dengan realita stabilitas ekonomi yang tidak kunjung datang. Kecemasan ini membuat mereka mencari tempat untuk melabuhkan dananya secara aman (safe haven), yaitu antara lain ke emas.
Ketika supply emas relatif tetap (hanya tumbuh sekitar 1.5% per tahun), sementara permintaan meningkat ? maka mekanisme supply and demand yang mendorong harga emas di pasaran dunia meningkat lebih dari 40% sejak pertemuan G-20 tahun lalu ke pertemuan G-20 tahun ini.
Lebih-lebih kini yang cemas bukan hanya investor perorangan, tetapi juga investor institusional dan bahkan Bank Sentral dunia mulai diam-diam juga membeli emas di pasar.
Jadi sebenarnya para pemimpin negara-negara di dunia apalagi kelompok G-20 ini, mereka bisa mengendalikan harga emas dengan baik secara elegan bila mereka mau, yaitu dengan cara menstabilkan ekonomi di negaranya masing-masing. Bila ini tercapai, pelaku ekonomi dan masyarakat luas akan merasa nyaman berusaha dan tidak merasa perlu memperbanyak dananya yang disimpan di safe haven ? emas.
Sebaliknya bila mereka tidak berhasil mengendalikan ekonominya, pelaku usaha, masyarakat luas dan bahkan bank sentral mereka sendiri akan cemas dan terus berusaha maksimal mengamankan hartanya di safe haven emas. Perilaku massal inilah yang mendongkrak harga emas dunia sampai tumbuh diatas 40% sejak pertemuan G-20 sebelumnya.
Apakah sampai pertemuan G-20 berikutnya tahun depan harga emas dunia akan terus tumbuh sampai di atas 40% mengikuti periode yang lewat? Sangat tergantung seberapa jauh para pemimpin tersebut bisa meyakinkan pelaku pasar dan masyarakat luas bahwa ?Recovery and New Beginning? yang mereka janjikan kali ini benar-benar terjadi. Bila mereka berhasil harga emas bisa turun, bila sebaliknya maka kenaikanlah yang akan terjadi. Wa Allahu A?lam.
Posted in Political Economy
Posted on 09 April 2010. Tags: 15 Agustus 1971, Alat Tukar, Amerika, Backed Currencies, barter, Bernard Lietaer, beyond the horizon, blueprint, Bretton Woods Agreement, bursa saham, casino, Credit Balances, dunia, Dunia Islam, e-gold, emas, fenomena, Frequent Flyers Miles, fulus, Ibnu Taimiyyah, kebutuhan transaksi, kemakmuran, menciptakan lapangan kerja, nilai uang, orang kaya, pemerintah, pemimpin, perak, perbankan, retailers, Reward Points, sektor riil, sistem keuangan, spekulasi, syariat Islam, teknologi, telekomunikasi, The Future of Money, transaksi barang dan jasa, Uang Masa Depan, uang swasta, University of California at Berkeley, Vouchers
Sepuluh tahun yang lalu (2001) seorang peneliti di Center of Sustainable Resources - University of California at Berkeley Bernard Lietaer menulis buku dengan judul The Future of Money: Creating New Wealth, Work and a Wiser World. Dalam bukunya yang futuristic ini Bernard antara lain menulis tentang berbagai fenomena pencarian uang baru yang sudah mulai saat itu ? karena kekecewaan masyarakat tentang sistem uang yang ada dalam beberapa dasawarsa terakhir.
Menurut Bernard, sistem keuangan dunia dewasa ini tidak ubahnya seperti Casino raksasa yang dioperasikan dengan penuh spekulatif – 100 kali lebih besar dari transaksi total bursa saham di seluruh dunia per harinya. Hanya 2 % saja dari perputaran tersebut yang terkait dengan transaksi barang dan jasa; 98% -nya murni untuk spekulasi.
Bila buku yang ditulis sebagai hasil penelitian Bernard ini dikaitkan dengan pendapat Ibnu Taimiyyah bahwa penguasa hanya boleh mencetak fulus sebesar kebutuhan transaksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat suatu negeri ? maka ya hanya 2 % itu-lah uang yang perlu ada di dunia sesungguhnya.
Apa dampak dari besarnya porsi uang yang digunakan untuk keperluan transaksi spekulatif tersebut dibandingkan dengan yang dibutuhkan untuk transaksi riil? Nilai uang menjadi sangat rentan terhadap ulah spekulan, porsi terbesar uang tidak menggerakkan sektor riil, pemerintah-pemerintah dunia menjadi sibuk menjaga nilai uang ? ketimbang menggerakkan sektor riil. Lapangan pekerjaan tidak mudah tersedia; kemakmuran sulit terwujud ? dan dunia menjadi tidak bijaksana karena lebih banyak mengharapkan durian runtuh dari ?hasil spekulasi? ketimbang hasil dari kerjaan yang riil.
Namun, di setiap zaman, di setiap masyarakat ? selalu ada sekelompok kecil orang yang melihat sesuatu sampai melewati batas horizon (beyond the horizon), mereka ini sudah mulai mencari solusi untuk problem yang bahkan sebagian terbesar masyarakatnya belum menyadari adanya problem tersebut.

Bernard Lietaer
Dalam hal problem besar yang terkait uang ini misalnya; Bernard berhasil mengidentifikasi setidaknya saat itu sudah ada 1,900 ?an komunitas di seluruh dunia ? termasuk ratusan diantaranya di Amerika - yang sudah mulai mengeluarkan ?uang?-nya sendiri dalam berbagai bentuknya.
Di antara ?uang swasta? tersebut yang paling luas dikenal di masyarakat antara lain adalah Frequent Flyers Miles yang dikeluarkan oleh industri penerbangan; Reward Points yang dikeluarkan oleh perbankan dan kini juga industri telekomunikasi; Vouchers yang dikeluarkan oleh para retailers; Credit Balances yang dikeluarkan pengelola transaksi barter; dan yang paling me-representasi-kan uang yang sesungguhnya adalah apa yang disebut Backed Currencies.
Backed Currencies adalah currencies atau alat tukar yang nilainya dijamin atau didukung langsung dengan barang atau jasa. Di antara barang-barang ini yang paling baku nilainya dan memang sudah digunakan sebagai uang selama ribuan tahun adalah emas dan perak. Maka backed currencies berbasis emas yang sudah dikenal luas di dunia maya seperti e-gold, menjadi primadona dalam pencarian uang modern tersebut.
Meskipun emas adalah uang yang paling ideal; berbagai pihak yang berusaha menggunakan emas sebagai uang di masa lampau banyak mengalami kegagalan. Contoh terbesarnya adalah kegagalan Bretton Woods Agreement yang buyar Agustus 1971 ? hanya ¼ abad saja usianya. Mengapa demikian? Sederhana saja ? penggunaan emas sebagai uang haruslah disertai serangkaian peraturan yang sangat lengkap dan menyeluruh untuk menjamin ketersediaan emas sebagai uang itu sendiri.
Peraturan dan petunjuk pelaksanaan penggunaan emas yang sangat menyeluruh ini, adanya hanyalah di Syariat Islam seperti yang terdapat pada tulisan saya terdahulu.
Seperti judul bukunya Bernard tersebut di atas, uang masa depan haruslah uang yang bisa mendatangkan kemakmuran, uang yang berguna untuk menciptakan lapangan kerja dan uang yang bisa membuat dunia lebih bijaksana. Sekali lagi inilah yang akan terjadi bila uang dikelola sesuai Syariat Islam, hanya dengan Syariat inilah uang tidak menjadi harta yang tertimbun ? uang benar-benar mendatangkan kemakmuran bukan hanya pada golongan yang kaya saja.
Jadi sesungguhnya blueprint uang masa depan yang memakmurkan itu telah lama ada di Dunia Islam dan telah pula diterapkan selama ribuan tahun; kini blueprint inipun siap diterapkan di era teknologi ini. Tinggal kita sendiri mau mengikuti orang lain yang dengan susah payah mencari bentuk uang modernnya; atau kita kembali menggunakan uang yang sudah ada di Syariat Islam ? rujukan yang kita yakini kebenarannya. Wa Allahu A?lam.
Posted in Political Economy
Posted on 24 March 2010. Tags: Al-Qur'an, Bismillah, CD penyerta buku, DR. KH. Muslih Abdul Karim Lc. MA., Muhammad Abu Ayyash, orang beriman, Panduan Pintar Shalat, QultumMedia, shalat, surat Al-Maidah, Tata Cara Wudhu, Video
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mendirikan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah (5): 6)
- Membaca Bismillah sambil mencuci kedua tangan.
- Kemudian berkumur-kumur dengan air.
- Membersihkan hidung.
- Membasuh wajah sesuai batas yang dijelaskan di muka (3x).
- Membasuh kedua tangan sampai siku-siku (3x).
- Mengusap sebagian rambut (3x).
- Mengusap kedua telinga (3x).
- Membasuh kedua kaki (3x).

Video ini diambil dari sebagian isi CD penyerta buku berikut ini
Judul : Panduan Pintar Shalat
Penulis : DR. KH. Muslih Abdul Karim, Lc, MA. & Muhammad Abu Ayyash
Ukuran : 14 x 20 cm.
Tebal : xviii + 378 hlm.
Penerbit : QultumMedia
ISBN : 979-017-42-4
Posted in Dakwah Islam
Posted on 22 March 2010. Tags: bailout, bankrupt, bearish, Britain, China, CNBC, currency, Euro, Europian Union, fundamental, Greece, Greeks, investor, Jim Rogers, London, long term, North Sea oil, Poundsterling, real assets, real estate bubble, Renminbi China, short term, stock market, Two Global Bubbles, UK, US Treasury, Worlwide Exchange
The euro is unlikely to still exist as a currency over the longer term, the pound will fall substantially in the next few years and US Treasurys and some real estate in China are the world’s two current bubbles, legendary investor Jim Rogers told CNBC.com Wednesday (17/03/2010).
“The euro will probably break up in the next 15 to 20 years,“ Rogers said in an interview. “Don’t get me wrong, I own the euro.”
“We’ve had currency unions in history, they didn’t survive, this one won’t survive either,” he explained.
The euro has been under pressure because of Greece’s sovereign debt concerns. But European Union finance ministers agreed to bail out Greece if it will need aid because of its growing public debt, which is forecast to exceed 120 percent of gross domestic product this year.
“If (the euro zone helps) the Greeks, that weakens the fundamentals of the euro,” Rogers warned. “As the next government comes to demand concessions, they weaken the currency from within.”
“I would let Greece go bankrupt because then everybody will say the euro is a serious currency,” he told “Worldwide Exchange.”
The UK pound’s problems will be caused by Britain’s “gigantic debt and huge trade deficit,” he said, adding that he doesn’t own sterling.
The country’s two fortunes ? North Sea oil and London’s place as a financial hub ? are dwindling and there is nothing on the horizon to replace them.
“Most Western currencies, most currencies everywhere are very suspect,” Rogers told “Worldwide Exchange.”
The Chinese renminbi may replace other currencies in 20 years, but it is “absurd” to think of this now, as it is still a controlled currency, he said.
“There are two bubbles in the world: one is in Treasurys, the other is in urban and coastal real estate in China,” Rogers also told CNBC.com.
He added that he wasn’t short Treasurys.
Commodities in Focus
Rogers said he started buying dollars last year in October and November “because everybody, including me, was bearish.”
“I hope it’s a short- or medium-term position,” he added.
He said he has not bought shares since November 2008, focusing on commodities instead.
“I think that real assets are the best place to protect yourself going forward,” he told “Worldwide Exchange.”
“I had had no shorts for about 15 months so I started putting out some shorts recently,” Rogers said. “But the fact that I’ve been putting out shorts means (the stock market) won’t pull back,” he joked.
He said many investors were skeptical about the stock market’s rally.
© 2010 CNBC.com
Posted in Video
Posted on 24 February 2010. Tags: environmentally friendly, Global Halal Industry, global strategy, Halal, halal food, halal label, halal market, halal process, healthy, Islam, Islamic Shariah law, muslim, natural, non-Muslim, organic, World Business
World Business: In Islam, the word “HALAL“ stands for all that is permitted under Islamic Shariah law and estimates suggest around 70 percent of the worlds 1.5 billion Muslims in 148 countries follow Halal food standards. But food is not the only product where the halal label gets the tills ringing these days.
HALAL is the next global market force. Global Halal Industry was worth US$ 500 billion in 2005. Mostly this market is still dominated by non-Muslim countries. Leading food centers are switching to embrace the Halal process. Halal - stringent process guarantees better quality. Shifting global demand in favour of Halal. Halal food is safe for all, because it’s natural, organic, healthy and environmentally friendly. A global strategy will make a difference. One unified HALAL market to build consumer confidence.
Posted in Video
Posted on 18 February 2010. Tags: bad investment, blood, calorie, cigarette, Fatal Poison, investasi, Kanker Paru-Paru, live shorter, Lung Cancer, racun, rokok, smoking, surat An-Nisaa', Tar
The process of extracting 7200 mgr Tar from 400 Cigarettes. Smoking is a slow motion suicide. Each of these Cigarette contains 18mgr Tar. There are 2 boxes of Cigarettes, each one 10 packs. Totally 400 of Cigarettes are used for this experiment. Watch the water color inside the bottle. After 3 hours and 20 minutes, 380 are burned. Water color turns BLACK due to absorbing much Tar.
Then boil it! Slowly water is vaporizing and Tar remains. 400 x 18mgr = 7200mgr Tar. 7200mgr Tar = 7.2gr Tar (WATCH IT NOW!!). This is EXTREMELY FATAL POISON!! Contains more than 400 types of other chemicals too. Very STICKY and BITTER.
No Wonder why humans get LUNG CANCER!! Think about this: The stricky Tar contains poison and remains in your lungs each time you smoke, and your lungs need much calorie to remove these poisons from your blood! You will live shorter than you think! but think about your family or children’s life! What you’ve done is BAD Investment!!!
?? ???????? ??? ???????? ?????? ??????? ? ???? ???????? ??? ????????? ????? ??????? ? ???????????? ???????? ??????? ? ??????? ????????? ???????
“Whatever good reaches you, it is from Allah, and whatever evil reaches you, it is from yourself. We have sent you (Prophet Muhammad) as a Messenger to humanity. Allah is sufficient for a Witness.” (QS. An-Nisaa’ (4): 79)
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS. An-Nisaa’ (4): 79)
Posted in Video
Posted on 04 February 2010. Tags: Armored Wolf LLC, Bloomberg, budget crisis, collapse, Greece, John Brynjolfsson, Julie Hyman, krisis hutang, Mark Crumpton, Portugal, Spain, Spanyol, US Dollar, US Treasury, Yunani
John Brynjolfsson, Chief Investment Officer (CIO) of Armored Wolf LLC, talks with Bloomberg’s Mark Crumpton and Julie Hyman about the outlook for the US Dollar. Brynjolfsson also discusses Greece’s budget crisis and the U.S. Treasury market. (Source: Bloomberg)
Posted in Video
Posted on 30 December 2009. Tags: brand, buku, community, Connect your Business to Everyone, entrepreneur, Entrepreneurship 2.0, Everyone is Connected, free, IT, komunitas, Mitch Joel, new media, Presiden, Six Pixels of Separation, teknologi, tools, Twist Image
Mitch Joel, President of Twist Image, provides insights and answers questions about his new book, “Six Pixels of Separation: Everyone is Connected. Connect your Business to Everyone.” Six Pixels of Separation teaches entrepreneurs and individuals how to have a global audience and consumer base in a world where we’re all connected. The book focuses on how technology and new media (almost all of it free) is empowering individuals to build personal brands that will rival the biggest of corporate brands, and how all business owners can now leverage the global community to connect, share and grow.
Posted in Video
Posted on 16 December 2009. Tags: Abdul Muhaemin Karim, Afrika, Arab, Bambang S. Darwanto, biro perjalanan, Bogor, buku, haji, Hongkong, hujjaj, Indonesia, Indriya R. Dani, Iran, Jerman, KBIH, M. Safi'i Antonio, mabrur, manasik, Muenchen, Nabiel Fuad Almusawa, Nasaruddin Umar, Pakistan, panduan praktis, Perencanaan Haji, Qultum Media, umrah, Ust. Bobby Herwibowo
“Buku yang di hadapan pembaca ini, Panduan Pintar Haji dan Umrah, karya Indriya Rusmana, adalah salah satu usaha untuk meraih tanda-tanda ke-mabruran haji. Penulisnya berusaha mengilustrasikan ritual perjalanan ibadah haji dan umrah dari mulai memilih biro perjalanan atau KBIH sampai kembali tiba di tanah air. Buku ini merupakan “panduan praktis” bagi para hujjaj yang ingin ber-?manasik haji? secara mandiri. Dengan bahasa yang lugas dan mudah dicerna, penulis mengajak para pembacanya untuk dapat “menikmati perjalanan ibadah haji“.
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A, Dirjen Bimas Islam Departemen Agama RI
“Haji dan umroh merupakan sebuah perjalanan spiritual yang maha dahsyat. Agar perjalanan ini berhasil dan pulang dengan membawa “oleh-oleh” pencerahan dan komitmen keislaman baru, ia memerlukan persiapan yang tidak ringan. Subhanallah, Mbak Indri dengan sangat piawai menyuguhkan persiapan-persiapan haji dan umroh dalam bentuk yang siap saji dan praktis. Selamat menggapai haji mabrur!”
Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, Pakar Bisnis dan Manajemen Syariah
“Buku ini tidak saja menjelaskan doa dan hadits mengenai haji dan umroh, tapi juga pengetahuan umum. Salah satunya tentang budaya Arab, Iran, Afrika, dan Pakistan yang banyak ditemui di sana. Hal inilah yang jarang dibahas dalam buku haji lainnya,dan Mbak Indri telah menuliskannya dalam buku ini sehingga memberikan gambaran apa saja yang harus dipersiapkan untuk melaksanakan ibadah haji. Selamat menikmati ibadah haji dan semoga menjadi haji mabrur. Amin.”
Ir. Nabiel Fuad Almusawa, M. Si, Dosen Universitas Juanda Bogor dan Ustadz di beberapa Majelis Taklim Bogor
“Gong Hei! Selamat atas terbitnya buku Panduan Pintar Haji dan Umroh yang sangat luar biasa karena berkonsepkan paduan antara teori dan praktis, ilustratif, mudah dipahami, lengkap, informatif, fungsional, dan sangat membantu para calon jemaah haji mulai pemberangkatan hingga pemulangan. ”
H. Abdul Muhaemin Karim, MA, Da’wah Officer Islamic Union of Hong Kong
“Ibadah haji merupakan ibadah yang disertai perjalanan spiritual, fisik, dan materi. Dengan demikian, baik persiapan mental maupun fisik harus diperhatikan calon haji,dari persiapan sebelum berangkat, selama di Tanah Suci sampai kembali ke Tanah Air. Buku ini memberikan gambaran lengkap semua persiapan tersebut, termasuk penjelasan bagi calon jemaah haji yang sedang tinggal di luar negeri.”
Ir. R. H. Bambang S. Darwanto, Ketua Majelis Taklim Muenchen Jerman
Penulis : Ust. H. Bobby Herwibowo, Lc. & Hj. Indriya R. Dani, S.E.
Ukuran : 15 x 23 cm.
Tebal : xiv + 194 hlm.
Penerbit : QultumMedia
Posted in Video